Anda di halaman 1dari 4

NAMA SOP

No. Dukumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1
UPT Pukesmas Dr. H.Indra Hisyam
Wanaraja Saptarina
19740419 200604 1 011

1. Pengertian Demam tinggi terus menerus selama 2 sampai dengan 7 hari


yang ditandai bintik – bintik merah dikulit diakibatkan gigitan
nyamuk jenis Aedes aegypti.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pencegahan


dini dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dapat mengancam
jiwa.
a. Keputusan Kepala Puskesmas Wanaraja No. 093/SK/K-
3. Kebijakan
PKM.BBR/I/2015 tgl. 02-01-2015 tentang Pendelegasian
wewenang
4. Referensi - Buku Pedoman Praktik Klinis Bagi Doker Edisi Revisi Tahun
2014.

5. Prosedur a. Persiapan Bahan dan Alat :


1. Tensi Meter Air Raksa
2. Tensi Meter Digital
3. Thermometer
4. Senter
5. Infus Set
6. Lembar Observasi
7. Laboratorium
b. Langkah – Langkah Prosedur :
1. Penatalaksanaan pada pasien dewasa
a. Terapi simptomatik dengan analgetik
antipiretik(parasetamol 3x500-1000mg).
b. Pemeliharaan volume cairan sirkulasi.
2. Penatalaksanaan pada pasien anak
DBD tanpa syok :
a. Bila anak dapat minum. Berikan anak banyak minum :
dosis larutan per oral 1-2 liter /hari atau 1 sendok
makan tiap 5 menit, jenis larutan per oral : air putih, teh
manis, oralit, jus buah, air sirup, atau susu.
b. Berikan cairan intravena (infus) sesuai dengan
kebutuhan untuk dehidrasi sedang, berikan hanya
larutan kristaloid isotonik seperti RL, Ringger
Asetat(RA), dengan dosis sesuai dngan berat badan <
15kg 7 ml/kg/BB/jam, BB 15-40kg 5ml/kg/BB/jam,
BB>40kg 3ml/kg/BB/jam.

Puskesmas Penatalaksanaan No. Dokumen : No. Revisi Halaman :


Wanaraja Pasien DHF SPO/UGD/PB/051 :0 2/3

c. Bila anak tidak dapat minum. Berikan cairan infus


kristaloid isotonik sesuai kebutuhan untuk dehidrasi
sedang sesuai dengan dosis yang telah dijelaskan
diatas.
d. Lakukan pemantauan tanda vital dan diuresis aetiap
jam laboratorium (DPL) per 4-6jam, bila penurunan
Ht dan perbaikan klinis, turunkan jumlah cairan
secara bertahap sampai keadaan kristal stabil. Bila
terjadi perburukan klinis, lakukan penatalaksanaan
DBD dengan syok.
e. Bila anak demam , berikan antipiretik (parasetamol
10-15mg/kgBB/kali).
f. Pengobatan suportif lain sesuai indikasi.
3. Penatalaksanaan DBD dengan syok
Kondisi ini merupakan gawat darurat dan mengharuskan
rujukan segera ke RS.
Penatalaksanaan awal:
a. Berikan oksigen 2-4ltr/mnit melalui kanul hidung atau
sungkup muka
b. Pasang akses intravena sambil melakukan fungsi
vena untuk pemeriksaan DPL
c. Berikan larutan kristaloid ( RL ) 20ml/kg secepatnya
d. Lakukan pemantauan klinis ( TTV, perfusi perifer,
dan diuresis) setiap 30 menit
e. Jika setelah pemberian cairan inisial tidak terjadi
perbaikan klinis, ulangi pemberian larytan kristaloid
RL 20ml/kg BB secepatnya ( maksimal 30 menit)
atau pertimbangkan pemberian larutan koloid 10-20
ml/kgBB/jam ( maksimal 30 ml/kgBB/24jam)
f. Jika nilai Ht dan Hb menurun namun tidak terjadi
perbaikan klinis, pertimbangkan terjadinya
perdarahan tersembunyi. Segera rujuk
g. Jika terdapat perbaikan klinis, kurangi jumlah cairan
hingga 10ml/kgBB/jam dalam 2-4jam. Secara
bertahap diturunkan tiap 4-6 jam sesuai kondisi klinis
dan laboraturium.
h. Dalam banyak kasus cairan intravena dapat
dihentikan setelah 36-48 jam. Hindari pemeberian
cairan secara berlebihan..

Puskesmas Penatalaksanaan No. Dokumen : No. Revisi Halaman :


Wanaraja Pasien DHF SPO/UGD/PB/051 :0 3/3

6. Diagram
5% deficit cairan
Alir

Terafi awal cairan intravena kristaloid 6-7 ml/kgBB/jam

Evakuasi 3-4 jam

PERBAIKAN TIDAK MEMBAIK


Ht dan frekuensi nadi turun, Ht dan frekuensi nadi meningkat, TD
TD membaik, produksi urin menurun < 20 mmHg, produksi urin
menurun

Kurangi infus
TTV DAN Infus kristaloid 10
kristaloid 5
HEMATOKRIT ml/kgBB/jam
ml/KgBB/jam
MEMBURUK

PERBAIKAN PERBAIKAN TIDAK MEMBAIK

Kurangi Infus kristaloid Infus kristaloid


3 ml/kgBB/jam 15ml/kgBB/jam

PERBAIKAN KONDISI MEMBURUK


Tanpa syok

Terapi cairan diberhentikan


24-48 jam Tatalaksana sesuai protocol
syok dan perdarahan

PERBAIKAN

7. Unit Terkait 1. IGD


2. Rawat Inap
3. Laboratorium

8. Dokumen Buku Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Edisi Revisi Tahun 2014
No Yang di ubah Isi Perubahan Tanggal
Terkait
mulai
9. Rekaman diberlakukan
Historis
Perubahan