Anda di halaman 1dari 12

1

SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

KITAB IKHLAS1 h1N&ij < F h$?k !# b, !@ # 0 1K$


[1]: [Shahih]
7 8E$ (>?% C", : @2 lm ,
Dari Ibnu Umar beliau berkata,”Aku
mendengar Rasulullah bersabda,
ol 8#$ )b" 4A B n"P S !N ,
= K]& C" 2 H
G K9 Ò @$ p
q 2 @F O$ ! 1K$ = *'B# p
() * +, .- / $0 !" $# % &'
2 1Ic.R, O$0 r @$ T J !
1" 2 3+4 5#$ 76 89 3.+: ,
1F ! $J Om@ !b@ , 14#
(>?% 5@A B C 0 = )$ ;, . <#$
1 " 2 R, O@Iij 5, "@m4$ 6 @]
D$ EF H G )2 +I # J BK 0 7 89
Os8I # J 2 .- @Ac X & A g2
L $ 2J
k0 ! b , 14# "F & O@"F
)FJ O$ 1K$ = 1@ M6 N $ ;,
# J h$ Mt J B =!$ 1" 2 3.+
1 /# J B !@ & " 8"P
!N : , Cs;:F BK 0 I 8#$ a I
V )A - 5P T U OF QR@, BS B& S %J
O%& 1@2 !#, E , 1" 2 u) )#$
1" 2 W.J ,
Y>K$ T%K>$ !# I & O$0 r @$ T ` J
+N), 1 ) / 1$ ! :,
h$ ?k !# b, !@ # 0 1K$ 1 " 2J
1 /# J # J !% & " X 1I
C", : @2 l ,# , h1N& ji < F
Y+A 2 W+;#$ & !#Z ,SB &J S %J
B 1 J "/ 7 8E$ !N ,
5 $# [ F 1\ ;" ] ^ J
Ò @$ p v 1@ l& 8#$ )b" 4A
)/ e A " E$ & =7 &` $ abFc d_ :
1 ) / F g, ^;" ] , fO + +@2 3 N R# ] Om0 1K$ =w$ ZK$ p &
M- N. "/ % NJ 1 " 2 R, ji NJ
1
Judul ini tambahan dari ringkasan at-Targhib 3 Z, T%k& C$ Y>K$ x I +- &
karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani.

2
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

p ) yi # C@ 3Z ( NJ susu tersebut, tidak keluargaku atau


hartaku. Aku terdiam sementara bejana

H + 2 A =p ;, z - +bF O ji 5,
susu ada di tanganku sambil menunggu
keduanya bangun, sehingga fajar pun
menyingsing-sebagian rawi menambahkan
Q I Mt =C$ !# ;, Y NJ O$0mcJ sementara anak-anakku menangis di
kakiku-keduanya bangun dan minum
" $ & @<$#& ; $#& MF {# x NJ susunya. Ya Allah, jika aku melakukan itu
demi mencari wajahMu maka bukalah
OF | }1 4I B H + 2 A =p ;, kesulitan kami akibat batu besar ini’.
Maka batu besar itu ber-geser sedikit tapi
(>*R, hF | }1 ]J B Om0 =!# ;, mereka belum bisa keluar.”
Nabi melanjutkan,”Yang lain berkata,’Ya
1K$ n"P S C@ x A , C ] , CK Allah, aku mempunyai sepupu perempuan.
Dia adalah orang yang paling aku cintai.

