Anda di halaman 1dari 92

LAPORAN KEGIATAN

DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber
Daya Manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup. Undang – Undang
No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan menjelaskan bahwa pembangunan kesehatan
sebagai salah satu upaya dan pembangunan nasional diarahkan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup
sehat.
Gambaran masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan adalah masyarakat yang ditandai oleh penduduk yang
hidup dalam lingkungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat dan memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan
merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh
wilayah Republik Indonesia. Gambaran keadaan kesehatan masyarakat Indonesia
di masa depan atau visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan
tersebut dirumuskan sebagai “INDONESIA SEHAT”.
Untuk mewujudkan visi Indonesia Sehat, yaitu : “Masyarakat Sehat Yang
Mandiri dan Berkeadilan”. Ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan yaitu :
1. Meningkatkan Derajat Kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan
masyarakat (swasta dan masyarakat madani).
2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya
upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan berkeadilan.
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan Sumber Daya Kesehatan.
4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.
Visi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara adalah :“ MASYARAKAT
SEHAT, MANDIRI, DAN BERDAYA SAING”.
Misi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara adalah :
1. Meningkatkan ketersediaan pelayanan kesehatan bermutu atau merata
dan terjangkau

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
1
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

2. Meningkatkan pengendalian dan penanggulangan masyarakat


kesehatan
3. Meningkatkan mutu sumber daya kesehatan
4. Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan
kesehatan

Di Provinsi Sumatera Utara, pelaksanaan pembangunan kesehatan dari


tahun ketahun semakin meningkat, hal ini antara lain ditunjukkan dengan
penambahan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, penambahan tenaga kerja,
juga penambahan fasilitas kesehatan lingkungan.

B. TUJUAN UMUM
Sebagai penjabaran dari Visi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara,
maka tujuan yang akan dicapai adalah terselanggaranya pembangunan kesehatan
yang berkesinambungan, berhasil guna dan berdaya guna serta serasi dan
seimbang dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggitingginya

C. TUJUAN KHUSUS
Mampu bekerja sebagai dokter di Puskesmas, mampu melakukan
penyuluhan, mampu bekerja sebagai tim kerja, dan mampu mengetahui struktur
organisasi.

D. MANFAAT
Sebagai proses pembelajaran untuk menambah pengalaman dalam
melakukan sebuah penelitian dan diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan bagi peserta Kepaniteraan Klinik Senior tentang Program Dinas
Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
2
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

STRUKTUR ORGANISASI
DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

BAB II
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
3
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

PENGORGANISASIAN DAN PROGRAM DINAS KESEHATAN


PROVINSI SUMATERA UTARA

2.1 Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara


Mengacu pada Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 49 Tahun 2017
tentang Tugas, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Provinsi
Sumatera Utara dan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 38 Tahun 2016
tentang Susunan Organisasi Dinas-Dinas Daerah Provinsi Sumatera Utara, maka
Susunan Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan UPT Dinas
adalah sebagai berikut :
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat, membawahi 3 Sub Bagian yaitu :
- Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Sub Bagian Keuangan
- Sub Bagian Program, Akuntabilitas dan Informasi Publik
3. Bidang Kesehatan Masyarakat, membawahi 3 Seksi yaitu :
- Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi
- Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat
- Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja
4. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, membawahi 3 Seksi yaitu :
- Seksi Surveilans dan Imunisasi
- Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
- Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
5. Bidang Pelayanan Kesehatan, membawahi 3 Seksi, yaitu :
- Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional
- Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan
- Seksi Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Jaminan Kesehatan
6. Bidang Sumber Daya Kesehatan, membawahi 3 seksi yaitu :
- Seksi Kefarmasian
- Seksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
- Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
4
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

7. Unit Pelaksana Teknis (UPT)


a. UPT Rumah Sakit Khusus MataUPT Rumah Sakit Khusus Paru
b. UPT Rumah Sakit Kusta Lao Simomo
c. UPT Laboratorium KesehatanUPT Pelatihan Kesehatan
d. UPT Pelayanan Ambulans
e. UPT Rumah Sakit Indrapura
8. Kelompok Jabatan Fungsional

2.1.1 Kepala Dinas


Dinas kesehatan menyelenggarakan fungsi :
1. Penyelenggaran perumusan kebijakan upaya kesehatan, sumber daya
kesehatan sediaan farmasi, alat kesehatan, makanan minuman,
pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan sesuai dengan bidang lingkup
2. Penyelenggaraan kebijakan upaya kesehatan, sumber daya kesehatan,
sumber daya kesehatan sediaan farmasi, alat kesehatan, makanan minuman,
pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan sesuai dengan bidang
lingkupnya.
3. Penyelenggaraan monitoring evaluasi dan pelaporan upaya kesehatan,
sumber daya kesehatan sediaan farmasi, alat kesehatan, makanan minuman,
pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan sesuai dengan bidang
lingkupnya.
4. Penyelenggaraan admistrasi upaya kesehatan, sumber daya kesehatan
sediaan farmasi, alat kesehatan, makanan minuman, pemberdayaan
masyarakat bidang kesehatan sesuai dengan bidang lingkupnya.
5. penyelenggaraan fungsi lain yang diberikan oleh Gubernur terkait dengan
tugas dan fungsinya.

Kepala dinas mempunyai uraian tugas :

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
5
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

1. Menyelenggarakan perumusan, penyusunan dan penyempurnaan penetapan,


pengaturan, pembinaan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pengendalian,
fasilitasi, advokasi, pengawasan dan evaluasi kebijakan teknis pembangunan
kesehatan tingkat provinsi di bidang kesehatan masyarakat, pencegahan dan
pengendalian penyakit, pelayanan kesehatan, serta sumber daya kesehatan
tingkat provinsi.
2. Menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian,
pembinaan pembangunan kesehatan jangka menengah dan tahunan tingkat
provinsi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan kesehatan
Kabupaten/kota terhadap perencanaan pembangunan kesehatan tingkat
Provinsi.
3. Menyelenggarakan koordinasi lintas sekitar, lintas program dan kerjasama
kemitraan dengan pihak terkait dalam pembangunan kesehatan tingkat
Provinsi.
4. Menyelenggarakan pembinaan, koordinasi, pengawasan evaluasi, dan
fasilitasi peningkatan kapasitas, kompetensi dan kemandirian
Kabupaten/Kota dalam penanganan urusan pembangunan kesehatan di
Kabupaten/Kota.
5. Menyelenggarakan penyusunan, penyempurnaan dan pengendalian
penerapan pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokok dan fungsi
jabatan struktural dan jabatan fungsional, serta standar teknis tata hubungan
kerja organisasi dan indikator kinerja Dinas.
6. Menyelenggarakan penataan pembinaan dan pengkoordinasian Dinas dan
Unit Pelaksana Teknis Dinas.
7. Menyelenggarakan pelayanan administrasi internal dan eksternal. dinas dan
pelaksanaan penegakan hukum/ hukum kesehatan.
8. Menyelenggarakan pembinaan, peningkatan partisipasi dan pemberdayaan
kesehatan masyarakat, lembaga non pemerintah dan swasta dalam
pengelolaan dan pembangunan kesehatan tingkat provinsi.
9. Menyelenggarakan penetapan program kerja dan rencana kerja Dinas.
10. Menyelenggarakan pengendalian Tugas dan Fungsi Dinas serta
pengkoordinasian penyusunan tugas-tugas teknis.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
6
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

11. Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur melalui


Sekretaris Daerah sesuai bidang tugas dan fungsinya.
12. Menyelenggarakan pemberian masukan yang perlu kepada Gubernur
melalui Sekretaris Daerah sesuai bidang tugas dan fungsinya.
13. Menyelenggarakan pelaporan dan pertanggungiawaban atas pelaksanaan
tugas dan fungsinya kepada Gubernur melalui Sekretaris daerah, sesuai
ketentuan yang ditetapkan.

2.1.2 Sekretaris
Sekretaris Menyelenggarakan Fungsi :
1. Penyelenggaraan perumusan kebijakan operasional tugas administrasi di
lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Provinsi.
2. Penyelenggaraan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan
administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Dinas
Kesehatan Daerah.
3. Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas
administrasi di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah
4. Penyelenggaraan pengelolaan menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan
provinsi.
5. Penyelenggaraan inventarisasi, pembinaan, pengendalian. pengawasan,
evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan sanksi, terhadap penyusunan,
penyempurnaan dan penerapan/pelaksanaan Pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis, tata laksana, standar, standard operating
Procedure (SOP), kebijakan, regulasi, perda/ranperda, norma, kriteria
ataupun ketentuan lainnya dalam penanganan urusan kesekretariatan
6. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan pengendalian
penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokok dan fungsi
jabatan struktural dan staf, serta truktural standar teknis tata hubungan kerja
organisasi dan indikator kinerja kesekretariatan.
7. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajian dan studi
ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan terkait dalam

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
7
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

penanganan urusan kesekretariatan dan pengintegrasian sistem teknologi


informasi dalam penanganan urusan kesekretariatan,
8. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi pengawasan, evaluasi, dan fasilitasi
peningkatan kapasitas, kompetensi dan kemandirian Kabupaten/Kota dalam
penanganan urusan kesekretariatan;
9. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah (Rencana
Strategis) dan rencana kerja tahunan (Renja), serta koordinasi penyusunan
program, anggaran, penyediaan data, informasi dan sinkronisasi
perencanaan Kabupaten/kota terhadap perencanaan tingkat Provinsi dalam
penanganan urusan kesekretarian.
10. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah (Rencana
Strategis) dan rencana kerja tahunan (Renja), serta koordinasi penyusunan
program, anggaran, penyediaan data, informasi dan sinkronisasi
perencanaan Kabupaten/kota terhadap perencanaan tingkat Provinsi dalam
penanganan urusan.
11. Penyelanggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas, sesuai bidang
tugas dan fungsinya dan pemberian masukan yang perlu kepada Kepala
Dinas sesuai bidang tugas dan fungsinya.
12. Penyelenggaraan pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas
dan fungsinya Kepada Kepala Dinas, sesuai standart yang ditetapkan.

Sekretaris mempunyai uraian tugas:


1. Menyelenggarakan koordinasi, pelaksanaan dan pemberian dukungan
administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan dinas.
2. Menyelenggarakan pengelolaan administrasi umum perkantoran dan rumah
tangga dinas, managemen organisasi dan hukum/hukum kesehatan.
3. Menyelenggarakan penatausahaan, pelembagaan, pengorganisasian dan
penatalaksanaan.
4. Menyelenggarakan pengelolaan dan pembinaan naskah dinas, kearsipan,
pertelekomunikasian dan persandian.
5. Menyelenggarakan penataan dan pemeliharaan perlengkapan kantor,
peralatan dinas dan inventaris rumah tangga dinas.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
8
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

6. Menyelenggarakan penyusunan dan penataan standar tata hubungan kerja


dan standart dan standar mekanisme koordinasi antar unit dinas.
7. Penyelenggaraan penyusunan bahan rancangan/ tata konsep, dokumentasi
peraturan perundang-undangan dan pengelolaan perpustakaan.
8. Menyelenggarakan pengelolaan hubungan kemasyarakatan, informasi
publik dan keprotokolan.
9. Menyelenggarakan fasilitas pelayanan umum, pelayanan minimal,
pengaturan keamanan dan kenyamanan kantor.
10. Menyelenggarakan pengelolaan tertib administrasi kepegawaian.
11. Menyelenggarakan pengkoordinasian dan pembinaan jabatan fungsional.
12. Menyelenggarakan pengelolaan dan pembinaan keuangan dan
pembendaharaan.
13. Menyelenggarakan pengelolaan akuntasi, verifikasi, ganti rugi dan tindak
lanjut laporan hasil pemeriksaan,
14. Menyelenggarakan pengelolaan sarana dan prasarana perlengkapan dan aset
dinas.
15. Menyelenggarakan pengkoordinasian penyusunan program, anggaran dan
pelaporan dinas.
16. Menyelenggarakan pengkajian anggaran belanja dan pengendalian
administrasi anggaran belanja.
17. Menyelenggarakan pengkajian, pemetaan dan evaluasi peruntukan anggaran
belanja dan aset dinas serta melaksanakan penghitungan belanja kesehatan
dari seluruh sumber pembiayaan dan dari seluruh sektor terkait kesehatan
tingkat provinsi.
18. Menyelenggarakan koordinasi penyusunan rencana kerja sekretariat,
bidang-bidang dan unit pelaksana teknis dinas.
19. Menyelenggarakan pengkajian dan koordinasi perencanaan program bidang,
sekretariat dan unit pelaksana teknis dinas.
20. Menyelenggarakan penyusunan perencanaan tahunan dan perencanaan
jangka menengah, sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP),
laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dan Laporan
penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dinas.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
9
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

21. Menyelenggarakan pengkoordinasian pelaporan, monitoring dan evaluasi


kegiatan sekretariat dan bidang-bidang serta unit pelaksana teknis dinas.
22. Menyelenggaraan koordinasi penyusunan program, anggaran, penyediaan
data, informasi dan sinkronisasi perencanaan Kabupaten/Kota terhadap
perencanaan tingkat provinsi.
23. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan kesehatan yang
mendukung perumusan kebijkan provinsi dan melaksanakan Survei
Kesehatan Daerah (Surkesda).
24. Menyelenggarakan Pemantauan dan Pemanfaatan dan Pemanfaatan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) kesehatan.
25. Menyelenggarakan penyelenggaraan kerjasama luar negeri dan
melaksanakan peningkatan pengawasan dan akuntabilitas.
26. Menyelenggarakan penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan.
27. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait, mengatur rapat-
rapat internal dinas dan melaksanakan telaahaan staf sebagai bahan
pertimbangan pengembilan kebijakan.

2.1.3 Bidang Kesehatan Masyarakat


Bidang Kesehatan Masyarakat Mempunyai Fungsi:
1. Penyelenggaraan inventarisasi, pembinaan, pengendalian, pengawasan,
evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan sanksi, terhadap penyusunan
penyempurnaan dan penerapan/pelaksanaan pedoman petunjuk pelaksanaan
petunjuk teknis, tata laksana, standar, Standard operating Procedure (SOP),
kebijakan, regulasi, perda/ranperda, norma, kriteria ataupun ketentuan
lainnya dalam penanganan urusan bidangnya.
2. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan pengendalian penerapan
pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokok dan fungsi jabatan
struktural dan staf, standar teknis tata hubungan kerja organisasi dan
indikator kinerja bidangnya.
3. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajian dan studi
ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan terkait urusan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
10
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

bidangnya dan pengintegrasian sistem teknologi informasi dalam


penanganan urusan bidangnya berbasis sistem informasi kesehatan.
4. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan, evaluasi, dan
fasilitasi peningkatan kapasitas, kompetensi dan kemandirian
Kabupaten/Kota dalam penanganan urusan bidangnya.
5. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah dan rencana
tahunan, dan koordinasi penyusunan program, anggaran, penyediaan data,
informasi dan mensinkronisasikan perencanaan Kabupaten/kota terhadap
perencanaan tingkat Provinsi dalam penanganan urusan bidangnya.
6. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup bidangnya. dan
penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat struktural di
bidangnya.
7. Pelaksaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan bidang
tugas dan fungsinya serta pemberian masukan yang perlu kepada Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
8. Pelaporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya
kepada Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Mempunyai Tugas :


1. Menyelenggarakan upaya-upaya kesehatan masyarakat dan kesehatan
keluarga, upaya peningkatan kesehatan gizi masyarakat dan gizi keluarga,
serta pengendalian dan penanggulangan penyakit akibat kekurangan dan
kelebihan gizi, penanganan usia kesehatan usia lanjut, dalam peningkatan
derajat kesehatan masyarakat tingkat Provinsi
2. Menyelenggarakan upaya-upaya peningkatan mutu manajemen Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berbasis pencegahan penyakit, promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan sistem
informasi kesehatan tingkat Provinsi
3. Menyelenggarakan promosi kesehatan masyarakat dengan penggunaan
metode, sarana dan teknologi promosi kesehatan, dan pengembangan unit
kusus promosi kesehatan berbasis teknologi informasi dan media yang
terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
11
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

4. Menyelenggarakan upaya peningkatan partisipasi masyarakat dan


pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan serta peningkatan
upaya fasilitasi, advokasi dan pendampingan masyarakat, pengembangan
upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM), perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS), gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) tingkat provinsi
5. Menyelenggarakan upaya-upaya peningkatan kesehatan lingkungan, sanitasi
dasar, pencegahan dan penanggulangan pencemaran, penyehatan air,
pengawasan kualitas lingkungan, penyehatan tempat-tempat umum,
penyehatan kawasan dan sanitasi darurat, sanitasi total berbasis masyarakat
(STBM) , sanitasi makanan dan bahan pangan serta pengamanan limbah
tingkat provinsi.
6. Menyelenggarakan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit dan
kecelakaan akibat kerja, pengawasan kualitas lingkungan kerja dan industri,
penyehatan kawasan kerja dan industri, dan penanganan kesehatan tenaga
kerja Indonesia (TKI), serta pengembangan kesehatan olahraga tingkat
Provinsi.
7. Menyelenggarakan pembinaan, pengendalian, pengawasan dan peningkatan
mutu manajemen institusi kesehatan pemerintah dan swasta terkait dengan
upaya-upaya kesehatan masyarakat, sesuai dengan standar mutu manajemen
yang ditetapkan.
8. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait
9. Menyelenggaran tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.

2.1.4 Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit


Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menyelenggarakan
fungsi:
1. Penyelenggaraan pembinaan, pengendalian, pengawasan, evaluasi,
koordinasi, advokasi, inventarisasi dan penegakan sanksi, terhadap
penyusunan penyempurnaan dan penerapan pelaksanaan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis, tata laksana, standar, Standard operating
Procedure (SOP), kebijakan regulasi, perda/ranperda, norma. Kriteria
ataupun ketentuan lainnya dalam penanganan urusan bidangnya.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
12
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

2. Penyelenggaraan penyusunan penyempurnaan dan pengendalian


penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokok dan fungsi
jabatan struktural dan staf, standar teknis tata hubungan kerja organisasi dan
indikator kinerja bidangnya.
3. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajian dan studi
ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan terkait urusan
bidangnya dan pengintegrasian sistem teknologi informasi dalam
penanganan urusan bidangnya.
4. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan, evaluasi, dan
fasilitasi peningkatan kapasitas, kompetensi dan kemandirian
Kabupaten/Kota dalam penanganan urusan bidangnya.
5. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah dan rencana
tahunan, dan koordinasi penyusunan program, anggaran, penyediaan data,
informasi dan mensinkronisasikan perencanaan Kabupaten/kota terhadap
perencanaan tingkat Provinsi dalam penanganan urusan bidangnya.
6. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup bidangnya dan
penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat struktural di
bidangnya.
7. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya serta pemberian masukan yang perlu kepada
Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya
8. Penyelenggaraan pelaporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas
dan fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan.

BidangPencegahan dan Pengendalian Penyakit Mempunyai Tugas:


1. Menyelenggarakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan,
Penyiapan bimbingan teknis dan supervisi Pemantauan evaluasi dan
pelaporan dalam urusan pelaksanaan surveilans epidemiologi kekarantinaan
kesehatan, penanggulangan dan/atau penyelidikan kejadian Luar Biasa
(KLB), wabah, imunisasi,kesehatan haji, pencegahan dan pengendalian
penyakit menular, penyakit menular vektor, penyakit zoonotik, penyakit
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
13
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

tidak menular, upaya kesehatan jiwa, penyalagunaan narkoba,psikotropika,


dan zat adiktif lainnya (NAPZA).
2. Menyelenggarakan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit yang
menimbulakan epidemi.
3. Menyelenggarakan imunisasi dan pencapaian UCI (universal Child
Immunization).
4. Menyelenggarakan surveilans epidemiologi dan penyelidikan kejadian luar
biasa.
5. Menyelenggarakan pengendalian wabah dan bencana yang meliputi kesiap-
siagaan, mitigasi, dan kesiap-siagaan, tanggap darurat dan pemulihan.
6. Menyelenggarakan pengendalian operasional penanggulangan masalah
kesehatan akibat bencana dan wabah.
7. Menyelenggarakan upaya kesehatan matra.
8. Menyelenggarakan pengintegrasian teknologi informasi pencegahan dan
pengendalian penyakit berbasis sistem informasi kesehatan terkordinasi
dengan bidang-bidang kerja terkait lainnya.
9. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait
10. Menyelenggarakan tugas lain sesuai bidang tugasnya.

2.1.5 Bidang Pelayanan Kesehatan


Bidang Pelayanan Kesehatan Mempunyai Fungsi:
1. Penyelegaran inventarisasi, pembinaan, pengendalian, pengawasan,
evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakkan sanksi, terhadap
penyusunan, penyempurnaan dan penerapan atau pelaksanaan pedoman,
petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, tatalaksana, standar, standard
operating procedure (SOP), kebijakan, regulasi, perda/ranperda, norma,
kriteria atau ketentuan lainnya dalam penanganan urusan bidangnya.
2. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan pengendalian
penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokokdan fungsi
jabatan struktural dan staf, standar teknis tata hubungan kerja organisasi dan
indikator kinerja bidangnya.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
14
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

3. Penyelenggaraan pembinaan, pengendalian, pengawasan, dan peningkatan


mutu peleyanan kesehatan pemerintah dan swasta sesuai dengan standar
mutu yang ditetapkan.
4. Penyelenggaraan analisis, permetaan, penelitian, kajian-kajian dan studi
ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan terkait
bidanganya dan pengintegrasian sistem teknologi informasi dalam
penanganan urusan bidangnya.
5. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan, evaluasi dan fasilitasi
peningkatan kapasitas, kompetensi dan kemandirian kabupaten/Kota dalam
penanganan urusan bidangnya.
6. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah dan rencana
tahunan, dan koordinasi penyusun program, anggaran, penyediaan data,
informasi dan mensinkronisasikan perencanaan Kabupaten/kota terhadap
perencanaan tingkat Provinsi dalam penanganan urusan bidangnya
7. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup bidangnya dan
penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat struktural di
bidangnya
8. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya sertapemberian masukan yang perlu kepada
Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
9. Penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan
fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai uraian tugas:


1. Menyelenggarakan urusan-urusan dalam ruang lingkup yang meliputi
urusan pelayanan kesehatan primer dan tradisional, serta pemenuhan standar
pelayanan kesehatan primer dan tradisional, serta peningkatan pelayanan
Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Traditional (SP3T)
tingkat provinsi
2. Menyelenggarakan urusan-urusan dalam ruang lingkup yang meliputi
pelayanan kesehatan rujukan/spesialistik, sistem rujukan, dan pelayanan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
15
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

kesehatan rujukan perkotaan serta pemenuhan standar pelayanan kesehatan


rujukan tingkat Provinsi
3. Menyelenggarakan urusan-urusan dalam ruang lingkup yang meliputi
akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan, dan rekomendasi izin sarana
kesehatan serta jaminan kesehatan berupa kepesertaan, pemeliharaan
kesehatan, pembiayaan kesehatan tingkat Provinsi.
4. Menyelenggarakan inventarisasi, pembinaan, pengendalian, pengawasan,
evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan sanksi, terhadap penyusunan,
penyempurnaan dan penerapan/pelaksanaan pedoman petunjuk pelaksanaan,
petunjuk teknis, tata laksana, standar, Standard operating Procedure (SOP),
kebijakan regulasi, perda/ranperda, norma, kriteria ataupun ketentuan
lainnya dalam penanganan urusan bidangnya.
5. Menyelenggarakan penyusunan, penyempurnaan dan pengendalian
penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokok dan fungsi
jabatan struktural dan staf, standar teknis tata hubungan kerja organisasi dan
indikator kinerja bidangnya.
6. Menyelenggarakan pembinaan, pengendalian, pengawasan, dan peningkatan
mutu pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta sesuai dengan standar
mutu yang ditetapkan.
7. Menyelenggarakan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajian dan studi
ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan terkait bidangnya
dan pengintegrasian sistem teknologi informasi dalam penanganan urusan
bidangnya.
8. Menyelenggarakan pembinaan, koordinasi pengawasan, evaluasi, dan
fasilitasi peningkatan kapasitas, kompetensi kemandirian Kabupaten/Kota
dalam penanganan urusan bidangnya.
9. Menyelenggarakan penyusunan perencanaan jangka menengah dan rencana
tahunan, dan koordinasi penyusunan program, anggaran, penyediaan data,
informasi dan mensinkronisasikan perencanaan Kabupaten/kota terhadap
perencanaan tingkat Provinsi dalam penanganan urusan bidangnya.
10. Menyelenggarakan pembinaan pegawai pada lingkup bidangnya dan
penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada struktural di bidangnya
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
16
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

11. Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya serta pemberian masukan yang perlu kepada
Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsiny.
12. Menyelenggarakan pelaporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan
fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

2.1.6 Bidang Sumber Daya Kesehatan


Bidang Sumber Daya Kesehatan Mempunyai Fungsi :
1. Penyelenggaraan inventarisasi, pembinaan, pengendalian, pengawasan,
evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan sanksi, terhadap penyusunan,
penyempurnaan dan penerapan/pelaksanaan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis, tatalaksana standar, Standard Operating
Procedure (SOP), kebijakan, regulasi, perda/ranperda, norma, kriteria
ataupun ketentuan lainnya dalam penanganan urusan bidangnya
2. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan pengendalian
penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokok dan fungsi
jabatan struktural dan staf, standar teknis tata hubungan kerja organisasi dan
indikator kinerja bidangnya
3. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajian dan studi
ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan terkait dalam
penanganan urusan bidangnya.
4. Penyelenggaraan pengintegrasian sistem teknologi informasi dalam
penanganan uruan bidangnya
5. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan, evaluasi, dan
fasilitasi peningkatan kapasitas, kompetensi dan kemandirian
kabupaten/kota dalam penanganan unusan bidangnya.
6. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah dan rencana
tahunan, dan koordinasi penyusunan program, anggaran, penyediaan data,
informasi dan mensinkronisasikan perencanaan Kabupaten/kota terhadap
perencanaan tingkat Provinsi dalam penanganan urusan bidangnya

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
17
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

7. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup bidangnya dan


penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat struktural di
bidangnya
8. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai dengan
bidang tugas dan fungsinya dan Pemberian masukan yang perlu kepada
Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
9. Penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban atas pelaksanann tugas dan
fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai uraian tugas:


1. Menyelenggarakan penanganan urusan kefarmasian (obat-obat tradisional
bahan baku obat, industri kosmetika), makanan dan minuman, sarana
produksi sediaan farmasi berupa industri farmasi, usaha kecil/mikro obat
tradisional, industri bahan baku obat, industri kosmetika, bahan obat
narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), makanan dan minuman,
sarana distribusi obat (pedagang besar farmasi pusat dan cabang) tingkat
provinsi.
2. Menyelenggarakan penyediaan dan pengelolaan bufferstock obat provinsi,
reagensia, vaksin dan ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai
(BMHP) tinghat provinsi
3. Menyelenggarakan penanganan urusan pengelolaan pengendalian, dan
pengawasan produksi, distribusi, peredaran pre-market dan post-market alat
Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) di pasaran
dan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat Provinsi
4. Menyelenggarakan urusan-urusan dalam ruang lingkup yang meliputi
perencanaan, pendayagunaan dan pengembangan sumberdaya manusia
kesehatan pengembangan pendidikan berjenjang, pendidikan pelatihan
kepemimpinan/manejerial, fungsional dan teknis kesehatan, serta kegiatan
pengembangan sumber daya manusia kesehatan lainnya.
5. Menyelenggarakan registrasi dan rekomendasi tenaga kesehatan warga
negara asing dan pemindahan tenaga kesehatan tertentu antar

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
18
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Kabupaten/Kota, pemberdayaan organisasi profesi tenaga kesehatan, dan


lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan
6. Menyelenggarakan pengintegrasian teknologi informasi pelayanan
kesehatan berbasis sistem informasi kesehatan terkoordinasi dengan bidang-
bidang kerja terkait lainnya.
7. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait.
8. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya

2.1.7 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pada Dinas KesehatanProvinsi Sumatera


Utara

2.1.7.1 UPT Rumah Sakit Khusus Mata


UPT Rumah Sakit Khusus Mata Mempunyai Fungsi:
1. Penyelenggarann inventarisasi, pembinaan, pengendalian,
pengawasan,evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan
sanksi,terhadap penyusunan, penyempurnaan dan
penerapan/pelaksanaan pedoman, petunjuk pelaksanaan, petunjuk
teknis tatalaksana, standar, standard Operating Procedure (SOP),
kebijakan, regulasi, perda/ranperda, norma, kriteria ataupun
ketentuan lainnya dalam penanganan urusan UPT-nya
2. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi,pengawasan dan evaluasi
dalam penyempurnaan dan penyusunan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis, tata laksana, standar, Standard
operating Procedure (SOP), kebijakan, regulasi, perda/ranperda,
norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya dalam penanganan urusan
UPT-nya.
3. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan pengendalian
penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokok dan
fungsi jabatan struktural dan staf, standar teknis tata hubungan kerja
organisasi dari indikator kinerja UPT-nya.
4. Penyelenggaraan pelayanan publik yang bersifat langsung maupun
tidak langsung sesuai standar mutu pelayanan yang ditetapkan
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
19
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

5. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajian dan


studi ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan
terkait urusan UPT-nya dan pengintegrasian sistem teknologi
informasi dalam penanganan urusan UPT-nya berbasis sistem
informasi pelayanan dan kesehatan
6. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan, evaluasi, dan
fasilitasi Kabupaten/Kota dalam penanganan urusan UPT-nya
7. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah dan
rencana tahunan, dan koordinasi penyusunan program, anggaran,
penyediaan data, informasi dan mensinkronisasikan perencanaan
UPT-nya dengan perencanaan Kabupaten yang terkait dengan urusan
UPT-nya terhadap perencanaan Dinas Kesehatan Provinsi
8. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup UPT-nya dan
penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat di
seksi/subbagnya
9. Penyelenggaraan koordinasi, konsultasi dan sinkronisani dengan
Bidang terkait pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera dalam
penanganan urusan UPT-nya
10. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai
dengan bidang tugas dan fungsinya serta pemberianmasukan yang
perlu kepada Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya
11. Penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan
tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan

Kepala UPT Rumah Sakit Khusus Mata mempunyai uraian


tugas:
1. Menyelenggarakan urusan pelayanan pengobatan, perawatan
dan pemulihan kesehatan mata sesuai standar yang
ditentukan, pemenuhan standar mutu fasilitas penunjang
medik dan keperawatan rumah sakit

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
20
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

2. Menyelenggarakan upaya-upaya peningkatan kesehatan mata


berbasis pembinaan, pencegahan, pengendalian dan promosi
kesehatan yang terkoordinasi dengan bidang terkait pada
dinas kesehatan provinsi dan terkoordinasi dengan bidang
terkait pada tingkat Kabupaten/Kota
3. Menyelenggarakan upaya pencegahan, pengendalian dan
penanggulangan penyakit terkait kesehatan rnata masyarakat
tingkat provinsi
4. Menyelenggarakan upaya peningkatan partisipasi masyarakat
dan pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kualitas
kesehatan mata masyarakat tingkat provinsi
5. Menyelenggarakan pengobatan mata spesialistik secara
massal dan pemulihan fungsi mata melalui koreksi optik dan
rehabilitasi
6. Menyelenggarakan pengembangan laboratorium kesehatan
mata dan pelaksanaan rujukan kesehatan mata
7. Menyelenggarakan surveilans penyakit mata, gangguan
fungsi penglihatan dan kebutaan.
8. Menyelenggarakan pengembangan mutu sumber daya
manusia kesehatan di bidang kesehatan mata masyarakat;
9. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi
tepat guna dalam bidang kesehatan mata
10. Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, arahan dan
penegakan disiplin pegawai pada lingkup UPT-nya.
11. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja, bidang,
program dan sektor terkait
12. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya
13. Menyelenggarakan pembinaan dan fasilitasi kelompok
jabatan fungsional
14. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian administrasi
keuangan, kepegawaian perlengkapan dan urusan rumah
tangga UPT sesuai ketentuan peraturan
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
21
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

15. Menyelenggarakan kerjasama, kemitraan dan hubungan


antara lembaga pembangunan/pengembangan Kesehatan
mnta dengan instansi terkait, sesuai standar yang ditetapkan
16. Menyelenggarakan pemberian masukan kepada Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya
17. Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya
18. Menyelenggarakan dan pertanggung jawaban atas
pelaksanaan tugasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2.1.7.2 UPT Rumah Sakit Kesehatan Paru


UPT Rumah Sakit Kesehatan Paru MempunyaiFungsi :
1. Penyelenggaraan inventarisasi, pembinaan, pengendalian
pengawasan, evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan
sanksi, terhadap penyusunan, penyempurnaan dan penerapan/
pelaksanaan pedoman, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis,
tata laksana, standar, standard operating Procedure (SOP),
kebijakan regulasi, perda/ranperda, norma, kriteria ataupun
ketentuan lainnya dalam penanganan urusan UPT-nya
2. Penyelenggaraan pembinaan koordinasi pengawasan dan
evaluasi dalam penyempurnaan dan penyusunan Pedoman,
petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, tatalaksana, standar,
Standard operating Procedure (SOP), kebijakan, regulasi,
perda/ranperda, norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya
dalam penanganan urusan UPT-nya
3. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan
pengendalian penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian
tugas pokok dan fungsi jabatan struktural dan staf, standar
teknis tata hubungan kerja organisasi dan indikator kinerja
UPT-nya

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
22
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

4. Penyelenggaraan pelayanan publik yang bersifat langsung


maupun tidak langsung sesuai standar mutu pelayanan yang
ditetapkan
5. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajian
dan studi ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan
kesehatan terkait urusan UPT-nya dan pengintegrasian sistem
teknologi informasi dalam penanganan urusan UPT-nya
berbasis sistem informasi pelayanan dan kesehatan
6. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan,
evaluasi, dan fasilitasi Kabupaten/Kota dalam penanganan
urusan UPT-nya
7. Penyelenggaraan penyusunan Perencanaan jangka menengah
dan rencana tahunan, dan koordinasi penyusunan program,
anggaran, penyediaan data, informasi dan mensinkroninasikan
perencanaan UPT nya dengan perencanaan Kabupaten/kota
yang terkait dengan urusan UPT-nya terhadap perencanaan
Dinas Kesehatan Provinsi
8. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup UPT-nya
dun penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat di
seksi/subbag-nya
9. Penyelenggaraan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi
dengan Bidang terkait pada Dinas Kesehatan Provinsi
Sumatera dalam penanganan urusan UPT-nya.
10. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas
sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya serta pemberian
masukan yang perlu kepada Kepala Dinas sesuai dengan tugas
dan fungsinya
11. Penyelenggaraan pelaporan Pertanggungjawaban atas
pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai
dengan ketentuan yang ditetapkan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
23
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Kepala UPT Rumah sakit Khusus Paru mempunyai uraian


tugas:
1. Menyelenggarakan urusan pelayanan pengobatan,
perawatan dan pemulihan kesehatan paru sesuai standar
yang ditentukan, pemenuhan standar mutu fasilitas
penunjang medis dan keperawatan rumah sakit
2. Menyelenggarakan upaya-upaya peningkatan kesehatan
paru berbasis pembinaan, pencegahan, pengendalian dan
promosi kesehatan yang terkoordinasi dengan bidang
terkait pada dinas kesehatan provinsi dan terkoordinasi
dengan bidang terkait pada tingkat Kabupaten/Kota
3. Menyelenggarakan upaya pencegahan, pengendalian dan
penanggulangan penyakit terkait kesehatan paru tingkat
provinsi
4. Menyelenggarakan upaya peningkatan partisipasi
masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam
peningkatan kualitas kesehatan panu tingkat provinsi
5. Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan arahan dan
penegakan disiplin pegawai pada lingkup UPT-nya.
6. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja, bidang,
program dan sektor terkait
7. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan bidang
tugasnya;
8. Menyelenggarakan pembinaan dan fasilitasi kelompok
jabatan fungsional
9. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian
administrasi keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan
urusan rumah tangga UPT sesuai ketentuan peraturan
10. Menyelenggarakan kerasama, kemitraan dan hubungan
antara lembaga dalam pembangunan/pengembangan
kesehatan paru masyarakat dengan instansi terkait sesuai
standar yang ditetapkan
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
24
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

11. Menyelenggarakan pemberian masukan kepada Kepala


Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya
12. Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya
13. Menyelenggarakan dan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan tugasnya sesuai dengan standar yang
ditetapkan.

2.1.7.3 UPT Rumah Sakit Umum Kusta Lau Simomo


UPT Rumah Sakit UmumKusta Lau Simomo Mempunyai Fungsi:
1. Penyelenggaraan inventarisasi, pembinaan, pengendalian
pengawasan, evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan sanksi,
terhadap penyusunan, penyempurnaan dan penerapan/pelaksanaan
pedoman, petunjuk pelaksanann, petunjuk teknis, tata laksana,
standar, standard operating Procedure (SOP), kebijakan regulasi,
perda/ranperda, norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya dalam
penanganan urusan UPT-nya
2. Penyelenggaraan pembinaan koordinasi, pengawasan dan evaluasi
dalam penyempurnaan dan penyusunan Pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis, tata laksana, standar, Standard
operating Procedure (SOP), kebijakan, regulasi, perda/ranperda,
norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya dalam penanganan
urusan UPT-nya
3. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan pengendalian
penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian tugas pokok dan
fungsi jabatan struktural dan staf, standar teknis tata hubungan
kerja organisasi dan indikator kinerja UPT-nya
4. Penyelenggaraan pelayanan publik yang bersifat langsung maupun
tidak langsung sesuai standar mutu pelayanan yang ditetapkan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
25
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

5. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajinn dan


studi ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan
terkait urusan dan pengintegrasian sistem teknologi informasi
dalam penanganan urusan UPT-nya berbasis sistem informasi
pelayanan dan kesehatan
6. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan, evaruasi
dan fasilitasi Kabupaten/Kota dalam penanganan urus UPT-nya
7. Penyelenggaraan Penyusunan jangka menengah, perencanaan dan
rencana tahunan, dan koordinasi penyusunan program, anggaran,
penyediaan data, informasi dan mensinkronisasikan perencanaan
UPT-nya dengan perencanaan Kabupaten/kota yang terkait dengan
urusan UPT-nya terhadap perencanaan Dinas Kesehatan Provinsi
8. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup UPT-nya dan
penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat di
seksi/subbag-nya
9. Penyelenggaraan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi dengan
Bidang terkait pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera dalam
penanganan urusan UPT-nya
10. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai
dengan bidang tugas dan fungsinya serta pemberian masukan yang
perlu kepada Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya
11. Penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan
tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan

Kepala UPT Rumah Sakit Umum Kusta Lau Simorno mempunyai


uraian tugas:
1. Menyelenggarakan urusan pelayanan pengobatan, perawatan dan
pemulihan penyakit kusta dan kesehatan masyarakatsesuai standar
yang ditentukan, pemenuhan standarmutu fasilitas penunjang medis
dan keperawatan rumah sakit

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
26
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

2. Menyelengarakan upaya-upaya peningkatan masyarakat berbasis


pembinaan, pencegahan, pengendalian dan pramosi kesehatan
terkoordinasi dengan bidang terkait yang pada dinas kesehatan
provinsi dan terkoordinasi dengan bidang terkait pada tingkat
Kabupaten/Kota
3. Menyelenggarakan upaya pencegahan, pengendalian dan
Penanggulangan penyakit terkait kusta dan kesehatan masyarakat
tingkat provinsi
4. Menyelenggarakan upaya peningkatan partisipasi masyarakat dan
pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kualitas kesehatan
masyarakat tingkat provinsi.
5. Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan arahan dan penegakan
disiplin pegawai pada lingkup UPT-nya
6. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja, bidang, program
dan sektor terkait
7. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya
8. Menyelenggarakan pembinaan dan fasilitasi kelompok jabatan
fungsional
9. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian administrasi
keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan urusan rumah tangga
UPT sesuai ketentuan peraturan
10. Menyelenggarakan kerjasama, kemitraan dan hubungan antara
lembaga dalam pembangunan/pengembangan kesehatan masyarakat
dengan instansi terkait sesuai standar yang ditetapkan
11. Menyelenggarakan pemberian masukan kepada Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya
12. Menyelenggarakan tugas lain yang diberiknn Kepala Dinas tsesuai
dengan tugas dan fungsinya
13. Menyelenggarakan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan
tugasnya sesuai dengan standart yang ditetapkan

2.1.7.4 UPT Laboratorium Kesehatan


KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
27
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

UPT Laboratorium Kesehatan Mempunyai Fungsi:


1. Penyelenggaraan inventarisasi pembinaan pengendalian
pengawasan, evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan sanksi,
terhadap penyusunan, penyempurnaan dan penerapan/pelaksanaan
pedoman, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis tata laksana,
standar, standard operating Procedure (SOP), kebijakan regulasi,
perda/ranperda, norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya dalam
penanganan urusan UPT-nya
2. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan dan evaluasi
dalam penyempurnaan dan penyusunan Pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis, tata laksana, standar, Standard
Operating Procedure (SOP), kebijakan, regulasi, perda/ranperda,
norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya dalam penanganan
urusan UPT
3. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan tugas
penerapan pelaksanaan dokumen teknis rincian teknis pokok dan
fungui jabatan struktural dan staff, standar teknis tata hubungan
kerja organisasi dan indikator kinerja UPT-nya
4. Penyelenggaraan dan pelatihan kesehatan yang pendidikan bersifat
langsung maupun tidak langsung sesuai standar mutu pelayanan
yang ditetapkan, terkait urusan UPT-nya
5. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-kajian dan
studi ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan kesehatan
terkait urusan UPT nya dan pengintegrasian sistem teknologi
informasi dalam penanganan urusan UPT nya berbasis sistem
informasi pelayanan dan kesehatan
6. Penyelenggaraan pembinnan, koordinasi, pengawasan, evaluasi,
dan fasilitasi Kabupaten/Kota dalam penangnnan urusan UPT-nya
7. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah dan
rencana tahunan, dan koordinasi penyusunan program, anggaran,
penyediaan data, informasi dan mensinkronisasikan perencanaan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
28
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

UPT-nya dengan perencanaan Kabupaten/kota yang terkait dengan


urusan UPT-nya terhadap perencanaan Dinas Kesehatan Provinsi
8. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup UPT-nya dan
penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat di
seksi/subbag-nya
9. Penyelenggaraan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi dengan
Bidang terkait pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera dalam
penanganan urusan UPT-nya.
10. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan kepala Dinas sesuai
dengen bidang tugas dan fungsinya serta pemberian masukan yang
perlu kepada Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya
11. Penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan
tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan.

Kepala UPT Laboratorium kesehatan mempunyai uraian tugas:


1. Menyelenggarakan urusan pelayanan pemeriksaaan laboratorium
kesehatan tingkat Provinsi, serta mendukung bidang terkait pada
Kabupaten/Kota terhadap penyelenggaraan pelayanan,
pemeriksaan dan penelitian laboratorium kesehatan yang
memenuhi standar yang ditetapkan.
2. Menyelenggarakan upaya-upaya peningkatan kesehatan
masyarakat berbasis pembinaan, pencegahan, pengendalian, dan
promosi kesehatan yang terkait dengan bidang urusan UPT-nya,
terkoordinasi dengan bidang terkait pada dinas kesehatan provinsi
dan terkoordinasi dengan bidang terkait pada tingkat
Kabupaten/Kota.
3. Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, arahan dan penegakan
disiplin pegawai pada lingkup UPT-nya.
4. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja bidang program
dan sektor terkait.
5. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
29
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

6. Menyelenggarakan pembinaan dan fasilitasi kelompok jabatan


fungsional.
7. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian administrasi
keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan urusan rumah tangga
UPT sesuai ketentuan peraturan.
8. Menyelenggarakan kerjasama, kemitraan dan hubungan antara
lembaga/institusi dalam pembangunan/pengembangan pendidikan,
pelatihan, kajian dan penelitian kesehatan dengan instansi terkait
sesuai standar yang ditetapkan.
9. Menyelenggarakan pemberian masukan kepada Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
10. Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
11. Menyelenggarakan dan pertanggungjawabanatas pelaksaan
tugasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

2.1.7.5 UPT Pelatihan Kesehatan


UPT Pelatihan Kesehatan Mempunyai Fungsi :
1. Penyelenggaraan inventarisasi, pembinaan pengendalian
pengawasan, evaluasi, koordinasi, advokasi, dan penegakan
sanksi terhadap penyusunan, penyempurnaan dan
penerapan/pelaksanaan pedoman petunjuk pelaksanaan
petunjuk teknis, tata laksana standar, Standard operating
Procedure (SOP), kebijakan, regulasi, perda/ranperda, norma,
kriteria ataupun ketentuan lainnya dalam penanganan urusan
UPT-nya.
2. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan dan
evaluasi dalam penyempurnaan dan penyusunan Pedoman
petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, tata laksana, standar
standard operating Procedure (SOP), kebijakan, regulasi
perda/ranperda, norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya
dalam penanganan urusan UPT-nya.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
30
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

3. Penyelenggaraan penyusunan penyempurnaan dan


pengendalian penerapan/pelaksanaan dokumen teknis rincian
tugas pokok dan fungsi jabatan struktural dan staf, standar
teknis tata hubungan kerja organisesi dan indikator kinerja.
UPT-nya.
4. Penyelenggaraan teknis pelatihan kesehatan yang bersifat
langsung maupun tidak langsung, yang melibatkan tenaga
kesehatan pemerintah, swasta dan unsur masyarakat lainnya
sesuai standar mutu pelayanan yang ditetapkan.
5. Penyelenggaraan analisis,pemetaan, penelitian, kajian-kajian
dan studi ilmiah manajemen pembangunan dan kebijakan
kesehatan terkait urusan UPT-nya dan pengintegrasian sistem
teknologi informasi dalam penanganan urusan UPT-nya
berbasis sistem informasi pelayanan dan kesehatan.
6. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka menengah
dan rencana tahunan, dan koordinasi penyusunan program,
anggaran, penyediaan data, informasi dan
mensinkronisasikan perencanaan UPT-nya dengan
perencanaan Dinas Kesehatan Provinsi.
7. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup UPT-nya
dan penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada pejabat di
seksi/subbag nya.
8. Penyelenggaraan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi
dengan Bidang terkait pada Dinas Kesehatan Provinsi
Sumatera dalam penanganan urusan UPT-nya.
9. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas
sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya serta pemberian
masukan yang perlu kepada Kepala Dinas sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
10. Penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai
dengan ketentuan yang ditetapkan.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
31
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Kepala UPT Pelatihan Kesehatan mempunyai uraian tugas:


1. Menyelenggarakan urusan teknis, pelatihan, kajian dan
penelitian kesehatan tingkat Provinsi, serta mendukung
bidang terkait pada Kabupaten/Kota terhadap
penyelenggaraan teknis pendidikan, pelatihan kajian dan
penelitian kesehatan yang memenuhi standar yang ditetapkan.
2. Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, arahan dan
penegakkan disiplin pegawai pada lingkup UPT-nya.
3. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja, bidang,
program dan sektor terkait.
4. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan bidang tugasnya.
5. Menyelenggarakan pembinaan dan fasilitasi kelompok
jabatan fungsional.
6. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian administrasi
keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan urusan rumah
tangga UPT sesuai ketentuan peraturan.
7. Menyelenggarakan kerjasama, kemitraan dan hubungan
antaralembaga/institusi dalam pembangunan/ pengembangan
pendidikan, pelatihan, kajian dan penelitian kesehatan dengan
instansi terkait sesuai standar yang ditetapkan.
8. Menyelenggarakan pemberian masukan kepada Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
9. Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
10. Menyelenggarakan dan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan tugasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan.
2.1.7.6 UPT Pelayanan Ambulans
UPT Pelayanan AmbulansMempunyai Fungsi :
1. Penyelenggaraan inventarisasi, pembinaan, pengendalian
pengawasan, evaluasi, koordinasi, advokasi, dan
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
32
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

penegakkan sanksi, terhadap penyusunan, penyempurnaan


dan penerapan pelaksanaan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis, tatalaksana, standar,
standard operating prosedur (SOP), kebijakan, regulasi,
perda/ranperda, norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya
dalam penanganan urusan UPT-nya
2. Penyelenggarann pembinaan, koordinasi, pengawasan dan
evaluasi dalam penyempurnaan dan penyusunan Pedoman,
petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, tata laksana,
standar, Standard operating Procedure (SOP), kebijakan,
regulasi, perda/ranperda, norma, kriteria ataupun
ketentuan lainnya dalam penanganan urusan UPT-nya.
3. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan
pengendalian penerapan/pelaksanaan dokumen teknis
rincian tugas pokok dan fungsi jabatan struktural dan staf,
standar teknis tata hubungan kerja organisasi dan indikator
kinerja UPT-nya.
4. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kesehatan yang
bersifat langsung maupun tidak langsung sesuai standar
mutu pelayanan yang ditetapkan.
5. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-
kajian dan studi ilmiah manajemen pembangunan dan
kebijakan kesehatan terkait urusan UPT-nya dan
pengintegrasian sistem teknologi informasi dalam
penanganan urusan UPT-nya berbasis sistem informasi
pelayanan dan kesehatan
6. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan,
evaluasi, dan fasilitasi Kabupaten/Kota dalam penanganan
urusan UPT-nya.
7. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka
menengah dan rencana tahunan, dan koordinasi
penyusunan program, anggaran, penyediaan data,
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
33
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

informasi dan mensikronisasikan perencanaan UPT-nya


dengan perencanaan kebupaten/kota yang terkait dengan
urusan UPT-nyaterhadap perencanaan Dinas Kesehatan
Provinsi.
8. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup UPT-
nya dan penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada
pejabat di seksi/subbag nya.
9. Penyelenggaraan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi
dengan Bidang terkait pada Dinas Kesehatan Provinsi
Sumatera dalam penanganan urusan UPT-nya.
10. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas
sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya serta pemberian
masukan yang perlu kepada Kepala Dinas sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
11. Penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Kepala UPT Pelayanan Ambulans mempunyai uraian
tugas:
1. Penyelenggarakan urusan Pelayanan Ambulans, dan
pengaduan masyarakat bidang kesehatan tingkat Provinsi,
serta mendukung bidang terkait pada tingkat
Kabupaten/Kota.
2. Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, arahan dan
penegakan disiplin pegawai pada lingkup UPT-nya.
3. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja, bidang
program dan sektor terkait.
4. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan bidang
tugasnya.
5. Menyelenggarakan pembinaan dan fasilitasi kelompok
jabatan fungsional.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
34
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

6. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian


administrasi keuangan kepegawaian, perlengkapan dan
urusan rumah tangga UPT sesuai ketentuan peraturan.
7. Menyelenggarakan kerjasama, kemitraan dan hubungan
antara lembaga/institusi dalam
pembangunan/pengembangan kesehatan dengan
pendidikan, pelatihan kajian dan penelitian instansi terkait
sesuai standar yang ditetapkan.
8. Menyelenggarakan pemberian masukan kepada kepala
dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
9. Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan kepala dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
10. Menyelenggarakan dan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan tugasnya sesuai dengan standar yang
ditetapkan.
2.1.7.7 UPT Rumah Sakit Indrapura
UPT Rumah Sakit Indrapura Mempunyai Fungsi :
1. Penyelenggaraan inventarisasi pembinaan, pengendalian,
pengawasan, evaluasi, koordinasi, advokasi, dan
penegakan sanksi terhadap penyusunan,penyempurnaan
penerapan pelaksanaan pedoman, petunjuk pelaksanaan,
petunjuk teknis, tatalaksana, standar, Standard operating
Procedure (SOP), kebijakan, regulasi, perda/ranperda,
norma, kriteria ataupun ketentuan lainnya dalam
penanganan urusan UPT-nya
2. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan
evaluasi dalam penyempurnaan dan penyusunan pedoman,
petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, tata laksana,
standar, Standard Operating Procedure (SOP), kebijakan,
regulasi, perda/ranperda, norma, kriteria ataupun
ketentuan lainnya dalam penanganan urusan UPT-nya

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
35
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

3. Penyelenggaraan penyusunan, penyempurnaan dan


pengendalian penerapan/pelaksanaan dokumen teknis
rincian tugas pokok dan fungsi jabatan struktural dan staff,
standar teknis tata hubungan kerja organisasi dan indikator
kinerja UPT-nya
4. Penyelenggaraan pelayanan, publik yang bersifat langsung
maupun tidak langsung sesuai standar mutu pelayanan
yang ditetapkan
5. Penyelenggaraan analisis, pemetaan, penelitian, kajian-
kajian dan studi ilmiah manajemen pembangunan dan
kebijakan kesehatan terkait urusan UPT-nya dan
pengintegrasian sistem teknologi informasi dalam
penanganan urusan UPT-nya berbasis sistem informasi
pelayanan dan kesehatan.
6. Penyelenggaraan pembinaan, koordinasi, pengawasan,
evaluasi, dan fasilitasi Kabupaten/Kota dalam penanganan
urusan UPT-nya.
7. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan jangka
menengah dan rencana tahunan, dan koordinasi
penyusunan program penyediaan data, informasi dan
mensinkronisasikan perencanaan UPT-nya
denganperencanaan Kabupaten/kota yang terkait dengan
urusan UPT-nya terhadap perencanaan Dinas Kesehatan
Provinsi.
8. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup UPT-
nya dan penyelenggaran arahan dan bimbingan kepada
pejabat di seksi/subbag nya.
9. Penyelenggaraan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi
dengan Bidang terkait pada Dinas Kesehatan Provinsi
Sumatera dalam penanganan urusan UPT-nya.
10. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas
sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya serta pemberian
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
36
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

masukan yang perlu kepada Kepala Dinas sesuai dengan


tugas dan fungsinya.
11. Penyelenggaraan pelaporan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Kepala Dinas
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Uraian tugas Kepala UPT Rumah Sakit Indra Pura
adalah:
1. Menyelenggarakan urusan pelayanan pengobatan,
perawatan dan pemulihan kesehatan masyarakat sesuai
standar yang ditentukan, pemenuhan standar mutu fasilitas
penunjang medis dan keperawatan rumah sakit.
2. Menyelenggarakan pembinaan bimbingan, arahan dan
penegakan disiplin pegawai pada lingkup UPT-nya.
3. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja, bidang,
program dan sektor terkait.
4. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan bidang
tugasnya.
5. Menyelenggarakan pembinaan dan fasilitasi kelompok
jabatan fungsional.
6. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian
administrasi keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan
urusan rumah tangga UPT sesuai ketentuan peraturan.
7. Menyelenggarakan kerjasama, kemitraan dan hubungan
antara lembaga dalam pembangunan/pengembangan
kesehatan masyarakat dengan instansi terkait sesuai
standar yang ditetapkan.
8. Menyelenggarakan pemberian masukan kepada Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
9. Menyelenggarakan tugas lain yang diberikan Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
37
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

10. Menyelenggarakan dan pertanggungjawaban atas


pelaksanaan tugasnya sesuai dengan standar yang
ditetapkan.

2.1.8 Kelompok Jabatan Fungsional


1. Pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dapat dibentuk Kelompok
Jabatan Fungsional yang mempunyai tugas membantu dan melaksanakan
sebagian tugas dan fungsi Dinas sesuai dengan keahlian masing-masing.
2. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang
diatur dan ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
3. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditentukan
berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

2.1.9 Tata Kerja


1. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Dinas, sekretaris, Kepala Bidang,
Kepala UPT, Kepala Seksi dan Kepala Sub Bagian wajib menerapkan
prinsip koordinasi, integrasi, simplikasi, dan sinkronisasi baik intern
maupun antar satuan Kerja/Unit organisasi lainnya sesuai tugas dan
mekanisme yang ditetapkan
2. Kepala Dinas wajib melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap
bawahannya masing-masing
3. Dalam hal Kepala Dinas berhalangan dalam melaksanakan tugas karena
sesuatu hal, Sekretaris melaksanakan tugas-tugas Kepala Dinas, sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
4. Apabila sekretaris Dinas berhalangan melaksanakan tugasnya karena
sesuatu hal, maka Kepala Dinas menghunjuk pejabat yang telah memenuhi
persyaratan untuk melaksanakan tugas Sekretaris
5. Apabila Kepala Bidang berhalangan dalam melaksanakan tugasnya karena
sesuatu hal, Kepala Dinas menghunjuk pejabat yang telah memenuhi
persyaratan untuk melaksanakan tugas Kepala Bidang

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
38
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

6. Apabila Kepala UPT berhalangan dalam melaksanakan tugasnya karena


sesuatu hal, Kepala Sub Bagian Tata Usaha melaksanakan tugas-tugas Unit
Pelaksana Teknis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
7. Apabila Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan/atau Kepala Seksi berhalangan
dalam melaksanakan tugas karena sesuatu hal, Kepala Unit Pelaksana
Teknis menghunjuk pejabat yang telahmemenuhi persyaratan untuk
melaksanakan tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan/atau Kepala Seksi
8. Atas dasar pertimbangan dayaguna dan hasil guna, dalam hal berhalangan
melaksanakan tugasnya, masing-masing pejabat dapat menghunjuk dan
mendelegasikan tugasnya kepada pejabat setingkat di bawahnya yang dapat
bertanggungiawab. sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
39
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

BAB III
MATERI BIMBINGAN

KEBIJAKAN DAN SITUASI TERKINI MASALAH


KESEHATAN JIWA DAN NAPZA
Pembimbing : Sahat Simanjuntak, S.Kp
Hari / Tanggal : Senin / 19 November 2018
Pukul : 09.00 – 11.00 WIB

Masalah Kesehatan Jiwa


Di media massa, banyak dilihat kasus ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa),
dimana ODGJ penyebarannya banyak ditelantarkan. Di Indonesia, sudah
mendapat kecaman dari dunia internasional pada tahun 2016 dalam hal
penanganan kasus ODGJ dinilai kurang manusiawi karena kebanyakan
penanganan ODGJ di Indonesia ditangani dengan cara pemasungan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah meneliti bahwa dari
berbagai profesi yang paling banyak mengalami masalah kejiwaan adalah supir
angkutan umum dikarenakan dalam masalah kamecetan dan ingin kejar setoran
dan guru dikarenakan menghadapi masalah menghadapi anak murid-muridnya
yang nakal di sekolah.

Definisi Kesehatan
Menurut Undang – Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, Kesehatan
adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Hal ini merupakan unsur kesehatan paripurna.

Tujuan Pembangunan Kesehatan


Menurut Undang-Undang Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 :
1. Terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
2. Upaya kesehatan jiwa dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitatif.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
40
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

3. Upaya kesehatan jiwa harus diselenggarakan secara terintegrasi, komprehensif,


dan berkesinambungan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan / atau
Masyarakat.
4. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya dalam upaya
kesehatan jiwa.
5. Meningkatkan mutu upaya layanan kesehatan jiwa sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
6. Memberikan kesempatan bagi ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan) dan
ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) melaksanakan kewajibanya sebagai
warga negara RI.

Sektor-sektor masalah kesehatan jiwa harus saling sambung menyambung,


pasien yang sudah diobati di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), yang sudah dalam keadaan
stabil, harus diajarkan menjadi produktif dan ini memerlukan kerjasama dengan
Dinas Sosial, dari RSJ/ Dokter memberikan rekomendasi kepada panti-panti
rehabilitasi sosial. Untuk menangani kasus ODGJ yang ada di tepi jalan, Dinas
Sosial harus bekerja sama dengan Satpol PP termasuk Pemerintah Daerah dan
juga bekerja sama dengan kepolisian untuk mengecek ODGJ tersebut memiliki
keluarga atau tidak. Setelah ODGJ terjaring, ODGJ tersebut harus diobati dan
dibawa ke Rumah Sakit dan di Rumah Sakit penanganan ODGJ sudah menjadi
tugas dari petugas kesehatan.
Pada tahun 2019 dan 2020, Indonesia memprediksikan dalam penanganan
ODGJ direncanakan program bebas pemasungan.Kasus pemasungan yang
diketahui dan dilaporkan oleh pihak Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara
kasus pemasungan ada berjumlah 429 orang.

Beban Global Penyakit Menurut WHO (Global Burden Of Disease)


NO 1990 2020 2030
1 Infeksi pernafasan Penyakit jantung iskemik HIV/ AIDS

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
41
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

bawah
2 Diare Depresi Mayor Depresi Mayor
Unipolar Unipolar
3 Keadaan yang timbul Kecelakaan lalu lintas Penyakit jantung
pada periode perinatal iskemik
4 Depresi Mayor Penyakit serebrovaskular
Unipolar
5 Penyakit jantung PPOK
iskemik
2. Penyakit
serebrovaskular

Masalah Kesehatan Jiwa Global


1. Bunuh diri merupakan penyebab kematian nomor 2 terbanyak di dunia pada
usia 15-29 tahun. (WHO, Preventing Suicide A Global Imperative, 2014).
2. 350 juta orang di dunia diestimasikan mengalami depresi, dan depresi
merupakan penyebab disabilitas utama di dunia. (WHO, Depression , A Global
Crisis, 2012).
3. Estimasi dari penelitian epidemiologi berbasis komunitas di seluruh dunia
(tentang gangguan jiwa) :
 Lifetime prevalence rates of mental disorder 12,2 – 48,6 %.
 12 Month prevalence rates of mental disorders 8,4 -29, %.
(WHO, Mental Health Gap Action Programme, 2008).

Prevalensi Gangguan Jiwa Di Indonesia


Menurut Riskesdas 2013, kasus gangguan jiwa terbanyak di Indonesia ada di
provinsi Aceh, Yogyakarta dan Lampung (2,7 %). Di provinsi Sumatera Utara
terdapat kasus gangguan jiwa dengan prevalensi (0,9 %).
Kasus Pemasungan di Indonesia
Kasus pemasungan yang paling banyak terdapat di:
1. Papua (50 %)
2. Jambi (41,8 %)
3. Maluku (28,6 %)

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
42
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

4. Kalimantan Selatan (28,5 %)


5. Kalimantan Tengah (27,0 %)
Di provinsi Sumatera Utara didapati kasus pasung berjumlah 17,2 %.
Pada tahun 2017 total kasus pemasungan berjumlah 13.528.dan kasus pasung
yang didapatkan pelayanan berjumlah 2839 orang.

Status Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja


 30 % aborsi illegal dan 2,1-2,4 juta remaja perempuan.
 36,9 % AIDS pada usia produktif 20-29 tahun.
 Cedera (Riskesdas 2013) :
o Usia 5-11 tahun 9,7 %
o Usia 15-24 tahun 11,7 %
 Merasa kesepian (Survey Kes. Sekolah, Depok, 2006) :
o Perempuan 11,4 %
o Laki-laki 19,6 %
 Karies usia 12 tahun 29,8 % dan usia > 12 tahun 43,9 % (Riskesdas 2007)
 ASFR 15-19 tahun : 48/1000
 Seks pra nikah : 15-19 tahun dengan laki-laki : 4,5 % dan perempuan 0,7 %
(SDKI 2012).
 Umur pertama pacaran :
o Umur 12-14 : ± 26 %
o Umur 13-17 : ± 46 %
 Pengetahuan kesehatab reproduksi rendah
 Merokok / terpapar asap rokok
 PHBS rendah (cuci tangan pakai sabun dengan benar) (Riskesdas 2010)
o Umur 10-14 tahun : 17,2 %
o Umur 15-19 tahun : 23,6 %
 Kurang aktifitas fisik (Riskesdas 2013) :
o Usia 10-14 tahun : 49,6 %
o Usia 15-19 tahun : 35,4 %

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
43
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi
Sumatera Utara, di daerah Binjai – Langkat ada didapati 51 % remaja pernah
melakukan hubungan seks di luar nikah.

Fakta Kekerasan Di Lingkungan Pendidikan


 84 % siswa mengaku pernah mengalami kekerasan di sekolah.
 45 % siswa laki-laki menyebutkan bahwa Guru atau Petugas Sekolah
merupakan pelaku kekerasan.
 40 % siswa usia 13-15 tahun melaporkan pernah mengalami kekerasan fisik
oleh teman sebaya nya.
 75 % siswa mengakui pernah melakukan kekerasan di sekolah.
 22 % siswa perempuan menyebutkan bahwa Guru atau Petugas Sekolah
merupakan pelaku kekerasan.
 50 % anak melaporkan mengalami penundangan (bullying) di sekolah.
(Sumber : Kemendikbud)

Penyakit Penyerta Di Kalangan Pecandu


 23 % HIV / AIDS
 11 % Tuberkulosis
 18 % Penyakit Paru Lain
 15 % Hepatitis C
 9 % Depresi dan Gangguan Jiwa Lainnya
(Sumber : Survei BNN, 2014)

Dari hasil survey mengatakan bahwa 4 juta orang pengguna NAPZA /


Narkoba, 1,6 juta orang mencoba atau rutin mengkonsumsi narkoba dan 943 ribu
orang merupakan pecandu narkoba. Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki yang
menggunakan NAPZA ada 74,5 % dan pada perempuan ada 25,5 %. Usia

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
44
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

pengguna NAPZA yaitu 10-59 tahun. Dari segi pekerjaan, yang banyak
mengonsumsi NAPZA adalah pekerja swasta, instansi pemerintah dan wiraswasta.

Jenis-Jenis NAPZA
1. Putau
Gejala sakau (kecanduan) putau :
a. Gejala emosional
 Kecemasan
 Gelisah
 Mudah marah
 Insomnia
 Sakit kepala
 Sulit konsentrasi
 Depresi
 Pengasingan diri
b. Gejala fisik
 Berkeringat
 Jantung berdebar
 Detak jantung keras
 Otot menegang
 Dada terasa sesak
 Sulit bernapas
 Tremor
 Mual, muntah, dan diare

2. Sabu-Sabu
Gejala kecanduan sabu-sabu akan timbul setelah memakai sabu-sabu selama
lebih 5 tahun.
3. Tembakau Gorilla
Komposisi tembakau gorilla :
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
45
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

 Tembakau
 Ekstrak cengkeh
 Ekstrak dagga liar / ekor singa
Leonotis leonorus :
 Memiliki kandungan sedative (penenang tinggi)
 Digunakan sebagai substitusi ganja dibeberapa negara
 Sering disebut gors / gori di kalangan pelanggan
AB-Chminaca :
 Zat yang ditemukan sama dengan zat didalam ganja sintesis.
Efek pengonsumsian :
 Badan terasa mengambang (ngefly)
 Berhalusinasi
 Perasaan tenang
 Pergerakan badan terbatas
Pelayanan kesehatan jiwa dimulai dari :
1. Pelayanan PUS dan WUS → konseling pra nikah
2. Pemeriksaan kehamilan :
 Deteksi dini kesehatan jiwa ibu hamil
 Stimulasi janin dalam kandungan
3. Persalinan nifas dan neonatal dengan deteksi dini kesehatan jiwa ibu
melahirkan, ibu masa nifas, ibu menyusui.
4. Pelayanan bagi bayi :
 Pola asuh dan tumbuh kembang anak
 Deteksi dini pada gangguan perkembangan anak

5. Pelayanan bagi balita :


 Pemantauan perkembangan
 Deteksi dini kesehatan jiwa anak
6. Pelayanan bagi anak SD : dengan deteksi dini kesehatan jiwa anak sekolah.
7. Pelayanan bagi anak SMP/SMA dan remaja :

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
46
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

 Kesehatan jiwa remaja


 Konseling : adiksi HIV/AIDS
 Life skill (keterampilan didik) remaja
 Mindfulness
8. Lansia dengan deteksi dini kesehatan jiwa lansia (demensia / depresi, dan
lain-lain).

Situasi Kesehatan Jiwa Saat Ini


a. Kesehatan jiwa masih belum menjadi agenda prioritas :
 Investasi pemerintah di bidang kesehatan jiwa masih rendah, termasuk
SDM kesehatan jiwa.
 Pembiayaan kesehatan jiwa < 2 % dari anggaran kesehatan.
b. Sumber daya kesehatan jiwa masih terkonsentrasi di RSJ di kota-kota besar
 Mempengaruhi akses dan kontinuitas layanan kesehatan jiwa.
c. Layanan kesehatan jiwa belum secara merata terintegrasi di layanan primer :
 Masih kurangnya dokter dan perawat terlatih jiwa.
 Ketersediaan obat baik jenis dan jumlah masih kurang.
d. Kesadaran masyarakat akan kesehatan jiwa dan pemberdayaan masyarakay
belum adekuat.
e. Otonomi daerah – pemerintah daerah memegang peranan penting dalam
meningkatkan status kesehatan jiwa di wilayahnya.
Tiga strategi dalam menurunkan treatment gap bagi gangguan jiwa berdasarkan
survey yang dilakukan pada WPA di 60 negara (2010) :
1. Meningkatkan jumlah psikiater dan professional kesehatan jiwa lainnya.
2. Meningkatkan keterlibatan penyedia layanan kesehatan jiwa non –
spesialis yang terlatih dengan baik.
3. Keterlibatan aktif orang yang terkena dampak gangguan jiwa secara
langsung (ODMK dan keluarga).
Strategi dalam menurunkan Treatment Gapgangguan jiwa, menurunkan beban
akibat penyakit dan menurunkan prevalensi masalah kesehatan jiwa :

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
47
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

1. Diperlukan investasi dalam penguatan kapasitas kesehatan jiwa masyarakat,


terutama dalam SDM kesehatan jiwa.
2. Integrasi layanan dan program kesehatan jiwa di layanan primer
3. Diperlukan peraturan dan kebijakan yang mendukung integrasi upaya
kesehatan jiwa di layanan primer.
4. Koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan masalah kesehatan jiwa.

Sumber: Sahat Simanjuntak, S.Kp


Hari/Tanggal:Senin/19 November 2018

Berfoto bersama dengan Bapak Sahat Simanjuntak, S.Kp


Setelah bimbingan dengan topik
“KEBIJAKAN DAN SITUASI TERKINI MASALAH KESEHATAN JIWA
DAN NAPZA”
Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan
Formularium Nasional
Pembimbing: Ariaty R. Purba, S.Si, Apt
Hari/Tanggal: Senin/19November 2018
Pukul: 14.00- 15.00 WIB

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
48
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara

Formularium Nasional

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, mengeluarkan Keputusan Menteri


Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/659/2017 tentang Formularium
Nasional pada tanggal 28 Desember 2017.
Pembuatan Kepmenkes ini didasari oleh beberapa hal yakni :

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
49
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

1. Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan perlu menjamin


aksesibilitas obat yang aman, berkhasiat, bermutu, dan terjangkau dalam
jenis dan jumlah yang cukup;
2. Dalam rangka pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu
disusun daftar obat dalam bentuk Formularium Nasional;
3. Formularium Nasional sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/523/2015 tentang
Formularium Nasional sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir
dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.02.02/MENKES/636/2016, perlu disesuaikan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta perkembangan hukum
sesuai kajian pola penyakit yang terjadi di masyarakat

Formularium Nasional sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kesatu merupakan


daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan harus tersedia di fasilitas pelayanan
kesehatan dalam rangka pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Dalam hal obat yang dibutuhkan tidak tercantum dalam Formularium Nasional,
dapat digunakan obat lain secara terbatas berdasarkan persetujuan Direktur
Rumah Sakit setempat.

Penambahan dan/atau pengurangan daftar obat yang tercantum dalam


Formularium Nasional ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah mendapat
rekomendasi dari Komite Nasional Penyusunan Formularium Nasional.

Pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan Keputusan Menteri ini dilaksanakan


oleh Kementerian Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan,
Dinas Kesehatan Provinsi, dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai dengan
tugas dan fungsi masing-masing.

Sumber: Ariaty R. Purba, S.Si, Apt


Hari/Tanggal:Senin/19 November 2018

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
50
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Berfoto bersama dengan Ibu Ariaty R. Purba, S.Si, Apt


Setelah bimbingan dengan topik
“Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan
FORMULARIUM NASIONAL”

KESEHATAN IBU DAN ANAK


Pembimbing: dr. Aswan B. Nasution, M. Kes
Hari/Tanggal: Rabu/ 21November 2018
Pukul: 09.15 -10.30 WIB

1. DEFINISI UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
51
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Upaya Kesehatan ibu dan anak merupakan suatu upaya dibidang kesehatan
yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil,ibu bersalin,ibu
menyusui,bayi dan anak balita serta anak prasekolah.

2. TUJUAN
Tujuan KIA:
A. Meningkatkan kemampuan ibu dalam mengatasi kesehatan diri dan
keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam pembinaan
kesehatan keluarga dan posyandu.
B. Meningkatnya upaya pembinaan balita dan anak prasekolah secara mandiri di
lingkungan keluarga.
C. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan bayi, balita, dan ibu hamil
D. Meningkatnya pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas,ibu
menyusui, bayi dan balita.
E. Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat untuk mengatasi
kesehatan ibu, anak prasekolah, terutama melalui peningkatan peran ibu dalam
keluarganya.

3. KEGIATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK:


a) Pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan menyusui serta bayi,anak balita,anak
prasekolah
b) Deteksi dini faktor resiko ibu hamil
c) Pemantauan tumbuh kembang balita
d) Pemberian imunisasi DPT,TT,BCG,Polio,Campak
e) Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan KIA
f) Kunjungan Rumah
g) Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan dukun bayi serta
kader kesehatan.

Antenatal Care (ANC)

Definisi

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
52
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksan kehamilan untuk


mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil sehingga mampu
menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya
kesehatan reproduksi secara wajar.

