Anda di halaman 1dari 6

BAHAN AJAR PERTEMUAN 2

B. Konfigurasi Elektron

1. Konfigurasi Elektron Bohr-Bury


Dalam Model atom Bohr, kita tahu bahwa elektron bergerak
mengelilingi inti atom pada tingkat energi tertentu (Kulit). Setiap kulit
diisi oleh sejumlah elektron tertentu. Penyusunan elektron-elektron dalam
atom atau kedudukan elektron pada kulit-kulit atom seperti itu disebut
Konfigurasi elektron. Sedangkan jumlah elektron pada kulit terluar atau
kulit terakhir disebut elektron valensi. Kita juga tahu bahwa elektron
bergerak mengelilingi inti atom tanpa kehilangan energi dan jumlah
elektron selalu sama dengan jumlah proton dalam inti.
Distribusi/penyebaran elektron pada berbagai kulit kemudian diteliti
oleh Bohr dan Bury yang disebut konfigurasi elektron Bohr-Bury.
Menurut Bohr, jumlah elektron maksimal yang dapat menempati
setiap kulit atom dapat dihitung dengan rumus 2n2. Elektron memiliki
kedudukan tertentu dalam mengelilingi inti atom dapat dilihat pada
gambar berikut

elektron

Tabel penyebaran elektron pada kulit atom

dst
Ket:
n = nomor/jumlah kulit
a. Aturan konfigurasi elektron dari Bohr-Bury
1. Jumlah maksimal elektron dalam setiap kulit elektron diberikan
rumus 2n 2 , dengan n adalah nomor kulit yang dimulai dari kulit K=1
dst. Dengan demikian menurut tersebut:
Jumlah maksimal elektron dalam kulit pertama (kulit-K) =2n 2 =2(1)2 =2
Jumlah maksimal elektron dalam kulit kedua (kulit-L) =2n 2 =2(2)2 =8
Jumlah maksimal elektron dalam kulit ketiga (kulit-M) =2n 2 =2(3)2 =18
Jumlah maksimal elektron dalam kulit keempat (kulit-N) =2n 2 =2(4)2 =32
2. Kulit terluar tidak dapat memiliki lebih dari 8 elektron dan kulit
kedua terakhir tidak dapat memiliki lebih dari 18 elektron.
3. Kulit baru segera terbentuk setelah kulit terluarnya mencapai 8
elektron.
4. Atom menjadi stabil (atom berhenti bereaksi secara kimia dengan
unsur lain) ketika kulit elektron terluar memiliki 8 elektron atau
hanya memiliki satu kulit yang mengandung 2 elektron.
Dengan mengetahui nomor massa dan nomor atom dari atom suatu
unsur, kita dapat dengan mudah menggambarkan struktur atom menurut
ketentuan teori atom Bohr-Bury.
Contoh
1. Tentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi dari unsur
Magnesium (Mg) yang memiliki nomor massa 24 dan nomor atomnya 12.
24
Jawab: Mg12
Nomor massa (A) =24
Nomor atom (Z) =12
Jumlah Proton/nomor atom =12
Jumlah neutron =A-Z
=24-12=12
Jumlah elektron=jumlah proton=12
Konfigurasi elektron yang diperoleh dengan rumus 2n 2:
Elektron pada kulit pertama =2
Elektron pada kulit kedua =8
Elektron sisanya ada dikulit ketiga = 12 - (2+8) =2
Elekron valensi=elektron terakhir=2
2. Tentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi dari unsur Kalsium
(Ca) yang memiliki nomor massa 40 dan nomor atomnya 20.
40
Jawab: Ca 20
Nomor massa (A) =40
Nomor atom (Z) =20
Jumlah Proton/nomor atom =20
Jumlah neutron =A-Z
=40-20=20
Jumlah elektron=jumlah proton=20
Konfigurasi elektron yang diperoleh dengan rumus 2n 2:
Elektron pada kulit pertama =2
Elektron pada kulit kedua =8
Elektron ketiga =8
Elektron keempat =20 – (2+8+8) =2
Elekron valensi=elektron terakhir=2

2. Konfigurasi elektron Berdasarkan Model Mekanika Kuantum


Tahun 1924 Louis de Broglie mengemukakan bahwa semua
materi/partikel yang bergerak memiliki ciri-ciri elombang. Teori de
Broglie tersebut berlandaskan pada persamaan Einstein untuk foton
(E=h.f) yang dirumuskan:
h
λ= Keterangan:
mv λ =panjang gelombang partikel
h =tetapan planck =6,63x10 -34 J.s
v =kecepatan partikel yang
bergerak
m =massa partikel

Berdasaran postulat Broglie tersebut elektron yang bergerak mengitari inti atom juga
melakukan gerak gelombang
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh werner Heisenberg dan Erwin
Schrodinger. Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari jerman bernama werner
Heisenberg menyatakan prinsip ketidak pastian sebagai berikut.
“Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda
secara saksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah
kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentudari inti atom.”
Jadi, model atom mekaanika kuantum merupakan koreksi dari model atom Bohr.
Berikut tabel perbedaan model atom Bohr dengan model mekanika kuantum.
No Model atom Bohr Model atom mekanika kuantum
1 Elektron mengitari inti atom pada Elektron mengitari inti atom pada orbital
linasan dengan tingkat energi tertentu yang membentuk kulit atom
tertentu
2 Elektron bergerak dalam lintasan Elektron bergerak dalam orbital dengan
yang berbentuk lingkaran melakukan gerak gelombang

3 Posisi sebuah elektron yang Posisi sebuah elektron yang bergerak


bergerak mengelilingi inti atom mengelilingi inti atom tidak dapat ditentukan
dapat ditentukan

Teori atom Modern menyatakan bahwa dalam suatu atom terdapat inti atom yang
dikelilingi oleh elktron. Elektron tersebur memiliki kedudkan terentu dalam mengelilingi inti
atom.

 Kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti yyang
dapat ditentukan hanya kebolehjadian elektron menempati suatu tempat pada
suatu daerah tertentu pada kulit atom yang disebut dengan orbital.
 Orbital pada kulit atom memiliki tingkat-tingkat tertentu karena setiap orbital
memiliki tingkat energi tertentu
Untuk menentukan kedudukan atau posisi elektron dalam atom ditentukan oleh
bilangan kuantum, yang merupakan hasil perhitungan persamaan schrodinger. Menurut
teori mekanika kuantum, untuk menggambarkan ruang dimana elektron berada di dalam
atom ditentukan oleh empat bilangan kuantum yaitu sebagai berikut.
Bilangan Kuantum Utama (n), menyatakan lintasan/kulit/tingkat energi
elektron. Semakin dekat dengan kulit maka tingkat energi elektronnya
semakin rendah. Nilai n adalah 1, 2, 3, 4 dan seterusnya, sesuai dengan kulit
K, L, M, N dan seterusnya. Dapat dilihat pada tabel berikut.
n 1 2 3 4
Kulit atom K L M N
Kulit K →n = 1
Kulit L →n = 2
Kulit M →n = 3
Kulit N →n = 4

Bilangan Kuantum Azzimuth (l) menyatakan sub kulit/sub tingkat energi


elektron atau menyatakan letak elektron pada suatu orbital. Nilai l merupakan
bilangan bulat (0 s/d (n-1) Subkulit terdiri atas sub kuli s, p, d, dan f.
l = 0 menyatakan orbital s
l = 1 menyatakan orbital p
l = 2 menyatakan orbital d
l = 3 menyatakan orbital f

Bilangan Kuantum Magnetik (m) menyatakan diorbital mana kemungkinan


elektron terdapat didalamnya. Nilai m adalah –l s/d +l. Orbital digambarkan
dengan kotak segi empat, seperti berikut.

Bilangan Kuantum Spin (s) menyatakan arah rotasi elektron/ ke arah mana
elektron berputar. Elektron yang rotasinya searah dengan jarum jam (ke arah

1
atas ↑ ¿harga s = + . Yang berlawanan dengan arah jarum jam (ke arah bawah
2

1 1 1
↓ ¿harga s = - . Tingkat energi + lebih rendah dari - . Dengan demikian
2 2 2
dalam satu orbital terdapat maksimal satu pasang elektron.
Contoh soal.
1.