Anda di halaman 1dari 6

Menghadapi pandemic covid 19 bagi guru dan tenaga kependidikan.

Ditinjau oleh: dr Rachmalia fitri rosa

Email : Rahmaliafitria@gmail.com

Abstrak
Sejak Maret 2020 ditemukan kasus di Indonesia 2 orang di Depok saat ini masih belum
menunjukan angka penurunan kasus di Indonesia dan berdampak kepada semua pihak dan
kalangan selama masa Pandemi ini berlangsung terutama Pendidikan dan kesehatan serta roda
Ekonomi saat ini di Indonesia angka penyebaran masih cukup tinggi,dan karena angka kejadian
masih saat ini semua sekolah menerapkan PJJ dan Daring karena di khawatirkan angka
penyebaran,

Pengertian Coronavirus

Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi


saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus
ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:

1. Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).


2. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
3. Pneumonia.
SARS yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain.
Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss,
Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu
menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa
akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut. 

Faktor Risiko Infeksi Coronavirus  

Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan
kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim
juga mungkin berpengaruh.dan orang2 yang tidak melakukan protokol kesehatan karena saat ini
INDONESIA adalah negara transmisi lokal siapapun tanpa padang bulu bisa terjangkit penyakit
ini.karena sedang wabah dan kebanyakan sudah mulai beraktifitas kembali.
Penyebab Infeksi Coronavirus  

Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar
seperti virus lain pada umumnya, seperti: 

 Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).

 Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.

 Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air
liur pengidap virus corona. 

 Tinja atau feses (jarang terjadi)

Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala
yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu,
metode transmisi COVID-19 terbanyak melalui droplet Atau percikan air liur dan virus dapat
hidup di benda mati 8-24 jam

Gejala Infeksi Coronavirus  

Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini
bergantung pada jenis virus corona yang menyerang, dan seberapa serius infeksi yang terjadi.
Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:

 Hidung beringus.
 Sakit kepala.
 Batuk.
 Sakit tenggorokan.
 Demam.
 Merasa tidak enak badan.
 Sulit mencium bau
 Pegal-pegal
 Bahkan saat ini banyak pasien tanpa gejala yg terkonfimasi positif
 Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah.
Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-
19), yang mengakibatkan gejala seperti:

 Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.


 Batuk dengan lendir.
 Sesak napas.
 Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
Infeksi bisa semakin parah dan berat bila menyerang kelompok individu tertentu. Comorbid
Contohnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang
lemah, bayi, dan lansia. 

COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah


pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara
lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid 19 dari
Maret 2020

Faktor Risiko Infeksi Coronavirus  

Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil, serta orang dengan
kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim
juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum
terjadi pada musim gugur dan musim dingin. 

Di samping itu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus
corona, juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota
Wuhan, yang pernah menjadi wabah COVID-19 yang bermulai pada Desember 2019.

Penyebab Infeksi Coronavirus  

Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar
seperti virus lain pada umumnya, seperti: 

 Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).

 Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.

 Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air
liur pengidap virus corona. 

 Tinja atau feses (jarang terjadi)

Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala
yang timbul setelah 2-14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Di samping itu,
metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis
COVID-19 diduga bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang
beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar. 
Sebenarnya virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke
individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa
menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia. 

Kenapa harus menunda sekolah?


Banyak kasus di negara2 lain dengan dibukanya sekolah kasus makin meningkat salah satu nya
paris.Sejak sekolah dibuka kembali, anak-anak senang karena bisa kembali ke rutinitas mereka
seperti sebelum munculnya pandemi Covid-19.
Namun, dengan sekolah dibuka kembali nyatanya menjadi ancaman tersendiri bagi anak-anak
maupun staf sekolah dalam terinfeksi virus corona (Covid-19). Peristiwa ini sebagaimana terjadi
di Prancis. Pada 11 Mei 2020 sekolah dan penitipan anak di Prancis kembali buka, dalam hal
itu sekitar 1,4 juta anak kembali ke sekolah.Namun sejak sekolah dibuka kembali, setidaknya ada
70 kasus Covid-19 yang dilaporkan yang terdeteksi di sekolah-sekolah.

Kasus tersebut terjadi di kalangan penitipan anak dan sekolah dasar di Prancis, seperti dilansir
dari Dailymail.

Selain itu, lebih dari 50.000 siswa sekolah menengah juga kembali ke sekolah pada Senin
(18/05/2020), seminggu setelah pencabutan karantina nasional.

Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer mengatakan semua lembaga yang terkena
dampak telah ditutup.

