Anda di halaman 1dari 21

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

LATIHAN ROM AKTIF DAN PASIF

Oleh
Kelompok 2

1. Danial Yusi Gufran


2. Lu’lu Wal Marjan
3. Linda Fuji Ramdani
4. Karina Citra Mandhita
5. Satriono Hadi
6. Satria Wahyuningsih
7. Ira Hartina
8. Ardiansyah Sudirman
9. Deden Rahmatullah
10. Nendini Delliana

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN PROFESI NERS ANGKATAN XIV B


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)MATARAM

2019

1
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

LATIHAN ROM AKTIF DAN PASIF

Telah diperiksa dan disetujui pada:

Hari / tanggal :

Tempat :

Mahasiswa

KELOMPOK 2

MENGETAHUI

Pembimbing Lahan Pembimbing Akademik

((Mahendrawati Ningsih,S.Kep) (Ns.Rahmani Ramli,S.Kep.,M.PH)

2
SATUAN ACARA PENYULUHAN

LATIHAN ROM AKTIF DAN PASIF

Mata Ajar : KDP

Pokok Bahasan : ROM aktif dan pasif

Sub Pokok Bahasan : Latihan ROM aktif dan pasif

Hari/Tanggal : Jumat, 27 September 2019

Waktu : 45 menit

Penyuluh : Mahasiswa/i profesi STIKES MATARAM

Tempat : Ruang Irna 2 RSUD Patut Patuh Patju


Lombok Barat

A. LATAR BELAKANG
Kekuatan otot mulai menurun sekitar usia 40 tahun,
dengan suatu kemunduran yang dipercepat setelah usia 60
tahun. Perubahan gaya hidup dan penurunan pengunaan
sistem neuromuskuler adalah penyebab utama terjadinya
kehilangan kekuatan otot dan perlambatan, pergerakan yang
kuang aktif di hubungkan dengan perpanjangan waktu
kontraksi otot, periode laten dan periode relaksasi dari
unit motor dalam jaringan otot, sendi-sendi seperti
pinggul, lutut, siku, pergelangan tangan, leher dan
vetebra, menjadi sedikit fleksi pada usia lanjut.
Range of motion (ROM) adalah latihan yang menggerakan
persendiaan seoptimal dan seluas mungkin sesuai kemampuan
seseorang yang tidak menimbulkan rasa nyeri pada sendi
yang digerakan. Adanya pergerakan pada persendiaan akan
menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah ke dalam
kapsula sendi, latihan ROM juga bisa dilakukan sekitar 5-
10 kali dan dilakukan sekurang-kurang 2 kali sehari.

3
B. Analisa Situasi
1. Peserta
Peserta dalam peyuluhan ini adalah keluarga pasien dan
pasien yang belom mempunyai pengetahuan tentang Rom
Aktif dan Pasif.
2. Kelas/ruangan/
a. Ruangan di Irna 2 RSUD Patut Patuh Patju
b. Keadaan penerangan dan ventilasi baik dan terang
c. Prasarana yang tersedia leaflet dan lembar balik

C. PENGAJAR/FASILITATOR
Pendidikan kesehatan ini akan diberikan oleh mahasiswa
profesi ners STIKES Mataram Kelompok Angkatan XIV.

D. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan keperawatan/pendidikan
kesehatan maka penerima manfaat mampu mengetahui dan
mengerti tentang latihan ROM dan latihan kekuatan
otot
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan / pendidikan
kesehatan selama 1 x 45 menit penerima manfaat mampu:
a. Mendemonstrasikan dengan benar latihan gerakan pasif
anggota gerakan atas
b. Mendemonstrasikan latihan pasif anggota gerak bawah
c. Mendemontrasikan latihan aktif anggota gerak atas
d. Mendemontrasikan latihan aktif anggota gerak bawah
e.  Mendemosntrasikan latihan pergerakan otot dan sendi

E. Sasaran
Penyuluhan kesehatan ini diberikan pada Keluarga Pasien
di ruangan Irna 2

4
F. Strategi Pelaksanaan
Hari dan tanggal pelaksanaan : Jumat, 27 September 2019
Waktu : Jumat, 27 September pkl 10.00
Tempat : Ruang Irna 2

G. Metode
1. Ceramah
2. Demontrasi
3. Diskusi/ tanya jawab

V. Susunan Acara

Tahap Kegaiatan Waktu


Pembukaan 1. Mengucapkan salam Menjawab saam
(3 Menit) 2. Memperkenalkan diri Mendengarkan
3. Penyampaian maksud dan tujuan Memperhatikan
pertemuan sesuai kontrak
waktu
Penyajian 1. Menjelaskan tentang Mendengar
Materi pengertian, manfaat dan Memperhatikan
(15
prosedur.
Menit)
2. Mendemonstrasikan dengan
benar latihan gerakan pasif
anggota gerakan atas
3. Mendemonstrasikan
latihan pasif anggota gerak
bawah
4. Mendemontrasikan latihan
aktif anggota gerak atas
5. Mendemontrasikan latihan
aktif anggota gerak bawah
6. Mendemonstrasikan
latihan pergerakan otot dan
sendi

1. Memberikan kesempatan Bertanya


Evaluasi keluarga untuk bertanya Simulasi
(10 2. Menanyakan kembali kepada

5
menit) klien tentang tujuan latihan
ROM.
3. Meminta klien untuk
mempraktekkan kembali latihan
ROM yang ditelah ajarkan
Memvalidasi perasaan klien
Penutup 1. Melakukan evaluasi Menjawab salam
(3 Menit) demonstrasi latihan gerak
aktif dan pasif
2. Menutup pertemuan dan
mengucapkan salam
3. Kontrak waktu untuk
pertemuan selanjutnya

VI. Seeting Tempat

peserta penyuluh

Pengorganisasian

1. Baiq manhidayanti : penyaji

2. Erin pebriansyah : moderator

3. Ni kadek sri widiyanti : fasilitator

4. Dedi sukandi : fasilitator

5. Adi prasetya : fasilitator

6. Anita nirmalasari : fasilitator

7. Rabiatul adawiyah : fasilitator

8. Nunung andrayani : fasilitator

VII. Media
1. Leaflet
2. Poster / Banner
VIII. Kriteria Evaluasi

6
1. Evaluasi Struktur
Peserta penyuluhan dapat mengikuti latihan ROM dan
kekuatan otot dengan baik
2. Evaluasi Proses
a. Peserta bersedia mengikuti latihan ROM dan
kekuatan otot dengan baik dan benar sesuai
dengan kontrak waktu yang telah dibuat
b. Peserta dapat mengulang apa yang sudah diajarkan
meskipun tidak sepenuhnya mengingat
3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan latihan ROM dan latihan kekuatan otot
berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
b. Adanya kesepakatan antara penerima manfaat
dengan penyuluh dalam melaksanakan implementasi
keperawatan selanjutnya.

7
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI, 1995. Penerapan Proses Keperawatan Pada
Klien Dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal.
Jakarta. Bakti Husada

Potter, Patricia A. & Perry, Anne Griffin (2010). Buku


Ajar Fundamental Keperawatan, Edisi 4. Jakarta:
EGC

Warfield, Carol . 2012 . Segala Sesuatu yang Perlu


Anda Ketahui Terapi Medis . Jakarta : Gramedia
Widiasarana Indonesia.

8
TINJAUAN TEORI

1. Definisi ROM
Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang
dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki
tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan
persendian secara normal dan lengkap untuk
meningkatkan massa otot dan tonus ototdan sebagai
dasar untuk menetapkan adanya kelainan ataupun
untuk menyatakan batas gerakan sendi yang abnormal.

2. Jenis ROM
1. ROM Pasif
Latihan ROM pasif adalah latihan ROM yang di
lakukan penerima manfaat dengan bantuan perawat
setiap-setiap gerakan. Indikasi latihan pasif
adalah penerima manfaat semikoma dan tidak sadar,
penerima manfaat dengan keterbatasan mobilisasi
tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan
rentang gerak dengan mandiri, penerima manfaat
tirah baring total atau penerima manfaat dengan
paralisis ekstermitas total (suratun, dkk, 2008).
Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga
kelenturan otot-otot dan persendian
dengan menggerakkan otot orang lain secara pasif
misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki
penerima manfaat.
2. ROM Aktif
Latihan ROM aktif adalah perawat memberikan
motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan
pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan
rentang gerak sendi normal. Hal ini untuk melatih

9
kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan
cara menggunakan otot-ototnya secara aktif.
3. Tujuan ROM 
1. Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
2. Memelihara mobilitas persendian
3. Merangsang sirkulasi darah
4. Mencegah ke lainan bentuk

4. Indikasi ROM (Range of Motion)


1. ROM aktif.
 Pada saat klien dapat melakukan kontraksi otot
secara aktif dan menggerakkan ruas sendinya
baik dnegan bantuan atau tidak
 Pada saat klien memiliki kelemahan otot dan
tidak dapat menggerakkan persendian sepenuhnya
 Dapat digunakan untuk program latihan aerobic
 Digunakan untuk memelihara mobilisasi ruas di
atas dan di bawah daerah yang tidak dapat
bergerak.
2. ROM pasif
 Pada daerah di mana terdapat inflamasi
jaringan akut yang apabila dilakukan
pergerakan aktif akan menghambat proses
penyembuhan
 Ketika pasien tidak dapat atau tidak
diperbolehkan untuk bergerak aktif pada ruas
atau seluruh tubuh, misalnya keadaan koma,
kelumpuhan atau bedrest total.
5. Kontraindikasi ROM (Range of Motion)
1. Latihan ROM tidak boleh dilakukan apabila gerakan
dapat mengganggu proses penyembuhan cedera
2. ROM tidak boleh dilakukan bila respom klien atau
kondisinya membahayakan
3. Stroke atau penurunan tingkat kesadaran

