Anda di halaman 1dari 11

MODUL PEMBELAJARAN ABAD 21

Diajukan Sebagai Syarat Memenuhi Tugas Struktur


Mata Kuliah Landasan Pembelajaran

Dosen Pengampu Mata Kuliah :


Dr. Laurensius Salem, M. Pd.

Oleh:
Fariza (F2161201011)

Marsiana (………………)

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan atas rahmat dan hidayah-
Nya yang tak terhingga dapat menyelesaikan Makalah Mata Kuliah Landasan
Pembelajaran tepat pada waktunya. Makalah ini diajukan sebagai syarat memenuhi
tugas terstruktur Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Penulis juga
berterima kasih kepada Dr. Laurensius Salem, M.Pd. yang telah memberikan arahan
serta motivasi dalam menyelesaikan tugas ini.
Makalah ini ditulis dari hasil mencari beberapa sumber yang dapat dipercaya.
Penulis telah berusaha maksimal dalam membuat makalah ini, namun tidak menutup
kemungkinan masih banyak kekurangan atau kesalahan yang tidak disadari. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk
kebaikan dan kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita
semua. Sekian dan terimakasih.

Pontianak, 03 April 2021

Tim Kelompok
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………………........
KATA PENGANTAR …………………………………………………….
DAFTAR ISI ………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………............
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………...

B. Rumusan Masalah ………………………………………….............

C. Tujuan Makalah ……………………………………………............

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………......

A. Pembelajaran Abad 21 …………………………………………….

B. Peran Guru Terhadap Abad Pembelajaran Abad 21 ………………

C. Peran Siswa Terhadap Pembelajaran Abad 21 ……………………

BAB III PENUTUP …………………………………………………………

A. Kesimpulan ………………………………………………………….

B. Saran …………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya
hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun
belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki
berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan. Pendidik
dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad
21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru
agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini (Yana
dalam Rohim Bima dan Julian, 2016).
Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan citacita
bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia,
dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam
dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber
daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan
dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimakah pembelajaran abad 21 ?
2. Bagaimanakah peran guru terhadap abad pembelajaran abad 21 ?
3. Bagaimanakah peran siswa terhadap pembelajaran abad 21 ?
C. Tujuan Makalah
1. Mendeskripsiskan pembelajaran abad 21 ?
2. Mendeskripsiskan peran guru terhadap abad pembelajaran abad 21 ?
3. Mendeskripsiskan peran siswa terhadap pembelajaran abad 21 ?
D. Manfaat Penulisan
a. Manfaat Teoritis
Menambah referensi kepada perkembangan Ilmu dalam bidang Bahasa
Indonesia yang berkaitan dengan Landasan Pembelajaran
b. Manfaat Praktis
Hasil makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti maupun
pembaca. Dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Bagi Kepala Sekolah
Kepala Sekolah memperoleh pengetahuan lebih dalam lagi tentang
perkembangan pembelajran abad 21.
b. Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidik dan tenaga kependidikan menambah wawasan ilmu
tentang perkembangan pembelajaran abad 21.
c. Bagi Siswa
Menambah Pemahaman Siswa dan Memotivasi agar tetap Semangat
Belajar dan terus berkarya.

BAB II
A. Pembelajaran Abad 21
B. Peran Guru Terhadap Abad Pembelajaran Abad 21
Tantangan Guru Pada Abad 21 menurut Winarno Surakhmad dalam
Wasitohadi ada empat sifat yang muncul di abad 21 yang mempengaruhi
kehidupan dan peradaban manusia, yaitu:
1. Bahwa akan terjadi perubahan yang besar di dalam hampir semua bidang
kehidupan, dan bahwa perubahan tersebut akan berlangsung semakin
hari semakin terakselerasi.
2. Bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengambil posisi
yang sentral yang langsung mempengaruhi bukan saja gaya hidup
manusia sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi nilai-nilai seni, moral
dan agama.
3. Bahwa pertarungan dan persaingan hidup antara bangsa-bangsa tidak
akan terbatas di bidang ekonomi saja, tetapi juga di berbagai bidang
lainnya, termasuk bidang budaya dan ideologi.
4. Bahwa karena pengaruh ilmu dan teknologi, nilai-nilai moral dan agama
akan langsung tercabut dan bukan mustahil akan menimbulkan sistem
nilai yang berbeda dari apa yang dikenal sampai saat ini. Seiring dengan
sentralnya peranan Iptek, perkembangan industri berbasis iptek akan
berkembang dengan cepat
Sementara itu, ada tantangan untuk menghadapi persaingan global.
Kemampuan bersaing tersebut amat ditentukan oleh pendidikan yang
bermutu. Mutu yang dimaksud bukan hanya dapat memenuhi standar
nasional, melainkan untuk memenuhi standar internasional agar sumber
daya manusia Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Pergeseran paradigma pendidikan abad 21 menurut Laporan
BSNP tahun 2010 dalam Wasitohadi (BSNP, 2010; Kemdikbud, 2012)
meliputi:
1. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa;
2. Dari satu arah menuju interaktif;
3. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring;
4. Dari pasif menuju aktif menyelidiki;
5. Dari maya/ abstrak menuju konteks dunia nyata;
6. Dari pembelajaran pribadi menjadi menuju pembelajaran berbasis
tim.
7. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan;
8. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru;
9. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.
10. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan;
11. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak;
Jadi yang dimaksud dengan pembelajaran abad 21 adalah guru
harus memulai satu langkah perubahan yaitu merubah pola
pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi pola
pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pola pembelajaran yang
tradisional bisa dipahami sebagai pola pembelajaran dimana guru
banyak memberikan ceramah sedangkan siswa lebih banyak mendengar,
mencatat dan menghafal. Satu hal lain yang penting yaitu guru akan
menjadi contoh pembelajar (learner model), guru harus mengikuti
perkembangan ilmu terakhir sehingga sebetulnay dalam seluruh proses
pembelajaran ini guru dan siswa akan belajar bersama namun guru
mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengelola kelas.
Pembelajaran abad 21 memiliki tantangan tersendiri. Tantangan
pendidikan abad 21 menurut PBB yaitu membangun masyarakat
berpengetahuan (knowledge-based society) yang memiliki
(1) keterampilan melek TIK dan media (ICT and media literacy skills),
(2) keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills),
(3) keterampilan memecahkan masalah (problem-solving skills),
(4) keterampilan berkomunikasi efektif (effective communication
skills); dan
(5) keterampilan bekerjasama secara kolaboratif (collaborative skills).
Kelima karakteristik masyarakat abad 21 menurut PBB tersebut dapat
dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran.
Dalam konteks pendidikan, sesungguhnya peran TIK adalah sebagai
“enabler” atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran
yang efektif dan efisien serta menyenangkan. Jadi, TIK dijadikan
sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.
Bagaimanakah peran guru dan siswa dalam pembelajaran abad 21
dengan mengintegrasikan TIK? Bila dilihat dari sisi peran TIK bagi
guru, maka pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran seharusnya
memungkinkan guru untuk:
 Menjadi Fasilitator, Kolaborator, Mentor, Pelatih, Pengarah Dan
Teman Belajar.
 Dapat Memberikan Pilihan Dan Tanggung Jawab Yang Besar
Kepada Siswa Untuk Mengalami Peristiwa Belajar.
Jika, pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran hanya
bertujuan untuk mempermudah guru menyampaikan materi, dimana
ia berperan sebagai satusatunya sumber informasi dan sumber segala
jawaban, maka lima keterampilan masyarakat abad 21 yang
dicanangkan PBB seperti dijelaskan di atas tidak akan berhasil.
Menurut Rohim , Bima dan Julian (UNY, 2016) untuk mampu
mengembangkan pembelajaran abad 21 ini ada beberapa hal yang
penting untuk diperhatikan yaitu antara lain :
1. Tugas Utama Guru Sebagai Perencana Pembelajaran Sebagai
fasilitator dan pengelola kelas maka tugas guru yang penting
adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detil dan
mampu menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas
termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam
menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara
target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan
kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan
teknologi dalam kelas.
2. Masukkan unsur Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order
Thinking). Teknologi dalam hal ini khususnya internet akan
sangat memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dan
jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk
permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa
dicari solusinya dengan sangat mudah dan ada kecenderungan
bahwa siswa hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus
mampu memberikan tugas di tingkat aplikasi, analisa, evaluasi dan
kreasi, hal ini akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan
membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum
menyelasikan tugas dari guru.
3. Penerapan pola pendekatan dan model pembelajaran yang
bervariasi Beberapa pendekatan pembelajaran seperti
pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning),
pembelajaran berbasis keingintahuan (Inquiry Based Learning)
serta model pembelajaran silang (jigsaw) maupun model kelas
terbalik (Flipped Classroom) dapat diterapkan oleh guru untuk
memperkaya pengalaman belajar siswa (Learning Experience).
Satu hal yang perlu dipahami bahwa siswa harus mengerti dan
memahami hubungan antara ilmu yang dipelajari di sekolah
dengan kehidupan nyata, siswa harus mampu menerapkan ilmunya
untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata.
4. Integrasi Teknologi Sekolah dimana siswa dan guru mempunyai
akses teknologi yang baik harus mampu memanfaatkan teknologi
dalam proses pembelajaran, siswa harus terbiasa bekerja dengan
teknologi seperti layaknya orang yang bekerja. Seringkali guru
mengeluhkan mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka
miliki, satu hal saja bahwa pengembangan pembelajaran abad 21
bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru
yang baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang
aktif dan kolaboratif, namun tentu saja guru harus berusaha untuk
menguasai teknologinya terlebih dahulu.Hal yang paling mendasar
yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat
bantu yang baik dan kuat apabila pola pembelajarannya masih
tradisional.
Menurut Jennifer Nichols dalam Rohim , Bima dan Julian (2016)
menyederhanakannya ke dalam 4 prinsip pokok pembelajaran
abad ke 21 yang dijelaskan dan dikembangkan seperti berikut ini:
5. Instruction should be student-centered. Pengembangan
pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran
yang berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek
pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan
potensi yang dimilikinya. Siswa tidak lagi dituntut untuk
mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan
guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan
keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat
perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk
memecahkan masalahmasalah nyata yang terjadi di masyarakat.
6. Education should be collaborative. Siswa harus dibelajarkan untuk
bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan
orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang
dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna,
siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-
teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu
dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap
orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri
secara tepat dengan mereka.
7. Learning should have context. Pembelajaran tidak akan banyak
berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di
luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan
dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan
metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung
dengan dunia nyata (real word). Guru membantu siswa agar dapat
menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang
dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan
sehariharinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang
dikaitkan dengan dunia nyata.
8. Schools should be integrated with society. Dalam upaya
mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung
jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk
terlibat dalam lingkungan sosialnya.
Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat,
dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan
aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan
dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat,
seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan
sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-
panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian
sosialnya.

C. Peran Siswa Terhadap Pembelajaran Abad 21


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
https://file.bpmtv.kemdikbud.go.id/Bahan%20Ajar%20Fasilitasi/etc/MODUL
%20PEMBELAJARAN%20ABAD%2021.pdf