Anda di halaman 1dari 6

PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

BAB IV
ANALISA DATA

4.1 UMUM
Perencanaan perkerasan kaku dengan menggunakan metode AASHTO 1986
dengan umur rencana 20 tahun. Adapun data-data yang diperlukan untuk
melakukan desain tebal perkerasan jalan pada jalan tol Jakarta Cikampek
ruas Cikarang-Karawang Barat adalah sebagai berikut :

IV - 1
PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

4.2 LALU LINTAS


Perkiraan pertumbuhan lalu lintas untuk umur rencana 20 tahun yang akan
datang dihitung dengan menggunakan analisa regresi. Lajur lalu lintas tiap
arah direncanakan sebanyak 3 lajur, dan bahu jalan dengan lebar 2,5 meter
sehingga diperoleh faktor distribusi lajur 0,6 untuk masing-masing arah.
Faktor distribusi arah lalu lintas untuk lalu lintas normal adalah 0,5. Dari
perhitungan lalu lintas harian rata-rata didapatkan rencana komulatif ESAL
untuk umur rencana 20 tahun adalah 172,6322 x 106 KIP Esal. Sedangkan
untuk perkiraan Komulatif Kip Esal untuk tahun pertama adalah 4,698 x 10 6
Kip Esal. Sehingga lalu lintas pada tahun pertama adalah :
4,698 x 106 x 0.6 x 0.5 = 1,409 x 106 Kip Esal
Sedangkan untuk komulatif lalu lintas tahun keduapuluh adalah
172,6322 x 106 x 0,6 x 0,5 = 51,789 106 Kip Esal

4.3 REALIBILITY
Jalan tol Jakarta – Cikampek merupakan jalan dengan lalu lintas berat pada
daerah Urban, sehingga untuk perencanaan keseluruhan Relibility diambil
sebesar 90 %. Dengan demikian untuk strategi satu tahap Standart deviasi
keseluruhan (So) untuk kriteria Realibility diambil sebesar 0,35. sedangkan
untuk standar normal deviasi diambil – 1,282. semakin tinggi Realibility
yang dipakai semakin tinggi tingkat mengatasi kemungkinan terjadinya
selisih (deviasi) desain dan kenyataan.

Klasifikasi Realibility (%)


Jalan Urban Rural
Jalan Tol 85 – 99,9 80 – 99,9

Tabel 4.1. Realibility

IV - 2
PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

R (%) Zr
85 -1,037
90 -1,282
91 -1,340
92 -1,405
93 -1,476
94 -1,555
95 -1,645
96 -1,751
97 -1,881
98 -2,054
99 -2,327
99,9 -3,090
99,99 -3,750

Tabel 4.2. Standar Normal deviasi

4.4 SERVICEABILITY
Berdasarkan fungsi jalan tol maka terminal serviceability (pt) diambil sebesar
2,5, sedangkan untuk initial serviceability (po) diambil sebesar 4,2 Sehingga
didapat Δpsi sebesar :
Δpsi = po – pt = 1,7

4.5 EFFEKTIF RESILENT MODULUS


a. Resilent Modulus tanah dasar adalah
Mr = 150 x CBR
K = Mr / 19,4
Berdasarkan pengaruh musiman kekuatan tanah dasar adalah Mr = 6 Ksi
(6000 Psi).
K = 6000 / 19,4 = 309,28 Psi
Faktor Loss of Support menggunakan Cement Aggregat Mixture = 1
Diplot dengan Grafik 3.6 Section II (AASHTO 1986)

IV - 3
PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

Didapat k = 115 Psi

b. Modulus Elastisitas beton


Ec = 5700 fc`
Fc` = 375 kg/cm2
= 5333 Psi
Ec = 4.167.123,62 = 4,2 x 106
c. Kuat tarik lentur
Kuat tarik lentur yang digunakan diambil 45 kg/cm2
= 640 Psi
d. Load Transfer
Parameter load transfer (J) ditentukan berdasarkan jenis sambungan.
Sambungan yang digunakan adalah Joint dengan Dowel. Parameter
AASHTO berkisar antara 2,5 – 3,1 diambil 2,6

