Anda di halaman 1dari 8

Teknologi Pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perlu kita ketahui alat-alat teknologi pendidikan dapat mengubah

peranan guru. Disamping guru timbul sumber-sumber pelajaran lainya,

Namun peranan guru tidak dapat di tiadakan dan akan selalu diperlukan.

Mengawinkan “teknologi” dengan pendidikan menuntut kesispan

dan profesionalisme guru. Sebab teknologi diasosiasikan dengan mesin

yang dapat menimbulkan bahaya “Dhumanisasi” pendidikan, yaitu

pendidikan yang mechanical yang serba mesin yang menghilangkan

unsur-unsur manusia yang selalu terdapat dalam intraksi-intraksi sosial

antara guru dan murid, karena biar bagaimanapun juga dalam proses

belajar mengajar guru tetap memegang peranan penting.

Guru adalah komponen yang sangat penting juga profesionalisme

sehingga apapun alat teknologi pendidikan dalam proses belajar mengajar

tanpa adanya faktor guru yang profesional, tidak akan tercapai tujuannya

yang akan dicapai guru harus mempengaruhi siswanya, guru harus

berpandangan luas dan kriteria bagi seorang guru ialah harus memiliki

kewibawaan. Guru yang mempunyai kewibawaan berarti mempunyai

kesungguhan. Suatu kekuatan yang dapat memberikan kesan dan

pengaruh.

Pengetahuan dan teknik mengajar juga pengalaman-pengalaman

tidaklah cukup untuk mempengaruhi seseorang, ini adalah misteri dalam

Institut Agama Islam Banten (IAIB) 1


Teknologi Pendidikan

mengajar dan sama dengan misteri yang terdapat di dalam proses

penyembuhan, maka dari itu dituntut sifat profesional dari guru.

Dengan teknologi pendidikan, guru akan mempunyai pegangan

yang lebih mantap dan pedoman yang dapat dipercaya untuk memberi

pengajaran yang efektif. Sikap ilmiyah terhadap proses belajar mengajar

akan memberikan sifat yang lebih keritis terhadap caranya mengajar dan

mendorongnya untuk mencari jalan yang lebih menjamin keberhasilan,

karena dengan mendalami teknologi pendidikan guru dapat meningkatkan

profesinya sebagai guru dan meningkatkan keguruan menjadi suatu

profesi dalam arti yang sebenarnya (Prof. Dr. Nasution, MA).

B. Perumusan Masalah

Dengan perumusan masalah sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan teknologi pendidikan itu ?

2. Apakah teknologi pendidikan dapat memberikan sikap terhadap proses

belajar mengajar yang profesionalisme ?

3. Sejauh mana teknologi pendidikan dapat memberikan dan membantu

sikap profesionalisme guru ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang di dapat adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui hakekat dari teknologi pendidikan dan beberapa

pendapat tentang teknologi pendidikan

Institut Agama Islam Banten (IAIB) 2


Teknologi Pendidikan

2. Untuk mewujudkan atau mengajak guru bersikap problematis sebagai

hipotesis yang harus diuji efektifitasnya serta menelaah fungsi dari

teknologi pendidikan dalam profesionelisme guru.

---oo0oo---

Institut Agama Islam Banten (IAIB) 3


Teknologi Pendidikan

BAB II

TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM KAITANNYA

DENGAN PROFESIONALISME GURU

A. Teknologi Pendidikan

Dari segi istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani. Teknologi

yang menurut Luebster Diktionary berarti sistematik atau penanganan

suatu secara sistematis sedangkan Techne sebagai dasar kata berarti art,

sekill, science atau keahlian keterampilan ilmu. Jadi teknologi pendidikan

dapat diartikan sebagai pegangan atau pelaksanaan pendidikan secara

sistematis menurut sistem tertentu.

Ada beberapa pendapat tentang teknologi pendidikan istilah yang

digunakan dalam bahasa inggris adalah instructional, technology atau

educational technology. Salah satu pendapat adalah bahwa instructional

technology means the media born of the communication revolution which

cenbe usd for instructional purpose along sid the teacher, the book, end

the black board (komission on instructional teknology dalam norman

deswick, resaurce-based learning, 1977 : 39). Jadi yang diutamakan ialah

media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat

dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut

Hardware antara lain berupa TV, Radio, tape, komputer dan lain-lain.

Dilan pihak ada pendapat bahwa teknologi pendidikan adalah

pengembangan penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat

bantu untuk memperbaiki dan untuk meningkatkan proses belajar manusia

Institut Agama Islam Banten (IAIB) 4


Teknologi Pendidikan

disini diutamakan proses belajar itu sendiri, disamping alat-alat yang dapat

membantu proses belajar itu, jadi teknologi itu mengenai sofware maupun

hardware, software antar lain menganalisis dan mendesain urutan atau

langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang dicapai dengan metode

penyajian yang serasi serta penilaian keberhasilan.

