Anda di halaman 1dari 3

Disusun Oleh :

WOC BPH Pembesaran jinak kelenjar prostat,


Lia Anis Syafaah (G3A020069)
(BENIGN disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa
Perubahan atau semua komponen prostat meliputi
keseimbang jaringan kelenjar / jaringan fibromuskuler
yang menyebabkan penyumbatan uretra
Testosteron pars prostatika (Purwanto, 2016)
e bebas +

Dehidro Hidrolisis
testosterone

Diikat
reseptor

V
Proses
Mempengar
uhi inti sel
Sintesa
Peningkatan Ketidakseim protein Interaksi sel Inflamasi
sel stem bangan Proliferasi
epitel dan
sel

Hyperplasia
pada epitel

PENGKAJIAN FOKUS BPH


AIRWAY : CLEAR PENATAL
Benign AKSANAA
BREATHING : TIDAK ADA MASALAH
Prostate  Terapi medikamentosa
CIRCULATION : penghambat adrenergenik alfa, penghambat enzin 5 alfa
- Sirkulasi Perifer Penyempita reduktase, fitofarmaka
Nadi : 86 x/menit n lumen  Jenis Operasi dan Perawatan Invasif Minimal
Denyut : kuat  TUMT (Transurethral Microwave Thermotherapy)
CRT : < 3 s Menghamba  TUNA (Frekuensi Radio Transurethral Needle Ablation)
ANALIS TD : 130/90 mmHg t aliran urine  Stent Prostat
A DATA - Eliminasi dan Cairan  TURP (Transurethral Resection Prostat)
Tidak dapat BAK ± 48 jam Bendungan  TUIP (Sayatan Transurethral dari Prostat)
Mengejan saat memulai BAK vesical  Bedah Laser
Tidak tuntas, disuria  Bedah Terbuka Prostat (Prostatektomi)
Kencing menetes Peningkatan
Nyeri pada perut dan pinggang tekanan KOMPL
DISSABILITY : TIDAK ADA MASALAH Hiperiritable IKASI
pada blader  Retensi urin akut,
 Infeksi saluran kemih
Peningkatan kontraksi otot
Retensi Kontraksi destrusor dari buli-buli
Kontraksi  Involusi kontraksi kandung
urine total tidak otot kemih
 Refluk kandung kemih.
Refluks Tekanan
urine Hipertropi  Hidroureter dan hidronefrosis
otot  Gagal ginjal bisa dipercepat
Merangsang
Hidroureter jika terjadi infeksi
Terbentuknya selula, sekula dan  Hematuri
divertikel buli-buli Dihantarkan serabut tipe A6 &
Hidronefrosi serabut tipe C
s
LUTS
(Lower Medulla
Penurunan
fungsi ginjal
Gejala Gejala iritatif Otak
obstruktif - Urgensi
- Intermi - Frekuensi BAK sering Persepsi
tten (nokturia, diurnal uria)
- Straining
nyeri
- Dysuria
- Hesitans NYERI AKUT (D.0077)
i
- Termina

RETENSI URINE (D.0050)


FOKUS
DATA ETIOLOGI MASALAH INTERVE
DX. Retensi urin berhubungan dengan peningkatan tekanan uretra
DS : Peningkatan tekanan Retensi urin (D.0050) (D.0050)
- Pasien mengeluh tidak dapat uretra Luaran utama yaitu eliminasi urin (L.04034)
BAK ± 48 jam
- Sering mengejan saat Ekspektasi membaik dengan kriteria hasil sebagai berikut:
memulai BAK a. Sensasi berkemih meningkat
- BAK tidak tuntas ANALISA DATA
b. Desakan berkemih (urgensi) menurun
- air kencing menetes pasca
BAK c. Distensi kandung kemih menurun
- Sering anyang-anyangan d. Berkemih tidak tuntas menurun
- Frekuensi BAK meningkat
beberapa bulan sebelumnya e. Urine menetes (dribbling) menurun
- Kandung kemih terasa penuh f. Disuria menurun
DO :
- Tampak bulging pada regio g. Frekuensi BAK membaik
suprapubik Intervensi
- Teraba pembesaran prostat Kateterisasi Urine (I.04148)
pada rectal toucher Observasi
- Periksa kondisi pasien (mis. Kesadaran, tanda-tanda vital, daerah
IMPLEMENTASI DAN
perineal, EVALUASI
distensi kandung kemih, inkontinensia urine, refleks
WAKTU IMPLEMENTASI EVALUASI berkemih)
Tanggal 24 November 2020 Memeriksa kondisi pasien S: Terapeutik
Jam 09.00 (mis. Kesadaran, tanda-tanda - Mengeluh tidak dapat BAK sejak
- Siapkan peralatan, bahan-bahan dan ruangan tindakan
vital, daerah perineal, distensi kemarin malam
kandung kemih, inkontinensia - BAK tidak tuntas - Siapkan pasien: bebaskan pakaian bawah dan posisikan dorsal
urine, refleks berkemih) - Kandung kemih terasa penuh
rekumben (untuk wanita) dan supine (untuk laki-laki)
O:
- Kesadaran : CM - Pasang sarung tangan
- Teraba distensi kandung kemih
- Bersihkan daerah perineal atau preposium dengan cairan NaCl atau
- Teraba pembesaran prostat
- Nadi : 86 x/menit aquades
- TD : 130/90 mmHg - Lakukan insersi kateter urine dengan menerapkan prinsip aseptik
A:
Masalah keperawatan retensi urine - Sambungkan kateter urine dengan urine bag
belum teratasi Edukasi
P:
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemasangan kateter urin
- Lakukan pemasangan kateter
urine - Anjurkan menarik napas saat insersi selang kateter
Tanggal 24 November 2020 Melakukan pemasangan kateter S:
Jam 09.30 urine - Pasien mengatakan mengeluh nyeri
O:
- Masih teraba distensi pada
kandung
- Terdapat residu urine 600 ml
- Kesadaran : CM
A:
Masalah retensi urine teratasi sebagian
P:
- Kolaborasi tindakan pembedahan
TURP