Anda di halaman 1dari 18

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen, desain

penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik, yaitu

mempelajari hubungan dua variabel atau lebih untuk menemukan ada tidaknya

hubungan dan apabila ada, seberapa erat hubungan serta berarti atau tidak

hubungan itu (Notoatmodjo, 2012)

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross

sectional, yaitu metode pengambilan data yang dilakukan dalam satu waktu saat

penelitian untuk mengetahui hubungan antar variabel terikat dan variabel bebas

yang diobservasi dan diukur sekali saja dalam waktu yang sama (Notoatmodjo,

2012).

Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik non-

probability sampling dengan model purposive sampling, yaitu Teknik penentuan

sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2013). Pada penelitian ini

mengetahui hubungan faktor individu dan faktor pekerjaan dengan keluhan nyeri

punggung bawah pada pembatik di Kampung Batik Giriloyo, kecamatan Imogiri,

kabupaten Bantul, Yogyakarta.

52
53

B. Variabel Penelitian

Variabel penelitian ini adalah:

1. Variabel bebas (variable independent)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan

variabel terikat (Notoatmojo, 2010). Variabel bebas dalam penelitian ini

adalah faktor individu dan faktor pekerjaan.

2. Variabel terikat (variable dependent)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas

(Notoatmojo, 2010). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nyeri

punggung bawah pada pembatik di Kampung Batik Giriloyo.

C. Definisi Operasional

1. Nyeri punggung bawah

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu masalah kesehatan yang

berupa nyeri akut maupun kronik yang dirasakan di daerah punggung bawah

dan biasanya merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikular atau keduanya

di daerah lumbosacral yang dapat disebabkan oleh inflamasi, degeneratif,

kelainan ginekologi, trauma dan gangguan metabolik. Untuk mengetahui

keluhan nyeri punggung bawah pada responden peneliti menggunakan

Visual Analog Scale (VAS) dengan skala ordinal karena didalamnya terdapat

kategori nilai yaitu 0-4 mm tidak nyeri, 5-44 mm nyeri ringan, 45-74 mm

nyeri sedang, dan 75-100 mm nyeri berat.


54

2. Fleksibilitas Lumbal

Fleksibilitas atau kelenturan adalah kemampuan seseorang

menggunakan otot dan persendiannya, sehingga dapat mencapai jelajah

gerak sendi yang seluas-luasnya tanpa disertai dengan rasa tidak nyaman

atau nyeri. Fleksibilitas pada wilayah lumbal diketahui dapat mempengaruhi

sistem kerja manusia, terutama dalam melakukan kegiatan yang

berhubungan dengan pembungkukan badan dan mengangkat beban. Untuk

mengetahui fleksibilitas lumbal pada responden peneliti menggunakan Sit

and Reach Test dengan skala ordinal karena didalamnya terdapat kategori

nilai yaitu pada wanita nilai “Baik Sekali” adalah >35 cm, nilai “Baik”

adalah 32 – 35 cm, nilai “Sedang” adalah 30 – 31 cm, nilai “Kurang” adalah

25 – 29 cm, nilai “Sangat Kurang” <25 cm.

3. Masa kerja

Masa kerja merupakan akumulasi aktivitas kerja seseorang yang

dilakukan dalam jangka waktu panjang yang apabila aktivitas tersebut

dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu bertahun-tahun dapat

mengakibatkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah nyeri punggung

bawah.. Seseorang yang bekerja lebih dari 5 tahun akan meningkatkan risiko

terjadinya nyeri punggung bawah dibandingkan dengan pekerja dengan masa

kerja kurang dari 5 tahun. Untuk mendapatkan data masa peneliti

menggunakan kuisioner dengan skala ordinal yang didalamnya terdapat

pertanyaan-pertanyaan mengenai massa kerja. Hasil pengukuran yang akan

di dapatkan yaitu kurang dari 5 tahun dan lebih dari 5 tahun.


55

D. Populasi Dan Sampel Penelitian

1. Populasi penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016).

Populasi dalam penelitian ini adalah pembatik di Kampung Batik Giriloyo

dengan jumlah 310 orang.

2. Sample

Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih berdasarkan cara-

cara tertentu dan dapat dianggap mewakili populasi. Teknik pengambilan

sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yaitu teknik

penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2013). Sampel

dalam penelitian ini yaitu pembatik yang menderita nyeri punggung bawah :

a. Kriteria sampel

Adapun kriteria sampel penelitian ini adalah :

Kriteria inklusi :

1) Bersedia diambil sebagai sampel penelitian

2) Responden yang bekerja sebagai pembatik di Kampung batik

Giriloyo

3) Responden yang mengalami keluhan nyeri punggung bawah

Kriteria ekslusi :

1) Responden yang memiliki penyakit lain yang menyebabkan nyeri

punggung bawah
56

2) Responden nyeri punggung karena adanya tumor

3) Responden yang bukan pembatik di Kampung Batik Giriloyo

b. Besaran sampel

Dalam menentukan besaran jumlah sampel menggunakan teori slovin

dengan rumus sebagai berikut :

N
n= 2
1+ N ( d )

Keterangan :

n : Besar sampel

N : Besar populasi

d : Tingkat signifikan (p)

Populasi yang ada adalah sebesar N = 310, d = 10% = 0,1, maka :

N
n= 2
1+ N ( d )

310
n=
1+310 ( 0,01 )

310
n=
4,1

n = 75,60

Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus slovin didapatkan hasil

75,60 dibulatkan menjadi 76, jumlah sampel yang didapat akan menjadi

objek penelitian. Hubungan faktor individu dan faktor pekerjaan dengan

keluhan nyeri punggung bawah pada pembatik di Kampung Batik

Giriloyo dengan jumlah sampel 76.


57

E. Etika Penelitian

Peneliti sebagai pihak yang memerluka informasi, harus menjaga hubungan

baik dengan subyek yang diteliti, karena subyek yang diteliti merupakan sumber

informasi bagi peneliti. Sudah sepantasnya peneliti menghormati, menghargai

subyek penelitian, dan memperhatikan etika penelitian, yang akan dijabarkan

sebagai berikut :

1. Informed consent

Informed Consent adalah bentuk legalitas antara peneliti dengan

responden penelitian, dengan memberikan lembar persetujuan. Informed

Consent tersebut diserahkan sebelum penelitian dilakukan dengan

memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuannya adalah

agar subjek mengerti akan maksud dan tujuan penelitian.

Jika responden bersedia, maka responden harus menandatangani lembar

persetujuan. Jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati

hak atas putusan responden yang memilih untuk tidak menandatangani

lembar persetujuan terseburt. Untuk anak-anak dibawah 17 tahun tidak

diperbolehkan menandatangani lembar persetujuan, oleh karena itu, lembar

persetujuan harus ditandatangani oleh orangtua/wali. Beberapa informasi

yang harus ada dalam Informed Consent tersebut antara lain; partisipasi

pasien, tujuan dilakukannya tindakan, jenis data yang erdibutuhkan,

komitmen, prosedur pelaksanaan, potensial masalah yang akan terjadi,

manfaat, kerahasiaan, informasi yang mudah dihubungi dan lain-lain.


58

2. Anonymity

Merupakan suatu jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan

cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat

ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil

penelitian yang akan diajukan nantinya.

3. Confidentiality

Suatu etika dengan memberikan legalitas atau jaminan suatu kerahasiaan

hasil penelitian yang akan dilakukan. Baik informasi maupun masalah-

masalah lainnya pada penmelitian yang akan dilakukan peneliti. Semua

informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti,

hanya berkas data yang akan dilaporkan sebagai hasil riset.

F. Alat Dan Metode Pengumpulan Data

1. Alat pengumpulan data

Data penelitian ini merupakan data primer, yaitu data yang diperoleh

peneliti langsung dari responden dan bukan dari catatan atau dari dokumen

yang sudah ada. Alat dan pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :

a. Kuisioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden tentang laporan pribadinya atau

hal-hal yang ingin diketahui. Kuisioner menggunakan pertanyaan

tertutup dimana salah satu jawaban sudah disediakan jawabannya

sehingga responden hanya memilih sesuai dengan pendapatnya

(Arikunto, 2013). Dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yang


59

terdiri dari pertanyaan tentang kelengkapan data diri dan beberapa

pertanyaan seputar nyeri punggung bawah.