10
4. Kelemahan Otot
5. Fase rehabilitas fisik Klien Baring lama
6. Macam-Macam Gerakan ROM (Range of Motion)
1. Fleksi
2. Ekstensi
3. Hiperekstensi
4. Abduksi
5. Adduksi
6. Rotasi
7. Eversi
8. Inversi
9. Pronasi
10. Supinasi
11. Oposisi
7. Akibat Tidak Dilakukannya Mobilisasi
1. Timbulnya berbagai penyakit, contohnya :
 Otot menjadi kisut (atrofi)
 Sendi kaku
 Infeksi saluran nafas
 Infeksi saluran kencing dan sembelit
 Luka lecet pada jaringan kulit yang ditekan
akibat tirah baring  lama
2. Ketergantungan kepada orang lain
3. Rendahnya kualitas hidup
4. Kematian
8. Prinsip Dasar Latihan ROM
1. ROM harus diulang sekitar 8 kali dan dikerjakan
minimal 2 kali sehari
2. ROM di lakukan berlahan dan hati-hati sehingga
tidak melelahkan penerima manfaat
3. Dalam merencanakan program latihan ROM,
perhatikan umur penerima manfaat, diagnosa,
tanda-tanda vital dan lamanya tirah baring.

11
4. Bagian-bagian tubuh yang dapat di lakukan latihan
ROM adalah leher, jari, lengan, siku, bahu,
tumit, kaki, dan pergelangan kaki.
5. ROM dapat di lakukan pada semua persendian atau
hanya pada bagian-bagian yang di curigai
mengalami proses penyakit.
6. Melakukan ROM harus sesuai waktunya. Misalnya
setelah mandi atau perawatan rutin telah di
lakukan.

9. Manfaat ROM
1. Meningkatkan mobilisasi sendi
2. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
3. Meningkatkan massa otot
4. Mengurangi kehilangan tulang
5. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot
dalam melakukan pergerakan
6. Mengkaji tulang sendi, otot
7. Mencegah terjadinya kekakuan sendi
8. Memperlancar sirkulasi darah
9. Memperbaiki tonus otot

10. Latihan Pasif Anggota Gerak Atas


1. Gerakan menekuk dan meluruskan sendi bahu :
a. Tangan satu penolong memegang siku, tangan
lainnya memengang lengan.
b. Luruskan siku naikan dan turunkan legan
dengan siku tetap lurus 
2. Gerakan menekuk dan meluruskan siku :
Pegang lengan atas dengan tangan satu, tangan
lainnya menekuk dan meluruskan siku
3. Gerakan memutar pergelangan tangan :

12
a. Pegang lengan bawah dengan tangan satu,
tangan yang lainnya menggenggam telapak
tangan penerima manfaat
b. Putar pergelangan tangan penerima manfaat ke
arah luar (terlentang) dan ke arah dalam
(telungkup)
4. Gerakan menekuk dan meluruskan pergelangan
tangan:
a. Pegang lengan bawah dengan tangan satu,
tangan lainnya memegang pergelangan tangan
penerima manfaat
b. Tekuk pergelangan tangan ke atas dan ke
bawah
5. Gerakan memutar ibu jari:
Pengang telapak tangan dan keempat jari dengan
tangan satu, tangan lainnya memutar ibu jari
tangan
6. Gerakan menekuk dan meluruskan jari-jari
tangan
Pegang pergelangan tangan dengan tangan satu,
tangan yang lainnya menekuk dan meluruskan
jari-jari tangan

11. GERAKAN ROM BERDASARKAN BAGIAN TUBUH

Menurut Potter & Perry, (2005), ROM terdiri dari


gerakan pada persendian  sebagai berikut :

Leher, Spina, Serfikal


Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Menggerakan dagu menempel ke rentang
dada, 45°
Ekstensi Mengembalikan kepala ke rentang
posisi tegak, 45°
Hiperektensi Menekuk kepala ke belakang rentang
sejauh mungkin, 40-45°

13
Fleksi Memiringkan kepala sejauh rentang
lateral  mungkin sejauh mungkin 40-45°
kearah setiap bahu,   
Rotasi Memutar kepala sejauh rentang
mungkin dalam gerakan 180°
sirkuler,

