Anda di halaman 1dari 25

PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

SMK KELAS XI AGRIBISNIS TERNAK

IDENTITAS
SEKOLAH
SMKN 1
GUNUNG TULEH
BAB 6

LEMBAR KERJA/GAMBAR KERJA UNTUK


PEMBUATAN PROTOTYPE PRODUK BARANG/JASA

1. Lembar Kerja/Gambar kerja


Lembar Kerja/Gambar kerja adalah gambar acuan yang digunakan untuk merealisasikan
antara ide ke dalam wujud fisik. Gambar kerja harus dipahami oleh semua personel yang
terlibat dalam proses pembangunan fisik. Gambar kerjapun terdiri dari berbagai unsur yang
memuat informasi mengenai dimensi, bahan dan warna.

Gambar Kerja Kemasan

Gambar kerja akan membantu wirausaha untuk menciptakan wujud fisik sesuai dengan
ide. Dengan bantuan gambar kerja, seorang wirausaha tidak perlu untuk mengawasi setiap
detail dari semua unsur pembangunan, karena akan menyita waktu dan tidak efisien. Maka
dari itu, gambar kerja harus bisa dibaca dan dipahami oleh pelaksana.
A. Konsep Lembar Kerja/Gambar Kerja

Banyak cara manusia menyampaikan semua pemikiran atau maksudnya. Baik secara
lisan (suara) yang bersifat abstrak maupun lewat sebuah alat atau berupa visual (gambar
atau tulisan).
Sejak dahulu gambar sudah dipakai untuk berkomunikasi antara individu manusia
hingga sekarang cara berkomunikasi dengan gambar ini masih dipakai, bahkan
dikembangkan dengan diterapkannya sebagai standar komunikasi orang teknik. Desain
produk atau dalam bahasa keilmuan disebut Desain Produk Industri, atau bisa juga
dikatakan dengan Gambar kerja merupakan bidang keilmuan yang menentukan bentuk dari
sebuah produk manufaktur, mengolah bentuk tersebut agar sesuai dengan kemampuan
proses produksi pada industri yang memproduksinya.

Gambar teknik merupakan alat untuk menyatakan ide atau gagasan ahli teknik yang bisa
juga disebut dengan bahasa teknik. Sebagai suatu bahasa gambar teknik harus dapat
menjelaskan keterangan secara keterangan-keterangan secara tepat dan obyektif.
Gambar kerja adalah gambar yang digunakan sebagai acuan untuk
dilaksanakan/dikerjakan di lapangan, gambar kerja ini harus dibuat sedemikian rupa
sehingga mudah dimengerti di dalam pelaksanaan pekerjaannya, biasanya disebut
juga dengan shopdrawing, gambar kerja merupakan penyempurnaan dari gambar desain
yang telah ada dan disesuaikan dengan kondisi keadaan existing. Shopdrawing ini juga bisa
digunakan sebagai dasar pembayaran/penagihan kepada pemilik proyek.

Bentuk ShopDrawing

Gambar kerja merupakan awal sebuah pekerjaan yang menyangkut konstruksi, meliputi
bagian-bagian dari sebuah konstruksi secara detail. Potongan-potongan serta tampak 2
gambar rancangan dan detail gambar sekecil apapun dan merupakan sebuah item pekerjaan
yang berguna untuk menghindarkan kerancuan yang membingungkan pihak-pihak yang
berkepentingan. Unsur karya seni berupa foto atau gambar yang disusun di atas karton dan
siap difoto untuk dijadikan bahan cetakan, seperti iklan cetak, poster dan kemasan.
Fungsi gambar kerja sebagai sumber informasi memiliki makna bahwa gambar kerja
harus mampu menghubungkan perancang dengan orang yang mempergunakannya, harus
berisi keterangan-keterangan yang pasti, tidak boleh menimbulkan keragu-raguan. Jenis
produk yang beraneka ragam mengakibatkan pekerja akan kesulitan untuk menentukan arti
gambar yang tidak lengkap. Lambang-lambang harus dipergunakan daripada catatan-catatan
dalam suatu bahasa dan pengertiannya harus seragam secara Internasional. Dalam membuat
standar, hal yang penting adalah sampai sejauh mana kepastian tersebut dapat dipromosikan
dengan ketentuan kondisi optimal dari standar harus ditetapkan.
Gambar Teknik merupakan suatu bentuk ungkapan gagasan atau pemikiran mengenai
suatu sistim, proses, cara kerja, konstruksi, diagram, rangkaian dan petunjuk yang bertujuan
untuk memberikan instruksi dan informasi yang dinyatakan dalam bentuk gambar, atau
lukisan teknis.
Secara umum, gambar teknik dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu gambar dua
dimensi dan gambar tiga dimensi :
1. Gambar Dua Dimensi
Gambar dua dimensi adalah suatu gambar yang menampilkan salah satu bagian
permukaan dari suatu benda, sehingga permukaan yang lain tidak ditampilkan pada
gambar tersebut, tetapi dapat ditampilkan di sampingnya, baik atas, bawah, samping
kanan maupun kirinya. Untuk mengetahui keterangan-keterangan yang diperlukan atau
keterangan yang detail gambar dua dimensi. Fungsi dari gambar dua dimensi adalah
memberikan informasi lengkap tentang suatu benda sehingga memudahkan baik bagi
pembaca maupun bagi orang yang berkepentingan pada gambar tersebut.

2. Gambar Tiga Dimensi.


Gambar tiga dimensi merupakan bentuk asli dari suatu benda, sehingga tampilannya
sama dengan benda aslinya . Pada gambar tiga dimensi terdapat juga ukuran-ukuran
umum dari suatu benda, tetapi tidak sedetail gambar dua dimensi .

