Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH LINGKUNGAN PERUSAHAAN (PENGANTAR BISNIS)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Keberhasilan suatu bisnis pada umumnya bergantung pada lingkungan bisnis. Bahkan
setelah suatu bisnis diciptakan, wiraswasta dan manajernya harus terus menerus memantau
lingkungan sehingga mereka dapat mengantisipasi bagaimana permintaan akan produknya
atau biaya produksi produknya berubah.
Kondisi perusahaan banyak berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu
setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan
masyarakat. Dalam pendiriannya perusahaan tidak boleh sembarangan dalam melaksanakan
kegiatannya. Perusahaan harus dilandasi dengan tanggungjawab sosial karena masyarakat
menunutut adanya tanggung jawab sosial yang menuju pada pertimbangan manajemen
tentang pengaruh ekonomi dari keputusannya. Tanggung jawab sosial ini  yang mencakup
hal-hal seperti bidang kesehatan, informasi konsumen, praktek tanpa diskriminasi, dan
pemeliharaan lingkungan. Sebuah perusahaan umumnya sangat tergantung dengan
lingkunganya. Bahkan setelah sebuah perusahaan didirikan, maka pemilik dan pengelola
harus tetap memantau lingkungannya supaya dapat mengantisipasi bagaimana permintaan
dan kemungkinan perubahan biaya produksi.
Tinjauan dari bab ini disediakan untuk memahami bahwa suatu perusahaan perlu
memahami lingkungannya sebelum perusahaan itu dapat membuat keputusan bisnis. Selain
itu, dapat diketahui pula bagaimana suatu bisnis diciptakan serta dapat merancangkan
mengenai keputusan perencanaaan awal yang dibutuhkan untuk memandu bisnis kearah
profitabilitas. (Jeff Madura Pengantar Bisnis:2007.39)
1.2 Rumusan Masalah
Dengan adanya latar belakang di atas maka rumusan masalah yang akan diangkat sebagai
berikut
1.      Apa yang dimaksud dengan pengertian lingkungan perusahaan?
2.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan perusahaan?
3.      Apa yang dimaksud dengan masyarakat pluralistik?
4.      Bagaiamana hubungan lingkungan perusahaan dengan masyarakat pluralistik?
5.      Apa saja macam-macam dari lingkungan perusahaan?
6.      Mengapa lingkungan perusahaan perlu dianalisis?
1.3  Tujuan
1.    Untuk mengetahui pengertian dan faktor apa saja yang mempengaruhi lingkungan
perusahaan
2.    Untuk mengetahui pengertian dan hubungan lingkungan perusahaan dengan masyarakat
pluralistik
3.    Untuk mengetahui macam-macam dari lingkungan perusahaan
4.    Untuk mengetahui sebab pentingnya analisis lingkungan perusahaan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PengertianLingkungan Perusahaan
Perusahaan merupakan sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber
ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. (Murti Sumarni-
John Soeprihanto, 2010, Pengantar Bisnis, hal:5).
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern
yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti
lingkungan secara luas mencakup semua faktor eksternyang mempengaruhi individu,
perusahaan, dan masyarakat. (Basu Swasth & Ibnu Sukotjo, 2002, Pengantar Bisnis Modern,
hal:27). 

2.1.1Perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik


Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang
ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangat berpengaruh pada cara
kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut. Oleh karena itu perusahaan harus menjaga
hubungan baik dengan kelompok atau pihak-pihak yang berkepentingan.Masyarakat
pluralistik adalah kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan
perusahaan. Dalam masyarakat pluralistik terdapat banyak pusat kekuatan, masing-masing
mempunyai sifat mandiri. Berbagai kelompok tersebut dapat menyebarkan luaskan kekuatan
dan mencegah terjadinya pemusatan kekuatan pada suatu segmen masyarakat saja.
Hubungan-hubungan yang baik dapat terjadi dengan saling memberi melalui kompromi atau
kerjasama. Dalam hal ini, pluralisme mancerminkan usaha manusia untuk mempertemukan
kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.

2.1.2Faktor-faktor  yang mempengaruhi lingkungan perusahaan


a. Lingkungan Fisik, Energi, dan Konservasi
Dari masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sulit diatasi dan memerlukan
biaya yang besar adalah yang berkaitan dengan masalah lingkungan fisik. Seperti di
Indonesia, kota Jakarta merupakan salah satu contoh pusat kegiatan perekonomian
masyarakat Indonesia yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan polusi udara dan air.
Begitu juga dengan beberapa kota di Yogyakarta yang telah mengalami pencemaran air tanah
dikarenakan kondisi pemukiman warga yang tidak teratur dalam penempatannya serta
pembuangan limbah yang selalu dekat dengan sumber air.
Pengembangan energi nuklir sebagai sumber tenaga di Indonesia yang sedang dalam
penelitian harus diperhatikan secara seksama jika memang benar-benar dilaksanakan. Agar
tidak berdampak buruk dalam jangka waktu yang lama dengan munculnya penyakit-penyakit
yang diakibatkan pencemaran tersebut, seperti kasus ledakan pusat listrik tenaga nuklir april
1986 di Chernobyl Uni Soviet dan kasus kebocoran pabrik pestisida Union Carbidedi Bhopal
India yang menghasilkan banyak karbon yang dapat memunculkan korban jiwa karena
menghirupnya.
Akhir-akhir ini memang kualitas lingkungan manusiasudah mengalami penurunan. Hal
ini disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor:
1.      Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
2.      Perkembangan teknologi baru
3.      Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi
  Macam-macam polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam di mana kita hidup dan bekerja.
  Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah terkontaminasinya udara dengan bahan-bahan kimia
pencemaran ini menimbulkan dampak yang negatif  biasanya dikaitkan dengan penyakit
jantung dan pernapasan. Pencemaran udara berasal dari sampah, asap kendaraan bermotor,
asap dari pabrik-pabrik industri dan sebagainya.Apabila terus dibiarkan maka akan merusak
lapisan ozon dilangit yang menimbulkan sinar ultraviolet dan dampak dari sinar ultra violet
itu sendiri dapat merusak kulit, penyebab penyakit kanker serta terjadinya kebutaan.
  Pencemaran air
Kasus pencemaran air di Indonesia memang cukup banyak terjadi seperti misalnya
pencemaran air yang berasal dari lingkungan industri, pemukiman dan lingkungan pertanian.
Penggunaan pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan polusi air baik di permukaan
maupun di bawah tanah karena pupuk mengandung banyak nitrat.
Seperti kasus lain berasal dari kota Yogyakarta yang merupakan sumber polusi air.
Jarak antara sumber air tanah dengan tangki peresapan saling berdekatan sehingga bakteri-
bakteri dalam tangki peresapan dapat merembes masuk ke sumber air. Dampaknya akan
buruk apabila air tersebut di konsumsi.

