Anda di halaman 1dari 3

BAB III

KERANGKA PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

3.1 Kerangka Teori

INPUT PROSES
Man: Dokter, koordinator program
PROLANIS P1: Penjadwalan pelaksanaan
program PROLANIS
Money: Dana BPJS
P2: Pencatatan dan pelaporan
Method: Pemeriksaan tekanan
kegiatan PROLANIS dan
darah, gula darah. Penyuluhan dan
pencakupan peserta OUTPUT
senam.
PROLANIS.
Material: Aula, parkiran dan Setiap
lapangan sekitar Puskesmas P3: Penilaian pencapaian peserta aktif
Cicurug. program PROLANIS. mengikuti
Pengawasan dan evaluasi kegiatan
Machine: SOP mengenai
Hipertensi dan Diabetes Mellitus, berkala program PROLANIS. PROLANIS
peralatan penunjang penyuluhan,
senam, pemeriksaan kesehatan
(leaflet, microphone, proyektor,
power point, sphygmomanometer
dan stetoskop

LINGKUNGAN

₋Faktor lingkungan fisik: letak geografis, tempat tinggal dan kependudukan


₋Faktor lingkungan non fisik: pengetahuan, dan sikap peserta PROLANIS mengenai
penyakit Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan PROLANIS.

Bagan 1. Kerangka Teori


3.2 Kerangka Konsep

INPUT

₋Koordinator program PROLANIS

PROSES OUTPUT
₋Pelaksanaan program PROLANIS
Setiap peserta aktif
₋Pencatatan dan pelaporan program PROLANIS
mengikuti kegiatan
Penilaian program PROLANIS
PROLANIS

LINGKUNGAN

₋Faktor pengetahuan dan sikap peserta PROLANIS


mengenai hipertensi dan Diabetes Mellitus, dan
PROLANIS.

Bagan 2. Kerangka Konsep


3.3 Definisi Operasional

a. PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan


proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta
fasilitas kesehatan dan BPJS kesehatan dalam rangka pemeliharaan
kesehatan bagi peserta BPJS kesehatan yang menderita penyakit kronis
untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan
kesehatan yang efektif dan efisien.
b. Hipertensi adalah peningakatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140
mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg menurut JNC VII.
c. Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit dengan gangguan
metabolisme kronis disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan
protein sebagai akibat dari insufiensi fungsi insulin yang ditandai dengan
meningkatnya kadar gula dalam darah.
d. Cakupan adalah total hasil kegiatan yang telah dilakukan dibandingkan
dengan sasaran yang telah ditetapkan. Lebih spesifiknya yaitu batasan
suatu masalah yang didapat dengan angka persentase perhitungan jumlah
total peserta PROLANIS di Puskesmas Cicurug (hasil kegiatan) dibagi
dengan sasaran (sasaran 10 bulan).
e. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui responden tentang
kegiatan Prolanis meliputi senam, pemeriksaan kesehatan (penyuluhan
kesehatan, mengukur tekanan darah, mengukur berat badan dll).
f. Sikap adalah penilaian responden berdasarkan kemauan atau respon
terhadap kegiatan Prolanis yang meliputi senam, pemeriksaan kesehatan
(penyuluhan kesehatan, mengukur tekanan darah, mengukur berat badan
dll).
g. Faktor lingkungan non fisik adalah faktor lingkungan yang tidak berwujud
fisik yakni pengetahuan, dan sikap peserta PROLANIS mengenai
hipertensi dan Diabetes Mellitus, dan PROLANIS.