Bahu
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Menaikan lengan dari rentang
posisi di samping tubuh ke 180°
depan ke posisi  di atas
kepala,
Ekstensi       Mengembalikan lengan ke rentang
posisi di samping tubuh, 180°
Hiperektensi Mengerkan lengan rentang
kebelakang tubuh, siku 45-60°
tetap lurus,
Abduksi Menaikan lengan ke posisi rentang
samping di atas kepala 180° 
dengan telapak   tangan
jauh dari kepala,
Adduksi Menurunkan lengan ke rentang
samping dan menyilang 320°
tubuh sejauh mungkin,
Rotasi dalam Dengan siku pleksi, rentang
memutar bahu dengan 90°
menggerakan lengan sampai
ibu jari menghadap ke
dalam dan ke belakang,
Rotasi luar Dengan siku fleksi, rentang

14
menggerakan lengan sampai 90°
ibu jari ke atas dan
samping kepala,
Sirkumduksi Menggerakan lengan dengan rentang
lingkaran penuh, 360°

Siku
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Menggerakkan siku sehingga rentang
lengan bahu bergerak ke depan 150°
sendi bahu dan tangan sejajar
bahu,
Ektensi Meluruskan siku dengan rentang
menurunkan tangan, 150°

Lengan bawah
Gerakan Penjelasan Rentang
Supinasi Memutar lengan bawah dan rentang 70-
tangan sehingga telapak 90°
tangan menghadap ke atas,
Pronasi Memutar lengan bawah sehingga rentang 70-

15
telapak tangan menghadap ke 90°
bawah,

Pergelangan tangan
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Menggerakan telapak tangan rentang
ke sisi bagian dalam lengan 80-90°
bawah,
Ekstensi Mengerakan jari-jari tangan rentang
sehingga jari-jari, tangan, 80-90°
lengan  bawah berada dalam
arah yang sama,
Hiperekstensi Membawa permukaan tangan rentang
dorsal ke belakang sejauh 89-90°
mungkin,
Abduksi Menekuk pergelangan tangan rentang
miring ke ibu jari, 30°
Adduksi Menekuk pergelangan tangan rentang
miring ke arah lima jari, 30-50°

Jari- jari tangan


Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Membuat genggaman, rentang
90°
Ekstensi Meluruskan jari-jari rentang

16
tangan, 90°
Hiperekstensi Menggerakan jari-jari rentang
tangan ke belakang sejauh 30-60°
mungkin,
Abduksi Mereggangkan jari-jari rentang
tangan yang satu dengan 30°
yang lain,
Adduksi Merapatkan kembali jari- rentang
jari tangan, 30°

Ibu jari
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Mengerakan ibu jari menyilang rentang 90°
permukaan telapak tangan,
Ekstensi menggerakan ibu jari lurus rentang 90°
menjauh dari tangan,
Abduksi Menjauhkan ibu jari ke rentang 30°
samping,
Adduksi Mengerakan ibu jari ke depan rentang 30°
tangan,
Oposisi Menyentuhkan ibu jari ke
setiap jari-jari tangan pada -
tangan yang sama.

Pinggul

17
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Mengerakan tungkai ke rentang 90-
depan dan atas, 120°
Ekstensi Menggerakan kembali ke rentang 90-
samping tungkai yang 120°
lain,
Hiperekstensi Mengerakan tungkai ke rentang 30-
belakang tubuh, 50°
Abduksi Menggerakan tungkai ke rentang 30-
samping menjauhi tubuh, 50°
Adduksi Mengerakan tungkai
kembali ke posisi media rentang 30-
dan melebihi jika 50°
mungkin,
Rotasi Memutar kaki dan tungkai
rentang  90°
dalam   ke arah tungkai lain,
Rotasi Memutar kaki dan tungkai
rentang 90°
luar     menjauhi tungkai lain.
Sirkumduksi Menggerakan tungkai
-
melingkar

Lutut
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Mengerakan tumit ke arah rentang 120-
belakang paha, 130°
Ekstensi Mengembalikan tungkai rentang 120-
kelantai, 130°

18
Mata kaki
Gerakan Penjelasan Rentang
Dorsifleksi Menggerakan kaki sehingga rentang 20-
jari-jari kaki menekuk ke 30°
atas,
Plantarfleksi Menggerakan kaki sehingga rentang 45-
jari-jari kaki menekuk ke 50°
bawah, 

Kaki
Gerakan Penjelasan Rentang
Inversi Memutar telapak kaki ke rentang 10°
samping dalam,
Eversi Memutar telapak kaki ke rentang 10°
samping luar,

19
Jari-Jari Kaki
Gerakan Penjelasan Rentang
Fleksi Menekukkan jari-jari kaki ke rentang 30-
bawah, 60°
Ekstensi Meluruskan jari-jari kaki, rentang 30-
60°
Abduksi Menggerakan jari-jari kaki rentang 15°
satu dengan yang lain,
Adduksi Merapatkan kembali bersama- rentang 15°
sama,

20
21