Anda di halaman 1dari 15

UNSUR HARA

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok

Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan

Disusun Oleh : Kelompok 1


Citra Opi Walanda (1930207109)
Hilwa (1930207108)
Pajar Surya (1930207097)

Dosen Pengampu :
Khalida Ulfa, M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
2021
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur penyusun panjatkan atas rahmat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah
dengan judul Unsur Hara. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kelompok
dalam mata kuliah Fisiologi Tumbuhan. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada dosen
yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini, untuk memenuhi tugas di
perkuliahan.

Makalah ini diharapkan bisa bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Sebagai
pemula penyusun tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan pada makalah ini, oleh
karenanya penyusun mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini bisa menjadi lebih baik,
serta penyusun berharap semoga makalah ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Palembang, 20 Maret 2021

Penyusun, Kelompok 1

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................ii

DAFTAR ISI....................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang......................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................................................................1
C. Tujuan....................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Unsur Hara Esensial dan Non Esensial...............................................3


B. Fungsi Unsur Hara Esensial dan Non Esensial.....................................................4
C. Pengukuran Konsentrasi dalam Jaringan Tumbuhan............................................7
D. Gejala Kekurangan Unsur Hara............................................................................8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan............................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................12

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seluruh bagian jaringan tumbuhan disusun oleh sejumlah unsur-unsur kimia
yang sebagian besar diperoleh tumbuhan dari dalam tanah yang istilah biologinya
disebut unsur hara. Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor
internal,tetapi juga ditentukan oleh factor eksternal. Tanaman akan menunjukkan
gejala kekurangan unsur tersebut apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman
dan pertumbuhan tanaman akan merana.
Unsur hara adalah suatu komponen yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang
tidak sedikit yang berguna untuk membantu mendukung pertumbuhan tanaman yang
optimal. Tumbuhan memerlukan asupan unsur hara baik yang tersedia dialam (tanah)
maupun yang diaplikasikan atau diberikan oleh manusia untuk hidup, tumbuh dan
menyelesaikan siklus hidupnya, sama seperti manusia memerlukan makanan untuk
hidup. Untuk mendapatkan hasil produksi dari tanaman yang optimal unsur hara harus
diberikan secara seimbang. Makanan yang diperlukan oleh tanaman diantaranya yaitu
berupa unsur hara mineral yang sama dan berbagai unsur untuk mendapatkan hasil
tujuan akhir yang sama. Bahan pembangun tubuh yang diperlukan sekitar 15-20%
tumbuhan tak berkayu terdiri dari berbagai unsur dan sisanya adalah air, yang
berguna bagi tumbuhan yang membutuhkan berbagai macam unsur.
Terdapat dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan yang
menentukan pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman. Tersedianya
unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah merupakan salah satu faktor lingkungan
yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu
tanaman. Berperan sebagai sumber kehidupan tanaman yaitu air, udara dan unsur hara
merupakan peran dari tanah dalam suatu sistem yang kompleks. Beberapa contoh
unsur hara mikro yang esensial bagi tanaman yaitu tembaga (Cu), seng (Zn), besi
(Fe) dan mangan (Mn), walaupun dibutuhkan pada jumlah yang relatif sedikit tetapi
besar sekali perananya pada metabolisme di dalam tanaman. Tanaman dapat
memenuhi siklus hidupnya jika menggunakan unsur hara. Apabila tidak terdapat suatu
hara tanaman, maka kegiatan metabolisme akan terganggu atau berhenti sama sekali
karena fungsi hara tanaman tidak bisa digantikan oleh unsur lainnya. Suatu unsur hara
akan menampakkan gejala jika tanaman terdapat kekurangan atau ketiadaan unsur
hara pada suatu organ tertentu yang spesifik.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari unsur hara esensial dan non esensial
2. Apa saja fungsi dari unsur hara esensial dan non esensial
3. Bagaimana pengukuran konsentrasi dalam jaringan tumbuhan
4. Apa saja gejala kekurangan unsur hara

1
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari unsur hara esensial dan non esensial
2. Untuk mengetahui fungsi dari unsur hara esensial dan non esensial
3. Untuk mengetahui pengukuran konsentrasi dalam jaringan tumbuhan
4. Untuk mengetahui gejala kekurangan unsur hara

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Unsur Hara Esensial dan Non Esensial


