Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

“PUSKESMAS ANTANG”

(08 Maret – 20 Maret)

RISMA INDAH : NH0518076

RISMAWATI : NH0518077

SISMA : NH0518080

SITI MUTIA LASAANI : NH0518081

SITI RAHMA NURDIN : NH0516082

KEMENTERIAN RISET
TEKNOLOGI DAN
PENDIDIKAN TINGGI

PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

NANI HASANUDDIN

MAKASSAR

2021
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara

memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dan tugas secara

langsung dilapangan dengan sebuah perusahaan baik pemerintah maupun swasta setempat

untuk memperoleh keahlian dibidang pelayanan, manajemen dan administrasi apotek.

Praktek Kerja Lapangan (PKL) akan menambah kemampuan untuk mengamati, mengkaji

serta menilai antara teori dengan kenyataan yang terjadi dilapangan pada akhirnya dapat

meningkatkan kualitas manangerial maksud dalam mengamati permasalahan dan persoalan,

baik dalam bentuk aplikasi teori maupun kenyataan yang sebenarnya.

Puskesmas dibentuk pada tahun 1968 ketika dilangsungkan rapat kerja kesehatan

nasional (Rakerkesnas) Di Jakarta, dimana dibicarakan upaya pengorganisasian sistem

pelayanan kesehatan di tanah air, karena pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu

dirasakan kurang mengutungkan dan dari kegiatan-kegiatan seperti BKIA, BP, dan P4M

(Pencegahan, pemberantasan, pembasmian penyakit menular) dan sebagainya masih berjalan

sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan. Melalui rakerkesmas tersebut timbul gagasan

untuk menyatukan semua pelayanan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang

dipercaya dan diberi nama pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) (Nurtina, 2016).

Puskesmas adalah suatu unit pelaksanaan fungsional yang berfungsi sebagai pusat

pembangunan kesehatan, pusat pembinaan, peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan

serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggerakan secara menyeluruh,
terpadu yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu

wilayah tertentu (Ekasari, 2017).

Puskesmas adalah unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang

bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya. Untuk

terselenggaranya berbagai upaya kesehatan program perorangan dan masyarakat puskesmas

perlu ditunjang oleh manajemen puskesmas (Anita,2019).

B. Tujuan

Untuk memberikan pengalaman belajar dan keterampilan dipuskesma kepada

mahasiswa agar memperoleh hasil yang efesien, efektif dan optimal dalam memperoleh,

mengeloleh, menganalisis data/informasi dan menginterprestasikan hasilnya pada saat

intervensi kepada masyarakat.

C. Manfaat

Menambah ilmu pengetahuan dalam hal ini, pelayanan informasi obat kepada

pasien , memperoleh gambaran dan pengalaman kepada mahasiswa mengenai puskesmas

dengan segala aktifitasnya sehingga mahasiswa terampil dalam pengelolaan apotek di

puskesmas dan mengembangkan teori yang sudah terima dikampus dengan kenyataan

yang ada dilapangan untuk dijadikan sebagai pembelajaran.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Defenisi Puskesmas

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan Kesehatan yang menyengarakan upaya

kesehatan masyarakat dan uapaya kesatatan upaya perseorangan tingkat pertama, dengan

lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat Kesehatan

masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Puskesmas menpunyai tugas

melaksanakan kebijakan Kesehatan untuk mecapi tujuan pembangunan Kesehatan di

wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat (kemenkes,

2014).

Puskesmas adalah unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang

bertanggung jawab terhadap pembangunan Kesehatan di wilayah kerjanya untuk

terselengaranya berbagai upaya kesehatan perorangan dan masyarakat puskesmas perlu di

tunjang oleh menejmen puskesmas yang baik (Anita, 2019).

Puskesmas adalah suatu suatu kesatuan organisasi funsional yang langsung

memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja

teetentu dalam benuk usaha-usaha pokok

Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) suatu kesatuan organisasi kesehatan yang

langsung memberikan Kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarakat di

wilayah kerja tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok (Anggraini, 2019).


B. Fungsi Puskesmas

Adapun fungsi puskesmas antara lain ( Anggraini, 2019):

1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan Kesehatan puskesmas selalu berupaya

mengerakan dan memantau penyelengaraan pembagunan lintas sector termasuk oleh

masyarakat dan dunia usaha di wiliyah kerjanya

2. Pusat pemberdayaan masyarakat, puskesmas selalalu berupaya agar perorangan

terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia uasaha

memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat

untuk hidup sehat, berperan akatif dalam memperjuangkan kepentingan Kesehatan

termasuk sumber pembiayaan, serta ikut menetapkan, menyelengarakan dan

memantau pelaksanaan program Kesehatan.

