Anda di halaman 1dari 4

ANALISA SINTESA PADA PASIEN DENGAN KEGAWATDARURATAN

SISTEM RESPIRASI : ASMA BRONKHIAL

Nama : Lia Anis Syafa’ah Tanggal : 13 November 2020


NIM : G3A020069

A. Identitas Klien
An. W usia 10 tahun

B. Diagnosa Medis
Asma Bronkhial

C. Dasar Pemikiran
Asma bronchial adalah penyakit obstruksi saluran pernafasan akibat
penyempitan saluran nafas yang sifatnya reversibel (penyempitan dapat
hilang dengan sendirinya) yang ditandai oleh episode obstruksi pernafasan
diantara dua interval asimtomatik (Djojodibroto, 2017).
Asma bronchial adalah penyakit radang/inflamasi kronik pada paru,
karena adanya penyumbatan saluran nafas (obstruksi) yang bersifat
reversible, peradangan pada jalan nafas, dan peningkatan respon jalan nafas
terhadap berbagai rangsangan hiperresponsivitas, obstruksi pada saluran nafas
bisa disebabkan oleh spasme/ kontraksi otot polos bronkus, oedema mukosa
bronkus dan sekresi kelenjar bronkus meningkat (Putri & Sumarno, 2014).

D. Analisa Sintesa
Penyempitan saluran nafas akibat hipersensitivitas mukosa bronkus

Jalan masuknya oksigen terhambat

Dispnea

Dapat diatasi dengan pemberian nebulizer bronkodilator

Melebarkan/dilatasi saluran bronkus


E. Tindakan Keperawatan yang Dilakukan
Memberikan nebulizer bronkodilator

F. Diagnosa Keperawatan
Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan napas
(D.0001)

G. Data Fokus
DS :
- Pasien mengeluh sesak napas sejak 4 jam yang lalu
- Keluarga mengatakan anaknya memiliki riwayat asma
- Dalam 1 bulan terjadi 4 kali serangan

DO :
- RR : 40 x/menit
- SpO2 : 89%
- Tampak retraksi dinding dada
- Ekspirasi memanjang
- Hasil auskultasi terdengar wheezing di kedua lapang paru

H. Prinsip Tindakan dan Rasional


1. Persiapkan alat yang diperlukan dalam pemberian nebulizer
R: dengan menyiapkan alat dengan benar maka dapat mempermudah
dalam pemberiannebulizer
2. Melakukan verifikasi program pengobatan pasien
R: memastikan kembali tindakan yang diberikan sesuai dengan program
pengobatan pasien
3. Mencuci tangan
R: mengurangi penularan mikroorganisme
4. Mengidentifikasi pasien dan menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
R: mencegah terjadinya salah pasien dan mengurangi rasa cemas
5. Atur posisi pasien senyaman mungkin
R: posisi nyaman membuat keadaan pasien rileks
6. Dekatkan alat didekat pasien
R: mempermudah dalam melakukan tindakan
7. Jaga privasi pasien
R: agar pasien merasa dihargai
8. Masukkan obat kedalam masker sesuai dengan program terapi
R: memberikan efek terapi obat pada pasien
9. Hubungkan nebulizer dengan sumber listrik
R: untuk menyalakan alat nebulizer
10. Pasangkan masker pada pasien dan atur tekanan pada alat nebulizer
R: pemberian nebulizer
11. Instruksikan pasien untuk menghirup uap yang dihasilkan nebulizer dan
nafas panjang
R: uap yang keluar merupakan bentuk obat yang perlu dihirup pasien
12. Setelah obat yang diberikan telah habis, matikan nebulizer
R: tindakan pemberian nebulizer dihentikan
13. Rapikan pasien kembali
R: agar pasien merasa nyaman kembali
14. Melakukan evaluasi tindakan
R: mengetahui perasaan pasien setelah diberikan nebulizer
15. Membereskan alat dan merapikan pasien
R: menjaga kebersihan tempat tidur pasien
16. Berpamitan dengan pasien
R: menjaga komunikasi yang baik dengan pasien
17. Mencuci tangan
R: mencegah penyebaran mikroorganisme
18. Melakukan dokumentasi
R: mencatat tanggal, hari, jam, dan tindakan yang telah dilakukan kepada
pasien dan untukmenentukan intervensi selanjutnya

I. Tujuan Tindakan
Untuk membuat pernafasan pasien menjadi lega, dilatasi/melebarkan saluran
pernafasan (bronkus).

J. Bahaya yang Mungkin Terjadi Akibat Tindakan Tersebut dan Cara


Pencegahannya
Bahaya : terapi nebulizer memiliki resiko mual, muntah, bronkospasme
Pencegahannya : perlu adanya pemantauan perkembangan/perubahan yang
terjadi pada pasien

K. Evaluasi
a. Pasien mengatakan sesak berkurang
b. Pasien gelisah saat di berikan terapi nebulizer, namun gelisah hilang
setelah terapi nebulizer selesai dilakukan
c. Nafas cuping hidung (-)
d. Wheezing  sinistra & dekstra berkurang
e. RR = 25 x/ menit
DAFTAR PUSTAKA
Djojodibroto, R.D. (2017). Respirologi (Respiratory Medicine) Edisi 2. Jakarta :
EGC.
Putri, H. & Soemarno, S. (2013). Perbedaan Postural Drainage Dan Latihan Batuk
Efektif Pada Intervensi Nabulizer Terhadap Penurunan Frekuensi Batuk
Pada Asma Bronchiale Anak Usia 3-5 Tahun. Jurnal Fisioterapi Volume
13 Nomor 1, (online), (http://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-
3896-soemarno.pdf , diakses tanggal 29 Januari 2018).