h1N& ji < F h$?k !# b, !@ # 0


Aku berhasrat melakukan (apa yang
dilakukan oleh suami kepada istrinya)
kepadanya, tetapi dia menolakku. Sampai
!N , C", : @2 l ,# , ketika dia tertimpa paceklik, dia datang
kepadaku. Aku memberinya seratus dua
L g A )N 8, 7 8E$ puluhh dinar emas dengan syarat dia
menerima ajakanku, maka dia pun
“Ada tiga orang dari umat sebelum kalian menerima. Tetapi ketika aku telah
yang sedang bepergian sehingga mereka menguasainya dia berkata,’aku tidak
harus bermalam di sebuah goa, mereka mengizinkanmu membuka cincinku kecuali
masuk ke dalamnya. Lalu sebuah batu dengan haknya’. Maka aku merasa
besar menggelinding dari gunung dan berdosa melakukan itu padanya. Aku
menutup pintu goa. Mereka berkata, ‘Yang meninggalkannya sementara dia tetap
bisa menyelamatkan kalian dari batu orang yang paling aku cintai. Aku
besar ini hanyalah doa kalian kepada membiarkan dinar emas yang telah aku
Allah (sambil bertawassul) dengan amal berikan padanya. Ya Allah, jika memang
shalih kalian’ aku melakukan itu demi mencari wajahMu
Salah seorang dari mereka berkata, ‘Ya maka bukalah kesulitan kami.’ Maka batu
Allah, aku mempunyai bapak-ibu yang itu bergeser, hanya saja mereka belum
sudah tua. Aku tidak pernah bisa keluar.”
mendahulukan siapa pun atas mereka Nabi melanjutkan, “Yang ketiga berkata.
dalam minum susu di petang hari, “Ya Allah, aku menyewa beberapa
keluarga maupun harta (ku). Suatu hari pekerja. Dan aku telah membayar gaji
aku pergi ke tempat yang jauh untuk mereka. Hanya seorang yang belum, dia
mencari padang rumput. Aku tidak dapat pergi meninggalkan haknya. Lalu aku
kembali (menggiring unta-untaku pulang mengembangkan haknya itu sampai ia
ke kandangnya) hingga keduanya telah menjadi harta yang melimpah. Beberapa
tidur. Maka aku memerah susu untuk waktu kemudian dia datang kepadaku. Dia
mereka (minum di malam hari) tapi aku berkata kepadaku, ‘Wahai hamba Allah,
mendapatkan keduanya sedang tidur, berikan hakku’. Aku menjawab,’Apa yang
maka aku tidak ingin mendahulukan orang kamu lihat ini adalah gajimu: unta, sapi,
lain dari mereka berdua dalam minum

3
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

domba dan hamba sahaya’. Dia


berkata,’Wahai hamba Allah, jangan Diriwayatkan oleh Baihaqi dan hadits
mengejekku’. Aku berkata,’Aku tidak mursal2.
mengejekmu’. Lalu dia mengambil
semuanya. Dan dia menggiringnya tanpa [4]: [Shahih Lighairihi]
menyisakan apapun. Ya Allah, jika aku Dari Abu Said al-Khudri dari Nabi ,
melakukan itu demi mencari wajahMu, beliau bersabda pada Haji Wada’,
maka angkatlah kesulitan kami.’ Lalu batu

„ , % 2 ), O $ ; … ] jiS GH †
itu bergeser dan mereka keluar dan
(meneruskan) berjalan."

[3]: [Shahih]
Mt <A B ‡6 C";
- F ˆ"$ C#- ;, M
Dari Abu Firas –seorang laki-laki dari
Aslam- berkata, M b#$ • *0 =- ‰ | - T# 1" 2
" 4 $# X yi :9 @ $# & CK$
€ A{# •H p)]. A =M;, M6 N~ .c
‹:A % ji 2+ Š, 1: 2 5 &}$&
• *{ =p
“Seorang laki-laki berseru sambil L 1X.&
bertanya,’Ya Rasulullah, apa itu
iman?’Nabi menjawab,’Ikhlas’.” “Semoga Allah mengangakat derajat
seseorang yang mendengar ucapanku, lalu
Dalam lafazh lain dia berkata, Rasulullah dia memahaminya. Berapa banyak
bersabda,

A =M6 N ‚c @, n#P 2 ) ]
2
Begitulah dia berkata, “Ini berarti Abu Firas al-
Aslami bukanlah seorang sahabat. Ini tidak ada
yang mengatakannya. Yang benar dia termasuk
ƒ 0 =p € ƒ ]{# •H p)]. sahabat tanpa ada perselisihan sejauh yang aku
(Syaikh Al-Albani) ketahui, perselisihannya hanya

€ A{# , =p L7 }$ jG A0& 7 E$
pada; apakah dia itu Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami
atau lainnya? Pendapat kedua dikuatkan oleh Ibnu
Abdil Bar dan Ibnu Hajar. Berdasarkan ini maka
=p € ";"$# , =p L• *{J =p hadits ini sanadnya bersambung, rawi-rawi
terpercaya (tsiqah). Sanadnya shahih. Dan

