Anda di halaman 1dari 2

Nama : Nadiah Salsabilla

NPM : 1806139506
Prog. : Filsafat Hukum Reguler B

Resume: Classical English Positivism and Pure Theory of Law dan Modern Analytical
and Normative Jurisprudence
tugas untuk prasyarat kelas 16 Maret 2021

Menurut Hume, validitas dari hukum normatif tidak dapat hanya dilihat dari halnya
fakta-fakta objektif, tetapi juga bergantung pada cara pandang mereka yang menerapkan.
Namun kebalikannya, positive law yang merupakan hukum dari suatu negara merupakan
sesuatu yang pasti dan valid tanpa konsiderasi subjektif. Maka dari itu, hukum menurut
positive law harus dipisahkan dari perihal moral (yang sangat ditekankan oleh natural law),
meskipun hukum tersebut mungkin akan beririsan dengan standard dan permasalahan moral
dalam akibat penerapannya. Lalu, apabila natural law dikesampingkan apakah bukti dan
standar scientific bisa ditemukan? Menurut Bentham, dengan dikesampingkannya natural law
dan subjective values serta mengganti hal tersebut dengan keuntungan-keuntngan manusia
(human advantages), kepuasan dan keinginan manusia, maka sebuah pengganti dari suatu etika
mungkin untuk ditemukan berdasarkan hal-hal yang diperhitungkan manusia dan tampak
secara eksternal dari diri manusia. Selain itu, Bentham juga bicara bahwa tidak ada perubahan
dari hukum substantive bisa diterapkan secara efektif dan melahirkan suatu akibat yang
berbeda tanpa mengubah bentuk maupu struktur dari hukum tersebut. Maka dari itu, sebuah
konseptual untuk hal tersebut penting untuk dipikirkan dan diterapkan.
Menurut Bentham, tidak ada hukum yang bersifat imperative dan permissive. Semua
hukum memberikan suruhan atau melarang atau memperbolehkan tindakan-tindakan tertentu.
Namun, terkadang memang sisi imperative dari hukum seringkali yang lebih terlihat dan
seringkali hukum juga dituangkan secara deskriptif, bahkan terkadang seingkali juga hukuman
maupun sanksi yang terdapat dalam hukum tersebut tertutup karena kalimat-kalimat deskriptif
yang sering diterapkan dalam halnya produk-produk hukum. Perlu diingat pula bahwa
meskipun dalam pemikirannya Bentham menolak konsep dari “natural” rights, pemikirannya
juga tetap menerapkan prinsip-prinsip inkorporasi seperti liberty, equality, or property.
Sebagai seorang positivis, Austin menunjukkan apa itu hukum sebenarnya menurut
pemikiannya yang bersebrangan dengan moral maupun natural law yang seringkali dinilai
sebagai inti dari hukum sebenarnya. Tidak ada hubungan antara positivism dan command
theory dan tidak salah pula untuk meyakini konsep pemisahan hukum dari moral manusia
namun menolak the command theory secara bersamaan. Salah satu hal yang paling dikritik atas
pemikiran command theory adalah konsep bahwa command atau suruhan tidak bisa disamakan
dengan suruhan dari suatu manusia atau seseorang. Namun menurut Austin untuk
mengidentifikasi bahwa seseorang maupun suatu badan merupakan sumber yang dapat
memberikan command bisa saja merupakan salah satu bentuk dari keinginan orang atau badan
tertentu, namun akan lebih baik apabila kata “command” diubah menjadi kata-kata seperti
“imperatives” maupun “directives” disebabkan kritik dan pendapat ketidaktepatan
penggunaan dari kata tersebut dalam the command theory.
Aspek positivis dari Austinianism atau pemikiran Austin paling jelas terlihat pada
pemisahan dari hukum dan moral. Namun, aspek dalam pendekatannya yang mendukung
external natural law seringkali menuai kritik. Pendekatan lainnya yang biasanya dilahirkan
dari para filsuf modern menyatakan bahwa hukum merupakan salah satu order atau keteraturan
yang memiliki suatu struktur internal moral yang harus dimasukkan supaya sesuatu dapat
menjadi hukum. Selain itu, Austin juga berkeyakinan bahwa sanksi sebagai salah satu
karakteristik hukum seringkali menutupi atau emnghilangkan karakter asli serta fungsi dari
hukum di kehidupan bermasyarakat. Bahwa esensi dari suatu sistem hukum adalah untuk
melahirkan dan emnemukan fakta berdasarkan faktor-faktor psikologi yang ada dan diterima
seluruh masyarakat sebagai komunitas sebagai sesuatu yang mengikat dan bahwa elemen dari
sanksi bukanlah sesuatu yang esensial atau penting dalam berfungsinya suatu sistem
hukum. Klasifikasi pemikiran terkait hukum menurut Austin: