Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

“PABRIK TEMPE RUMAHAN”

Disusun oleh :

Nama : Ziana Syahputri

Nim : 0703182096

Matkul : Kewirausahaan

Dosen pengampu : Hj. Julianti SE. MM

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

PRODI MATEMATIKA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

T.A 2020/2021
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan dan kelancaran
dalam menyelesaikannya, tanpa Rahmat-Nya saya mungkin tidak sanggup untuk
menyelesaikan makalah ini.

Perkembangan dunia bisnis saat ini sudah mengalami kemajuan yang


sangat pesat. Kemajuan itttu hendaknya diimbangi pula dengan perkembangan
sarana-sarana pendukung. Sarana-sarana tersebut diperlukan demi kelancaran dan
kemudahan-kemudahan dalam dunia bisnis, namun sarana tersebut tidak lengkap
jika tidak diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan dari orang-orang yang
menggunakannya.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar


peluang untuk menjadi wirausaha muda, dengan kemampuan yang terbatas
seorang mahasiwapun sanggup berwirausaha asalkan ada kemauan yang kuat
dalam menjalankannya ini sesuai dengan tugas saya mengenai mata kuliah yang
diajarkan yaitu Entrepreneur (wirausaha).

Makalah ini memuat tentang bagaimana pentingnya untuk seseorang dapat


membuka lapangan pekerjaan sendiri , dan dalam makalah ini mengenai
mahasiswa yang ingin membuka lapangan pekerjaan sendiri, atau bida disebut
juga wirausahawan muda yang ingin belajar mandiri tanpa harus meminta dari
orang tua sendiri ataupun dari orang lain. Saya mengucapkan terima kasih
kepada ibu yang telah memberikan tugas ini kepada saya dan saya menyadari
bahwa makalah ini belum sempurna , oleh karena kritik dan saran yang
membangun bagi penyempurnaan makalah ini. Saya berharap makalah ini dapat
memberikan manfaat yang besar bagi para pengajar (Dosen Pengajar) dan para
mahasiswa pada khususnya.

Batang Serangan, 18 April 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I ...................................................................................................................... v
PENDAHULUAN .................................................................................................. v
A. Latar Belakang ............................................................................................. v
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ v
C. Tujuan ......................................................................................................... vi
BAB II ..................................................................................................................... 1
PEMBAHASAN ..................................................................................................... 1
A. Produk .......................................................................................................... 1
a. Kedelai ..................................................................................................... 1
b. Tempe ....................................................................................................... 2
B. Alat dan Bahan Pembuatan Tempe .............................................................. 5
a. Alat ........................................................................................................... 5
b. Bahan ........................................................................................................ 5
C. Cara Pembuatan Tempe ............................................................................... 6
D. Distribusi Barang Hasil ................................................................................ 8
E. Ringkasan Tentang Produk (Tempe Kedelai) .............................................. 9
BAB III ................................................................................................................. 11
RINCIAN HARGA ............................................................................................... 11
A. KAS/hari .................................................................................................... 11
a. Modal yang digunakan dari tanggal 19,18,19,21,22,23 april ................. 11
b. Modal yang digunakan tanggal 20 april ............................................... 11
c. Modal yang digunakan pada tanggal 24 april ........................................ 12
B. PENJUALAN ............................................................................................ 12
a. Bruto ....................................................................................................... 12
b. Neto ........................................................................................................ 14
BAB IV ................................................................................................................. 16

iii
PENUTUP............................................................................................................. 16
A. KESIMPULAN .......................................................................................... 16
B. SARAN ...................................................................................................... 16
LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................... 18
A. FOTO PENJUALAN ................................................................................. 18
B. DENAH LOKASI ...................................................................................... 23
Alamat Bapak Wardi di Jln Tebing Ujung Afd III Batang Serangan, langkat,
Sumatera Utara .................................................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 24

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia merupakan Negara Agraris


yang subur beriklim tropis. Sehingga penduduk Indonesia dapat
memanfaatkannya dengan menanam berbagai macam tanaman. Salah satunya
adalah kacang kedelai. Kacang kedelai tersebut banyak mengandung gizi yag
sangan dibutuhkan bagi kesehatan jasmani. Selain itu dapat dikonsumsi kedelai
dapat diolah menjadi berbagai macam makanan seperti tempe.

Karena pada kenyataannya proses pembuatan tahu tidaklah terlalu rumit ,


oleh karena itu banyak masyarakat yang menjadikan pembuatan tahu sebagai
penghasilan keluarga.

Sedangkan tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi


oleh masyarakat. Tempe merupaka salah satu produk olahan berbasis
bioteknologi. Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan
dengan teknologi pertanian. Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman
dahulu, tetapi hal ini belum disadari oleh masyarakat umum. Makalah ini akan
membahas lebih spesifik cara pembuatan tempe disalah satu tempat produksi
rumahan di jalan lingkungan hilir, Batang Serangan, Langkat, yaitu Pabrik tempe
Ibu Sriana dan Bapak Wardi Selamat.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah ide awal atau keinginan awal untuk membangun usaha produksi
tempe ?

v
2. Apa pengertian dari produk yang dibuatnya ?
3. Bagaiamana cara pembuatan tempe dan apa saja bahan dan peralatannya?
4. Bagaimana cara pemasarannya ?
5. Bagaimana perincian biayanya ?

C. Tujuan

1. Mengetahui ide awal membangun usaha produksi tempe


2. Mengetahui penjelasan dari produknya
3. Mengetahui cara pembuatan tempe dan apa saja alat bahannya
4. Mengetahui cara pemasarannya dan,
5. Mengetahui perician biayanya

vi
BAB II

PEMBAHASAN

A. Produk

a. Kedelai

Kedelai (Glysine max (L) Mer.) meupakan salah satu jenis kacang-
kacangan yang mengandung protein nabati yang tinggi, sumber lemak,
vitamin, dan mineral. Apabila cukup tersedia di dalam negeri akan mampu
memperbaiki gizi masyarakat melalui konsumsi kedelai segar maupun
melalui konsumsi kedelai olahan seperti tahu, tempe, tauco, kecap. Susu
dan lain sebagainya.

Kedudukan tanaman kedelai dalam sistematik tumbuhan (taksonomi)


diklasifikasi sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Polypotales
Famili : Leguminosaae ( Papilionaceae)
Sub-famili : Papilionoideae
Genus : Glycine
Spesies : Glycine max (L) Merill. Sinonim dengan G.Soya (L) Sieb
dan Zucc. Atau Soya max atau S.hispida.

Kedelai mempunyai kegunaan yang luas dalam tatanan kehidupan


manusia. Penanaman kedelai dapat meningkatkan kesuburan tanah. Karena
akar-akarnya dapat mengikat Nitrogen dari udara dengan bantuan bakteri
Rhizobium sp, sehingga unsur nitrogen bagi tanaman tersedia dalam tanah.

1
Limbah tanaman kedelai berupa brangkasan dapat dijadika dalam bahan
pupuk organic penubur tanah. Limbah dari bekas proses pengolahan
kedelai, misalnya ampas tempe, ampas kecap dan lain-lain. Dapat
dimanfaatkan untuk bahan makanan tambahan (konsentrat) pada pakan
ternak.

Pengolahan kedelai dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu


dengan fermentasi dan tanpa fermentasi. Pengolahan melalui fermentasi
akan menghasilkan kecap, oncom, tauco dan tempe. Bentuk olahan tanpa
melalui fermentasi adalah yuba, sere, susu kedelai, tahu , tauge, dan
tepung kedelai.

b. Tempe

Tempe merupakan bahan makanan hasil fermentasi kacang kedelai


atau jenis kacang-kacangan lainnya menggunakan jamur Rhizopus oryzae.
Tempe umunya dibuat secara tradisional dan merupakan sumber protein
nabati. Tempe mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh
seperti protein, lemak, karbohidrat dan mineral. Beberapa penelitian
menunjukan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan
dimanfaatkan tubuh. Hal ini dikarenakan kapang yang tumbuh pada
kedelai merupakan sumber protein nabati.

Tempe merupakan makanan hasil fermentasi tradisional berbahan baku


kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus olisgosporus. Mempunyai ciri-ciri
berwarna putih,tekstur kompak dan flavor pesifik. Warna putij disebabkan
adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kedelai. Tekstur
yang kompak juga disebabkan oleh miselia-miselia jamur yag
menghubungkan antara biji-biji kedelai tersebut. Terjadinya degradasi
komponen-komponen dalam kedelai dapat menyebabkan terbentuknya
flavor spesifik setelah fermentasi.

Tempe memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kacang kedelai.


Pada tempe, terdapat enzim-enzim pencernaan yang dihassilkan oleh

2
kapan tempe selama proses fermentasi, sehingga protein, lemak dan
karbohidrat menjadi lebih mudah dicerna. Kapang yang tumbuh pada
tempe mampu menghasilkan enzim protease untuk menguraian protein
menjadi peptide dan asam amino bebas.

Komposisi kimia tempe sebagai berikut

Tabel 1. komposisi kimia tempe

Komposisi Jumlah
Air (wb) 61,2%
Protein kasar (db) 41,5%
Minyak kasar (db) 22,2%
Karbohidrat (db) 29,6%
Abu (db) 4,3%
Serat kasar (db) 3,4%
Nitrogen (db 7,5%

Tabel 1 diatas mmenunjukan bahwa kadar protein pada tempe cukup


tinggi yaitu 41,5% dan telah ,memenuhi syarat mutu tempe kedelai yaitu
minimal 20% (b/b). tempe juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi
yaitu 61,2% dan kandungan karbohidratnya sebesar 29,6%.

Tabel 2. Syarat mutu tempe kedelai menurut Standar Nasional Indonesia


01-3144-1992

Kriteria ujia Persyaratan


Keadaan
1. Bau Normal (khas tempe)
2. Warna Normal
3. Rasa Normal
Air (% b/b) Maks 65

3
Abu (% b/b) Maks 1,5
Protein (% b/b) (Nx6,25) Min 20
Cemaran mikroba
1. E coli Maks 10
2. Salmonela Negative

Tempe juga mengandung superoksida dismutase yang dapat menghambat


kerusakan sel dan proses penuaan. Dalam sepotong tempe, terkandung
berbagai unsur yang bermanfaat, seperti protein, lemak, hidrat arang, serat,
vitamin, enzim, daidzein, genestein serta komponen antibakteri dan zat
antioksidan yang berkhasiat sebagai obat, diantaranya genestein, daidzein,
fitosterol, asam fitat, asam fenolat, lesitin dan inhibitor protease. Rasa
tempe yang lezat, harganya murah dan mudah didapat. Dengan familiarnya
masyarakat dengan tempe, ingkat penerimaan masyarakat terhadap tempe
juga tinggi. Dengan tinggi peluang pemasaran produk tempe maka usaha
tempe bisa menjadi peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan wirausahawan.

Pak selamet adalah salah satu wirausahawan yang bisa melihat peluang
prospektifnya usaha di bidang pangan khususnya tempe. Meskipun
sekarang ini keberadaan jenis usaha dibidang tempe sudah menjamur,
tetapi dengan tingginya permintaan pasar dan minat konsumen terhadap
produk tempe membuat usaha ini tetap diminati para wirausawahan untuk
ditekuni.

Dalam menjadi wirausahawan yang ingin berhasil perlu menerapkan


berbagai macam sifat wirausaha. Seperti dedikasi, tidak pantang
menyerah, percaya diri dan mempunyai banyak strategi dalam
menjalankan usahanya. Dalam menjual tempenya, berbagai macam
masalah dating, seperti tempe yang tidak laku, maupun ragi yang tidak
tubuh maupun harga bahan baku yang melonjak tinggi, tetapi pak selamet
tetap tidak pantang menyerah.

4
B. Alat dan Bahan Pembuatan Tempe

a. Alat

Mengingat usaha tempe ini biasanya dikerjakan secara tradisional dan


ditekuni penduduk di pedesaan, maka peralatan yang dipersiapkan
sebaiknya dari sumber daya setempat. Artinya mudah dijangkau dan
murah biayanya. Adapun peralatan yang dibutuhkan meliputi :

1. Tungku , digunakan untuk dapur memasak kedelai. Sebagian besar


perajin tempe masih memakai tungku ala kadarnya, dan kurang
memperhatikan nilai ekonomi dan lingkungan terhadap kayu bakar
yang digunakan. Tetapi pada pengrajin ini menggunakan kayu
bakar.
2. Timbanga, digunakan untuk menimbang bahan-bahan yang hendak
dikerjakan.
3. Drum plastic, digunakan untuk merebus, meredam dang menguliti
kedelai.
4. Ember,, digunakan untuk mencuci , dan meredam kedelai yang
susah digiling,
5. Mesin pemecah kedelai , digunakan untuk memecah kedelai ,
6. Tampah ,digunakan untuk menampi, atau tempat melakukan
peragian
7. Tempat penataan tempe, bisa menggunakan triplek sebagai alas,
digunakan untuk memeram,
8. Dandang, digunakan untuk menanak atau merebus kedelai
9. Karung goni, digunakan untuk menutup kedelai yang diperam,
10. Kayu bakar, untuk merebus atau menanak kedelai

b. Bahan

1. Kacang kedelai
2. Ragi (Raprima inoculum tempe)
3. Daun pisang

5
4. Plastik tempe ukuran 9x28

C. Cara Pembuatan Tempe

Pada dasarnya cara membuat tempe kedelai terdiri dari dua bagian besar ,
yaitu : proses pemasakan kedelai, dilanjutkan dengan proses fermentasi.
Namun untuk menunjukan ke tindakan konkret dan rinci dalam pembuatan
tempe ini, perlu ditempuh beberapa langkah :
1. Penyortiran
Siapkan biji kedelai yang tua. Biji-biji tersebut disortir untuk
memperoleh produk tempe kualitas prima. Caranya, biji –biji kedelai
diletakan pada tampa kemudian ditampi.
2. Pencucian 1
Biji-biji kedelai dimaskan kedalam ember berisi air, dan akan lebih
baik bila dicuci pada air yang mengalir. Dengan pencucian ini.
Kotoran-kotora yang meleka maupun yang tercampur di antara biji
dapat hilang.
3. Perendaman 1
Perendaman kedelai dibiarkan terendam semalam sehingga
menghasikan kondisi asam. Tujuannya, disamping melunakan kedelai
adalah untuk mncegah pertumbuhan bakteri pembususk selama
fermentasi.
4. Perendaman 2
Setelah direndam selama semalam dengan air, lalu di buang airnya
kemudian direndam dengan air mendidih selama satu malam, tujuan
nya untuk menhasilkan kedelai yang setengah matang.
5. Penggilingan
Setelah dilakukan perendaman dengan air mendidih kemudian airnya
dibuang, lalu kemudian digiling atau dipecah menggunakan mesin
pemecah kedelai, lalu letakan kedelai di ember, dan jangan lupa
direndam air didalam ember itu.
6. Pengupasan kulit

6
Keesokan harinya dilakukan pengupasan kulit ari. Caranya kedelai
diremas-remas dalam air, kemudian, dikuliti , dan terjadilah keeping
kedelai.
7. Pencucian 2
Sekali lagi keeping kedelai dicuci. Caranya keping kedelai dicuci mirip
seperti mencuci beras yang hendak ditanak.
8. Perebusan
Perebusan ini lebih tepat dilakukan seperti menanak nasi di dalam
dandang, hingga keping kedelai menjadi matang sekiranya di rebus
selama 2 jam, tujuannya adalah untuk membunuh bakteri yang
kemungkinan tumbuh selama perendaman
9. Penirisan dan pendinginan
Kedelai diambil dari dandang, diletakan diatas tampah atau di tempat
yang disediakan, lalu diratakan tipis-tipis. Biarkanlah dingin sampai
permkaan kedelai kering dan airnya menetes habis.
10. Peragian
Tahap peragian ini memegang peranan penting, berhasil tidaknya
membuat tempe kedelai. Sebab, menghasilkan tempe yang enak, putih
dan tebal bulunya, tida cepat keluar spora hitam.jenis peragian ini
menggunakan ragi (inokulum ).
Cara peragian , jika sudah dingin kedelainya maka bsisa diragiin
dengan ukuran 2 ons untuk 10 kg kacang kedelai. Lalu ragi di
taburkan diatas kacang kedelai yang ditaburkan dengan saringan
santan supaya rata raginya, lalu diaduk-aduk bersama kedelai hingga
merata benar.
11. Pembungkusan
Kedelai yang sudah bercampur merata dengan ragi lalu dibungkus.
Ada yang membungkus dengan daun pisang. Dan ada juga dengan
plastik. Pekerjaan ini dilakukan satu-persatu dengan menggunakan
catakan tempe yang sudah disediakan , tempe milik pak selamet
memiliki 3 jenis harga tempe yang berbeda-beda. Pertama, dengan

7
harga 2000 rupiah untuk tempe ukuran 2 ons. Kedua, dengan harga
konsumen 1000 rupiah untuk tempe ukuran 1 ons. 2 jenis ini di
bungkus dengan daun pisang dan jangan lupa dilubangi pakai pisau
agar udara masuk dan bisa menghasilkan tempe yang bagus tidak akan
busuk . ketiga dibungkus plastic dengan harga 2000 rupiah juga.
Plastik jangan lupa dilubangi dulu pakai paku. Kemudian kedelai
dimasukan kedalam plastik lalu di klem dengan api.
12. Pemeraman
Akhirnya kita melakukan pemeraman, pemeraman dilakukan dikajang
kajang bambu yang diletakan pada rak-rak. Lalu di tutup dengan
karung gini selama satu malam. Dan esok pagi jadilah tempe yang siap
di konsumsi atau dipasarkan

D. Distribusi Barang Hasil

Disamping memproduksi suatu barang , kita juga hrus memperhatikan


tahap-tahap setelah produksi. Sebagai produsen kita harus memiliki suatu cara
untuk mengatasi berbagai kemungkinan yang akan timbul setelah
memproduksi suatu barang dan jasa.
Ada berbagai banyak cara yang biasa seorang produsen lakukan untuk
mendistribusikan barang hasil olahannya. Sama halnya dengan tempe, tempe
adalah barang hasil produksi yang tidak tahan lama. Setalah tahap produki
paling lama tempe hhanya biasa bertahan selama 2-3 hari jika tidak dimasukan
kedalam tempat pendinginan. Sekalipun di tempat pendinginan tempe hanya
bisa bertahan selama kurang lebih 8-10 hari saja. Sudah seharusnya seorang
produsen tempe harus memiliki taktik tersendiri untuk menyalurkan tempe ini.
Pak selamet sebagai produsen akan melakukan beberapa cara untuk bisa
menyalurkan tempe hasil olahannya. Cara-cara itu pun seperti :
1. Mendistribusikan terhadap penjual sayur keliling
2. Untuk cara kedua pak selamet yaitu dengan berjualan keliling. Berjualan
keliling pak selamet ini sudah mempunyai pelanggan tetap di kedai-kedai.

8
3. Cara terakhir menjualkannya dengan orang disekitar rumah yang ingin
membeli.

E. Ringkasan Tentang Produk (Tempe Kedelai)


Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe
sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak
tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah
negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.
Teknik pembuatan tempe ini telah dikerjakan masyarakat Indonesia
khususnya bermula dari masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu
dengan prosedur pembuatannya masih sangat sederhana. Berbagai bahan dasar
yang dapat digunakan dalam pembuatan tempe, tetapi yang paling popular dan
paling banyak dipergunakan adalah tempe berbahan dasar kedelai.
Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang
digunakan juga harus yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan biji-
bijian yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan biji-bijian lainnya. Selain
itu, prosedur pengolahan harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan
tempe pada dasarnya adalah proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu
Rhizopus sp., pada biji kedelai.
Dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang-benang yang
disebut sebagai benang hifa. Benang-benang hifa ini mengikatkan biji kedalai
yang satu dengan biji kedelai lainnya, sehingga biji-biji kedelai ini
membentuk suatu massa yang kompak. Massa kedelai inilah yang selanjutnya
disebut sebagai tempe.
Selama masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp. juga menghasilkan
enzim yang dapat menguraikan protein yang terdapat dalam biji kedelai,
sehingga protein-protein dalam biji kedelai ini mudah dicernakan. Selama
masa pertumbuhan jamur Rhizopus sp. Selain Rhizopus, diperkirakan banyak
jenis mkiroorganisme lain yang mungkin turut campur, tetapi tidak
menunjukkan aktifitas yang nyata.