L A+E $
termasuk kebodohan tiga orang pemberi komentar
(yakni ; Syaikh Habiburrahman al-A’zhami, Abdul
Hamid an-Nu’mani dan Muhammad Utsman al-
Malikanawi, mereka adalah pentahqiq kitab
“Bertanyalah kepadaku apa yang kalian ringkasan at-Targhib karya al-Hafizh Ibnu Hajar
mau. Lalu seorang laki-laki berseru,’Ya al-Asqalani yang dengannya dikritik Syaikh al-
Albani karena banyak terjadi kesalahan -lihat
Rasulullah, apa itu Islam?’Nabi Mukaddimah dalam kitabnya) adalah pernyataan
menjawab,’Mendirikan shalat dan mereka yang mendhoifkan hadits ini secara terang-
membayar zakat.’ Dia bertanya,’Apa itu terangan. Mereka menyatakan illatnya (cacat)
iman?’ Nabi menjawab, ‘Ikhlas.’Dia dengan, “Padanya terdapat rawi yang tidak jelas.”
bertanya,’Apa itu yakin?’ Nabi Ini termasuk musibah mereka, sebab rawi tidak
dikatakan “tidak jelas” kecuali jika dia disebut
menjawab,’Membenarkan.” nama atau kunyahnya (nama julukan).

4
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

pembawa fikih yang tidak fakih (tidak “Dunia itu dilaknat, dan apa yang di
mengerti fikih). Tiga perkara yang dalamnya dilaknat, kecuali apa yang
(karenanya) hati seorang Mukmin tidak dicari dengannya wajah Allah.”
akan ditimpa dengki: Mengikhlaskan amal Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan
karena Allah, memberi nasehat kepada sanad yang tidak mengapa (la ba’ sa
pemimpin kaum Muslimin dan berpegang bihi)4.
kepada jamaah mereka, karena mereka
mengelilingi mereka dari belakang
mereka.” ( PASAL )
Diriwayatkan oleh al-Bazzar dengan sanad
hasan. [10]: [Shahih]
Dari Umar bin al-Kaththab , berkata,
[6]: [Shahih] “Aku mendengar Rasulullah bersabda,
Dari Mush’ab bin Said dari bapaknya ,
Bahwa dia mengira memiliki kelebihan
= A &. O,& o "m@$ F p 2iy#
dari orang yang di bawahnya3 dari sahabat 0
Rasulullah . Maka Nabi bersabda,
, Q) | - Ms $ 0&o3 "m@$ F
1 "beF yG (>?% H G E@A 0 CI 51, C$)].& H $0 CI 5% !
L 19 *0& 1I 9& 1I)2+F $0 CI 5% ! & C$)].& H $0
“Sesungguhnya Allah hanya menolong $0 CI 51, 1: @A7J- &J 1 "EA " c
umat ini karena orang-orang lemah
mereka; karena doa mereka, shalat
mereka dan keikhlasan mereka.”
LC"$0 N %
Diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan lain- “Sesungguhnya amal-amal itu dengan niat
lainnya. Ia di al-Bukhari tanpa menyebut –dalam riwayat lain dengan niat-niat-,
keikhlasan. dan sesungguhnya masing-masing orang
mendapatkan apa yang diniatkannya.
[9]: [Hasan Lighairihi] Maka barangsiapa hijrahnya kepada
Dari Abu Darda’ dari Nabi Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya
bersabda, kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa
hijrahnya kepada dunia yang ingin dia
dapatkan atau kepada wanita yang hendak
O< F BK 0 1", 6 )b# 6 )b# " +̀$ dia nikahi, maka hijrahnya kepada apa
yang dia niatkan dalam hijrahnya.”
LH DN& CF
4
Begitulah yang dia katakan, padahal terdapat rawi
yang tidak diketahui, akan tetapi ia memiliki
beberapa syahid yang dengannya ia menjadi kuat.
3
Yakni dalam harta rampasan perang. Ia tercantum di ash-Shahihah (2797).

5
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu [16]: [Shahih Lighairihi]


Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i. Dari Abu Kabsyah al-Anmari , bahwa
dia mendengar Rasulullah bersabda,

[12]: [Shahih] ZAS + +m J& 1" 2 4# J6


Dari Anas bin Malik berkata, “Kami
pulang dari perang Tabuk bersama Nabi +~ 2 p Œ; =p L()^ ,
. Beliau bersabda,
9 - ^# +~ 2 \ B& - +9
VbP @# ] @A+ $# F @ # * V )# J K 0 „ F +~ 2 D ,B& }2 H G (c dKB0 1" 2
L.#>b#$ 14 @b %&KB0 AVc & B& - &J - ;# , „ F C" 2 H G D , BK 0 $R4
‘Sesungguhnya ada sekelompok orang di
belakang kita di Madinah, di mana kita ZA+
S +m J& %):
tidak melewati celah-celah di gunung dan
tidak pula lembah kecuali mereka bersama
kita, mereka terhalangi oleh udzur’.”
C d. +~ 2=- bF.iy " +̀$ 0=()^ ,
[15]: [Shahih]
MEA& CF. C", O; A )1, V # 2& BS H G
Dari Abu Hurairah
bersabda,
berkata,”Rasulullah
>?1, S;• C", CK$ bA& C . C",
$& # 2 H G C d.+ 2&Lpd @ $# Me#,RF
$0B& 4NJ $0 ^@AB H i K0
K J )$=p);A "m@$ [c 9)1,SBŽ C# d A
. PJ&o F) $0 ^@A ?$& .)9
R, C "@F)1, - , M bF !# b$ BŽ O$
Lf $ 2J&_ o(.+9 $0 Cb 9RF
$& BS H G C d. +~ 2& j• )] % N
- # 2 "<F C$ O, ‹ 8A V # 2 C# d A
“Sesungguhnya Allah tidak melihat
kepada jasmani kalian, tidak pula kepada
bentuk rupa kalian, akan tetapi melihat
hati kalian,-dan beliau sambil menunjuk C . C", MEAB& CF. C", O; AB&
ke dadanya-, (dan amal-amal kalian)”5.
@ $# w *RF >?1, ;K C", CK$ bAB&
Diriwayatkan oleh Muslim.
)1, V # 2B&SBŽ H G C# d A $~+ 2& pd
M bF C", !# b$SBŽ O$ K J )$ p);A
5
Saya (Syaikh Al-Albani) berkata, “Dua tambahan
dari Shahih Muslim 8/11, yang lain dalam riwayat
lain miliknya, dan tiga orang pemberi komentar
tidak memperhatikannya. Yang kedua adalah
sangat penting, ia dapat terbalik atas sebagian
.j• )] %.d), C "@F )1, - ,
orang, akibatnya menjadi rusak. Lihat komentar “Tiga perkara aku bersumpah atasnya
saya atas Riyadh ash-Shalihin hal.41 cetakan al- dan aku menyampaikan hadits kepada
Maktab al-Islami.

6
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

kalian, maka hafalkanlah. “Beliau [17]: [Shahih]


bersabda, “Harta seorang hamba tidak Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah
berkurang karena sedekah, dan tidaklah bersabda seperti yang diriwayatkan dari
seorang hamba yang didzalimi dengan Rabbnya,
suatu kedzaliman, lalu dia bersabar

3 nm"4$ & 3 @4:#$ T H G K0


atasnya kecuali Allah menambahkan
kemuliaan kepadanya. Tidaklah seorang
hamba yang membuka pintu meminta-
minta kecuali Allah membuka pintu , - @4:F % , CF O, h$?k "F
kemiskinan untuknya, atau kalimat yang
senada dengannya. Dan aku S S @4 (+@2 H G 1 1# bA
menyampaikan sebuah hadits kepada
kalian maka hafalkanlah: (+@2 H G 1 1 b, 1F % # Š,
Dunia ini hanyauntuk orang:Seorang
hamba yang dikaruniai harta dan ilmu,
dia bertakwa kepada Tuhannya padanya,
$0 •b†
- X … ] $0 3 - @4 g2
menjalain hubungan rahimnya padanya,
dan mengetahui hak Allah padanya. Ini , - nm"4F % & 7- "Z ‘ - b†J
S S @4 (+@2 H G 1 1# bA
adalah hamba dengan kedudukan terbaik.
Seorang hamba yang dikaruniai ilmu oleh
Allah dan tidak dikaruniai harta, dia
memiliki niat yang benar, dia berkata, C$ H G 1 1 b, 1F % )% # Š,
‘Seandainya aku mempunyai harta
niscaya aku akan melakukan apa yang % : &J =- A &“, c d’ 7+ S & S nm"]
dilakukan oleh fulan’. Dia (mendapat
pahala) dengan niatnya maka pahala Lh$ % BK 0 H 2 h 1A B&
keduanya sama. Seorang hamba yang
dikaruniai Allah harta dan tidak “Sesungguhnya Allah telah menetapkan
dikaruniai ilmu, dia bertindak ngawur kebaikan-kebaikan dan keburukan-
(pada kebatilan) dalam hartanya tanpa keburukan, kemudian Dia menjelaskan hal
ilmu, dia tidak bertakwa kepada Tuhannya itu di dalam Kitab-Nya. Maka
padanya, tidak menjalin rahimnya barangsiapa yang ingin berbuat kebaikan
padanya, dan tidak mengetahui hak Allah dan tidak melaksanakannya, maka Allah
padanya. Ini adalah hamba dengan menulisnya di sisiNya sebagai kebaikan
kedudukan terburuk. Dan seorang hamba yang sempurna. Jika dia ingin
yang tidak dikaruniai harta dan ilmu oleh melakukannya maka Allah menulisnya di
Allah, dia berkata, ‘Seandainya aku sisiNyasepuluh kebaikan sampai tujuh
mempunyai harta maka aku melakukan ratus kali lipat sampai berlipat-lipat
padanya apa yang dilakukan oleh fulan,’ banyaknya. Dan (sebaliknya) barangsiapa
maka dosa keduanya sama.” yang ingin berbuat buruk dan dia tidak
melaksanakannya, maka Allah menulisnya
Diriwayatkan oleh Ahmad dan at- di sisiNya sebagai kebaikan yang
Tirmidzi. Lafazhnya adalah lafazh at- sempurna. Jika dia ingin, lalu
Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadits hasan melakukannya maka Allah menulisnya
shahih.” satu keburukan,” –Dia menambahkan

7
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

dalam suatu riwayat6-, “Atau dia DAFTAR ISTILAH ILMIAH


menghapusnya,” dan tidaklah binasa atas
(ketetapan) Allah kecuali orang yang
binasa.” Al-Adalah: Potensi (baik) yang dapat
membawa pemiliknya kepada takwa, dan
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (menyebabkannya mampu) menghindari
hal-hal tercela dan segala hal yang dapat
merusak nama baik dalam pandangan
[21]: [Hasan Shahih] orang banyak. Predikat ini dapat diraih
Dari Abu Darda’ yang sampai kepada seseorang dengan syarat-syarat: Islam,
Nabi di mana beliau bersabda, baligh, berakal sehat, takwa, dan
meninggalkan hal-hal yang merusak nama
baik.
ƒ);A # J Y)@A )%& CP , IJ
Al-Jarh (at-Tajrih): Celaan yang
( @"2 C <, M"K$ OsEA dialamatkan pada rawi hadits yang dapat
mengganggu (atau bahkan
C) & Q) C$ T D 9J menghilangkan) bobot predikat “al-
Adalah” dan “hafalan yang bagus”, dari
LCmF. C" 2S +9 dirinya.

Al-Jarh wa at-Ta’dil: Pernyataan adanya


“Barangsiapa yang mendatangi tempat cela dan cacat, dan pernyataan adanya “al-
tidurnya sedangkan dia berniat bangun Adalah” dan “hafalan yang bagus” pada
untuk shalat malam, lalu dia tertidur seorang rawi hadits.
sampai pagi niscaya ditulis untuknya apa
yang dia niatkan dan tidurnya itu adalah An’anah: Menyampaikan hadits kepada
sedekah dari Rabbnya kepadanya.”
rawi lain dengan lafazh 2 (dari) yang
Diriwayatkan oleh an-Nasa’i, Ibnu Majah mengisyaratkan bahwa dia tidak
dengan sanad baik. Diriwayatkan oleh mendengar langsung dari syaikhnya. Ini
Ibnu Hibban di Shahihnya dari hadits Abu menjadi illat suatu sanad hadits apabila
Dzar atau Abu Darda’ dengan ‘atau’ yang digunakan oleh seorang rawi yang
menunjukkan keraguan. mudallis.

Ashhab As-Sunan: Para ulama penyusun


kitab-kitab “Sunan” yaitu: Abu Dawud, at-
Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah.

Ash-Shahihain: Dua kitab shahih yaitu:


Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

6
Asy-Syaikhain: Imam al-Bukhari dan
Riwayat ini termasuk riwayat Muslim sendiri Imam Muslim.
tanpa al-bukhari, berbeda dengan apa yang bisa
dipahami (secara salah) dari apa yang dilakukan
oleh penulis sebagaimana hal ini dijelaskan oleh At-Ta’dil: Pernyataan adanya “al-Adalah”
an-Naji (9/1). pada diri seorang rawi hadits.

8
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

At-Tashhif: Perubahan yang terjadi pada dan tidak mungkin dipertemukan antara
lafazh hadits yang dapat menyebabkan satu dengan lainnya.
maknanya berubah. Mudhtharib (goncang).

Berdasarkan syarat mereka berdua: Hadits Mudraj: Hadits yang di dalamnya


Maksudnya berdasarkan syarat al-Bukhari terdapat tambahan yang bukan darinya,
dan Muslim. baik dalam matan atau sanadnya.

Hadits Ahad: Hadits yang sanadnya tidak Hadits Munkar: Hadits yang diriwayatkan
mencapai derajat mutawatir. oleh seorang rawi yang dha’if dan
riwayatnya bertentangan dengan riwayat
Hadits Dha’if: Hadits yang tidak para rawi tsiqah.
memenuhi syarat hadits maqbul (yang
diterima dan dapat dijadikan hujjah), Hadits Mutawatir: Hadits yang
dengan hilangnya salah satu syarat- diriwayatkan oleh banyak orang rawi
syaratnya. dalam setiap tabaqah, sehingga mustahil
mereka semua sepakat untuk berdusta.
Hadits Gharib: Hadits yang diriwayatkan
sendirian oleh seorang rawi dalam salah Hadits Shahih: Hadits yang sanadnya
satu periode rangkaian sanadnya. bersambung, yang diriwayatkan oleh rawi
yang adil dan memiliki tamam adh-Dhabt
Hadits Hasan: Hadits yang sanadnya (hafalan yang hebat) dari rawi yang
bersambung, yang diriwayatkan oleh rawi semisalnya sampai akhir sanadnya,
yang adil dan memiliki hafalan yang sehingga tidak syadz dan tidak pula
sedang-sedang saja (khafif adh-Dhabt) memiliki illat.
dari rawi yang semisalnya sampai akhir
sanadnya, serta tidak syadz dan tidak pula I’dhal: Terputusnya rangkaian sanad
memiliki illat. hadits, dua orang atau lebih secara
berurutan.
Hadits Masyhur: Hadits yang memiliki
jalan-jalan riwayat yang terbatas, lebih Idraj: Tambahan (sisipan) pada matan
dari dua jalan, dan belum mencapai atau sanad hadits, yang bukan darinya.
derajad mutawatir.
Ihalah: Isyarat yang diberikan seorang
Hadits Matruk: Hadits yang di dalam mu’allif, berupa tempat yang perlu dirujuk
sanadnya terdapat rawi yang tertuduh berkaitan dengan hadits atau masalah
sebagai pendusta. bersangkutan.

Hadits Maudhu’: Hadits dusta, palsu dan Illat: Sebab yang samara yang terdapat di
dibuat-buat yang dinisbatkan kepada dalam hadits yang dapat merusak
Rasulullah . keshahihannya.

Hadits Mudhtharib: Hadits yang Inqitha’: Terputusnya rangkaian sanad.


diriwayatkan dari seorang rawi atau lebih Dalam sanadnya terdapat inqitha’, artinya:
dalam berbagai versi riwayat yang dalam sanad itu ada ranglaian yang
berbeda-beda, yang tidak dapat ditarjihkan terputus.

9
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

Jahalah: Tidak diketahui secara pasti, (taqrir), atau sifat; baik sanadnya
yang berkaitan dengan identitas dan jati bersambung atau terputus.
diri seorang rawi.
Mauquf: (Riwayat) yang disandarkan
Jayyid: Baik kepada sahabat, baik perbuatan, ucapan
atau taqrir. Atau, riwayat yang sanadnya
Layyin: Lemah hanya sampai kepada sahabat, dan tidak
sampai kepada Nabi , baik sanadnya
Lidzatihi: Pada dirinya (karena faktor bersambung ataupun terputus.
internal). Misalnya: Shahih Lidzatihi, ialah
hadits yang shahih berdasarkan Mu’allaq: (Hadits) yang sanadnya
persyaratan shahih yang ada di dalamnya, terbuang dari awal satu orang rawi atau
tanpa membutuhkan penguat atau factor lebih secara berturut-turut, bahkan
eksternal. sekalipun terbuang semuanya.

Lighairihi: Karena didukung yang lain Mubham: Rawi yang tidak diketahui
(karena faktor eksternal). Misalnya: nama (identitas)nya.
Shahih Lighairihi, ialah, hadits yang
hakikatnya adalah hasan, dank arena Mudallis: Rawi yang melakukan tadlis.
didukung oleh hadits hasan yang lain, Mu’dhal: Hadits yang di tengah sanadnya
maka dia menjadi Shahih Lighairihi. ada dua orang rawi atau lebih yang
terbuang secara berturut-turut.
Majhul: Rawi yang tidak diriwayatkan
darinya kecuali oleh seorang saja. Munqathi’: Hadits yang di tengah
sanadnya ada rawi yang terbuang, satu
Majhul al-‘Adalah: Tidak diketahui orang atau lebih, secara tidak berurutan.
kredibilitasnya.
Mursal: (Hadits) yang sanadnya terbuang
Majhul al-‘Ain: Tidak diketahui dari akhir sanadnya, sebelum tabi’in.
identitasnya. Yaitu rawi yang tidak dikenal Gambarannya, adalah apabila seorang
menuntut ilmu dan tidak dikenal oleh para tabi’in mengatakan,”Rasulullah
ulama, bahkan termasuk di dalamnya bersabda,…” atau “Adalah Rasulullah
adalah rawi yang tidak dikenal memiliki melakukan ini dan itu…”.
hadits kecuali dari seorang rawi.
Musnad: Hadits yang sanadnya
Majhul al-Hal: Tidak diketahui jati bersambung dari awal sampai akhir.
dirinya.
Mutaba’ah: Hadits yang para perawinya
Maqthu’: Riwayat yang disandarkan ikut serta meriwayatkannya bersama para
kepada tabi’in atau setelahnya, berupa rawi suatu hadits gharib, dari segi lafazh
ucapan, atau perbuatan, baik sanadnya dan makna, atau makna saja; dari seorang
bersambung atau tidak bersambung. sahabat yang sama.
Marfu’: Yang disandarkan kepada Nabi Nakarah: Makna hadits yang
, baik ucapan, perbuatan, persetujuan bertentangan dengan makna riwayat yang
lebih kuat. Bila dikatakan,”Dalam hadits

10
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

tersebut terdapat “nakarah” artinya, di Syadz: Apa yang diriwayatkan oleh


dalamnya terdapat penggalan kalimat atau seorang rawi yang pada hakikatnya
kata yang maknanya bertentangan dengan kredibel, tetapi riwayatnya tersebut
riwayat yang shahih. bertentangan dengan riwayat rawi yang
lebih utama dan lebih kredibel dari
Rawi La Ba’sa Bihi (tidak mengapa): dirinya. Lawan dari syadz adalah rajih
Rawi yang masuk dalam kategori tsiqah. (yang lebih kuat) dan sering diistilahkan
dengan mahfuzh (terjaga).
Rawi Matsur: Sama dengan Majhul al-
Hal (Rawi yang tidak diketahui jati Syahid: Hadits yang para rawinya ikut
dirinya). serta meriwayatkannya bersama para rawi
suatu hadits, dari segi lafazh dan makna,
Rawi Matruk: Rawi yang dituduh atau makna saja; dari sahabat yang
berdusta, atau rawi yang banyak berbeda.
melakukan kekeliruan (sehingga riwayat-
riwayatnya bertentangan dengan riwayat- Syawahid: Hadits-hadits pendukung,
riwayat rawi yang tsiqah, atau rawi yang jamak dari kata syahid.
seringkali meriwayatkan hadits-hadits Haditsnya layak dalam kapasitas
yang tidak dikenal dari rawi-rawi yang syawahid, artinya, dapat diterima apabila
terkenal tsiqah. Kadang-kadang ada hadits lain yang memperkuatnya, atau
diungkapkan dengan, haditsnya matruk. sebagai yang menguatkan hadits lain yang
sederajat dengannya.
Rawi Mudhtharib: Rawi yang
menyampaikan riwayat secara tidak Tadh’if: Pernyataan bahwa hadits atau
akurat, di mana riwayat yang rawi bersangkutan dha’if (lemah).
disampaikannya kepada rawi-rawi di
bawahnya berbeda antara yang satu Tadlis: Menyembunyikan cela (cacat)
dengan lainnya, yang menyebabkan tidak yang terdapat di dalam sanad hadits, dan
dapat ditarjih; riwayat siapa yang mahfuzh membaguskannya secara zahir.
(terjaga). Tadlis at-Taswiyah ialah, seorang rawi
meriwayatkan suatu hadits dari seorang
Rawi Mukhtalith: Rawi yang akalnya rawi yang dha’if, yang menjadi perantara
terganggu, yang menyebabkan hafalannya antara dua orang rawi tsiqah, di mana
menjadi campur aduk dan ucapannya kedua orang yang tsiqah tersebut pernah
menjadi tidak teratur. bertemu (karena sempat hidup semasa),
kemudian rawi (yang melakukan tadlis
Rawi yang tidak dijadukan sebagai disebut mudallis) membuang atau
hujjah: Rawi yang haditsnya diriwayatkan menggugurkan rawi yang dha’if tersebut,
dan ditulis tapi haditsnya tersebut tidak dan menjadikan sanad hadits tersebut
bisa dijadikan sebagai dalil hujjah. seakan antara dua orang yang tsiqah dan
bersambung. Ini adalah jenis tadlis yang
Saqith: Tidak berharga karena terlalu paling buruk. Dalam kitab ini seringkali
lemah (parahnya illat yang ada di muncul, fulan”melakukan tadlis bahkan
dalamnya). tadlis taswiyah’, artinya rawi bersangkutan
adalah seorang yang mudallis bahkan
melakukan tadlis taswiyah.

11
SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani

Tahqiq: Penelitian secara seksama tentang


suatu hadits, sehingga mencapai kebenaran
yang paling tepat.

Tahsin: Pernyataan bahwa hadits


bersangkutan adalah hasan.

Takhrij: Mengeluarkan suatu hadits dari


sumber-sumbernya, berikut memberikan
hokum atasnya; shahih atau dha’if.

Ta’liq: Komentar, atau penjelasan


terhadap suatu potongan kalimat, atau
derajat hadits dan sebagainya yang
biasanya berbentuk catatan kaki.

Targhib: Anjuran, atau dorongan, atau


balasan baik.

Tarhib: Ancaman, atau balasan buruk.

Tashhih: Pernyataan shahih.

Tsiqah: Kredibel, di mana pada diri


seorang rawi terkumpil sifat al-Adalah dan
adh-Dhabt (hafalan yang bagus).

Referensi Daftar Istilah:

1. Taisir Mushthalah al-Hadits,


Dr.Mahmud ath-Thahhan.
2. Manhaj an-Naqd Fi Ulum al-Hadits,
Dr.Nuruddin Ithir.
3. Taujih al-Qari’ Ila al-Qawa’id Wa al-
Fawa’id al-Ushuliyah Wa al-
Haditsiyah Wa al-Isnadiyah Fi Fath
al-Bari, al-Hafizh Tsanallah az-Zahidi.
4. Ar-Ra’fu Wa at-Takmil Fi al-Jarhi Wa
at-Ta’dil, Abul Hasanat Muhammad
bin Abdul Hayyi al-Kanawi al-hindi.
5. Ushul al-Hadits, Dr.Muhammad Ajjaj
al-Khathib.
6. Program CD Harf-Musu’ah al-Hadits
asy-Syarif.(Ar-Rajihi).

12