Anda di halaman 1dari 19

MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA Tn. X DENGAN PPOK


DI RUANG KENANGA KELAS 1 RSPAW SALATIGA

Disusun Oleh:

USWATUN CHASANAH

2008006

FAKULTAS KEPERAWATAN, BISNIS DAN TEKNOLOGI


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG

2020/2021
MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian

a. Identitas Pasien
Nama Pasien : Tn. X
Umur/Tgl Lahir : 50 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Petani
Agama : Islam
Suku : Jawa
No Register : 51372
Dokter Penanggung Jawab Pasien : Dr. Satria
Diagnosa Medis : PPOK
Alamat : Desa Kutoharjo Kendal
Tanggal Masuk : 16 Maret 2021 jam : 22.00
WIB
b. Penanggung Jawab Pasien
Nama Pasien : Nn. V
Umur/Tgl Lahir : 26 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Desa Kutoharjo Kendal
Pendidikan terakhir : Sarjana
Pekerjaan : Mahasiswa
Suku : Jawa
Hubungan dengan klien : Anak Kandung
2. Mengimplemetasikan pengolalaan pasien

a. Penerima Pasien Baru

Pasien dibawa ke IGD RSPAW Salatiga pada tanggal 30 Januari

2021 pukul 10.00 WIB diantar oleh anaknya, karena ±3 jam sebelum

dibawa kerumah sakit klien tiba-tiba merasakan nyeri dada sebelah

kiri dan nyeri ulu hati, mual, muntah, di UGD pasien dilakukan

pengecekan TTV dengan hasil TD : 110/90mmHg, Nadi : 82x/menit,

RR: 26x/menit, Suhu: 36,7°C, dan dilakukan pemeriksaan EKG serta

Foto Thorax. Dari hasil tersebut pasien didiagnosis oleh dokter positif

AMI kemudian dokter menyarankan untuk pasien opname di rumah

sakit dan keluarga pasien serta pasien setuju untuk di opname.

Kemudian perawat menghubungi ruang kenanga kelas 1 untuk

bertanya adakah kamar kosong, setelah perawat kenanga mengatakan

ada kamar kosong lalu pukul 12.00 wib pasien dirawat diruang

Kenanga kelas 1 RSPAW Salatiga diantar oleh portil UGD

menggunakan bed menuju ruang Kenanga kelas 1. Ny. A diterima

oleh perawat Safina, kemudian portil mengoperkan pasien dan

melaporkan tidakan yang telah dilakukan di UGD yaitu cek ttv,

pemeriksan EKG serta Foto Thorax, pasien juga telah diberikan terapi

infus Rl 20 tpm dan dipasang kateter urine. Setelah itu perawat Safina

melakukan assessment kepada Ny. A dan melakukan orientasi pasien

baru kepada Ny.A.


b. Proses Orientasi Ruangan Pada Pasien

Saat Ny.A dan keluarga datang pada saat perawat Safina berdinas di

ruang kelas 1 kenanga melakukan orientasi ruangan yaitu

menjelaskan:

1. Nomer kamar dan bed pasien menjelaskan ruangan yang

ditempati adalah ruangan Kenanga kelas 1 yang terdiri dari 3 bed

pasien

2. Menjelakan penggunaan gelang pasien bahwa gelang yang

berwarna biru untuk pasien laki-laki dan gelang warna pink untuk

pasien perempuan.

3. Gelang pasien tertulis nama, tanggal lahir, dan nomer RM. Saat

akan melakukan asuhan keperawatan perawat akan selalu

melakukan identifikasi pasien dengan menanyakan nama, tanggal

lahir dan kemudian perawat akan mengecek gelang pasien

4. Menjelaskan bahwa di sebelah bed pasien terdapat lemari kecil,

biasa digunakan untuk menyimpan barang-barang pasien ataupun

keluarga yang menunggu pasien dan terdapat kursi kecil untuk

penunggu pasien.

5. Bagian ujung ruangan terdapat kamar mandi yang bisa digunakan

untuk mandi, BAB dan BAK, dan juga menjelaskan tentang

pispot dan bagaimana cara menggunakannya.


6. Menjelaskan bahwa bed yang ditempati Ny. A bisa diatur sesuai

posisi nyaman pasien, pengaturan bednya menggunakan remot

yang berada disamping pagar bed dan perawat Safina

menjelaskan cara menggunakan remot bed pasien.

7. Terdapat tombol bel diatas tempat tidur pasien, jika pasien

membutuhkan bantuan perawat pasien bisa menekan bel tersebut.

8. Menjelaskan perawat yang bertanggung jawab pada Ny. A adalah

perawat Safina.

