Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH SEJARAH EROPA

PERADABAN ROMAWI KUNO

DOSEN PENGAMPU :

Lister Eva Simangunsong, S.Pd, M.A,

KELOMPOK 3

Roberson Dongoran (3191121013)

Lulu Luciana Sinurat (3192421024)

Fitria Rizki Aulia (3193121002)

A Reguler 2019

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan makalah yang berjudul “Peradaban Romawi Kuno”, mata kuliah
Sejarah Eropa. Dalam penyusunan makalah ini, penulis juga tidak terlepas dari
bantuan serta dorongan dari beberapa pihak yang memotivasi dalam pembuatan
makalah ini supaya lebih baik dan efisien.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu


Lister Eva Simangunsong, S.Pd, M.A, sebagai dosen Sejarah Eropa telah
memberikan tugas dan membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini.

Apabila dalam terdapat kesalahan dalam makalah ini,baik dalam isi


maupun sistematika penulisan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik serta
saran untuk mengembangkan dan menyempurnakan makalah ini. Akhir kata
penulis ucapkan terima kasih.

Medan, Maret 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................i

DAFTAR ISI........................................................................................................ ii

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG.................................................................................1


1.2 RUMUSAN MASALAH.............................................................................1
1.3 TUJUAN PENULISAN...............................................................................2
1.4 MANFAAT PENULISAN...........................................................................2

BAB II : PEMBAHASAN

2.1 AWAL KEMUNCULAN PERADABAN ROMAWI KUNO....................3


2.2 PERKEMBANGAN PERADABAN ROMAWI KUNO............................8
2.3 KEMUNDURAN PERADABAN ROMAWI KUNO.................................15

BAB III : PENUTUP

3.1 KESIMPULAN............................................................................................18
3.2 SARAN........................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................19

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Menurut legenda, Kota Roma didirikan pada tahun 753 SM oleh suku
bangsa lokal yang telah membangun perkemahan di tujuh bukit di sekeliling
Roma. Tempat tersebut di sekitar Bukit Palatine di sepanjang sungai Tiber di
Italia Tengah. Wilayah itu subur dan bukit-bukitnya menyediakan perlindungan
sehingga tempat itu mudah dipertahankan. Hal ini ikut berperan dalam kejayaan
Roma kelak. Berdasarkan legenda tersebut, Roma didirikan oleh kakak beradik
cucu Raja Numitor, Romulus dan Remus. Namun mereka bertikai hingga Remus
terbunuh sehingga Romulus menjadi raja Roma yang pertama. Faktanya, memang
terdapat tujuh bukit yang mengelilingi Roma yang nantinya dijadikan pusat
perdagangan yang didirikan pada tahun 625 SM yang disebut Forum.

Warga Roma terdiri atas orang Sabin dan Latin yang bersatu membangun
sebuah kota. Akan tetapi, mereka merasa bahwa mereka adalah bangsa Romawi.
Sebagai masyarakat baru, mereka berusaha untuk menjadi yang lebih baik dari
yang lainnya. Mereka memperoleh berbagai pemikiran baru mengenai
kebudayaan dan masyarakat dari bangsa Etruska, serta para pedagang dari Yunani
dan Kartago. Bangsa Etruska sendiri memiliki kebudayaan yang mengadopsi dari
bangsa Yunani, di antaranya adalah huruf atau abjad, baju serta dewa yang
mereka sembah adalah Dewa Yunani. Hal ini membuat budaya Yunani menjadi
sama dengan budaya Romawi, bahkan bangsa Romawi mengambil alih budaya-
budaya tersebut menjadi budaya utama bangsa Romawi.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis menyusun rumusan


masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana awal munculnya peradaban Romawi Kuno ?
2. Bagaimana perkembangan peradaban Romawi Kuno ?
3. Bagamana kemunduran peradaban Romawi Kuno ?

1
1.3 TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah
ini, yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui Bagaimana awal munculnya peradaban Romawi
Kuno.
2. Untuk mengetahui Bagaimana perkembangan peradaban Romawi Kuno.
3. Untuk mengetahui Bagamana kemunduran peradaban Romawi Kuno.

1.4 MANFAAT PENULISAN

Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Manfaat Bagi Penulis


Untuk pengembangan keilmuan tentang peradaban Romawi Kuno.
2. Manfaat Bagi Lembaga pendidikan.
Sebagai masukan untuk mensosialisasikan mengenai peradaban Romawi
Kuno.
3. Manfaat Bagi Masyarakat.
Masyarakat mampu memahami dan mengerti mengenai peradaban
Romawi Kuno.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 AWAL KEMUNCULAN PERADABAN ROMAWI KUNO

1. Letak Geografis Romawi Kuno

Romawi Kuno merupakan peradaban yang tumbuh dari nepara kota Roma
di Semenanjung Italia sekitar abad ke-9 SM. Terletak di sepanjang Laut
Mediterania dan berpusat pada kota Roma, Romawi Kuno berkembang menjadi
salah satu kerajaan terbesar di dunia kuno Selama keberadaannya selama 12 abad,
kebudayaan Romawi berubah dari monarki ke republik oligarki sampai ke
kekaisaran yang luas.

Daerah Semenanjung Italia memiliki tanah yang sangat strategis sehingga


mendukung terciptanya sebuah peradaban. Ada tiga gunung berapi yang
membantu menyuburkan tanah, yakni Gunung Visuvius, Stromboli, dan Etna.
Selain itu, juga terdapat dua sungai besar sebagai sumber air, yaitu Sungai Tiber
dan Sungai Po.

Sebagian besar daerahnya sesungguhnya tidak memiliki sumber kekayaan


alam. Namun jika dibandingkan dengan Yunani, Italia kuno secara alamiah
kekayaannya lebih banyak. Misalnya, gunung- gunung di Italia tidak merupakan
penghambat komunikasi dan unifikasi politik. Dataran rendah di Italia meski tidak
luas,namun ekstensif dan lebih subur dibandingkan Yunani. Salah satu dataran
rendah yang paling luas adalah latium atau latin,yang terletak tepat disebelah
selatan Appeneis. Pertanian yang intensif di dataran rendah latin yang sangat
dimungkinkan ketika mulai digali parit-parit sebagai irigasi. Disamping itu,bukit-
bukit disekitarnya merupakan tempat yang cocok untuk dalang penggembalaan
dan penyuplai kayu.

Ribuan tahun sebelum berdirinya republik roma merdeka, jazirah ini sudah
dihuni manusia. Orang-orang Italia dari zaman prasejarah itu tampaknya
merupakan nenek moyang dari suku bangsa yang tinggal di dataran rendah
latinum sekitar 500 SM itu. Mereka merupakan penduduk pada masa awal
republik, negara pertama yang dibangun oleh penduduk asli Italia.

3
Menurut Daldjoeni (1982 : 86) mengatakan bahwa penduduk tertua di Italia
kuno adalah bangsa Liguria dan Iberia yang masih serumpun dengan penduduk
asli di negeri Spanyol dan Gallia (Prancis). Kemudian baru datang bangsa indo-
eropa dari eropa utara dan menduduki daerah sekitar danau-danau Italia utara.
Mereka ini mendirikan rumah-rumah yang bertiang. Dari itu dapat disimpulkan
bahwa mereka masu negeri tersebut pada akhir zaman perunggu.

Akhirnya bangsa-bangsa pendatang ini bercampur dengan pribumi dan


terbentuklah tiga bangsa utama di Italia, yakni bangsa umbria di Utara, bangsa
Latin di Tengah,dan bangsa Samnia di Selatan. Secara geografis, Wilayah
Romawi di sebelah barat dibatasi Laut Tirrenia. Sedangkan, di sebelah timur,
dibatasi oleh Laut lonia dan Laut Adriatik. Sebelah utara wilayah Romawi
berbatasan dengan negara Romay Swiss dan Austria. Sedangkan, sebelah selatan
dibatasi oleh Pulau Palest Sisilia dan Laut Tengah.

4
2. Munculnya Romawi Kuno

Kawasan Romawi adalah daerah yang terletak di laut Mediterania, di bagian


sebelah barat merupakan daerah pantai yang berkontur landai dengan sungai Tiber
sebagai muara. Sehingga daerah ini kemudian berkembang menjadi sebuah daerah
pelabuhan dan pelayaran. Bagian Timur memiliki jenis tanah pegunungan dengan
kontur pantai yang curam. Sedangkan kawasan utara merupakan daerah
pegunungan Alpen.

Peradaban Romawi Kuno diawali dengan lahirnya kota Roma yang terletak
di lembah Sungai Tiber namun belum diketahui secara pasti (Wahjudi, 2012 : 23).
Sumber sejarah yang dapat digunakan untuk mengetahui cikal bakal yang
mendirikan bangsa Romawi adalah legenda karya Vergellius yang berjudul
Aeneis.

Cerita tersebut mengisahkan seorang pelarian dari Troya yang dikalahkan


oleh Yunani dalam Perang Troya bernama Aeneas ke negeri Latin di Italia.
Kemudian putrinya yang bernama Ascanius pindah ke pedalaman dan mendirikan
Kota Alba Longa.

Latium adalah sebuah daerah yang sangat subur yang diperkirakan terletak
di atas bukit Alban (sekitar 19 KM dari Roma sekarang). Penduduk di sana
sebagian besar berasal dari suku Latia, yang kemudian menyebut diri mereka
sendiri sebagai bangsa Latin. Kemudian bahasa sehari-hari mereka, yaitu bahasa
Latin, mulai dikembangkan dan terciptalah huruf Latin, seperti yang masih
dipergunakan sampai dengan saat ini.

Sementara itu kerajaan Alba Longa adalah pendiri dan pemimpin dari Liga
Latin yang terdiri dari sekitar 30 kampung dan suku yang mendiami daerah
Latium. Sebuah penggalan yang tidak lengkap dari inkripsi kuno yang ditemukan
menyatakan, Liga Latin ini terdiri dari daerah seperti Tusculum, Aricia,
Lanuvium, Lavinium, Cora, Tibur, Pometia and Ardea. Saat ini, orang-orang Italia
menyebut daerah Latium atau Latin ini dengan nama Lazio, yang kawasannya kini
juga meliputi kota Roma.

Dikisahkan kekuasaan raja Numitor digulingkan oleh adik kandungnya


sendiri yang bernama Amulius. Numitor kemudian diasingkan, lalu Rhea Silvia

5
diampuni nyawanya dengan diangkat sebagai pendeta perawan Vesta (Dewa
Bumi). Syarat utama sebagai pendeta Vesta, Rhea harus tetap perawan. Namun,
dikisahkan Rhea hamil setelah diperkosa oleh Mars, dewa perang Romawi Kuno.

Beberapa lama kemudian Rhea Silva yang diusir oleh pamannya yang
bernama Amulius karena telah melahirkan bayi kembar bernama Remus dan
Romulus. Maka dari itu dikisahkan bahwa bayi kembar tersebut merupakan
manusia setengah dewa (Indy, 2012. Sejarah Berdirinya Kerajaan Romawi).

Oleh Amalius kedua bayi tersebut diperintahkan untuk dibuang di sunga


Tiber. Kedua bayi tersebut dirawat dan disusui oleh serigala sampai ditemukan
oleh seorang pengembala bernama Faustulus yang kemudian bersama istrinya,
Acca Larentia, mengangkat dan mengasuh kedua anak ini hingga dewasa.
Romulus dan Remus kemudian tumbuh menjadi  penggembala, setelah dewasa
mereka mendirikan kota Roma. Namun Romulus membunuh Remus dalam suatu
pertengkaran dalam mennetukan tempat untuk mendirikan kota mereka sehingga
Romulus menjadi penguasa tunggal di kota tersebut yang dinamai Roma.

Untuk mengabadikan kisah tersebut di Buatlah patung perunggu berbentuk


seekor Serigala sedang menyusui bayi kembar. Regina tersebut dapat memperjelas
uraian mengenai kedatangan bangsa asing, misalnya bangsa Etruska dari Padang

6
rumput sekitar Laut Kaspia yang kemudian melakukan percampuran darah dengan
penduduk yang lebih dahulu mendiami Italia.

Cerita remus dan Romulus merupakan suatu cerita mitos yang bertujuan
untuk menaikkan derajat bangsa Romawi. Secara historis, kota Roma dibangun
oleh petani-petani Latin yang tinggal di kawasan sebelah utara Semenanjung
Italia.

Perkembangan Romawi dipengaruhi oleh keadaan geografisnya. Lokasinya


strategis di kawasan laut Tengah yang cocok untuk perdagangan, aman dari
serbuan bangsa asing karena terlindung oleh alam. Di pegunungan Alpen, di timur
laut ada laut Adriatik dan laut Lonia. Di selatan adalah laut Sicilia dan di barat
adalah laut Tirenia serta laut Liduri. Iklim Romawi nyaman dan tanahnya juga
subur untuk kegiatan pertanian. Rumah dibangun di atas tujuh Bukit di tepi sungai
Tiber, sehingga keadaannya aman dan terlindungi.

Orang-orang Italia awal terdiri atas Banyak suku yang masing-masing


memiliki bahasa dan kebudayaan sendiri. Pemukim yang paling awal adalah suku
Liguria kemudian berdatangan suku Umbria, latin, dan samnite yang kemudian
berasal dari Eropa tengah titik Setelah itu datanglah suku Etruska dari Asia kecil
lalu orang-orang Kartago dan Yunani yang mendirikan koloni nya di Italia
Selatan.

Masyarakat hidup dari sektor pertanian serta perdagangan dan pelayaran.


Hubungan dagang dijalani dengan bangsa-bangsa di sekitar laut tengah bahkan
pada masa Kaisar Octavianus Agustus hubungan dagang meluas sampai ke negeri
Cina melalui jalur perdagangan yang disebut dengan Silk Road (Jalur Suter).
Mereka mengekspor keramik, barang-barang dari besi dan perunggu, dan kayu
serta minuman sejenis anggur. Adapun barang impor antara lain Sutera dari Cina,
rempah-rempah dari Indonesia, katun dan mutiara dari India. Dari Mesir diimpor
Gading, kertas dan binatang buas. Dari Asia Barat didatangkan permadani, batu
permata, garam dan ikan.

Bangsa Romawi juga memiliki kemampuan yang tinggi dalam pengolahan


logam, penggunaan batu untuk bangunan, teknik lengkung serta teknik
pengeringan Rawa yang diproses dari suku Etruska. Bangsa Romawi juga

7
mewariskan sikap kebaikan dari leluhurnya Seperti kekuatan, ketekunan, keuletan,
kesetiaan serta melakukan hal-hal yang perlu dikerjakan dengan kedisiplinan.
Sikap inilah yang mengantarkan Romawi menuju kejayaannya.

2.2 PERKEMBANGAN PERADABAN ROMAWI KUNO

1. Sistem Pemerintahan Romawi

Menurut Djaja (2018 : 25-27), sistem pemerintahan yang ada di Romawi,


dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Kerajaan (Monarki) 750-500 SM

Pada awalnya sistem pemerintahan yang dijalankan di Romawi adalah


berbentuk kerajaan atau monarki, yang mana pertama kali dipimpin oleh seorang
raja yang bernama Romulus. Namun, sayangnya sistem pemerintahan dengan
bentuk kerajaan ini berhenti di tahun 509 SM, hal ini diakibatkan raja-raja yang
memerintahkan pada saat itu merupakan bangsa Etruska, yang mana adalah
bangsa pendatang. Hal tersebut menimbulkan kemarahan bagi bangsa Latin yang
tidak ingin dipimpin oleh bangsa asing, maka pada tahun 509 SM terjadilah
pemberontakan yang pada akhirnya berhasil membuat Raja Tarquin turun dari
kepimpinannya. Adapun pemberontakan tersebut dipimpin oleh Lucius Junius
Brutus. Sejak saat itu sistem pemerintahan berbentuk kerajaan menjadi demokrasi.

2) Republik Romawi 500 SM-27 SM

Kemudian sistem pemerintahan diubah menjadi bentuk republik. Pada masa


itu, terjadi penggolongan penduduk Romawi menjadi 2 (dua), yakni golongan
Patricia dan golongan Plebea. Patricia berasal dari bahasa latin, yakni kata
“patres”, yang artinya ayah. Golongan Patricia ini merupakan golongan penduduk
berasal dari kaum bangsawan serta dianggap sebagai warga negara penuh dan
memiliki tanah yang luas. Sedangkan, Plebea, yang berasal dari bahasa latin,
yakni “plebs”, yang artinya orang banyak, merupakan penduduk yang dianggap
warga negara yang tidak penuh, dan memiliki golongan dibawah Patricia. Di
Romawi pada masa itu, golongan yang berhak untuk duduk di lembaga-lembaga

8
politik adalah golongan Patricia. Adapun lembaga-lembaga politik yang ada di
Romawi pada masa itu, yakni :
a. Konsul
Konsul merupakan jabatan yang berwenang di eksekutif, yang mana
umumnya diduduki oleh 2 (dua) orang. Selain itu, konsul juga adalah panglima
angkatan perang, yang dalam beberapa situasi perang yang darurat konsul dapat
memberikan jabatannya kepada diktator dalam jangka waktu yang singkat.
Namun, pemberian jabatan tersebut hanya dapat dilakukan jika telah mendapatkan
izin daripada senat.
b. Senat
Senat merupakan jabatan yang diisi oleh 300 orang. Senat ini memiliki hak
veto terhadap keputusan majelis. Senat memiliki andil yang cukup besar dalam
perkembangan Romawi.
c. Majelis
Berbeda dengan kedua lembaga sebelumnya, majelis ini dapat diisi oleh
golongan Plebea. Adapun tugas umum dari majelis adalah untuk memilih konsul
dan juga para pejbata lainnya. Kemudian, majelis juga berwenang dalam hal
menyetujui serta menolak Undang-undang yang diajukan oleh konsul dan juga
senat.
3) Zaman Kekaisaran Roma (315M – 476 M)

Pada masa kekaisaran Roma, pertama kali dipimpin oleh Octavianus yang
dipilih oleh Senat. Dalam memimpin kekaisaran Romawi, Octavianus diberi gelar
Augustus yang artinya Yang Mulia. Di masa pemerintahannya, kekaisaran
Ronawu mencapai puncak kejayaannya. Yang mana terjadi perkembangan dalam
berbagai bidang terkhusus dalam hal pembangunan. Kemunduran kekaisaran
Romawi terjadi setelah dilakukannya perpindahan ibu kota ke kota Konstatinopel
yang saat ini disebut Istanbul.

2. Sistem Kepercayaan Romawi

Menurut Wilujeng (2007 : 16-18), pada masa pemerintahan berbentuk


kerajaan, penduduk di Romawi secara umum merupakan masyarakat yang
memiliki sisten kepercayaan animisme dan polyteisme. Dengan demikian, bangsa

9
Romawi percaya terhadap roh leluhur dan juga terhadap dewa-dewi. Adapun
menurut arwah-arwah disembah oleh bangsa Romawi oada masa itu, yakni :

a. Penates adalah arwah yang dipercayai sebagai penjaga lumbung serta


makanan bangsa Romawi.
b. Lares adalaha arwah yang dipercayai sebagai penjaga keluarga.
c. Vesta adalah arwah yang dipercayai sebagai penjaga rumah-rumah
bangsa Romawi.
Selain percaya akan arwah leluhur, bangsa Romawi juga percaya terhadap
Dewa-dewa. Hal ini dipengaruhi oleh bangsa Yunani yang juga percaya akan
Dewa-dewa. Oleh karena itu, Dewa-dewa yang disembah oleh bangsa Romawi
sama dengan Dewa-dewa yang disembah bangsa Yunani, hanya penggunaan
nama yang menggunakan nama-nama Romawi. Adapun Dewa-dewa yang
disembah oleh bangsa Romawi tersebut, diantaranya :
a. Juno sebagai dewa pelindung pernikahan.
b. Mars sebagai dewa perang.
c. Yupiter sebagai dewa penjaga tanah.
d. Merkurius sebagai dewa perdagangan.
e. Neptunus sebagai dewa laut.
f. Apollo sebagai dewa matahari.
g. Venus sebagai dewi cinta.
h. Diana sebagai dewi bulan.

