Anda di halaman 1dari 3

NAMA SOP

No. Dukumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1
UPT Pukesmas Dr. H.Indra Hisyam
Wanaraja Saptarina
19740419 200604 1 011

1. Pengertian Demam yang turun naik sero dan malam hari denagan pola
intermiten dan kenaikan suhu tubuh yang terjadi terus menerus.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk


penanggulangan tingkat demam terhadap pasien.

3. Kebijakan a. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Garut No. ........,


tgl. ..... tentang ....
b. Keputusan Kepala Puskesmas Wanaraja No. ......., tgl. .....
tentang .....

4. Referensi - Dokumen external penyusunan SPO ini: Buku Pedoman


Praktik Klinis Bagi Dokter Edisi Revisi Tahun 2014.

5. Prosedur a. Persiapan Bahan dan Alat :


1. Peralatan Laboratorium
b. Langkah – Langkah Prosedur :
1. Penatalaksanaan demam tifoid
a. Terapi suportif dapat dilakukan dengan :
(1) Istirahat tirah baring dan mengatur tahapan
mobilisasi.
(2) Menjaga kecukupan asupan cairan, yang dapat
diberikan secara oral maupun parental.
(3) Diet bergizi seimbang, konsistensi lunak, cukup
kalori dan protein, rendah serat.
(4) Konsumsi obat-obatan secara rutin dan tuntas.
(5) Kontrol dan monitor tanda vital (tekanan darah,
nadi, suhu, kesadaran), kemudian dicatat dengan
baik direkam medik pasien.
b. Terapi simtomatik untuk menurunkan demam
(antipiretik) dan mengurangi keluhan gastrointestinal.
c. Terapi definitif dengan pemberian antibiotik. Antibiotik
ini pertama untuk demam tifoid adalah kloramfenikol,
ampisilin atau amoksilin (aman untuk penderita yang
sedang hamil), atau trimetropim-
sulfametoxazole(kotrimoksazole).
d. Bila pemberian salah satu anibiotik ini pertama dinilai
tidak efekif dapat diganti dangan antibiotik lain atau
dipilih antibiotik lain atau dipilih antibiotik lini kedua
yaitu seftriakson, sefiksim, kuinolon (tidak dianjurkan
untuk anak <18 tahun karena dinilai mengganggu
pertumbuhan tulang).

Puskesmas Demam Tifoid No. Dokumen : No. Revisi Halaman :


Wanaraja SPO/UGD/PB/… :0 2/2

2. Rencana Tindak Lanjut


a. Bila pasien dirawat dirumah, dokter atau perawat dapat
melakukan kunjungan follow up setiap hari setelah
dimulainnya tatalaksana.
b. Respon klinis terhadap antibiotik dinlai setelah
penggunaannya selama 1 minggu.
3. Indikasi Perawatan di Rumah
i) Persyaratan untuk Pasien
(1) Gejala kllinis ringan, tidak ada tanda-tanda
komplikasi atau komorbid yang membahayakan.
(2) Kesadaran baik.
(3) Dapat makan serta minum dengan baik.
(4) Keluarga cukup mengerti cara-cara merawat dan
tanda-tanda bahaya yang akan timbul dari tifoid.
(5) Rumah tangga pasien memiliki dan melaksanakan
sistem pembuangan eksreta (feses, urin, cairan
muntah) yang memenuhi persyaratan kesehatan.
(6) Keluarga pasien mampu menjalani rencana
tatalaksana dengan baik.
ii) Persyaratan untuk tenaga kesehatan
(1) Adanya 1 Dokter dan perawat tetap yang
bertanggung jawab penuh terhadap tatalaksana
pasien.
(2) Dokter mengkonfirmasi bahwa penderita tidak
memiliki tanda-tanda yang berpotensi
menimbulkan komplikasi.
(3) Semua kegiatan tatalaksana (diet, cairan, bed rest,
pengobatan) dapat dilaksanakan secara baim
dirumah.
(4) Dokter dan/atau perawat mem-follow up pasien
setiap hari.
(5) Dokter dan/atau perawat dapat berkomunikasi
secara lancar dengan keluarga pasien di
sepanjang masa tatalaksana.
4. Konseling dan Edukasi
i) Pengobatan dan perawatan serta asfek lain dari
demam tifoid yang harus diketahui pasien an
keluargannya.
ii) Diet, jumlah cairan yang dibutuhkan, pentahapan
mobilisasi, dan konsumsi obat sebaiknya diperhatikan
atau dilihat langsung oleh dokter, dan keluarga pasien
telah memahami serta mampu melaksanakan.
iii) Tanda-tanda kegawatan harus diberitahu kepada
pasien dan keluarga supaya bisa segera dibawa ke
rumah sakitterdekat untuk perawatan.
1. Rawat Inap
6. Unit Terkait
2. IGD
7. Dokumen Buku Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Edisi Revisi Tahun
Terkait 2014.

Puskesmas Demam Tifoid No. Dokumen : No. Revisi Halaman :


Wanaraja SPO/UGD/PB/… :0 2/3

8. Rekaman
Historis NO YANG DI ISI PERUBAHAN TANGGAL
Perubahan UBAH MULAI
DIBERLAKUKAN