Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN KASUS

Tanggal masuk : Kamis, 16 Januari 2020

Tanggal pengkajian : Jumat, 17 Januari 2020

Bangsal/Ruang : Edelweis

Nomer RM : 000001312

Diagnosa Medis : Hiperbilirubinemia

I. Pengkajian

1. Identitas Pasien

Nama : Bayi E

Umur : 4 hari

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Kristen

Pendidikan : -

Alamat : Perangkokan Rt 15/ Rw 03 Bonsari Temanggung

2. Identitas penanggung Jawab

Nama : Tn.N

Umur : 42 tahun

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama : Islam
Pendidikan : Sarjana

Pekerjaan : PNS

Alamat : Perangkokan Rt 15/ Rw 03 Bonsari Temanggung

Hubungan dengan pasien : Ayah

A. Riwayat Kesehatan

1. Keluhan Utama

Badan bayi berwarna kuning

2. Keluhan saat dikaji

Bayi dalam keadaan lemah, klien muntah, mendapat foto therapy dan

tampak kuning diseluruh permukaan tubuh.

3. Riwayat Perjalanan Penyakit

Bayi lahir dengan Sectio cecaria di Rumah Bersalin Ibunda, saat lahir bayi

langsung menangis, lahir jam 12.40 dengan BBL 2600 gr, PB : 49 cm, LK : 34

cm, ibu bayi dengan APB  placenta previa, datang ke RS lewat IGD pada

tanggal 12-5-05 dan dibawa keruang nicu pada tanggal 12-05-05 jam 17.40 wita

dengan keluhan nafas cepat, syanosis, nampak kuning diseluruh permukaan

tubuh.

4. Riwayat Penyakit Sebelumnya

Karena umur bayi baru 4 hari, maka tidak ada riwayat penyakit bayi yang

pernah di alami sebelumnya.

5. Riwayat  Kehamilan

 Usia kehamilan   : 47-48 minggu

 Anak ke              : 6 (enam)


 Penyakit ibu       : -

 Gerakan janin     : dirasakan

 Hamil ke             : 6 (enam)

 Rencana KB       : setelah bayi lahir ibu disarankan steril  ibu setuju

 ANC                  : posyandu 4x teratur, bidan 2x teratur.

 TT                       : 2x lengkap

6. Riwayat Kehamilan yang lalu

 Anak Ke 1          : meninggal sejak lahir

 Anak Ke 2          : laki-laki, lahir spontan dibantu oleh dukun, usia 13 thn.

 Anak Ke 3          : laki-laki, lahir spontan dibantu oleh dukun, usia 10 thn.

 Anak Ke 4          : meninggal sejak lahir.

 Anak Ke 5          : laki-laki, lahir dengan secsio cesaria, usia 3 thn.

 Anak Ke 6          : yang ini.

7. Riwayat Persalinan

 Bayi lahir            : 05 Februari 2020 jam 12.40 WIB, dengan Secsio

Cesaria,

 BBL. PB,LK      : 2600 gr, 49 cm, 34 cm.

8. Riwayat \Penyakit Keluarga

Keluarga mengatakan bahwa didalam keluarganya tidak ada anggota

keluarga yang sedang sakit, dan juga tidak ada anggota keluarga yang menderita

sakit menular seperti TBC, atau penyakit menurun seperti DM, Asma.

B. Pola Pengkajian Gordon

1. Pola respirasi
Klien terlihat nafas cepat, RR 48x/mt, terpadang O2 .

2. Nutrisi

Klien masih dipuasakan, kebutuhan klein akan nutrisi 310 cc/ 24 jam.

Karena BB klien saat dikaji 2300 kg masuk pada hari ke 4 kelahiran dan dikalikan

dengan jumlah cairan yang dibutuhkan dan ditambah 30 cc dikarenakan klien

mendapat foto therapy. NGT terpasang dan retensi banyak klien juga di spulling.

3. Eliminasi

Saat dikaji klien BAB 3x dan BAK 5x, warna feces jitam kehijau-hijauan.

4. Aktifitas

Segala kebutuhan klien dipenuhi oleh ibunya dan perawat ruangan,

aktivitas klien berada dalam boks bayi dibawah sinar foto therapy selama 6 jam

dan diistirahatkan selama 2 jam dan dilanjutkan kembali hingga kadar

bilirubinnya turun.

5. Istirahat tidur

Klien dapat tidur dengan nyenyak,klien sering bangun dan menangis

karena popoknya basah akibat BAK dan BAB serta karena haus.

6. Suhu tubuh

Suhu tubuh bayi pada saat pengkajian 36,7 oC

7. Personal hygiene

Bayi dimandikan dengan diseka 1 kali sehari dan kebersihan bayi dibantu

oleh perawat dan ibu, popok diganti setiap kali popok basah oleh urin dan feses.

C. Pemeriksaan Fisik

1. Reflek menggenggam       : lemah


2. Refleks menghisap            : lemah

3. Kekuatan menangis           : lemah

4. BB : 2300 kg, LK : 34 cm, LL : 14 cm, PB : 49 cm.

5. Kepala             : Rambut hitam, bagian depan dicukur, infus terpasang 12

tts/mt KA EN IB, tidak ada lesi dikulit kepala.Lingkar kepala

34 cm

6. Wajah              : warna wajah terlihat kuning, tidak ada lesi pada wajah, kulit

bersih.

7. Leher               : tidak ada kelainan (pembesaran kelenjar tiroid/distensi vena

jugolaris)

8. Mata                : mata tertutup verban saat terapy sinar, mata klien semetris tidak

ada lesi pada kedua mata.

9. Hidung            : tidak ada lesi pada hidung, lubang hidung bersih, terpasang O2

dan NGT.

10. Mulut              : mukosa bibir lembab, lidah klien berwarna merah keputih

putihan, ada bekas muntah di sudut bibir klien.

11. Telinga            : bentuk simetris, tidak ada serumen

12. Dada              : warna dada terlihat kuning, tidak ada lesi, terdengar DJJ 138/ mnt

13. Abdomen        : tidak kembung, tidak ada nyeri tekan

14. Ektermitas       : atas bawah tidak ada lesi, kuku klien pendek, gerak aktif

D. Pemeriksaan Penunjang

Tanggal 13-05-2005
 Haemoglobin         :  16,6

 Lekosit                  : 19.000

 Eritrosit                 :  4,61

 Trombosit              :  279.000

 Hematokrit            :  48,2

E. Terapi

 IV FD : KA-EN 1B 12 tts/mnt

 Cefotaxim : 2x 125 mg IV

 Spuling dengan NACL

II. Analisa Data

NO SYMPTOM ETIOLOGI PROBLEM

1.| Ds : - Adanya Hiperbilirubinemia


malfungsi hati neonatal
Do :

           Warna kulit klien nampak


kuning

2. Ds :      Ds : - Hiperventilasi Ketidakefektifan


Pola Napas
Do :      Do :

           nampak warna kuning di


seluruh pemukaan tubuh

                   S : 36,50C N : 160 x/mnt


RR = 48x/mnt

III      DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Hiperbilirubinemia neonatal b/d nutrisi bayi tidak adekuat ditandai dengan bayi
dengan malfungsi hati
2. Ketidakefektifan pola nafas b/d hiperventilasi ditandai dengan takipnea

IV PERENCANAAN

TUJUAN DX RENCANA TINDAKAN RASIONAL

Setelah dilakukan I Ø  Kolaborasi dengan Ø Merupakan


tindakan selama dokter untuk foto indikator untuk
24 jam therapy,O2, injeksi menilai jumlah
diharapkan Cepotaxim 2x 125 mg bilirubin klien serta
resiko tinggi IV waktu yang
terjadinya kern diperlukan dalam
Ø Kolaborasi dengan
ikterus dapat terapy klien
Lab untuk memeriksa
dihindari dicegah
bilirubin setiap 8 jam Ø Untuk menilai
dengan kriteria :
minimal setiap 24 jam apakah kadar bilirubin
→ Kadar Bilirubin klien melebihi normal
Ø Beri minum yang
berkurang atau kurang dari
banyak
normal

Ø Agar dehidrasi tidak


terjadi dan Untuk
memenuhi kebutuhan
cairan klien karena
klien berada dibawah
terapi sinar