Namun seiring berjalan waktu terjadi perubahan dalam sistem kepercayaan


bangsa Romawi, terutama pada masa pergantian kepemimpinan Octavianus dan
Tiberius yaitu pada 14-37 Masehi, bangsa Romawi mulai mengenal agama baru,
yakni Kristen. Diawal masa penyebaran agama Kristen di Romawi, menghadapi
berbagai penolakan, karena dianggap dapat memecah belah bangsa Romawi.
Tetapi, dikalangan budak agama ini terus mengalami perkembangan. Hal tersebut
yang kemudian memicu terjadi pembataian bagi orang-orang yang beragama
Kristen. Bahkan, mereka dijadikan mangsa pada arena sirkus oleh Kaisar
Romawi.

10
Pembantaian terhadap pemeluk agama Kristen tidak berhenti dan pada masa
pemerintahan Kaisar Nero, mereka mengalami kekejaman yang luar biasa. Kaisar
Nero memang dikenal sebagai Kaisar terkejam dalam sejarah peradaban Romawi.
Ia melakukan penganiayaan terhadap pemeluk agama Kristen. Namun,
pembataian serta penindasan tersebut tidak mengurangi penyebaran agama
Kristen di Romawi, justru semakin banyak bangsa Romawi yang memeluk agama
Kristen. Terutama saat pemerintahan Kaisar Constatinus pada tahun 280-337
Masehi, yang mana seluruh bentuk kekejaman kepada rakyat yang memeluk
agama Kristen dihentikan. Beliau dapat dikatakan sebagai orang yang memiliki
andil dalam perkembangan agama Kristen di Romawi. Bahkan, sebelum beliau
wafat, Ia telah dibabtis menjadi sebagai tanda beliua beragama Kristen.
Kemudian, agama Kristen dijadikan sebagai agama resmi di Romawi pada masa
pemerintahan Kaisar Theodosius.

3. Sistem Perekonomian Romawi

Dalam bidang ekonomi, secara umum bangsa Romawi bermata pencaharian


sebagai petani. Selain itu, berdasarkan adanya penemuan bangkai kapal yang
mana di dalamnya terdapat guci yang terisi oleh buah-buah, ada anggapan
bahwasanya bangsa Romawi juga berprofesi sebagai pedagang. Bangsa Romawi
juga diketahui telah memiliki uang, yakni uang logam yang disebut Denarill.
Uang tersebut umumnya digunakan dalam perdagangan. Pemerintahan Romawi
Kuno juga menerakan adanya sistem pajak untuk membiayai seluruh kebutuhan
kekaisaran.

4. Sistem Pendidikan Romawi

Dalam bidang pendidikan, bangsa Romawi diketahui meneruskan sistem


pengetahuan yang telah bertumbuh dan berkembang pada masa Yunani Kuno.
Menurut Djaja (2018 : 32), banyak ilmuwan terkenal yang berasal dari bangsa
Romawi, seperti diantaranya, Galen. Beliau merupakan seorang ilmuwan yang
ahli dalam bidang anatomi, fisiologi, dan juga membuat obat. Selain Beliau
terdapat pula Lucretius yang ahli dalam materi mengenai atom. Bangsa Romawi,
memberikan andil yang cukup besar dalam peradaban manusia hingga saat ini,
dalam bidang kodokteran, bangsa Romawi telah menemukan radas kedokteran,

11
yaitu salah satu peralatan dalam dunia kedokteran yang berfungsi untuk
memeriksa tubuh bagian dalam Ibu yang sedang mengandung. Selain itu,
diketahui bahwasanya proses kelahiran dengan operasi Caesar pertama kali
ditemukan oleh bangsa Romawi. Dan berdasarkan mitos, Julius Caesar
merupakan orang yang pertama kali dilahirkan dengan cara demikian.

Selain itu, dalam bidang pengetahuan manusia mengenal angka Romawi,


yang merupakan sistem penomoran yang berasal dari Romawi kuno. Sistem angka
Romawi ini menggunakan alphabet untuk melambangkan angka. Misalnya, I
melambangkan satu, V melambangkan lima, X melambangkan sepuluh, L
melambangkan lima pulu, C melambangkan seratus, D melambangkan lima ratus,
dan M melambangkan seribu.

5. Raja-raja Kerajaan Romawi Kuno

Sebelum sistem pemerintahan berubah menjadi republik, awalnya Romawi


berbentuk Kerajaan, yakni pada periode 750-500 SM. Selama berbentuk kerajaan,
Romawi telah dipimpin oleh 7 (tujuh) raja, yaitu sebagai berikut :

1) Romulus

Romulus merupakan pendiri dari kerajaan Romawi dan juga sebagai raja
pertama. Menurut Rohmah (2013 : 23), Romulus merupakan satu-satunya raja
dari kerajaan Romawi yang memerintah tanpa dipilih oleh rakyat. Adapun selama
masa awal pemerintahannya, Romulus memberikan kebebasan bagi para lelaki
untuk menjadi warga dari Roma. Setelah beliau meninggal Ia disebut sebagai
dewa perang dengan panggilan Quirinus. Hal tersebut dikarenakan selama masa
pemerintahnnya, Romulus sering melakukan perang, seperti dengan kerajaan
Fdenate dan Veii.

2) Pompilius

Kemudian Romulus digantikan oleh Pompilius. Ia merupakan orang sabin


yang akhirnya terpilih memimpin kerajaan Romawi. Alasan beliau dipilih
dikarenakan Pompilus memiliki reputasi yang baik serta sifat yang adil.
Kepemimpinan berlangsung selama 43 tahun. Raja yang memiliki nama lengkap
Numa Pompilus ini memberikan kemajuan dalam bidang agama, yang terjadi

12
reformasi keagamaan serta mendirikan kuil Jannus. Ia juga membagi wilayah
Roma menjadi distrik-distrik dan menambhkan bulan Januari dan Februari pada
kalender Romawi.

3) Tullus Hostilius

Raja yang ketiga adalah Tullur Hostiliius. Beliau merupakan salah satu raja
kerajaan Romawi yang berfokus dalam peperangan. Di masa kepemimpinannya Ia
tidak mempercayai agama dan Beliau berhasil menaklukan kerajaan Alb Longa
serta mengambil seluruh penduduknya. Masa pemerintahan Tullur Hostiliius
berlangsung selama 31 tahun.

4) Ancus Marcius

Raja selanjutnya adalah Ancus Martius, Ia merupakan cucu dari raja kedua,
yakni Numa Pompilius. Menurut Rohmah (2013 : 23-24), Ancus Marcius
memiliki sifat yang hampir sama dengan sang kakek, yakni lebh berfokus kepada
kedamaian, dan di masa pemerintahannya, Beliau berhasil mendirikan beberapa
infrastruktur umum. Adapun infrastruktur tersebut, diantaranya jembatan untuk
melewati sungai Tiber, penjara, pabrik garam, serta pelabuhan. Ia memerintah di
kerajaan Romawi selama 25 tahun.

5) Tarquinius Priscus

Raja yang kelima adalah Tarquinius Priscus. Tarquinius Priscus merupakan


keturunan Etruska, dan Beliau juga diadopsi oleh raja keempat, yaitu Ancus
Maricus. Di dalam menjalankan pemerintahan, Ia berfokus dalam peperangan dan
mampu menaklukan berbagai kerajaan. Dalam memperkuat angkatan perangnya
Tarquinius Priscus, menambah jumlah anngota sebanyak 100 orang. Dalam
peperangan yang Beliau lakukan, Tarquinius Priscus berhasil mendapatkan harta
dari kerajaan yang ditaklukan. Dalam 25 tahun kepemiminannya, Ia juga telah
mengadakan perlombaan oahraga Romawi, membangun Forum Romawi,
mendirikan kuil Jupiter dan juga membuat arena balap kereta.

6) Servius Tullius

Setelah kematian Tarquinius Priscus karena dibunuh oleh anak kandung dari
Ancus Maricus, kepemimpinan kerajaan berlaih ke Servius Tullius. Selama 44

13
tahun masa pemerintahannya, Servius telah mengadakan berbagai kebijakan,
seperti diantaranya melaksanakan sensus penduduk untuk pertama kalinya. Selain
itu, Beliau juga mendirikan kuil Diana serta mendirikan dewan Centuri dan dewan
Suku. Penyebab kematiannya adalah karena dibunuh anaknya serta menantunya
yaitu Tarkunius Superbus.

7) Tarkuenius Superbus

Setelah kematian Servius Tullius, kemudian Tarkuenius Superbus


menduduki kekuasaan sebagai raja kerajaan Romawi. Namun, dalam masa
pemerintahannya terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat, hal ini
dikarenakan Tarkuenius Superbus sangat kejam dan juga melakukan teror.
Dikarenakan terjadinya pemberontakan tersebut, akhirnya Beliau melarikan diri
ke kota Tusculum. Sejak saat itu berakhirlah sistem pemerintahan berbentuk
kerajaan di Romawi dan dikemudian digantikan menjadi republik.

6. Pembagian Romawi

Pembagian wilayah Romawi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu Romawi Barat


dan Romawi Timur terjadi pada masa kekaisaran Deocletianus (264-305 M). Hal
tersebut dikarenakan luas wilayah Romawi yang sangat luas sehingga
menyulitkan untuk mengaturnya. Namun, Romawi Timur dan Romawi Barat
kembali disatukan oleh kaisar Theodius (379-395 M). Setelah beliau wafat kedua
wilayah tersebut menjadi terpisah kembali sampai sekarang. Berikut pemaparan
tentang kedua wilayah tersebut.

1) Wilayah Romawi barat

Setelah dibagi, ibukota dari Romawi Barat adalah Roma. Namun, ternyata
kekaisaran ini sering mendapat serangan, seperti dari bangsa Indo-Jerman, yang
kemudian menetap di wilayah Romawi Barat tersebut, lalu kemudian membangun
kerajaan baru. Maka dengan demikian, di abad ke-5 kaisar Romawi tidak lagi
memiliki kedudukan di wilayah Romawi Barat tersebut. Kekuasaan di Romawi
Barat berakhir pada tahun 476 M, di mana kaisar Odoaker turun dari tahtanya.

14
2) Romawi Timur
Sedangkan di bagian wilayah Romawi Timur beribukota di Konstatinopel
atau yang saat ini dikenal dengan nama Istanbul. Berbeda dengan kekaisaran
Romawi Barat, di wilayah timur ini kekuasaan tetap bertahan sampai 10 abad.
Puncak kejayaan kekaisaran Romawi Timur terjadi pada masa pemerintahan
Yustinianus yaitu pada tahun 527-563 M. Menurut Syarkawi (2011) Kaisar
Konstantin I , kaisar kerajaan Byzantium memberikan kebebasan bagi agama
Kristen untuk disebarkan di kekaisarannya pada tahun 313 M, kemudian Roma
Timur semakin berkembang dan mampu menguasai Asia kecil.
2.3 Kemunduran Peradaban Romawi Kuno

Bangsa Romawi memang telah berhasil menguasai daerah-daerah di


sekitarnya, tetapi untuk mengendalikan semua daerah itu memerlukan tenaga dan
strategi yang matang. Daerah- daerah tersebut memiliki struktur dan kondisi
masyarakat yang berbeda dengan sebelumnya, tumbuhnya perbudakan dan
bertambahnya kemiskinan di kalangan petani, munculnya kelas-kelas baru.
Permasalahan yang terjadi di romawi menyebabkan keruntuhan bagi Romawi
pada 476 M.

Faktor faktor penyebab utama kehancuran dari kekaisaran Romawi Barat


ialah, tidak adanya pemimpin yang mampu memimpin seluruh wilayah Romawi
yang sangat luas, melemahnya pertahanan Romawi, pada mulanya masalah
pertahanan menjadi kewajiban warganya, selain itu juga faktor-faktor lain yang
menyebabkan keruntuhan Romawi adalah tumbuhnya kemakmuran di kalangan
atas, pada daerah yang ditaklukkan uang dan barang-barang hasil produksi para
budak terus mengalirdi kalangan atas Roma.

Menurut sejarawan Eropa, masa keruntuhan kekaisaran Roma dikaitkan


dengan masa kejayaan Marcus Aurelius (161-180) sampai dengan masa
penyerbuan orang-orang Barbar pada abad ke V. Selama tiga abad terjadi secara
terus menerus kemunduran dan sampai kepada keruntuhan kekaisaran Roma, yang
salah satunya ialah dengan adanya pergantian kekuasaan dari Marcus Aurelius
kepada penggantinnya Commodus, dimana Commodus merupakan seorang
pemimpin yang lemah (180-193). Pada saat kepemimpinanya sering terjadi

15
korupsi, pertumpahan darah, yang pada akhirnya setelah 12 tahun Ia berkuasa Ia
dibunuh secara huru hara oleh para militer. Kerapuhan pemerintahan Roma juga
tampak ketika Roma harus memberi status warga negara kepada kalangan banyak
penduduk, sebagaian besar penduduk ini termasuk kelompok non-pribumi. Situasi
ini semakin menambah persaingan, konflik, ketegangan, dan kemelut internal (Ari
Irfanto, 2018 : 101)

Seiring dengan merosotnya kewibawaan Roma, dengan itu juga nilai


kewarganegaraannya pun ikut juga merosot. Disaat kaisar Aurelinus
memperburuk keadaan karena menuntut agar pejabat daerah meninggalkan upeti
yang biasa diserahkan pada kota mereka, biarpun beberapa tanah kota tidak lagi
menghasilkan pendapatan. Pada masa Diolectianus (tahun 284), Ia berupaya untuk
mengatasi sejumlah kemunduran yang melanda Roma. Ia tidak ingin bahwa
nantinya kekaisaran Roma mengalami masa keruntuhan. Tanda tanda kemunduran
kekaisaran Roma terlihat juga setelah masa pemerintahan Diocletianus, dengan
tampilanya Konstantin menetapkan ibukota Kekaisaran Roma belahan timur di
Byzantum, kemudian ia memberi namanya Constantinopel. Pembagian wilayah
kekaisaran Roma dibagi menjadi dua bagian, yaitu Roma Barat yang beribukota di
Roma dan Roma Timur yang beribukota di Konstantinopel, yang terjadi pada
tahun 395 yaitu pada zaman kekaisaran Theodosius.

Ketika roma diserang oleh pasukan dari luar, kekaisaran ini juga mengalami
keruntuhan ekonomi akibat krisis keuangan yang parah. Perang yang terus
menerus dan pengeluaran berlebihan secara signifikan menggerus kas
pemerintahan. Kondisi ini diperparah oleh pajak opresif serta inflasi yang
memperlebar jurang antara kaya dan miskin. Dengan harapan menghindari
petugas pajak, banyak anggiota kelas kaya bahkan melarikan diri ke pedesaan dan
mendirikan wilayah kekuasaan independen.

Pada saat yang sama, kekaisaran diguncang oleh defisit tenaa kerja. Satu hal
yang perlu kita ketahui adalah bahwa ekonomi roma bergantung budak untuk
menggarap ladangnya dan bekerja sebagai pengrajin. Akan tetapi saat ekspansi
terhenti di abad ke 2, pasukan budak roma dan harta perang lainnya mulai
menipis.