9
Namun demikian, aktifitas yang nyata dari mikroorganisme yang mungkin
turut campur ini akan terlihat setelah aktifitas pertumbuhan Rhizopus sp.
melampaui masa optimumnya, yakni setelah terbentuknya spora-spora baru
yang berwarna putih-kehitaman. Hal ini dapat diketahui, terutama padatempe
yang dibiarkan atau disimpan dalam suhu kamar, yaitu dengan terciumnya bau
amoniak. Adanya bau amoniak pada tempe menunjukkan bahwa tempe
tersebut mulai mengalami pembusukan. Bau amoniak ini masih terasa
sekalipun tempe telah dimasak, sehingga dapat menurunkan cita rasa
konsumen.
Oleh karena itu, agar diperoleh tempe yang berkualitas baik dan tahan
agak lama, maka selama proses pembuatan tempe perlu diperhatikan
mengenai sanitasi dan kemurnian bibit (inokulum) yang akan digunakan.
Lokasi produksi sangat menguntungkan karena terdapat di dekat jalan raya
serta sangat strategis.

10
BAB III
RINCIAN HARGA

A. KAS/hari

a. Modal yang digunakan dari tanggal 19,18,19,21,22,23 april

Kedelai 40 kg Rp 340.000

Kayu bakar Rp 8.000

Ragi 1 bungkus Rp 15.000

Daun pisang 12 lempit Rp 12.000

Plastik ¼ kg Rp 7.000

Lidi Rp 2000

Ongkos pekerja Rp 25.000

Transportasi Rp 15.000

Total Rp 424.000

b. Modal yang digunakan tanggal 20 april

Kedelai 25 kg Rp 213.000

Kayu bakar Rp 4000

Ragi 1 bungkus Rp 5000

Daun pisang 12 lempit Rp 8000

11
Lidi Rp 500

Ongkos pekerja Rp 15.000

Transportasi Rp 5000

Total Rp 250.000

c. Modal yang digunakan pada tanggal 24 april

Kedelai 8 kg Rp 68.000

Kayu bakar Rp 2000

Ragi 1 bungkus Rp 5000

Daun pisang 12 lempit Rp 5000

Lidi Rp 500

Ongkos pekerja Rp 8000

Transportasi Rp 5000

Total Rp 93.500

B. PENJUALAN

a. Bruto

No Tanggal Produk Jumlah Jumlah terjual Harga/bungkus


Pembeli

12
1. 18 april Tempe 86 orang 1. 320 1. Rp 533.000
tempe 2. Rp 160.000
ukuran 2
ons
2. 200
tempe
ukuran 1
ons
2 19 april Tempe 86 orang 1. 320 1. Rp 533.000
tempe 2. Rp 160.000
ukuran 2
ons
2. 200
tempe
ukuran 1
ons
3 20 april Tempe 30 orang 1. 40 tempe 1. Rp 160.000
ukuran 2 2. Rp 67.000
orns
2. 200
tempe
ukuran 1
ons
4 21 april Tempe 86 orang 1. 320 1. Rp 533.000
tempe 2. Rp 160.000
ukuran 2
ons
2. 200
tempe
ukuran 1

13
ons
5 22 april Tempe 86 orang 1. 320 3. Rp 533.000
tempe 4. Rp 160.000
ukuran 2
ons
2. 200
tempe
ukuran 1
ons
6 23 april Tempe 86 orang 1. 320 5. Rp 533.000
tempe 6. Rp 160.000
ukuran 2
ons
2. 200
tempe
ukuran 1
ons
7 24 april Tempe 26 orang 1. 160 1. Rp 128.000
tempe
ukuran 1
ons
8 Total 486 1. 1.640 Rp 3.820.000
orang ukuran 2
ons
2. 1.360
ukuran 1
ons

b. Neto

Modal keseluruhan dalam 7 hari = Rp 2.463.500

14
Kerugian 5%/hari = Rp 693.000 x 5% = Rp 35.000

= Rp 35.000 x 4 hari

= Rp 140.000

= Rp 128.000 x 5%= Rp 6.500


=Rp 227.000 x 5% = Rp 11.000

Total keseluruhan dari kerugian = Rp 157.500

Neto = Bruto – kerugian = Rp 3.820.000 - Rp 157.500

= Rp 3.663.000

Untung= Neto – Modal = Rp 3.663.000 - Rp 2.463.500

= Rp 1.199.500

Keterangan :

Kerugian di dapat dari tempe yang disetor ke kedai dan tidak ada yang membeli
sampai membuat tempe menjadi busuk , dan sistem dari penjualan pak selamat,
tempe busuk ini ditukar dengan tempe yang belum busuk.

