Anda di halaman 1dari 2

BM (Branch Manager)

Penanggung Jawab (Apoteker)

Supervisor Logistik Supervisor Administrasi Supervisor Sales

Staff Gudang dan Delivery Biocontrol, Kasir, Inkaso Sales

Dari struktur organisasi PBF X, Penanggung Jawab PBF (seorang apoteker) mempunyai garis
koordinasi dengan Branch Manager, sedangkan Supervisor Logistik, Supervisor Administrasi,
Supervisor Sales bertanggung jawab langsung kepada Branch Manager bukan kepada
Penanggung Jawab. Tugas Penanggung Jawab di sini sebagai penanggung jawab terhadap segala
hal-hal eksternal misalnya : pembuatan laporan yang dikirim ke Dinas Kesehatan Propinsi
maupun Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan. Apoteker adalah tenaga kesehatan yang
memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian termasuk
penyimpanan dan pendistribusian obat. Penangggung jawab PBF bertanggung jawab mengawal
sediaan farmasi dimana jaminan kemanan, khasiat, dan mutu sediaan farmasi dituntut dari proses
awal sampai akhir. Apoteker seharusnya berada pada hirarki teratas penanggung jawab
tercapainya jaminan tersebut, struktur organisasi PBF yang baik dapat menggambarkan hal
tersebut. Apoteker adalah pemangku profesi yang paling bertanggung jawab, mulai dari produksi
sediaan farmasi hingga produk sampai ke tangan pasien, juga memastikan bahwa sediaan farmasi
tersebut digunakan secara rasional (Anthonius, 2018).
Struktur organisasi di PBF mencakup kedudukan penanggung jawab dan harus sesuai
kualifikasi pendidikanya yang meliputi : Pimpinan cabang dari Sarjana Ekonomi, Kepala
Operasional dari Sarjana Ekonomi, Penanggung Jawab Farmasi harus Apoteker, Penanggung
Jawab Alat Kesehatan dari D3 Farmasi, Kepala Akuntasi dari Sarjana Akuntasi, Administrasi
Penjualan (Fakturis) dari Sarjana akuntansi, Kepala Gudang dari D3 Farmasi, Staf Gudang dari
D3 Farmasi, Expeditur dan Driver dari SMA, Supervisor penjualan dari S1 Penjualan, Salesman
dari Sarjana Kesehatan, Kasir dari Sarjana akuntansi, Administrasi Piutang dari D3 Akuntansi
(Meilyanie, 2015).

Anthonius,dkk. 2018. Implementasi Cara Distribusi Obat Yang Baik Pada Pedagang Besar
Farmasi Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma:
Yogyakarta.

Meilyanie, Adek. 2015. Evaluasi Pelaksanaan Cara Distribusi Obat Di Pbf Rajawali Nusindo.
Institut Kesehatan Helvetia: Medan.

Anda mungkin juga menyukai