Manfaat

1. Memantau pertumbuhan janin dengan menimbang berat badan ibu


sebelum dan setelah hamil
2. Mengetahui penyulit apa saja yang bisa timbul, misalnya dengan
pengukuran tekanan darah ibu

Gold Standard ANC ( Antenatal Care )

Pada dasarnya ANC sebaiknya dilakukan > 10 kali selama kehamilan, yaitu :

- Trimester I : 1 kali dalam 4 minggu


- Trimester II : 1 kali dalam 2 minggu
- Trimester III : 1 kali dalam 1 minggu

Akan tetapi di Indonesia hanya mewajibkan minimal 4 kali selama kehamilan,


yaitu :

- Trimester I : K1
- Trimester II : K2
- Trimester III : K3 dan K4

Program Kesehatan pada Ibu Hamil

1. Pelayanan atau Asuhan Standar ANC ( 10 T )

1. Timbang Berat Badan


2. Ukur Tekanan Darah
3. Ukur Tinggi Fundus Uteri (TFU)
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
53
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

4. Tentukan Presentase janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ)


5. Skrining status imunisasi Tetanus Toksoid (TT)
6. Pemberian tablet zat besi
7. Tes laboratorium ( Hb, Golongan Darah, Hepatitis B, HIV)
8. Tes tata laksana kasus
9. Tentukan status gizi ( ukur Lingkar Lengan Atas )
10. Temu wicara

2. Stiker P4K ( Program Perencanan Persalinan dan Komplikasi )

Tujuan Pemasangan stiker P4K yaitu, sebagai perencanaan persalinan ibu hamil
dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menolong ibu hamil.

Tehnik pengisian stiker P4K :

1. Seorang ibu harus tahu siapa yang menolong persalinannya


2. Dimana ibu akan bersalin
3. Transportasi yang akan digunakan
4. Mencari calon pendonor darah sejak awal kehamilan
5. Stiker di tempel di dinding rumah

Pada stiker terdapat 3 kolom berwarna yaitu:

1. Merah
2. Kuning
3. Hijau

Faktor-faktor yang meningkatkan resiko kematian ibu hamil (4T) :

1. Terlalu muda (< 20 tahun)


2. Terlalu tua (>35 tahun)
3. Terlalu banyak anak (>3 anak)
4. Terlalu dekat jarak kelahiran (<2 tahun)

3. Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
54
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Manfaat buku KIA yaitu, sebagai media penyuluhan dan pencatatan mulai dari
awal kehamilan hingga anak berusia lima tahun.

Kegiatan untuk ibu yang bersalin

Standard menolong persalinan yaitu APN ( Asuhan Persalinan Normal ). Terdapat


60 langkah Asuhan Persalinan Normal, ibu yang mau bersalin harus lewat 18
penapisan.Ibu dengan previous SC tidak boleh bersalin di Puskesmas.Petugas
kesehatan di Rumah Sakit wajib mengisi Partograf. Di Puskesmas terdapat
PONED ( Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar ) dan di Rumah Sakit
terdapat PONEK ( Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif ) .

Kunjungan Nifas

Kunjungan Nifas merupakan kunjungan petugas Puskesmas terhadap ibu selam


masa nifas sebanyak 3 kali.Adapun yang diamati dari kunjungan Nifas yaitu
penyuluhan ASI eksklusif, memantau lochia, pelayanan KB pasca persalinan.

Kunjungan Neonatal

Kunjungan Neonatal merupakan kunjungan petugas Puskesmas ke rumah ibu


yang sudah bersalin sebanyak 3 kali bersamaan dengan pelayanan ibu masa Nifas.
Ada 7 standard kunjungan Neonatal yang disebut dengan MTBM ( Management
Terpadu Bayi Muda).

Kunjungan Bayi( 1 – 11 bulan )

Kunjungan ini dilakukan di Posyandu dengan tujuan :

1. Pemantauan Pertumbuhan minimal 8 kali dalam 1 tahun


2. Pemantauan Perkembangan 4 kali dalam 1 tahun
3. Pemberian kapsul vitamin A kepada bayi

Kunjungan Balita

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
55
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Kunjungan ini dilakukan di Posyandu dengan tujuan :

1. Pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali dalam 1 tahun


2. Pemantauan Perkembangan 2 kali dalam 1 tahun

Kunjungan Anak Sekolah

Kunjungan ini dilakukan dengan :

1. UKS ( Usaha Kesehatan Sekolah )


2. Penjaringan Kesehatan

Kunjungan Remaja

Kunjungan ini dapat dilakukan pada Puskesmas PKPR (Pelayanan Kesehatan


Peduli Remaja).Pada Puskesmas ini dilakukan penyuluhan-penyuluhan ke sekolah
dan terdapat tenaga konselor untuk konseling remaja yang bermasalah.

Sumber : dr.Aswan B Nasution,M.Kes


Hari/tanggal : Rabu/ 21 November2018

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
56
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Berfoto bersama dengan Bapak dr.Aswan B. Nasution, M.Kes


Setelah bimbingan dengan topik :
“KESEHATAN IBU DAN ANAK”

PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN LANJUT USIA


Pembimbing: Darwin Nasution, SKM, MPH
Hari/Tanggal: Rabu/ 21 November 2018

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
57
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Pukul: 11.00 – 12.15 WIB

Pengertian Lansia
Menurut Undang – Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1998, berisi
tentang kesejahteraan lanjut usia, yang dimaksud dengan lanjut usia adalah
seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Keberhasilan pembangunan
diberbagai bidang terutama bidang kesehatan menyebabkan terjadinya
peningkatan Usia Harapan Hidup penduduk di dunia termasuk di Indonesia.
Namun dibalik keberhasilan peningkatan UHH terselip tantangan yang harus
dikuasai, yaitu kedepannya Indonesia akan menghadapi beban tiga (Triple burden)
yaitu disamping meningkatnya angka kelahiran dan beban penyakit (menular dan
tidak menular, juga akan terjadi peningkatan Angka Beban Tanggungan penduduk
usia produktif terhadap kelompok usia tidak produktif.
Ditinjau dari aspek kesehatan, kelompok usia akan mengalami penurunan
derajat kesehatan baik secara alamiah ataupun akibat penyakit. Oleh karena itu
sejalan dengan meningkatnya penduduk lansia maka sejak sekarang kita harus
mempersiapkan dan merencanakan berbagai program kesehatan yang ditujukan
bagi kelompok usia. Usia Harapan Hidup menjadi salah satu indicator
keberhasilan Indonesia Sehat.Pembangunan terutama dibidang kesehatan.Bangsa
yang sehat ditandai dengan semakin panjangnya harapan hidup penduduknya.

Tujuan Program Kesehatan Lansia


1. Mengupayakan agar para lansia menikmati masa tua yang bahagia dan
berguna.
2. Memfokuskan pada upaya promotif dan preventif
3. Kegiatan pembinaan sebaiknya dimulai dari usia pra lansia dengan kegiatan
penyuluhan, pelayanan kesehatan, gizi, dan psikososial agar kondisi
kesehatan lansia terjaga sehingga tetap produktif.
4. Adanya peran serta aktif dan partisipasi lintas sector
5. Meningkatkan koordinasi lintas sector disetiap tingkat administrasi, seiring
dengan program kerja ini Komisi Daerah Lansia

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
58
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

6. Puskesmas sebagai kunci utama dalam penggerakan masyarakat diharapkan


melakukan upaya pro aktif bekerjasama dengan para tokoh masyarakat
untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Pelayanan Kesehatan Lansia


1. Posyandu Lansia
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia adalah suatu wadah pelayanan
kesehatan bersumber daya masyarakat untuk melayani penduduk lansia, yang
proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lintas sector pemerintah dan non
pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitikberatkan
pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif. Disamping pelayanan
kesehatan, Posyandu lansia juga memberikan pelayanan sosial, agama,
pendidikan, keterampilan, olahraga, seni budaya, dan pelayanan lain yang
dibutuhkan para lansia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui
peningkatan kesehatan dan kesejahteraan

2. Puskesmas Santun Lansia


Puskesmas Santun Lansia adalah puskesmas yang menyediakan ruang
khusus untuk melakukan pelayanan bagi kelompok usia lanjut yang meliputi
pelayan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

3. Poliklinik Geriatri di Rumah Sakit


Berdasarkan Rifaskes (Riset Fasilitas Kesehatan) Tahun 2011 ketersediaan
klinik geriatri masih sangat rendah yaitu sekita 5% dari semua RSU
Pemerintah.Sebagian besar Provinsi tidak memiliki RSU Pemerintahyang
memberikan pelayanan klini geriatri. Saat ini baru ada delapan RSU Tipe A dan B
yang memili Klinik Geriatri Terpadu yaitu RSUPN Cipto Mangunkusumo
(Jakarta), RSUP Karyadi (Semarang), RSUP Sardjito (Jogjakarta), RSUP Sanglah
(Denpasar), RSUP Hasan Sadikin (Bandung), RSUP Wahidin Sudiro Husodo
(Makasar), RSUD Dr. Soetomo (Surabaya), dan RSUD Moewardi (Solo).

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
59
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Sumber: Darwin Nasution, SKM, MPH


Hari/Tanggal:Rabu / 21 November 2018

Berfoto bersama dengan Bapak Darwin Nasution, SKM, MPH


Setelah bimbingan dengan topik
“PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN LANJUT USIA”

SURVEILANS PENYAKIT BERSUMBER BINATANG


Pembimbing : Frans Yosep Sitepu, SKM, MPH
Hari/Tanggal: Kamis/22November 2018
Pukul: 09.30-11.30 WIB

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
60
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Bersumber dari Binatang antara lain:


 Arbovirosis
 Zoonosis
 Filariasis
 Helminthiasis
 Malaria

1. Arbovirosis
Arthropode Borne Virus yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus dan
ditularkan melalui hewan arthropoda, contohnya seperti Dengue Hemorraghic
Fever (DHF), chikungunya, Zika, Yellow Fever, Japanese Encephalitis.
Dengue Hemorrhagic fever (DHF)
Terdapat 4 serotype virus Dengue menurut WHO yaitu Serotype I, II, III,
IV. Di Propinsi Sumatera Utara urutan kejadian DHF yang terbanyak menurut
serotype virusnya adalah III,I,II,IV. Vector pada DHF adalah nyamuk Aedes
Aegypti dan nyamuk Aedes Albopictus. Yang menularkan virus DHF adalah
nyamuk betina karena di darah kaya akanprotein untuk mematangkan
telurnya.Nyamuk yang sudah menjadi penular DBD selamanya akan menjadi
penular. Di Sumatera Utara ada 2 kabupaten yang belum menjadi daerah endemis
DBD yaitu : Kab. Mandailing Natal dan Kab. Nias Barat.
Chikungunya
Chikungunya adalah penyakit virus yang menyerang manusia melalui
gigitan nyamuk Aedes aegypti  atau Aedes albopictus.Gejala-gejala awalnya ialah
arthralgia, myalgia sehingga membuat penderita sulit tidur.Di Sumatera Utara
belum ada kabupaten yang menjadi daerah endemis penyakit ini.

2. Zoonosis
Zoonosis adalah penyakit yang ditularkan oleh hewan vertebrata ke
manusia dimana hewan tersebut juga sakit. Zoonosis dapat ditularkan dari hewan
ke manusia melalui beberapa cara, yaitu kontak langsung dengan hewan pengidap
zoonosis dan kontak tidak langsung melalui vektor atau mengonsumsi pangan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
61
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

yang berasal dari ternak sakit, atau melalui aerosol di udara ketika seseorang
berada pada lingkungan yang tercemar. Contohnya seperti:Rabies, Leptospirosis,
Ebola, Antrhax, Flu burung, flu babi dll.

Rabies
Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi yang menyerang
susunan syaraf pusat, terutama menular melalui gigitan anjing dan
kucing.Penyakit ini bersifat zoonosik, disebabkan oleh virus Lyssa dari famili
Rhabdoviridae.Infeksi pada manusia biasanya bersifat fatal (mengakibatkan
kematian).Gejala dan tanda klinis utama meliputi:
1) nyeri dan panas (demam) disertai kesemutan pada bekas luka gigitan
2) tonus ototaktivitas simpatik meninggi dengan gejala hiperhidrosis
(keluar banyak air liur), hipersalivasi, hiperlakrimasi, dan dilatasi pupil
dan hidrofobia.
Sekali gejala klinis timbul biasanya diakhiri dengan kematian.Masa inkubasi
pada manusia bervariasi dari beberapa hari sampai bertahuntahun, bergantung
pada jauh dekatnya tempat gigitan dengan otak.Makin dekat tempat gigitan
dengan otak, maka masa inkubasinya semakin cepat. Bila infeksi pada manusia
telah memperlihatkan gejala klinis, umumnya akan berakhir dengan
kematian.Orang yang mati karana rabies disebut LYSSA.Di Indonesia yang
menjadi daerah endemis rabies adalah Sulawesi Utara dan Sumatera Utara.
Sebagai penanganan pertama pada orang yang tergigit hewan yang terinfeksi
rabies adalah cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit dan
luka jangan dibalut atau ditutup dengan perban maupun kain, biarkan luka tetap
terbuka karena virus ini bersifat anaerob. Dan sebagai penanganan selanjutnya
adalah memberikan VAR (Vaksin Anti Rabies) dan SAR (Serum Anti Rabies).
Pemberian VAR dilakukan pada 0,7,21 , dimana 0 adalah saat pertama kali
mendapat VAR (2 vial di deltoid kanan dan kiri), 7 adalah 7 hari setelah ia
mendapat vaksin pertama (1 vial), dan 21 adalah 21 hari setelah ia mendapat
vaksin kedua (1 vial). Pemberian SAR dilakukan hanya 1 kali di daerah sekeliling
gigitan dan sisanya di deltoid.VAR dan SAR diberikan pada penderita yang

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
62
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

memiliki luka resiko tinggi (ujung jari-jari, daerah kelamin) sedangkan VAR
diberikan pada pederita yang memiliki luka resiko rendah (lengan, betis).

