Anda di halaman 1dari 45

LABORATORIUM KIMIA FARMASI

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

LAPORAN PRAKTIKUM
KARBOHIDRAT

OLEH :
NAMA : OLIVIA CANTIKA AGUSTAM
NIM : 15020200199
KELAS : C9

KELOMPOK : 2 ( DUA )
ASISTEN : AJRY SAGITA

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2020
KARBOHIDRAT

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bahkan selalu mendengar


maupun menyebut yang namanya karbohidrat. Dimana karbohidrat
merupakan sumber kalori utama bagi manusia selain protein dan lemak.
Karbohidrat yang mempunyai rumus empiris (CH 2O)n ini juga mempunyai
peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan,
misalnya rasa, warna, tekstur, dan lain-lain. Sedangkan dalam tubuh,
karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya pemecahan-pemecahan
protein tubuh yang berlebihan, kehilangan mineral dan berguna untuk
membantu metabolisme lemak dan protein.

Di alam, karbohidrat dibentuk dari reaksi CO2 dan H2O dengan bantuan
sinar matahari melalui proses fotosintesis dalam sel tanaman yang
berklorofil. Sebagian besar bahan-bahan nabati yang merupakan sumber
karbohidrat diperoleh dari serelia, umbi-umbian, dan batang tanaman
misalnya sagu. Sumber karbohidrat yang merupakan bahan makanan
pokok di berbagai daerah di Indonesia adalah biji-bijian, khususnya beras
dan jagung.

Pada umunya karbohidrat dikelompokkan menjadi 3 bagian,


monosakarida, disakarida dan polisakarida. Monosakarida, molekulnya
terdiri dari 5 atau 6 atom C. Disakarida, merupakan polimer dari 2 –10
monosakarida. Polisakarida, merupakan polimer yang terdiri lebih dari 10
monomer monosakarida. Adapun pengujian yang dapat dilakukan, yaitu
isolasi kanji (starch) dari kentang, dan uji iodide untuk starch.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

1.2 Maksud Praktikum

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang struktur, tata nama, dan


penggolongan senyawa karbohidrat.
2. Mahasiswa mampu menganalisis senyawa golongan karbohidrat

1.3 Tujuan Praktikum

1. Untuk mengetahui dan memahami struktur, tata nama, dan


penggolongan senyawa karbohidrat.
2. Untuk mengetahui dan memahami perbedaan karbohidrat kelompok
monosakarida, oligosakarida dan polisakarida.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

Dalam pendahuluan diuraikan tentang senyawa karbohidrat secara


umum. Mayoritas sumber karbohidrat masyarakat Indonesia adalah
nasi. Tahukah Anda bahwa asupan sumber karbohidrat tidak hanya kita
temukan dalam nasi. Senyawa karbohidrat mudah ditemukan di dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya di dalam gula pasir, buah-buahan, gula
tebu, air susu, jagung, gandum, ubi jalar, kentang, singkong, dan kapas.
Karbohidrat adalah senyawa kimia yang merupakan gabungan banyak
gugus fungsi hidroksil (–OH) dengan gugus karbonil (C=O) sehingga
dinamakan juga dengan polihidroksialdehida atau polihidroksiketon.

Karbohidrat adalah polimer alami dengan rumus C n(H2O)n yang


dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis dan digunakan
sebagai sumber energi bagi makhluk hidup. Karbohidrat berasal dari
kata karbon dan hidrat (air). Hal ini bukan berarti atom karbon (arang)
yang mengikat air, akan tetapi senyawa tersebut akan membebaskan air
(hidrat) dan menyisakan karbon (arang) pada proses pemanasan.
Karbohidrat dikenal juga dengan nama sakarida, yang berasal dari
Bahasa latin saccharum yang berarti gula. Berdasarkan sakarida yang
dikandungnya, maka karbohidrat akan digolongkan menjadi tiga yaitu
monosakarida, diskarida, dan polisakarida.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

Struktur Karbohidrat
1. Struktur Fischer
Struktur Fischer merupakan rumus proyeksi yang dikemukakan oleh
seorang kimiawan Jerman bernama Emil Fischer pada tahun 1891.
Pada senyawa yang termasuk karbohidrat terdapat gugus fungsi,
yaitu gugus – OH, gugus aldehida atau gugus keton. Struktur
karbohidrat selain mempunyai hubungan dengan sifat kimia yang
ditentukan oleh gugus fungsi, ada pula hubungannya dengan sifat
fisika, dalam hal ini aktivitas optik. Senyawa yang dapat
menyebabkan terjadinya pemutaran cahaya terpolarisasi dikatakan
mempunyai aktivitas optik. Isomer optis pada monosakarida
disebabkan oleh adanya atom C asimetris dalam molekulnya. Isomer
optis monosakarida terjadi pada sakarida dengan rumus molekul
sama, tetapi arah putarnya bidang cahaya terpolarisasinya berbeda.
Ada yang memutar ke kiri dan ada yang memutar ke kanan. Molekul
monosakarida yang memutar ke kiri diberi nama awalan L (levo = kiri)
dan yang memutar ke kanan diberi nama awalan D (dekstro = kanan).
Contoh : Gliseraldehid

Penentuan Dekstro (D) dan Levo (L)

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

Untuk monosakarida dengan enam atom C, Penentapan bentuk L dan


D didasarkan pada posisi-posisi gugus OH pada atom C nomor 2, 3,
4, dan 5. Jika posisi OH lebih banyak ke kanan maka diberi awalan D,
sebaliknya jika posisi OH lebih banyak ke kiri diberi awalan L.

2. Struktur Haworth
Struktur melingkar atau hemiasetal ini dikemukakan oleh Tollens.
Struktur ini digambarkan secara perspektif oleh Haworth. Penulisan
kedua struktur tersebut mempunyai hubungan yaitu gugus OH
mengarah ke kanan pada proyeksi Fischer menjadi ke bawah pada
struktur Haworth, sedangkan gugus OH yang mengarah ke kiri pada
proyeksi Fischer menjadi ke atas pada struktur Haworth. Penamaan
struktur melingkar dari monosakarida yang gugus OH-nya mengarah
ke bawah diberi awalan alfa (α), sedangkan yang mengarah ke atas
diberi awalan beta (β).

Perubahan struktur Fischer menjadi struktur Howarth

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

Penggolongan Karbohidrat
A. Monosakarida

Struktur Monosakarida

Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi


menjadi gula yang lebih sederhana. Monosakarida dapat dikelompokkan
berdasarkan letak gugus karbonilnya. Jika letak gugus karbonil di ujung,
berarti monosakaridanya digolongkan ke dalam golongan aldosa. Disebut
aldosa karena gugus karbonil yang berada di ujung membentuk gugus
aldehida. Jika gugus karbonil terletak di antara alkil, berarti gugus
fungsional digolongkan sebagai golongan ketosa. Disebut ketosa karena
gugus karbonilnya membentuk gugus keton.

1. Glukosa (gula anggur = gula darah) merupakan gula aldosa yang


berperan penting dalam proses biologis. Glukosa merupakan molekul
paling sederhana hasil hidrolisis dari semua karbohidrat dalam tubuh
sebelum proses oksidasi. Glukosa terdapat dalam buah-buahan
masak, terutama dalam anggur. Glukosa adalah suatu aldoheksosa
dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Glukosa terbentuk dari hidrolisis


pati, glikogen, maltosa, dan dapat diragikan menjadi etanol dan gas
CO2.

Glukosa dalam anggur

2. Fruktosa (levulosa = gula buah) adalah gula ketosa yang


merupakan makanan berenergi yang pada akhirnya akan
dioksidasi menjadi karbondioksida dan air dalam sel-sel tubuh.
Fruktosa merupakan ketoheksosa yang terbentuk dari hidrolisis
sukrosa, insulin (pati dari dahlia). Fruktosa terdapat bersama
dalam madu dan buah-buahan, rasa manis melebihi glukosa dan
sukrosa.

Fruktosa dalam madu

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

3. Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi


ke kanan. Galaktosa merupakan monosakarida yang dihasilkan
dari proses gula susu mamalia. Galaktosa dialam tidak ditemukan
dalam keadaan bebas.