9. Menjelaskan dokter yang bertanggung jawab adalah Dr. Tirta dan

jadwal visit dokter Tirta sore jam 16.00 ke atas.

10. Menjelaskan tata tertib diruangan yaitu tidak boleh merokok,

tidak boleh memfoto,anak kecil dilarang masuk area ruangan dan

cukup 1 orang yang menunggu pasien.

11. Menjelaskan jam kunjung pasien yaitu pukul 09.00-11.00 dan jam

17.00-19.00 wib.

12. Menjelaskan cara mencuci tangan dengan benar dan etika batuk

kemudian perawat Safina mempersilahkan pasien dan keluarga

pasien mempraktikkannya, perawat Safina juga menjelaskan

kepada keluarga dan pasien untuk mengisi form penjelasan dokter

tentang obat dan kandungan didalam obat serta penyuluhan

kesehatan oleh perawat dan untuk menandatangani form tersebut

jika setuju.
13. Menjelaskan pasien safety dengan memasang penghalang bed

setiap penunggu pergi.

14. Dokter menjelaskan obat yang perlu dan harus didapatkan untuk

pasien Ny.A

15. Apoteker menjelaskan kandungan obat yang diberi pada pasien Ny.

16. Menjelaskan bahwa Perawat akan selalu melakukan penyuluhan

kesehatan

c. Tingkat Ketergantungan pasien dengan menggunakan tinggkat


ketergantungan menurut Douglass

Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa tingkat ketergantungan

menurut teori dari Douglas didapatkan bahwa klien Ny. A dengan

tingkat ketergantungan kategori II yaitu Intermediate care/perawatan

partial, memerlukan waktu 3-4 jam/hari dengan kriteria.

a. Kebersihan dibantu, makan dan minum dibantu

b. Obsevasi tanda-tanda vital setiap 4 jam

c. Ambulasi dibantu
3. Prinsip Pasien Safety
No PatientSafety Dilakukan Tidak
Dilakukan
1 Pastikan identitas pasien (penggunaan 
gelang berwarna Pink)nama
pasien,tanggal lahir,RM
2 Perhatikan nama obat,rupa dan ucapan 
mirip(look-alike , sound-a like
medication names).
3 Komunikasi secara benar saat serah 
terima pasien yaitu dengan menggunakan
pendekatan SBAR
4 Pastikan tindakan yang benar pada sisi 
tubuh yang benar seperti pemasangan
infus pada sisi kanan tangan.
5 Pastikan pagar bed selalu terpasang dan 
pastikan dapat digunakan
6 Hindari salah penyuntikan obat atau 
salah perawatan infus

7 Gunakan alat injeksi sekali pakai 


8 Tingkatkan kebersihan tangan untuk 
pencegahan infeksi nosokomial saat akan
melakukan tindakan aseptif
9 Penggunaan APD ( masker, handscoon) 

Kesimpulan : penerapan pasien safety pada Ny A sudah dilakukan dengan

baik dan benar

TABEL MORSES FALLRISK

Penilaian Resiko Jatuh Skor Tgl: Tgl: Tgl: Tgl Tgl:


04/0 :
2
Riwajat Jatuh: tidak Jatuh satu kali atau 25
termasuk kecelakaan lebih dalam kurun
kerja atau waktu 6 bulan
rekreasional
Status Mental Agitasi/Konvulsi 15
Dimensia 15
Gaya berjalan Tergantung 20 20
Lemah 10
Normal 0
Alat bantu jalan Benda sekitar, kursi, 30
dinding dll
Kruk, tongkat, tripot 15
dll
Kondisi medis Diagnosa sekunder 15
Pasien terpasang infus 20 20
Skor Total S.K.O.R.E 40
Kesimpulan Pasien Ny. A Resiko jatuh sedang
Keterangan Skor:

