Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

PENGERTIAN CACAT DAN GAGAL

Oleh :

Muhammad Fikri Dzikrillah (4115110023)

Teknik Sipil
Perancangan Jalan dan Jembatan – Konsentrasi Jalan tol
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
Jalan Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Gedung Direktorat Politeknik Negeri Jakarta
Kampus UI,

Depok 16425.
PENGERTIAN
CACAT KONSTRUKSI:

Pekerjaan bangunan atau konstruksi identik dengan pengeluaran biaya yang


besar dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk membangunnya. Hal ini
menyebabkan para pihak harus memperhatikan segala aspek selama proses
pembangunan tersebut sehingga pemilik proyek (owner) tidak merasa dirugikan
akibat ketidaksesuaian hasil akhir pekerjaan dengan spesifikasi dan desain yang telah
disepakati bersama. Disinilah letak pentingnya pedoman desain dan spesifikasi yang
jelas.

Ketika sebuah bangunan telah dinyatakan selesai, tidak tertutup kemungkinan


adanya cacat-cacat pekerjaan (work’s defects) yang kemudian merugikan pemilik
langsung bangunan (misalnya penghuni yang membeli rumah dari developer).
Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu melihat terlebih dahulu apa yang dimaksud
cacat pekerjaan konstruksi.

Cacat pekerjaan konstruksi adalah cacat pekerjaan yang mengurangi nilai dari
sebuah konstruksi. Cacat pekerjaan konstruksi dapat terjadi sebagai akibat dari
kesalahan desain oleh arsitek/perencana, cacat material, mutu pekerjaan konstruksi
yang kurang baik, instalasi yang salah, pemanfaatan konstruksi yang tidak sesuai
peruntukannya, atau kombinasi diantara hal-hal tersebut.
Salah satu definisi cacat pekerjaan konstruksi diberikan oleh Marianne (2005): suatu
kegagalan dari sebuah komponen bangunan untuk dibuat sebagaimana seharusnya.
Menurut Cama (2004), cacat pekerjaan dapat dibedakan menjadi 2 macam: cacat
paten dan cacat laten.

Cacat paten adalah cacat pekerjaan yang terlihat secara langsung pada
struktur. Contohnya kebocoran pada atap, retak pada pondasi, dll. Cacat paten ini
mudah diidentifikasi dan oleh karenanya dapat dengan mudah diperbaiki.
Sedangkan cacat laten adalah cacat pekerjaan yang tersembunyi dan sulit untuk
diidentifikasi. Biasanya cacat semacam ini baru teridentifikasi setelah dilakukan
investigasi lebih lanjut terhadap akibat cacat pekerjaan yang tidak diketahui
sebelumnya.
1.  Beberapa tipe cacat pekerjaan konstruksi
a. Cacat desain – bangunan dan sistemnya tidak bekerja sebagaimana diharapkan
(terutama terjadi pada desain yang kompleks dan rumit dan kurangnya
perencanaan yang matang)

b. Cacat material – cacat akibat penggunaan material yang tidak tepat atau tidak
sesuai spesifikasi meskipun pelaksanaan/instalasinya sudah baik

c. Cacat konstruksi – cacat yang timbul akibat pelaksanaan konstruksu yang


kurang baik (poor workmanship)

d. Cacat akibat masalah geoteknikal – kondisi tanah yang tidak diharapkan dan
kurangnya data akurat mengenai kondisi tanah

2. Penyebab-Penyebab Cacat Pekerjaan


a. Kegagalan dalam perencanaan desain
b. Kegagalan dalam pemilihan dan penggunaan material
c. Kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi
d. Kegagalan dalam pemanfaatan konstruksi yang tidak sesuai peruntukannya

3. Klasifikasi Cacat Pekerjaan


Klasifikasi cacat pekerjaan bisa jadi sangat subjektif tergantung klasifikasi yang
dibuat oleh masing-masing investigator. Klasifikasi tersebut bisa menjadi: cacat
minor, cacat ringan, cacat sedang, cacat berat.
KEGAGALAN KONSTRUKSI:

Kegagalan Konstruksi adalah hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi
pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan sebagai
akibat kesalahan pengguna atau penyedia.
Pada dasarnya, kegagalan bangunan dari sisi sisi faktor penyebabnya dapatlah
dikelompokan menjadi : ulah manusia, alam atau lingkungan, kombinasi ulah manusia dan
lingkungan/alam. Oleh sebab itu tinjauannya akan meliputi : planning,desain arsitektur,
enjiniring, ekonomi, dan lingkungan.
Selama berkecimpung di dunia proyek konstruksi sebagai praktisi, ditemukan beberapa
kesalahan yang sering dilakukan oleh kontraktor proyek konstruksi yang berujung pada
kegagalan proyek berupa keterlambatan, kerugian dan mutu yang jelek.  Dimana hampir
semuanya bersifat kronis atau telah lama terjadi secara berulang.
Sebenarnya ada banyak kesalahan yang sering dilakukan, namun setidaknya ada 10
kesalahan yang paling sering dilakukan oleh Kontraktor yang bersifat “kronis” dan fatal.
Kesalahan tersebut sepertinya tidak disadari dan belum dapat diatasi oleh kontraktor sehingga
menyebabkan kontraktor tersebut selalu mengalami kesulitan  dan kegagalan dalam
melaksanakan proyek. Tentunya kondisi ini mesti dikoreksi dalam rangka pelaksanaan proyek
jadi lebih baik.