Struktur D-galaktosa
A. Disakarida

Disakarida tersusun dari dua molekul monosakarida yang jenisnya sama


ataupun berbeda. Rumus molekul disakarida adalah C12H22O11. Agar
lebih jelas perhatikan tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1. Hubungan disakarida dan monosakarida

Nama Disakarida Kandungan Monosakarida


Sukrosa Glukosa dan Fruktosa
Maltosa Glukosa dan Glukosa
Laktosa Glukosa dan Galaktosa

Struktur molekul sukrosa, maltosa dan laktosa

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

Disakarida terjadi karena penggabungan 2 molekul monosakarida


dengan pelepasan air. Pada hidrolisis akan terbentuk monosakarida-
monosakarida penyusunnya.
1. Sukrosa (C12H22O11)

Sukrosa atau sakarosa disebut juga gula tebu. Gula ini lebih dikenal
dengan sebutan gula pasir yang dikonsumsi sehari-hari. Sukrosa
terdapat dalam gula aren, gula kelapa, dan madu. Disakarida ini
terdiri atas fruktosa dan glukosa. Hidrolisis sukrosa dengan bantuan
asam atau enzim invertase akan menghasilkan glukosa dan fruktosa.
2. Laktosa (C12H22O11)

Laktosa disebut juga gula susu karena terdapat dalam air susu. Air
susu Ibu (ASI) mengandung 5-8% laktosa, sedangkan susu sapi
mengandung 4-6% laktosa. Laktosa merupakan serbuk tak berwarna
dan sedikit larut dalam air. Hidrolisis laktosa dengan katalis enzim
laktase akan menghasilkan glukosa dan galaktosa.

Galaktosa yang terbentuk dalam tubuh segera diubah menjadi


glukosa dengan enzim tertentu. Galaktosa dalam darah jika tidak
diubah menjadi glukosa bisa menimbulkan kerdil, terbelakang, dan
kematian. Laktosa merupakan gula pereduksi karena dapat
mereduksi pereaksi fehling, benedict, dan pereaksi Tollens.
3. Maltosa (C12H22O11)

Maltosa disebut juga gula gandum karena diperoleh dari hasil


hidrolisis amilum (pati) dengan katalis diastase atau hasil hidrolisis
glikogen dengan katalis amilase. Maltosa tidak terdapat bebas
dialam. Hidrolisis maltosa akan menghasilkan dua satuan glukosa.
Maltosa merupakan gula pereduksi karena dapat mereduksi pereaksi
fehling, benedict, dan pereaksi Tollens.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

C. Polisakarida
Molekul polisakarida tersusun oleh lebih dari dua puluh atau lebih molekul
monosakarida. Rumus umum molekul polisakarida adalah (C6H10O5)n.
Polisakarida mempunyai massa yang sangat besar dan tidak larut dalam
air. Senyawa-senyawa penting polisakarida: amilum (pati), glikogen, dan
selulosa.
1. Amilum/pati
Amilum merupakan polimer glukosa dalam bentuk ikatan alfa, yang
terdiri atas kurang lebih 500 unit. Amilum terdapat sebagai
persediaan makanan tumbuh-tumbuhan. Seperti kentang, jagung,
singkong, dan lain sebagainya. Terbentuknya amilum dalam tumbuh-
tumbuhan merupakan hasil reaksi fotosintesis. Glukosa dengan
enzim zimase merupakan peragian terbentuk alkohol (C2H5OH) dan
CO2.

Struktur Amilase

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

2. Glikogen
Glikogen terdiri atas satuan-satuan D-glukosa, kurang lebih 1.000 unit,
merupakan makanan cadangan yang terdapat dalam hati, jaringan
hewan menyusui, dan manusia.

Struktur Glikogen
3. Selulosa

Selulosa merupakan penyusun utama dinding sel tumbuhan.


Selulosa terdiri atas satuan D-glukosa yang terdiri atas 1.000 –
3.000 unit sehingga sukar dicerna oleh enzim manusia.
Guna selulosa:
(1) Metil selulosa digunakan dalam pembuatan plastik film.

(2) Selulosa asetat digunakan untuk membuat film tak terbakar.

(3) Selulosa nitrat (kapas peledak) digunakan untuk bahan peledak


Uji Pengenalan Karbohidrat
Bagian ini akan menjelaskan beberapa reaksi pengenalan karbohirat.
Uji pengenalan karbohidrat diantaranya, yaitu uji Molisch, uji seliwanoff,
uji gula pereduksi (Fehling dan Benedict), uji Barfoed dan uji Iodin.
1. Uji Molisch

 Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam

sulfat pekat.
 Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil

furfural, sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan


senyawa fulfural.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

 Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan


kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan
alpha-naftol dalam pereaksi molisch.
2. Uji Seliwanoff

 merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus

keton atau disebut juga ketosa


 Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton

akan menghasikan warna merah pada larutannya.


3. Uji Benedict

 merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid

atau keton bebas


 Uji benedict berdasarkan reduksi Cu 2+ menjadi Cu+ oleh

gugus aldehid atau keton bebas dalam suasana alkalis


 biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat

atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan


CuCO3
 uji positif ditandai dengan terbentuknya larutan hijau, merah,

orange atau merah bata serta adanya endapan.


4. Uji Barfoed

 Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel

 Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah orange

5. Uji Iodin

 Digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida

 Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru

 Amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu

 sedangkan dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna

merah coklat

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

6. Uji Fehling

 Digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi

(monosakarida, laktosa, maltosa, dll)


 Uji positif ditandai dengan warna merah bata

7. Uji Osazon

Semua karbohidrat yang mempunyai gugus aldehida atau keton


bebas akan membentuk hidrazon atau osazon bila di panaskan
bersama fenilhidrazin berlebih. Osazon yang terjadi mempunyai
bentuk kristal dan titik lebur yang spesifik. Osazon dari disakarida larut
dalam air mendidih dan terbentuk kembali bila di dinginkan. Namun,
sukrosa tidak membentuk osazon karena gugus aldehida atau keton
yang terikat pada monomernnya sudah tidak bebas. Sebaliknya,
osazon monosakarida tidak larut dalam air mendidih.
(Anonim, 2020)

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

2.2 Uraian Bahan

1. Asam Sulfat (FI.III: 78)


Nama Resmi : ACIDUM SULFURICUM
Nama Lain : Asam Sulfat
RM/BM : H2SO4/98,07 g/mol
Rumus Bangun :

Pemerian : Cairan kental, seperti minyak, korosif, tidak


berwarna, jika ditambahkan kedalam air
menimbulkan panas.
Kelarutan : Larut dalam air dan etanol
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai pereaksi
2. Glukosa (FI.IV: 298)
Nama Resmi : GLUKOSUM
Nama Lain : Glukosa
RM/BM : C6H12O6/198,17 g/mol
Rumus Bangun :

Pemerian : Hablur, tidak berwarna, serbuk hablur atau


butiran putih, tidak berbau, rasa manis
Kelarutan : Mudah larut dalam air, sangat mudah larut
dalam etanol (95%)
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai sampel

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

3. Amilum (FI.III: 720)


Nama Resmi : AMYLUM
Nama Lain : Amilum
RM/BM : C6H20O10.H2O/264 g/mol
Rumus Bangun :

Pemerian : Serbuk halus, kadang-kadang berupa gumpalan


kecil, tidak berbaau, tidak berasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dingin dan etanol
(95%)
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, ditempat sejuk kering
Kegunaan : Sebagai sampel
4. Sukrosa (FI.III: 726)
Nama Resmi : SAKAROSA
Nama Lain : Sukrosa
RM/BM : C12H22O11/342,20 g/mol
Rumus Bangun :

Pemerian : Hablur tidak berwarna atau massa hablur, serbuk


warna putih, tidak berbau, rasa manis.
Kelarutan : Larut dalam 0,5 bagian air dan dalam 370 bagian
etanol (95%)
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai sampel

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

5. Fehling A (Ditjen POM, 1979 : 160)


Nama Resmi : FEHLING A
Pemerian : Cairan berwarna biru, tidak berbau
Kelarutan : Mudah larut dalam air
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai oksidator
6. Fehling B (Ditjen POM, 1979 : 160)
Nama Resmi : FEHLING B
Rumus Molekul : KNaC4H4O6.4H2O
Pemerian : Cairan tidak berwarna
Kelarutan : Mudah larut dalam air
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Sebagai pereaksi untuk yang meredukasi
7. Benedict (Ditjen POM, 1979 : 160)
Nama : BENEDICT
Rumus molekul : CuSO4. 5H2O
Kelarutan : Larut dalam air, lebih mudah atau cepat
larutdengan bantuan pemanasan atau pendidihan air
Kegunaan : Sebagai pereaksi
8. Molisch : α naftol + etanol α naftol (Ditjen POM, 1979 : 708)
Nama resmi : α Naftol
Kegunaan : Sebagai pereaksi
Kelarutan : Larut dalam bagian etanol (95%) membentuk
larutan tidak lebih dari agak keruh, tidak berwarna atau hampir tidak
berwarna.
Pemerian : Hablur, tidak berwarna atau putih atau serbuk
hablur putih bau khas.
Rumus molekul : C10H7OH

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

9. Etanol (Ditjen POM, 1979 : 65)


Nama resmi : Aethanoliuem
Nama lain : Alkohol
Kegunaan : Zat tambahan
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, dalam kloroforin
dan dalam eter
Pemerian :Cairan tak berwarna, jernih, mudah menguap
dan mudah bergerak, bau khas ; rasa panas
mudah terbakar dengan memberikan nyala biru
yang tidak berasap
Rumus molekul : C2H6O
10. H₂SO₄ (Ditjen POM, 1979)
Nama resmi : Acidum Sulfuricum
Nama lain : Asam Sulfat
Rumus molekul : H₂SO₄
Pemerian :Cairan kental seperti minyak, korosif, tidak
berwarna; jika ditambahkan ke dalam air
menimbulkan panas
Kelarutan :-
Kegunaan : Sebagai zat tambahan
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

11. Iodium (Ditjen POM, 1979 : 684)


Nama Resmi : IODUM
Nama Lain : Iodium
Berat Molekul : 126,91 gr/mol
Rumus Molekul : I2
Rumus Struktur : I-I
Pemerian : Keping atau butir, berat, mengkilap seperti
logam, bau khas.
Kelarutan : Larut dalam kurang lebih 3500 bagian air,
dalam 13 bagian etanol (95%), dalam kurang
lebih 80 bagian gliserol P
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pereaksi.
12. Aquadest (Ditjen POM, 1979 : 96)
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
Nama Lain : Air suling, aquadest
Berat Molekul : 18,02 gr/mol
Rumus Molekul : H2O
Rumus Struktur :H–O-H
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa,
dan tidak berbau
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pelarut.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

`13. Barfoed : Tembaga(II) Asetat + Asam asetat glosal


Tembaga(II) Asetat
Nama resmi : Tembaga (II) asetat
BM : 60,05 g/mol
Kegunaan : Fungsi dasar ( zat tambahan )
Kelarutan : Larut dalam air, larut jernih
Pemerian : Serbuk atau hablur, hijau biru, bauh lemah
asam asetat
Rumus molekul : (C2H3O2)2 CuH2O
14. Seliwanoff : Resorsinol + HCl 100 ml Resorsinol (Ditjen POM,
1979 : 556)
Nama resmi : Resorsinolum
Nama lain : Resorsin
Kegunaan : Keratolitikum
Kelarutan : Larut dalam 1 bagian air dan dalam 1 bagian
etanol (95%) p ; larut daalm eter, dalam gliserol p dan dalam minyak
lemak
Pemerian : Hablur berbentuk jarum/serbuk hablur putih
atau hampir putih, bau khas, rasa mandiikuti
rasa pahit
Rumus molekul : C6H2O
15. HCl p (Ditjen pom, 1979)
Nama resmi : Acidum Hydrochloridum
Nama lain : Asam klorida
Berat Molekul : 36,46 g/mol
Kegunaan : Zat tambahan
Pemerian : Tidak berwarna, berasap bisa merangsang
Rumus molekul : HCl

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

16. Osazon : Fenihidrasin + HCl + Kristak natrium asetat


Fenilhidrasin (Ditjen POM, 1979 : 674)
Nama resmi : Fenilhidrasina
Kelarutan : Sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) p
dan dalam eter p
Pemerian : Cairan tidak berwarna / berwarna kekuningan
Rumus molekul : C6H5.CH2.H (NH2). CO2H
HCl (Ditjen pom, 1979)
Nama resmi : Acidum Hydrochloridum
Nama lain : Asam klorida
Berat Molekul : 36,46 g/mol
Kegunaan : Zat tambahan
Pemerian :Tidak berwarna, berasap bisa merangsang
Rumus molekul : HCl
17. Kristal natrium asetat (Ditjen POM, 1979 : 709)
Nama resmi : Natrium Asetat
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air
Pemerian : Hablur, putih, kelabu pucat atau coklat sangat
pucat
Rumus molekul : CH3O2Na