Resiko Tinggi (RT) : 51 atau lebih

Resiko Sedang (RS) : 25 – 50

Resiko Rendah (RR) : 0 – 24

4. Kebutuhan Waktu Perawatan Pasien

Hari/ Jam Tindakan Keperawatan yang Jenis Tindakan Keperawatan


Tanggal dilaksanakan Langsung Tidak Kolaborasi
Langsung
Rabu , 09.30 Melakukan assessment pasien 5 menit
03 baru
Februari 10.10 Melakukan orientasi pasien 7 menit
2021 baru
12.30 Perawat memberikat terapi 8 menit
obat peroral dan terapi obat
intravena
13.00 Melakukan mengecekan TTV 6 menit
dan memvalidasi kondisi
terkini pasien
13.30 Sudah dilakukan 5 menit
pengambilan darah
15.00 Melakukan validasi operan 5 menit
pada pasien
15.30 Mendampingi dokter visit dan 5 menit
menyampaikan informasi
hasil lab darah.
17.20 Memposisikan klien 10 menit
semifowler
18.00 Memberikan informasi untuk 6 menit
selalu menutup restrain bed
pasien agar pasien tidak jatuh
21.00 melakukan validasi operan, 5 menit
22.00 Perawat memberikan obat 7 menit
peroral dan obat injeksi
intravena
05.00 Melakukan pemeriksaan TTV 6 menit
05.30 Membantu pasien personal 20 menit
hygine
06.45 Memposisikan klien semi 5 menit
fowler
Kamis, 07.20 Melakukan overan pasien 10 menit
04 berbaring ditempat tidur
Februari masih mengeluh lemah dan
2021 nyeri
07.50 memberikan injeksi 5 menit
08.00 Melakukan EKG 10 menit
11.00 Mengajarkan klien teknik 10 menit
distraksi
12.30 Memberikan obat per oral 4 menit
13.30 Memberikan terapi injeksi IV 10 menit
dan melakukan pengecekan
TTV
14.00 Melakukan validasi overan 7 menit
dan memberitahu dokter akan
visit pukul 15.00
15.00 Mendampingi visit dokter dan 10 menit
memberitahukan hasil EKG
16.00 Mengganti cairan infuse 3 menit
pasien RL 20 tpm
18.00 Memposisikan klien 5 menit
semifowler
18.10 Memberikan informasi untuk 8 menit
selalu menutup restrain bed
pasien agar pasien tidak jatuh
21.15 Melakukan validasi operan 7 menit
22.00 Memberikan obat oral serta 8 menit
injeksi dan memeriksa cairan
infise pasien
05.00 Melakukan monitor TTV dan 15 menit
perawatan infus
6.35 Memberikan obat oral pagi 5 menit
hari
Jumat, 07.30 Memvalidasi kondisi pasien 6 menit
05 08.00 Memberikan injeksi iv 10 menit
Februari
2021 09.00 Memposisikan pasien 6 menit
semifowler
11.00 Memeriksa apakah ada 8 menit
oedema pada sekitar infus
13.00 Monitor TTV dan 15 menit
memberikan terapi injeksi IV
serta obat peroral
14.45 Validasi operan kondisi 5 menit
pasien
16.00 Mendampingi dokter visit dan 15 menit
menjelaskan kondisi pasien
17.00 Mengajarkan teknik distraksi 10 menit
18.00 Memberikan obat injeksi IV 10 menit
dan obat peroral
21.00 Memvalidasi operan terkait 10 menit
kondisi pasien
22.00 Pemberian obat injeksi dan 15 menit
obat peroral
05.00 Monitor TTV pasien 10 menit

Rekap waktu tindakan keperawatan yang dilakukan

Hari perawatan Jadwal shift Waktu tindakan keperawatan yang dilakukan

1. Pagi 36 menit

Siang 21menit

Malam 43 menit

2 Pagi 49 menit

Siang 33 menit

Malam 35 Menit

3 Pagi 45 menit

Siang 40 menit
Malam 35 menit
5. Kebutuhan SDM menurut DOUGLAS

Klasifikasi
Pasien
Jumlah
pasien Minimal Parsial Total

Pagi Siang Malam Pagi siang Malam Pagi Siang Malam

1 0,17 0,14 0,07 0,27 0,15 0,10 0,36 0,30 0,20

2 0,34 0,28 0,14 0,54 0,30 0,20 0,72 0,60 0,40

3 0,51 0,42 0,21 0,81 0,45 0,30 1,08 0,90 0,60

Ruang Kenanga kelas I kuota Tempat tidur 8, hari ini terisi 7 TT. Dengan
kualifikasi 3 pasien minimal/mandiri, 3 pasien parsial care dan 1 pasien total
care

a. Jumlah perawat yang dibutuhkan

Minimal Partial Total care Jumlah

Pagi 3x0,17 : 0,513x 0,27 : 1x0,36 : 1,68 = 2


0,81 0,36
Siang 3x 0,14 : 0,42 3x0,15 : 1x0,30 : 1,17 = 1
0.45 0,30
Malam 3 x 0,07 : 0,21 3x0,10 : 1x0,20 : 0,71 = 2
0,3 0.20
Jumlah Perawat yang dibutuhkan perhari 5 orang

Total perawat pada sift pagi 0,51 + 0,81 + 0,36 = 1,68 dibulatkan menjadi 2

Total perawat pada sift sore 0,42 + 0,45 + 0,30 = 1,17 dibulatkan menjadi 1

Total perawat pada sift malam 0,21 + 0,3 + 0,20 = 0,71 dibulatkan menjadi 2

Jadi total kebutuhan tenaga keperawatan pada saat itu adalah 5 perawat

dalam perhari
6. Kebutuhan Logistik Pasien

No Tindakan Logistik Tanggal Total


Penggunaan
17/3/21 18/3/21 19/3/21
1 Biaya 1 1
Administrasi
2 Pemberian a. Alkohol swab 6 6 6 18
terapi obat b. RL 500 ml 1 1 1 3
melalui IV c. Waslap towel 2 2
line d. Ultrafix 1 1 2
e. Polywin 20 IV 1 1 2
f. Pro IV transparent 1 1 2
g. Cefotaxime 2 2 2 3
intravena gram
2x1
h. Methylprednisolon 2 2 2 3
intravena 125
gram 2x1
i. Ciprofloxacin 500 2 2 2 6
mg 2x1
j. Vectrim syrup 300 1 1
ml 3x1
k.Nebulizer 3 3 3 9
combivent 30,1 mg
3x1
l. Oksigen nasal kanul 1 1
m. Infus Nacl 0,9 % 1 1
n. Handscoon 2 2 2 6

3 Laboratorium a. Ct Scan
dan b. Dengue blood IgG
pemeriksaan IgM
diagnostic c. Pemeriksaan
SGOT
d. Pemeriksaan
SGPT
e. Dispo 5 cc
f. Pemeriksaan 1 1 1 3
Darah Rutin
g. Pemeriksaan IgM
Salmonella
4 Ruang a. Tempat Tidur 1 1 1
perawatan : b.
AC
Kelas 1 c.
Meja
d.
Kursi
e.
Sprei
f.
Bantal
g.
Sarung bantal
h.
Selimut
i.
Tiang infus
j.
Handrub
k.
Tong sampah
l.
Lemari
m.
Penerangan+listri
k
n. Air
o. Kamar mandi/WC
p. Gayung
q. Pispot
5. Visit dokter Dokter spesialis Paru ( 1 1
spesialis Dr. Satria)

6. Kolaborasi Radiologi
Apoteker 2 2 2 4
7. Tindakan Asuhan 1 1 1 2
Keperawatan Keperawatan/haria
n
Injeksi per hari 2 2 2 6
Pasang infus
dewasa
Memandikan 1 1 1 3
pasien perhari
8. Materai 1 - 1
Pehitungan Biaya

No Tindakan Total Harga Total


Penggunaan Satuan Biaya
Logistik
1. Biaya 1 50.000 50.000
administrasi
2. Pemberian terapi a. Alkohol swab 18 479 4.790
obat melalui IV b. Infuse Rl 500 ml 3 11.000 33.000
line c. Waslab towel 2 7.183 14.366
d. Ultrafix 2 4.955 4.955
e. Polywin 20 IV 2 16.288 16.288
f. Pro IV transparent 2 6.440 6.440
g. Cefotaxime intravena 3 12000 36.000
gram 2x1
h. Methylprednisolon 3 7.000 21.000
intravena 125 gram
2x1
i. Ciprofloxacin 500 mg 6 6500 39.000
2x1
j. Vectrim syrup 300 ml 1 46.400 46.400
3x1
k. Nebulizer combivent 9 9.500 85.500
30,1 mg 3x1
l. Oksigen nasal kanul 1 10.000 10.000
m. Infus Nacl 0,9 % 1 10.800 10.800
n. Handscoon 6 3.000 18.000
3. Laboratorium a. Pemeriksaan CT-Scan
dan Pemeriksaan b. Dengue blood IgG
diagnostic IgM
c. Pemeriksaan SGOT
d. Pemeriksaan SGPT
e. Dispo 5 cc
f. Pemeriksaan Darah 3 90.000 270.000
Rutin
g. Pemeriksaan IgM
Salmonella
4. Ruang a. Tempat Tidur 3 500.000 1.500.000
Perawatan: b. AC
Kelas 1 c. Meja
d. Kursi
e. Sprei
f. Bantal
g. Sarung bantal
h. Selimut
i. Tiang infus
j. Handrub
k. Tong sampah
l. Lemari
m. Penerangan+listrik
n. Air
o. Kamar mandi/WC
p. Gayung
q. Pispot
5. Visit dokter Dokter spesialis 1 50.000 50.000
spesialis
6. Kolaborasi Radiologi
Dengan Apoteker 6 20.000 120.000
7. Tindakan Asuhan 3 10.000 30.000
Keperawatan Keperawatan/harian
Edukasi dan demostrasi 1 25.000 25.000
pengendalian infeksi
(cuci tangan, etika
batuk)
Edukasi pemasangan 1 10.000 10.000
restrain
Injeksi per hari 6 10.000 60.000
Membantu melakukan 3 30.000 90.000
personal hygine
Pemeriksaan EKG
8 Materai 1 6.000 6.000