4.6 KOEFISIEN DRAINASE


Koefisien drainase (m) yang diterapkan untuk sistem drainase adalah sebagai
berikut :
Granural Base (m2) : 0,9

4.7 HASIL DESAIN TEBAL PERKERASAN


Dengan menggunakan grafik Figure 3.7 Section II., konstruksi perkerasan
dilakukan sebagai berikut :

4.7.1 Tebal lapisan Beton


Tebal lapisan Perkerasan beton dari data t hasil tebal Beton adalah 13
Inchi atau 33 cm. Untuk lantai kerja (Lean Concrete) digunakan
beton K 125 setebal 10 cm

IV - 4
PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

Unit /
Deskripsi Nilai
Code
Umur Rencana Thn 20
Kumulatif lintas ekivalen rencana ESAL 51,79
Klasifikasi jalan Tol
Reliability R (%) 90
Sandart deviasi Normal Zo -1,282
Overall standard desaign So 0,35
Initial Serviceability index Po 4,2
Final serviceability index Pt 2,5
Efektif modulus Roadbed Soil MR (Psi) 6000
Loss of Support Ls 1
Modulus Subgrade Reaction k (Psi) 115
Ec (Psi) 4,2 x 106
S`c (Psi) 640
Koefisien Drainase Cd 0,9
Load Transfer J 2,6

Tabel 4.3. Resume Data untuk Desain Perkerasan Kaku pada Jalan Tol
Jakarta Cikampek ruas Cikarang-Karawang Barat

33 cm

10 cm

Gambar 4.1. Tebal rencana Perkerasan

4.7.2 Desain Tulangan


Perkerasan kaku yang direncanakan menggunakan sambungan.
Sambungan arah transversal (melintang) dsebut Tie Bar, sedangkan

IV - 5
PERKERASAN KAKU D4 JALAN TOL

sambungan arah Longitudinal (memanjang) disebut dowel. Data


yang dibutuhkan yaitu :
Tegangan Baja dengan mutu Grade 40 atau 30.000 Psi
(Fs)
Friction Factor. Lapisan bawah menggunakan
Stabilisasi dengan semen. Diambil Faktor Friksi sebesar 1,8 (F)
Panjang satu segmen Plat 15 feet (L)
Presentase tulangan yang dibutuhkan untuk perkerasan adalah :
Ps = LF x 100 % / (2 x Fs)
= 15 x 1,8 x 100 % / (2 x 30.000)
= 0,045 %
Tie Bar
Tie Bar merupakan sambungan arah melintang jalan yang
menghubungkan lajur lalu lintas. Parameter yang dibutuhkan untuk
merencanakan Tier bar adalah :
Lebar lajur lalu lintas 3,5 meter/lajur atau 11,5 feet
Lebar Bahu jalan 2,5 meter atau 8,2 feet
Tebal perkerasan adalah 33 cm atau 13 inch
Dimensi Tie Bar dengan diameter ½ inchi
Berdasarkan AASHTO 1986 dapat ditentukan jarak antara Tie Bar
dengan menggunakan Grafik 3.13 section II dengan parameter lebar
bahu ditambah lajur = 11,5 + 8,2 = 19,7 feet dan tebal perkerasan 13
inchi didapat jarak antar Tie bar 15 inchi dibulatkan 38 cm. Panjang
Tie Bar menurtut AASHTO minimal 25 inchi untuk diameter ½
inchi. Digunakan panjang Tie Bar 25 inchi dibulatkan 65 cm.
Dowel
Tulangan arah memanjang atau dowel direncanakan menurut
AASHTO section 2.4.4 bagian II. Digunakan dowel diameter 1 ¼
inchi dengan jarak antar dowel 12 inchi dibulatkan 30 cm dan
panjang dowel 18 inchi dibulatkan 46 cm.

IV - 6