Anda di halaman 1dari 5

Makalah PAI/Semester III

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pada dasarnya ilmu pendidikan Islam telaah manusia
selalu dikaitkan dengan fitroh, potensi jasmani dan rohani serta
kebebasannya untuk berkehendak, maka pada dasarnya
pendidikan berfungsi sebagai media yang menstimulasi bagi
pertumbuhan dan perkembangan fitroh manusia kearah
penyempurnaan dirinya sebagai ‘abd dan kholifah Allah SWT Fi
Al-Aradh.

B. Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah dari makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Pengertian atau mengetahui dan menambah wawasan
tentang fitroh dalam proses pendidikan islam ?
2. Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT mempunyai nilai-nilai
ilmiyah baik lahir maupun bathin ?

C. Tujuan Penelitian
Sehubungan dengan judul, maka kami akan
mengemukakan beberapa tujuan penelitian sesuai dengan judul
yang telah ditentukan, yaitu :
1. Penulis ingin mengetahui serta mempelajari tentang fitroh
dalam proses pendidikan Islam.
2. Sebagai pengetahuan penulis untuk belajar tentang fitroh.

Institut Agama Islam Banten (IAIB) Kampus Sidayu 1


Makalah PAI/Semester III

BAB II
IMPLIKASI FITROH DALAM PROSES
PENDIDIKAN ISLAM

A. Pengertian Fitroh
Pengertian fitroh dalam Proses Pendidikan Islam ialah kata
fitroh menunjuk kepada “macam” berakar pada kata Al - Fathru
(‫ )ﺍﻠﻓﻄﺮ‬yang berarti mengadakan dan menciptakan fitroh Allah
SWT terhadap manusia berarti pengadaan dan penciptaan yang
dilakukan Allah SWT terhadap manusia dalam suatu jenis ciptaan
tertentu yang memungkinkannya untuk melakukan suatu
perubahan atau mencapai suatu tujuan tertentu.
Adapun para ulma berbeda pendapat tentang makna fitroh
yaitu sebagai berikut :
 Fitroh berarti suci (Al-Thubr)
 Fitroh berarti tulus dan murni (Al-Ikhlas)
 Fitroh berarti agama Islam (Al-Millat, Al-Islam)
 Fitroh berarti Ke-esaan Allah SWT (At-Tauhid)
 Fitroh berarti penciptaan mengenai kebahagiaan dan
kesengsaraan (Al-Saidah Waal-Saqiyah)
 Fitroh berartitabi’at asli manusia
 Fitroh berarti potensi untuk mengabdi dan ma’rifat kepada
Allah SWT
 Fitroh berarti kesanggupan untuk menerima kebenaran.

B. Bagaimana Konsep Fitroh


Fitroh manusia sebagai anugrah Allah SWT yang tak
ternilai harganya, itu harus dikembangkan agar manusia dapat
menjadi manusia yang sempurna (insan Al-Kamil), M. Natsir

Institut Agama Islam Banten (IAIB) Kampus Sidayu 2


Makalah PAI/Semester III

menyebutkan bahwa pengembangan fitroh adalah salah satu


tugas risalah yang diemban oleh Nabi Muhammad SAW secara
sadar dan sistematis, eksplisit dapat dipahami dari firman Allah
SWT dalam Al-qur’an :
 Allah SWT menghendaki demikian sebagai firman-Nya
 Sunnatullah (hukum alam ciptaan Tuhan) juga menghendaki
demikian
 Manusia yang fitroh agamanya tidak dikembangkan sehingga
ia menjadi kafir
 Manusia yang fitroh inteleknya tidak dikembangkan sehingga
ia menjadi bodoh.
Pandangan-pandangan dua factor ini telah melahirkan tiga
aliran sebagai berikut :
1. Empirisme, Jhon Lock (1632-1704) yang melopori aliran ini
mengajarkan bahwa perkembangan pribadi dikembangkan
oleh lingkungan terutama pendidikan.
2. Navitisme, Arthur Schop Enhaur (1788-1860) ia
berpandangan dengan bahwa factor yang pembawaan yang
bersifat kodrati dari kelahiran dan tidak dapat di ubah
pengaruh alam sekitar atau pendidikan itulah kepribadian
manusia setiap lahir manusia membawa potensi-potensi
warisan yang baik/buruk.
3. Convergensi Realitas menunjukan bahwa potensi warisan
yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan pendidikan yang
baik tidak akan membawa kepribadian yang ideal.

Institut Agama Islam Banten (IAIB) Kampus Sidayu 3


Makalah PAI/Semester III

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pengembangan fitroh manusia harus di laksanakan secara
menyeluruh dan berimbang apabila semua jenis fitroh tersebut
tidak dilaksanakan secara menyeluruh dan berimbang maka
tidak akan tercapai manusia sempurna bahkan dapat
mendatangkan kehancuran bagi manusia.

B. Saran-saran
Guna menyelamatkan manusia dari kealpaan dirinya, maka
Allah SWT memberikan kepada manusia potensi untuk
senantiasa condong kepada fitroh yang baik.
Kepada pembaca makalah ini hendaknya dapat bersifat
objektif agar bergerak hati dalam bertingkah laku dalam
kehidupan sehari-hari dan dapat pula membedakan tingkah laku
yang baik dengan tingkah laku yang buruk.

Institut Agama Islam Banten (IAIB) Kampus Sidayu 4


Makalah PAI/Semester III

DAFTAR PUSTAKA

Aly, Hery Noer. Drs., MA., 1999. Ilmu Pendidikan Islam. Cetakan
I. Jakarta : Logos

Yulis, Rama. H., Dr.,Prof. 2004. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta :


Kalam Mulia.

Tafsir, Ahmad. Dr., 1992. Pendidikan Agama Islam. Bandung :


Remaja Rosda Karya

Darajat, Zakiyah., Hj., Dr.,Prof. 1993. Pendidikan Islam dalam


Keluarga. Jakarta : CV. Ruhama.

Institut Agama Islam Banten (IAIB) Kampus Sidayu 5