3. Filariasis
Filariasis adalah penyakit parasit mikrofilaria yang ditularkan melalui darah
yaitu dari vektor arthropoda terutama lalat hitam dan nyamuk atau sering juga
disebut dengan kaki gajah.Filariasis tidak dapat sembuh. Ada 3 mikrofilaria yaitu:
 Brugia malayi, biasanya terdapat di Sumatera dan bagiantubuh yang
terkena adalah ekstremitas bawah.
 Brugia Timori, biasanya terdapat di Indonesia bagian Timur dan
bagiantubuh yang terkena adalah ektremitas atas.
 Wucheria Bancrofti, biasanya terdapat di Jawa dan bagian tubuh yang
terkena skrotum pada laki-laki, payudara pada wanita.
Di Sumatera Utara terdapat 10 Kabupaten yang menjadi daerah endemis Filariasis
yaitu :
1. Deli Serdang 6. Tapanuli Selatan
2. Serdang Bedagai 7. Nias
3. Batu Bara 8. Gunung Sitoli
4. Labuhan Batu Utara 9. Nias Barat
5. Labuhan Batu 10. Labuhan Batu Selatan
Untuk daerah endemis diwajibkan meminum obat Dietil Carbamazin (DEC) dan
Albendazol 1 tahun sekali selama 5 tahun berturut-turut pada usia 2 - 65 tahun.
Pemerintah memiliki program BELKAGA (Bulan Imunisasi Kaki Gajah) yaitu
bulan Oktober. Dimana petugas puskesmas akan memberikan obat DEC dan
Albendazol pada masyarakat di bulan oktober.
Langkah utama untuk mencegah tertular filariasis adalah dengan
menghindari gigitan nyamuk sebisa mungkin.Hal ini sangat penting, terutama di
negara-negara tropis, seperti Indonesia. Untuk memaksimalisasi perlindungan
terhadap gigitan nyamuk, kita dapat mengambil langkah-langkah sederhana yang
meliputi: mengenakan baju dan celana panjang, mengoleskan losion antinyamuk,
tidur dalam kelambu, membersihkan genangan air di sekitar rumah.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
63
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

4. Helminthiasis
Penyakit ini disebabkan oleh parasit cacing golongan Nematoda, Cestoda,
dan Trematoda. Kasus yang paling sering di Sumatera Utara adalah cacing
Ancylostoma duodenale. Gejala dari penyakit ini yaitu nafsu makan berkurang,
badan kurus, pucat, perut terasa kembung, diare dan dapat menyebabkan stunting
pada anak. Di Sumatera Utara ada 23 daerah endemis dan untuk daerah endemis
diwajibkan minum Albendazol pada usia 1-12 tahun, karena usia tersebut rentan
terkena cacingan.

5. Malaria
Malaria adalah penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang
sudah terinfeksi parasit.Infeksi malaria bisa terjadi hanya dengan satu gigitan
nyamuk.Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan
kematian.Malaria jarang sekali menular secara langusng dari satu orang ke orang
lainnya.Penyakit ini bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan darah
penderita. Janin di dalam kandungan juga bisa terinfeksi malaria karena tertular
dari darah sang ibu.
Gejala malaria biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu
setelah tubuh terinfeksi. Gejala juga bisa muncul setahun setelah gigitan nyamuk,
namun kasus ini jarang terjadi.Gejala-gejala malaria umumnya terdiri
dari demam, berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, sakit
kepala, diare, dan nyeri otot.
Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium. Sebetulnya ada banyak jenis
parasit Plasmodium, tapi hanya lima jenis yaitu :plasmodium falciparum,
plasmodium vivax, plasmodium ovale, plasmodium malariae dan plasmodium
knowlesi yang menyebabkan malaria pada manusia. Parasit Plasmodium hanya
disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina.Dua jenis parasit yang umum di
Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax.Kasus terbanyak
di Sumatera Utara yaitu Malaria jenis plasmodium falciparum.Gigitan nyamuk
malaria lebih sering terjadi pada malam hari. Setelah terjadinya gigitan, parasit
akan masuk ke dalam aliran darah.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
64
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Sumber: Frans Yosep Sitepu, SKM, MPH


Hari/Tanggal: Rabu/ 19 September 2018

Berfoto bersama dengan Bapak Frans Yosep Sitepu, SKM.MPH


Setelah bimbingan dengan topik
“SURVEILANS PENYAKIT BERSUMBER BINATANG

PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN


Pembimbing : Elisa S. Depari, SKM, M.Kes
Hari/Tanggal :Jumat/ 23 November 2018
Pukul :09.00 – 10.30 WIB

I. PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH PROVINSI SUMATERA


UTARA

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
65
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

1. Visi Pembangunan Kesehatan Daerah


Dengan mempertimbangkan perkembangan, masalah serta berbagai
kecendrungan Pembangunan Kesehatan ke depan serta dalam mencapai sasaran
Pembangunan Kesehatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara, maka telah ditetapkan Visi
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berdasarkan RENSTRA 2013 – 2018
yaitu “MasyarakatSehat, Mandiri Dan Berdaya Saing”.

2. Misi Pembangunan Kesehatan Daerah

Untuk mewujudkan visi “MasyarakatSehat, Mandiri Dan Berdaya


Saing” maka Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mempunyai misi :

1) Meningkatkan derajat kesehatan masayarakat.


2) Mewujudkan upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan
berkeadilan.
3) Meningkatkan ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan.
4) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

3. Strategi Pembangunan Kesehatan


Untuk mewujudkan Visi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan
sesuai dengan Misi yang telah ditetapkan, maka pada periode 2014-2018
Pembangunan Kesehatan dilaksanakan dengan strategi sebagai berikut :
1) Meningkatkan upaya peningkatan status kesehatan dan gizi masyarakat
2) Meningkatkan upaya penurunan angka kesakitan
3) Meningkatkan upaya pemenuhan pelayanan kesehatan
4) Meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan
5) Meningkatkan upaya pembiayaan masyarakat di bidang kesehatan
6) Meningkatkan upaya ketersediaan sarana, prasarana dan peralatan
kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
7) Meningkatkan upaya ketersediaan dan mutu sumber daya manusia
kesehatan
8) Meningkatkan upaya dukungan manajemen dan pembiayaan kesehatan
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
66
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

9) Meningkatkan upaya pengembangan sistem informasi kesehatan

II. PROGRAM DAN KEGIATAN INOVATIF DINAS KESEHATAN


PROVINSI SUMATERA UTARA UNTUK KURUN WAKTU 2014 – 2018

1. PROGRAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Tujuan :

Program ini bertujuan Meningkatkan pemerataan, kualitas dan keterjangkauan


Pelayanan Kesehatan melalui Puskesmas dan jaringannya meliputi Puskesmas
Pembantu, Puskesmas Keliling, dan Bidan di Desa.

2. PROGRAM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN


Tujuan :

Program ini bertujuan menjamin ketersediaan, pemerataan, mutu,


keterjangkauan obat, dan perbekalan kesehatan termasuk obat tradisional,
kosmetika, alat kesehatan, perbekalan kesehatan rumah tangga, dan makanan
minuman serta produk komplemen.

3. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DAN


PEMBERDAYAANMASYARAKAT
Tujuan :
Program ini bertujuan memberdayakan individu, keluarga/kelompok, dan
masyarakat termasuk swasta dalam bidang kesehatan agar mampu menumbuhkan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengembangkan Upaya Kesehatan
Berbasis Masyarakat (UKBM) sesuai dengan kespesifikan sosial budaya
setempat.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
67
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

4. PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


Tujuan :

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya


meningkatkan status gizi masyarakat terutama pada ibu hamil, bayi dan balita,
serta usia produktif.

5. PROGRAM LINGKUNGAN SEHAT


Tujuan :

Program ini bertujuan mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat
melalui pengembangan sistem kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan
pembangunan berwawasan kesehatan.

6. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT


Tujuan:

Program ini bertujuan menunrunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan


akibat penyakit menular dan tidak menular.

1. Penyakit menular yang diprioritaskan dalam program ini adalah: malaria,


demam berdarah dengue, tuberculosis paru, HIV/AIDS, diare, polio,
pneumonia, dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3), termasuk penyakit karantina dan resiko masalah kesehatan
masyarakat yang memperoleh perhatian dunia internasional.
2. Penyakit tidak menular yang diutamakan adalah: penyakit jantung, kanker,
diabetes mellitus, dan penyakit metabolic, penyakit kronis dan
degenerative, serta gangguan akibat kecelakaan dan cedera.

7. PROGRAM UPAYA KESEHATAN PERORANGAN


Tujuan:

Program ini bertujuan meningkatkan akses, keterjangkauan, dan kualitas


pelayanan kesehatan perorangan.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
68
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

8. PROGRAM SUMBER DAYA KESEHATAN


Tujuan:

Program ini bertujuan meningkatkan jumlah, jenis, mutu dan penyebaran


tenaga kesehatan termasuk SDM kesehatan lainnya, serta pemberdayaan profesi
kesehatan, sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan.

9. PROGRAM KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN PEMBANGUNAN


KESEHATAN
Tujuan:
Program ini bertujuan mengembangkan kebijakan dan manajemen
pembangunan kesehatan guna mendukung penyelenggaraan Sistem Kesehatan
Provinsi (SKP).

10. PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN


Tujuan:

Program ini bertujuan meningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu


pengetahuan dan teknologi kesehatan sebagai masukan dalam perumusan
kebijakan dan program pembangunan kesehatan.

Sumber:Elisa Sembiring, SKM, M.Kes


Hari/Tanggal:Jumat/ 23 November 2018

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
69
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Berfoto bersama dengan Elisa Sembiring, SKM, M.Kes


Setelah bimbingan dengan topik
“Program Pembangunan Kesehatan”

PRE-TEST
Oleh: drg. Bismi Amrina Barus
Hari/Tanggal: Senin/19November 2018

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
70
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Pukul: 11.00 – 12.00 WIB

PERTANYAAN:
1. Sebutkan pengertian ilmu kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran pencegahan,
epidemiologi, prevalensi
2. Jelaskan pengertian Puskesmas dan program-program yang ada di puskesmas
menurut permenkes no.75 tahun 2014
3. Sebutkan pengertian jaminan kesehatan nasional (JKN)
4. Sebutkan pengertian posyandu dan jenis-jenis posyandu serta sebutkan tahapan
pelaksanaan posyandu
5. Sebutkan pengertian keluarga sehat dan 12 indikator keluarga sehat
6. Gambarkan struktur organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan
struktur organisasi puskesmas
7. Sebutkandefinisi sehat menurut WHO

JAWABAN:
1. a.Definisi Ilmu Kesehatan Masyarakat:
Ilmu kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni dalam mencegah penyakit,
memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan, serta melalui usaha
perorganisasian masyarakat untuk perbaikan sanitasi lingkungan.Pemberantasan
penyakit menular, pendidikan untuk kebersihan, perorangan, perorganisasian
pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan
serta pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi
kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
b. Definisi Ilmu Kesehatan Pencegahan
Ilmu kedokteran pencegahan adalah ilmu kedokteran yang dibentuk untuk
mencegah penyakit secara massa sehingga tidak hanya menyembuhkan penyakit
tetapi dapat juga mengatasi wabah-wabah yang melanda masyarakat oleh petugas
kesehatan masyarakat untuk perorangan, dan keluarga oleh dokter umumdan
dokter gigi melalui proses kegiatan perorangan dan masyarakat.
c. Definisi Epidemiologi

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
71
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Suatu ilmu mengenai terjadinya dan distribusi keadaan kesehatan, penyakit


dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya serta akibat – akibat
yang terjadi pada kelompok penduduk.
d. Definisi Prevalensi
Bagian dari studi epidemiologi yang membawa pengertian jumlah orang
dalam populasi yang mengalami penyakit, gangguan atau kondisi tertentu pada
suatu tempoh waktu dihubungkan dengan besar populasi dari mana kasus itu
berasal.

2. Definisi puskesmas
Puskesmas adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang
amat penting di Indonesia dan merupakan unit pelaksana teknis dinas
kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarkan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja.
Program puskesmas menurut Permenkes no 75 tahun 2014 adalah:
1. Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)
2. Keluarga Berencana (KB)
3. Usaha kesehatan gizi
4. Higiene dan sanitasi lingkungan
5. Pencegahan penyakit menular (P2M)
6. Pendidikan kesehatan pada masyarakat
7. Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan kesehatan
8. Perawatan kesehatan masyarakat
9. Usaha kesehatan sekolah
10. Usaha kesehatan gizi
11. Usaha kesehatan anak
12. Laboratorium
13. Pencatatan dan pelaporan
3.Definisi Jaminan kesehatan nasional (JKN)
adalah program pemerintah yang bertujuan memberikan kapasitas jaminan
kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup sehat
produktif dan sejahtera.
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
72
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

4.Definisi Posyandu
Posyandu adalah suatu bentuk forum komunikasi dan alih teknologi dari
petugas kesehatan (provider) ke masyarakat yang dilakukan dari, oleh, dan untuk
masyarakat.

Jenis Posyandu :
3. Posyandu Pratama (merah)
4. Posyandu Madya (kuning)
5. Posyandu Purnama (hijau)
6. Posyandu Mandiri (biru)

Tahapan pelaksanaan Posyandu :


Meja 1 : Pendaftaran
Meja 2 : Penimbangan
Meja 3 : Pencatatan hasil penimbangan
Meja 4: Penyuluhan hasil penimbangan dan pencatatan
Meja 5 : Pelayanan kesehatan meliputi ibu hamil, nasihat-nasihat, imunisasi, dan
sebagainya.

6.Definisi keluarga sehat


Keluarga sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial
yang memungkinkan keluarga yang terdiri dari individu yang dikepalai oleh
kepala keluarga yang tinggal dalam suatu lingkungan atau rumah dapat hidup
secara sosial maupun ekonomi.
Indikator keluarga sehat :
1. Keluarga mengikuti program KB (keluarga berencana).
2. Ibu hamil memeriksakan kehamilannya (ANC) sesuai standar.
3. Bayi mendapatkan Imunisasi lengkap.
4. Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan.
5. Pemantauan pertumbuhan balita.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
73
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

6. Penderitaan TB Paru yang berobat sesuai standar.


7. Penderita hipertensi yang berobat teratur.
8. Tidak ada anggota keluarga yang merokok.
9. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN.
10. Mempunyai sarana air bersih.
11. Menggunakan jamban keluarga.
12. Anggota keluarga akses dalam pelayanan kesahatan jiwa.

6. a. Struktur organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
74
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

b. Struktur organisasi puskesmas

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
75
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Penanggungjawab Bidan di Desa


Puskesmas Pembantu

7. Definisi sehat menurut WHO


Sehat menurut World Health Organization (WHO) membuat defenisi universal
yang menyatakan bahwa pengertian sehat adalah suatu keadaan kondisi fisik,
mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya
bebas dari penyakit atau kecacatan.
Pengertian sehat menurut WHO adalah “Health is a state of complete physical,
mental and social well-being and not merely the absence of diseases or
infirmity”.Menurut WHO, ada tiga komponen penting yang merupakan satu
kesatuan dalam defenisi sehat yaitu:

1. Sehat Jasmani

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
76
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat


seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata
bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas
tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi
fisiologi tubuh berjalan normal.

2. Sehat Mental

Sehat mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain
dalam pepatah kuno “Jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang
sehat” (Men Sana In Corpore Sano)

3. Sehat Spritual

Spritual merupakan komponen tambahan pada pengertian sehat


oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kahidupan sehari-hari
masyarakat.Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun
informal, kesempatan untuk berlibur, mendengar alunan lagu dan musik,
siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi
keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.

Jadi dapat dikatakan bahwa batasan sehat menurut WHO meliputi fisik, mental,
dan sosial.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
77
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Berfoto bersama dengan drg.Bismi Amrina Barus


setelah Ujian Pre-test selesai

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
78
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

POST-TEST
Oleh: drg. Bismi Ambrina Barus
Hari/Tanggal:Jumat/23 November 2018
Pukul: 11.00 – 12.00WIB

Pertanyaan:

1. Jelaskan tentang program kesehatan ibu dan anak !


2. Sebutkan dan jelaskan indikator yang berkaitan dengan status kesehatan
dan gizi masyarakat
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan FORNAS !
4. Sebutkan upaya pemerintah dan masyarakat untuk menyikapi masalah
kesehatan jiwa !
5. Sebutkan penyakit-penyakit yang bersumber dari binatang!
6. Gambarkan struktur organisasi dinas Kesehatan Sumatera Utara dan
Puskesmas!

Jawaban :
1. Program Kesehatan Ibu dan Anak
Upaya kesehatan ibu dan anak adalah setiap orang yang mengabdikan diri
dibidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeiharaan ibu hamil,
ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak pre sekolah.
Sasaran kegiatan KIA, yaitu :
a. Ibu hamil
- ANC (Ante Natal Care)
- Pemasangan stiker P4K (Program Perencanaan Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi)
- Pembagian buku KIA
b. Ibu bersalin : APN (Asuhan Persalinan Normal)
c. Ibu masa nifas :
- Pelayan / kunjugan nifas

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
79
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

- Pelayanan / kunjungan Neontal


d. Bayi (1 bulan – 12 bulan) : pelayanan / kunjungan bayi
e. Balita : memantau pertumbuhan, perkembangan serta status gizi balita,
pemberian vitamin A dan pengisian KMS

2. Program upaya kesehatan masyarakat

Tujuan : program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan keterjangkaun


pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan jaringannya meliputi Puskesmas
Pembantu, Puskesmas Keliling, dan Bidan di Desa.

Indikator outcome :
a. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menjadi 90%
b. Cakupan antenata care (K4) menjadi 94%, cakupan kunjungan neonatus
(KN Lengkap menjadi 90% dan cakupan kunjungan bayia menjadi 80%
c. Cakupan ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani menjadi 79%
d. Cakupan pelayanan ibu nifas menjadi 90%
e. Cakupan pelayan anak balita menjadi 89%
f. Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkatnya menjadi 89%
g. Persentase Puskesmas Rawat Inap yang mampu PONED menjadi 109
Puskesmas
h. Jumlah Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan
reproduksi terhadap wanita dan remaja menjadi 181 Puskesmas
i. Jumlah Puskesmas santun usia yang terbentuk di Kab/Kota menjadi 90
Puskesmas
j. Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut menajadi 70%
k. Persentase desa yang mempunyai kelompok usia menjadi 50%
l. Jumlah Puskesmas yang melaksanakan pelayanan gawat darurat sesuai
standard menjadi 317 Puskesmas
m. Jumlah Puskesmas DTPK/DBK yang melaksanakan pelayanan kesehatan
sesuai standard menjadi 317 Puskesmas
n. Jumlah Puskesmas yang terakreditasi menjadi 50 Puskesmas

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
80
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

o. Jumlah Kabupaten / Kota yang menerapkan standard Pelayanan Medik


Dasar Puskesmas yaitu 250 Puskesmas
p. Jumlah Kab/Kota yang memiliki minimal 4 puskesmas yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional menjadi 50%
q. Jumlah Kab/Kota yang memiliki minimal 4 puskesmas yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan kerja menjadi 33 K/K
r. Jumlah Kab/Kota yang memiliki minimal 3 Puskesmas yang
melaksanakan kesehatan olahraga menjadi 18 K/K
s. Persentase pesantren yang memiliki poskestren menjadi 80 pesantren
t. Jumlah Kab/Kota yang memiliki minimal 3 puskesmas yang
menyelenggarakana program pengembangan (jiwa, indera, dan gigi mulut)
menjadi 33 K/K

Program perbaikan gizi


Tujuan : program ini bertujuan meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam
upaya meningkatkan status gizi masyarakaat terutama ibu hamil, bayi dan
balita, serta usia produktif.
Indikator outcome:
a. Tercapainya persentase gizi buruk yang ditangani menjadi 100%
b. Tercapainya persantase bayi usia 0-6 bulan mendapt ASI Ekslusif
menjadi 55%
c. Tercapaianya cakupan RT yang mengkomsumsi garam beryodium
menjadi 90%
d. Tercapainya persantase anak 6-59 bulan mendapat vitamin A menjadi
83%
e. Tercapainya persantase Ibu Hamil mendapatkan Fe menjadi 80%
f. Tercapainya persentase Kab/Kot yang melaksanakan surveilanas gizi
menjadi 100%
g. Tercapainya persantase balita ditimbang berat badannya (D/S) menjadi
80%
h. Tercapainya persantase penyediaan buffersstock MP-ASI untuk bencana
100%
i. Persantase ibu hamil KEK dan anemia mendapatkan PMT menjadi 55%

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
81
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

3. Formularium Nasional (FORNAS) adalah daftar obat yang disusun


berdasarkan bukti ilmiah mutakhir oleh komite nasional penyusun fornas.
Obat yang masuk dalam daftar obat fornas adalah obat yang paling berkhasiat,
aman, dan harga terjangkau yang digunakan dan akan disediakan dalam sistem
Jaminan Kesehatan Kasional (JKN).

4. Upaya pemerintah dan masyarakat untuk menyikapi masalah kesehatan jiwa,


antara lain :
a. Menerapkan sistem pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif,
terintegrasi dan berkesinambungan di masyarakat.
b. Menyediakan sarana, prasarana dan sumber daya yang diperlukan
untuk pelayanan kesehatan jiwa diseluruh wilayah Indonesia, termasuk
obat, alat kesehatan dan tenaga kesehatan serta non kesehatan terlatih.
c. Menggerakkan masyarakat untuk melakukan upaya preventif dan
promotif serta deteksi dini gangguan jiwa dan melakukan upaya
rehabilitasi serta reintegrasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ke
masyarakat.

5. Penyakit yang bersumber dari binatang adalah


 Arbovirosis
 Zoonosis
 Filariasis
 Helminthiasis
 malaria
a. Arbovirosis
Penyakit Akibat Nyamuk Arbovirosis merupakan sekelompok penyakit
yang timbul disebabkan oleh arthropode borne viruses(virus yang ditularkan
melalui arthropoda seperti nyamuk, caplak,tungau).
Penyakit-penyakit yang tergolong dalam Penyakit Akibat Nyamuk
Arbovirosis meliputi: penyakit demam berdarah dengue, chikungunyah, dan
masih bayak lagi.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
82
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Penyakit Arbovirosis disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh


Arthropoda.Sebagian penyakit arbovirosis reservoir utamanya menyerang
manusia dan vektor nyamuknya.Misalnya saja pada penyakit demam
berdarah, chikungunya, dan Japanese Encephalitis penyakit tersebut
merupakan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes dan Culex yang
menularkan virus arthropode borne.
Pencegahan yang terjadi pada penyakit demam berdarah selama ini
diputuskan oleh rantai makanan yang terputus sehingga menularkan
kebeberapa predator lainnya.Sapi saat ini belum ada vaksin yang bisa
mengatasi dengan efektif terhadap viris dengue sehingga pemberantasan yang
dilakukan selama ini lebih pada pengendalian vektornya.Penggunaan
insektida yang berbahan kimia juga dapat menimbulkan permasalahan baru
sebenarnya.Misalnya saja bila pengendalian dilaakukan waktu yang lama dan
frekuensi yang tinggi sehingga dapat menimbulkan resistensi.Untuk itu maka
pengendalian yang dapat dijadikan alternatif adalah pengendalian
biologis.Odonata adalah predator yang saat ini dapat dimanfaatkan sebagai
pengendali nyamuk vektor penyakit.

b. Zoonosis
Zoonosis adalah penyakit atau infeksi yang ditularkan secara alamiah di
antara hewan vertebrata dan manusia.Peternakan di Indonesia rentan terhadap
berbagai penyakit, termasuk zoonosis.Dengan demikian, zoonosis merupakan
ancaman baru bagi kesehatan manusia.
Zoonosis dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui beberapa cara,
yaitu kontak langsung dengan hewan pengidap zoonosis dan kontak tidak
langsung melalui vektor atau mengonsumsi pangan yang berasal dari ternak
sakit, atau melalui aerosol di udara ketika seseorang berada pada lingkungan
yang tercemar contohnya seperti: rabies, leptospirosis, ebola, antrax, flu
burung, flu babi dll.

Rabies
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
83
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi yang menyerang


susunan syaraf pusat, terutama menular melalui gigitan anjing dan
kucing.Penyakit ini bersifat zoonosik, disebabkan oleh virus Lyssa dari famili
Rhabdoviridae.Infeksi pada manusia biasanya bersifat fatal (mengakibatkan
kematian).Gejala dan tanda klinis utama meliputi:
1) nyeri dan panas (demam) disertai kesemutan pada bekas luka gigitan,
2) tonus ototaktivitas simpatik meninggi dengan gejala hiperhidrosis (keluar
banyak air liur), hipersalivasi, hiperlakrimasi, dan dilatasi pupil, dan 3)
hidrofobia. Sekali gejala klinis timbul biasanya diakhiri dengan
kematian.Masa inkubasi pada manusia bervariasi dari beberapa hari sampai
bertahuntahun, bergantung pada jauh dekatnya tempat gigitan dengan otak.
Makin dekat tempat gigitan dengan otak, masa inkubasinya semakin cepat
Bila infeksi pada manusia telah memperlihatkan gejala klinis, umumnya akan
berakhir dengan kematian.

c. Filariasis
Filariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria.Penyakit ini
dapat menyerang hewan maupun manusia.Parasit filaria memiliki ratusan
jenis, tapi hanya 8 spesies yang dapat menyebabkan infeksi pada
manusia.Parasit yang bisa menyebabkan jenis filariasis ini meliputi :
 Wuchereria bancrofti
 Brugia malayi,
 Brugia timori.
Langkah utama untuk mencegah tertular filariasis adalah dengan
menghindari gigitan nyamuk sebisa mungkin.Hal ini sangat penting, terutama
di negara-negara tropis, seperti Indonesia. Untuk memaksimalisasi
perlindungan terhadap gigitan nyamuk, kita dapat mengambil langkah-
langkah sederhana yang meliputi: mengenakan baju dan celana panjang,
mengoleskan losion antinyamuk, tidur dalam kelambu, membersihkan
genangan air di sekitar rumah.
d. Helminthiasis

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
84
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Berasal dari kata Yunani “helmins,” yang berarti “cacing,” merupakan istilah
kategoris yang luas mengacu pada berbagai jenis  parasit cacing yangbanyak
terdapat dalam tubuh.Cacing dapat hidup pada manusia dan hewan dan
biasanya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh
kotoran,  tangan yang tidak bersih atau kontak dengan benda yang
terkontaminasi. Infeksi cacing yang biasanya kita temukan pada ternak dapat
ditransfer dari hewan ke manusia yang disebut zoonosis dan kemudian dapat
menyebabkan peningkatan prevalensi di  manusia.

e. malaria
Malaria adalah penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang
sudah terinfeksi parasit.Infeksi malaria bisa terjadi hanya dengan satu gigitan
nyamuk.Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan
kematian.Malaria jarang sekali menular secara langusng dari satu orang ke
orang lainnya.Penyakit ini bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan
darah penderita. Janin di dalam kandungan juga bisa terinfeksi malaria karena
tertular dari darah sang ibu.
Gejala malaria biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu
setelah tubuh terinfeksi. Gejala juga bisa muncul setahun setelah gigitan
nyamuk, namun kasus ini jarang terjadi.Gejala-gejala malaria umumnya
terdiri dari demam, berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah,
sakit kepala, diare, dan nyeri otot.
Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium. Sebetulnya ada banyak jenis
parasit Plasmodium, tapi hanya lima jenis yang menyebabkan malaria pada
manusia.Parasit Plasmodium hanyadisebarkan olehnyamuk Anopheles betina.
Dua jenis parasit yang umum di Indonesia adalah Plasmodium
falciparum dan Plasmodium vivax.Gigitan nyamuk malaria lebih sering
terjadi pada malam hari. Setelah terjadinya gigitan, parasit akan masuk ke
dalam aliran darah.

6. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
85
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
86
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

b. Struktur organisasi puskesmas

Penanggungjawab Bidan di Desa


Puskesmas Pembantu

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
87
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Berfoto bersama dengan drg.Bismi Amrina Barus


setelahPost-test selesai

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
88
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
89
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
1. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup. Pembangunan
kesehatan sebagai salah satu upaya dan pembangunan nasional diarahkan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat hidup sehat.
2. Dengan adanya Dinas Kesehatan, Sub Dinas Kesehatan dan Seksi-Seksi Sub
Dinas Kesehatan mampu mengatasi masalah kesehatan di Indonesia.
3. Melalui program-program di Dinas Kesehatan membantu untuk kelancaran
pelaksanaan tugas sesuai dengan wewenang masing-masing Sub Seksi Dinas
Kesehatan.
4. Pelaksanaan program menuju INDONESIA SEHAT 2020, Dinas Kesehatan
Provinsi Sumatera Utara mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
kepada seluruh masyarakat.
5. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah suatu program pemerintah dan
masyarakat/rakyat dengan tujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan
yang menyeluruh bagi setiap rakyat indonesia agar penduduk Indonesia dapat
hidup sehat, produktif dan sejahtera.
6. Sebagai Mahasiswa Kedokteran dapat mengetahui struktur organisasi dan
management Kesehatan serta mampu bekerja sama sebagai individu dan tim
sehingga dapat memperoleh gambaran mengenai langkah untuk merealisasikan
perilaku hidup bersih dan sehat untuk menuju INDONESIA SEHAT 2020.

B. SARAN
1. Perlunya pengawasan ulang hasil dari program yang telah dilaksanakan,
khususnya program-program yang berhubungan dengan sarana kesehatan strata
pertama lainnya.
2. Menguji kebenaran data-data yang telah dilaporkan Dinas Kesehatan
Kabupaten/ Kota.
DAFTAR PUSTAKA
KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
90
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

1. Simanjuntak, David. 2008. “Administrasi dan Pelayanan Kesehatan”. Medan.


2. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. 2015. “Buku Panduan Pelaksanan
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran
Pencegahan/Ilmu Kedokteran Komunitas”. Medan.
3. Soemirat, Juli. 2011. ”Buku Kesehatan Lingkungan”. Gadjah Mada University
Press. Yogyakarta.

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
91
LAPORAN KEGIATAN
DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA

LAMPIRAN

DOKUMENTASI KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


DI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA
Jln. Prof.H.M. Yamin, SH No. 41 AA Medan

KKS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
19 NOVEMBER2018 S/D 24 NOVEMBER 2018
92