b. Visual Analog Scale (VAS) dalam penelitian ini digunakan untuk

mengetahui tingkat nyeri punggung bawah yang dirasakan pengrajin

batik tulis. Visual analog Scale merupakan alat pengukuran intesitas

nyeri yang dianggap paling efisien yang telah digunakan dalam

penelitian dan pengaturan klinis. Visual analog scale merupakan alat

ukur yang sensitive dan presisi dibandingkan skala deskriptif ,

reliabilitasnya 0,94. Validitas VAS dengan menggunakan VAS Pain

Scale mempunyai nilai rho 0,76 sampai 0,85 (Kambodji, 2013).

Menurut Hawker, et al (2011) nilai skor visual analog scale

(VAS) dapat dikategorikan sebagai berikut :

1) 0-4 mm tidak nyeri


2) 5-44 mm nyeri ringan
3) 45-74 mm nyeri sedang
4) 75-100 mm nyeri berat
c. Sit and Reach Test adalah merupakan alat ukur untuk mengukur

fleksibilitas lumbal yang meggunakan media berupa boks terbuat dari

papan atau metal yang tingginya 30 cm, lalu diatas boks tersebut

diletakan penggaris ukur yang panjangnya 26 cm keluar dari boks dan

26 cm sampai ke ujung dari boks tersebut. Nugraha (2013) menyebutkan

nilai validitas dan reliabilitas Sit and Reach Test adalah 0,993 untuk

nilai validitas dan 0,997 untuk nilai reliabilitas.


60

Gambar 3.1 Sit and Reach Test box (Quinn, 2014)

Prosedur Pengukuran Sit and Reach Test (SRT)) terbagi menjadi

beberapa klasifikasi normal. Dapat dilihat bahwa tabel tersebut

menjelaskan klasifikasi pada wanita nilai “Baik Sekali” adalah >35 cm,

nilai “Baik” adalah 32 – 35 cm, nilai “Sedang” adalah 30 – 31 cm, nilai

“Kurang” adalah 25 – 29 cm, nilai “Sangat Kurang” <25 cm.

Tabel 3.1 Klasifikasi normal pengukuran sit and reach test

Klas
ifika
si
Fleksibilitas Statis (cm)
Flek
sibil
itas
P W
r a
i n
a i
t
a
Bai
> >
k
2 3
Sek
8 5
ali
2 3
4 2
Bai
- -
k
2 3
8 5
61

2 3
0 0
Sed
- -
ang
2 3
3 1
1 2
7 5
Kur
- -
ang
1 2
9 9
San
< <
gat
1 2
Kur
7 5
ang
Sumber : Davis et al; physical education and the study of sport (2014)

2. Metode pengumpulan data

Peneliti melakukan pengumpulan data di Kampung Batik Giriloyo.

Tahapan-tahapan dari penelitian ini adalah :

a. Peneliti memasukkan surat ke Kepala Badan Perencanaan Daerah

(BAPPEDA) Kabupaten Bantul dengan tujuan untuk mendapatkan izin

penelitian di Kampung Batik Giriloyo kecamatan Imogiri Kabupaten

Bantul. Dari Kepala Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA)

Kabupaten Bantul memberikan surat terusan kepada camat kecamatan

Imogiri disertai dengan surat izin studi pendahuluan.

b. Peneliti memasukan surat izin studi pendahuluan ke Lurah Desa

Wukirsari, kecamatan Imogiri. Setelah mendapatkan izin dari Lurah

Desa Wukirsari peneliti melakukan studi pendahuluan.


62

c. Studi pendahuluan dilakukan dengan membagiakan kuisioner

pertanyaan seputar nyeri punggung bawah dan kegiatan kerja pembatik

untuk mendapatkan data populasi pembatik dan keluhan nyeri punggung

bawah.

d. Setelah seminar proposal, peneliti dapat memulai penelitian. Saat

penelitian, peneliti melakukan pendaatan secara rapi dan teliti terkait

indentitas diri pada masing-masing responden.

e. Setelah pendaataan selesai, peneliti memeriksa apakah pendataan telah

di isi pada kolom yang benar beserta kelengkapan nya.

f. Setelah data diperoleh, dilanjutkan pengolahan dengan progam

komputerisasi yaitu SPSS.