Adapula yang berpendapat bahwa teknologi pendidikan adalah

suatu pemikiran yang sistematis tentang pendidikan, penerapan metode

problem solving dalam pendidikan, yang dapat dilakukan dengan alat-alat

komunikasi modern, akan tetapi juga tanpa alat-alat itu.]

Pada hakekatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan

yang sistematis dan kritis tentang pendidikan, teknologi pendidikan

memandang soal belajar dan mengajar sebagai salah satu problema yang

harus dihadapi secara rasional dan ilmiyah, walaupun pada kenyataannya

alat-alat modern tidak dengan sendirinya dapat mempermudah cara

belajar.

B. Teknologi Pendidikan dalam Kaitannya dengan Profesionalisme

Guru

Teknologi pendidikan masih merupakan pendekatan yang terbuka

bagi berbagai pendirian.

Mengajar dan belajar masih banyak mengandung hal-hal yang

sebenarnya sebelum kita pahami sepenunnya. Itu sebabnya terdapat

berbagai teori tentang belajar yang belum dapat dipadukan menjadi suatu

teori tentang belajar yang uniform. Juga belum diketahui dengan pasti

Institut Agama Islam Banten (IAIB) 5


Teknologi Pendidikan

bagaimana merumuskan tujuan khusus, cara menyampaikan bahan

pelajaran yang paling serasi, masih belum ada keyakinan hingga

manakah kita dapat mengukur hasil mengajar khususnya tujuan

pendidikan yang mengenai perkembangan kepribadian anak antara lain

dalam bidang efektif, banyak lagi hal-hal dalam situasi belajar yang belum

kita ketahui dengan jelas. Apa pengaruhnya terhadap hasil belajar,

demikian pula belum mengetahui peranan perbedaan individual dalam

proses belajar mengajar. Justru karena itulah aliran teknologi pendidikan

mendorong para pengajar untuk lebih memandang kegiatan mengajar

sebagai masalah dan berusaha memecahkannya secara ilmiyah

berdasarkan penelitian. Ini menurut agar tiap guru sedikit banyak sedikit

menjadi peneliti yang seklalu keritis terhadap usahanya bersedia mencari

jalan-jalan baru untuk senantiasa meningkatkan keahliannya dalam

profesinya.

Teknologi tidak merupakan kunci ke arah sukses yang pasti dalam

pendidikan. Akan tetapi teknologi pendidikan menunjukan suatu prosedur

atau metodologi yang dapat di terapkan dalam pendidikan. Teknologi

pendidikan adalah suatu teori yang mempunyai sejumlah hipotesis,

teknologi pendidikan dapat juga dipandang sebagai suatu gerakan dalam

pendidikan yang diikuti oleh guru-guru yang merasakan bahwa mengajar

hingga kini masih dilakukan secara sembrono, asal-asalan saja, tanpa

dasar yang kokoh, menurut selera masing-masing.

Institut Agama Islam Banten (IAIB) 6


Teknologi Pendidikan

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Teknologi pendidikan dapat ditafsirkan sebagai media yang lahir

dari perkembangan alat komunikasi yang digunakan untuk tujuan

pendidikan. Alat-alat itu lazim disebut “Hardware”. Adapula yang

memandang teknologi pendidikan sebagai suatu pendekatan yang ilmiyah

kritis, dan sistematis tentang pendidikan. Pendirian ini mengutamakan

“Software”. Tanpa alat-alat, pendidikan dapat dijalankan. Sebaliknya

“Hardware” tak berguna tanpa “Software”.

Teknologi pendidikan merupakan suatu ekpsresi dari gerakan

ilmiyah yang telah dirintis sejak Aristoteles dan bergerak terus melalui

wundt, pavlov, thorndike, skinner, dan lain-lain.

Belajar berprograma yang diciptakan oleh B. F. Skinner banyak

mendorong kearah perkembangan teknologim pendidikan.

Teknologi pendidikan mengajar guru untuk bersikap problematis

terdapat proses belajar mengajar dan memandang tiap metode mengajar

sebagai hipotesis yang harus diuji efektifitasnya. Dengan demikian

teknologi pendidikan mendorong profesi keguruan untuk berkembang

menjadi suatu “scince”. Namun pekerjaan guru akan selalu mengandung

aspek “seni”.

Institut Agama Islam Banten (IAIB) 7


Teknologi Pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Sulaiman. 2005. Teknologi Pendidikan.Jakarta : Bumi Aksara

Djadja Djajuri, Rusyan Tabrani, Wijaya Cece. 1992. Upaya Pembaharuan

dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung : Remaja Rosda

Karya.

Suyomukti. 2006. Leadership and Strategic Management in Education.

Yogyakarta : Ircisod

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Konsep Sistem Ganda

pada Pendidikan Menengah Kejuruan di Indonesia. Jakarta :

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Natakusumah, E.K., Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.

Pusat Penelitian Informatika. Bandung : LIPI

Sutisna, Entis. 2006. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi

dalam Pembelajaran. Guru SMAN Tangerang.

Institut Agama Islam Banten (IAIB) 8