Anda di halaman 1dari 6

NAMA MAHASISWA : Sri Wijayanti

NIM : 2010306134

LAHAN RS/KLINIK :

HARI/TANGGAL :

I. Identitas pasien
No Reg :
Nama : Arwinda
Usia : 9 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Sedayu, Bantul
II. Diagnosis medis : Sprain Ankle Dextra

Keluhan Utama dan Riwayat Penyakit Sekarang: Seorang pasien mengeluh nyeri, senut-
senut dan bengkak di telapak kaki kanan. Pasien mengalami jatuh ketika sedang bermain
bola 1 bulan yang lalu. Pasien masih kesulitan untuk jongkok ke berdiri dan belum dapat
berjalan secara normal

Riwayat Penyakit Dahulu : tidak ada

III. Vital sign :

Pemeriksaan vital sign:


1. TD: 90/60
2. HR: 62
3. RR: 20x/mnt
4. Suhu : 36,9o
5. Tinggi Badan: 95
cm
6. Berat Badan: 35 kg

IV. Pemerksaan fisik :


A. Inspeksi
Statis: Ekspresi wajah pasien tampak menahan nyeri, Pasien menggunakan bandage

Dinamis: Pasien berjalan menggunakan kruk

B. Pemeriksaan Gerak Dasar (Gerak aktif/pasif/ resisted fisiologis)


Gerak aktif

Gerakan Kemampuan ROM Nyeri


Plantarfleksi Tidak full 15o Nyeri
Dorsofleksi Tidak full 20o Nyeri
Inversi Tidak full 15o Nyeri
Eversi Tidak full 20o Nyeri

Gerak pasif

Gerakan Full Nyeri/tidak Endfeel


ROM/tidak

Plantarfleksi Tidak full Nyeri Soft

Dorsofleksi Tidak full Nyeri Soft

Inversi Tidak full Nyeri Soft

Eversi Tidak full Nyeri Soft

V. Pemeriksaan khusus :
1. Neurological Test
 Pemeriksaan sensibilitas :
Tajam tumpul : tidak ada gangguan
Kasar halus : tidak ada gangguan
2. Pemeriksaan Spesifik
a. Pemeriksaan nyeri :
Nyeri Nilai dengan VAS (mm)
Nyeri diam 0
Nyeri gerak 3,1
Nyeri tekan 2,6
Underlying procces

Riwayat Cedera
Cidera olahraga
olahraga

Trauma/Injury Kurangnya maintenance


terhadap cedera lama

Strain ankle flexor digitorum longus


dextra

Spasm otot ada pain


Stabilisasi ankle menurun
LGS menurun

Foot and ankle disability

intervensi

Exercise
Physical agent Towel exercise
IR Single leg stance
Tens

Penurunan foot and ankle


disability
3. Diagnosis fisioterapi :
a. Body Structure
- Os. Tibia, Os. Fibula, Os. Calcaneus
- M. quadriceps, M. hamstring, M. gastrocnemius, M. tibialis anterior
b. Body Function
Adanya penurunan kekuatan otot pada telapak kaki kanan
Adanya keterbatasan LGS pada telapak kaki kanan
Spasm otot
Stabilisasi ankle menurun
c. Functional Limitation
Pasien mengalami kesulitan saat jongkok ke berdiri
d. Participation Restriction
Pasien masih mengalami kesulitan saat beraktifitas di rumah
4. Tujuan fisioterapi :
a. Tujuan Jangka Pendek
Mengurangi nyeri
Meningkatkan kekuatan otot dan LGS

b. Tujuan Jangka Panjang


Mengembalikan aktivitas fungsional pasien

5. Intervensi fisioterapi :
1. Infrared waktu 15 menit dengan jarak 45 cm
Latihan dengan dosis dan repetisi sesuai dengan kondisi pasien, waktu 20 menit
2. TENS

Diberikan selama 15 menit pada m. digitorum longus dengan intensitas 51hz, arus

modifikasi continous-intermiten wave.

Tujuan : mengurangi nyeri dengan merelaksasi otot m. digitorum longus

Posisi pasien: berbaring di bed

Pelaksanaan pasang pada area yang cidera.

3. Towel exercise

Pasien diminta untuk melakukan latihan pada ankle dengan menggunakan handuk

selama 15-30s diulang 10-20 repetisi.

4. Single leg stance

Pasien diminta untuk berdiri menggunakan satu kaki selama 20-30s dan diulang 10

repetisi.

6. Evaluasi
Evaluasi pengukuran nyeri dengan VAS pre post intervensi nyeri menjadi lebih
berkurang

7. Edukasi
Pasien dianjurkan melakukan latihan sendiri di rumah seperti yang dilakukan saat di
rumah sakit yang di berikan oleh fisioterapis agar pasien mampu mengembalikan
fungsional ADL.
F. EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

T1 Nyeri T2 Nyeri T3 Nyeri T4 Nyeri


Sebelu 8 Sebelu 7 Sebelu 3 Sebelu 2
m m m m
Sesudah 6 Sesudah 4 Sesudah 0 Sesudah 0

Yogyakarta, ............................................

Clinical Educator

NIP/ NIK :

Catatan :

Anda mungkin juga menyukai