Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KEGIATAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENYULUHAN TENTANG KECACINGAN

OLEH:

PELAKSANA :
dr. Alexander P Marpaung, MKT
ANGGOTA :
dr. Sanggam Hutagalung Sp. PA M.Biomed

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA


MASYARAKAT UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
AGUSTUS 2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmatNYA laporan kegiatan

pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara pada tanggal

13-16 Mei 2017 dapat terlaksana dengan baik.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Toba Samosir

Bapak Ir. Darwin Siagian, Wakil Bupati Bapak Ir.Hulman Sitorus, Plt. Sekretaris Daerah

Bapak Drs. Arifin Silaen, Asisten Ekonomi Pembangunan Bapak Ir. John Piter

Silalahi,MT, SKPD yang terkait serta masyarakat di Kabupaten Toba Samosir yang telah

mendukung kegiatan ini sehingga terlaksana dengan baik.

Semoga kiranya kegiatan yang telah dilaksanakan dapat bermanfaat dan berguna

bagi peserta. Kami menyadari kegiatan ini belum dapat dilaksanakan dengan maksimal

sehingga usulan yang bersifat membangun sangat kami harapkan agar dikemudian hari

dapat melaksanakan kegiatan yang lebih baik dan bermanfaat.

Medan, Agustus 2017

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UMI


1. Pendahuluan

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma

(Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) Perguruan Tinggi yang harus

dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi. Kegiatan ini sudah menjadi kewajiban dan

merupakan agenda kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Universitas Methodist

Indonesia sebagai wujud tanggung jawab dan pemikiran kepada masyarakat.

Didalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas

Methodist Indonesia (UMI) berkomitmen akan konsisten mengembangkan potensi lokal.

Pengembangan potensi dan kearifan lokal dilakukan melalui penggalian keunggulan,

kekuatan dan keunikan asli yang ada pada masing-masing wilayah di Puskesmas Bandar

Baru.

Potensi lokal tersebut dikembangkan secara kreatif dan inovatif sehingga

penelitian unggulan dalam bidang ilmu: bahasa dan sastra, kedokteran, pertanian,

ekonomi, dan komputer yang dipadukan dengan potensi dan kearifan lokal dapat

diabdikan dan bermanfaat secara optimal kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh UMI dibagi


menjadi 3 (tiga) metode pelaksanaan yaitu :

1. Penyuluhan

2. Pelatihan

3. Pendampingan

Untuk kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan tanggal 31 Agustus 2017 di


UPT.Puskesmas Medan Amplas.
Sedangkan kegiatan pelatihan dan pendampingan direncanakan akan dilaksanakan
selama empat tahun.

2. Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah memberikan arah dan

pedoman bagi dosen dalam rangka pemanfaatan, pendayagunaan, pengembangan ilmu

pengetahuan, teknologi, mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian bagi

kepentingan masyarakat dalam mencerdaskan dan menyejahterakan masyarakat.

Adapun sasaran dari Pengabdian kepada Masyarakat yang dikembangkan adalah:

1. Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan pada pengembangan,

pemanfaatan, penuntasan permasalahan, terutama yang berkaitan dengan

pengembangan sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya hayati,

teknologi, budaya, sosial kemasyarakatan dan kesehatan dengan menciptakan

inovasi teknologi.

2. Mengoptimalkan potensi lokal untuk pemberdayaan masyarakat.

3. Menciptakan kemandirian, kenyamanan, kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat.

4. Menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat serta secara langsung

atau tidak langsung berpotensi memengaruhi kenyamanan kehidupan masyarakat.

5. Menjadikan hasil pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas


pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

3. Susunan Tim

Susunan tim pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut:

PELAKSANA : dr. Alexander P Marpaung, MKT

ANGGOTA : dr. Sanggam Hutagalung Sp. PA M.Biomed


4. Kesimpulan

Secara umum kegiatan penyuluhan ini berjalan baik dan lancar, serta respon

masyarakat beserta dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir (Pemkab.

Tobasa) sangat antusias. Beberapa catatan penting dari hasil diskusi setelah pemaparan

penyuluh (dosen) adalah sebagai berikut:

a. Peserta (masyarakat adat) menyambut gembira atas usulan rencana penyelenggaraan


PELATIHAN BAHASA INGGRIS yang akan diadakan di lokasi-lokasi desa adat
(sesuai dengan kebutuhan), kantor-kantor dinas terkait. Pelatihan berbahasa Inggris
ini akan memanfaatkan keaktifan dan keterampilan berbahasa Bahasa Inggris para
mahasiswa Fakultas Sastra – UMI. Proses pembelajaran/ pelatihan bahasa Inggris
akan menggunakan metode CALL (Computer Assisted Language Learning) sehingga
diharapkan akan menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan. Untuk
program pelatihan berbahasa Inggris di lingkungan Desa Adat, direncanakan akan
diterapkan untuk semua kelompok usia (anak-anak, remaja, maupun dewasa).
MASYARAKAT BERHARAP AGAR PROGRAM PELATIHAN BERBAHASA
INGGRIS INI DAPAT DILAKSANAKAN
SESEGERA MUNGKIN. DI LAIN SISI, MEREKA BERHARAP AGAR
CALON PESERTA PELATIHAN DIBEBASKAN DARI SEGALA BENTUK
PEMBAYARAN (GRATIS).
b. Program pengabdian ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan program yang
diusulkan oleh Ibu Nurhayati Purba, MA., yakni pengembangan Potensi tradisi
adat dan kebudayaan. Sehingga nantinya, setelah tahun ke-2 hasil dokumentasi
produk folklore yang telah diperoleh akan digunakan sebagai materi untuk
pelatihan berbahasa Inggris tingkat lanjut kepada para pegawai dinas-dinas terkait
(pariwisata, perhubungan, polisi pariwisata, pramuwisata, pengusaha/ praktisi
travel/ home stay, dll).
c. Setelah melaksanakan program pelatihan berbahasa Inggris, maka selanjutnya untuk
meningkatkan potensi pariwisata, tim pengabdian kepada masyarakat akan melatih/
mendampingi para warga masyarakat dalam merevitalisasi kegiatan/ aktivitas
mereka. Seperti tradisi manduda, tradisi bermain, tradisi adat istiadat, dan tradisi
bercocok tanam. Sehingga nantinya, aktivitas inilah yang akan menjadi objek wisata
bagi para wisatawan lokal/ manca negara. Secara tidak langsung, maka program ini
akan mengembangkan/ memanfaatkan potensi masyarakat adat yang ada di
lingkungan sekitarnya (terutama kelompok masyarakat usia remaja [pemuda-pemudi]
dan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap).