Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS Golongan III


Angkatan : 1
Agenda : Wawasan Kebangsaan, Analisis Isu Kontemporer dan
Kesiapsiagaan Bela Negara
Nama Peserta : drg. Iradatul Hasanah
Nomor Daftar Hadir : 20
Lembaga Penyelenggara BBPK Jakarta
Pelatihan :

A. Pokok Pikiran : Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai Bela Negara

Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai konsepsi cara pandang yang dilandasi
akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersumber dari 4 konsensus dasar yaitu
Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dari sejarah bangsa Indonesia, kita dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-
nilai bela negara kedalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai bela negara tersebut adalah :
a) cinta tanah air, b) sadar berbangsa dan bernegara, c) setia pada Pancasila sebagai
ideologi negara, d) rela berkorban untuk Bangsa dan Negara, e) kemampuan awal bela
Negara. Seperti hal-nya dengan pahlawan nasional yang berjuang merebut dan
mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sebagai calon aparatur sipil negara harus paham bagaimana sejarah pergerakan nasional
bangsa Indonesia, sehingga nilai-nilai dasar bela negara dapat di implementasikan ke
dalam nilai-nilai dasar PNS agar fungsi PNS sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik, serta perekat dan pemersatu bangsa dapat di laksanakan dengan baik.

B. Pokok Pikiran : Analisis Isu Kontemporer

Menjadi PNS yang profesional harus mempunyai sifat:


1. Mengambil tanggung jawab
2. Menunjukkan sikap positif
3. Mengutamakan keprimaan
4. Menunjukkan kompetensi
5. Memegang teguh kode etik
Perubahan lingkungan akan terus terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sebagai aparatur
sipil negara wajib memahami bahwa perubahan lingkungan strategis akan terjadi. Ditinjau
dari pandangan Urie Brofenbrenner (Perron, N.C., 2017), empat level lingkungan
strategis yang dapat mempengaruhi kesiapan PNS dalam melakukan pekerjaannya
sesuai bidang tugas masing-masing, yakni: individu, keluarga (family), Masyarakat pada
level lokal dan regional (Community/Culture), Nasional (Society), dan Dunia (Global).
Pemahaman perubahan dan perkembangan lingkungan strategis dan modal insani
merupakan faktor utama yang akan menambah wawasan PNS.
Modal insani dalam menghadapi perubahan lingkungan stategis tersebuat adalah: a)
modal intelektual, b) modal emosional, c) modal sosial, d) modal ketabahan, e) modal
etika/moral, f) modal kesehatan fisik/jasmani.
Pengaruh yang datang dari eksternal juga internal yang makin lama menggerus
kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal
Ika sebagai konsensus dasar berbangsa dan bernegara. Fenomena tersebut menjadikan
pentingnya setiap PNS mengenal dan memahami secara kritis terkait isu-isu strategis
kontemporer diantaranya; korupsi, narkoba, paham radikalisme/terorisme, money
laundry, proxy war, kejahatan komunikasi masal seperti cyber crime, Hate Speech, dan
Hoax, serta isu yang sedang melanda dunia yaitu pandemi Covid-19.

Setelah mengenal isu-isu strategis kontemporer, menyadarkan kita bahwa untuk


menghadapi perubahan lingkungan strategis (internal dan eksternal) dibutuhkan
kemampuan berpikir kritis, analitis, dan objektif terhadap satu persoalan, sehingga dapat
dirumuskan alternatif pemecahan masalah yang lebih baik dengan dasar analisa yang
matang. Isu kritikal secara umum terbagi ke dalam tiga kelompok berbeda berdasarkan
tingkat urgensinya, yaitu: 1) Isu saat ini (current issue), 2) Isu berkembang (emerging
issue) dan 3) Isu potensial.

Pendekatan lain dalam memahami apakah isu yang dianalisis tergolong isu kritikal atau
tidak adalah dengan melakukan “issue scan”, yaitu teknik untuk mengenali isu melalui
proses scanning untuk mengetahui sumber informasi terkait isu tersebut. Setelah
memahami berbagai isu kritikal, selanjutnya dilakukan analisis untuk bagaimana
memahami isu tersebut secara utuh dan kemudian dengan dicarikan alternatif jalan keluar
pemecahan isu.

Alat bantu penetapan kriteria isu yang berkualitas banyak jenisnya, misalnya
menggunakan teknik tapisan dengan menetapkan rentang penilaian (1-5) atau
menggunakan kriteria USG (Urgency, Seriousness, Growth) dari mulai sangat USG atau
tidak sangat USG. Setelah dilakukan penapisan, dilanjutkan dengan analisa untuk
menentukan penyebab dan solusi. Teknik analisa isu yang dapat digunakan adalah :
a) system berpikir mind mapping
b) diagram fishbone
c) analisa SWOT

C. Pokok Pikiran : Kesiapsiagaan Bela Negara

Bela negara adalah kebulatan sikap, tekad dan perilaku warga negara yang dilakukan
secara ikhlas, sadar dan disertai kerelaan berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi
oleh kecintaan terhadap NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI 1945 untuk
menjaga, merawat, dan menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Sedangkan kesiapsiagaan merupakan suatu keadaan siap siaga yang dimiliki oleh
seseorang baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi situasi kerja yang
beragam. Kesiapsiagaan bela negara merupakan salah satu bagian nilai bela negara,
yaitu nilai ke lima.

Implementasi kesiapsiagaan bela negara dalam kehidupan PNS diperlukan pola hidup
sehat agar terciptanya jasmani yang sehat, jasmani yang bugar dan mental yang sehat
dan kuat, sehingga beban kerja yang tinggi dalam tugas jabatan dapat dikerjakan dengan
baik dan menghasilkan produktivitas kinerja yang tinggi.

Rencana aksi bela negara calon aparatur sipil negara adalah wujud aktualisasi dari nilai-
nilai Bela Negara yang dijabarkan dalam bentuk rencana kegiatan Bela Negara yang akan
dilakukan selama on campus di lembaga diklat maupun selama off campus di instansi
tempat bekerja peserta masing-masing.Rencana aksi bela negara tersebut mengandung
indikator nilai-nilai bela negara yang di tuangkan dalam bentuk tindakan.

D. Penerapan

Untuk mengimplementasikan nilai-nilai bela negara diatas, dapat di tuangkan dalam


rencana aksi pada lokasi kerja. Isu yang sedang terjadi di dunia saat ini adalah adanya
pandemic covid-19 yang menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan dan kebiasaan.
Sesuai dengan nilai bela negara ke-dua yaitu rela berkorban untuk bangsa dan negara
dan indikatornya bersedia mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan materi untuk
kemajuan bangsa dan negara maka dapat dilakukan aksi penyampaian materi vaksinasi
covid-19 dan protokol kesehatan 5M pada ibu-ibu di posyandu ataupun santri pondok
pesantren. Dengan adanya rencana aksi penerapan nilai bela negara tersebut,
diharapkan kita dapat memahami makna dari setiap nilai yang terkandung didalamnya
sehingga memberikan dampak pada lingkungan kerja.