3. Pusat pelayanan Kesehatan strata pertama puskesmas bertanggung jawab

menyelengarakan pelayanan Kesehatan tingkat pertma secara menyeluruh, terpadu

dan berkesinambungan.

C. Manfaat puskesmas

Adapaun manfaat puskesmas anatara lain (Basith, 2020) :

1. Mengambarkan hubungan antara factor penentu dari pemanfaatan pelayayan

Kesehatan

2. Perencanaan kebutuhan masa depan atau target pelayanan kesehatan

3. Menentukan adanya ketidakseimbangan pelayanan dari pemanfaatan pelayayan

Kesehatan
D. Resep

1. Pengertian Resep

Resep berdasarkan pemenkes RI No.9 tahun 2017 tentang apotek yang

dimaksud dengan resep adalah permintaa tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter

hewan kepada apoteker, baik dalam bentuk kertas maupun elektronik untuk

menyediakan dan menyerahkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan bagi pasien.

Resep asli tidak boleh diberikan kembali kepada pasien setelah pemgambilan obat

berdasarkan resep tersebut. Resep asli harus disimpan diapotek sekurang-kurannya

selama 5 tahun dan hanya dapat diperlihatkan kepada orang lain seprti.

a. Dokter penulis resep

b. Pasien yang bersangkutan atau yang merawat pasien

c. Petugas kesehatan atau petugas lain yang berwenang sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan

Resep disebut juga formulae medisae terdiri dari

a. Formulae Offiscinalis, yaitu resep yang tercantum dalam buku farmakope atau

buku lainnya yang dijadikan standar (resep standar)

b. Farmakope Megistralis, yaitu resep yang ditulis oleh dokter

Resep selalu dimulai dengan tanda R/ yang artinya recipe sama dengan

ambilah. Dibelakang tanda ini biasanya tertera nama dan jumlah obat yang

diresepkan. Resep ditulis oleh dokter, biasanya resep ditulis dalam bahasa latin.

Jika resep tidak jelas dan tidak lengkap, apoteker harus menanyakan kepada

dokter penulis resep tersebut.


2. Komponen Resep

Resep yang lengkap memuat komponen sebagai berikut

Inscriptio: ; Nama Dokter/penulisan resep,

Nomor SIK/SIP, alamat, tempat/tgl.

Penulisan resep
Infokation : Tanda penulisan resep dengan tanda

R/ praes criptio: Nama obat, bentuk

sediaan obat, jumlah dan dosis obat


Signature : Nama pasien dan petunjuk mengenai

obatnya
Subcriptio : Tanda tangan/paraf dokter
3. Pelayanan Resep

Pelayanan kefarmasian semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai

komoditi. Pada saat ini pelayanan kefarmasian menjadi pelayanan yang berfokus pada

pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peran apoteker

diharapkan dapat menyeimbakan antara aspek klinis dan aspek ekonomi demi

kepentingan pasien.

E. Peresepan dan Pemberian Obat

Dalam pelayanan peresepan (permintaan obat) dan intruksi pengobatan perlu

adanya standar prosedur yang mengatur setiap tahapan, mulai resep diterima, dibaca,

diinput, disiapkan sampai diserahkan. Prosedur menjadi acuan bagi setiap staf, untuk

mencegah terjadinya kesalahan pelayanan resep terkait dengan peresepan/permintaan

tidak benar tidak terbaca dan tidak lengkap sehingga dapat membahayakan pasien serta

menunda asuhan pasien.

Setiap pelayanan resep harus memiliki prosedur yang mengarahkan:


1. Peresan/permintaan obat serta intruksi pengobatan secara benar, lengkap dan terbaca.

Ada regulasi yang mengatur kelengkapan resep serta penetapan dan penerapan

langkah-langkah untuk menuju untuk pengolahan peresepan/permintaan obat.

2. Dokter yang menulis resep atau memesan obat dikenal dan diketahui oleh unit

lanayan farmasi/ yang menyalurkan obat dan memiliki kewenangan dan kompetensi.

3. Resep dilayani oleh petugas farmasi yang memiliki izin dan kompetensi untuk

menjalankan pekerjaannya.

F. Sistem Operasional Prosedur

1. Prosedur bila resep tidak terbaca

Resep tidak terbaca adalah resep yang ditulis oleh dokter dan tidak dapat

dilayani karena tulisan, nama obat dan dosis kurang jelas dan tidak lengkap.

Tujuannya agar resep dapat terlayani dengan baik, dan mencegah terjadinya

kesalahan dalam penyiapan sehingga pasien dapat menerima obat dengan tepat waktu

dan tepat obat. Adapun prosedur dari resep tidak terbaca adalah sebagai berikut

(Novia, 2019):

a. Petugas farmasi menerima resep dari pasien

b. Petugas farmasi melakukan screening terkait administrasi, farsetis dan klinis

c. Petugas farmasi menemukan kendala dalam membaca resep

d. Petugas farmasi menghubungi dokter dan menkonfirmasi resep yang tidak terbaca

e. Petugas farmasi mencatat hasil konfirmasi lisan dan melakukan readback

f. Petugas farmasi menginfut dan melayani resep

2. Prosedur pelayanan resep narkotika dan psikotropika


Adalah suatu proses penerimaan resep dan penyiapan resep yang

mengandung narkotika dan psikotropika. Tujuannya: agar memastikan resep dilayani

sesuai dengan regulasi yang ada. Adapun kebijakan dari prosedur pelayan resep

narkotika dan psikotropika sebagai berikut (Novia, 2019):

a. Resep yang mengandung narkotika dan psikotropika ditulis oleh dokter yang

memiliki izin praktek yang masih berlaku

b. Resep narkotika dan psikotropika diberikan dengan aturan pakai yang jelas, dan

identitas yang lengkap

Adapun prosedur pelayan resep narkotika dan psitropika

a. Petugas farmasi menerima resep yang mengandung obat narkotika dan

psikotropika

b. Petugas farmasi menferifikasi ke absahan resep yaitu resep harus ditulis diresep

asli dan disertakan dengan tanda tangan SIP dokter

c. Apoteker melakukan pengkajian resep administrasi, farma setis dan klinis

d. Petugas farmasi menkonfirmasi dokter, penulis resep bila ada ketidak sesuaian

pada resep

e. Petugas menyiaapkan obat narkotika dan psikotropika sesuai dengan permintaan

resep, pada tempat penyimpanan

f. Cara pengambilan obat narkotika/psikotropika pada lemari double lock:

1) Petugas meminta kunci pada penanggung jawab pemegang kunci, 2 kunci

dipegang oleh 2 orang yang berbeda, yaitu penanggung jawab shif dan

apoteker
2) Petugas penanggung jawab kunci 1 dan penaggung jawab kunci 2 membuka

pintu double lock lemari narkotika

3) Petugas mengambil obat narkotika sesuai dengan resep

4) Petugas mencatat pengambilan kartu stock dan buku pengeluaran obat

narkotika

5) Petugas PJ kunci 1 dan 2 menutup kembali pintu double lock

6) Penanggung jawab mengecek kembali pintu narkotik dan psikotropika dengan

melakukan verifikasi obat yang telah disiapkan oleh petugas

g. Petugas farmasi menyiapkan label etiket, dengan menulis nama pasien, nama

obat, aturan pakai, ED dan tanggal pengemasan

h. Apteker menyerahkan obat kepada pasien, dengan memverifikasi identitas pasien,

dan memberikan informasi penggunaan obat

3. Prosedur pelayanan resep bila obat tidak tersedia

a. Petugas farmasi menerima resep

b. Petugas farmasi melakukan pengecekan terhadap stock dan ketersediaan obat

c. Petugas farmasi menkonfirmasi kedokter, bila obat dan alkes yang ditulis tidak

tersedia. Konfirmasi harus disertai dengan informasi yang jelas kosong dan saran

subsitusinya

d. Bila dokter tidak bersedia untuk mengganti, maka petugas farmasi menanyakan

alasan dan mencatat dilembar permintaan pembeliaan case dan menginformasikan

kepada pasien untuk perkiraan waktu tunggu


e. Petugas farmasi membuat form permintaan pembelian case dengan menulis

lengkap nama dokter, jumlah obat, alasan kosong dan alasan dokter tidak mau

mengganti dan jam turun resep, jam obat dibutuhkan/digunakan

f. Penanggung jawab kamar obat melakukan pengecekan ulang terkait alasan

pembelian, dan bila diperlukan konfirmasi ulang kedokter

g. Bagiang pengadaan melakukan pembelian obat/alkes yang diminta

h. Petugas farmasi melakukan penginputan dan distribusi obat/alkes kepasien

i. Petugas farmasi melayani resep pasien

j. Penanggung jawab kamar obat mengumpulkan data dan melakukan analisa

bulanan untuk obat yang dibeli case karena

BAB III

TINJAUAN KHUSUS

A. Tinjauan Khusus Puskesmas Antang


1. Keadaan Geografi

Puskesmas Antang kota Makassar berdiri sejak tahun 1977 merupakan puskesmas

Pustu yang berlokasi di jalan Antang Raya dengan status aset pemeritah daerah,

kemudian di tahun 1979 dibangunlah Puskesmas Antang yang berlokasi di jalan Antang

Raya No. 43 kelurahan Antang, Kecamatan Antang Kota Makassar.