Unsur hara yaitu unsur yang diperlukan tumbuhan jika untuk kelangsungan
hidupnya. Unsur-unsur kimia yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam melangsungkan
proses-proses fisiologis agar kehidupan tanaman tersebut berlangsung dengan baik
yang disebut dengan unsur hara atau nutrisi tanaman. Terdapat 16 jenis unsur yang
memiliki peranan penting bagi pertumbuhan tanaman [ CITATION Jon91 \l 1057 ]. Unsur
esensial adalah unsur hara yang seutuhnya (mutlak) dibutuhkan oleh tumbuhan agar
berjalan dengan normal dalam kelangsungan hidupnya. Unsur-unsur dikatakan
esensial jika memiliki kriteria atau penetapan sebagai berikut, menurut Arnon & Stout
(1939) dalam Prassad dan Power (1997) :
1. Jika unsur pada tanaman terdapat kekurangan ,unsur tersebut secara langsung
terlibat di dalam gizi tanaman, sehingga tanaman hara menghasilkan pertumbuhan
yang buruk atau tidak normal, tidak bisa dalam melengkapi siklus hidupnya, juga
tanaman tersebut akan mati sebelum waktunya (premature death)
2. Unsur ini tidak dapat digantikan oleh unsur lainnya, dan harus bersifat khas atau
spesifik. Ketentuan kedua ini tidak seutuhnya dikarenakan ada indikasi bahwa
meskipun sifatnya parsial tetapi beberapa unsur dapat mengganti unsur lain.
Contohnya seperti , fungsi K bisa diganti secara parsial oleh Na.
3. Dapat memberikan efek langsung pada pertumbuhan atau metabolisme tanaman
pada unsur tersebut dan bukan oleh pengaruh tidak langsung seperti oleh
antagonis dengan unsur yang lain, serta jika terjadi kekurangan, maka akan
memperlihatkan gejala yang khas atau spesifik. Contohnya seperti, kekurangan N
menimbulkan gejala klorosis, kekurangan P memperlihatkan daun berwarna hijau
keunguan dan lainnya. Dari ketiga kriteria atau penetapan dalam unsur esensial
dikenal dengan kriteria esensialitas (criteria of essensiality).
Unsur hara yang perannya tidak bisa digantikan oleh unsur lain disebut unsur
hara esensial. Tanaman akan tumbuh dengan tidak normal apabila terdapat
kekurangan pada unsur tersebut. Unsur hara esensial tumbuhan memiliki 16 jenis
unsur yaitu terdapat 13 jenis yang diperoleh tumbuhan dari dalam tanah, dan 3 lainnya
yaitu C, H dan O berasal dari udara atau air. Unsur hara esensial berdasarkan
perbedaan konsentrasinya dibedakan menjadi dua yaitu unsur makro dan unsur mikro.
1. Unsur Hara Makro
Unsur esensial dalam jaringan tanaman dengan konsentrasi yang lebih besar
0,1% dari berat kering mutlak disebut unsur hara makro. Unsur-unsur hara yang
diperlukan pada tumbuhan dengan jumlah yang relatif besar. Berikut unsur-unsur
yang terdapat dalam unsur makro yaitu C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S.
2. Unsur Hara Mikro
Unsur esensial dalam jaringan tanaman dengan konsentrasi yang lebih kecil
atau sama dengan 0,01%. (100ppm) disebut unsur hara mikro. Unsur mikro ini
unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit dan sangat penting untuk

3
menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan walaupun hanya diserap
dalam jumlah kecil.Tanpa unsur mikro, bunga akan lunglai. Berikut unsur-unsur
yang terdapat dalam unsur mikro yaitu Cl, Fe, B. Mn, Zn, Cu dan Mo.
Unsur hara yang belum memenuhi kriteria unsur hara esensial disebut unsur hara
non esensial. Unsur hara non esensial hanya memiliki peran pada jenis tanaman
tertentu dan tidak diperlukan oleh tanaman lain. Unsur hara non esensial yaitu
Molibdenum (Mo), Klor (Cl), Natrium (Na), Cobalt (Co), Silicon (Si), dan Nikel (Ni).
Unsur hara non esensial walaupun ada juga yang diperlukan pada tanaman tetapi
sifatnya tidak mutlak atau tidak khas karena perannya masih bisa digantikan oleh
unsur hara esensial. Artinya tanpa unsur hara non esensial tanaman masih dapat
menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna.