  Pencemaran sampah awet


Sampah awet dapat diartikan sebagai sampah yang sulit diuraikan dalam tanah. Seperti
kaleng bekas, botol, karet, plastik. Di daerah perkotaan yang semakin padat penduduknya
merupakan gejala awal dari adanya sampah awet dikarenakan banyaknya penduduk yang
mengkonsumsi bahan-bahan tersebut. Sekalipun dibakar sampah ini akan menimbulkan
pencemaran udara yang akan mengganggu kesehatan masyarakat apabila terhirup. Namun
demikian masih ada pihak-pihak yang ternyata sangat membantu dalam mengurangi polusi
sampah awet, yaitu para gelandangan pencari kaleng, botol, dan sebagainya yang dapat
menghasilkan uang dari hasil penjualannya ke pabrik-pabrik pengolahan.

  Penggunaan energi dan konservasinya


Di Indonesia sendiri sumber energi minyak bumi sudah lama digunakan di samping
batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam yang juga dihasilkan di dalam
negeri. Dan akhir-akhir ini sudah mulai dikembangkan penggunaan sumber energi matahari
serta kemungkinan penggunaan tenaga nuklir.
Dari sumber energi tersebut kiranya energi matahari dapat memberikan prospek
penggunaan yang baik di masa depan mengingat bahaya yang hampir tidak ada, biayanya
murah dan bebas polusi.
Setelah terjadi embargo minyak dunia pada tahun 1973 disusul perang Arab dan Israel
harga minyak terus mengalami kenaikan sehingga orang mulai memikirkan cara
penghematan dan konservasi energi, dengan munculnya peralatan hemat energi di pasaran.
Orang tidak lagi menggunakan energi pada saat yang tidak perlu. Mengingat kondisi bahwa
sumber energi minyak bumi merupakan barang yang tidak dapat diperbaharui atau langka
maka dalam pemakaiannya manusia seharusnya bisa seefisien mungkin, agar dapat
dimanfaatkan sampai generasi yang akan datang. Meskipun pada beberapa tahun terakhir ini
harga minyak terus merosot yang semula US$ 30 per barel menjadi US$ 9,95 per barel pada
awal tahun 1986. Namun demikian dengan melakukan penghematan energi maka secara tidak
langsung akan menghemat pengeluaran, serta dapat membantu pelestarian sumber-
sumber  yang ada.
b.Lingkungan  Perekonomian dan Perpajakan
Pemerintah membiayai pengeluaran negara dari hasil pemungutan pajak dari
masyarakat. Alasan-alasan pemerintah menaikkan  pajak masyarakat disebabkan karena
pengeluaran negara yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya pengeluaran
pemerintah tersebut sebagai akibat dari adanya kenaikan laju pertumbuhan urbanisasi. Di
kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya merupakan sumber dari urbanisasi. Disamping
sebagai daerah pusat kegiatan perekonomian masyarakat yang kita tahu banyak memberi
lapangan pekerjaan, kota juga sebagai tempat yang baik dalam kegiatan pemasaran hasil-hasil
industri. Alasan lain mengapa masyarakat cenderung melakukan urbanisasi adalah bahwa di
kota masyarakat bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, penyediaan teknologi di kota
juga lebih bagus dan lengkap selain itu fasilitas umum yang lainnya juga bisa ditemui dan
dimanfaatkan. Namun urbanisasi juga tidak lepas dari masalah seperti perlindungan
kebakaran, pengaturan selokan-selokan, penyediaan air minum dan masalah lain yang perlu
diperhatikan dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah adalah masalah kesehatan,pendidikan
dan transportasi, mengingat bahwa dikota tingkat perhubungan menjadi lebih komplek,
perdagangan dan pengangkutan makin berkembang, dan komunikasi menjadi lebih penting.
Oleh karena itu pemerintah perlu memungut pajak dari masyarakat.
Untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada masyarakat, pemerintah telah
membangun perpustakaan, museum, dan pusat-pusat rekreasi dan sebagainya. Adanya
pertambahan penduduk dapat mengakibatkan pengeluaran pemerintah lebih besar.
Pemerintah perlu menyediakan kebutuhan pokok mereka dengan usaha peningkatan produksi
dalam negeri dan pengadaan impor dari luar negeri. Selain itu pemerintah juga memberikan
bantuan kepada penduduk dengan memberi asuransi kesehatan, pembangunan rumah murah
yang sehat, pengawasan polusi, serta bantuan kepada pengusaha kecil. Dan baru-baru ini
pemerintah juga memberi bantuan pada masayarakat pedesaan dengan meningkatkan higina
dan sanitasi lingkungan melalui pembangunan sarana air minum, bangunan jamban keluarga
serta usaha pencegahan pencemaran lingkungan. Dengan melakukan pengawasan
pemeriksaan higina serta sanitasi terhadap perusahaan-perusahaan, tempat-tempat penjualan
makanan dan minuman, pengamanan penggunaan pestisida serta pengawasan, pemeriksaan
kualitas air minum terutama di beberapa kotamadya.
Tidak semua pajak yang dipungut pemerintah berasal dari lingkungan masyarakat tetapi
juga berasal dari lingkungan perusahaan yang dimasukkan  kedalam penerimaan dalam
negeri. Di harapkan dengan hubungan baik antara lingkungan  pemerintah dengan lingkungan
perusahaan, kedua pihak dapat di untungkan dari sisi pemerintah dapat memperoleh pungutan
pajak untuk membiayai pengeluaran negara, dapat terbantu mengurangi pengangguran karena
penyediaan lapangan pekerjaan dan dari sisi perusahaan mendapat pengakuan yang sah atau
legal dari pemerintah atas kegiatannya, mendapat perlindungan secara hukum, meningkatkan
perekonomian dan sebagainya.

c.Lingkungan Hukum
Kegiatan perusahaan berada di dalam suatu kerangka hukum, sehingga faktor hukum
ini mempengaruhi keputusan-keputusan serta transaksi-transaksi dalam peusahaan.
Manajer perusahaan harus mengambil kebijaksanaan yang tidak bertentangan dengan hukum
yang berlaku. Di samping itu juga perlu mempertimbangkan besarnya keuntungan yang akan
di dapat dan resiko yang akan dihadapinya.