Adapun yang dimaksud dengan ukuran umum adalah ukuran seperti panjang lebar, dan
tinggi dari suatu benda. Fungsi gambar tiga dimensi adalah untuk melengkapi atau
menampilkan benda jadi atau gambar susunan dari gambar dua dimensi.
Untuk gambar kerja, biasanya gambar tiga dimensi tidak ditampilkan, hanya gambar dua
dimensi saja, karena pada gambar tiga dimensi keterangan yang detail tentang benda
tersebut tidak dapat ditampilkan .
B. Tujuan Gambar kerja

Semua gambar yang ada pasti memiliki fungsi dan tujuan, walaupun gambar itu dibuat
tanpa dasar apapun, akan tetapi persepsi orang melihatnya pasti akan berbeda-beda. Tujuan
gambar teknik untuk membuat orang berpikir satu tujuan. Misalnya, gambar kerja denah
rumah, sudah pasti setiap yang melihat akan beranggapan ini adalah langkah awal sebelum
menjadi sebuah rumah nyata.
Adapun fungsi gambar teknik secara umum, diantaranya :
• Alat Komunikasi
• Arsip Perencana
• Menyampaikan Informasi
• Instruksi
Fungsi gambar yang mendasar adalah sebagai sebuah alat untuk menyatakan maksud
atau pemikiran dari seseorang. Oleh karena gambar sering dipakai sebagai alat komunikasi
yang pokok di kalangan orang-orang teknik maka gambar di sebut sebagai bahasa teknik
atau bahasa untuk sarjanan teknik.
Penyampaian informasi dengan gambar harus sesingkat-singkatnya, selengkap-
lengkapnya, dan sejelas-jelasnya . Penyampaian informasi dengan gambar banyak memakai
simbol-simbol standar, maka penting bagi penulis maupun pembaca agar mengetahui dan
memahami apa maksud dari lambang-lambang yang tertera .
Tujuan penggunaan gambar teknik adalah menterjemahkan gambar desain menjadi
gambar terukur sehingga dapat dipahami orang lain, terutama oleh pelaksana, bagian
produksi, menghitung biaya, penggunaan material dan sebagainya.
Gambar teknik memiliki tiga fungsi, yaitu menyampaikan informasi, bahan dokumentasi
dan menuangkan gagasan untuk pengembangan
1. Menyampaikan Informasi.
2. Bahan Dokumentasi, Pengawetan dan Penyimpanan.
3. Menuangkan Gagasan untuk Pengembangan.
4. Konsep abstrak dalam pikiran seorang perancang untuk membuat sebuah bahan teknik
dituangkan ke dalam bentuk gambar (biasanya berupa sketsa).

C. LANGKAH PEMBUATAN GAMBAR KERJA

Gambar Kerja merupakan gambar yang digunakan sebagai acuan untuk dilaksanakan
atau dikerjakan di lapangan. Gambar ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah
dimengerti di dalam pelaksanaan pekerjaannya, biasanya disebut dengan shopdrawing.
Gambar kerja merupakan penyempurnaan dari gambar desain yang telah ada dan disesuaikan
dengan kondisi keadaan existin. Konsep Abstrak dalam pikiran seorang perancang untuk
membuat sebuah bahan teknik dituangkan ke dalam bentuk gambar (biasanya berupa sketsa).
Kemudian gambar dan dianalisis secara terus menerus sehingga diperoleh yang sempurna .
Kerja seorang perancang diawali dengan pembuatan sketsa. Gambar kasar tersebut
kemudian dianalisa sehingga dapat ditentukan dari bahan apa komponen tersebut harus
dibuat dan bagaimana metode pembuatannya. Desainer juga harus memberikan rincian
banyaknya elemen yang harus dibuat dan cara perakitannya. Data dari hasil analisa
digunakan untuk memperbaiki sketsa menjadi gambar rancangan, yang memuat keterangan-
keterangan dengan detail . Sebagai hasil akhir dari kerja rancangan adalah gambar kerja .
Dalam pembuatan gambar kerja, seorang perancang dibantu oleh juru gambar (drafter)
yang bertugas menyajikan keterangan-keterangan pada gambar secara ringkas namun
mencukup seluruh gagasan perancang. Seorang juru gambar harus selalu berkonsultasi
dengan perancang atau perencana proses saat menyajikan keterangan-keterangan pada
gambar.
Operator bertugas mewujudkan gambar menjadi benda nyata. Seorang operator dituntut
memiliki kemampuan mengoperasikan mesin, ia juga harus bisa atau mengetahui aturan-
aturan gambar menurut standarisasi
Seorang wirausaha harus mampu membuat sebuah gambar kerja berupa desain produk
yang dibuat sehingga mampu langsung dibuat sesuai dengan harapan wirausaha.
Dalam membuat gambar kerja sebuah produk, seorang wirausaha harus memperhatikan
beberapa hal berikut :
a) Keamanan produk tersebut
b) Ergonomis dari produk tersebut
c) Kemudahan dalam penggunaannya
d) Kepraktisan saat digunakan dimana saja
e) Bahan baku yang dibuat
f) Model atau bentuk yang sesuai massanya

Langkah-langkah wirausahawan dalam membuat gambar kerja menjadi produk nyata,


diantaranya :
a) Mencari ide produk atau gagasan produk yang sesuai dengan pasar
b) Menetapkan ide atau gagasan
c) Membuat gambar produk
d) Membuat prototype produk bisa dari tanah liat atau bahan lunak lainnya
e) Menganalisanya mengenai contoh produk tersebut
f) Evaluasi jika ada kekurangannya
D. PROTOTYPE PRODUK

Prototype produk (purwa–rupa produk) adalah bentuk dasar dari sebuah


produk, tahapan ini sangat penting dalam rencana pembuatan produk karena menyangkut
keunggulan produk yang akan menentukan kemajuan suatu usaha di masa mendatang.
Dikatakan sebagai tahapan yang sangat penting karena prototipe dibuat untuk diserahkan
pada pelanggan (lead–user) agar pelanggan dapat mencoba kinerja prototipe tersebut.

Prototype Produk Kemasan

Selanjutnya jika pelanggan memiliki komplain ataupun masukan mengenai protipe


tersebut maka industri mendokumentasikannya untuk proses perbaikan prototipe tersebut.
Sehingga menciptakan suatu sistem inovasi produk yang dibangun bersama-sama antara
industri dan pelanggan sebagai upaya pemenuhan kepuasan pelanggan (customers).
Prototype adalah sebuah contoh atau model awal dari produk. Prototype membuat ide
yang abstrak menjadi bentuk nyata yang lebih kongkrit. Dalam design thinking, tidak cukup
hanya memikirkan ide, mendiskusikan dan membicarakannya saja. Perlu langkah konkrit
untuk membuatnya menjadi nyata.
Tujuan Prototype :
Tujuan prototype adalah untuk mendapatkan umpan balik. Jangan berdebat dan
mempertahankan diri saat orang lain memberi masukan terhadap umpan balik Anda. Biarkan
mereka mevalidasi produk Anda. Jangan berikan otoritas validasi ke orang yang
menciptakannya. Peluang lain dari pembuatan prototipe adalah melibatkan calon konsumen
dalam proses desain produk kita. Istilah keren untuk hal ini adalah Customer Co-Creation.
Dengan demikian mereka merasa memiliki produk ini. Mereka merasa menjadi bagian dari
produk ini.

