Anda di halaman 1dari 5

PROMOSI KESEHATAN

PROMOSI KESEHATAN DAN ILMU PERILAKU DALAM KESEHATAN MASYARAKAT

A. Kesehatan

Undang – undang kesehatan No 36 tahun 2009 kesehatan adalah keadaan sehat baik secara
fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara
sosial dan ekonomi.Hal ini berarti kehatan seseorang tidak hanya di ukur dari aspek fisik, mental,
spritual, dan sosial saja, tetapi juga di ukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan
atau mengusulkan secara ekonomi.

B. Peran Promosi Kesehatan Dalam Kesehatan

Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, baik dari faktor interna ( baik dalam
diri manusia maupun faktor eksterna di luar diri manusia ). faktor internal ini terdiri dari faktor fisik
dan psikis. faktor eksternal terdiri dari berbagai faktor, antara lain sosial, budaya masyarakat,
lingkungan fisik, politik, ekonomi, pendidikan , dsb.

Pendidikan kesehatan merupakan bentuk intervensi terutama terhadap faktor


perilaku.namun demikian, ketiga faktor lain ( lingkungan, pelayanan kesehatan, dan hereditas ) juga
memerlukan intervensi pendidikan kesehatan.

KONSEP PROMOSI KESEHATAN

A. Perubahan Perilaku dan Pendidikan kesehatan

Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi
faktor individu, kelompok, masyarakat.oleh sebab itu dalam rangka membina dan meningkatkan
kesehatan masyarakat, intervensi,upaya yang ditujukan kepada faktor perilaku sangat
strategis.Intervensi terhadap faktor perilaku secara garis besar dapat dilakukan melalui dua upaya
yang saling bertentangan kedua upaya tersebut dilakukan melalui :

1. Paksaan

Upaya agar masyarakat mengubah perilaku atau mengadopsi perilaku kesehatan


dengan cara – cara tekanan, paksaan. Pendekatan dengan cara ini biasa nya menimbulkan dampak
yang lebih cepat terhadap perubahan perilaku tetapi pada umumnya perubahan ini tidak langgeng.

2.Pendidikan

dampak yang ditimbulkan dari cara ini terhadap perubahan perilaku masyarakat,
akan memakan waktu lama dibandingkan dengan cara paksaan.Namun demikian, bila perilaku
tersebut berhasil di adopsi masyarakat, maka akan bersifat langgeng bahkan selama hidup
dilakukan.
B. PERAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PERUBAHAN PERILAKU

Promosi kesehatan dalam arti pendidikan, secara umum adalah upaya yang direncanakan
untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, masyarakat sehingga mereka melakukan
apa yang di harapkan oleh pelaku pendidikan atau promosi kesehatan.Dalam batasan ini tersirat
unsur-unsur :

a. Input adalah sasaran pendidikan (individu,kelompok,masyarakat), dan pendidik pelaku


pendidikan.

b. Proses ( Upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain )

c, Output ( melakukan apa yang diharapkan atau perilaku ).

hasil (output) yang diharapkan dari suatu promosi atau pendidikan kesehatan adalah perilaku
kesehatan, atau perilaku untuk memelihara dan meningkat kesehatan kondusif.

C. VISI DAN MISI PROMOSI KESEHATAN

Promosi ini harus mempunyai visi dan misi yang jelas. yang dimaksud visi adalah apa yang
diinginkan oleh promosi kesehatan sebagai penunjang program – program kesehatan yang lain. Visi
umum promosi kesehatan tidak terlepas dari undang – undang kesehatan no 36 tahun2009 maupun
WHO yakni meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan baik fisik,mental, dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.

Untuk mencapai visi tersebut, perlu upaya – upaya yang harus dilakukan, dan ini lah yang di
maksud misi. Jadi yang dimaksud dengan misi pendidikan kesehatan adalah Upaya yang harus
dilakukan untuk mencapai visi tersebut.

D. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut diperlukan cara pendekatan yang strategis agar
tercapai secara efektif dan efisien. Cara ini sering disebut “strategi”. Jadi strategi adalah cara untuk
mencapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien.

E. SASARAN PROMOSI KESEHATAN

Telah di sebutkan di atasbahwa akhir atau visi promosi kesehatan adalah kemampuan
masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.Visi ini jelas bahwa yang
menjadi sasaran utama promosi kesehatan adalah masyrakat, khususnya lagi perilaku masyarakat.
berdasarkan pentahapan upaya promosi kesehatan ini, maka sasaran dibagi dalam tiga kelompok
sasaran ( Sasaran primer, Sasaran Sekunder, Sasaran tersier ).

F. SUB-BIDANG KEILMUAN PROMOSI KESEHATAN

Seperti yang telah di jelaskan bahwa promosi kesehatan merupakan usaha intervensi untuk
mengarahkan perilaku kepada tiga faktor pokok, yakni faktor pedisposisi, faktor pendukung, faktor
pendorong.Perbedaan strategi dan pendekatan tersebut berakibat dikembangkannya mata ajaran
atau subdisiplin ilmu sebagai bagian promosi kesehatan mata ajaran tersebut antara lain :
- Komunikasi
- Dinamika Kelompok
- Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat
- Pengembangan Kesehatan Masyrakat Desa
- Pemasaran Sosial
- Pengembangan Organisasi
- Pendidikan dan Pelatihan
- Pengembangan Media
- Perencanaan dan Evaluasi Promosi Kesehatan
- Perilaku Kesehatan

G. METODE DAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN

1. Metode Promosi kesehatan

Promosi Kesehatan tidak terlepas dari kegiatan atau usaha menyampaikan pesan
kesehatan kepada masyarakat, kelompok, atau individu.Dengan adanya pesan tersebut maka
diharapkan memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik.Berikut ini diuraikan
beberapa metode pendidikan atau promosi kesehatan :

a.Metode Individual

Bersifat individual yang digunakan untuk membina perilaku baru, atau membina seseorang
yang mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi.dengan bentuk pendekatan antara
lain bimbingan dan penyuluhan dan wawancara

b.Metode Kelompok

- Kelompok Besar

efektifitas suatu metode akan tergantung pada besar nya sasaran pendidikan antara lain
dengan cara ceramah, seminar.

-Kelompok Kecil

Peserta kegiatan kurang dari 15 orang.Metode – metode yang cocok untuk kelompok kecil
ini antara lain :

a. Diskusi kelompok

b. Curah pendapat

c. Kelompok-kelompok kecil

d. Permainan stimulasi

c. Metode Massa

Metode ini cocok untuk disampaikan kepada masyarakat karna bersifat umum.Pendekatan
ini biasanya digunakan untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi
2. Alat bantu / Media Promosi Kesehatan

Yang dimaksud dengan dengan alat bantu pendidikan adalah alat – alat yang digunakan oleh
petugas dalam menyampaikan bahan, materi, atau pesan kesehatan.alat bantu disebut sebagai alat
peraga karena berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu di dalam proses promosi
kesehatan.semakin banyak indera yang digunakan menerima sesuatu maka semakin banyak dan
semakin jelas pula pengertian/pengetahuan yang diperoleh.contoh media yang digunakan adalah :
kata – kata, tulisan, rekaman,radio,film,telivisi,pameran,field trip, demonstrasi, sandiwara, benda
tiruan, benda asli.Untuk itu peran peran petugas kesehatan bukan hanya membimbing dan membina
dalam hal kesehatan mereka sendiri tetapi juga memotivasi mereka sehingga meneruskan informasi
kesehatan kepada anggota masyarakat lain.

Manfaat alat bantu antara lain :

- Menimbulkan minat sasaran pendidikan


- mencapai sasaran yang lebih banyak
- membantu dalam mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman
- menstimulasi sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan yang diterima kepada orang
lain.
- mempermudah penyampaian bahan atau informasi kesehatan
- mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran atau masyarakat
- mendorong keinginan orang untuk mengetahui,kemudian lebih mendalami, dan
akhirnya mendapat pengertian yang lebih baik.
- membantu menegakkan pengertian yang diperoleh.

3. Media promosi kesehatan

Berdasarkan fungsinya sebagai penyalur pesan kesehatan, media ini dibagai menjadi tiga
yaitumedia cetak, media elektronik, media papan.

H. KOMUNIKASI DALAM KESEHATAN MASYARAKAT

komunikasi adalah proses pengoperasian rangsangan dalam bentuk lambang atau simbol
bahasa atau gerak untuk mempengaruhi perilaku orang lain dapat berupa suara atau bahasa lisan
maupun gerakan atau tindakan diharapkan dapat di mengerti,oleh pihak lain, dan pihak lain tersebut
merespons sesuai dengan maksud pihak yang memberikan stimulas.

1. unsur komunikasi

agar terjadi kamunikatif yang efektif antara pihak satu dengan pihak yang lain, antara kelompok satu
dengan yang lain di perlukan keterlibatan beberapa unsur komunikasi yakni komunikator,
komunikan, pesan dan saluran atau media.

2. Bentuk komunikasi

Agar proses komunikasi kesehatan efektif dan terarah dapat dilakukan melalui bentuk komunikasi
antara lain sebagai berikut komunikasi intrapersonal, komunikasi antar pribadi,mass komunikasi,
komunikasi organisasi.
I. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN

Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan merupakan sasaran utama promosi


kesehatan.Masyarakat ebagai sasaran primer promosi kesehatan harus diberdayakan agar mereka
mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.

Pemberdayaan masyarakat ialah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran,
kamauan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi , memelihara, melindungi, dan
meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.

Prinsip Pemberdayaan Masyarakat yaitu menumbuhkan kemampuan masyarakat dari dalam


masyarakat itu sendiri.pemberdayaan masyarakat adalah proses memampukan masyarakat, dan,
oleh untuk masyarakat itu sendiri