d.Lingkungan Pemerintah
Hubungan antara perusahaan dan pemerintah telah berkembang dari usaha-usaha untuk
menggali dan menggunakan sumber-sumber ekonomi, yang bertujuan untuk menciptakan
kondisi perekonomian yang sehat.
Pemerintah telah banyak membantu kegiatan perusahaan dalam berbagai bentuk, antara
lain perlindungan terhadap kekayaan dan hak paten, serta pengadaan kontrak-kontrak.
Dengan harapan bahwa bantuan ini dapat mendorong segmen-segmen perekonomian,
meningkatkan pembangunan,serta mendorong kegiatan pemasarannya.
Keuntungan-keuntungan ekonomi juga merupakan alasan bagi pemerintah untuk memberikan
bantuan, disamping alasan keamanan dan alasan-alasan lain. Pemerintah juga membantu
perusahaan-perusahaan kecil karena selain sebagai unit usaha yang dapat menampung tenaga
kerja, juga dapat memberikan harga yang lebih rendah kepada konsumen.biasanya bantuan
tersebut berupa subsidi.
Di negara seperti Amerika, pemerintah telah memberikan kebebasan yang luas dalam
bidang usaha, namun kebebasan tersebut tidak absolut artinya masih ada campur tangan
pemerintah. Sebagai contoh bea impor untuk melindungi kegiatan usaha didalam negeri,
peraturan yang dikenakan pada sistem perbankan ditujukan untuk menghindari adanya
fluktuasi alat pembayaran.
Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
-Bantuan di Bidang Transportasi
         Pada Sektor Serkereta-Apian misalnya perusahaan PT. KAI yang memang sepenuhnya
dikuasai oleh pemerintah tanpa ada campur tangan pihak swasta.
         Pada Sektor Angkutan Udara misalnya Garuda Indonesia Airways (GIA)
         Pada Sektor Angkutan Laut misalnya (PELNI)
         Pada Sektor Angkutan Darat misalnya (DAMRI)
Yang ketiganya tersebut telah mendorong usaha-usaha baru yang dilakukan oleh swasta,
bahkan dapat menimbulkan daya saing yang lebih besar untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat.
-Bantuan pada Perusahaan-perusahaan Kecil
         Bantuan financial
Bantuan ini diberikan melalui lembaga-lembaga keuangan yang ada seperti bank. Bantuan
semacam ini dapat diwujudkan dalam bentuk kredit yang macamnya ada Kredit Investasi
Kecil, Kredit Modal Kerja Permanen dan Kredit Candak Kulak, dengan tingkat bunga yang
rendah. Dan akhir-akhir ini pemerintah telah juga mengeluarkan bantuan kredit berupa
PNPM Mandiri.
         Bantuan Pemberian Kontrak
Bantuan ini berlaku untuk jasa dan hasil produksi, yang tujuannya secara langsung untuk
mendorong kegiatan pemasarannya.
         Bantuan Teknik dan Manajemen
Pada koperasi pemerintah memberikan bantuan berupa teknik dan manajemen yang
gunanya untuk menggiatkan usaha-usaha para anggota koperasi secara bersama-sama dan
merata.
-Bantuan di Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi yang meliputi kegiatan-kegiatan siaran radio, televisi, telepon dan
sebagainya hampir seluruhnya dikuasai dan diatur oleh pemerintah. Selain itu juga didukung
dengan usaha-usaha pengembangan ruang angkasa seperti penggunaan satelit. Usaha-usaha
ini sangat mnedorong majunya usaha di bidang komunikasi.
e.Lingkungan Internasional
Lingkungan internasional ini merupakan suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi
kegiatan dan masalah perekonomian dunia. Keadaan perekonomian nasional menjadi saling
terpengaruh dan saling tergantung pada masalah-masalah internasional. Seperti contoh ketika
tengah mengalami krisis energi padan tahu1973 menyebabkan beberapa negara pengimpor
minyak mengalami kesulitan. Beberapa negara maju seperti Amerika dan Jepang memegang
peranan penting dalam perekonomian dunia. Kekuatan ekonomi negara-negara tersebut
didukung oleh kegiatan dari perusahaan-perusahaan raksasa yang ada, yang mempunyai
kegiatan sebagai perusahaan multinasional yang memproduksi barang dan jasa untuk
melayani konsumen diseluruh dunia.
2.2 Macam-Macam Lingkungan Perusahaan
Sebuah perusahaan umumnya sangat tergantung dengan lingkungannya. Bahkan setelah
sebuah perusahaan didirikan, maka pemilik dan pengelola harus tetap memantau
lingkungannya supaya dapat mengantisipasi bagaimana permintaan dan kemungkinan
perubahan biaya produksi. Lingkungan perusahaan terdiri dari:
2.2.1Lingkungan sosial
Lingkungan sosial termasuk demografi, dan preferensi konsumen untuk menunjukkan
kecenderungan sosial yang ditampilkan oleh sebuah bisnis. Demografi sendiri, berarti
karakteristik populasi manusia atau populasi segmentasi yang spesifik, yang berubah sejalan
dengan waktu, ketika proporsi anak-anak, remaja, pelanggan usia menengah, dan warga usia
lanjut dalam populasi berubah, maka permintaan akan produk perusahaan juga akan berubah.
Dengan demikian, permintaan akan produk yang dihasilkan oleh suatu bisnis tertentu dapat
meningkat atau menurun sebagai respon terhadap perubahan dalam demografis. Misalnya,
peningkatan dalam populasi usia lanjut telah mengakibatkan meningkatnya permintaan akan
obat-obatan resep.
Perubahan dalam preferensi pelanggan sejalan dengan waktu juga mempengaruhi
permintaaan produk yang dihasilkan. Selera sangat dipengaruhi oleh teknologi. Misalnya,
ketersediaan saluran TV langgangan dapat menyebabkan beberapa pelanggan tidak lagi
menyewa DVD. Ketika teknologi berkembang, permintaan akan beberapa produk meningkat,
sementara permintaan produk-produk lain menurun.
2.2.2Lingkungan Industri
Lingkungan industri adalah serangkaian faktor-faktor yang merupakan ancaman dari
pelaku bisnis baru, supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara
para pesaing yang secara langsung mempengaruhi perusahaan.
Lingkungan industri mencerminkan suatu kondisi di dalam industri perusahaan
terhadap mana perusahaan terekspos. Kondisi masing-masing industri perusahaan akan
bervariasi sesuai dengan permintaan dan persaingan. Perusahaan memperoleh manfaat karena
berada disuatu industri yang mengalami permintaan pelanggan yang tinggi akan produk-
produknya, keuntungan akan diperoleh oleh perusahaan yang memiliki tingkat permintaan
yang tinggi untuk produk yang dihasilkan. Misalnya permintaan pada produk telepon seluler
yang semakin meningkat. Tetapi perusahaan yang memiliki permintaan yang tinggi juga
cenderung memiliki persaingan yang ketat. Persaingan yang ketat menguntungkan konsumen
karena mereka akan mendapatkan harga yang relatif rendah dari perusahaan yang bersaing,
sementara dari sisi perusahaan, persaingan mengakibatkan rendahnya pendapatan dan tentu
saja keuntungannya.
  Karakteristik industri yang mempengaruhi bisnis antara lain:
a. Permintaan industri
Permintaan industri adalah keseluruhan permintaan terhadap produk-produk dalam
industri. Permintaan industri dapat berubah mendadak, maka para manajer perusahaan harus
memantaunya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan atau selera konsumen.
Meningkatnya permintaan industri dapat menambah penerimaan perusahaan. Sebaliknya,
menurunnya permintaan industri dapat mengurangi penerimaan perusahaan.

b.Persaingan industri
Setiap industri terdiri dari berbagai perusahaan yang bersaing satu sama lain untuk para
konsumen yang menginginkan produknya. Ketika perusahaan menjadi bagian industri yang
kurang bersaing perusahaan itu akan lebih menguntungkan karena alasan-alasan berikut:
  Penjualan perusahaan lebih tinggi karena kecilnya persaingan
  Perusahaan dapat memasang harga tinggi, tanpa kehilangan konsumen
Penghasilan = Jumlah unit terjual x Harga per unit
Keseluruhan penghasilan tergantung pada jumlah unit yang terjual dan harga per unit.

Sehingga perusahaan yang persaingannya kecil dapat menjual produksi dalam jumlah yang
besar pada tingkat harga yang tinggi agar penghasilan ynag diterima juga tinggi.
c.Lingkungan tenaga kerja
Industri yang memilki tenaga kerja khusus ( memerlukan spesialisasi) biayanya jauh
lebih tinggi. Banyaknya tenaga kerja dalam suatu industri juga mempengaruhi biaya tenaga
kerja. Oleh karena itu, memahami lingkungan tenaga kerja dalam industri dapat menolong
manajer perusahaan dalam memperkirakan tenaga kerja yang terjadi.
d.Lingkungan Peraturan
Semua industri terkena bebrapa peraturan pemerintah. Pemerintah menegakkan
peraturan lingkungan yang dapat melarang perusahaan beroperasi disuatu lokasi atau
berkecimpung dalam bisnis tertentu. Perusahaan yang bermaksud memasuki industri
manapun harus mengetahui segala peraturan yang dikenakan pada industri tersebut.
Perusahaan-perusahaan yang sudah beroperasi dalam suatu industri juga harus memantau
peraturan industri sebab dapat berubah dari waktu ke waktu.
2.2.3Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kinerja dari setiap
bisnis. Kondisi lingkungan ekonomi mempengaruhi penerimaan atau pengeluaran suatu
bisnis jadi dapat mempengaruhi nilai bisnis itu sendiri. Ketika perekonomian kuat, tingkat
lapangan kerja tinggi dan tingkat kompensasi yang dibayarkan kepada karyawan juga
meningkat. Sementara, daya beli masyarakat yang tinggi membuat mereka mampu membeli
produk yang ditawarkan perusahaan. Sehingga perusahaan yang menghasilkan produk-
produk ini akan memperoleh manfaat dari besarnya permintaan. Pada akhirnya, perusahaan
akan mendapatkan untung yang tinggi dan mampu mengembangkan usahanya, melakukan
rekrutmen tenaga kerja untuk memastikan produk dalam jumlah yang mencukupi guna
memenuhi permintaan. Sebaliknya, ketika kondisi perekonomian suatu perusahaan
mengalami kelemahan, perusahaan yang menghasilkan produk-produk ini akan sangat
terpukul karena perusahaan tidak dapat menjual seluruh produk yang dihasilkannya.
Konsekuensinya perusahaan akan cenderung melakukan PHK pada sebagian karyawannya
dan perusahaan tidak mampu memberi kompensasi yang tinggi.Dalam kondisi ini perusahaan
mengalami kegagalan dan sebagian karyawannya kehilangan pekerjaan sehingga daya beli
masyarakat terhadap produk yang ditawarkan menurun dan mengakibatkan perusahaan rugi.
Faktor ekonomi makro, yang mempengaruhi bisnis.
Kinerja kebanyakan bisnis sangat tergantung pada 3 faktor ekonomi makro:
a. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi adalah perubahan dalam tingkat umum dari aktifitas ekonomi.
Jika pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari biasanya, maka tingkat pendapatan total pekerja
relatif tinggi. Sehingga ada pengeluaran yang lebih tinggi untuk barang produksi dan jasa.
Karena permintaan barang dan jasa tinggi, maka perusahaan yang menjual barang dan jasa
penerimaannya juga tinggi.

b. Inflasi
Inflasi adalah peningkatan tingkat harga umum dari barang dan jasa dalam periode
waktu tertentu. Tingakat inflasi dapat diketahui dengan mengukur presentase perubahan
indeks harga konsumen yang memberikan indikasi harga bermacam produk konsumen seperti
produk kebutuhan rumah tangga, perumahan, harga bahan bakar, jasa kesehatan dan listrik.
Inflasi dapat mempengaruhi biaya operasi perusahaan yang menghasilkan produk
karena naiknya biaya barang pasokan dan bahan baku. Penerimaan perusahaan mungkin juga
tinggi karena banyak perusahaan membebankan kepada harga yang lebih tinggi sebagai
kompensasi biaya operasi yang lebih tinggi.
c. Suku Bunga
Perubahan dalam tingkat suku bunga dari pasar dapat mempengaruhi pengeluaran biaya
bunga perusahaan karena bunga pinjaman yang diminta oleh kreditor untuk perusahaan dalah
berdasarkan tingkat suku bunga pasar.
Tingkat suku bunga mempengaruhi penerimaan perusahaan  dan juga biaya bunga.
Misalnya, apabila suku bunga pinjaman naik, biaya pendanaan untuk mambeli rumah baru
naik. Sehingga permintaan untuk rumah barupun menurun dan perusahaan yang membangun
rumah mengalami penurunan bisnis.
2.2.4Lingkungan Global
Lingkungan global akan mempengaruhi kinerja perusahaan baik secara langsung
maupun tidak langsung. Kondisi ekonomi internasional mempengaruhi penghasilan dan biaya
sebuah perusahaan dengan demikian mempengaruhi nialinya. Pada perusahaan yang memiliki
hubungan dagang, baik pembelian maupun penjualan akan sangat tergantung pada situasi
global. Sedangkan bagi perusahaan yang tidak memiliki hubungan dagang dengan negara lain
tetap harus mampu menilai kondisi lingkungan global untuk mewaspadai adanya pesaing
yang datang dari luar negeri. Selain mempengaruhi kondisi dalam perusahaan, lingkungan
global juga dapat mempengaruhi kondisi perekonomian lokal. Ketika ekonomi global dapat
mempengaruhi perekonomian lokal pada saat kondisi ekonomi melemah di negara-negara
asing, maka permintaan asing terhadap produk-produk akan menurun. Kosekuensinya,
penjualan perusahaan-perusahaan akan berkurang, dan hal ini akan mengakibatkan tejadinya
PHK. Permintaan untuk semua produki akan menurun, bahkan untuk produk yang hanya
dijual. Dengan demikian, bahkan perusahaan yang tidak memiliki bisnis Internasional dapat
dipengaruhi oleh lingkunagn global tersebut. Di samping itu industri di negara tersebut juga
akan mengalami penurunan dalam hal keuntungan yang diraih.
Beberapa perusahaan mengandalkan negara lain untuk sebagian pasokannya menjual
produknya diberbagai negara. Perusahaan tersebut bahkan mungkin saja mendirikan anak
perusahaan diluar negeri dimana perusahaan dapat menghasilkan produk dan menjualnya.
  Beberapa motif umum yang dimiliki perusahaan untuk berkecimpung dalam bisnis
internasional yaitu:
a. Menarik permintaan asing
Beberapa perusahaan tidak dapat meningkatkan penjualannya dibandingkan pasar
secara keseluruhan karena persaingannya yang ketat atau karena perubahan selera konsumen.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan pasar asing dimana terdapat
permintaan potensial untuk menarik sumber permintaan baru.
b. Kapasitas pada teknologi
Negara yang maju dan berteknologi canggih dapat mengkapitalisasikan keunggulan
teknologinya dengan melakukan perluasan di negara asing yang berteknologi kurang maju.
c. Penggunaan sumber-sumber murah
Biaya tenaga kerja dan tanah di berbagai negara bervariasi. Perusahaan-perusahaan
sering mencoba untuk membangun fasilitas produksi dimana harga tanah dan biaya tenaga
kerja murah.

d.   Diversifikasi internasional
Ketika seluruh aktiva dari perusahaan dikerahkan untuk menghasilkan penjualan
produk tertentu disuatu negara, keuntungan perusahaan biasanya tidak stabil. Ketidakstabilan
ini disebabkan adanya eksposur perusahaan terhadap perubahan dalam industri atau ekonomi.
Hasil perusahaan bergantung hanya pada permintaan satu produk ini dan kondisi dimana
bisnis dilakukan. Perusahaan dapat mengurangi resiko seperti ini dengan menjual produknya
di berbagai negara. Banyak perusahaan menggunakan internet untuk menyediakan informasi
mengenai perluasan terbarunya. Hal ini bermanfaat bagi investor yang mencoba menilai
tingkat penjualan perusahaan tersebut dibandingkan pasar keseluruhan dan bagi konsumen
yang mencari kualitas pelayanan domestik dan internasional.
2.3Pentingnya Analisis Lingkungan Perusahaan
Dalam merumuskan suatu strategi, maka terlebih dahulu seorang pengusaha harus
melakukan analisis lingkungan dengan maksud untuk menyesuaikan dengan keunggulan dan
kelemahan yang dimiliki perusahaan.
Analisis dapat diartikan sebagai cara penelusuran peluang atau ancaman sampai
kepangkalnya. Sedangkan analisis lingkungan bisnis adalah suatu proses yang digunakan
perencana-perencana strategi untukmemantau lingkungan bisnis dalam menentukan peluang
atau ancaman.
2.3.1 Alasan Pentingnya Analisis Lingkungan Perusahaan:
a. Agar pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu
mengembangkan sistempemecahan sedini mungkin terhadap faktor-faktor lingkungan yang
dianggap mengancam tujuan perusahaan(early warning systems).
b. Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis
lingkungan yang akandiperoleh lebih efektif.
c. Untuk membantu manajer suatu perusahaan dalam meramalkan dampak lingkungan bisnis
terhadap perkembangan perusahaan. Terkumpulnya berbagai informasi dari lingkungan
memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.

2.3.2   Beberapa Proses Analisis Lingkungan Perusahaan dilakukan oleh perencanaan strategi:


a. Menganalisis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan,yang
dapatdipakai sebagai landasan untuk membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan
strategi yang potensial yangakan datang.
b. Menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang diperkirakan mempunyai
dampak pentingterhadap perumusan strategi.
c. Mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi pada masa yang akan datang terhadap
lingkunganbisnis.
2.3.3   Komponen Analisis Lingkungan Bisnis
 a.  Scanning(Pemindaian)
Melalui pemindaian perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perubahan
potensial dan kecenderungan lingkungan bisnis dalam lingkungan umum, dan mendeteksi
perubahan-perubahan yang sedang terjadi. Pemindaian lingkungan merupakan hal penting
dan menentukan bagi perusahaan- perusahaan yang bersaing dalam lingkungan yang sangat
tidak stabil. Dengan cara ini maka perusahaan dapat meramalkan potensi pasar kedepannya,
kaitannya terhadap penetapan target perusahaan terhadap penjualan sebuah produk.
b.   Monitoring (Pengawasan)
 Melalui pengawasan perusahaan mendeteksi perubahan dan trend-trend lingkungan
melalui observasi yang berkelanjutan atas perubahan kecenderungan lingkungan bisnis.
Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah kemampuan untuk mendeteksi makna dalam
peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda.
c.Forcasting (Peramalan)
Pada peramalan, analis mengembangkan proyek-proyek yang layak atas hasil yang
diantisispasi berdasarkan perubahan dan kecenderungan yang dimonitoratau tentang apa yang
mungkin terjadi, dan seberapa cepat, perubahan-perubahan dan trend-trend itu dideteksi
melalui pemindaian dan pengawasan.

d.        Assesing (Penilaian)
Tujuan penilaian adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek-efek dari
perubahan- perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis suatu
perusahaan. Selangkah lebih maju tujuan penilaian adalah untuk menspesifikasi implikasi
pemahaman tersebut pada organisasi. Tanpa penilaian perusahaan dibiarkan dengan data-data
yang menarik, tapi tidak diketahui relevansi kompetitiifnya.
2.3.4        Pelaku Lingkungan Bisnis
      Dilihat dari segi lingkungan mikro ( Lingkungan Industri)
Lingkungan dimana tempat para pelaku yang secara langsung berkaitan dengan
lingkungan, yang mempengaruhi perusahaan.

a.    Pemilik
Setiap bisnis dimulai sebagai hasil ide dari seorang atau lebih mengenai barang atau
jasa, disebut wiraswasta (entrepreneurs), yaitu orang yang mengorganisasi, mengelola dan
mengasumsikan resiko yang dihadapi mulai dari permulaan bisnis. Seorang wiraswasta
menciptakan bisnis pada mulanya menjalankan sebagai pemilik tunggal, namun setelah
bisnisnya tumbuh dan berkembang mungkin memerlukan tambahan dana lebih. Sebagai
konsekuensinya pemilik tunggal akan memperbolehkan orang lain menanamkan modal ke
dalam perusahaan dan menjadi pemilik bersama. Maka tentu saja proporsi kepemilikan dari
pemilik lama akan berkurang.
Setiap keuntungan dari perusahaan akan didistribusikan kepada pemilik. Apabila
perusahaan menerima penanaman modal lagi, maka kemungkinan besar bisnisnya, sehingga
pemilik pertama akan memperoleh manfaat lebih walaupun kepemilikannya menjadi
berkurang perusahaan dapat meluaskan kegiatan operasinya. Banyak perusahaan besar
menjual saham kepada investor yang ingin menjadi pemegang saham (shareholders/
stockholders) dari perusahaan tersebut. Pemegang saham adalah investor yang ingin menjadi
pemilik sebagian dari perusahaan. Apabila kinerja perusahaan membaik, nilai sahamnya juga
naik (bisa berlipat-lipat dari saham yang diberikan). Sebaliknya jika perusahaan tersebut
gagal maka pemegang saham dari beberapa perusahaan pun telah kehilangan seluruh
modalnya
b.    Kreditor
Kreditor adalah institusi keuangan atau individu yang memberikan pinjaman pada
perusahaan. Perusahaan memerlukan pendukung dana yang mungkin akan dikeluarkan
sebelum dapat menjual barang atau jasa. Oleh karena itu perusahaan tidak dapat
menggantungkan modal kepada uang tunai dari perusahaan untuk menutupi pengeluarannya.
Jumlah yang dipinjam merupakan utang dari perusahaan yang harus dikembalikan kepada
kreditor beserta bunganya pada waktu jatuh tempo

c.    Karyawan
Seseorang yang bertanggung jawab mengelola tugas yang diberikan kepada karyawan
lain dan membuat keputusan penting perusahaan disebut manajer.Kinerja perusahaan sangat
tergantung pada keputusan yang dibuat oleh manajer. Keputusan yang bagus dapat membuat
perusahaan menjadi sukses, tetapi keputusan yang kurang bagus dapt membuat perusahaan
gagal.Tujuan manajer suatu perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan,ketika
perusahaan menjual sahamnya, sebagian pemegang saham tidak bekerja untuk perusahaan,
mereka mengawasi manajer dalam memaksimalkan nilai saham milik para pemegang
saham.Sebagai gambaran bagaiman para manajer dapat mendorong nilai perusahaan.Misal
seperti  kasus Compaq Computer (perusahaan komputer), para manajernya telah menciptakan
keunggulan kompetitif dengan sistem yang efisien dalam memproduksi komputer. Ini
mengakibatkan biaya rendah dan dapat menyediakan komputer berkualitas tinggi dengan
harga rendah.Dengan cara ini penjualan naik demikian juga labanya, kemampuan para
manajer mengendalikan biaya dan menjual komputer pada harga rendah memuaskan tidak
hanya bagi para pelanggan tetapi juga bagi pemegang saham.

d.   Pemasok
Perusahaan biasanya menggunakan bahan baku untuk menghasilkan produksinya.
Perusahaan tidak dapat menyelesaikan proses produksinya bila tidak mendapatkan bahan
bakunya.Oleh karena itu, kinerjanya sebagian tergantung pada kemampuan dari pemasoknya
dalam mengantarkan bahan baku tepat pada waktunya

e.    Pelanggan
Perusahaan tidak dapat bertahan hidup tanpa pelanggan. Apabila perusahaan tidak
dapat memberikan barang atau jasa yang berkualitas dengan harga pantas, pelanggan akan
beralih ke perusahaan pesaing. Seperti misalnya Motorola (divisi General Motors)
menganggap beberapa keberhasilannya karena mereka mengenal jenis produk yang
dibutuhkan pelanggan begitu juga saturn, memakai Internet untuk mengumpulkan informasi
atas reaksi pelanggan terhadap produknya (pelanggan bertemu untuk mendiskusikan dan
membandingkan kualitas dari produk mereka)
-Interaksi antara Pemegang Kepentingan:
           Dana dapat diperoleh dari pemilik, kreditor, hasil penjualan
           Dana tersebut dipakai untuk membayar sumber-sumber daya(termasuk karyawan,
pemasok,  mesin-mesin. Promosi, bayar pinjaman ke kreditor) atau disebut biaya operasional
           Sisa dana disebut laba, sebagian dari laba ditahan dan ditanamkan kembali ke perusahaan,
sisa dari laba dibagikan sebagai dividen atau penghasilan yang diberikan perusahaan kepada
pemiliknya.

f.     Pesaing
Persaingan terjadi karena satu atau lebih pesaing merasakan adanya tekanan atau
melihat adanya peluang untuk memperbaiki posisi. Strategi bersaing yang efektif meliputi
tindakan-tindakan ofensif atau defensif guna menciptakan posisi yang aman ( defendable
position ) terhadap kekuatan-kekuatan pesaing.
Ada tiga faktor penting yang perlu diperhatikan mengenai persaingan, yaitu:
1. Masuk dan keluarnya pesaing
2. Ancaman produk atau jasa pengganti
3. Kemungkinan terjadinya perubahan dalam strategi pesaing

g.  Publik (masyarakat)
Publik (masyarakat) sering mengisukan sesuatu produk atau suatu perusahaan atau
suatu merk, sehingga amat mempengaruhi permintaan barang tersebut. Isu publik ini kadang-
kadang tajam dibandingkan dengan ancaman lainnya. Isu ini bisa saja dilansir secara sengaja
oleh kelompok tertentu yang memang menginginkan kehancuran atau bisa saja secara tidak
sengaja. Oleh karena itu perusahaan harus waspada terhadap isu-isu masyarakat ini.

         Dilihat dari segi lingkungan makro (Lingkungan Umum)


Lingkungan yang menimbulkan kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada diluar
jangkauan serta biasanya terlepas darisituasi operasional perusahaan.
a. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi yang perlu dianalisis adalah :
1. Siklus ekonomi yang meliputi depresi, resesi, kebangkitan ( recovery ) dan
kemakmuran(prosperity).
2. Gejala inflansi dan deflasi yaitu jika inflasi sangat tinggi maka pengendalian gaji dan harga
semakin berat.
3. Kebijaksanaan moneter meliputi perubahan tingkat suku bunga, devaluasi dan sebagainya.
4. Neraca pembayaran meliputi surplus atau defisit dalam hubungannya terhadap
perdagangan luar negeri. Hal inimengganggu atau memberikan peluang.

b. Faktor Demografi
Faktor demografi terdiri dari :
1. Perubahan jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan misalnya, pada daerah yang
jumlah penduduknyamenurun, tentu akan memindahkan usahanya ke daerah yang
penduduknya tumbuh.
2. Perubahan struktur usia penduduk akan mempengaruhi pemindahan jenis produk sesuai
dengan perubahanumurnya.
3. Distribusi pendapatan.
4. Tingkat pengangguran.

c. Faktor Geografi
Faktor geografi juga penting diamati oleh perencana strategi, untuk menentukan
peluang dan ancaman perusahaan,terutama dalam menentukan penambahan lokasi baru bagi
perluasan perusahaan.

d. Faktor Teknologi
Perubahan teknologi membawa pengaruh terhadap perkembangan perusahaan, karena
perubahan teknologi dapat memberi peluang besar yaitu meningkatkan hasil dan tujuan atau
bisa mengancam kedudukan perusahaan. Bahkanperubahan teknologi dapat merupakan
malapetaka tenaga kerja, karena akan menggeser mereka dan bertambahbanyaklah
pengangguran. Dan juga perubahan teknologi akan mempengaruhi daur hidup produk,
misalnya denganmunculnya mesin foto copy maka pasar kertas stensil mengalami penurunan
drastis.

e. Faktor Pemerintah
Perubahan-perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai bentuk peraturan, dapat
merupakan peluang bagiperusahaan dan dapat pula hambatan atau ancaman bagi perusahaan.

f. Faktor Sosial
Sosial adalah kebiasaan dan nilai-nilai sosial lingkungan masyarakat, khususnya
langganan dan karyawan.

g.    Faktor Politik meliputi kekuatan politik dan perbedaan ideologi.


Perusahaan dalam menjalankan kegiatannya harus menerapkan ideologi yang
diterapkan oleh suatu negara dimana karena ideologi merupakan pedoman untuk mengatur
rakyatnya, termasuk perusahaan merupakan bagian dari komponen suatu negara

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Lingkungan perusahaan adalah keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang
mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
1.Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan perusahaan antara lain:
a.       Lingkungan fisik, energi, dan konservasi
b.      Lingkungan perekonomian dan perpajakan
c.       Lingkungan hukum
d.      Lingkungan pemerintah
e.       Lingkungan internasional
2.Macam-macam lingkungan perusahaan yaitu:
a.       Lingkungan social
b.      Lingkungan industri
c.       Lingkungan ekonomi
d.      Lingkungan global
3.Pentingnya analisis lingkungan perusahaan
a. Alasan pentingnya analisis perusahaan antara lain:
         Mengantisipasi kesempatan dan pemecahan pemecahan sedini mungkin faktor-faktor
lingkungan yang dianggap mengancam tujuan perusahaan
         Mengefektifkan manajemen strategi
         Membantu membuat perencanaan jangka panjang
b. Proses analisis lingkungan perusahaan meliputi:
         Menganalisis hubungan  antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan
         Menganalisis masalah utama yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap
perumusan strategi
         Mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi terhadap lingkungan bisnis
c. Komponen analisis lingkungan bisnis yaitu:
         Scanning (Pemindaian)
         Monitoring (Pengawasan)
         Forcasting (Peramalan)
         Assesing (Penilaian)
d.Pelaku lingkungan bisnis :
  Segi lingkungan mikro yaitu:
         Pemilik
         Kreditor
         Karyawan
         Pemasok
         Pelanggan
         Pesaing
         Publik (masyarakat)

  Segi lingkungan makro yaitu:


         Faktor ekonomi
         Faktor demografi
         Faktor geografi
         Faktor teknologi
         Faktor pemerintah
         Faktor sosial
         Faktor politik

3.2 SARAN
Sebelum suatu perusahaan itu didirikan maka seharusnya pemilik perusahaan
melakukan analisis tentang lingkungan perusahaan tersebut. Agar kelak tidak
menimbulkan  dampak negatif bagi perusahaan tersebut dan masyarakat sekitar ketika
perusahaan tengah beroperasi.

Lingkungan Perusahaan Di Indonesia


Januari 26, 2017
LINGKUNGAN PERUSAHAAN DI INDONESIA

Pengertian Lingkungan Perusahaan


            Perusahaan sebagai sebuah sistem yang bersifat mikro merupakan bagian
dari sistem suatu negara yang bersifat makro, maka kinerja suatu perusahaan dalam
memproduksi barang dan jasa sangat dipengaruhi oleh lingkungan
perusahaan. Lingkungan perusahaan adalah sekumpulan sumber daya, kekuatan,
dan lembaga yang memiliki pengaruh dalam menciptakan nilai (value) barang
(goods) dan jasa (services). Adapun yang dimaksud dengan nilai adalah kumpulan
manfaat yang dapat diberikan dari suatu produk. Nilai suatu barang dan jasa dapat
dilihat dari dua perspektif, yaitu dilihat dari sudut pandang konsumen dan dilihat dari
sudut pandang perusahaan.
        Nilai Dilihat dari Sudut Pandang Konsumen
Suatu produk akan memiliki nilai yang semakin tinggi dari sudut pandang
konsumen apabila dengan harga yang sama, konsumen dapat memperoleh produk
yang memiliki kualitas dan fitur yang lebih baik. Dengan kata lain, nilai suatu produk
akan bertambah apabila konsumen mengeluarkan uang yang sama tetapi mereka
akan memperoleh manfaat produk yang lebih besar.
        Nilai Dilihat dari Sudut Pandang Perusahaan
            Menurut Porter, nilai dilihat dari sudut pandang perusahaan adalah selisih
antara kesediaan pembeli untuk membayar harga suatu produk dengan biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa sampai meyediakan
barang dan jasa tersebut di tempat pembeli membutuhkan.
            Dengan demikian menurut perspektif ini, nilai suatu produk dilihat dari
kemampuan produk tersebut untuk menghasilkan margin keuntungan (profit margin).