Tahapan prototype:
a) Pendefinisian produk, merupakan penerjemahan konsep teknikal yang berhubungan
dengan kebutuhan dan perilaku konsumen kedalam bentuk perancangan termasuk
aspek hukum produk dan aspek hukum yang melibatkan keamanan dan
perlindungan terhadap konsumen.
b) Working model, dibuat tidak harus mempresentasikan fungsi produk secara
keseluruhan dan dibuat pada skala yang seperlunya saja untuk membuktikan konsep
dari pembuatan produk dan menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep
yang telah dibuat. Working model juga dibangun untuk menguji parameter
fungsional dan membantu perancangan prototipe rekayasa.
c) Prototipe rekayasa (engineering prototype), dibuat seperti halnya working model
namun mengalami perubahan tingkat kompleksitas maupun superioritas dari
working model, dibangun mencapai tingkat kualitas teknis tertentu agar dapat
diteruskan menjadi prototipe produksi atau untuk dilanjutkan pada tahapan produksi.
Prototipe rekayasa ini dibuat untuk keperluan pengujian kinerja operasional dan
kebutuhan rancangan sistem produksi.

d) Prototipe produksi (production prototype), bentuk yang dirancang dengan seluruh


fungsi operasional untuk menentukan kebutuhan dan metode produksi dibangun
pada skala sesungguhnya dan dapat menghasilkan data kinerja dan daya tahan
produk dan part-nya.
e) Qualified production item, dibuat dalam skala penuh berfungsi secara penuh dan
diproduksi pada tahap awal dalam jumlah kecil untuk memastikan produk
memenuhi segala bentuk standar maupun peraturan yang diberlakukan terhadap
produk tersebut biasanya untuk diuji-cobakan kepada umum.

Untuk mematangkan produk yang hendak diproduksi secara komersil, maka produk
perlu memasuki pasar untuk melihat ancaman-ancaman produk yang terjadi; misal:
keamananan, regulasi, tanggung jawab, ketahanan dan kerusakan (wear–and–tear),
pelanggaran, siklus break even dan polusi, dan konsekuensinya diperlukan peningkatan
program pemasaran.
Model: merupakan alat peraga yang mirip produk yang akan dibangun (look–like–
models). Secara jelas menggambarkan bentuk dan penampilan produk baik dengan skala
yang diperbesar, 1:1, atau diperkecil untuk memastikan produk yang akan dibangun sesuai
dengan lingkungan produk maupun lingkungan user.

Prototype dapat dengan efektif dalam mengkomunikasikan konsep produk namun


jangan sampai menyerupai bentuk produk sebenarnya karena mengandung resiko responden
akan menyamakannya dengan produk akhir.
A. TES OBJEKTIF

Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar !


1. Apa yang dimaksud dengan lembar kerja / gambar kerja...
a. Gambar acuan yang digunakan untuk merealisasikan antara ide kedalam wujud
fisik
b. Gambar yang digunakan untuk menyampaikan sebuah gagasan
c. Gambar yang digunakan untuk merealisasikan sebuah ide
d. Bentuk yang digunakan untuk membuat sebuah produk
e. Bentuk asli yang dihasilkan sebuah produk
2. Dalam pembuatan gambar kerja terdapat kriteria yang harus dipenuhi, salah satunya
yaitu berupa...
a. Gambar dibuat dengan menggunakan kertas berukuran besar
b. Gambar disajikan dalam resolusi rendah
c. Pensil yang digunakan harus pensil dengan tingkat kekerasan yang keras
d. Gambar harus digambar satu lembar penuh
e. Waktu pengerjaan gambar kerja disesuaikan dengan hasil perencanaan
3. Yang harus diperhatikan dalam membuat gambar kerja yaitu...
a. Keamanan produk d. Kepraktisan saat digunakan
b. Harga produk e. Bahan baku
c. Kemudahan dalam menggunakan produk
4. Secara umum, gambar teknik dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu...
a. Gambar satu dan dua dimensi d. Gambar satu dan empat dimensi
b. Gambar dua dan tiga dimensi e. Gambar dua dan empat dimensi
c. Gambar tiga dan empat dimensi
5. Langkah-langkah wirausahawan dalam membuat gambar kerja menjadi produk
nyata, diantaranya adalah kecuali...
a. Mencari ide produk atau gagasan produk yang sesuai dengan pasar
b. Menetapkan ide atau gagasan
c. Membuat gambar produk
d. Membuat prototype produk asal jadi
e. Menganalisanya mengenai contoh produk tersebut

B. TES URAIAN

Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar !


1. Apa yang dimaksud dengan lembar kerja/gambar kerja ?
2. Sebutkan tujuan penggunaan gambar teknik !
3. Jelaskan langkah-langkah dalam membuat gambar kerja !
4. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang wirausaha dalam membuat
gambar kerja !
5. Jelaskan tahapan-tahapan prototipe !
BAB 7

BIAYA PRODUKSI PROTOTYPE PRODUK


BARANG/JASA

1. Pengertian Biaya
Biaya adalah pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan proses produksi.
Biaya ini didasarkan pada harga pasar yang berlaku dan pada saat proses ini sudah terjadi
maupun belum terjadi. Menurut ilmu ekonomi, biaya terbagi menjadi dua yaitu biaya
eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang terlihat secara fisik
seperti uang. Sedangkan biaya implisit adalah biaya-biaya yang tidak terlihat secara langsung
yaitu misalnya penyusutan barang modal.
2. Pengertian Biaya Produksi
Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses
produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya-biaya ini
meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang / pabrik, dan lain
sebagainya. Biaya produksi ini harus diakumulasi secara cermat untuk kemudian dihitung dan
dibandingkan dengan laba kotor perusahaan. Selisih pendapatan dikurangi dengan biaya
produksi akan menjadi laba bersih perusahaan atau total keuntungan yang diperoleh. Biaya
produksi ini diperlukan untuk mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk
jadi yang siap dipasarkan kepada konsumen.
Biaya produksi adalah keseluruhan biaya produksi ekonomi yang dibutuhkan dalam
kegiatan produksi suatu barang. Biaya produksi ini memiliki definisi yang berbeda dengan
biaya operasional. Bedanya dengan biaya operasional adalah biaya operasional merupakan
biaya atau pengeluaran oleh suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan yang
dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Biaya produksi dapat meliputi unsur – unsur sebagai berikut;
(1) Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi
(2) Bahan – bahan pembantu atau penolong
(3) Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur
(4) penyusutan peralatan produksi
(5) Uang modal, sewa
(6) Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik,
biaya keamanan dan asuransi
(7) Biaya pemasaran seperti biaya iklan
(8) Pajak
3. Jenis-jenis Biaya Produksi
Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk menghitung
harga pokok produk jadi dan harga pokok produk pada akhir periode akuntansi masih dalam
proses. Biaya produksi digolongkan dalam tiga jenis yang juga merupakan elemen-elemen
utama dari biaya produksi, meliputi :
1. Biaya bahan baku ( direct material Cost )
Merupakan bahan secara langsung digunakan dalam produksi untuk mewujudkan
suatu macam produk jadi yang siap untuk dipasarkan.
2. Biaya tenaga kerja langsung ( direct labour cost ) Merupakan biaya-biaya bagi para
tenaga kerja langsung ditempatkan dan didayagunakan dalam menangani kegiatan-
kegiatan proses produk jadi secara langsung diterjunkan dalam kegiatan produksi
menangani segala peralatan produksi dan usaha itu dapat terwujud.
3. Biaya overhead pabrik ( factory overhead cost ) Umumnya didefinisikan sebagai
bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung dan biaya pabrik lainnya yang tidak
secara mudah didefinisikan atau dibebankan pada suatu pekerjaan.
Elemen-elemen dari biaya Overhead Pabrik yaitu :
1. Biaya bahan penolong
2. Biaya tenaga kerja tidak langsung
3. Biaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetap
4. Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin
5. Biaya listrik dan air pabrik
6. Biaya asuransi pabrik
7. Operasi lain-lain
Yang termasuk kedalam biaya operasional adalah seperti biaya perlengkapan toko, biaya
asuransi, biaya tagihan telepon / listrik / air untuk perusahaan, biaya iklan, biaya pajak, biaya
pengiriman, biaya perlengkapan kantor, biaya perawatan alat-alat kantor / perusahaan atau
biaya perawatan mesin, dan lain sebagainya. Dalam memproduksi suatu barang tentunya
diperlukan sebuah proses produksi yang panjang dan terencana dengan baik demi untuk
menciptakan suatu produk yang benar-benar berkualitas.
4. Biaya Produksi dan Biaya non Produksi
Biaya produksi berbeda dengan biaya non produksi. Perbedaannya adalah biaya non
produksi merupakan biaya yang erat kaitannya dengan fungsi pengembangan, pemasaran /
distribusi, layanan pelanggan, desain maupun administrasi pada umumnya. Menurut ilmu
ekonomi, biaya non produksi dapat dibagi kedalam dua kategori yakni biaya penjualan yang
melingkupi tentang biaya pemasaran / distribusi, dan pelayanan kepada pelanggan. Serta
yang kedua adalah mengenai administrasi yang melingkupi biaya pengembangan, adminitrasi
umum dan pengembangan.
5. Teori Biaya Produksi Oleh Adam Smith
Lakukan Perhitungan dan Kontrol Biaya Produksi. Berikut akan diberikan contoh-contoh
perhitungan dalam menghitung biaya produksi. Diantaranya adalah analisa biaya
produksi serta laporan biaya produksi.
1. Analisa Biaya Produksi
Untuk menghitung Biaya Tetap Total / Total Fixed Cost (TFC) adalah dengan cara
menambah Biaya Tetap / Fixed Cost (FC) dengan Biaya Variable / Variable
Cost (VC).
Biaya total (TFC) adalah keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan
untuk membeli semua keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam
proses produksi demi menghasilkan / produksi suatu barang. Total fixed cost dihitung
untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya.
1. Biaya Variabel Total / Total Variable Cost (TVC) adalah keseluruhan biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi variabel.
2. Cara menghitung Biaya Tetap Rata-rata / Average Fixed Cost (AFC) adalah
dengan cara biaya total dibagi dengan jumlah produksi.
3. Cara menghitung Variabel Rata-Rata / Average Variable Cost (AVC) adalah
dengan cara membagi Biaya Variabel Total (TVC) dengan jumlah produksi.
4. Cara menghitung Biaya Total Rata-Rata / Average Total Cost (AC) adalah dengan
cara Biaya Total dibagi dengan jumlah produksi.
5. Biaya Marginal / Marginal Cost (MC) diperoleh melalui hasil penambahan Biaya
Produksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit barang / produk.
2. Buat Laporan Biaya Produksi
Laporan biaya produksi disebut pula sebagai laporan harga pokok produksi. Perhitungan
laporan biaya produksi ini mengutamakan perhitungan 3 hal yaitu :
1. Data produksi. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian jumlah produk yang
melalui proses pembuatan, jumlah produk yang telah selesai diproduksi, serta
keseluruhan jumlah produk yang dihasilkan dari awal sampai akhir dalam satu
periode.
2. Biaya yang dibebankan. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian harga
satuan per produk / per barang yang didalamnya telah meliputi biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja, dan overhead pabrik.
3. Perhitungan harga pokok. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian harga
pokok ketika produk telah selesai diproduksi, dan memasuki departemen produksi,
hingga memasuki gudang penempatan produk yang telah selesai diproduksi.
Faktor produksi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan
jasa. Faktor produk yang bisa digunakan dalam proses produksi yaitu;
1. Faktor Sumber Daya Alam
2. Faktor Sumber Daya Manusia ( Tenaga Kerja Manusia)
3. Faktor Sumber Daya Modal
4. Faktor Sumber Daya Pengusaha
Meminimumkan Biaya Produksi dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik digambarkan
oleh kurva biaya total rata – rata atau Average Cost (AC). Peminimuman biaya jangka
panjang tergantung kepada 2 faktor berikut; (1) Tingkat produksi yang ingin dicapai; (2) Sifat
dari pilihan kapasitasnpabrik yang tersedia. Faktor yang akan menentukan kapasitas produksi
yang digunakan adalah tingkat produksi yang ingin dicapai.
A. TES OBJEKTIF

Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar !


1. Pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan proses produksi
merupakan pengertian dari...
a. Biaya c. Keuntungan e. Keberuntungan
b. Biaya produksi d. Kerugian
2. Menurut ilmu ekonomi, biaya non produksi dapat dibagi kedalam berapa kategori...
a. 5 b. 4 c. 3 d. 2 e. 1
3. Keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli semua
keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam proses produksi demi
menghasilkan suatu barang disebut...
a. Biaya d. Biaya keseluruhan
b. Biaya produksi e. Biaya total/TFC
c. Biaya non produksi
4. Dengan cara membagi biaya variabel total (TVC) dengan jumlah produksi,
merupakan cara menghitung...
a. Variabel rata-rata/ Average Variable Cost (AVC)
b. Biaya tetap rata-rata/ Average Fixed Cost (AFC)
c. Biaya total rata-rata/Average Total Cost (AC)
d. Biaya marginal/ Marginal Cost (MC)
e. Biaya variabel Total / Total Variabel Cost (TVC)
5. Faktor produk yang bisa digunakan dalam proses produksi, kecuali...
a. Faktor sumber daya alam
b. Faktor sumber daya manusia (Tenaga kerja manusia)
c. Faktor sumber daya modal
d. Faktor sumber daya pengusaha
e. Faktor sumber daya produksi

B. TES URAIAN

Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar !


1. Sebutkan unsur-unsur biaya produksi !
2. Jelaskan jenis-jenis biaya produksi !
3. Sebutkan perbedaan antara biaya produksi dan non produksi !
4. Sebutkan elemen-elemen dari biaya Overhead Pabrik !
5. Jelaskan 3 hal perhitungan laporan biaya produksi !

Sssssss
BAB 8

PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE


PRODUK BARANG/JASA

1. PROTOTYPE

Setiap tahapan dalam proses pengembangan konsep melibatkan banyak bentuk model
dan prototipe. Hal ini mencakup, antara lain model pembuktian konsep yang akan membantu
tim pengembangan dalam menunjukkan kelayakan : model “hanya bentuk” dapat ditunjukkan
pada pelanggan untuk mengevaluasi keergonomisan dan gaya, sedangkan model lembar kerja
adalah untuk pilihan teknis.
Prototipe merupakan penafsiran produk yang dapat diklasifikasikan melalui dua dimensi
yaitu dimensi yang pertama adalah tingkat dimana sebuah prototipe merupakan bentuk fisik
sebagai lawan dari analitik.
Prototipe fisik merupakan benda nyata yang dibuat untuk memperkirakan produk. Aspek
yang diminati tim pengembang secara nyata dibuat jadi suatu benda untuk pengujian dan
percobaan. Dimensi kedua adalah tingkatan dimana sebuah prototipe merupakan prototipe
yang menyeluruh sebagai lawan yang terfokus.
Prototipe yang menyeluruh mengimplementasikan yang sebagian besar atau semua
atribut dari produk. Prototipe menyeluruh merupakan prototipe yang diberikan kepada
pelanggan untuk mengidentifikasi kekurangan dari desain sebelum memutuskan diproduksi.

2. KEGUNAAN PROTOTYPE
Dalam proyek pengembangan produk, prototipe digunakan untuk empat tujuan yaitu:
pembelajaran, komunikasi, penggabungan, dan milestones.
a) Pembelajaran
Prototipe sering digunakan untuk membuat dua tipe pertanyaan "akankah dapat
bekerja?" dan "sejauh mana dapat memenuhi kebutuhan pelanggan?" saat harus
menjawab pertanyaan semacam ini, prototipe dilakukan sebagai alat pembelajaran.
b) Komunikasi
Prototipe memperkaya komunikasi dengan manajemen puncak, penjual, mitra,
keseluruhan anggota tim, pelanggan dan investor. Hal ini benar karena sebuah
gambar, alat tampil tiga dimensi dari produk lebih mudah dimengerti dari pada
penggambaran verbal, bahkan sebuah sketsa produk sekalipun.
c) Penggabungan
Prototipe digunakan untuk memastikan bahwa komponen dari produk bekerja
bersamaan seperti yang diharapkan. Prototipe fisik menyeluruh paling efektif sebagai
alat penggabung dalam proyek pengembangan produk karena prototipe ini
membutuhkan perakitan dan keterhubungan fisik dari seluruh bagian dan sub-
assembly yang membentuk sebuah produk.
d) Milestones
Dalam tahap pengembangan produk berikutnya, prototipe digunakan untuk
mendemonstrasikan bahwa produk yang telah mencapai tingkat kegunaan yang
diinginkan. Prototipe milestones menyediakan hasil nyata memperlihatkan kemajuan
dan disiapkan untuk menjalankan jadwaI. Manajemen senior sering membutuhkan
sebuah prototype untuk memperagakan fungsi tertentu sebelum memperbolehkan
proyek tersebut diteruskan.

3. PRINSIP PROTOTYPE
1. Prototype analitik umumnya lebih fleksibel dibandingkan prototype fisik
2. Prototype fisik dibutuhkan untuk menemukan fenomena yang tidak dapat diduga
3. Sebuah prototype dapat mengurangi resiko iterasi yang merugikan Sebuah prototype
dapat mempelancar langkah pengembangan lainnya
4. Sebuah prototype dapat menstrukturisasi ketergantungan tugas

