Anda di halaman 1dari 3

NAMA : Rainaldy Sanjaya

NIM : 1811102411036

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

REHABILITASI JANTUNG FASE InPatient

Prosedur Program Rehabilitasi Jantung Fase InPatient


Program rehabilitasi Jantung Fase 1:
Merupakan program multifase yang dirancang untuk memulihkan gangguan jantung
terutama gangguan pembuluh darah koroner jantung. Program ini meliputi latihan aktivitas
fisik, konseling psikologis, dan terapi perilaku menuju gaya hidup sehat yang dipesan oleh
dokter saat kondisi pasien stabil dalam waktu 24-48 jam post nyeri
Tujuan:
- meningkatkan kemampuan fungsi tubuh pasien
- meningkatkan kualitas hidup
- mengembalikan serta menyeimbangkan psikologis sosialnya

Persiapan Pasien :
1. Kaji kesiapan pasien

Persiapan Alat:
1. Tensi Meter
2. Stetoskop
3. Jam Tangan
4. EKG
5. Oximeter
6. kursi

Orientasi :
1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
2. Memperkenalkan diri
3. Melakukan kontrak
4. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
5. Menanyakan kesediaan klien untuk dilakukan tindakan
6. Meminta ijin melakukan tindakan

Prosedur (tahap kerja)


Fase I (2 fase pertama dimulai dari setalag 12-18 jam pasien di rawat)

pada fase ini pasien mulai bergerak sambil berbaring di tempat tidur
apabila tidak ada permasalahan tanda-tanda vital, hemodinamik pasien
dapat menggantung kaki selama 5 menit, kemudian kembali ke posisi
tidur yang diawasi perawat.

Fase II setelah 3 jam fase 1

cek tanda-tanda vital pasien, apabila normal tidak ada kelainan dan
aritmia pasien di ijinkan duduk dikursi selama 5 menit kemudian kembali
ke tempat tidur untuk istirahat
Fase III setelah 24 jam fase 2

dalam pengawasan perawat pasien di ijinkan duduk 10 menit diatas kursi


,saat duduk 10 menit pasien bisa menggerakan ayunan seperti menaiki
sepeda, lalu kembali istirahat ke tempat tidur

Fase IV setelah 3 jam dari fase 3

di bawah pengawasan perawat dan bila tidak ada kelainan tanda-tanda


vital, pasien di ijinkan berdiri di samping tempat tidur dan berjalan didekat
tempat tidur selama 10 menit

Fase V setelah 3 jam fase 4

apabila tidak ada kelainan tanda-tanda vital dan hemodinamik, dengan


pengawasan perawat pasien di ijinkan untuk berjalan didekat tempat tidur
selama 5 menit, kemudian pasien berjalan dalam area ruangan selama 10
menit. Langkah yang dilakukan adalah 10 langkah maju kedepan dan 10
langkah mundur kebelakang. Kemudian kembali ke tempat tidur untuk
istirahat.

Fase VI setelah 48 jam fase 5

apabila tidak ada ada kelainan tanda-tanda vital dan hemodinamik,


dengan pengawasan perawat pasien dapat berjalan 5 menit didekat
tempat tidur , kemudian berjalan 10 menit di area bangsal dengan 10
langkah maju kedepan dan 10 langkah mundur kebelakang. Kemudian
kembali istirahat.

Fase VII setelah 3 jam fase 6

apabila tidak ada kelainan tanda-tanda vital dan hemodinamik, dengan


pengawasan perawat maka pasien berjalan selama 15 menit sejauh dan
bisa bertahan. Langkah yang dilakukan adalah 20 langkah maju kedepan
dan 20 langkah mundur kebelakang (semampu pasien). Kemudian
kembali istirahat.

Fase VIII setelah 3 jam fase 7,

gerakan pada fase 8 sama dengan fase ke 7. Dan apabila tidak ada
masalah dalam pergerakan maka pasien dibiarkan untuk istirahat.

Fase Terminasi :
1. Mengevaluasi respon pasien
2. Memberi reincforment positif
3. Membaca doa
4. Membuat kontrak pertemuan selanjutnya jika perlu
Evaluasi :
1. Evaluasi respon pasien
2. Evaluasi tanda-tanda vital pasien
3. Evaluasi diri perawat

Dokumentasi :
Catat tanggal dan waktu serta respon pasien