Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM PERBANYAKAN TANAMAN

PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN STEK

EKA ALLISA SHALSABILLA

190301135/AET 3

F A K U L T A S P E R T A N I A N

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2021
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan paper ini tepat pada waktunya.

Adapun judul dari laporan ini adalah “Perbanyakan Tanaman dengan

Stek” yang merupakan salah satu syarat untuk dapat memenuhi komponen

penilaian pada Labaoratorium Perbanyakan Tanaman Program Studi

Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih kepada

Ir. Irsal, MP ; Antonio Marro Sipayung, SP., M.Agr ; Dr. Ir. Mariati, M.Sc ;

Ir. Rosita Sipayung, MP ; Hafnes Wahyuni, SP., MP ; selaku dosen mata kuliah

Perbanyakan Tanaman yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan

laporam praktikum ini.

Penulis menyadari bahwa didalam penulisan laporan ini masih banyak

terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan adanya

masukan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan

penulisan berikutnya.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga penulisan ini

bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Pekanbaru, Maret 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

PENDAHULUAN
Latar Belakang ............................................................................................ 1
Tujuan Praktikum ........................................................................................ 3
Kegunaan Penulisan .................................................................................... 3

TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN DAN METODE


Tempat dan Waktu Praktikum .................................................................... 6
Alat dan Bahan ............................................................................................ 6
Prosedur Praktikum ..................................................................................... 6

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil ............................................................................................................ 8
Pembahasan ................................................................................................. 9

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

ii
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tanaman ubi kayu berasal dari negara Brazil, dan sering juga disebut

dengan ketela pohon atau singkong. Di Indonesia hasilnya melimpah ruah,

meskipun di beberapa tempat tidak dibarengi dengan penanganan yang serius

sehingga tanpa disadari Indonesia merupakan negara kedua sebagai penghasil ubi

kayu (Aslam, 2006).

Tanaman ubikayu (Manihot esculenta Crantz.) merupakan sumber

karbohidrat yang mempunyai kedudukan strategis sebagai bahan baku pangan,

pakan maupun berbagai industri pangan dan non pangan. Selain untuk memenuhi

kebutuhan di dalam negeri, ubikayu juga merupakan komoditas penghasil devisa

negara melalui ekspor dalam bentuk tepung, pati maupun bentuk olahan lainnya.

Bertambahnya jumlah penduduk, berkembangnya industri peternakan dan industri

berbahan baku ubikayu mendorong permintaan ubikayu meningkat tajam. Apalagi

ke depan, dengan ditetapkannya ubikayu sebagai salah satu tanaman sumber

energi alternatif terbarukan, dapatdipastikan permintaan ubikayu akan lebih

meningkat lagi. FAO menyebut ubikayu sebagai tanamanabad 21 karena

beragamnya kegunaan tanaman ini yang berpotensi besar untuk mengentaskan

kemiskinan di pedesaan serta meningkatkan ekonomi nasional

(Howeler et al., 2013).

Pada tahun 2012 Indonesia mampu menghasilkan ubikayu sebesar 24,2

juta ton dengan rata-rata peningkatan per tahun sebesar 3,5%. Peningkatan

produksi ubikayu yang dirasa lebih lambat jika dibandingkan dengan peningkatan

produktivitasnya disebabkan oleh semakin turunnya luas panen tanaman ubikayu


2

dari tahun ke tahun dengan rata-rata penurunan per tahun sebesar 1%. Pada tahun

2012, luas panen tanaman ubikayu sebesar 1,1 juta Hektar, turun sebesar 4,6%

jika dibandingkan dengan luas panen pada tahun sebelumnya penurunan luas

panen tanaman ubi kayu disebabkan oleh alih fungsi lahan yang mengarah ke

industrialisasi atau juga disebabkan oleh kompetisi lahan dengan tanaman pangan

lainnya. Pada tahun 2014 terjadi penurunan hasil produksi rata-rata yang tidak

terlalu signifikan yaitu sebesar 139,71 ton per hektar. Salah satu cara yang dapat

dilakukan untuk peningkatan produksi ubi kayu adalah dengan menanam tanaman

yang memiliki karakter pengumbian cepat. indeks panen, jumlah umbi, diameter

umbi, panjang umbi merupakan kriteria-kriteria yang dapat dijadikan sebagai

karakter seleksi untuk meningkatkan produktivitas ubi kayu. Jumlah umbi

merupaka karakter yang berkorelasi positif dengan hasil panen

(Suja et al., 2010; Amarullah et al., 2017).

Penanaman dan pemeliharaan tanaman ubikayu relatif mudah. Tanaman

ubikayu memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah tumbuh dalam

lingkungan yang kurang baik atau kurang subur, tidak memerlukan persiapan

lahan secara intensif, tahan terhadap kekeringan dan serangan OPT, dan biaya

produksi yang cukup rendah. Kementerian Pertanian sebagai instansi pembina

telah melakukan beberapa langkah pengembangan ubikayu. Namun disadari

bahwa terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi. Adapun permasalahan

pengembangan produksi dan konsumsi ubikayu antara lain: a). Pemilikan lahan

sempit, modal usaha tani dan tenaga kerja keluarga terbatas b). Siklus pertanaman

yang panjang c). Dukungan sistem pemasaran yang lemah d). Teknologi inovatif
3

belum optimal e). Perbenihan (Kemendagri, 2013).

Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari laporan ini adalah untuk mengetahui dan memahami

bagaimana cara memperbanyak tanaman secara vegetatif dengan stek.

Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan dari penulisan laporan ini adalah sebagai salah satu

syarat untuk memenuhi komponen penilaian di praktikum Perbanyakan Tanaman

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.


TINJAUAN PUSTAKA

Ubi kayu umumnya ditanam dengan stek batang, kualitas stek ditentukan

oleh umur tanaman, jumlah mata tunas, panjang dan bagian batang. Pada fase

pertumbuhan stek menggunakan cadangan makanan yang terdapat pada stek.

Pertumbuhan tanaman ubi kayu selain dipengaruhi oleh faktor lingkungan, juga

dipengaruhi oleh kualitas stek atau bibit. Stek ubi kayu yang baik adalah yang

berasal dari bagian batang bawah dengan ukuran panjang 25 cm, diameter 2,25-

2,50 cm dan berasal dari tanaman yang berumur 11-13 bulan (Sundari T, 2010).

Ada stek batang, yang menunjukan pertumbuhan cepat pada batang

singkong dalam beberapa minggu batang sudah dapat tumbuh daun – daun. Pada

penyetekan singkong perludi perhatikan arah mata tunas, arah matatunas menuju

keatas dibawahnya bekas tangkai. Hal dilakukan untuk pertumbuhan tangkai daun

yang mengalami pertumbuhan keatas (Aldiansyah, 2012).

Penggunaan bibit yang sehat, cukup umur, daya tumbuh tinggi dan

seragam, merupakan syarat utama dalam mendapatkan tanaman dengan

pertumbuhan awal yang baik agar diperoleh hasil yang maksimal. Pemilihan

tanaman untuk bibit atau stek harus didasarkan pada persyaratan utama yaitu

bebas dari hama dan penyakit serta mempunyai daya tumbuh yang tinggi.

Penggunaan bibit dari tanaman yang muda atau terlalu tua akan memnerikan hasil

yang kurang baik ( Lazono, 2006).

Bibit ubi kayu yang berkualitas merupakan modal utama dalam

meningkatkan produksi. Oleh karena itu penyediaan bibit menjadi sangat penting.

Penyediaan bibit secara lokal melalui Jabalsim dapat mengatasi kelangkaan bibit

berkualitas pada saat musim tanam. Pada kondisi persediaan bibit yang kurang,
5

dapat digunakan stek mini (panjang 5-6 cm, dengan 3-4 mata tunas) dengan hasil

yang tidak berbeda dibandingkan stek biasa. (Balitbang, 2011).

Bagian batang ubi kayu yang baik untuk dijadikan bibit adalah bagian

bawah yang sudah berkayu terutama terdapat pada bagian tengah batang. Batang

yang masih muda dan berwarna hijau, daya tumbuhnya rendah dan hasil umbinya

rendah pula. Tanaman ubi kayu yang sudah berumur 7-12 bulan baik untuk

diambil steknya sebagai bibit. (Wargiono dan Diane, 2006)


BAHAN DAN METODE

Tempat dan waktu Praktikum

Adapun praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 01 Maret 2021, pada

pukul 08.00 sampai dengan selesai yang dilaksanakan secara daring sesuai dengan

daerah pengamatan praktikum mahasiswa/i, lokasi perlakuan praktikum di Jl.

Kapau sari IX, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota

Pekanbaru, Provinsi Riau pada ketinggian ± 12 mdpl.

Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah laptop sebagai

alat dalam mengerjakan laporan dan juga melakukan praktikum online, aplikasi

Microsoft Word untuk mengetik laporan, email untuk pengiriman laporan ke

dosen Perbanyakan Tanaman, kertas sebagai media dalam mencatat hal-hal yang

ditentukan, cangkul untuk mengambil top soil, polybag 5 kg sebagai tempat

tumbuhnya stek batang, parang sebagai alat untuk memotong batang, penggaris

sebagai alat ukr, handphone sebagai alat untuk mendokumentasikan kegiatan

praktikum.

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini batang ubi kayu

sebagai objek pengamatan, topsoil sebagai media tanam, e-book sebagai sumber

bacaan, literatur sebagai sumber pendahuluan dan tinjauan pustaka. Air berfungsi

untuk menyiram stek.

Prosedur Praktikum

1. Disiapkan alat dan bahan praktikum

2. Disiapkan media tanam top soil

3. Dimasukkan media tanam ke dalam polybag 5kg


7

4. Dipotong batang ubi kayu dengan ukuran 30 cm sebanyak 3 batang.

5. Ditancapkan batang ubi kayu yang telah dipotong ke media tanam.

6. Dikupas kulit luar biji mangga hingga didapatkan biji bagian dalam untuk

mempermudah proses perkecambahan.

7. Diletakkan polybag dibawah paparan sinar matahari

8. Dilakukan penyiraman secara rutin


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Disiapkan media tanam polybag 5 kg diisi dengan top soil.

Dipotong batang ubi kayu dengan ukuran 30 cm per batang

Ditanam stek batang di polybag

Stek batang ubi kayu yang telah ditanam


9

Titik kordinat lokasi stek batang ubi kayu

Pembahasan

Kualitas stek ubi kayu yang baik ditentukan oleh umur tanaman, banyak

mata tunas dan panjang tanaman. Hal ini sesuai dengann literatur Guritno (2005)

yang menyaatakan bahwa ubi kayu umumnya ditanam dengan stek batang,

kualitas stek ditentukan oleh umur tanaman, jumlah mata tunas, panjang dan

bagian batang. Pada fase pertumbuhan stek menggunakan cadangan makanan

yang terdapat pada stek. Pertumbuhan tanaman ubi kayu selain dipengaruhi oleh

faktor lingkungan, juga dipengaruhi oleh kualitas stek atau bibit. Stek ubi kayu

yang baik adalah yang berasal dari bagian batang bawah dengan ukuran panjang

25 cm, diameter 2,25-2,50 cm dan berasal dari tanaman yang berumur 11-13

bulan.

Waktu yang diperlukan untuk stek batang singkong dapat tumbuh daun

adalah sekitar 2-3 minggu. Hal ini sesuai dengan literatur Wijaya (2012) yang
10

menyatakan bahwa ada stek batang, yang menunjukan pertumbuhan cepat. pada

batang singkong dalam beberapa minggu batang sudah dapat tumbuh daun – daun.

Pada penyetekan singkong perludi perhatikan arah mata tunas, arah matatunas

menuju keatas dibawahnya bekas tangkai. Hal dilakukan untuk pertumbuhan

tangkai daun yang mengalami pertumbuhan keatas.

Persyaratan utama dari bibit atau stek yang baik yaitu bebas dari hama dan

penyakit serta mempunyai daya tumbuh yang tinggi. Hal ini sesuai dengan

literatur Lazono (2006) yang menyatakan bahwa Penggunaan bibit yang sehat,

cukup umur, daya tumbuh tinggi dan seragam, merupakan syarat utama dalam

mendapatkan tanaman dengan pertumbuhan awal yang baik agar diperoleh hasil

yang maksimal. Pemilihan tanaman untuk bibit atau stek harus didasarkan pada

persyaratan utama yaitu bebas dari hama dan penyakit serta mempunyai daya

tumbuh yang tinggi. Penggunaan bibit dari tanaman yang muda atau terlalu tua

akan memberikan hasil yang kurang baik.

Dalam keeadan bibit ubi kayu yang kurang dapat menggunakan stek mini

dengan panjang (5-6 cm dengan 3-4 mata tunas). Hal ini sesuai dengan literatur

Balitbang (2011) yang menyatakan bahwa Bibit ubi kayu yang berkualitas

merupakan modal utama dalam meningkatkan produksi. Oleh karena itu

penyediaan bibit menjadi sangat penting. Penyediaan bibit secara lokal melalui

Jabalsim dapat mengatasi kelangkaan bibit berkualitas pada saat musim tanam.

Pada kondisi persediaan bibit yang kurang, dapat digunakan stek mini (panjang 5-

6 cm, dengan 3-4 mata tunas) dengan hasil yang tidak berbeda dibandingkan stek

biasa.
11

Batang ubi kayu yang baik untuk dijadikan bibit adalah yamg berumur 7-

12 bulan dan diambil bagian bawah yang sudah berkayu. Hal ini sesuai dengan

literatur Wargiono dan Diane (2006) yang menyatakan bahwa bagian batang ubi

kayu yang baik untuk dijadikan bibit adalah bagian bawah yang sudah berkayu

terutama terdapat pada bagian tengah batang. Batang yang masih muda dan

berwarna hijau, daya tumbuhnya rendah dan hasil umbinya rendah pula. Tanaman

ubi kayu yang sudah berumur 7-12 bulan baik untuk diambil steknya sebagai bibit
KESIMPULAN

1. Kualitas stek ubi kayu yang baik ditentukan oleh umur tanaman, banyak

mata tunas dan panjang tanaman.

2. Waktu yang diperlukan untuk stek batang singkong dapat tumbuh daun

adalah sekitar 2-3 minggu.

3. Persyaratan utama dari bibit atau stek yang baik yaitu bebas dari hama dan

penyakit serta mempunyai daya tumbuh yang tinggi.

4. Dalam keeadan bibit ubi kayu yang kurang dapat menggunakan stek mini

dengan panjang (5-6 cm dengan 3-4 mata tunas).

5. Batang ubi kayu yang baik untuk dijadikan bibit adalah yamg berumur 7-

12 bulan dan diambil bagian bawah yang sudah berkayu.


DAFTAR PUSTAKA

Aldiansyah. 2012. Evaluasi Karakter Vegetatif Klon-klon Ubikayu (Manihot


esculenta Crantz.) di Desa Muara Putih Kecamatan Natar Lampung
Selatan. Skripsi Bandar Lampung : Universitas Lampung. 101 hlm.

Amarullah, D. Indradewa, P. Yudono, B.H. Sunarminto.2017. Correlation of


growth parameters with yield of two cassava varieties. Ilmu Pertanian
1:100-104.

Aslam. 2006 . Effect of Leaft Age on and Transpiration of Cassava (manihot


esculenta) Canad J. Bot.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2011. Inovasi Pengolahan


Singkong Meningkatkan Pendapatan dan Diversifikasi Pangan.
http://www.litbang.pertanian.go.id/download/one/104/file/ManfaatSingkon
g.pdf. Diakses Pada Tanggal 06 Maret 2021.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017. Publikasi laporan exporimpor 2016.


http://www.bps.go.id [07 Maret 2021]

Howeler, R.H., N. Lutaladio, and G. Thomas. 2013. Save and Grow: Cassava, A
guide to sustainable production intendification. Food and Agriculture
Organization, Rome, 2013. 129 p.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 2013. Analisis kebijakan Impor


Komoditas Food Additives and Ingredients dalam Mengurangi Defisit
Neraca Perdagangan. Jakarta. http://www. kemendag. go. id/files/pdf/
2015/02/ 02 /analisis - kebijakan-impor-1422850988.pdf. Diakses pada
tanggal 06 Maret 2021.

Lazono, J. C. Tono, A. Castra and A. Belotti. 2006 . Production of Cassava


Planting Material Call, Colombia. Centro de International de Agricultura
Tropical (ciat).

Suja, G., K.S. Jhon, J. Sreekumar, T. Srinivas. 2010. Shortduration cassava


genotypes for crop diversification in the humid tropics: growth dynamic,
biomass, yield and quality. J. Sci. Food Agric. 90:188-198

Sundari, T. 2010. Petunjuk Teknis, Pengenalan Varietas Unggul dan Teknik


Budidaya Ubi kayu (Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH)Balai
Penelitian Kacang Kacangan dan Umbi Umbian, Malang.

Wargiono J,dan Diane M. Barret. 2006. Budidaya Ubi kayu. Yayasan Obor
Indonesia. Gramedia, Jakarta.