B. Fungsi Unsur Hara Esensial dan Non Esensial.


1. Unsur Hara Esensial
Unsur hara esensial diperlukan oleh tanaman dan fungsinya tidak bisa
digantikan oleh unsur lain. Jika jumlahnya tidak kurang atau mencukupi, maka
tanaman tidak bisa tumbuh dengan normal, diantaranya : Karbon (C), Hidrogen
(H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Sulfur(S),
Magnesium (Mg), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Tembaga (Cu), Seng (Zn).
a. Unsur Hara Makro
Unsur hara makro ini memiliki Jumlah tak terbatas di alam dan tidak
perlu diusahakan pengadaannya. Unsur hara ini penyusun bahan organik dan
jumlahnya tak terbatas di alam sehingga disebut pokok. Tidak ada istilah
kekurangan, meskipun ada gejala layu menyeluruh dan merata, itu
dikarenakan tanaman tersebut tidak disiram atau kekurangan air.
1) Karbon (C)
Sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, dan
karbon (C) berfungsi sebagai pembangun bahan organik, yang diambil
oleh tanaman berupa C02.
2) Hidrogen (H)
Hidrogen (H) memiliki fungsi sebagai elemen pokok pembangun
bahan organic, yang diambil oleh tanaman dalam bentuk air (H2O).
3) Oksigen (O)
Dalam pembangun bahan organik, respirasi, dan pembakar energi,
merupakan fungsi dari oksigen yang diambil oleh tanaman dalam bentuk
Oksigen Bebas(O2) atau air (H2O).
Unsur hara makro esensial ini memiliki jumlah yang terbatas bahkan
sangat kecil di alam atau jumlah kecil yang bisa diserap tanaman dan harus
diusahakan pengadaannya, karena nutrisi ini begitu penting pada pertumbuhan
dan perkembangan tanaman.
1) Nitrogen (N)
Nitrogen memiliki peran yaitu merangsang pertumbuhan tanaman
secara keseluruhan khususnya pada batang, cabang dan daun yang berupa
dari bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri. Pembentukan hijau daun

4
yang berguna pada proses potosintesis juga merupakan peranan penting
nitrogen (N). Nitrogen memiliki fungsi sebagai sintesa asam amino dan
protein dalam tanaman.
2) Posfor (P)
Mengangkut energi hasil metabolisme dalam tanaman. Merangsang
pembuahan, pembungaan dan pembentukan biji. Merangsang pertumbuhan
akar, pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel yang
merupakan fungsi dari posfor (P).
3) Kalium (K)
Pembentukan protein dan karbohidrat merupakan fungsi utama dalam
kalium. Fungsi lainnya yaitu dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil
asimilasi, enzim dan mineral termasuk air. Meningkatkan daya
tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit dan memperkokoh daun,
bunga dan buah agar tidak mudah gugur.
4) Kalsium (Ca)
Kalsium salah satu bagian penting dinding sel dan sangat penting
untuk menunjang proses pertumbuhan. Kalsium berfungsi untuk menyusun
klorofil. Membutuhkan enzim untuk metabolis karbohidrat, serta
mempergiat sel meristem.
5) Magnesium (Mg)
Klorofil yang menentukan laju fotosintesa atau pembentukan
karbohidrat merupakan penyusun utama dari Magnesium. Transportasi
fosfat dalam tanaman merupakan peranan penting pada magnesium dan
juga berfungsi menciptakan warna hijau pada daun
6) Sulfur (S) / Belerang
Belerang memiliki fungsi yaitu sebagai pembentukan asam amino yang
mana merupakan unsur penting dalam beberapa jenis protein dan
pertumbuhan tunas serta membantu pembentukan bintil akar tanaman.
Berperan dalam pertumbuhan anakan pada tanaman. Belerang berperan
juga sebagai pembentukan klorofil juga meningkatkan ketahanan pada
jamur. Berfungsi membentuk senyawa minyak yang dapat menghasilkan
aroma dan juga aktifator enzim membentuk papain pada beberapa jenis-
jenis tanaman [ CITATION Ben11 \l 1057 ].
b. Unsur Hara Mikro
Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah relatif kecil, jika
berlebihan maka akan menjadi racun, istilah ini disebut dengan unsur hara
mikro. Adapun unsur hara mikro yaitu: Besi (Fe), Mangan (Mn),
Tembaga/cuprum (Cu), Seng (Zn) dan Boron (B).
1) Ferrit (Fe)/besi
Berfungsi untuk pembentukan klorofil dan juga pernafasan tanaman.
Ferrit (Fe) ini salah satu yang berperan penting dalam tanaman.