Setelah kelurahan Parang Tambung terjadi pemekaran maka Puskesmas, Antang di

Tahun 2019 berada di Kelurahan Antang. Wilayah kerja Puskesmas Antang terdiri atas

2(dua) kelurahan, 13 ORW dan 64 ORT dengan luas wilayah 3,94 km/segi dengan batas

wilayah sebagai berikut:

a. Sebelah timur : Berbatasan dengan Kel. Manggala

b. Sebelah selatan : Berbatasan dengan Kel. Mangkala

c. Sebelah barat : Berbatasan dengan Kel. Borong

d. Sebelah utara : Berbatasan dengan Kel. Tello Baru dan Kecamatan Biringkanaya

2. Sarana dan Sumber Daya Kesehatan di Puskesmas Antang

a. Sarana

Jenis sarana kesehatan yang terdapat diwilayah kerja Puskesmas Antang tahun

2019 terdiri dari:

No Fasilitas Jumlah

1) Rumah Sakit Bersalin : 1 buah

2) Puskesmas : 1 buah

3) Balai/ klinik Pengobatan : 2 buah

4) Dokter Praktek : 2 orang

5) Bidan Praktek Swasta : 0


6) Apotek : 1 buah

7) Posyandu : 17 uah
b. Tenaga Kesehatan

Jumlah tenaga kesehatan yang terdapat di Puskesmas Antang tahun 2019

sebanyak 30 orang dengan berbagai spesifikasi, yang terdiri dari:

No Pegawai puskesmas Jumlah


1. Dokter Umum : 3 Orang
2. Dokter Gigi : 1 Orang
3. Perawat : 7 Orang
4. Bidan : 3 Orang
5. Sanitarian : 2 Orang
6. Nutrisionis : 1 Orang
7. Pranata lab : 1 Orang
8. Apoteker : 1 Orang
9. Asisten apoteker : 1 Orang
10. Perawat Gigi : 1 Orang
11. Rekam Medik : 0
12. Sarjana : 3 Orang

KesehatanMasyarakat

3. Visi dan Misi Puskesmas Antang

a. Visi

Dalam menetapkan Visinya Puskesmas Antang berpedoman dan

memperhatikan Visi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu “

Masyarakat Sehat Mandiri, dan Berkeadilan” serta Visi Dinas Kesehatan Kota

Makassar yaitu “ Makassar Sehat Menuju Kota Dunia” Bahwa sebagai upaya
penjabaran Visi Kementerian Kesehatan RI dan Visi Dinas Kesehatan Kota

Makassar, maka Visi Puskesmas Antang adalah “Terwujudnya Pelayanan

Kesehatan Yang Berkualitas Di Wilayah Kerja Puskesmas Antang”

b. Misi

Demi terwujudnya masyarakat Antang hidup sehat yang merupakan

bagian tercapainya Makassar Sehat Menuju Kota Dunia harus ditunjang Misi

Puskesmas yang dapat diukur serta tidak terpisahkan dari Visi Puskesmas.

Berdasarkan hal tersebut Puskesmas Antang mempunyai Misi sebagai berikut:

1. Meningkatkan profesionalisme SDM dalam pelayanan Kesehatan

2. Memberikan pelayanan Kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar

3. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat

c. Motto Puskesmas Antang

Motto Puskesmas Antang adalah "Sehat Untuk Semua".

d. Tata Nilai

A : Amanah dan memberi pelayanan


N : Nyaman
T : Taat terhadap aturan dan norma yang ada
A : Adil dalam memberikan pelayanan
N : Nyata dan santun dalam memberi pelayanan
G : Giat meningkatkan sistem informasi pelayanan
B. Struktur Organisasi Puskesmas Antang

Struktur Organisasi Puskesmas Antang berdasarkan peraturan Wali Kota

Makassar Nomor 41 Tahun 2012 tanggal 19 September 2012 terdiri atas:

1. Kepala Puskesmas

2. Kepala Subbag Tata Usaha


3. Upaya kesehatan Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat

a) Pelayanan Promkes serta UKS

b) Pelayanan Kesehatan Lingkungan

c) Pelayanan KIA, KB

d) Pelayanan Gizi

e) Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular

f) Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak Menular

g) Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat

4. Upaya Kesehatan Pengembangan

a) Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat

b) Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat

c) Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplamnter

d) Pelayanan Kesehatan Olahraga

e) Pelayanan Kesehatan Indra

f) Pelayanan Kesehatan Lansia

g) Pelayanan Kesehatan Kerja

h) Usaha Kesehatan Lain

5. Upaya Kesehatan Masyarakat Perorangan Kefarmasian dan Laboratorium

a) Pelayanan Pemeriksaan Umum

b) Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

c) Pelayanan KIA-KB
d) Pelayanan Kamar Tindakan

e) Pelayanan Gizi

f) Pelayanan Kefarmasian

g) Laboratorium

h) Pelayanan Kesehatan Perorangan

6. Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jaringan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

a) Pelayanan Puskesmas Pembantu

b) Pelayanan Keliling

C. Berdasarkan struktur organisasi dan spesifikasi ketenagaan yang terdapat di

Puskesmas Antang sebagai berikut:

1. Kepala Puskesmas

Tugas Pokok dari Keapala Puskesmas adalah, Tugas kepala Puskesmas adalah

mengusahakan agar fungsi Puskesmas dapat diselenggarakan dengan baik.

Fungsi dari Kepala Puskesmas yaitu Sebagai seorang dokter dan Sebagai

seorang manager

Kegiatan Pokok Kepala Puskesmas adalah sebai berikut:

a) fungsi-fungsi manajemen

b) Melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada penderita ddan menerima konsultasi

dari perawat atau bidan serta merujuk penderita jika perlu

c) Mengkordinir kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat

d) Mengkordinir pembinaan peran serta masyarakat melaluipendekatan PKMD

e) Melakukan supervisi dan bintek pada seluruh staf puskesmas


f) Melakukan kerja sama lintas sektor dalam pengembangan PSM melalui pendekatan

PKMD

2. Kasubag Tata Usaha

Adapun Tugas Pokok dari Kasubag Tata Usaha

a) Menyusun rencana kegiatan sub bagian tata usaha

b) Membagi tugas dan memberi petunjuk kepada bawahan

c) Melakukan penyususnan rencana program/ kebijakan puskesmas

d) Mengontrol dan merekapitulasi kehadiran pegawai sesuai daftar absensi

e) Memberikan layanan humas kepada pihak lainnya secara transparan dan akurat

sesuai petunjuk atasan

f) Memberikan layanan administrasi umum dan tekhnis meliputi urusan kepegawaian,

keuangan, tata usaha, perlengkapan, rumah tangga, dan perjalanan dinas untuk

kelancaran pelaksanaan tugas

g) Merencanakan dan mengusulkan kebutuhan diklat pegawai baik struktural, teknis

maupun fungsional sesuai latar pendidikan teknis pegawai

h) Melaksanakan kegiatan pengelolaan naskah dinas yang masuk dan keluar serta

menyususn dan mengkoreksi konsep naskah dinas lainnya.

i) Mengelola arsip baik inaktif maupun statis sesuai pola kearsipan agar mudah dan

cepat ditemukan bila diperlukan

j) Melaksanakan urusan rumah tangga meliputi menata ruangan, lingkungan dan

kebersihan kantor agar terasa nyaman dalam melaksanakan tugas

k) Merencanakan dan mengontrol pelaksanaan tugas pengamanan sarana dan prasarana

kantor baik pada jam dinas maupun diluar jam dinas agar terjamin keamanan kantor
dan lingkungan

l) Membuat laporan bulanan, triwulan dan tahunan serta hasil pelaksanaan tugas

koordinasi lainnya berdasarkan kegiatan yang dilakukan dan sumber daya yang ada

m) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh kepala puskesmas.

Wewenang dari Kasubag Tata Usaha

a) Memberi tugas kepada dibawahnya untuk kasus-kasus tertentu

b) Memberi teguran kepada staf dan pegawai yang melanggar kedinasan/ kedisiplinan

c) Memberi masukan penilaian SKP kepada kepala puskesmas

Tanggung Jawab dari Tata Usaha

a) Bertanggung jawab atas terpenuhinya tugas-tugas diatas

3. Bendahara

Adapun Tugas Pokok dari bendahara

a) Membuat RKA anggaran keuangan selama setahun

b) Membuat SPJ untuk kegiatan operasional

c) Membuat buku kas umum, SPJ pengesahan, berita acara pemeriksaan kas, registrasi

penutupan kas, laporan pajak untuk kegiatan operasional dan bantuan operasional

kesehatan (BOK)

d) Membuat SPP dan SPM untuk pengajuan dokumen ke badan pengelola keuangan

daerah

e) Mengajukan pencairan uang UP

f) Mengajukan pencairan uang GU


g) Mengajukan pencairan uang LS

h) Membayarkan kegiatan operasional dan BOK

i) Membukukan semua kegiatan penerimaan dan pembayaran dana yang diterima

j) Membuat laporan keuangan bulanan, tribulan dan tahunan

k) Melaporkan ke kantor pajak semua kegiatan perpajakan

l) Melakukan pencatatan dan pmbukuan kas dan buku bantu penerimaan dan

pengeluaran dan bantuan operasional kesehatan (BOK)

m) Membuat laporan keuangan (penerimaan dan pengeluaran) dan laporan kegiatan

BOK sesuai format yang telah ditentukan

n) Membuat SPJ dan pendukung lainnya

o) Membuat laporan tahunan

4. Pelaksana Farmasi

Adapun Tugas Pokok dari pelaksanaan farmasi (Apoteker)

a) Melakukan pelayanan resep mulai dari menerima resep, menyerahkan obat sesuai

resep dan menjelaskan kepada pasien tentang pemakaian obat.

b) Memberikan KIE kepada pasien

c) Merencanakan kebutuhan obat dan perbekalan kefarmasian bulanan dan tahunan

d) Mengelola pemasukan obat dan alat kesehatan dari gudang farmasi

e) Mengelola pengeluaran dan pendistribusian obat kepada unit-unit yang ada di

puskesmas antang dan kegiatan puskesmas keliling

f) Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi

g) Mengkordinir kegiatan kefarmasian di Puskesmas

h) Memastikan kegiatan kefarmasian di puskesmas berjalan dengan baik


i) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai bidang tugas untuk

kelancaran pelaksanaan tugas.

Adapun tugas pokok dari Asisten Apoteker

a) Melakukan pelayanan kefarmasian meliputi penerimaan resep dari pasien kemudian

memberikan obat sesuai resep

b) Memberikan pelayanan informasi obat

c) Melakukan peracikan obat apabila terdapat resep untuk diracik

d) Sebagai pelaksana administrasi atau teknis penerimaan obat

Adapun Uraian Tugas Tanggung Jawab Asisten Apoteker

a) Mengecek kesiapan apotek sebelum operasional

b) Menyusun produk racikan yang didistribusi dari gudang farmasi ke apotek

c) Melakukan peracikan obat

d) Membuat copy resep

e) Melakukan penyerahan produk kepada pasien

Adapun Tugas Tambahan Asisten Apoteker

a) Membantu apoteker melakukan stock opname

b) Menulis kebutuhan sediaan obat

c) Membantu pasien dalam mengaplikasikan penggunaan obat.

D. Kegiatan Kefarmasian di Puskesmas Antang

Sesuai dengan bidang yang sedang di tempuh, maka pada bab III ini penulis juga

memasukkan hal-hal yang berkaitan dengan kefarmasian sebagai urain khusus dari laporan
ini. Adapun hal-hal yang berhubungan dengan kefarmasian di Puskesmas Antang adalah

sebagai berikut:

1. RKO (Rencana Kebutuhan Obat)

Proses pengadaan dilakukan dengan proses seleksi sediaan Farmasi dan Bahan

Medis Habis Pakai dilakukan dengan mempertimbangkan pola penyakit, pola konsumsi

sediaan farmasi periode sebelumnya, data mutasi sediaan farmasi, dan rencana

pengembangan. Sedangkan di Puskesmas Antang dalam melakukan perencanaan

berdasarkan pada pola konsumsi pemakaian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis

Pakai.

Seluruh penggunaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis pakai di Puskesmas

Antang dibuat dalam rekapan dari masing-masing unit (Home Care, Imunisasi,

Laboratorium, Poli Gigi, Poli KIA/KB, Poli Umum, Pukesdes, Puskel, dan UGD) untuk

dimasukkan dalam Laporan Pemakaian Dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO).

Sarana yang di gunakan untuk pencatatan dan pelaporan obat di puskesmas adalah

LPLPO (Laporan Permintaan dan Lembar Penerimaan Obat) , LPLPO (Laporan Permintaan

dan Lembar Penerimaan Obat) di buat oleh petugas puskesmas harus tepat data, tepat isi,

dan di kirim tepat waktu serta di simpan dan di arsipkan tepat waktu. LPLPO Berupa data

yang di input untuk obat yang akan di pesan dalam satu bulan untuk permintaan obat dalam

bulan depan Setelah itu permintaan diajukan di Gudang Farmasi Dinkes Kota Makassar

sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah daerah setempat.

Pada saat penerimaaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai disesuaikan

dengan permintaan yang telah diajukan. Kemudian dilakukan pengecekan mulai dari

kelengkapan jumlah, kemasan, bentuk sediaan, nomor batch, ED sesuai dengan berita acara
setelah itu ditanda tangani oleh Asisten Apoteker atau Apoteker

Penyimpanan obat di Puskesmas Antang mencakup 2 tempat. Pertama yaitu di gudang

obat Puskesmas penyimpanannya berdasarkan indikasi dan bentuk sediaan Farmasi dan

Bahan Medis Habis Pakai. Kedua yaitu penyimpanan di ruang obat berdasarkan bentuk

sediaan dan disusun secara alfabetis. Penyimpanan obatnya juga memperhatikan sistem

FEFO dan FIFO. Adapun penyimpanan obat-obat khusus (Narkotik dan Psikotropik, LASA,

Hight Alert dan Suppositoria) yaitu:

a. Narkotik dan Psikotropik disimpan dalam lemari 2 pintu yang dilengkapi dengan kunci

b. Obat LASA diberi label LASA

c. Obat Hight Alert diberi label Hight Alert

d. Untuk Suppositoria disimpan di lemari pendingin

Daftar Obat Lasa (Look Alike Sound Alike)

No. Nama Obat

1 Allopurinol 100 mg Allopurinol 300 mg


2 Atorvastatin 10 mg Atorvastatin 20 mg
3 Amlodipin 5 mg Amlodipin 10 mg
4 Simvastatin 10 mg Simvartatin 20 mg
5 Omeprazol 20 mg Lansoprazol 30 mg
6 Metformin 500 mg Metronidazol 500 mg
7 Kalsium Laktat Kotrimoksazol 480 mg
8 Antasida Tab. Parasetamol Tab. 500 mg

b) Daftar Obat Hight Alert Puskesmas Antang

No. Nama Obat


1 Metformin 500 mg
2 Glibenclamid 5 mg
3 Glimepirid 1 mg
4 Lidocain + epinephrin inj
5 Isosorbid dinitrat tab
6 Diazepam tab
7 Triheksipenidil tab
8 Codein tab
9 Klorpromazin
10 Haloperidol

Pendistribusian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai di Puskesmas Antang

selain didistribusikan langsung ke pasien juga didistribusikan ke tiap-tiap unit unit yang ada

dipuskesmas juga kebutuhan sediaan farmasi untuk keperluan Puskel, Posyandu, Poslansia

Dll.

Pelaporan dilakukan dengan cara pemakaian permintaan obat untuk bulan sebelumnya

dan setelah itu dibuat kembali permintaan obat untuk bulan berjalan sehingga tidak terjadi

kekosongan. Dan Laporan Indikator Obat, Napsah (Narkotika dan Psikotropika) Pemakaian

Obat Generik, Pemakaian Obat Terbanyak, Laporan Triwulan, laporan pemakaian obat

Rasional (POR), LPLPO dilaporkan ke gudang Farmasi kemudian dilaporkan ke Dinas

kesehatan.
BAB IV

PEMBAHASAN

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelengarakan upaya

kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tinggkat pertama, dengan

lebih mengutamakan upaya promotif dan prefentif untuk mencapai derajat kesehatan

masyarakat yang setinggi-tingginya diwilayah kerjanya. Puskesmas mempunyei tugas

melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan

diwilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.

Puskesmas antang merupakan sarana kesehatan yang memberi pelayanan

kepada masyarakat dengan berbagai jenis diagnosis penyakit. Puskesmas antang

mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medic yang terdiri dari Loket, poli

umum, poli gigi, poli gizi, poli KIA/KB,laboratorium, imunisasi, ruang tindakan,dan

ruang obat (Apotek).

Cara penerimaan barang di puseksmas antang yaitu mengirim atau

menyerahkan barang farmasi kepada Apoteker atau Asisten Apoteker penerimaan

barang berdasarkan Surat Pesanan LPLPO. Kemudian Apoteker atau Asisten

Apoteker pemeriksaan dan penerimaan barang farmasi untuk kebenaran kualitas dan
kuantitas barang serta menandatangani surat pesanan dan penerimaan barang,

kemudian barang tersebut di bawa ke gudang obat untuk selanjutnya disimpan.

Setelah barang diterima dan dicek, selanjutnya adalah proses penyimpanan

barang/obat di gudang.

Puskesmas antang memiliki tempat penyimpanan gudang obat dan ditata pada

rak-rak menurut Abjad, dan dibedakan berdasarkan bentuk sediaan.Seperti cairan

infus NaCl disatukan dengan cairan infus yang lainnya. Begitu pula dengan sediaan

tablet, sirup, injeksi, dan alat kesehatan. Berbeda dengan vaksin disimpan dicool cain

dan insulin yang belum dipakai disimpan pada lemari pendingin dan setelah dipakai

disimpan disuhu ruangan, adapula obat yang disimpan pada suhu normal.

Penyimpanan Obat dengan suhu yang tidak sesuai akan menurunkan kualitas obat.

Misalnya saja pada tablet salut gula, apabila tablet salut gula disimpan pada suhu

yang panas, maka obat tersebut dapat meleleh dan tidak dapat digunakan sehingga

harus disimpan pada suhu yang sejuk.Selain itu obat yang harus disimpan pada suhu

yang dingin adalah vaksin, injeksi dan supositoria.Vaksin harus disimpan pada

lemari pendingin, tetapi suhunya harus diatur sesuai ketetapan suhu yang ada pada

kemasan.

