Anda di halaman 1dari 3

PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jalan Tol tidak hanya sekedar jalan umum yang kepada para pemakainya
dikenakan kewajiban membayar tol, tetapi lebih dari itu, jalan tol
diselenggarakan dengan maksud untuk mewujudkan pemerataan
pembangunan dari hasil-hasilnya serta keseimbangan wilayah dengan
memperhatikan keadailan yang dapat dicapi dengan cara membina
jaringan jalan yang dananya berasal dari pemakai jalan.

I-1
PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

Lebih penting lagi penyenggaraan jalan tol di tunjukan untuk


meningkatkan efisiensi pelayanan jasa distribusi guna menunjang
peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama di wilayah yang sudah tinggi
tingkat perkembangannya.

Sejalan dengan itu, PT. Jasa Marga (Persero) sebagai penyenggara jalan
tersebut, berusaha melakukan tindakan-tindakan optimasi baik di bidang
perwujudan sasaran maupun kegiatan operasional jalan tol. Salah satunya
adalah, jalan tol yang dipandang akan terjadai “in effisiensi”, dalam
pelayanan jasa distribusi, ditingkatkan secara ruas per ruas.

Jalan tol pada ruas Cikarang – Karawang Barat mempunyai panjang jalan
22 km, dengan jumlah 2 jalur dan 3 lajur. jenis kendaraan yang melintas
dijalan tol Cikarang – Karawang Barat berupa kendaraan penumpang, bus
dan Truk (trailerr), untuk tebal perkerasan 36 cm dan pekerjaan pelebaran
jalan Tol dan pekerjaan pembuatan rambu kerusakan yang terjadi
penurunan serta berlubang.

1.2 Maksud dan Tujuan

Merencanakan tebal perkerasan Kaku dari studi kasus jalan tol ruas
Cikarang – Karawang Barat yang berdasarkan pada hasil survey lapangan
dan data sekunder yang di peroleh dari PT. Jasa Marga (persero) dan
instansi terkait lainnya.

1.3 Ruang Lingkup Pembahasan

Pembahasan atau analisa yang dilakukan dalam penulisan ini hanyalah


tentang perencanaan tebal perkerasan kaku sesuai dengan umur rencana,
terhadap umur rencananya, dan data-data pendukung untuk analisys seperti
:

I-2
PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

Tahun pembuatan, total volume lalu lintas, CBR tanah dasar, data
topografi pada umumnya dan jenis kendaraan, volume harian rata-rata
serta pertumbuhan lalulintas pada jalan tol ruas Cikarang – Karawang
Barat dari hasil survey lapangan yang dilakukan oleh kelompok kami (D4
Jalan Tol).

1.4 Metodologi

Metote analisys yang digunakan untuk perencanaan perkerasan jalan tol


Cikarang – Karawang Barat adalah sebagai berikut :
1. Perkerasan kaku dengan cara SNI-1732-1989 F yang dimodifikasi
prinsip AASHTO
2. Perkerasan kaku dengan cara ASHTO 1986

I-3