Anda di halaman 1dari 11

IDENTIFIKASI KEJADIAN PLANTAR FASCIITIS

DI WILAYAH PEDUKUHAN MEJING KIDUL

NASKAH PUBLIKASI

Disusun Oleh:
Sri Wijayanti
201510301157

PROGRAM STUDI S1 FISIOTERAPI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2019
A. PENDAHULUAN rutinitas sampai tidur lagi. Fungsi
Aktifitas sehari – hari kaki dalam aktivitas manusia sangat
manusia banyak menggunakan kaki, berperan penting antara lain seperti
sejak dari bangun tidur, bekerja dan fungsi pergelangan kaki untuk

ii
menyangga berat badan ketika nyeri pada permukaan bawah kaki
bergerak dan telapak kaki berfungsi (arch pain). (Defour et al., 2009)
sebagai pijakan saat tubuh berada Plantar fasciitis adalah
dalam posisi berdiri atau berjalan penyakit yang ditemukan pada
agar tubuh tetap seimbang. Apabila masyarakat australia. 33,4% populasi
kaki sebagai tumpuan mengalami mengeluhkan nyeri pada tumit
keterbatasan fungsional atau (Ameer&Nadien, 2012)
disabilitas, maka kualitas pekerjaan Di Indonesia angka kejadian
dan kemandirian manusia akan plantar fasciitis setiap tahunnya
menurun. meningkat 25%. Pada tahun 2012
Terjadinya penurunan didapatkan data 220.000 kasus
fleksibilitas jaringan maka akan setiap tahunnya (Perzia, 2017)
mempengaruhi elastisitas dari Berdasarkan survey di Klinik
jaringan penghubung antar tumit dan Fisioterapi Kalasan Yogyakarta, pada
jari kaki sehingga timbul lah iritasi periode bulan Januari – Maret tahun
karena adanya penarikan yang terjadi 2015, keluhan nyeri pada tumit dan
secara terus menerus yang telapak kaki menempati posisi ke-3
menimbulkan keluhan nyeri pada dibawah nyeri pinggang bawah dan
tumit atau dikenal dengan plantar lutut. Dari 26 orang pasien dengan
fasciitis. keluhan nyeri pada tumit, Sebanyak
Plantar fasciitis dapat terjadi 18 orang pasien terdiagnosa nyeri
pada usia remaja hingga dewasa, tumit karena di sebabkan oleh
namun umumnya pada wanita usia plantar fasciitis, selebihnya akibat
40-60 tahun. Hal ini disebabkan oleh dari calcaneus spur (Hendarto,
karena antara lain struktur kaki yang 2015).
tidak normal, perubahan fascia Dilihat dari data tersebut
karena proses degenerative, obesitas, tersebut maka rumusan masalah pada
kehamilan, pekerjaan atau posisi penelitian ini adalah, adakah
berdiri dalam waktu lama maupun hubungan indeks massa tubuh dengan
aktifitas fisik yang salah dalam waktu kejadian plantar fasciitis di wilayah
yang lama. pedukuhan mejing kidul? Adalah
Angka kejadian plantar hubungan karakteristik jenis kelamin
fasciitis secara global di Amerika tubuh dengan kejadian plantar
menunjukkan 10% populasi fasciitis di wilayah pedukuhan
mengeluhkan nyeri tumit yang mejing kidul? Dan adakah hubungan
disebabkan oleh plantar fasciitis dan karakteristik usia tubuh dengan
hanya 11-15% penderita yang kejadian plantar fasciitis di wilayah
melakukan pemeriksaan. Kebanyakan pedukuhan mejing kidul?
orang dengan plantar fasciitis B. METODE PENELITIAN
berjenis kelamin perempuan. Penelitian ini menggunakan
Sebanyak 40% terjadi pada pekerja pendekatan kuantitatif, dengan jenis
yang bekerja lebih dari 6 jam, 70% penelitian survey analitik. Penelitian
terjadi pada orang yang mengalami survey ananlitik yaitu peneliti mencoba
obesitas dan lebih dari 30% pada menggali bagaimana dan mengapa
orang dengan usia lebih dari 50 fenomena itu terjadi. Kemudian
tahun. (Cleland et al., 2009) dilakukan korelasi antara fenomena,
29% dari 1091 siswa di baik antara faktor resikodengan faktor
Farmingham Foot Study mengalami efek, maupun antara faktor efek
nyeri pada tumit (heel pain) dan Desain penelitian dalam
penelitian ini adalah cross sectional.

iii
Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling.
Penelitian ini dimulai dengan
mengkorelasian faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian plantar
fasciitis di Wilayah Pedukuhan Mejing
Kidul.
Penelitian ini dilakukan di Tabel 4.2 menunjukkan bahwa
Pedukuhan Mejing Kidul, tingkat indeks massa tubuh pada
Ambarketawang, Gamping, Sleman, kategoriunderweight sebanyak 2orang
Yogyakarta pada bulan Juli 2019 (3,3%) , kategori normal sebanyak
dengan mengambil sampel sebanyak 22orang (36,7%), kategori at
60 orang warga di Pedukuhan Mejing risksebanyak 11orang (18,3%),
Kidul. kategori obesitas I sebanyak 17orang
Pengumpulan data dalam (28,3%), kategori obesitas II sebanyak
penelitian ini menggunakan alat 8orang (13,3%).
pengumpulan data yaitu kuisioner 2. Analisis univariat
plantar fasciitis.
Analisis data yang digunakan
untuk melihat hubungan antar variabel
pada penelitian ini adalah uji statistik
kendall tau’s b
C. HASIL PENELITIAN
1. Karakteristik Responden
Karakteristik responden berdasarkan
jenis kelamin dan usia.
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa
indeks massa tubuh pada usia 17-
25tahun dengan kategori underweight
sebanyak 0 orang (0%), dengan kategori
normal 2 orang (3,3%), kategori at risk
3 orang (5,0%), kategori obesitas I 7
orang (11,7%), kategori obesitas II 3
orang (5%) sedangkan pada usia 26-
35tahun indeks massa tubuh dengan
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa kategori underweight sebanyak 1 orang
sebagian besar responden berjenis (1,7%), dengan kategori normal 10
kelamin laki-laki sebanyak 19 orang orang (16,7%), kategori at risk 3 orang
(31,7%), dan responden berjenis (5,0%), kategori obesitas I 7 orang
kelamin perempuan sebanyak 41 orang (11,7%), kategori obesitas II 3 orang
(68,3%). Mayoritas respoden sama (5,0%). Dan untuk usia 36-45tahun
banyak berada pada kategori usia indeks massa tubuh dengan kategori
dewasa awal yaitu antara usia 26- underweight sebanyak 1 orang (1,7%),
35tahun yang berjumlah 24 orang dengan kategori normal 10 orang
(40%). (16,7%), kategori at risk 5 orang
a. Responden Indeks Masssa Tubuh (8,3%), kategori obesitas I 3 orang
Karekteristik respoden pada (5,0%), kategori obesitas II 2 orang
penelitian ini berdasarkan nyeri yakni (3,5%).
underweight, normal, at risk, obesitas I
dan obesitas II.

iv
\ Tabel 4.4 menunjukkan bahwa
tingkat indeks massa tubuh
underweight responden pada jenis Tabel 4.6 menunjukkan tingkat
kelamin laki laki 0 orang (0%) pada VAS terbesar pada usia 17-25tahun
perempuan yaitu sebanyak 2 orang dengan kategori tidak nyeri sebanyak 3
(3,3%).indeks massa tubuh normal orang (5%), nyeri ringan sebanyak 3
responden pada jenis kelamin laki laki orang (5%) nyeri sedang sebanyak
12 orang (20%) pada perempuan yaitu 5orang (8,3%) dan kategori nyeri berat
sebanyak 10 orang (16,3%) indeks sebanyak 4 orang (26,7%). Pada usia
massa tubuh at riskresponden pada 26-35tahun dengan kategori tidak nyeri
jenis kelamin laki laki 6 orang (10%) sebanyak 10 orang (16,7%), nyeri
pada perempuan yaitu sebanyak 5 ringan sebanyak 3 orang (5%) nyeri
orang (18,3%). Indeks massa tubuh sedang sebanyak 7 orang (11,7%) dan
obesitas I responden pada jenis kelamin kategori nyeri berat sebanyak 3 orang
laki laki 0 orang (0%) pada perempuan (5%).Pada usia 36-45tahun dengan
yaitu sebanyak 17 orang kategori tidak nyeri sebanyak 1 orang
(28,3%).indeks massa tubuh obesitas II (1,7%), nyeri ringan sebanyak 7 orang
responden pada jenis kelamin laki laki (11,7%) nyeri sedang sebanyak 3orang
1 orang (1,7%) pada perempuan yaitu (5%) dan kategori nyeri berat sebanyak
sebanyak 7 orang (11,7%). 10 orang (47,6%).

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa


sebagian besar responden memiliki
skor Visual analog scale tidak ada
nyeri 14 orang (23,3%%), 13 orang
nyeri ringan (21,7%), 15 orang nyeri Tabel 4.7 menunjukkan tingkat
sedang (25%), dan 17 orang merasa VAS pada jenis kelamin laki laki
sangat nyeri (28,3%). kategori tidak nyeri sebanyak 8 orang
(13,3%), kategori nyeri ringan sebanyak
orang 5 (8,3%), kategori nyeri sedang 4
orang (6,7%).kategori nyeri berat 2
orang (3,3%).
Sedangkanpada jenis kelamin
perempuan kategori tidak nyeri
sebanyak 6 orang (10%), kategori nyeri
ringan sebanyak 8 orang (13,3%),
kategori nyeri sedang 11 orang

v
(18,3%).kategori nyeri berat 15 orang ada pengaruh yang signifikan usia
(25%). terhadap plantar fasciitis. Hal ini
Baik jenis kelamin laki laki maupun terlihat nilai signifikasi pada hasil
perempuan yang tidak mengalami nyeri analisa data tersebut menunjukkan
sebanyak 14 orang (23,3%), nyeri angka 0,144 yang nilai menunjukkan
ringan sebanyak 13 orang (21,7%), tidak terdapat asosiasi faktor penjanan
nyeri sedang 15 orang (25%), serta nyeri dengan terjadinya plantar fasciitis.
berat 17 orang (28,3%). D. PEMBAHASAN
3. Analisis Bivariat 1.Karakteristik Responden
Responden di Wilayah
Pedukuhan Mejing Kidul dengan
responden laki laki berjumlah 19 orang
(31,7%) dan responden perempuan
yang berjumlah 41 orang (68,3%).
Usia terbanyak responden di
Berdasarkan tabel 4.9 dari 60
wilayah Pedukuhan Mejing Kidul
responden hasil uji korelasi terlihat nilai
yakni berada pada masa dewasa awal
koefisien korelasi indeks massa tubuh
25-36tahun (40%), dan kategori usia
dengan visual analog scale cukup kuat.
paling sedikit yaitu massa remaja akhir
Artinya ada pengaruh yang signifikan
17-25 tahun dengan berjumlah 15
indeks massa tubuh terhadap plantar
orang (25%).
fasciitis. Nilai signifikasi pada hasil
2. Indeks massa tubuh
analisa data tersebut menunjukkan
Kejadian plantar fasciitis dengan
angka 0,000 yang nilai menunjukkan
keluhan nyeri berat paling banyak
terdapat asosiasi faktor penjanan dengan
dirasakan oleh warga di wilayah
terjadinya plantar fasciitis.
pedukuhan Mejing Kidul menunjukkan
angka kejadian sebanyak 17 orang
(28,3%). Kondisi paling buruk
dirasakan oleh penderita plantar
fasciitis dengan keluhan nyeri berat ada
Berdasarkan tabel 4.11 dari 60 pada indeks massa tubuh dengan
responden hasil uji terlihat nilai kriteria obesitas II yakni sejumlah 6
koefisien korelasi jenis kelamin orang (10%).
dengan visual analog scale cukup Indeks Massa Tubuh (IMT)
kuat. Artinya ada pengaruh yang yang berhubungan dengan penyakit
signifikan jenis kelamin terhadap plantar fasciitis disebabkan oleh
plantar fasciitis. Hal ini terlihat nilai peradangan dari plantar fascia. Plantar
signifikasi pada hasil analisa data fasciitis disebabkan oleh aktivitas fisik
tersebut menunjukkan angka 0,005 yang berlebihan pada waktu bekerja
yang nilai menunjukkan terdapat yang memerlukan banyak berdiri atau
asosiasi faktor penjanan dengan berjalan yang disertai dengan indeks
terjadinya plantar fasciitis. massa tubuh (IMT) yang berlebih,
dengan berat tubuh yang berlebihan
dapat menyebabkan kerusakan jaringan
lemak dibawah tulang tumit yang
mengakibatkan nyeri tumit dan
Berdasarkan tabel 4.14 dari 60 menderita plantar fasciitis.
responden hasil uji terlihat nilai Hal ini diperkuat dengan
koefisien korelasi usia dengan visual penelitian yang dilakukan oleh
analog scale yang lemah. Artinya tidak Wibowo (2011) menunjukkan hasil

vi
pada pasien obesitas akan terjadi kejadian nyeri pada perempuan
peningkatan beban fascia yang berjumlah 15 orang (25%).
berpengaruh pada arcus dimana terletak Prevalensi mayoritas responden
ligament plantar fascia. Sedangkan plantar fasciitis banyak yang terjadi
pada kehamilan terjadi perubahan pada jenis kelamin perempuan yakni
hormon, berat badan yang bertambah sebanyak 40 orang (66,7%)
dan pembengkakan yang dialami dapat terindentifikasi plantar fasciitis dengan
menyebabkan ligamen pada tubuh nyeri ringan sebanyak 8 orang (13,3%)
termasuk di kaki mengendur, ini dapat terindenfikasi plantar fasciitis dengan
menyebabkan permasalahan mekanikal nyeri sedang sebanyak 11 orang
dan peradangan. (18,3%), terindenfikasi plantar fasciitis
Sedangkan pada penelitan dengan nyeri berat sebanyak 15 orang
Mellisa Berry (2016) ditemukan hasil (25%).
bahwa indeks massa tubuh memiliki Dengan angka kejadian nyeri
hubungan yang signifikan pada plantar pada wanita yakni sejumlah 15
penderita plantar fasciitis dengan orang (25%) diatas umumnya terjadi
status gizi overweight dan obesitas karena adanya kelemahan fleksor plantar
dibanding dengan orang dengan status akibat kebiasaan menggunakan alas kaki
gizi normal. yang tidak ergonomis, pekerjaan yang
3. Jenis kelamin mengharuskan untuk berdiri lama,
Karakteristik Visual Analog Scale perubahan hormonal atau
berdasarkan jenis kelamin melambungnya jumlah esterogen pada
menunjukkan kejadian tidak nyeri pada saat ovulasi.
laki laki berjumlah 8 orang (13,3%) Penelitian ini diperkuat dengan
dan perempuan berjumlah 6 orang penelitian Nahrin, NL (2018)
(10%). Untuk kejadian plantar fasciitis menyatakan bahwa prevalensi kejadian
dengan nyeri ringan pada responden plantar fasciitisterjadi lebih tinggi
laki laki berjumlah 5 orang (8,3%). 1,19% pada perempuan, sedangkan
Dan perempuan berjumlah 8 orang pada laki laki 0,47%.
(13,3%). Sedangkan untuk kejadian Menurut penelitian Petrofsky
plantar fasciitis dengan nyeri sedang (2016) Reseptor estrogen yang terdapat
pada responden laki laki berjumlah 4 pada wanita ditemukan pada plantar
orang (6,7%) dan perempuan 11 orang fascia yang akan menyebabkan ligamen
(18,3%). Untuk kejadian nyeri plantar menjadi sangat fleksibel saat ovulasi.
fasciitis dengan nyeri berat pada Hal ini dikombinasikan dengan efek
responden laki laki terjadi sebanyak 2 estrogen yang dapat merusak kontrol
orang (3,3%) dan responden postural saat ovulasi terjadi.
perempuan sebanyak 15 orang (25%). 4. Usia
Baik jenis kelamin laki laki Jumlah karakteristik responden
maupun perempuan yang tidak tanpa keluhan nyeri berada pada usia 17-
mengalami nyeri sebanyak 14 orang 25 tahun berjumlah 3 orang (5%) pada
(23,3%), nyeri ringan sebanyak 13 usia 26-35tahun berjumlah 10 orang
orang (21,7%), nyeri sedang 15 orang (16,7%) pada usia 36-45tahun berjumlah
(25%), serta nyeri berat 17 orang 1 orang (1,7%). Untuk responden dengan
(28,3%). keluhan nyeri ringan berada pada usia
Dapat disimpulkan bahwa 17-25 tahun berjumlah 3 orang (5%)
kejadian plantar fasciitis dengan nyeri pada usia 26-35tahun berjumlah 3 orang
paling berat dirasakan oleh responden (5%) pada usia 36-45tahun berjumlah 7
perempuan ditunjukkan dengan angka orang (11,7%). Sedangkan pada
responden dengan keluhan nyeri sedang

vii
berada pada usia 17-25 tahun berjumlah 2. Ada hubungan karakteristikjenis
5 orang (8,3%) pada usia 26-35tahun kelamin pada penderita plantar
berjumlah 7 orang (11,7%) pada usia 36- fasciitis di Wilayah Pedukuhan
45tahun berjumlah 3 orang (5%). Dan Mejing Kidul
pada responden dengan keluhan nyeri 3. Tidak ada hubungan karakteristik
berat berada pada usia 17-25 tahun usia pada penderita plantar
berjumlah 4 orang (6,7%) pada usia 26- fasciitis di Wilayah Pedukuhan
35tahun berjumlah 3 orang (5%) pada Mejing Kidul.
usia 36-45tahun berjumlah 10 orang F. SARAN
(16,7%). Saran yang dapat peneliti
Dapat disimpulkan bahwa berikan berikan dari penelitian ini
kejadian nyeri berat banyak terjadi adalah:
pada usia 26-35 tahun yang 1. Bagi Peneliti
menunjukkan bahwa 10 orang (16,7%) Penelitian ini diharapkan
di wilayah Pedukuhan Mejing Kidul memberikan manfaat dengan
tersebut mengalami kejadian plantar bertambahnya ilmu pengetahuan
fasciitis dengan keluhan nyeri berat. dan keterampilan yang dimiliki
Menurut penelitian Liselotte dalam melaksanakan asuhan
Hansen., et al 2018 menunjukkan fisioterapi pada kejadian plantar
bahwa usia bukan prediktor yang fasciitis.
signifikan untuk ketebalan plantar 2. Bagi peneliti selanjutnya
fasciitis pada ujung 1 cm proksimal ke Diharapkan pada peneliti
insersio tempat perlengketan jaringan, selanjutnya untuk mengidentifikasi
hal ini menyiratkan bahwa plantar kejadian plantar fasciitis dengan
fasciitis tidak berhubungan dengan usia karakteristik faktor resiko yang
dalam subyek asimptomatis sehat. lebih bervariasi dan karakteristik
Sedangkan pada penelitian usia yang mencakup lingkup
Waclawski., et al 2019 menunjukkan remaja hingga usia lanjut di
bahwa tidak ada hubungan yang wilayah lain.
signifikan antara faktor usia dengan 3. Bagi Institusi Pendidikan
kejadian plantar fasciitis. Hal ini Indentifikasi kejadian plantar
ditunjukkan dengan hasil penelitian fasciitis, data atau informasi dari
yang inadequat atau lemah. Bahwa penelitian ini agara bisa digunakan
kisaran resiko terjadi pada rentang 0,6- sebagai program pencegahan
2,3. Sedangkan hasil penelitian ini 4. Bagi pelayanan
menunjukkan kelemahan pada rentang Penelitian ini diharapkan dapat
1,2. dijadikan sebagai sumber
E. KESIMPULAN informasi bagi fisioterapis tentang
Berdasarkan hasil dan prevalensi kejadian plantar
pembahasan pada skripsi yang fasciitis. Serta diharapkan dengan
berjudul Identifikasi Kejadian plantar adanya hasil penelitian ini pasien
fasciitis di Wilayah Pedukuhan dengan plantar fasciitis akan
Mejing Kidul, dapat disimpulkan mendapatkan pelayanan fisioterapi
hasil sebagai berikut : yang lebih baik dan sesuai.
1. Ada hubungan karakteristik 5. Bagi responden
indeks massa tubuh pada Dalam penelitian ini
penderita plantar fasciitis di diharapkan pasien yang
Wilayah Pedukuhan Mejing mengalami plantar fasciitis
Kidul mulai peka dengan masalah

viii
gerak dan fungsi sehingga Cleland, JA. (2009). Manual Physical
kualitas hidup meningkat Therapy and Exercise versus
G.KETERBATASAN Electro Physical Agents and
PENELITIAN Exercise in Management of
Keterbatasan penelitian ini Plantar Heel Pain : A Multicenter
yaitu peneliti tidak dapat Randomized Clinical Trial.
memberikan intervensi atau Journal Orthopaedi and Sports.
tindakan kepada responden dengan Cutts S., Obi, N., Pasapula, C., Chan,
keluhan plantar fasciitis baik pada W. (2012). Plantar Fasciitis.
keluhan nyeri ringan, sedang Article in Ann R Coll Surg
maupun beratkarena kegiatan Engl.2012 Nov; 94(8):539-542.
penelitian ini hanya mencakup Defour, AB., Broe, KE., Nguyen, US.,
kegiatan promotif dan prefentif dari Gagnon, DR,. Hillstrom, HJ.,
peneliti yang bertujuan untuk Walker, AH., Kivell, E., Hannan,
mengedukasi masyarakat di wilayah MT. (2009). Foot pain : Is
Pedukuhan Mejing Kidul dengan Current or Past Shoe Wear a
tujuan mengetahui angka kejadian Factor?. Article in Arthritis
plantar fasciitis dan memberikan Rheum 2009. Oct15;61(10):1352-
edukasi untuk menghindari kejadian 8.
atau memperparah keluhan nyeri Doley, M., Warikoo, D., Arunmohzik.
plantar fasciitis di kalangan (2013). Effect of Positional
masyarakat . therapy and Deep Transverse
DAFTAR PUSTAKA Friction Massage on
Alamsyah, Indra., Tirtayasa., Ketut., Gluteusmedius Trigger Point- A
Ali Imron, M. (2014). Efektifitas Comparative Study. Journal of
Penambahan Hold Relax pada Science and Physical Therapy.
Intervensi Transverse Friction Hawker, G., Miasn, S., Kendzerkha, T.,
dalam Nyeri pada Calcaneus French, M. (2011) measures of
Spurs. Sport and Fitness Journal. Adult Pain : Visual Analog Scale
Almeer, Almubarak., Nadine, F. for Pain (VAS Pain), Numeric
(2012). Exercise Therapy for Rating Scale for Pain (NRS
Plantar Heel Pain : a Systematic Pain), Mc Gill Pain
Review. International Journal of Questionnaire (MPQ) Short Form
Exercise. Mc Gill Pain Questionnaire (SF-
Al Quran. Qs An-Nahl Ayat :18. MPQ), Chronic Pain Grade Scale
Anonim. (2012). Anatomy of the (CPGS), Short Form-36 Bodily
Plantar. Diunduh Juli 2019. Pain Scale (SF-36BPS), and
http//:www.google.co.id/imgers? Measure of Intermittent and
Beeson Paul. (2014). Plantar Constant Osteoarthritis Pain
Fasciopathy : Revisiting the Risk (ICOAP). Journal of Acta
Factor. Journal of Foot Ankle Orthop, Arthritis Care Camp.
and Surgery. Hendarto, Donny. (2015). Efek Aktif
Brosseau Luice. (2009). Deep Stretching Otot Plantar Flexor
Transverse Friction Massage or Ankle terhadap Penurunan Nyeri
Treating Tendinitis (review) the Fasciitis Plantaris. Skripsi
Tolerance Colaboration. Universitas Muhammadiyah
http//:www.thechrocancelibrary.c Surakarta.
om Diakses pada tanggal 08 Juni Hyeon, Bae. (2015). The Effect of
2018. Kinesio Tapping on Architecture,
Strenght and Pain of Muscle in

ix
Delayed Onset Muscles Soreness Foot Pronation on Plantar Fascia
of Biceps Brachii. Journal of Thickness in Healthy
Physical Therapy Science. Adimptomatic Subject. Journal
Hansen, Liselotte., Thonger, P., of Podiatri Med Association.
Torkell, F. (2018). Longterm Perzia, Tjelsea Putri. (2017). Perbedaan
Prognosis of Plantar Faciitis : a Skala Nyeri Sebelum dan
5-15 Years Follow Up Study of Sesudah Pemberian Transverse
1754 Patients with Ultrasound Friction dan Kinesiotaping pada
Examination. Ortho Journal of Kasus Plantar Fasciitis di
Sport and Med. Ramayana Bukit Tinggi tahun
Kisner, C., Lynn, AC., John BFD. 2017. Skripsi Stikes Fort De
(2017). Therapeutic exercise : Kock Bukit Tinggi.
foundation technique. Dalam Petrofsky, JS., Haneul, L., Jong, Y.
http:/www.scholar-lookup- (2016). The Effect of Esterogen
therapeutic-exercise-foundation- on Tendon and Ligament
and-technique. Metabolism and Function.
Lee, Jin Hyungcu., Joong, H., Woo, Y. Journal of Steroid Biochemistry
(2014). The Effect of Hip and Biomolecular Biology.
Strenghtening Exercise in Patient Prakarsh, S., Anand ,M. (2014). Effect
with Plantar Faciitis. Article in of Manual Therapy Versus
Wolters Kluwer Medicine. Conventional Therapy. Journal
Leeuwen, KD. (2016). Factor of International Physical
Associated with Chronic Plantar Therapy.
Heel Pain. Journal of Sport Profil Wilayah Kabupaten Sleman.
Medicine. (2019). Pemerintah Kabupaten
Melissa, C., Barry, M., Popkin, L., Sleman.
Daniels. (2010). Impact of Water http//:www.slemankab.go
Intake on Energy Intake and Diakses pada tanggal 08 Juni
Weight Status: A Systematic 2019.
Review. Article in Nutrition Punia, Sonu., Aman. (2015). Physical
Reviews HHS Public Access. Thrapy Treatment in Platar
Nuhmani, Shibili.(2012). Plantar Fasciitis : A Case Report. Indian
Fasciitis : A Review of Current Journal of Physical Therapy and
Concepts. Indian Journal of Occupational Therapy.
Basic and Applied Med Rasal, T., Kiran, J. (2018). Manual
Research. Therapy Versus Conventional
Ordine., Romulo, R. (2011). Therapy of Plantar Fasciitis – A
Effectiveness of Myofascial Comparative Study. Journal of
Trigger Point Manual Therapy Podiatri.
Combined With A Self Rica, Theresia. (2011). Kombinasi
Stretching Protocol for the Intervensi Terapi Latihan dan
Management of Plantar Heel Pain Ultrasound lebih baik daripada
A Randomized Control Trial. Massage dan Ultrasound untuk
Journal of Orthopaedi and Sport Penurunan Nyeri pada Kondisi
Medicine. Plantar Fasciitis. Skripsi
Pascual, Huerta ., Gracia, JM., Universitas Diponegoro
Matamoros, EC., Matamoros, Denpasar Bali : Program Studi
JC., Martnez, TD. (2008). Fisioterapi.
Relationship of Body Mass Rustempasic, N.A ., Gincic. (2014).
Index, Ankle Dorsiflexion ans Outcome Endovenous Laser

x
Ablation of Varicose Veins. WHO. (2017). Refinding Obesity
Article of Acta International International Assosiation for The
Medica. Study of Obesity. WHO Western
Sari, N., Irfan, M. (2009). Efek Pacific Region.
Penambahan Taping pada Wibowo, M. (2017). Perbedaan antara
Intervensi Microwave Diathermy Berat Badan Berlebih dan Berat
dan Stretching pada Kondisi Badan Normal terhadap
Plantar Fasciitis. Jurnal Ilmiah Osteoarthritis Lutut pada Pasien
Fisioterapi. Usia Minimal 45 Tahun di
Siburian. (2008). Penyakit Plantar Posyandu Kelurahan Joglo
Faciitis. Dalam Soeparman Kecamatan Kembangan Jakarta
Waspadjis Eds. Buku Ajar Ilmu Barat. Skripsi .
Penyakit Dalam. Jakarta: Balai http//:www.scribd/doc42626751
Penerbit FKUI Diakses pada tanggal 08 Juni
Subagyo. (2013). Plantar Fasciitis. 2019
Diakses pada tanggal 27 April Wibowo, S. (2011). Penambahan
2019. Dalam Neurotaping Lebih Baik daripada
http//:www.scribd/ahlibedahtulan Ultrasound saja Dalam
g.com. Menurunkan Nyeri Plantar
Suharsimi, Arikunto. (2013). Prosedur Fasciitis. Jurnal Ilmiah
penelitian : Suatu Pendekatan Fisioterapi.
Praktik. Jakarta : Rinekacipta. Windlass test dalam phsiopedia-physio
Sweating, D., Ben, P., Rachel, C. tutors. Diakses pada tanggal 21
(2011). The Effectiveness of April 2019. Dalam
Manual Stretching in the http//:www.physiopedia-
Treatment of Plantar Heel Pain : physiotutors/windlass-test.
a Systematic Review. Journal of Young, C., Rutherfort, D., Niedflt, M.
Ankle Research. (2010). Treatment of Plantar
Toumi, H., Marija, M., Raphael, C. Fasciitis. Diakses pada tanggal
(2014). Changes in Prevalence of 27 Juli 2019. Dalam
Calcaneus Spurs in Men and http//www.emedicine
Women : A Random Population medscape.com
From a Trauma Clinic. Article in
BMC Musculoskeletal Disorder
PUB Med.
Ursini, F., Franco, A., Nicolosi., Rosa,
D. (2017). Plantar Fascia
Enthesophaty and Impaired
Kidney Function. Article in Plos
One.
Waclawski, E., Beach, J., Milne, A.,
Yacyshyn. (2015). Siatematic
Review : Plantar Fasciitis and
Prolonged Weight Bearing.
Journal of Sport and Medicine.
Warner, Robert. (2010). Risk Factor of
Plantar Fasciitis Among
Assembly Plant Workers.
Journal of Academy of Physical
Medication and Rehabilitation.

xi