5
2) Mangan (Mn)
Merupakan komponen penting dalam berbagai enzim. Mangan
berfungsi untuk penyusunan klorofil, perkecambahan, dan pemasakan
buah.
3) Tembaga/Cupprum (Cu).
Salah satu unsur pembentukan klorofil dan proses fotosintesis
merupakan fungsi penting dari tembaga.
4) Seng/zink (Zn)
Dapat berfungsi untuk membentuk hormon tumbuh sehingga zink
(Zn) dapat memberikan dorongan terhadap pertumbuhan tanaman.
5) Boron (B)
Boron berfungsi dalam mengangkut karbohidrat kedalam tubuh
tanaman dan juga berfungsi menghisap unsur kalsium. Dalam
perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif juga merupakan
peranan dari boron. Unsur ini berpengaruh terhadap pembagian sel pada
tanaman penghasil biji.
2. Unsur Hara Non Esensial
Berperan dalam jumlah yang relatif kecil, belum banyak yang dapat dipelajari
pada kekurangan unsur hara ini sebab perannya bisa digantikan dengan unsur hara
lain. Memiliki jumlah yang terbatas, unsur ini jarang sekali bisa tersedia di alam.
Terdapat 6 unsur pada unsur hara non esensial ini yaitu: Molibdenum (Mo), Klor
(Cl), Natrium (Na), Cobalt (Co), Silicon (Si), dan Nikel (Ni).
a. Klorin (Cl)
Klorin diperlukan untuk osmosis dan keseimbangan ionik sel bagian dari
regulasi energi dan berperan dalam fotosintesis.
b. Cobalt (Co)
Co bisa diganti peran dengan Natrium (Na), maupun Molibdenum (Mo).
Berperan pada fiksasi nitrogen dalam penyerapan unsur N
c. Molibdenum (Mo)
Kofaktor pada beberapa enzim penting untuk membangun asam
aminomerupakan peranan dari molibdenum.
d. Natrium (Na)
Natrium berfungsi sebagai keseimbangan ion pada regulasi energi untuk
menutup dan membuka stomata.
e. Silicon (Si)
Silicon tersimpan dalam dinding sel yang dapat mengakibatkan sifat
mekanis sel yaitu elastis dan kaku.
f. Nikel (Ni)
Pada tanaman tingkat tinggi nikel berperan sebagai aktivasi urease yaitu
enzim yang berperan dalam metabolisme nitrogen untuk proses perombakan
urea. Pada tanaman tingkat rendah, nikel berperan sebagai kofaktor beberapa
enzim. Perannya dapat digantikan dengan Seng (Zn) dan Besi (Fe).

6
C. Pengukuran Konsentrasi Dalam Jaringan Tumbuhan
Berdasarkan kriteria konsentrasi dimungkinkan suatu unsur hara yang dikenal
sebagai trace element di sebagian besar tumbuhan menjadi unsur makro pada
tumbuhan tertentu. Misalnya unsur Cl pada tanaman kelapa ternyata memiliki
konsentrasi normal pada kisaran 0,5-2,0 persen sehingga dapat dikatakan sebagai
unsur makro pada tanaman. Apabila konsentrasi unsur hara esensial dalam jaringan
tanaman berada pada titik tertentu maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan
tanaman dikatakan kurang (mencukupi) unsur tersebut [ CITATION Ras09 \l 1057 ].
Menurut Prassad dan Power, (1997), Konsentrasi terendah atau konsentrasi
yang mendekati konsentrasi maksimum dalam jaringan yang mencapai peningkatan
terbesar disebut konsentrasi kritis. Titik kritis ini adalah zona responsif hara. Ketika
unsur hara mencukupi, penyerapan hara terus berlanjut, tetapi tidak menunjukkan
peningkatan hasil. Sebaliknya bila konsentrasi dalam jaringan melebihi ambang batas
kecukupan hara, maka konsentrasu ini disebut titik toksisitas atau titik di atas ambang
batas (level kritis tertinggi). Konsentrasi kritis dan berlebihan dari masing-masing
unsur hara dan juga antar spesies tanaman berbeda. Sebagai pedoman umum,
konsentrasi unsur-unsur esensial dalam jaringan tanaman dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:

Kisaran Konsentrasi Konsentrasi


Unsur Simbol
Konsentrasi Kritis Berlebihan
Nitrogen N 0,0 – 3,5% 2,70% >2.80%
Kalium K 0,2 – 11% 1,00% >2,30%
Kalsium Ca 0,02 – 5,0% 0,50% >7,00%
Magnesium Mg 0,02 – 2,5% 0,05% >1,20%
Fosfor P 0,1 – 1,5% 0,20% >1,50%
Sulfur S 0,1 – 1,5% 0,15% >0,60%
100 - 2.500
Cl 200 ppm >2.500 ppm
Khlor ppm
Boron B 10 - 100 ppm 15 ppm >1.000 ppm
Besi Fe 10 - 700 ppm 60 ppm >250 ppm
Mangan Mn 10 - 400 ppm 10 ppm >1.000 ppm
Seng Zn 5 - 100 ppm 10 ppm >320 ppm
Tembaga Cu 1 - 20 ppm 2 ppm >22 ppm
Molebdenu
Mo 0,02 – 50 ppm 0,3 ppm >50 ppm
m

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur mulai dari N, P, K, Ca,


Mg, dan S ternyata mempunyai kisaran konsentrasi 0 sampai 5% pada jaringan
tanaman tergantung konsentrasi masing-masing unsur lainnya. Hal ini menunjukkan
bahwa konsentrasinya lebih besar dari 0,1% sehingga termasuk dalam kelompok
unsur makro. Selain itu, unsur Cl hingga Mo dinyatakan dalam ppm yang
menunjukkan bahwa kadar pada tanaman relatif rendah sehingga diklasifikasikan
sebagai unsur mikro dengan konsentrasi kurang dari 0,01% atau biasanya kurang dari

7
100 ppm kecuali unsur Cl pada beberapa tanaman bisa mencapai 0,5% [ CITATION
Cha87 \l 1057 ],

D. Gejala Kekurangan Unsur Hara


Tumbuhan sehat adalah tumbuhan yang kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Sebaliknya, tumbuhan yang kekurangan salah satu unsur hara akan menunjukkan
gejala. kekurangan atau bahkan ketiadaan satu atau beberapa unsur hara akan
mengganggu proses metabolisme
Terganggunya atau bahkan terhentinya proses metabolisme akan terlihat pada
tampilan tumbuhan secara visual, seperti daun yang mengguning. Gejala kekurangan
unsur hara dapat dilihat pada berbagai organ tumbuhan seperti daun, batang, akar dan
buah sesuai dengan fungsi unsur hara yang hilang akibat kekurangan unsur tersebut.
Namun, gejala pada tajuk lebih mudah dikenali dari pada gejala pada akar karena
tajuk berada di atas permukaan tanah.
Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh tumbuhan seringkali digunakan sebagai
penyaringan awal untuk mengetahui jenis-jenis unsur hara yang kurang atau tidak
tersedia. Namun penentuan yang dilakukan dengan cara ini tidak sepenuhnya tepat,
karena kekurangan hara yang berbeda akan menunjukkan gejala yang sama. Selain
itu, kekurangan unsur hara dapat terjadi pada lebih dari satu unsur hara dengan gejala
yang hampir sama dan dapat saling mempengaruhi. Kesamaan lainnya adalah bahwa
kekurangan unsur hara dapat menyebabkan gejala yang berbeda pada organ yang
berbeda, pada tahap pertumbuhan yang berbeda, spesies tumbuhan yang berbeda, dan
ketersediaan unsur hara lain yang berkaitan.
Kekurangan unsur hara menyebabkan pertumbuhan terganggu. Defisiensi suatu
unsur hara adalah suatu kondisi kekurangan atau ketersediaan suatu unsur hara yang
menyebabkan pertumbuhan tanaman hanya bisa maksimal 80% dari pertumbuhan
maksimal (100%) meskipun unsur hara lainnya tersedia dalam keadaan cukup.
Kondisi demikian juga dijelaskan oleh Justus von Liebig sebagai faktor dan dikenal
dengan Hukum Minimum Liebig.
Kelebihan unsur hara juga bermasalah pada tanaman yaitu dapat menimbulkan
keracunan. Suatu kondisi yang mana suatu unsur hara tersedia dalam jaringan
tumbuhan pada konsentrasi yang lebih tinggi dari yang diperlukan untuk pertumbuhan
maksimum tetapi pertumbuhan tanaman belum menurun disebut sebagai konsumsi
mewah [ CITATION Kor21 \l 1057 ].
1. Gejala visual akibat kekurangan unsur hara dipengaruhi oleh:
a. Fungsi unsur hara. Unsur hara yang berfungsi sebagai penyusun klorofil akan
menunjukkan gejala klorosis jika kekurangan unsur tersebut.
b. Mobilitas unsur hara untuk ditranslokasikan. Dalam unsur hara ada beberapa
yang bersifat mobile dan beberapa lainnya bersifat immobile. Translokasi
terjadi dari daun tua ke daun muda atau organ penyimpan seperti buah dan
umbi. Pada daun tua merupakan pertama kali yang dapat dilihat pada gejala
kekurangan unsur hara N karena unsur hara ini tergolong mudah
ditranslokasikan pada. Gejala kekurangan unsur hara yang sulit/tidak bisa

