Anda di halaman 1dari 24

ISOLASI DNA

LAPORAN

OLEH:
EKA ALLISA SHALSABILLA
190301135
AGROTEKNOLOGI 3

LABORATORIUM BIOTEKNOLOGI SUB PEMULIAAN TANAMAN

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2021
ISOLASI DNA

LAPORAN

OLEH:
EKA ALLISA SHALSABILLA
190301135
AGROTEKNOLOGI 3

Laporan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Dapat Memenuhi Komponen Penilaian
di Laboratorium Bioteknologi Sub Pemuliaan Tanaman Program Studi
Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara,Medan

Diperiksa Oleh
Asisten Korektor

(Ari Efraim Sitepu)


NIM. 170301056

LABORATORIUM BIOTEKNOLOGI SUB PEMULIAAN TANAMAN

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2021
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya.

Adapun judul dari laporan ini adalah “ISOLASI DNA” yang merupakan

salah satu syarat untuk dapat memenuhi komponen penilaian pada Laboratorium

Bioteknologi Sub Pemuliaan Tanaman Program Studi Agroteknologi Fakultas

Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih kepada

Luthfi Aziz Mahmud Siregar,SP.,M.Sc,Ph.D , Dr. Diana Sofia Hanafiah, SP., MP,

dan Ir. Revandy I.M Damanik, M.Si, M.Sc, Ph.D selaku dosen mata kuliah

Bioteknologi Pertanian serta abang kakak asisten yang telah membantu

menyelesaikan laporan ini.

Penulis menyadari bahwa didalam penulisan laporan ini masih banyak

terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan adanya

masukan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan

penulisan berikutnya.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga penulisan ini

bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Pekanbaru, Maret 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

PENDAHULUAN
Latar Belakang ............................................................................................ 1
Tujuan Praktikum ........................................................................................ 2
Kegunaan Penulisan .................................................................................... 2

TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN DAN METODE


Tempat dan Waktu Praktikum .................................................................... 6
Alat dan Bahan ............................................................................................ 6
Prosedur Praktikum ..................................................................................... 6

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil ............................................................................................................ 7
Pembahasan ............................................................................................... 15

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

ii
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Deoxyribonucleic acid atau DNA merupakan senyawa kimia yang paling

penting dalam makhluk hidup.DNA merupakan senyawa yang mengandung

informasi genetik makhluk hidup dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Keseluruhan DNA dalam suatu sel akan membentuk genom. Genom meliputi

bagian gen yang fungsional maupun non-fungsional dalam sel organisme. DNA

genom meliputi gen danintergen (Suryo, 2014).

DNA memiliki struktur pilinan utas ganda yang anti pararel dengan

komponen-komponennya, yaitu gula pentosa (deoksiribosa), gugus fosfat dan

pasangan basa. Sebuah selmemiliki DNA yang merupakan materi genetik dan

bersifat herediter pada seluruh sistemkehidupan. Genom adalah set lengkap dari

materi genetik (DNA) yang dimiliki suatuorganisme dan terorganisasi menjadi

kromosom. DNA juga dapat diisolasi, baik pada manusia maupun tumbuhan.

(Aditia, 2010).

Isolasi DNA merupakan langkah mempelajari DNA. Salah satu

prinsipisolasi DNA yaitu dengan sentrifugasi. Sentrifugasi merupakan teknik

untukmemisahkan campuran berdasarkan berat molekul komponennya. Molekul

yang mempunyai berat molekul besar akan berada di bagian bawah tabung dan 2

molekul ringan akan berada pada bagian atas tabung . Hasil sentrifugasi akan

menunjukkan dua macam fraksi yang terpisah, yaitu supernatan pada bagian atas

dan pelet pada bagian bawah (Rachmat, 2012)

Isolasi DNA dapat dilakukan pada semua mahluk hidup dan juga virus.

