Anda di halaman 1dari 2

Jembatan Widang - Babat Ambruk

Lokasi yang ambruk berada di ruas Tuban-Widang (KM SBY 72+240). Bangunan atas jembatan
berupa rangka baja Callender Hamilton (Tipe A).

Panjang Total: 260 meter, yang terbagi lima ruas, yakni (55 meter + 55 meter + 55 meter + 55
meter + 40 meter). Lebar jembatan tujuh meter (belum termasuk trotoar kiri dan dengan
pondasi jembatan berupa tiang pancang beton

ambruknya jembatan Babat-Widang yang menghubungkan Kabupaten Tuba dan Lamongan


pada Selasa (17/4/2018) lalu terjadi saat dilalui tiga truk secara beriringan. Diduga, jembatan
ambruk karena tidak kuat menahan beban tiga truk yang berkumpul di satu titik.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Ari Setiadi menuturkan, robohnya
jembatan cincin lama disebabkan faktor kelebihan beban (overload).

"Ada 3 truk yang melewati jembatan, dengan 1 truk mengandung limbah smelter dan 2 truk
tronton dengan muatan pasir. Data yang masuk dan kesimpulan sementara diakibatkan karena
overload," tuturnya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian
PUPR), Selasa (17/4).

Jembatan Widang-Babat yang ambruk pada Selasa (17/4) bukanlah hal yang mengagetkan
bagi pihak yang bertanggungjawab atas Jembatan Nasional tersebut.

Sebab, Jembatan yang dikenal dengan nama Jembatan Cincin itu, ternyata sudah rusak
cukup lama. Sebuah laporan berjudul "Laporan Kerusakan Jembatan Cincin Lama (Km. SBY
72+240)’" yang dibuat ‘’Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Direktorat Jenderal
Bina Marga Kementerian PUPR’’ mendadak beredar.

KRONOLOGIS

Berdasarkan laporan BBPJN VIII tersebut, kronologis kerusakan dimulai tahun 2015.
Penanganan kerusakan dilakukan dengan penyambungan pelat yang putus dengan mesin las.
Pada akhir Oktober 2017 terjadi kerusakan kembali di titik yang sama. Kerusakan ini
mengakibatkan turunnya pelat lantai jembatan sedalam 8,50 sentimeter pada trotoar dan di
perkerasan sedalam 7,50 sentimeter.
Analisisnya, terjadinya kerusakan disebabkan adanya baut penghubung badan cross girder yang
lepas atau hilang sebanyak lima buah di setiap sisi. Kemudian, akibat getaran yang terjadi pada
jembatan, pelat penyambung flens cross girder bagian bawah patah atau putus.
Dengan putusnya pelat penyambung flens cross girder bagian bawah ini, mengakibatkan pelat
penyambung flens bagian atas melengkung karena struktur yang dipikul cross girder drop ke
bawah.

SEBAB AKIBAT

Akibat jembatan Widang ambrol kemacetan pun mengular. Baik dari arah Surabaya-Lamongan

ke Tuban-Bojonegoro maupun sebaliknya.  ‘’ Kemacetan, sepanjang 5 km dari arah barat

menuju ke timur tepatnya Jalan Raya Lamongan – Babat tepatnya di Desa Bulutrate Kecamatan

Babat,’’kata Kanit Turjawali Polres Lamongan Ipda Purnomo Polisi menerapkan sistem buka

tutup baik dari arah Tuban ke Lamongan maupun sebaliknya.  ‘’Kemacetan sangat panjang,

akhirnya dilakukan penutupan di satu arus dari wilayah Lamongan ke Tuban,’’ujarnya.

Setidaknya ada seorang korban meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya
menderita luka-luka.
Korban meninggal bernama Mukhlisin, pengemudi truk W 9351 US, asal Desa
Banter, Kecamatan Benjeng, Gresik. Posisi truk yang dikemudikan Mukhlisin
tertindih truk nopol S 8569 UE dalam kondisi terbalik.