8
ditanslokasikan akan terlihat pada daun muda pada awal terjadi kekurangan
unsur hara.
2. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Nitrogen (N)
a. Pertumbuhan tanaman berjalan lambat
b. Tanaman kurus dan kerdil
c. Daun hijau kekuningan, pendek, kecil dan tegak
d. Daun yang sudah tua bewarna hijau muda, kemudian berubah kuning dan layu
e. Bila sempat berbuah, buahnya akan kerdil, cepat masak lalu rontok [ CITATION
Arw19 \l 1057 ].
3. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Posfor (P)
a. Akar sedikit dan kecil
b. Batang hijau agak kemerahan
c. Daun tumbuh kecil pada bagian tepi kemerahan
d. Warna daun kusam, tanaman lemah, dan tumbuh lambat [ CITATION Bud07 \l
1057 ].
4. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Kalium (K)
a. Bintik-bintik nekrosis di urat daun
b. Pinggir daun tua tampak terbakar
c. Daun kering, daun bercak-bercak merah kecoklatan, lalu daun akan mengering
dan mati.
d. Bunga kecil dan mudah rontok
e. Daun tua terdapat bercak kuning.
f. Buah tumbuh tidak sempurna, mutunya jelek, hasilnya sedikit dan tidak tahan
simpan.
5. Gejala tanaman kekurangan unsur Calsium (Ca)
a. Tepi daun muda akan berubah menjadi kuning karena klorosis, yang kemudian
menjalar ke tulang daun
b. Kuncup muda akan mati karena perakaran sempurna. Jika ada daun yang
tumbuh, warnanya akan berubah dan beberapa jaringan pada daun akan mati.
6. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Magnesium (Mg)
a. Daun tua mengalami kerusakan dan gagal membentuk klorofil sehingga
tampak bercak cokelat, daun yang semula hijau akan berubah kuning dan
pucat.
b. Daun mengering dan seringkali langsung mati.
c. Daya tumbuh biji menjadi berkurang. Bila biji tumbuh, kualitasnya akan
kurang baik.
7. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Sulfur/Belerang (S)
a. Warna daun muda berubah menjadi hijau muda, tidak merata, sedikit mengilap
agak keputihan, kemudian berubah menjadi kuning kehijauan.
b. Pertumbuhan tanaman lambat, kerdil, kurus dan berbatang pendek.
8. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Klor (Cl)
a. Daun agak keriput
b. Pemasakan buah berlangsung lambat
c. Tanaman menjadi kurang produktif