Salah satu tantangan dalam isolasi DNA adalah isolasi DNA pada organisme
2

hewan mamalia. Mamalia memiliki kompleksifitas jaringan dan organ yang

sangat tinggi, sehingga terdapat berbagai macam kendala yang sering ditemui

dalam proses pengerjaan isolasi DNA pada hewan seperti terlalu banyaknya lipid

dan protein yang menyusun suatu jaringan, dan adanya enzim nuklease pada

beberapa organ hewan yang juga dapat merusak asam nukleat (Cseke, 2012)

Isolasi DNA/RNA merupakan langkah awal yang harus dikerjakan dalam

rekayasa genetika sebelum melangkah ke proses selanjutnya. Prinsip dasar isolasi

total DNA/RNA dari jaringan adalah dengan memecah dan mengekstraksi

jaringan tersebut sehingga akan terbentuk ekstrak sel yang terdiri atas sel-sel

jaringan, DNA, dan RNA. Kemudian ekstrak sel dipuri-fikasi sehingga dihasilkan

pelet sel yang mengandung DNA/RNA total. Prinsip-prinsip isolasi DNA plasmid

hampir sama dengan isolasi total DNA/RNA dari jaringan. (Ardiana, 2009).

Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenal dan mengetahui

pengertian isolasi DNA, tahapan tahapan isolasi DNA, dan faktor faktor yang

mempengaruhi kegagalan dan keberhasilan DNA.

Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan dari penulisan laporan ini adalah sebagai salah satu

syarat untuk dapat memenuhi komponen penilaian di Laboratorium Bioteknologi

Sub Pemuliaan Tanaman Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara dan sebagai sumber informasi bagi pihak yang

membutuhkan.
TINJAUAN PUSTAKA

Isolasi DNA merupakan teknik dasar dari bioteknologi dan biomolekular

yang harus dikuasai di laboratorium. Isolasi DNA bertujuan untuk memisahkan

DNA dari partikel-partikel lainnya seperti lipid, protein, polisakarida, dan zat

lainnya. Isolasi DNA berguna untuk beberapa analisis molekuler dan rekayasa

genetika seperti genom editing, transformasi dan PCR. Banyak sekali metode

isolasi DNA yang bisa digunakan, akan tetapi pada dasarnya tahapan dari isolasi

DNA pada semua bahan dan semua metode adalah sama, yakni lisis sel atau

jaringan yang efektif, denaturasi kompleks nukleoprotein, dan inaktivasi nuklease

(Tan et al., 2009).

Tahapan Isolasi DNA yaitu a. Isolasi jaringan, Tahap pertama yang

dilakukan yaitu mengisolasi jaringan yang ingin digunakan. b. Pelisisan dinding

dan membran sel, Tahap selanjutnya yaitu melisiskan dinding dan membran sel

dengan cara penggerusan (homogenasi), sentrifugasi dengan kecepatan lebih dari

10.000 rpm atau dengan menggunakan larutan pelisis sel atau buffer ekstraksi. c .

Pengekstraksian dalam larutan, Selanjutnya supernatan yang terbentuk dibuang

dan kemudian dilakukan ekstraksi di dalam larutan. Hal tersebut bertujuan agar

didapat ekstrak. d. Purifikasi, Tahap ini bertujuan untuk membersihkan hasil

ekstrak dari zat-zat lainnya. Pada larutan tersebut kemudian diberikan RNAse dan

diinkubasi selama 10 menit pada suhu 65°C. Hal tersebut bertujuan untuk

mengoptimalkan kerja enzim yang sangat dipengaruhi oleh temperatur.

Penambahan RNAse berguna untuk menyingkirkan kontaminasi RNA sehingga

DNA dapat diisolasi secara utuh. e. Presipitasi, Tahap terakhir, yaitu presipitasi

bertujuan untuk mengendapkan protein histon, sehingga untai-untai DNA tidak


4

lagi menggulung (coiling) dan berikatan dengan protein histon, yang

menyebabkan DNA menjadi terlihat. Tahap presipitasi dilakukan dengan cara

meneteskan larutan presipitasi protein dan kemudian divortex yang bertujuan

untuk menghomogenkan larutan. prinsip utama sentrifugasi adalah memisahkan

substansi berdasarkan berat jenis molekul dengan cara memberikan gaya

sentrifugal sehingga substansi \yang lebih berat akan berada di dasar, sedangkan

substansi yang lebih ringan akan terletak di atas (Fauziah, 2010).

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan isolasi DNA, pertama

adalah kadar air dari jenis buah yang akan digunakan. Semakin banyak kadar air

yang terkandung pada buah, maka DNA terkandung lebih banyak dibanding

dengan buah dengan kadar air yang rendah yang memiliki DNA dalam jumlah

yang lebih sedikit. Kedua, jenis detergen yang digunakan. Maksudnya jika suatu

bahan diberikan detergen, maka tidak semua proses isolasi akan sempurna,

dengan kata lain setiap klasifikasi bahan memiliki keterpautan pada jenis detergen

tersendiri. Contoh jika buah dengan kadar air yang tinggi, maka memerlukan

detergen dalam bentuk bubuk. Karena detergen jenis ini lebih efektif digunakan

dari pada detergen cair. Ketiga, suhu yang dikandung etanol, dan terakhir adalah

jenis buah yang digunakan (Suryo, 2014)

Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan isolasi adalah senyawa

mretabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder akan mempengaruhi kualitas

dan kuantitas DNA. Isolasi tidak saja berdasarkan metode yang sudah ada,

tetapi membutuhkan beberapa modifikasi. Untuk mendapatkan DNA

yang berkualitas baik, memerlukan metode isolasi yang tepat, tergantung dari
5

jenis tanamannya (Ediwirman dan Mansya, 2015).

Isolasi DNA memiliki prinsip-prinsip antara lain: penghancuran (lisis),

ekstraksi sel, dan pemurnian DNA dari ekstrask sel. Meskipun isolasi DNA dapat

dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi pada setiap jenis atau bagian tanaman

dapat memberikan hasil yang berbeda, hal ini dikarenakan adanya senyawa

polifenol dan polisakarida dalam konsentrasi tinggi yang dapat menghambat

pemurnian DNA. Jika isolasi DNA dilakukan dengan sample buah, maka kadar air

pada masing-masing buah berbeda, dapat memberi hasil yang berbeda-beda pula.

Semakin tinggi kadar air, maka sel yang terlarut di dalam ekstrak akan semakin

sedikit, sehingga DNA yang terpretisipasi juga akan sedikit (Kirsman, 2010).

Nitrogen cair juga menjaga suhu tetap dingin sehingga DNA tidak rusak.

Nitrogen cair memiliki suhu minus 196°C. Selain itu, dengan menggunakan

nitrogen cair maka hasil penggerusan berupa serbuk sehingga mengurangi peluang

berkurangnya sampel dibandingkan bila hasilnya berupa ekstrak cair yang mudah

lengket pada mortar. Selain nitrogen cair, penggerusan sampel daun ditambahkan

juga Polivynilpolipirolidon (PVPP). PVPP berfungsi sebagai antioksidan untuk

mencegah terbentuknya warna coklat (browning) pada DNA. PVPP menghambat

enzim polifenol oksidase yang dapat mendegradasi rantai DNA dan menyebabkan

teroksidasinya senyawa fenol (Hartati dan Prana, 2003).


BAHAN DAN METODE

Tempat dan waktu Praktikum

Adapun praktikum ini dilaksanakan di Jl. Kapau sari , Kelurahan

Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau

pada ketinggian ± 12 mdpl secara virtual menggunakan aplikasi Google Meet

pada hari Jumat, 5 Maret 2021 pukul 08.00-09.40 WIB sampai dengan selesai.

Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah

laptop/handphone sebagai alat untuk mengikuti praktikum secara online melalui

aplikasi Google Meet dan sebagai alat untuk membuat laporan praktikum, dan

pulpen sebagai alat menulis.

Adapun bahan yang digunakan adalah materi pembahasan sebagai

literatur, serta paket internet atau wifi sebagai sarana akses internet dalam

melakukan virtual dan mencari informasi.

Prosedur

1. Dipersiapkan laptop/hp oleh praktikan sebagai media praktikum secara

virtual

2. Diberi kode google meet kepada praktikan untuk memulai praktikum.

3. Diabsen kehadiran mahasiswa pada saat pelaksanaan praktium.

4. Dibacakan soal kuis dan dibahas bersama.

5. Dijelaskan materi praktikum mengenai isolasi DNA..

6. Dikerjakan masing-masing kuis yang telah diberikan sebelumnya dan

dikumpulkan melalui kolom tugas Google Clasroom.

7. Dibuat laporan sesuai dengan materi praktikum.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Cara Isolasi DNA Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
Disemprot alat dan
bahan menggunakan
alcohol agar steril.

1.

Dibuang tulang
daun

2.

Dipotong daun
secara melintang
dan dimasukkan
pada mortal
3.

Ditambahkan
nitrogen cair pada
mortar yang berisi
potongan daun
4.
Digerus daun searah 8
jarum jam sampai
halus

5.

Ditambahkan PVPP
0,1 gr sebagai
antioksidan

6.

Dimasukkan CTAB
1 ml dan
β- mercaptoethanol
10 µl kedalam tube
2ml dan di inkubasi
pada waterbath yang
7. bersuhu 65oC
selama 30 menit

Dimasukkan daun
yang telah digerus
tadi kedalam tube
yang berisi CTAB
8. dan
β-mercaptoethanol
yang telah
diinkubasi
Dikocok hingga 9
homogen

9.

Dilakukan inkubasi
selama 30 menit

10.

Dilakukan
pengocokkan saat
inkubasi setiap 10
menit
11.

Ditambahkan 1ml
KIAA

12.
Dihomogenkan 10
menggunakan
vortex

13.

Dimasukkan
kedalam centrifuge
selama 10 menit.

14.

Didapatkan hasil
centrifuge selama
10 menit.

15.

Dipisahkan
supernatan
menggunakan
mikropipet dan
16. dimasukkan ke
dalam tube baru.
Ditambahkan KIAA 11
kedalam tube yang
berisi supernatan
hasil centrifuge 10
17. menit

Dihomogenkan
menggunakan
vortex

18.

Dimasukkan
kedalam centrifuge
selama 7 menit

19.

Setelah dikeluarkan
dari centrifuge,
ditambahkan KIAA
1ml
20.
Dihomogenkan 12
menggunakan
vortex.

21.

Dimasukkan
kedalam centrifuge
selama 5 menit dan
setelah di sentrifge
22. di tambah
isopropanol dan
diinkubasi selama 1
malam.

Didapatkan hasil
setelah diinkubasi
selama 1 malam

23.

Disentrifuge hasil
tsb selama 7 menit

24.
Dipisahkan 13
supernatan (pelet yg
berwarna kuning
ditinggalkan di tube
25. utk tetap diamati)

Dikering anginkan

26.

Ditambah buffer TE
100 µl dan etanol
absolut 1 ml

27.

Disentrifuge selama
5 menit

28.
Dibuang larutan 14
bening (buffer TE
dan etanol) dan
tetap ditinggalkan
29. pelet pada tube utk
diamati

Ditambah buffer TE
100 µl dan etanol
absolut 1 ml.
Disentrifuge selama
30. 10 menit

Dibuang larutan
bening (buffer TE
dan etanol) dan
tetap ditinggalkan
31. pelet pada tube utk
diamati

Ditambah buffer TE
100 µl

32.
Disimpan di binder 15

33.

Pembahasan

Isolasi DNA merupakan langkah awal dari rekayasa genetika dimana DNA

dipisahkan dari partikel-partikel lainnya. Hal ini sesuai dengan literatur

Tan et al (2009) yang menyatakan bahwa Isolasi DNA merupakan teknik dasar

dari bioteknologi dan biomolekular yang harus dikuasai di laboratorium. Isolasi

DNA bertujuan untuk memisahkan DNA dari partikel-partikel lainnya seperti

lipid, protein, polisakarida, dan zat lainnya.

Tahapan isolasi DNA terdiri dari isolasi jaringan, pelisisan dinding,

pengekstrasian dalam larutan, purifikasi, dan Presipitasi. Hal ini dijelaskan secara

rinci dalam literatur Fauziah (2010) yang menyatakan bahwa tahapan Isolasi DNA

yaitu a. Isolasi jaringan, Tahap pertama yang dilakukan yaitu mengisolasi jaringan

yang ingin digunakan. b. Pelisisan dinding dan membran sel, Tahap selanjutnya

yaitu melisiskan dinding dan membran sel dengan cara penggerusan

(homogenasi), sentrifugasi dengan kecepatan lebih dari 10.000 rpm atau dengan

menggunakan larutan pelisis sel atau buffer ekstraksi. c . Pengekstraksian dalam

larutan, Selanjutnya supernatan yang terbentuk dibuang dan kemudian dilakukan

ekstraksi di dalam larutan. Hal tersebut bertujuan agar didapat ekstrak. d.

Purifikasi, Tahap ini bertujuan untuk membersihkan hasil ekstrak dari zat-zat

lainnya. Pada larutan tersebut kemudian diberikan RNAse dan diinkubasi selama
16

10 menit pada suhu 65°C. Hal tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kerja

enzim yang sangat dipengaruhi oleh temperatur. Penambahan RNAse berguna

untuk menyingkirkan kontaminasi RNA sehingga DNA dapat diisolasi secara

utuh.e.Presipitasi, Tahap terakhir, yaitu presipitasi bertujuan untuk mengendapkan

protein histon, sehingga untai-untai DNA tidak lagi menggulung (coiling) dan

berikatan dengan protein histon, yang menyebabkan DNA menjadi terlihat. Tahap

presipitasi dilakukan dengan cara meneteskan larutan presipitasi protein dan

kemudian divortex yang bertujuan untuk menghomogenkan larutan. prinsip utama

sentrifugasi adalah memisahkan substansi berdasarkan berat jenis molekul dengan

cara memberikan gaya sentrifugal sehingga substansi \yang lebih berat akan

berada di dasar, sedangkan substansi yang lebih ringan akan terletak di atas.

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan isolasi DNA adalah cara memilih

jenis jaringan dan umur jaringan, cara menyimpan jaringan, cara melakukan

homogenasi, kadar air, jenis detergen, suhu etanol, dan senyawa metabolit

sekunder. Hal ini sesuai dengan literatur Suryo (2004) yang menyatakan bahwa

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan isolasi DNA, pertama adalah

kadar air dari jenis buah yang akan digunakan. Semakin banyak kadar air yang

terkandung pada buah, maka DNA terkandung lebih banyak dibanding dengan

buah dengan kadar air yang rendah yang memiliki DNA dalam jumlah yang lebih

sedikit. Kedua, jenis detergen yang digunakan. Maksudnya jika suatu bahan

diberikan detergen, maka tidak semua proses isolasi akan sempurna, dengan kata

lain setiap klasifikasi bahan memiliki keterpautan pada jenis detergen tersendiri.

Contoh jika buah dengan kadar air yang tinggi, maka memerlukan detergen dalam
17

bentuk bubuk. Karena detergen jenis ini lebih efektif digunakan dari pada

detergen cair. Ketiga, suhu yang dikandung etanol, dan terakhir adalah jenis buah

yang digunakan dan literatur Ediwirman dan Mansya (2015) yang menyatakan

bahwa Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan isolasi adalah senyawa

mretabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder akan mempengaruhi kualitas

dan kuantitas DNA. Isolasi tidak saja berdasarkan metode yang sudah ada, tetapi

membutuhkan beberapa modifikasi. Untuk mendapatkan DNA yang berkualitas

baik, memerlukan metode isolasi yang tepat, tergantung dari jenis tanamannya.

Faktor yang mempengaruhi ketidak berhasilan isolasi DNA adalah

penggerusan kurang halus, sampel terlalu kering, alat dan bahan kurang bersih,

dan adanya senyawa polifenol dan polisakarida dalam konsentrasi tinggi yang

dapat menghambat pemurnian DNA. Hal ini sesuai dengan literatur Kirsman

(2010) yang menyatakan bahwa Isolasi DNA memiliki prinsip-prinsip antara lain:

penghancuran (lisis), ekstraksi sel, dan pemurnian DNA dari ekstrask sel.

Meskipun isolasi DNA dapat dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi pada

setiap jenis atau bagian tanaman dapat memberikan hasil yang berbeda, hal ini

dikarenakan adanya senyawa polifenol dan polisakarida dalam konsentrasi tinggi

yang dapat menghambat pemurnian DNA. Jika isolasi DNA dilakukan dengan

sample buah, maka kadar air pada masing-masing buah berbeda, dapat memberi

hasil yang berbeda-beda pula. Semakin tinggi kadar air, maka sel yang terlarut di

dalam ekstrak akan semakin sedikit, sehingga DNA yang terpretisipasi juga akan

sedikit.

Nitrogen cair digunakan untuk menstabilkan suhu dan PVPP digunakan


18

untuk antoksidan. Hal ini sesuai dengan literatur Prana dan Hartati (2013) yang

menyatakan bahwa nitrogen cair juga menjaga suhu tetap dingin sehingga DNA

tidak rusak. Nitrogen cair memiliki suhu minus 196°C. Selain itu, dengan

menggunakan nitrogen cair maka hasil penggerusan berupa serbuk sehingga

mengurangi peluang berkurangnya sampel dibandingkan bila hasilnya berupa

ekstrak cair yang mudah lengket pada mortar. Selain nitrogen cair, penggerusan

sampel daun ditambahkan juga Polivynilpolipirolidon (PVPP). PVPP berfungsi

sebagai antioksidan untuk mencegah terbentuknya warna coklat (browning) pada

DNA. PVPP menghambat enzim polifenol oksidase yang dapat mendegradasi

rantai DNA dan menyebabkan teroksidasinya senyawa fenol.


KESIMPULAN

1. Isolasi DNA merupakan langkah awal dari rekayasa genetika dimana DNA

dipisahkan dari partikel-partikel lainnya.

2. Tahapan isolasi DNA terdiri dari isolasi jaringan, pelisisan dinding,

pengekstrasian dalam larutan, purifikasi, dan Presipitasi.

3. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan isolasi DNA adalah cara memilih

jenis jaringan dan umur jaringan, cara menyimpan jaringan, cara

melakukan homogenasi.

4. Faktor yang mempengaruhi ketidak berhasilan isolasi DNA adalah

penggerusan kurang halus, sampel terlalu kering, alat dan bahan kurang

bersih.

5. Nitrogen cair digunakan untuk menstabilkan suhu dan PVPP digunakan

untuk antoksidan.
DAFTAR PUSTAKA

Aditia, A.P. 2010. “Pengaruh Faktor-faktor Demografi Terhadap Pertumbuhan


Ekonomi 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008”.
Skripsi. Universitas Diponegoro- Semarang

Ardiana, D. W. 2009. Teknik isolasi DNA genom tanaman pepaya dan jeruk
dengan menggunakan modifikasi bufer CTAB. Bul. Teknik Pertanian 14
(1): 12-16.

Cseke, Leland J. , Joseph R. Herdy. 2012. Laboratory Methods in Cell Biology.


USA : Academic Press

Ediwirman dan E, Mansya. 2015. Optimasi Metode Isolasi DNA Genom Pada
Tanaman Kapulasan. Staf Pengajar Agroteknologi Fakultas Pertanian
Univ. Tamansiswa Padang. Peneliti Balai Penelitian Tanaman Buah \
(Balittbu) Solok 1 (1): 7-11

Fauziah, L. 2010. Isolasi DNA. Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY:


Yogyakarta.

Hartati, N. S. dan Prana, T. K. 2003. Analisis kadar pati dan serat kasar tepung
beberapa kultivar talas (Colocasia esculenta L. Schott). Natur Indonesia 6
(1): 29-33.

Kirsman, 2010.Isolasi DNA Buah. Bioteknologi. Rajawali pers.

Rachmat, 2012. Optimasi teknik isolasi dan purifikasi DNA yang efisien dan
efektif pada kemiri sunan (Reutalis trisperma (Blanco) Airy Shaw). Jurnal
Penelitian Tanaman Industri 17 (1): 11-17.

Suryo, 2014. Genetika Strata 1. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Tan, Siun Chee., Beow Chin Yiap. 2009. DNA, RNA, and Protein Extraction: The
Past and The Present. Journal of Biomedicine and Biotechnology. Volume
2009, Article ID 574398.

Anda mungkin juga menyukai