Pendekatan Pengelompokan dengan Menggunakan


Perusahaan sebagai Unit Analisis
            Lingkungan perusahaan dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu
lingkungan khusus dan lingkungan umum.
            Lingkungan khusus (specific environment) suatu perusahaan terdiri dari
para pemegang/pemangku kepentingan diluar perusahaan yang dengan secara
langsung dapat memengaruhi kemampuan organisasi untuk memperoleh sumber
daya ekonomi. Sedangkan lingkungan umum (general environment) terdiri dari
berbagai kekuatan yang akan memengaruhi perusahaan-perusahaan secara umum
(bukan hanya berpengaruh terhadap satu perusahaan) dam memengaruhi
perusahaan-perusahaan tersebut untuk memperoleh sumber daya ekonomi.
        Lingkungan Khusus Perusahaan
            Menurut Robbins dan Coulter, lingkungan khusus perusahaan memiliki
pengaruh langsung terhadap keputusan yang akan diambil oleh manajemen
perusahaan dan memberikan reaksi yang cepat terhadap keputusan yang diambil
oleh manajemen perusahaan. Lingkungan khusus terdiri dari :
Pemasok (Suppliers)
            Selain digunakan sebagai sebutan untuk perusahaan yang memasok bahan
baku, pengertian pemasok mencakup pula lembaga-lembaga yang menyediakan
pembiayaan maupun sumber daya manusia. Pemegang saham, bank, perusahaan
asuransi, dana pensiun dan sebagainya, adalah pemasok uang bagi perusahaan.
Sedangkan perguruan tinggi, serikat pekerja, perusahaan jasa tenaga kerja
merupakan pemasok sumber daya manusia bagi perusahaan.
Pesaing (Competitors)
            Sunsilk dan Pantene saling bersaing untuk memperebutkan bagian pasar
dari segmen shampo. Selain pesaing yang berasal dari perusahaan yang
menghasilkan produk yang sama, pesaing dapat pula berasal dari perusahaan yang
memproduksi produk substitusi yaitu produk yang berlainan tetapi memiliki fungsi
yang sama. Misalnya, pada saat harga tiket pesawat Jakarta-Medan mengalami
penurunan sehingga tidak berbeda jauh dengan harga tiket bus antar pulau, maka
hal tersebut telah mendorong konsumen untuk memilih alat transportasi pesawat.
Pelanggan (Customer)
            Perusahaan memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan pelanggan (customer). Perusahaan harus berusaha memahami
kebutuhan konsumen untuk menjadi perusahaan yang unggul (Peters dan
Waterman, Jr: 1982). Perubahan kebutuhan dan selera konsumen dapat
mengakibatkan ketidakpastian bagi perusahaan apabila tidak dapat mengikuti
perubahan tersebut. Penerimaan dan loyalitas konsumen terhadap produk
perusahaan akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan untuk jangka yang
panjang.
Penyalur (Distributors)
            Saluran distribusi akan menentukan tingkat cakupan pasar yang dicapai oleh
perusahaan. Saluran distribusi juga menentukan tingkat ketersediaan produk
perusahaan di berbagai tempat. Dengan kata lain, saluran distribusi dapat membuat
produk perusahaan dapat diperoleh konsumen dilokasi yang dapat dijangkau
konsumen. Sebaliknya, jika keterbatasan saluran distribusi akan mengakibatkan
kesulitan untuk menempatkan produk yang ditempat yang dibutuhkan konsumen.
Kelompok Penekan (Pressure Groups)
            Salah satu kelompok penekan adalah serikat pekerja (unions). Kebebasan
berserikat bagi warga negara Indonesia dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.
Serikat pekerja memberikan tekanan terhadap kebijakan perusahaan yang
bertentangan dengan kepentingan para pekerja.
            Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menjadi kelompok penekan
untuk melindungi kepentingan konsumen. Misalnya pada saat menjelang hari raya
semua harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Yayasan Lembaga Bantuan
Hukum Indonesia (YLBHI) menjadi kelompok penekan terhadap pemerintah.
Wahana lingkungan Hidup Indonesia (Wahli) menjadi kelompok penekan terhadap
perusahaan yang melakukan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.
Kreditor (Creditors)
            Selain mengandalkan modal sendiri yang diperoleh dari pemegang saham,
perusahaan pada umumnya membutuhkan bantuan lembaga bank untuk menunjang
kecukupan modalnya. Kemampuan perusahaan untuk memperoleh pinjaman dari
bank selain dari tersedianya jaminan juga sangat ditentukan oleh kinerja keuangan
perusahaan tersebut, yakni apakah perusahaan akan mampu membayar kewajiban
yang jatuh tempo sehingga kredit yang diberikan oleh bank tidak berkembang
menjadi kredit bermasalah bahkan kredit macet.
        Lingkungan Umum Perusahaan
            Lingkungan umum perusahaan adalah kekuatan yang akan memengaruhi
perusahaan secara umum. Maksud dari memengaruhi perusahaan secara umum
adalah bahwa pengaruh lingkungan umum tidak hanya dirasakan oleh datu
perusahaan saja melainkan dapat dirasakan oleh perusahaan-perusahaan lainnya.
Misalnya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan berdampak pada
naiknya harga bahan baku dan biaya produksi secara umum. Lingkungan umum
perusahaan terdiri dari :
Kekuatan Ekonomi (Economics Forces)
            Kekuatan ekonomi memiliki pengaruh makro terhadap kinerja perusahaan
yang ada di Indoneia. Sebagai contoh, krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada
tahun 1997 telah mengakibatkan ambruknya  ekonomi Indonesia. Terjadinya
fluktuasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam terhadap dolar AS dan beberapa mata
uang lainnya telah mengakibatkan ketidakpastian dalam perhitungan harga pokok
produksi terutama untuk industri-industri yang memerlukan bahan baku/komponen
impor yang besar.
Kekuatan Internasional (International Forces)
            Sebagai sistem perekonomian terbuka, sistem ekonomi Indonesia sangat
dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan perdagangan internasional. Dengan demikian
maka gejolak ekonomi di suatu negara industri maju dapat memiliki dampak yang
sangat cepat terhadap negara lainnya.
Kekuatan Demografi dan Budaya (Demographic and Cultural Forces)
            Perubahan budaya dan dimensi-dimensi kependudukan seperti pendidikan,
pekerjaan, ukuran keluarga, agama, gender dan juga generasi telah mengakibatkan
perubahan pada selera dan nilai konsumen.
            Perubahan-perubahan budaya dan demografi Indonesia telah melahirkan
berbagai peluang pasar baru. Tetapi perubahan budaya di sisi lain dapat
menimbulkan ketidakpastian bagi perusahaan-perusahaan, karena perubahan
budaya dapat pula mengakibatkan terjadinya migrasi nilai berupa penggantian nilai-
nilai lama dengan nilai-nilai baru yang belum tentu sejalan dengan arah
pengembangan strategi perusahaan.
Kekuatan Politik (Political Forces)
            Pemerintah memengaruhi lingkungan bisnis secara umum melalui
pemberlakuan Undang-undang dan peraturan-peraturan. Berbagai undang-undang,
peraturan dan kebijakan yang dilakukan pemerintah akan berpengaruh terhadap
perusahaan secara umum. Misalnya, kenaikan harga bahan bakar minyak akan
berpengaruh terhadap industri.
            Selain peran pemerintah, kekuatan politik yang akan memengaruhi bisnis
secara umum adalah situasi politik suatu negara. Pada saat terjadi krisis politik
menjelang dan sesudah pergantian Presiden Soeharto, dunia bisnis Indonesia
mengalami ketidakpastian akibat timbulnya anarki dan kekacauan.
Kekuatan teknologi (Technological Forces)
            Narayanan (2001:12) membagi perubahan teknologi ke dalam dua kategori,
yaitu Process Technology danProduct Technology.
Process Technology yaitu berbagai teknik yang digunakan untuk memproduksi dan
memasarkan produk. Perubaghan process technology bertujuan untuk memproduksi
dan memasarkan produk secara lebih cepat, lebih efisien atau dalam volume yang
lebih besar.
Product Technology menunjukkan berbagai elemen teknologi yang terkandung di
dalam produk yang dihasilkan sebuah perusahaan. Perubahan pada product
technology dapat menghasilkan produk yang benar-benar baru dan menggantikan
produk yang ada saat ini.
http://yohanafitriyani1208.blogspot.com/2017/01/lingkungan-perusahaan-di-indonesia.html

https://kumpulan-materi-kuliahku.blogspot.com/2016/07/makalah-lingkungan-perusahaan-
pengantar.html