Penyimpanan perbekalan farmasi juga dilakukan secara FEFO (First Expired

First Out) penyimpanan berdasarkan pada obat yang masa kadaluarsa berarti harus

dikeluarkan lebih dahulu.

Pendistribusian adalah suatu rangkaian dalam rangka pengeluaran dan

penerimaan obat-obat yang bermutu, terjamin kestabilannya serta tepat mengenai

jenis dan jumlah obat dari kamar obat pasien dan ke unit-unit seperti poli umum, poli
gigi, poli lansia, ruang tindakan, poli gizi, dan poli KIA secara merata dan teratur

untuk memenuhi kebutuhan unit pelayanan kesehatan.

Pelaporan di puskesmas antang ada banyak format pencatatan dan pelaporan

yang dilaksanakan oleh petugas di Instalasi Farmasi baik laporan harian, bulanan,

maupun tahunan. Laporan-laporan yang dilaksanakan antara lain, yaitu buku induk

sebagai alat control dari mutasi obat setiap bulan, laporan pengadaan obat dan laporan

penggunaan narkotik dan psikotropika.

Penyerahan obat diawali dengan penulisan resep oleh dokter kemudian ditebus di

Apotek, kemudian resep diterima oleh apoteker atau asisten apoteker yang bertugas.

Apoteker kemudian melakukan skrining resep meliputi pemeriksaan persyaratan

administratif yang terdiri dari nama dokter, tanggal penulisan, paraf, nama pasien,

alamat, umur, signa, serta informasi lainnya. Kemudian kesesuaian farmasetik yang

terdiri dari bentuk sediaan, dosis, dan cara serta lama pemberian, adapaun

pertimbangan klinik yang harus diperhatikan adalah alergi terhadap obat, efek samping

serta interaksi obat yang digunakan. Dilanjutkan dengan penyiapan obat sesuai yang

tertera di resep, kemudian dilakukan penyerahan obat disertai pemberian informasi dan

konseling, konseling dilakukan pada pasien tertentu dan Tidak semua pasien harus

mendapatkan konseling pasien yang di maksud yaitu pasien yang mengalami penyakit

akut seperti TBC, Diabetes Melitus (DM), Hipertensi, pasien dengan ODGJ (orang

dalam gangguan jiwa), pasien Geriatric, pediatric, pasien dengan perlatan khusus dan

lain-lain.

Adapun alur penyerahan obat

Datang membawa resep


Apoteker/asisten apoteker

Resep diberi nomor lalu di


cek/periksa

Resep lengkap

Siapkan obat

racikan atau non racikan

Pemberian etiket

Obat diperiksa kembali (nama,usia,


jenis penandaan)

Penyerahan obat disertai PIO pada


pasien
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Puskesmas adalah unit pelaksanaan teknis dinas Kesehatan kabupaten/kota yang

bertanggung jawab terhadap pembangunan Kesehatan di wilayah kerjanya untuk

terselengaranya berbagai upaya Kesehatan perorangan dan masyarakat puskesmas perlu

di tunjang oleh menejmen puskesmas yang baik. Sistem pengadaan, penerimaan,

penyimpanan, pendistribusian dan pelaporan di puskesmas Antang sudah sesuai dengan

PERMENKES.

B. Saran

1. Sebaiknya menjelaskan kepada pasien pada saat pemberian obat demi mencegah

kesalahan pengobatan yang tidak diinginkan.

2. Sebaiknya dilakukan peningkatan pengontrolan dan pengawasan terhadap persediaan

obat untuk meminimalkan kekosongan obat di Apotek Puskesmas, salah satunya

dengan peningkatan kedisiplinan dalam pencatatan kartu stok obat agar kontrol

persediaan obat lebih mudah dilakukan.


DAFTAR PUSTAKA

Anita Betri, dkk. 2019. Puskesmas dan jaminan kesehatan Nasional. Depublish: Yogyakarta

Anggraini Rati. 2019. Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Depublish: Yogyakarta

Basith, Z.A. and Prameswari, G.N., 2020. Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas.
HIGEA (journal of publichealth Research and development ), 4(1),pp. 52-63
Ekasari, R., Pradana, M.S., Driansyah, G., Prasnowo, M,A., Rodli,.A.F. and Hidayat,K., 2017.
Analisis Kualitas pelayanan Puskesmas Dengan Metode Servqual. Jurnal Darusallam:
jurnal Pendidikan komunikasi Dan pemikran Hukum Islam 9(1), pp. 86-93i
Handayani Wuridia. 2019. Undang-undang Kesehatan 1. Depublish: Yogyakarta
Novia. 2019. Kumpulan Standar Prosedur Dalam Pelayanan Kefarmasian Puskesmas.
Depublish: Yogyakarta
Setyani. 2019. Resep Dan Peracikan Obat. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma:
Yogyakarta