7. Edukasi pasien dan Keluarga

Edukasi yang dilakukan pada pasien Tn. X yaitu mengenai penyakit dan

penanganan PPOK. Materi yang disiapkan lembar balik, leaflet, tentang

penanganan yang perlu dilakukan pada pasien PPOK. Lalu juga

melakukan edukasi pengendalian infeksi dengan cara demonstrasi cara

melakukan 6 langkah cuci tangan yang benar, serta edukasi untuk pasien

resiko jatuh dengan memasang bedrails.


8. Komunikasi Interpersonal

Karena di rumah sakit ada beberapa staff yang bekerja seperti

perawat,dokter,ahli gizi, cleaning service dll mak pasien harus di edukasi

tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan bener jika

membutuhkan bantuan.

Komunikasi interpernosal yang dilakukan pasien adalah dengan dokter

penanggung jawap pasien yaitu dokter Satria yaitu tentang keluhan sesak

nafas, batuk, dahak sulit keluar, dan tidak bisa tidur. Dr. Satria

memberikan advis untuk pemberian injeksi dan terapi nebulizer, lalu juga

dengan perawat yang ada di ruang kenanga kelas satu untuk memberikan

asuhan keperawatan setiap harinya dengan memberikan terapi nebulizer.

9. Hambatan dan Pendukung Proses Keperawatan

Hambatan yang ditemukan pada saat saya praktek keperawatan stase

manajemen yaitu pada saat pembagian tugas ada beberapa hal yang masih

awam bagi kami, sehingga membuat hambatan pada proses pembelajaran

stase keperawatan manajemen.

10. Hambatan dan Pendukung Serta Solusi Penyelesaian dalam

pengelolaan masalah keperawatan

Pada kasus ini yang menjadi hambatan pada proses keperawatan yaitu

kurangnya pengetahuan pada pasien dan rasa khawatir serta cemas yang

berlebih pada pasien. Kurangnya pengetahuan pada pasien membuat

pasien merasa khawatir dan cemas terlalu tinggi. Faktor yang mendukung

pasien dalam mengatasi khawatir dan cemas secara berlebih yaitu berikan
pengetahuan yang cukup mengenai penyakit yang di derita pasien dan tak

lupa libatkan keluarga. Peran perawat sebagai educator yaitu sebagai

pemberi pendidikan kesehatan itu sebagai penyelesaian dalam masalah ini.

11. Etik moral yang sudah dilakukan terhadap pasien kelolaan

a. Autonomi atau Kemandirian


Pada saat Tn. X mampu memutuskan sendiri bahwa dirinya
bersedia di rawat di ruang Kenanga kelas satu rumah sakit
RSPAW Salatiga, pasien juga memutuskan sendiri bersedia atau
tidak dalam menerima asuhan keperawatan.
b. Veracity atau kejujuran
Memberitahukan informasi tentang penyakit klien dengan
sebenar-benarnya.
c. Benefience atau berbuatbaik:
Melakukan pemasangan kateter urin untuk memudahkan pasien
serta keluarga dan agar klien tidak kelelahan saat kekamar mandi
serta mencengah terjadinya resiko jatuh.
d. Nonmalefisience atau tidak merugikan
Sebelum melakukan tindakan keperawatan dicek terlebih dahulu
jika pasien yang akan diberikan asuhan keperawatan sudah benar
sehingga tidak merugikan pasien jika terjadi kesalahan.
e. Fidelity atau menepati janji

Melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan jadwal yang telah


ditetakan tidak mengulur-ulur waktu.

f. Justice atau keadilan

Pada saat perawat ruang Kenanga memberikan asuhan


Keperawatan tanpa membedakan-bedakan pasien berdasarkan
kelas social, ras, suku, agama atau golongan.
g. Confidentiality atau kerahasiaan
Perawat menjaga kerahasiaan informasi tentang klien baik
identitas pribadi, ataupun tentang penyakit yang diderita oleh klien
h. Accuntability atau Akun tabilitas

Pada saat perawat ruang kenanga bertanggung jawab atas tindakan


keperawatan yang dilakukan terhadap Tn. X seperti memberikan
obat sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan dokter.