Anda di halaman 1dari 3

Nama : Rainaldy Sanjaya (absen 33)

Nim : 1811102411036

Jawaban:

1.

Pengkajian luka:
1) Merah: slough 40%
2) Kuning: maserasi
3) Hijau: ephitel
4) Putih: undermining
2. jenis debridement yang cocok menurut saya adalah yang pertama bisa menggunakan autolytic
debridement, alasannya yaitu dengan menggunakan enzim dan makrofag aktifitas dari sel darah
putih maka tubuh akan memecah jaringan nekrotik, kemudian jaringan nekrotik yang sudah
lunak kemudian diangkat secara manual. Sehingga tidak membuat sakit/nyeri pada pasien.
Yang kedua menggunakan surgical debridement dimana akan secara cepat mengangkat jaringan
nekrotik secara tajam dengan scalpel, gunting pinset namun berisiko perdarahan, kerusakan
jaringan dan nyeri.
3. cara perawatan dan dressing yang cocok (dressing absorbent) adalah
1) Mempersiapkan alat:
a. Bak instrumen steril berisi (gunting debridement, pinset anatomis, pinset chirrurgis)
b. Plaster/hepafik
c. NaCl 0,9%
d. Handscoon (bersih dan seteril)
e. Gunting verband: 1 buah
f. Bengkok
g. Korentang jar dan korntang: 1 set
h. Pembalut/dressing luka (Alginate/cellulose)
i. Perlak
j. Sabun Cuci Luka
k. Kantung sampah medis
l. Penggaris luka
m. Kantong plastik
n. Kom yang sudah berisi Nacl (clensing setelah debridement)
o. Baskom
2) Proses Perawatan Luka
a. Memberi salam dan menyapa pasien
b. Menayakan kesediaan klien untuk dilakukan tindakan
c. Mendekatkan alat
d. Mebaca basmallah
e. Atur posisi pasien untuk memudahkan perawatan luka
f. Atur perlak dibawah kaki yang luka dan hubungkan dengan baskom
g. Lindungi atas tempat tidur dengan alas anti air
h. Tempatkan kantung plastik buat sampah dekat area tindakan
i. Pasang sarung tangan bersih
j. Buka balutan lama dengan alat bersih dan buang pada kantong plastik buat sampah
(irigasi dengan Nacl untuk mudah melepas balutan jika balutan lengket)
k. Bilas luka dengan NaCl 0,9% dan gosok jaringan nekrosis secara lembut dengan ujung
jari sampai bersih dengan menggunakan sabun cuci luka
l. Keringkan luka dengan cara di tekan pelan dan lembut dengan kasa.
m. Kaji jumlah, jenis, dan bau ekudat, warna dasar luka, ukuran luka, jaringan granulasi/
fibrorik, dan tanda infeksi.
n. Bersihkan kulit sekitar luka sampai radius ± 5 cm dari tepi luka
o. Kaji luka tentang ukuran (panjang, lebar, kedalaman), bau, eksudat, warna dasar, debris
dan tanda infeksi.
p. Lepas handscoon bersih buang ketempat sampah
q. Buka bak instrument, buka handscoon steril, tutup bak instrumen posisi menghadap
keatas
r. Pasang sarung tangan seteril atau sarung tangan bersih
s. Lakukan debridement tajam (CSWD) untuk melepas dan membuang jaringan nekrotik
(jika jaringan nekrotik telah lepas dari dasar luka) dengan gunting tajam dan pinset
t. Bilas dengan NaCl 0,9% dan keringkan dengan kassa.
u. Beri salep antibiotik atau minyak zaitun/madu di permukaan luka secara merata untuk
menjaga kelembaban.
v. Tutup balutan dengan natrium alginat (tepi pembalut melingkupi 3 - 4 cm dari tepi luka)
w. Tutup dengan beberapa lapis kasa dan tutup seluruh permukaan kasa dengan plester
Hipafik
x. Letakkan instrumen yang telah terpakai dan kotor di dalam kom berisi larutan
desinfektan.
y. Rapikan klien dan angkat perlak
z. Cuci peralatan kotor dan merapikan kembali di tempatnya semula.
aa. Lepas handscoon
3) evaluasi
a. Membaca hamdalah
b. Mengevaluasi respon klien
c. Membaca doa bersama klien