Anda di halaman 1dari 2

Selamat pagi mohon ijin menjawab soal diskusi.

1. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi apabila kita mempercayai pihak outsourcing dan partner
bisnis kita:

Terlalu mempercayai pihak outsourching dan partner bisnis dapat meningkatkan ketergantungan
perusahaan terhadap pihak ketiga dalam jaringan suplai global tersebut. Hal tersebut meningkatkan
risiko terhadap disruption dikarenakan masalah yang terjadi dalam satu bagian dapat dengan mudah
mempengaruhi bagian lain dari keseluruhan rantai pasokan, sehingga dapat dengan cepat
berdampak keseluruhan aktivitas rantai pasokan itu sendiri.

2. Yang dapat dilakukan perusahaan untuk meminimalisir dampak dari gangguan rantai pasok atau
supply chain disruption antara lain:

a. Memperbaiki Tingkat Akurasi Pada Peramalan Permintaan

Peramalan yang baik akan memudahkan perusahaan untuk menyingkronkan antara penawaran dan
permintaan. Untuk meningkatkan akurasi dan reliabilitas peramalan sebaiknya perusahaan
mempertimbangkan berbagai hal,antara lain: forecast demand error, lead time, waktu transit,
kapasitas dan lain sebagainya agar hasil peramalan akurat.

b. Mengintegrasi dan Menyiknronkan Antara Perencanaan Dengan Eksekusi

Dalam beberapa kasus, eksekusi seringkali berbeda dengan peramalan dikarenakan dibutuhkan
penyesuaian terhadap kondisi yang terjadi (kondisi yang terjadi dinamis). Seringkali penyesuain
dalam eksekusi tidak disampaikan kepada pembuat perencanaan sehingga tidak ada integrasi antara
pengembang dan pengeksekusi. Dengan adanya koordinasi dan integrasi antara keduanya,
diharapkan masalah ketidaksesuaian supply dan demand dapat dihindari.

c. Mengurangi rata-rata dan variasi lead time.

Aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengurangi rata-rata dan variasi lead time:

1) menghilangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah;


2) Meningkatkan reliabilitas dan validitas pada proses manufaktur, administratif dan logistik;
3) memberikan perhatian pada proses, sumber daya dan material yang kritis atau krusial.

d. Berkolaborasi dan bekerja sama dengan partner dalam supply chain

Langkah yang perlu dilakukan dalam bekerjasama dengan partner, antara lain: menumbuhkan rasa
saling percaya, melakukan kesepakatan dalam hal bagaimana membagi keuntungan, dan saling
berupaya untuk meningkatkan mindset. Lebih lanjut, antar partner dalam rantai pasokan perlu
untuk bekerja sama dan sharing informasi maupun strategi dalam membuat suatu keputusan untuk
menyelesaikan masalah.

e. Meningkatkan awareness perusahaan terhadap aktivitas supply chain

1) Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya disruption, perusahaan sebaiknya mengetahui


apa yang terjadi pada aktivitas rantai pasokannya,dengan langkah:
2) mengidentifikasi dan memilih indicator utama yang mempengaruhi kinerja rantai pasokan
3) mengumpulkan dan menganalisis data dari indikator tersebut,
4) menentukan tingkat benchmark untuk indikator tersebut
5) melakukan monitoring indikator serta membandingkannya dengan benchmark yang telah
ditentukan
6) melaporkan penyimpangan kinerja terhadap target kepada manager yang berwenang.

f.Membangun fleksibilitas dalam rantai pasokan

Fleksibilitas yang dapat dibangun, antara lain:

1) fleksibilitas dalam desain produk dengan menerapkan standar dan penggunaan common
part agar mempermudah merespon perubahan demand dan ganggguan pengiriman
2) fleksibilitas dalam hal pengadaan barang (sourching) dengan melakukan kontrak pembelian
yang fleksibel dan menggunakan spot market.
3) fleksibilitas dalam aktivitas manufaktur dilakukan dengan mensegmentasi kapasitas produksi
menjadi kapasitas pokok dan kapasitas reaktif. Hal tersebut dilakukan agar aktivitas
manufaktur dapat dengan cepat berpindah dari produksi satu ke produksi produk lain.

g. Strategi penundaan (postponement strategy)

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko ketidak cocokan supply dan demand (produk yang tidak
diinginkan pasar)

h. Investasi dalam hal teknologi

Investasi untuk teknologi yang tepat merupakan upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya
disruption dan meningkatkan kinerja rantai pasokan. Teknologi berbasis web dan teknologi RFID
merupakan contoh penggunaan teknologi yang memberikan informasi yang terintegrasi dan real
time.

Sumber : BMP EKMA4371 Manajemen Rantai Pasokan Modul 7, Adi Djoko Guritno dan Meirani
Harsasi

Anda mungkin juga menyukai