16
Pembagian wilayah Roma tidak terlepas dari serangkaian ancaman suku
Barbar yang selama puluhan tahun telah mengganggu stabilitas negara. Akan
tetapi kenyataanya, justru pembagian wilayah tersebut dapat mendorong
keruntuhan kekaisaran Roma. Setelah kematian Theodosius, kekacauan terjadi
dan berbagai provinsi Roma penuh dengan kekuasaan bangsa asing. Pemerintah
Roma belahan barat mengalami keruntuhan pada tahun 476 yang dikalahkan oleh
orang-orang Barbar. Kemunduran kekaisaran Roma dapat diketahui dari krisis
sosial ekonomi yang melanda negara itu, salah satunya ialah kekacauan pada
militer, menurunya laju pertumbuhan penduduk. Selain itu juga kemunduran dari
Kekaisaran Roma selain disebabkan oleh faktor internal tetapi juga disebabkan
oleh faktor eksternal. Pemerintah Roma diharuskan menghadapi kenyataan yang
terjadi dalam Kekaisarannya, Kekaisaran itu telah dirongrong dari luar, salah
satunya suku-suk Germanik.

Pada masa Septianus Severus tidak dapat mengatasi sejumlah ancaman yang
berasal dari luar. Sebagai seorang penguasa Roma, Ia dianggap tidak berhasil
menegakkan disiplin militer, bahkan Ia dianggap merusak disiplin serta kesetiaan
kepada negara karena Ia mengajarkan agar mereka mementingkan uang dan
mengalihkan pikiran mereka ke kehidupan yang mewah. Sejumlah ancaman dari
luar terjadi kembali pada Maximus, pengganti dari Wangsa Severus. Oleh karena
itu, selama puluhan tahun Kekaisaran Roma dilanda kekacauan.

Serbuan orang Barbar tidak dapat dibendungi lagi. Roma tengah dilanda
perang saudara dan sering terjadi pemberontakan. Beberapa suku Jerman
menerobos perbatasan Donau dan suku-suku lain mengikutinya. Namun, para
penyerbu hanyalah menemukan tanah yang sekarang mereka duduki dahulunya
pernah menjadi Kekaisaran yang besar sekarang porak poranda akibat
peperangan-peperangan yang terjadi pada masa lalu (Ari Irfanto, 2018 : 105).

17
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Peradaban Romawi Kuno diawali dengan lahirnya kota Roma yang terletak
di lembah Sungai Tiber namun belum diketahui secara pasti. Sumber sejarah yang
dapat digunakan untuk mengetahui cikal bakal yang mendirikan bangsa Romawi
adalah legenda karya Vergellius yang berjudul Aeneis. Dikisahkan kekuasaan raja
Numitor digulingkan oleh adik kandungnya sendiri yang bernama Amulius.
Numitor kemudian diasingkan, lalu Rhea Silvia diampuni nyawanya dengan
diangkat sebagai pendeta perawan Vesta (Dewa Bumi). Syarat utama sebagai
pendeta Vesta, Rhea harus tetap perawan. Namun, dikisahkan Rhea hamil setelah
diperkosa oleh Mars, dewa perang Romawi Kuno.

Beberapa lama kemudian Rhea Silva yang diusir oleh pamannya yang
bernama Amulius karena telah melahirkan bayi kembar bernama Remus dan
Romulus. Maka dari itu dikisahkan bahwa bayi kembar tersebut merupakan
manusia setengah dewa. Namun Romulus membunuh Remus dalam suatu
pertengkaran dalam mennetukan tempat untuk mendirikan kota mereka sehingga
Romulus menjadi penguasa tunggal di kota tersebut yang dinamai Roma.

3.2 SARAN

Sebaiknya kita sebagai mahasiswa lebih banyak membaca literature


mengenai sejarah Eropa terkhusus pada peradaban Romawi Kuno karena kerajaan
ini merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di dunia sehingga
lebih banyak ilmu lagi yang dapat kita ketahui.

18
DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

D, Wilujeng. 2007. Romawi Kuno. Semarang : ALPIRIN.


Djaja, Wahyudi. 2012. Sejarah Eropa : Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern.
Yogyakarta : Ombak.
Daldjoeni,N.1982.Geografi Kesejarahan I : Peradaban Dunia.Salatiga
Irfanto, Ari. 2018. Peradaban Kuno di Dunia. Yogyakarta : Istana Media
Sumber Artikel dan Skripsi
Syarkawi. 2011. Peperangan Antara Romawi dan Persia (Analisis Pendidikan
‘Aqidah pada Surat Ar – Rum, Ayat 1 – 7). Jurnal LENTERA. 11 (3) : 54-
64.
Rohmah, Mas Iffatur. 2013. Surat Nabi Muhammad SAW kepada Raja Romawi
dan Raja Persia [Skripsi]. Surabaya (ID). IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Sumber Internet

Indy. 2012. Sejarah Berdirinya Kerajaan Romawi.


https://indy4012.wordpress.com/2012/04/14/sejarah-berdirinya-kerajaan-
romawi/ diakses pada 23 Maret 2021 Pukul 21.20 WIB

19