Setelah dilakukan II Ø Observasi Vital sign Ø Melihat


tindakan selama sejauhmana
Ø Observsi pemberian
24 jam perkembangan klien
cahaya sesuai dengan
diharapkan
kebutuhan dan kondisi Ø Dengan
resiko tinggi
klien mengobservasi
injury dapat
pemberian cahaya
dicegah dengan Ø Observasi keadaan
sesuai dengan
kriteria : umum klien setelah
kebutuhan dapat
Ø  Pencahayaan therapy mengetahui dan
cukup sesuai menilai penurunan
Ø Cek intake dan
dengan kadar bilirubin serta
output selama
kebutuhan sejauhmana klien
penyinaran
mengalami injury.
Ø  Kadar bilirubin
berkurang Ø Untuk mengetahui
tingkat
Ø  Tubuh klien
perkembangan klien
tidak berwarna
dan sejauhmana
kuning lagi
terjadinya dehidrasi

Ø Menilai apakah
jimlah cairan yang
masuk sesuai dengan
instruksi dokter

V IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

DX IMPLEMENTASI RESPON HASIL

I Ø  Memonitor warna kulit bayi Ø  Kulit bayi masih


tampak kuning
Ø  Melakukan tindakan kolaborasi
dengan dokter untuk foto therapy Ø  Foto therapy
terpasang jam 11.00 dan
Ø  Memberikan injeksi cefotaxim 125
berakhir jam 17.00, bayi
mg IV
tampak menangis
Ø  Mengobservasi vital sign
Ø  Klien mendapat
Ø  Mengoservasi kondisi kulit dan injeksi cefotaxim
mata klien
Ø  Suhu 36,4  C, RR : 68
Ø  Menimbang BB x/mnt, DJJ : 136x/ mnt.

Ø  Mengobservasi keadaan umum Ø  Kulit baik mata


bayi tertutup dengan baik
pula
Ø  Mengobservasi intake dan output
Ø  BB 2300 gr
Ø  Mengobservasi penutup mata dan
popok klien Ø  Keadaan umum masi
lemah

Ø  Bayi masi puasa NGT


terpasang infuse KA EN
IB 12 tts/mnt retensi
banyak

Ø  Mata tertutup rapat


dengan kain kasa dan
dilapisi dengan karbon
begitu pula dengan
popoknya tertutup
dengan baik

II Ø  Memonitor warna kulit bayi Ø  Kulit bayi masih


tampak kuning
Ø  Melakukan tindakan kolaborasi
dengan dokter untuk foto therapy Ø  Foto therapy
terpasang jam 11.00 dan
Ø  Memberikan injeksi cefotaxim 125
berakhir jam 17.00, bayi
mg IV
tampak menangis
Ø  Mengobservasi vital sign
Ø  Klien mendapat
Ø  Mengoservasi kondisi kulit dan injeksi cefotaxim
mata klien
Ø  Suhu 36,5 C, RR : 40
Ø  Menimbang BB x/mnt, DJJ : 144x/ mnt.

Ø  Mengobservasi keadaan umum Ø  Kulit baik masih


bayi tampak kuning, mata
tertutup dengan baik
Ø  Memberi minum bayi saat foto therapy

Ø  Memberi minum bayi Ø  BB 2260 kg

Ø  Mengobservasi penutup mata dan Ø  Keadaan umum lesu,


popok bayi tangis kuat

Ø  Memberi minum bayi Ø  Bayi minum pasi 10 cc

Ø  Bayi minum pasi 10 cc

Ø  Mata tertutup kain


kasa dilapisi dengan
karbon begitu juga
dengan popoknya
tertutup dengan baik

Ø  Bayi minum pasi 10 cc

VI CATATAN PERKEMBANGAN

DX CATATAN PERKEMBANGAN

I S:-

O:

Ø  Kadar bilirubin 11,4


Ø  Klien masih nampak kuning

A  :      Resiko tinggi kern ikterus dapat


dicegah

P   : Intervensi dilanjutkan

S:-

O:

Ø  kulit klien masih nampak kuning

Ø  pencahayaan cukup sesuai


dengan kebutuhan dan kondisi,  klien
II yaitu selama 6 jam dan disitirahatkan
selama 2 jam

A  :      Resiko tinggi injury dapat


dicegah

P   : Intervensi dilanjutkan

DAFTAR PUSTAKA

Doengoes, E. Marlyn & Moerorse Mary Frace.2010. Rencana Perawatan Maternal Bayi.EGC.

Jakarta
Ngastiah, 2000. Perawatan Anak Sakit. EGC. Jakarta

Prawirohadjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Edisi 3. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

Suriadi, dan Rita Y. 2010. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Edisi I. Fajar Inter Pratama. Jakarta

Syaifuddin, Bari Abdul. 2000. Buku Ajar Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan

Neonatal. JNPKKR/POGI & Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai