Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Negeri 2 Garut


Program Studi Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran : K3LH
Kelas/Semester :X/1
Pertemuan : 1 s/d 3
Alokasi waktu : 9 x 40 menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
KI4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung

B. Kompetensi Dasar
3.1 Memahami sejarah dan prinsip dasar K3LH
4.1 Menyajikan sejarah dan prinsip dasar K3LH
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran ini, diharapkan siswa mampu :
1. Mengetahui pengertian dasar K3LH
2. Memahami prinsip dasar K3LH
3. Memahami sejarah perkembangan K3LH
D. Materi Ajar (Materi Pokok) :
 Konsep dasar K3LH
 Sejarah K3LH

E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan dan Metode Pembelajaran :
a.Pendekatan : Saintifik
b. Model : Discovery Learning
c. Metode pembelajaran : a. Diskusi
b.Tanya jawab
c. Penugasan

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Power point, text book
2. Alat : LCD, laptop, white board
3. Sumber pembelajaran :
 Modul K3LH

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan ke 1 s.d 3 ( 9 X 40 Menit)

Alokasi
Kegiatan
Kegiatan Guru Media Metode Waktu
Siswa
(Menit)
A. Pendahulua
n  Siswa - - 5
1. Guru menjawab
memberi salam
salam dan
mengecek
kehadiran -
siswa.  Siswa Diskusi 10
termotivasi
2. Guru untuk
memberikan memasuki
motivasi materi
kepada siswa pelajaran.
sebelum
memasuki
pelajaran.  Siswa LCD Diskusi 20
3. Guru menyimak
menyampaika penyampaian
n bahwa tujuan
tujuan pelajaran.
pelajaran
pada hari ini
adalah
Memahami
sikap dan
perilaku
wirausaha

B. Inti
1. Guru  Siswa- siswa - Tanya 45
mengarahkan mengeluarkan jawab
siswa pendapat
mengenai
membuat
sikap dan
definisi perilaku
prinsip dasar wirausaha
dan sejarah
k3lh 40
 Siswa
menyimak _
2. Guru
kesimpulan
menyimpulka
yang
n pendapat disampaikan
siswa. oleh guru.
Tanya 195
 Siswa jawab
3. Guru mendengarka
-
menjelaskan n penjelasan
prinsip dasar guru
dan sejarah
k3lh
C. Penutup
1. Guru  Siswa - - 15
menyimpulka menyimak
n pelajaran penjelasan
prinsip dasar guru.
dan sejarah
k3lh - - -
2. Guru 10
menutup
pelajaran.
H. MATERI AJAR
Kesehatan Kerja
Menurut Widodo Siswowardojo (2003), kesehatan kerja adalah Peningkatan
dan memelihara derajat kesehatan tenaga kerja setinggi-tingginya, baik fisik,
mental maupun sosial, mencegah dan melindungi tenaga kerja terhadap gangguan
kesehatan akibat lingkungan kerja dan faktor-faktor lain yang berbahaya,
menempatkan tenaga kerja dalam suatu lingkungan yang sesuai dengan faal dan
jiwa serta pendidikannya, meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas, serta
mengusahakan agar masyarakat lingkungan sekitar perusahaan terhindar dari
bahaya pencemaran akibat proses produksi, bahan bangunan, dan sisa produksi.
Keselamatan kerja
Menurut Widodo Siswowardojo (2003), keselamatan kerja adalah :
Keselamatan dan Kesehatan kerja secara definitif dikatakan merupakan daya dan
upaya yang terencana untuk mencegah terjadinya musibah kecelakaan ataupun
penyakit akibat kerja. Menurut Suma’mur (1996), keselamatan kerja adalah :
Keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses
pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara
melakukan pekerjaan. Pendapat-pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa
keselamatan kerja adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan
kerja yang aman bebas dari kecelakaan.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup
Upaya perlindungan agar karyawan/Tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat
dan sehat selama melakukan pekerjaanya ditempat kerja termasuk juga orang lain
yang memasuki tempat kerja maupun proses produksi.
Tujuan Penerapan dan Kesehatan Kerja
Adapun tujuan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yaitu sebagai
berikut:
a.) Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan baik
secara fisik, sosial dan psikologis.
b.) Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunkan sebaik-baiknya
dengan seefektif mungkin
c.) Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya
d.) Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi
pegawai.
e.) Agar meingkatkan kegairahan, keserasian dan partisipasi kerja.
f.) Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan
atau kondisi kerja.
g.) Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.
Filosofi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Filosofi dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah melindungi
keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya,
melalui upaya-upaya pengendalian semua bentuk potensi bahaya yang ada di
lingkungan tempat kerjanya. Bila semua potensi bahaya telah dikendalikan dan
memenuhi batas standar aman, maka akan memberikan kontribusi terciptanya
kondisi lingkungan kerja yang aman, sehat, dan proses produksi menjadi lancar,
yang pada akhirnya akan dapat menekan risiko kerugian dan berdampak terhadap
peningkatan produktivitas. Filosofi penerapan K3 tidak hanya dilakukan ditempat
kerja, tapi secara tidak kita sadari sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
dimanapun kita berada.
Menurut International Association of Safety Professional, Filosofi K3 terbagi
menjadi 8 filosofi yaitu:
1. Safety is an ethical responsibility.
K3 adalah tanggung jawab moral/etik. Masalah K3 hendaklah menjadi
tanggung awab moral untuk menjaga keselamatan sesama manusia. K3 bukan
sekedar pemenuhan perundangan atau kewajiban.
2. Safety is a culture, not a program.
K3 bukan sekedar program yang dijalankan perusahaan untuk sekedar
memperoleh penghargaan dan sertifikat. K3 hendaklah menjadi cerminan dari
budaya dalam organisasi.
3. Management is responsible.
Manajemen perusahaan adalah yang paling bertanggung jawab
mengenai K3. Sebagian tanggung jawab dapat dilimpahkan secara beruntun
ke tingkat yang lebih bawah.
4. Employee must be trained to work safety
Setiap tempat kerja, lingkungan kerja, dan jenis pekerjaan memiliki
karakteristik dan persyaratan K3 yang berbeda. K3 harus ditanamkan dan
dibangun melalui pembinaan dan pelatihan.
5. Safety is a condition of employment.
Tempat kerja yang baik adalah tempat kerja yang aman. Lingkungan
kerja yang menyenangkan dan serasi akan mendukung tingkat keselamatan.
Kondisi K3 dalam perusahaan adalah pencerminan dari kondisi
ketenagakerjaan dalam perusahaan.
6. All injuries are preventable
Prinsip dasar dari K3 adalah semua kecelakaan dapat dicegah karena
kecelakaan ada sebabnya. Jika sebab kecelakaan dapat dihilangkan maka
kemungkinan kecelakaan dapat dihindarkan.
7. Safety program must be site specific.
Program K3 harus dibuat berdasarkan kebutuhan kondisi dan
kebutuhan nyata di tempat kerja sesuai dengan potensi bahaya sifat kegiatan,
kultur, kemampuan finansial, dll. Program K3 dirancang spesifik untuk
masing-masing organisasi atau perusahaan
8. Safety is good business
Melaksanakan K3 jangan dianggap sebagai pemborosan atau biaya
tambahan. Melaksanakan K3 adalah sebagai bagian dari proses produksi atau
strategi perusahaan. Kinerja K3 yang baik akan memberikan manfaat terhadap
bisnis perusahaan
Prinsip yang harus dijalankan dalam Menerapkan K3
1.) Peraturan pembagian tugas dan tanggung jawab
2.) Tempat kerja aman sesuai standar SSLK
3.) Buku petunjuk Penggunaan Alat dan Atau isyarat bahaya
4.) Penunjang Kesehatan Jasmani dan Rohani
5.) Sarana dan Prasarana yang lengkap
6.) APD
7.) Kesadaran dalam menjaga K3
Sejarah K3LH
A. ZAMAN PRA-SEJARAH
Pada zaman batu dan goa (Paleolithic dan Neolithic) dimana manusia yang
hidup pada zaman ini telah mulai membuat kapak dan tombak yang didesain agar
mudah untuk digunakan serta tidak membahayakan bagi mereka saat digunakan.
B. ZAMAN BANGSA BABYLONIA (626 SM-539 SM)
Pada era ini masyarakat sudah mencoba membuat sarung kapak agar aman
dan tidak membahayakan bagi orang yang membawanya.
Masyarakat sudah mengenal konstruksi dengan menggunakan batubata yang
dibuat proses pengeringan oleh sinar matahari. Muncul suatu peraturan
“Hammurabi” yang menjadi dasar adanya kompensasi asuransi bagi pekerja.
C. ZAMAN MESIR KUNO (525-332 SM)
Pada masa berkuasanya Fir’aun banyak dilakukan pekerjaan raksasa
yang melibatkan banyak orang sebagai tenaga kerja. Pada tahun 1500 BC
khususnya pada masa Raja Ramses II dilakukan pekerjaan pembangunan
terusan dari Mediterania ke Laut Merah dan membangun “temple”
Rameuseum. Untuk menjaga agar pekerjaannya lancar Raja Ramses II
menyediakan tabib serta pelayan untuk menjaga kesehatan para pekerjanya.
D. ZAMAN YUNANI KUNO (332 – 30 SM)
Pada zaman romawi kuno tokoh yang paling terkenal adalah
Hippocrates. Hippocrates berhasil menemukan adanya penyakit tetanus pada
awak kapal yang ditumpanginya.
E. ZAMAN ROMAWI (30 SM -500 M)
Lecretius, Martial, dan Vritivius mulai memperkenalkan adanya
gangguan kesehatan yang diakibatkan karena adanya paparan bahan-bahan
toksik dari lingkungan kerja seperti timbal dan sulfur. Pada masa
pemerintahan Jendral Aleksander Yang Agung sudah dilakukan pelayanan
kesehatan bagi angkatan perang.
F. ABAD PERTENGAHAN (500 M)
Pada abad pertengahan sudah diberlakukan pembayaran terhadap
pekerja yang mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan cacat atau
meninggal. Masyarakat pekerja sudah mengenal akan bahaya vapour di
lingkungan kerja sehingga disyaratkan bagi pekerja yang bekerja pada
lingkungan yang mengandung vapour harus menggunakan masker.
G. ABAD KE-16 (1600 M)
Paracelsus mulai memperkenalkan penyakit-penyakit akibat kerja
terutama yang dialami oleh pekerja tambang. Pada era ini seorang ahli yang
bernama Agricola dalam bukunya De Re Metallica bahkan sudah mulai
melakukan upaya pengendalian bahaya timbal di pertambangan dengan
menerapkan prinsip ventilasi.
H. ABAD KE-18
Bernardino Ramazzini (1664 – 1714) dari Universitas Modena di
Italia, menulis dalam bukunya yang terkenal : Discourse on the diseases of
workers, (buku klasik ini masih sering dijadikan referensi oleh para ahli K3
sampai sekarang).
Ramazzini melihat bahwa ada dua faktor besar yang menyebabkan
penyakit akibat kerja, yaitu bahaya yang ada dalam bahan-bahan yang
digunakan ketika bekerja dan adanya gerakan-gerakan janggal yang dilakukan
oleh para pekerja ketika bekerja (ergonomic factors).
I. ERA REVOLUSI INDUSTRI (1900)
Penggantian tenaga hewan dengan mesin-mesin seperti mesin uap
yang baru ditemukan sebagai sumber energi. Penggunaan mesin-mesin yang
menggantikan tenaga manusia Perkembangan teknologi ini menyebabkan
mulai muncul penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pemajanan karbon
dari bahan-bahan sisa pembakaran.
J. ERA INDUSTRIALISASI (Pertengahan abad 20)
Penggunaan teknologi semakin berkembang sehingga K3 juga
mengikuti perkembangan ini. Perkembangan pembuatan alat pelindung diri,
safety devices, dan interlock dan alat-alat pengaman lainnya juga turut
berkembang.
K. ERA MANAJEMEN K3 (1950-Sekarang)
Perkembangan ini dimulai dengan teori Heinrich (1941) yang meneliti
penyebab penyebab kecelakaan bahwa umumnya (85%) terjadi karena faktor
manusia (unsafe act) dan faktor kondisi kerja yang tidak aman (unsafe
condition). Pada era ini berkembang system automasi pada pekerjaan untuk
mengatasi masalah sulitnya melakukan perbaikan terhadap faktor manusia.
Frank Bird dari International Loss Control Institute (ILCI) pada tahun
1972 mengemukakan teori Loss Causation Model yang menyatakan bahwa
factor manajemen merupakan latar belakang penyebab yang menyebabkan
terjadinya kecelakaan.
Akhir abad 20 berkembanglah suatu konsep keterpaduan system manajemen
K3 Munculnya standar-standar internasional seperti ISO 9000, ISO 14000 dan
ISO 18000.
L. ERA MENDATANG
Perkembangan K3 pada masa yang akan datang tidak hanya
difokuskan pada permasalahan K3 yang ada sebatas di lingkungan industri
dan pekerja. Perkembangan K3 mulai menyentuh aspek-aspek yang sifatnya
publik atau untuk masyarakat luas. Penerapan aspek-aspek K3 mulai
menyentuh segala sektor aktifitas kehidupan dan lebih bertujuan untuk
menjaga harkat dan martabat manusia serta penerapan hak asazi manusia demi
terwujudnya kualitas hidup yang tinggi.

I. PENILAIAN
Jenis Tes : Tertulis
Bentuk : Uraian
Soal :
No Soal Kunci
1 Jelaskan
pengertian
k3lh !
2 Apasaja filosopi
k3lh
3 Tujuan dari k3lh
LP 2: Karakter
Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
Siswa: Kelas: Tanggal:
Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter
siswa menggunakan skala berikut ini:
A = sangat baik B = memuaskan
C = menunjukkan kemajuan D = memerlukan perbaikan

Rincian Tugas Kinerja


No A B C D Keterangan
(RTK)
1 Jujur
2 disiplin
3 Tanggungjawab
4 Peduli
5 Gotong royong
6 Kerjasama
7 Toleran
8 Damai
9 Santun
10 Responsif
11 Pro-aktif.

Garut, Juli 2018


Pengamat

(_______________)
LP 3: Keterampilan Sosial
Format Pengamatan Keterampilan Sosial

Siswa: Kelas: Tanggal:


Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial
siswa itu menggunakan skala berikut ini:
A = sangat baik B = memuaskan
C = menunjukkan kemajuan D = memerlukan perbaikan

Rincian Tugas Kinerja


No A B C D Keterangan
(RTK)
1 Bertanya
2 Menyumbang ide atau
pendapat
3 Menjadi pendengar yang
baik
4 Komunikasi

Garut, Juli 2018


Pengamat

(_______________)