• Prototipe Analitik Umumnya Lebih Fleksibel Dibandingkan Prototipe Fisik


Karena sebuah prototipe analitik merupakan perkiraan matematis dari produk, maka
secara umum akan mengandung beberapa parameter yang bervariasi untuk
menampilkan rancangan alternatif. Dalam banyak kasus, mengubah parameter dalam
prototipe analitik lebih mudah dibandingkan mengubah sebuah atribut prototipe fisik.
• Prototype Fisik Dibutuhkan Untuk Menemukan Fenomena Yang Tidak Dapat
Diduga
Sebuah prototipe fisik seringkali memperlihatkan fenomena yang tidak dapat diduga
yang sama sekali tidak berhubungan dengan tujuan semula dari prototipe. Beberapa
hal yang muncul secara kebetulan adalah prototipe fisik tidak relevan pada produk
akhir dan bertindak sebagai pengganggu selama pengujian.
Namun beberapa dari hal yang ditemukan secara kebetulan ini akan juga tampak pada
produk akhir. Pada kasus ini, prototipe fisik dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk
mendeteksi fenomena yang mengganggu dan tidak dapat diduga yang mungkin timbul
pada produk akhir. Prototipe analitik, sebaliknya, tidak pernah dapat mengungkapkan
fenomena yang bukan merupakan bagian model analitik pokok yang prototipe.
• Sebuah Prototipe Dapat Mengurangi Resiko Iterasi yang Merugikan
Dalam banyak situasi, hasil dari sebuah pengujian mungkin mengharuskan
menggambarkan peranan resiko dan iterasi dalam pengembangan produk, meskipun
tugas pengembangan akan harus diulang. Sebagai contoh, jika bagian tercetak tidak
sesuai dengan bagian bingkainya, cetakan harus dibuat ulang. Jika pembuatan dan
pengujian prototipe banyak sekali meningkatkan kemungkinan kegiatan berikutnya
akan diteruskan tanpa iterasi, misalnya dari 70% menjadi 95%, tahap prototipe
mungkin dibenarkan.
• Sebuah Prototipe Dapat Memperlancar Langkah Pengembangan Lainnya
Pembuatan prototype dapat membuat kegiatan selanjutnya selesai lebih cepat
dibandingkan jika tidak membuat prototype. Jika waktu yang dibutuhkan untuk tahap
prototype lebih sedikit dari simpanan lamanya waktu untuk kegiatan berikutnya.
• Sebuah Prototipe Dapat Menstrukturisasi Ketergantungan Tugas
Merupakan sesuatu yang mungkin untuk melengkapi beberapa tugas berbarengan
dengan membangun sebuah prototype. Sebagai contoh sebuah pengujian software
mungkin tergantung pada keberadaan sirkuit fisik. Daripada menunggu pembuatan
bersi papan sirkuit cetakan untuk digunakan dalam pengujian, tim dapat dengan cepat
membuat sebuah prototype dan menggunkannya untuk pengujian sementara pembuata
papan sirkuit cetakan dimulai.

4. TEKNOLOGI PEMBUATAN PROTOTYPE


• Model Komputer 3D
Pada dekade yang lalu, cara yang dominan dalam menampilkan rancangan telah
berubah secara dramatis dari gambar-gambar, seringkali dibuat dengan komputer,
menjadi model komputer 3D, model ini menampilkan rancangan sebagai bentuk 3D
masing-masing biasanya dibangun dari bangun geometric dasar seperti silinder, balok,
dan lubang
• Pembuatan bentuk bebas
Teknologi pembuatan produk bentuk bebas memungkinkan prototype 3D yang nyata
dibuat lebih awal dan lebih murah dibandingkan yang sebelumnya. Jika digunakan
secara tepat, prototype ini dapat mengurangi waktu pengembangan produkatau
memperbaiki produk hasil. Sebagai tambahan, untuk memungkinkan pembuatan
prototype kerja yang cepat, teknologi ini dapat digunakan untuk mewujudkan konsep
yang dapat dikomunikasikan dengan anggota tim lainnya.

5. MERENCANAKAN PROTOTYPE
• Langkah 1: Menetapkan Tujuan Prototipe
Mengingat kembali empat tujuan prototipe, yaitu: pembeIajaran. komunikasi,
penggabungan, dan milestone. Dalam menetapkan tujuan sebuah prototipe, tim
mendaftar khususnya pembelajaran dan kebutuhan komunikasi. Anggota juga
mendaftar beberapa kebutuhan penggabungan baik yang jadi atau tidak. Prototipe
diharapkan untuk menjadi satu dari beberapa tonggak utama dari proyek
pengembangan produk keseluruhan.
• Langkah 2: Menetapkan Tingkat Perkiraan Konsep
Merencanakan sebuah prototipe membutuhkan tingkatan dimana produk akhir
diperkirakan akan ditetapkan. Tim harus mempertimbangkan apakah prototipe fisik
diperlukan atau apakah prototipe analitik yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan. Dalam banyak kasus, prototipe yang terbaik adalah prototipe yang paling
sederhana yang akan memenuhi tujuan yang ditetapkan pada langkah 1. Pada
beberapa kasus, prototipe yang sudah ada atau prototipe yang dibuat untuk tujuan lain
dapat dipinjam.
• Langkah 3: Menggariskan Rencana Percobaan
Dalam banyak kasus, penggunaan prototipe dalam penggunaan produk dapat
dianggap sebagai sebuah percobaan. Praktek percobaan yang baik membantu untuk
menjamin penggalian nilai maksimum dari kegiatan pembuatan prototipe. Rencana
percobaan meliputi identifikasi variabel percobaan (jika ada), protokol pengujian,
sebuah indikasi mengenai pengukuran apa yang akan ditampilkan, dan sebuah rencana
untuk menganalisis data hasil. Saat terdapat banyak variabel yang harus digali,
rancangan percobaan yang efisien akan sangat membantu proses semacam ini.
• Langkah 4: Membuat Jadwal Untuk Perolehan, Pembuatan dan Pengujian
Karena pembuatan dan pengujian prototipe mempertimbangkan subproyek dalam
keseluruhan proyek pengembangan, tim diuntungkan dari jadwal untuk kegiatan
membuat prototipe. Tiga tanggal pertemuan sangat penting dalam menetapkan usaha
pembuatan prototipe. Pertama, tim menetapkan kapan bagian-bagian akan siap untuk
dirakit (tanggal rangkaian bagian). Kedua, tim menetapkan tanggal kapan prototipe
akan diuji pertama kali (tanggal "pengujian asap"). Yang ketiga, tim menetapkan
tanggal saat prototype diharapkan telah selesai diuji dan memberikan hasil akhir.
• Langkah 5: Membuat Jadwal Untuk Perolehan, Pembuatan dan Pengujian
Karena pembuatan dan pengujian prototipe mempertimbangkan subproyek dalam
keseluruhan proyek pengembangan, tim diuntungkan dari jadwal untuk kegiatan
membuat prototipe. Tiga tanggal pertemuan sangat penting dalam menetapkan usaha
pembuatan prototipe. Pertama, tim menetapkan kapan bagian-bagian akan siap untuk
dirakit (tanggal rangkaian bagian). Kedua, tim menetapkan tanggal kapan prototipe
akan diuji pertama kali (tanggal "pengujian asap"). Yang ketiga, tim menetapkan
tanggal saat prototype diharapkan telah selesai diuji dan memberikan hasil akhir.