15
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Bahan dan peralatan dalam produksi tempe mempunyai berbagai jenis


ragam, baik dari segi bahan maupun peralatan. Namun keduanya saling
terkait, bila salah satu unsur diatas tidak maksimal didalam praktik/proses
pembuatan tempe, serta tanpa memperhitungkan kualitasnya dan faktor-
faktor lain yang mempengaruhi produksi tempe, maka hasilnya pun tidak
optimal.
2. Cara membuat tempe pada dasarnya terdiri dari dua bagian besar yaitu :
proses pemasakan kedelai,dan dilanjutkan dengan proses fermentasi.
Untuk mendapatkan hasil tempe yang optimal, haruslah sesuai dengan
langkah-langkah dalam pembuatan tempe yang tertera pada uraian di atas.
3. Analisis usaha tempe merupakan salah satu unsur yang penting, sebelum
melangkah ke proses pembuatan tempe, jadi kita bisa mengetahui target
biaya yang dikeluarkan maupun keuntungan yang kita peroleh, dari sisi ini
kita bisa mengetahui berapa jumlah anggaran yang masuk dan keluar per
bulannya.
4. Sasaran pemasaran merupakan target yang perlu dipertimbangkan, dari
sini kita bisa mengetahui responden masyarakat tentang usaha tempe ini,
jika responden masyarakat positif, maka akan mempengaruhi nilai
keuntungan yang maksimal.

B. SARAN

Perubahan jumlah produk yang dihasilkan sangat menguntukan usaha


kecil namun pada usaha pembuatan tempe ini harus lebih meningkatkan
jumlah tempenya ketika memungkinkan untuk dilakukan. Tetap menjaga
kualitas yang sudah menjadi ciri khas usaha ini agar selalu diminati. Dan
menambah variasi harga seperti yang dilakukan oleh Bapak selamet.

16
Pertahankan pelayanan yang diberikan selama ini, yang dipengaruhi karakter
pedagang untuk mudah berkomunikasi, dan menyenangkan kepada orang lain.
Kembangkan usaha tempe ini menjadi usaha yang lebih besar dengan
karakteristik miliki, meskipun banyak pesaing yang memiliki usaha yang sama

17
LAMPIRAN-LAMPIRAN

A. FOTO PENJUALAN

PROSES PEMBUATAN
1. PENCUCIAN 1

2. PERENDAMAN 2

3. PENGGILINGAN

18
4. PENGUPASAN KULIT

5. PENCUCIAN 2

6. PEREBUSAN

19
7. PENIRISAN DAN PENDINGINAN

8. PERAGIAN

20
9. PEMBUNGKUSAN

10. PEMERAMAN

11. TEMPE CETAK UKURAN KECIL

21
12. TEMPE PLASTIK

13. PENJUALAN
Ini adalah foto Ibu Sriana istri dari Bapak Wardi yang ini pergi jualan
nyetor ke kedai pelanggannya.

22
B. DENAH LOKASI
Alamat Bapak Wardi di Jln Tebing Ujung Afd III Batang Serangan,
langkat, Sumatera Utara

STABAT PASAR 10 TANJUNG PURA

POLSEK MASJID
TITI
PADANG TUALANG


BESI


PSR 6

TEBING UJUNG AFD III


SAWIT SEBERANG


LOKASI RUMAH

23
DAFTAR PUSTAKA

Astawan, M.,2008. Sehat Dengan Tempe. Panduan Lengkap Menjaga Kesehatan


Dengan Tempe. PT Dian Rakyat, Jakarta.

Cahyadi,W. 2006. Kedelai khasiat dan Teknologi. Bumi Aksara. Bandung.

Kasmidjo, R.B., 1990. Tempe : Mikrobiologi dan KimiaPengolahan serta


pemanfaatannya. PAU Pangan dan Gizi UGM, Yogyakarta.

Steinkraus, K.H., 1983. Indonesia Tempe and Related Fermentation. Dalam :


Handbook of Indigenous Fermented Food. UGM, Yogyakarta.

http://dwiatmaka.blogspot.com/

https://www.academia.edu/13448277/ANALISIS_USAHA_PEMBUATAN_TEM
PE_KEDELAI_DI_KABUPATEN_PURWOREJO_SKRIPSI_Oleh_CITRA_RE
STU_WARDANI

http://ropi-komala.blogspot.com/2019/06/makalah-kewirausahaan-usaha-
produksi.htm

24