9
9. Gejala tumbuhan kekurangan Zat Besi (Fe)
a. Warna menjadi kekuningan, terutama pada daun muda
b. Pertumbuhan tanaman seolah berhenti, sehingga daun berguguran dan
akhirnya tanaman mati.
10. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Mangan (Mn)
a. Pertumbuhan tanaman lambat, tanaman menjadi kerdil
b. Daun berwarna merah kekuningan
c. Jaringan daun di beberapa tempat akan mati.
11. Gejala tumbuhan kekurangan Tembaga (Cu)
a. Ujung daun tidak merata, layu dan mengalami kerusakan dan layu
b. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, terutama pada jenis tanaman jeruk
dan tanaman sayur.
12. Gejala kekurangan seng (Zn) pada tumbuhan antara lain:
a. Daun menjadi kekuningan dan kemerahan, terutama pada daun tua
b. Daun berlubang, mengering dan mati
c. Tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan mengumpul
(resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya
nekrosis.
13. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Boron
a. Gejala klorosis dari tepi daun, daun menjadi layu, kering dan mati
b. Daun muda tumbuh kerdil, kuncup mati dan bewarna hitam
c. Pada jagung menyebabkan tongkol tidak berbiji
14. Gejala tumbuhan kekurangan unsur Molibdenum (Mo)
a. Daun berubah warna, keriput dan kering
b. Pertumbuhan terhenti dan tanaman kemudian mati[ CITATION Arw19 \l 1057 ].

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Unsur esensial adalah unsur hara yang seutuhnya (mutlak) dibutuhkan oleh
tumbuhan agar berjalan dengan normal dalam kelangsungan hidupnya . Unsur hara
esensial tumbuhan memiliki 16 jenis unsur yaitu terdapat 13 jenis yang diperoleh
tumbuhan dari dalam tanah, dan 3 lainnya yaitu C, H dan O berasal dari udara atau
air. Unsur hara esensial berdasarkan perbedaan konsentrasinya dibedakan menjadi dua
yaitu unsur makro dan unsur mikro.. Unsur hara non esensial hanya memiliki peran
pada jenis tanaman tertentu dan tidak diperlukan oleh tanaman lain. Unsur hara non
esensial yaitu (Mo), (Cl), (Na), (Co), (Si), dan (Ni). Unsur hara esensial diperlukan
oleh tanaman dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh unsur lain. Jika jumlahnya
tidak kurang atau mencukupi, maka tanaman tidak bisa tumbuh dengan normal.
Berperan dalam jumlah yang relatif kecil, belum banyak yang dapat dipelajari pada
kekurangan unsur hara ini sebab perannya bisa digantikan dengan unsur hara lain.
Konsentrasi terendah atau konsentrasi yang mendekati konsentrasi maksimum
dalam jaringan yang mencapai peningkatan terbesar disebut konsentrasi kritis. Titik
kritis ini adalah zona responsif hara. Ketika unsur hara mencukupi, penyerapan hara
terus berlanjut, tetapi tidak menunjukkan peningkatan hasil. Sebaliknya bila
konsentrasi dalam jaringan melebihi ambang batas kecukupan hara, maka konsentrasu
ini disebut titik toksisitas atau titik di atas ambang batas (level kritis tertinggi). Gejala-
gejala yang ditunjukkan oleh tumbuhan seringkali digunakan sebagai penyaringan
awal untuk mengetahui jenis-jenis unsur hara yang kurang atau tidak tersedia.
kekurangan unsur hara dapat menyebabkan gejala yang berbeda pada organ yang
berbeda, pada tahap pertumbuhan yang berbeda, spesies tumbuhan yang berbeda, dan
ketersediaan unsur hara lain yang berkaitan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Arwansyah., Asrul, S dan John S. A. 2019. Penggunaan Algoritma FP-Growth Untuk


Mengetahui Nutrisi Yang Tepat Pada Tanaman Padi. Prosiding Seminar Ilmiah
Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Vlll(2).
Budiana, N.S. 2007. Memupuk Tanaman Hias. Jakarta. Penebar Swadaya.
Chapman, H.D. 1978. Diagnostic Criteria for Plants and Soil. Univiversity of California,
Reverside.
Jones, J.B. B. Wolf., and H.A. Mills. 1991. Handbook of Plant Analysis. Mac.Micro Publ.
Athens.
Koryati, T., dkk. 2021. Fisiologi Tumbuhan. Yayasan Kita Menulis

Lakitan, B. 2011. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta. Raja Grafindo Persada

Prassad, R. and J.F. Power. 1997. Soil Fertility Management for Sustainable Agriculture.
CRC Lewis Publ. New York.
Rasyid, A., J. Ryan, and G. Estefan. 2009. Soil and Plant Analysis Laboratory Manual. CSR
Press.

12