Anda di halaman 1dari 32

LEMPENG DAN GALENGAN GIGIT

Erina Fatmala, drg


Pada model kerja perlu dibuat :

• Outline basis complete denture (batas tepi denture)


• Garis puncak ridge
• Garis median model kerja (untuk kesejajaran dengan pin vertikal dari
artikulator)
• 3 cekungan pada dasar model (untuk memudahkan pengembalian
model ke artikulator saat remounting
DENTURE OUTLINE RAHANG ATAS
DENTURE OUTLINE RAHANG
BAWAH
LEMPENG GIGIT

• basis sementara dari gigi tiruan untuk


tempat kedudukan galangan gigit.
Syarat dari lempeng gigit adalah harus
beradaptasi baik pada permukaan
model kerja (menempel lekat di
model) dan mengikuti denture outline
SYARAT LEMPENG GIGIT
• Harus rigid
• Harus akurat
• Harus stabil
• Tepi harus membulat dan halus seperti tepi akhiran gigi tiruan
• Harus tipis pada puncak ridge, labial dan bukal untuk menyediakan
tempat anasir gigi tiruan
Tujuan
• Untuk membantu menentukan hubungan maksila-
mandibula
• Memindahkan secara akurat relasi rahang dari
penderita ke artikulator
• Sebagai tempat untuk menyusun anasir gigi tiruan dan
pasang coba gigi tiruan
Tipe lempeng gigit
• Lempeng gigit sementara (temporary record bases)
Digunakan untuk membantu menentukan relasi rahang, penyusunan anasir
gigi dan pasang coba gigi tiruan dan selanjutkan akan digantikan oleh
material basis gigi tiruan
• Tipe temporary record bases:
- Shellac base plate
- Cold cure acrylic resin
- Visible light cure acrylic resin
- Vacuum formed vinyl and polystyrene
- Base plate wax
• Lempeng gigit permanen (permanen record bases)
Lempeng yang akan tetap digunakan dan menjadi bagian dari basis
complete denture yang sebenarnya
• Tipe permanent record bases:
- Heat curing acrylic resin
- Gold
- Chromium-cobalt alloy
- Chromium-nickel alloy
Shellac base plate
Kelebihan:
• Adaptasi dengan permukaan model kerja cukup baik
• Memerlukan waktu yang singkat dalam pembuatannya
• Dapat diperbaiki dengan pemanasan kembali dan disesuaikan dengan
model kerja
• Ada beberapa macam ukuran ketebalannya
Shellac base plate
• Kekurangan
- Shellac dpt melengkung
- Kontak dengan permukaan model kerja tidak
cukup akurat
- Mudah megalami distorsi
- Kurang kaku
- Dapat rapuh dan patah
- Tepi sulit di poles
Shellac base plate
Cold cure acrylic resin
Kelebihan:
- Kekuatan baik dan tidak memerlukan penguat
- Dimensi stabilitasnya baik
- Kontak sangat rapat dengan model kerja
Kekurangan:
- Memerlukan waktu lebih lama untuk pembuatannya
- Sulit untuk mengontrol ketebalannya
- Residual monomer dapat menyebabkan iritasi pada jaringan rongga
mulut
Cold cure acrylic resin
Vacuum formed vinyl and polystyrene
Vacuum formed vinyl and polystyrene
• Kelebihan:
- Pembuatannya mudah
- Ketebalan ada beberapa ukuran
- adaptasi akurat dengan model kerja
- kakakuan baik
• Kekurangan
- Mahal
- Sulit membuat tepi halus dan membulat
Base plate wax (Lempeng malam merah)
> yang kita gunakan
• Kelebihan:
- Metodenya mudah dan cepat
- Murah dan mudah didapat

• Kekurangan:
- Kurang kaku
- Dimensi stabilitas kurang
Heat processed acrylic resin
• Malam dibuat menutupi model kerja dengan kontur
dan ketebalan seperti complete denture
• Malam dibuat melalui proses boilling out, dan
dilanjuatkan processing dengan acrylic resin
• Kemudian acrylic resin dihaluskan
• Kelebihan:
- Kaku, akurat, stabil
- tidak mengalami distorsi
- Cocok untuk menyusun anasir gigi tiruan
• Kekurangan:
- Pengerjaan membutuhkan waktu
- Lebih mahal
Galengan Gigit
Occlusal Rims
• Merupakan permukaan oklusi yang dibuat di atas
lempeng gigit atau basis gigi tiruan untuk merekam
relasi rahang dan menyusun anasir gigi tiruan
Syarat galengan gigit
• Posisinya harus sesuai dengan tempat disusunnya anasir gigi tiruan
• Galengan gigi harus benar-benar lekat dengan lempeng gigit
• Permukaan oklusal galengan gigit harus halus dan datar
• Harus kontur untuk mendukung bibir dan pipi secara akurat
• Semua permukaan galengan gigit harus halus
Kegunaan galengan gigit

• Memperoleh level dataran oklusal


• Memperoleh bentuk lengkung rahang
• Merekam hubungan maksila-mandibula
• Tempat menyusun anasir gigi tiruan
Galengan gigit rahang atas
• Tinggi anterior galengan gigit 20-22 mm
• Tinggi posterior galengan gigit 16-18 mm
• Lebar anterior galengan gigit 3-5 mm
• Lebar posterior gelengan gigit kurang lebih 8-10 mm
• Galengan gigit melekat dengan lempeng gigit
• Galengan gigit posterior dipotong dengan sudut 30⁰ dari dataran
oklusal
Galengan gigit rahang bawah
• Tinggi anterior galengan gigit 16-17 mm
• Tinggi posterior galengan gigit menutupi 2/3 retromolar pad
• Lebar anterior galengan gigit 3-5 mm
• Tinggi posterior galengan gigit 3-5 mm
• Galengan gigi melekat dengan baik pada lempeng gigit
Bahan dan cara pembuatannya
• Menggunakan malam merah
• Dibuat membentuk seperti tapal kuda, dan ditempatkan diatas
lempeng gigit sesuai dengan bentuk ridge
• Perlahan dihaluskan dan direkatkan dengan lempeng gigit dengan
menggunakan pisau malam
• Semua permukaan dihaluskan
GTSL • Tinggi galangan gigit disesuaikan dengan gigi
tetangga.
• Lebar galangan gigit RA dan RB anterior kurang
lebih 5mm, untuk gigi caninus sampai
premolar kurang lebih 7mm, posterior 10mm
• Galangan gigit RA bagian anterior lebih
menonjol (protusi) kurang lebih 2mm dari RB
(over jet)
• Batas posterior galangan gigit RA sampai distal
molar pertama. RB sampai retromolar pad

Anda mungkin juga menyukai