Indonesia sendiri sejak di Umumkan kasus Positif sampai saat ini pada tanggal 27 Agustus 2020

Kasus terkonfirmasi 162.884

Dalam perawatan 37.245

Meninnggal dunia 7.064

(sumber Kawal Covid.go.id)

Pandangan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai Covid 19 pada anak

Dengan mempertimbangkan masih tinggi nya angka kesakitan dan kematian pada anak dan
orang dewasa di Indonesia dan mempertimbangkan keadaaan lokal,skultural serta aspek-aspek
perkembangan anak dalam membangun kebiasaan kesehatan dan interaksi sosial,maka IDAI
merekomendasikan hal berikut :
1. Tetap tidak merekomendasikan anak untuk keluar rumah termasuk kegiatan tatap muka
sekolah sampai situasi COVID 19 memenuhi kriteria epidemiologi WHO,kecuali ada
kebutuhan mendesak seperti ke RS
2. Jika dalam keadaan mendesak terpaksa keluar rumah maka :
Untuk anak di bawah 2 tahun hindari penggunaan masker sebagai alternative kelompok
ini dapat menggunakan face shield atau kereta dorong berpenutup dengan pengawasan
yang ketat oleh orang tua atau pengasuh selama menggunakan face shield tersebut
3. IDAI tetap menganjurkan penggunaan masker dan faceshield pada anak usia 2 tahun
keatas kecuali terdapaat masalah medis yang menghalangi anak tersebut untuk
menggunakan masker seperti gangguan metal dan kognisi,penyakit paru atau jantung
kronik.
4. Orang tua dan Guru dianjurkan untuk memulai memperkenalkan masker pada anak usia 2
tahun selama dirumah ajari anak cara pakai yg benar (menutupi hidung mulut) tingkatkan
durasi nya secara bertahap.
5. Jenis masker yang digunakan adalah masker kain 3 lapis 3 ply.
6. Anak selalu di damping orang tua / pengasuhnya
7. Anak tetap harus menjaga jarak fisik,menghindari memegang muluy mata hidung.
8. Pengunaan masker dan faceshield serta alat pelindung diri lain nya tidak serta merta
mencegah kasus COVID 19 pencegahan terbaik adalah dengan tetap berada dirumah
(sumber IDAI Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Peran Guru saat Pandemi COVID 19

Sadarilah bahwa kita semua sedang megalami situasi wabah/Pandemi ini yang memang banyak
mengubah kebiasaan hidup,pikiran dan situasi dan bersabar serta mematuhi semua protokol
kesehatan itu adalah hal terpenting yang bisa kita lakukan saat ini serta guru masih menjalankan
metode pembelajaran jarak jauh oleh karena itu sebaiknya guru dan tenaga pendidik saat ini :

 Memotivasi siswa dengan membuat Grup pembelajan via Media online


 Dengan mengevaluasi perminggu maka akan lebih banyak memantau kemajuan siswa
 Komunikasi antar guru dan siswa serta orang tua amat sangat dibutuhkan
 Memberikan pengetahuan tentang kondisi pandemi pada siswa dan orang terdekat

Pencegahan Infeksi Coronavirus 

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada
beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya
yang bisa dilakukan: 

 Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.

 Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau
belum dicuci.
 Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.

 Hindari menyentuh hewan atau unggas liar. 

 Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan. 

 Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu
dan cuci tangan hingga bersih. 

 Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.

 Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala
penyakit saluran napas. 

Jika gejala-gejala infeksi virus corona atau COVID-19 tak kunjung membaik dalam hitungan
hari, atau gejalanya semakin berkembang, segeralah tanyakan pada dokter  untuk mendapatkan
penanganan yang tepat. Diagnosis dan penanganan yang cepat dan tepat, bisa meningkatkan
peluang kesembuhan infeksi virus tersebut,Mengapa perlu bertanya dulu sebelum ke rumah sakit
agar menghindari antrian.

Kesimpulan

Saat ini belum di temukan obat atau Vaksin Covid 19 dengan terjadinya situasi pandemi ini yang
berdampak Pada semua aspek kita semua wajib mencegah penularan dengan menjalankan
protokol kesehatan yaitu penggunaan masker yang baik dan benar,mejaga jarak dan melakukan
PHBS (prilaku hidup bersih sehat) dan berharap agar vaksin dan angka penularan menurun
sehingga keadaan berubah agar kita semua bisa hidup normal seperti sediakala,sekolah bisa
dilaksanakan tatap muka kembali,roda ekonomi berjalan dengan baik dan tidak ada korban atau
angka kematiam yang di timbulkan oleh Pandemi ini.