3. Uji validitas dan reliabilitas

a. Validitas

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu

benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2010). Untuk

menghitung kolerasi tiap-tiap pertanyaan, teknik yang dipakai adalah

teknik product moment. Untuk mengetahui apakah nilai kolerasi tiap-

tiap pertanyaan ini signifikan, maka perlu dilihat pada tabel r product

moment (Notoatmodjo, 2010).

Setelah dihitung semua kolerasi antara masing-masing pertanyaan

dengan skor total, untuk melihat significant dari tiap pertanyaan maka

dilihat dari table nilai product moment. Jika r hitung lebih besar dari r
63

tabel, maka pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner tersebut memenuhi

taraf significant (Sugiyono, 2013).

Table 3.2 Uji Validitas

Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan


P1 0.467 0.367 Valid
P2 0.416 0.367 Valid
P3 0.511 0.367 Valid
P4 0.406 0.367 Valid
P5 0.411 0.367 Valid
P6 0.933 0.367 Valid
P7 0.933 0.367 Valid
P8 0.554 0.367 Valid
P9 0.933 0.367 Valid
P10 0.933 0.367 Valid
P11 0.476 0,367 Valid
P12 0.933 0,367 Valid
P13 0.933 0,367 Valid
64

P14 0.652 0,367 Valid

Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai r hitung

dari 14 item pertanyaan lebih besar dari r tabel yaitu 0.367 yang berarti

bahwa pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner tersebut memenuhi taraf

significant.

b. Reliabilitas

Realibilitas adalah indek yang menunjukkan sejauh mana suatu

alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti

menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten bila

dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama

dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010).

Untuk menghitung realibilitas yaitu mengelompokkan dua

belahan bagian soal sebagai belahan ganjil dan belahan genap,

selanjutnya akan diperoleh harga rxy untuk memperoleh indeks

reliabilitas soal menggunakan rumus Alpha Cronbach.

Apabila koefisian Alpha Cronbach > 0.6 maka dapat dikatakan

instrument terebut reliabel (Johnson dan Christensen, 2012). Uji

reliabilitas dilakukan menggunakan komputerisasi.

Tabel 3.3 Tabel Reliabilitas

Cronbach’s Alpha N Of Items

.900 14
65

Berdasarkan tabel diatas, da pat disimpulkan bahwa Alpha

Cronbach lebih dari 0.6 maka dapat dikatakan instrument tersebut

reliabel.

G. Pengolahan Dan Analisis Data

1. Pengolahan data

a. Editing

Kegiatan memeriksa data, kelengkapan, kebenaran, pengisian

data, keseragaman ukuran, keterbacaan tulisan, dan konsistensi data

berdasarkan tujuan penelitian.

Tahap awal analisis data adalah melakukan edit terhadap data

yang telah dikumpulkan dari hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal

10 juli 2019. Data yang di edit dalam penelitian ini adalah identitas

responden, nilai fleksibilitas responden, nilai nyeri punggung bawah pada

responden, dan masa kerja pada responden.

b. Coding

Pemberian kode pada data yang berskala nominal dan ordinal.

Kodenya berbentuk angka/numerik/nomor, bukan symbol kerna hanya

angka yang dapat diolah secara statistic dengan bantuan komputer.

Penelitian yang dilakukan menggunakan data berskala ordinal.

Kodenya menurut kategori-kategori yang penting seperti berikut :

1. Nyeri punggung bawah :

a. 0-4 mm nilai tidak nyeri


b. 5-44 mm nilai nyeri ringan
c. 45-74 mm nilai nyeri sedang
66

d. 75-100 mm nilai nyeri berat


2. Fleksibilitas Lumbal
a. 32 – 35 cm nilai baik
b. 30 – 31 cm nilai sedang
c. 25 – 29 cm nilai kurang
d. <25 cm nilai sangat kurang

3. Masa Kerja

< 5 tahun tidak beresiko

> 5 tahun beresiko

c. Entry

Entry data adalah proses pemidahan data dari fisik menjadi data

digital yang dapat diolah oleh software. Data tersebut akan diketik dan

dimasukkan ke dalam dokumen digital di komputer. Proses inilah yang

disebut sebagai entry data atau input data

d. Cleaning

Proses permbersihan data sebelum diolah secara statistic,

mencakup pemeriksaan konsistensi dan perawatan respon yang hilang

serta consistency check yaitu mengidentifikasi data yang keluar dari

range, tidak konsisten secara logis, atau punya nilai extreme.

e. Tabulating

Yaitu menyusun dan menghitung hasil pengkodean untuk

kemudian diasjikan dengan cara memasukkan angka-angka kedalam

kotak bernomor pada table. Dari data yang telah ditabulasi dapat

diketahui angka komulatif masing-masing variable.

4. Analisis data
67

Analisa data merupakan kegiatan yang penting dalam penelitian, karena

dengan proses ini data yang tersedia dapat dioalah dan mempunyai makna

atau arti yang dapat berguna untuk memecahkan masalah penelitian. Untuk

melihat hubungan faktor individu dan faktor pekerjaan dengan keluhan nyeri

punggung bawah pada pembatik di Kampung Batik Giriloyo digunakan :

a. Analisis univariat

Analisis univariat adalah analisis yang bertujuan untuk menjelaskan

atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Pada

dasarnya analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentasi dari

setiap variabel. Bentuk dari analisis univariat tergantung dari jenis

datanya, data-data pendukung penelitian seperti fleksibilitas, masa kerja

dan nyeri punggung bawah.

b. Analisis bivariat

Analisis bivariat adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui

hubungan antara satu variable bebas dengan satu variable terikat.

Analisis data yang digunakan adalah untuk menguji hipotesis asosiatif

atau hubungan (kolerasi) dengan menggunakan teknik statistik kolerasi

kendall’s tau, yaitu teknik yang digunakan untuk mencari hubungan dan

menguji hipotesis antara dua variabel atau lebih bila mana teknik

penggunaan datanya berbentuk ordinal-nominal atau rangking, teknik ini

memiliki kelebihan yaitu cara pengumpulan data bila mana jumlah

respondennya lebih dari 10, serta dapat dikembangkan untuk mencari

koefisien kolerasi parsial. Berikut akan disajikan rumus uji kendall’s tau :
68

A−B
T=
N ( N −1)
2

Keterangan :

T : koefesien korelasi kendall tau yang besarnya (-1< ᴦ<1)

A : jumlah rangking atas

B : jumlah rangking bawah

N : jumlah anggota sampel

Dari hasil uji kendall’s tau dapat menyimpulkan ada/tidaknya

hubungan dua variable katagorik. Dengan Nilai α 0,05 kendall’s tau

menguji hipotesis apakah ada hubungan antara variable dependen dengan

variable independen.

a. Bila P < α, berarti secara statistik ada hubungan yang signifikan

antara variabel dependen dengan variabel independen. sehingga

kesimpulan Ho ditolak dan Ha diterima (Dharma, 2011).

b. Bila P > α, berarti secara statistik tidak ada hubungan yang signifikan

antara variable dependen dengan variable independen. Sehingga

kesimpulan Ho diterima dan Ha ditolak (Dharma, 2011).

H. Jalannya Penelitian

Dalam studi penelitian yang telah dilaksanakan peneliti ada langkah-langkah

dalam penelitian yang sesuai tujuan peneliti.

1. Tahap persiapan

a. Mengajukan judul
69

b. Konsultasi ke dosen pembimbing

c. Permohonaan surat izin pendahuluan dari pihak kampus, kemudian

melakukan studi pendahuluan ke kampung batik giriloyo Yogyakarta

d. Menyusun proposal dan jadwal penelitian

e. Mengikuti seminar proposal

f. Melakukan ujian proposal setelah mendapat persetujuan pembimbing

g. Melakukan revisi proposal

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

a. Peneliti membagikan kuisioner ke sampel (Pembatik di Kampung Batik

Giriloyo Yogyakarta)

b. Data yang diperoleh diolah menggunakan program komputer berupa

SPSS

3. Tahap Penyelesaian

a. Melakukan penyusunan pembahasan, hasil dan kesimpulan penelitian

b. Konsultasi pembahasan, hasil dan kesimpulan

c. Seminar hasil skripsi.

d. Revisi hasil skripsi.

e. Menjilid dan mengumpulkan hasil penelitian.