Anda di halaman 1dari 2

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

ADVAITA MEDIKA TABANAN


(STIKES AMETA)
SK. MENDIKNAS NO : 110/D/O/2009
Sekretariat: Jl. Perkutut No. 25 Pasekan Belodan-Dajan
Peken Tabanan - Bali
Telp. : 0361 8879031, Email : stikes_admed@yahoo.co.id
FORMAT PENILAIAN
INJEKSI INTRACUTAN (IC)

Mata Ajar : Kebutuhan Dasar Manusia II


Pengertian : Tindakan penyuntikan dimana ujung jarum suntik hanya sampai menembus
epidermis.
Tujuan : mengetahui adanya alergi, test tuberculosis, dan anastesi local.

Persiapan Alat :
1. Spuit dan jarum steril sesuai ukuran 6. Tempat untuk menampung kotoran
2. Obat-obatan yang diperlukan 7. Perlak dan alasnya
3. Nirbekken/bengkok 8. Larutan disinfektan
4. Kapas antiseptik steril 9. Hanskun
5. Bak spuit steril

Skor
No Aspek yang dinilai
0 1 2
Pre Interaksi
1. Interpretasikan dengan tepat resep obat yang dibutuhkan
2. Identifikasi faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan kontra indikasi
3. Siapkan alat-alat yang diperlukan
Orientasi
4. Beri salam, panggil dengan namanya dan memperkenalkan diri ( untuk
pertemuan pertama )
5. Menanyakan keluhan pasien
6. Jelaskan tujuan, prosedur, hal yang perlu dilakukan pasien, sepakati kode
komunikasi
Tahap Kerja
7. Berikan kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan dilakukan
8. Jaga privacy klien
9. Cuci tangan kemudian gunakan hanskun
10. Masukkan obat dari vial atau ampul ke dalam tabung spuit dengan cara
yang benar ( prinsip steril pada pengambilan obat melalui vial atau
ampul ), letakkan pada bak spuit steril
11. Pilih area tubuh yang aka disuntik sesuai jenis injeksi, lakukan desinfeksi
dengan pengusapan antiseptika secara melingkar dari dalam ke arah luar
12. Pegang spuit dengan tangan dominan dan kencangkan kulit dengan
meletakkan tangan yang tidak dominan di bawah tangan pasien lalu
menarik kulit pasien sampai kulit di daerah penusukan teregang.
13. Tusukkan jarum dengan sudut 10o – 15o dengan dalam penusukan kira-kira
3mm sampai jarum terasa tertahan.
14. Masukkan obat perlahan sampai terlihat jendalan seperti tergigit nyamuk
pada kulit.
15. Bila sudah terjadi jendalan, tarik spuit perlahan. Jangan menekan atau
menggosok bagian kulit tempat injeksi.
16. Bersihkan tempat tusukan dengan kapas steril dan berikan lingkaran
disekitar jendalan jika perlu.
17. Tempatkan spuit pada tempat yang telah disediakan, bereskan peralatan
18. Rapikan pasien dan atur dalam posisi enak
Terminasi
19. Evaluasi hasil kegiatan ( kenyamanan klien )
20. Berikan umpan balik positif
21. Kontrak pertemuan selanjutnya
22. Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
23. Bereskan peralatan
24. Lepaskan sarung tangan, singkirkan alat-alat, dan cuci tangan
Dokumentasi
25. Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan ( jenis larutan, letak
insersi, kecepatan aliran, ukuran dan tipe kateter atau jarum, kapan infuse
dimulai dan bagaimana toleransi klien terhadap prosedur )

TOTAL NILAI

Keterangan :
0 : Tidak dilakukan
1 : Dilakukan tidak sempurna
2 : Dilakukan dengan sempurna
Nilai = (nilai total/50) X 100%
NB: mahasiswa dinyatakan tidak lulus bila nilai ≤ 70% dari total nilai seluruh tindakan

Tanggal : ..............................
NILAI
Nama : ..............................
NIM : ..............................

Penguji : …………………
Nama : ..............................

TTD :