6. PROTOTYPE RANCANGAN PRODUK


Direncanakan pada rancangan produk yang berupa alat puntir benang sutera ini
terdapat 12 spindle dengan diameter spindle 24 mm, jarak antara spindle satu dengan spindle
lainnya 112 mm, jarak antara spindle dengan puli penuntun (guide pulley) 100 mm, jumlah
puli penuntun 5 buah dengan diameter 24 mm, jarak antara puli motor dengan spindle ke-1
480 mm.

7. CARA MEMBUAT PROTOTYPE PRODUK


1. Membuat diagram rinci atau sketsa
Langkah pertama dalam menciptakan prototipe adalah untuk menciptakan sebuah
konsep sketsa rinci atau diagram. Tujuan Anda harus menangkap ide sebanyak mungkin
dengan cara visual yang.
Idealnya, Anda harus memiliki dua sketsa konsep:
• Sebuah sketsa desain yang menunjukkan bagaimana produk mungkin muncul
setelah selesai
• Sebuah sketsa teknis yang menunjukkan dimensi produk, bahan, dan bekerja.
Anda dapat menggunakan perangkat lunak untuk melakukan hal ini, tapi pena dan kertas
kerja yang lebih baik. Anda bahkan dapat beralih ke pena dan kertas gambar-gambar ini
ketika Anda mengajukan paten. Jangan ragu untuk bereksperimen dan menjadi kreatif
dalam langkah ini. Kau jauh dari manufaktur pada saat ini; jangan takut untuk mencoba
hal-hal baru.
2. Membuat model 3D (optional)
Selanjutnya (optional) Langkah ini untuk mentransfer sketsa konsep Anda ke perangkat
lunak pemodelan 3D. Ini akan membantu Anda (dan setiap pihak ketiga seperti investor
atau mitra) memvisualisasikan produk yang lebih baik. Anda juga dapat menggunakan
model ini untuk membuat salinan cetak 3D prototipe Anda.
Manfaat lain dari model 3D adalah bahwa Anda dapat menggunakan aplikasi augmented
reality untuk memvisualisasikan itu di dunia nyata. Ini bekerja sangat baik untuk
menunjukkan ukuran, bentuk, dan desain sebuah ide produk.
3. Buat “bukti dari konsep”
Sekarang tiba bagian menyenangkan: benar-benar membangun ide produk. Bagaimana
Anda membangun bukti pertama Anda dari konsep akan tergantung pada sejumlah hal.
Jika Anda memiliki produk sederhana yang Anda sudah dimodelkan dalam perangkat
lunak 3D, Anda hanya bisa mendapatkannya 3D dicetak untuk menciptakan “bukti dari
konsep” Anda.
Namun, jika Anda memiliki produk yang kompleks dengan sejumlah bagian mekanik
atau elektronik, Anda harus berimprovisasi lebih keras.
Ingat bahwa bukti dari konsep tidak harus terlihat baik atau bahkan menyerupai produk
akhir. Ini hanya harus bekerja. Anda bahkan dapat menggunakan produk rumah tangga
biasa untuk membuat model ini tahap awal.
Untuk produk yang lebih kompleks, Anda mungkin harus mencari bantuan dari seorang
tukang atau masinis.
4. Buat prototipe pertama Anda
Bukti dari konsep menunjukkan bahwa produk Anda bekerja. Model 3D Anda
menunjukkan apa yang mungkin terlihat seperti.
Langkah Anda selanjutnya adalah untuk menggabungkan pelajaran dari bukti konsep dan
model 3D untuk membuat prototipe pertama Anda.
Ini harus menjadi model yang cukup rinci yang terlihat seperti produk akhir Anda dan
memiliki fungsi yang sama.
Itu tidak selalu mungkin untuk menciptakan detail pertama prototipe ini saja. Tergantung
pada kompleksitas, Anda mungkin ingin mendapatkan bantuan dari masinis atau desainer
prototipe khusus.
Karena ini hanya prototipe pertama, Anda tidak perlu khawatir terlalu banyak tentang
jenis bahan yang digunakan atau bahkan biaya. Tujuan Anda adalah untuk mendapatkan
model kerja yang menyerupai produk akhir Anda.
5. Membuat prototipe produksi-siap
Langkah terakhir sebelum Anda sampai ke manufaktur adalah untuk memangkas lemak
dari prototipe pertama Anda dan mendapatkannya untuk negara produksi-siap. Ini pada
dasarnya adalah proses biaya dan kelayakan analisis. Anda harus pergi melalui setiap
bagian dari prototipe dan mencari cara untuk memotong biaya tanpa mengorbankan
fungsionalitas.
Pada waktu yang sama, Anda harus melihat cara untuk meningkatkan estetika produk
atau daya tahan. Misalnya, Anda mungkin mengganti bagian plastik yang sering
digunakan dengan logam, dan bagian logam kecil-digunakan dengan plastik. Ini akan
membantu Anda memotong biaya sambil tetap mempertahankan kualitas. Ini membantu
untuk bekerja dengan produsen dan mencari tahu komponen betapa berbedanya dalam
prototipe mungkin berdampak biaya dan kualitas. Anda juga harus melihat bahan baku
yang berbeda dan melihat mana yang lebih menyenangkan estetis.
Tujuan Anda harus menemukan keseimbangan antara biaya dan kualitas tergantung pada
target pelanggan Anda. Jika Anda menargetkan pembeli mewah, misalnya, kualitas akan
lebih penting daripada biaya. Untuk pelanggan anggaran, itu akan menjadi sebaliknya.

• Tips untuk Ikuti Ketika Membuat Prototype Produk Anda

Prototyping ide dari awal dapat menjadi kompleks, terutama untuk pembuat pertama
kali. Berikut tips ini akan membuat proses lebih halus:
1. Membuat daftar fitur prioritas
Itu tak terelakkan bahwa produk akhir Anda tidak akan memiliki semua fitur yang Anda
membayangkan di ide asli Anda. Biaya dan bahan kendala berarti bahwa Anda harus
mengurangi beberapa fitur yang mahal.
Oleh karena itu, ketika Anda sedang merancang prototipe pertama Anda, memisahkan
semua fitur dalam tiga kategori:
▪ Perlu punya: Ini adalah fitur yang Anda benar-benar perlu untuk produk untuk
bekerja. Misalnya, “Penyimpanan portabel” akan menjadi fitur kebutuhan untuk
dimiliki dalam iPod.
▪ Baik untuk memiliki: Ini adalah fitur yang akan membantu produk Anda menonjol,
tetapi tidak penting untuk fungsinya. Misalnya, yang “klik roda” adalah baik-untuk-
memiliki fitur di iPod. Hal itu membuat iPod lebih mudah untuk digunakan, tetapi itu
tidak penting untuk menjalankan nya.
▪ Tidak dibutuhkan: Ini adalah fitur yang berlebihan untuk produk dan tidak
menambahkan banyak di jalan banding atau utilitas. Sering, fitur ini terlalu mahal untuk
diterapkan juga. Anda dapat dengan aman membuang fitur ini di desain Anda.

Generasi pertama iPod tidak memiliki “roda klik” karena itu terlalu mahal untuk
diterapkan, Cobalah untuk memiliki banyak kebutuhan untuk memiliki fitur mungkin dalam
desain akhir Anda.

2. Masuk NDAs dan paten berkas


Anda pasti akan beralih ke desainer prototipe, masinis, 3D modeler, dll. dalam rangka
mengembangkan prototipe Anda.
Jika ide Anda adalah inovatif, segera Anda dapat menemukan seseorang menjualnya
pada AliExpress untuk harga jauh lebih rendah. Bahkan jika mereka tidak menyalin ide
produk, mereka mungkin menyalin teknik desain atau produksi baru yang dikembangkan.
Untuk melindungi diri Anda dari pencurian kekayaan intelektual, Anda dapat mengambil
langkah-langkah berikut:

▪ Mengajukan paten untuk ide produk dan desain.


▪ Meminta semua pihak ketiga untuk menandatangani perjanjian non-disclosure
(NDAs).

3. Menjaga biaya dalam pikiran ketika merancang


Salah satu tantangan terbesar dalam menciptakan prototipe adalah menyeimbangkan
utilitas dan biaya. Anda ingin produk untuk memenuhi fungsi yang dijanjikan, tetapi Anda
juga ingin menjualnya dengan harga yang wajar. Produk yang luar biasa bahwa pelanggan
Anda tidak mampu membayar biaya pasti akan gagal.
Pada setiap tahap dalam proses desain, tanyakan pada diri sendiri dua pertanyaan:

▪ Merupakan bagian ini diperlukan?


▪ Jika ya, apa bahan termurah untuk membuatnya tanpa mengorbankan utilitas?

Biaya bahan bervariasi, bahkan di antara bahan dalam kategori yang sama (seperti
‘plastik’ atau ‘logam’). Ingatlah hal ini ketika Anda sedang merancang produk Anda.

4. Gunakan teknik manufaktur standar


Alasan lain untuk biaya overruns antara prototipe untuk produk akhir adalah penggunaan
teknik manufaktur kustom.
Pada dasarnya, setiap pabrik yang membangun produk Anda akan menggunakan
beberapa proses manufaktur standar industri (seperti “injeksi”). Jika produk Anda tidak dapat
diproduksi menggunakan mereka, pabrik harus membuat teknik disesuaikan dan melatih staf
untuk menggunakannya.
Hal ini dapat menambah secara substansial terhadap biaya produksi, terutama jika Anda
manufaktur dalam batch kecil.
Oleh karena itu, ketika Anda sedang merancang prototipe Anda, tetap menutup mata pada
jenis proses manufaktur masing-masing bagian akan membutuhkan. Jika fitur membutuhkan
teknik produksi sangat disesuaikan, mempertimbangkan menghapus itu. Seorang desainer
prototipe atau masinis harus dapat membantu Anda mencari tahu ini.

5. Meminjam ide dari pesaing


Membongkar produk pesaing Anda dapat memberikan pemahaman rinci tentang apa
yang bekerja, apa yang tidak ketika membuat suatu produk. Ini bisa menjadi bantuan besar
dalam merancang ide Anda sendiri.
Oleh karena itu, sebelum Anda mulai membuat prototipe Anda, mengambil melihat dari
dekat produk pesaing Anda. Menganalisis bahan mereka, desain, dan teknik manufaktur.
Carilah kelemahan dan peluang.
A. TES OBJEKTIF

Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar !


1. Dalam proyek pengembangan produk, prototype digunakan untuk empat tujuan,
kecuali...
a. Pembelajaran c. Penggabungan e. Milestones
b. Komunikasi d. Penyusutan
2. Langkah pertama dalam menciptakan prototype adalah...
a. Alur d. Bangunan
b. Gambar e. Lapangan pekerjaan
c. Konsep sketsa rinci atau diagram
3. Sketsa dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan...
a. Gambar kerja c. Produk e. Rancangan produk
b. Desain d. Penjualan produk
4. Prinsip dari pembuatan prototype adalah...
a. Prototype analitik umumnya lebih fleksibel dibandingkan prototype fisik
b. Prototype dibuat sebagai media pembelajaran
c. Prototype digunakan untuk memastikan bahwa komponen dari produk bekerja
bersamaan seperti yang diharapkan
d. Prototype digunakan untuk mendemonstrasikan produk
e. Prototype digunakan untuk komunikasi
5. Tips yang harus diikuti untuk membuat prototype, kecuali...
a. Membuat daftar fitur prioritas
b. Menjaga biaya ketika dalam pikiran ketika merancang
c. Gunakan teknik manufaktur standar
d. Meminjam ide dari pesaing
e. Membuat desain semau kita

B. TES URAIAN

Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar !


1. Jelaskan empat tujuan prototype dalam proyek pengembangan produk !
2. Sebutknan empat prinsip prototype !
3. Kenapa prototype analitik umumnya lebih fleksibel dibandingkan prototype fisik !
4. Jelaskan cara membuat prototype produk !
5. Sebutkan tips-tips yang harus diikuti dalam membuat prototype produk !

Anda mungkin juga menyukai