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

2.3 Prosedur Kerja

1. Uji Molisch
a. Alat : tabung reaksi, pipet tetes, pipet volume, gegep kayu, rak
tabung.
b. Bahan : amilum, sukrosa, glukosa masing-masing dalam larutan
1%, pereaksi molisch, dan larutan Asam sulfat pekat (H2SO4).
c. Prosedur kerja :
Siapkan 3 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2
diisi larutan sukrosa, tabung 3 diisi larutan amilum. Dimasukkan 15
tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi. Ditambahkan 3 tetes
pereaksi molisch. Dicampurkan dengan baik. Dimiringkan tabung
reaksi lalu dialirkan dengan hati-hati 1 ml H2SO4 pekat melalui
dinding tabung agar tidak bercampur (jangan dikocok). Diamati
pembentukan cincin berwarna ungu.
2. Uji Iodium
a. Alat : plat tetes, pipet tetes, dan rak tabung.
b. Bahan : amilum, sukrosa, glukosa masing-masing dalam larutan
1%, dan larutan iodium.
c. Prosedur kerja :
Siapkan 3 tabung reaksi. Dimasukkan 3 tetes larutan uji ke dalam
tabung reaksi. Ditambahkan 2 tetes larutan iodium. Diamati warna
biru, ungu hingga coklat yang terbentuk.
3. Uji Fehling
a. Alat : tabung reaksi, rak tabung, gegep kayu,, pipet tetes, lampu
spiritus
b. Bahan : amilum, sukrosa, glukosa masing-masing dalam larutan
1%, dan pereaksi Fehling A dan Fehling B.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

c. Prosedur kerja :
Siapkan 3 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2
diisi larutan sukrosa, tabung 3 diisi larutan amilum. Dimasukkan 5
tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi dan 10 tetes pereaksi
Fehling A dan fehling B, homogenkan. Dipanaskan perlahan-lahan,
dinginkan. Diperhatikan warna dan endapan merah bata yang
terbentuk.
4. Uji Benedict
a. Alat : tabung reaksi, rak tabung, gegep kayu, pipet tetes, lampu
spiritus.
b. Bahan : amilum, sukrosa, glukosa masing-masing dalam larutan
1%, dan pereaksi Benedict.
c. Prosedur kerja :
Siapkan 3 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2
diisi larutan sukrosa, tabung 3 diisi larutan amilum. Dimasukkan 5
tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi dan 15 tetes pereaksi
Benedict, homogenkan. Panaskan pada lampu spiritus, dinginkan.
Diperhatikan warna dan endapan merah bata yang terbentuk.
5. Uji Barfoed
a. Alat : tabung reaksi, rak tabung, gegep kayu, pipet tetes, lampu
spiritus.
b. Bahan : sukrosa dan glukosa masing-masing dalam larutan 1%,
dan pereaksi Barfoed.
c. Prosedur kerja :
Siapkan 2 tabung. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2 diisi
larutan sukrosa. Dimasukkan 10 tetes larutan uji ke dalam tabung
reaksi dan 10 tetes pereaksi Barfoed, homogenkan. Panaskan
pada tangas air. Diamati warna dan endapan merah bata.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

6. Uji Seliwanoff
a. Alat : tabung reaksi, gegep kayu, pipet tetes,rak tabung, lampu
spiritus.
b. Bahan : sukrosa dan glukosa masing-masing dalam larutan 1%,
dan pereaksi Seliwanoff.
c. Prosedur kerja :
Siapkan 2 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2
diisi larutan sukrosa. Dimasukkan 5 tetes larutan uji dan 15 tetes
pereaksi Seliwanoff ke dalam tabung reaksi. Panaskan pada lampu
spiritus. Diamati warna larutan, hasil positif ditandai dengan
terbentuknya larutan berwarna merah orange.

7. Uji Osazon
a. Alat : tabung reaksi, pipet tetes, alat pemanas, dan mikroskop.
b. Bahan : sukrosa, glukosa, fenilhidrasin-hidroklorida dan natrium
asetat.
c. Prosedur kerja :
Siapkan 2 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2
diisi larutan sukrosa. Dimasukkan 2 ml larutan uji ke dalam tabung
reaksi. Ditambahkan seujung sepatel fenilhidrazin-hidroklorida dan
kristal natrium asetat. Dipanaskan dalam penangas air mendidih
selama beberapa menit. Didinginkan perlahan-lahan di bawah air
keran. Diamati kristal yang terbentuk dan diidentifikasikan di
bawah mikroskop.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

BAB 3
METODE KERJA
3.1 Alat Praktikum
Tabung reaksi
Pipet tetes
Pipet volume
Gegep kayu
Rak tabung
Lampu Spiritus
Alat pemanas
Mikroskop
3.2 Bahan Praktikum
Sukrosa
Glukosa
Amilum
Fenilhidrasin-hidroklorida
Natrium asetat
Pereaksi seliwanoff
Pereaksi Fehling A
Pereaksi Fehling B
Pereaksi Benedict
Pereaksi Barfoed
Larutan Iodium
Pereaksi Moslich
Larutan Asam Sulfat Pekat

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

3.3 Cara Kerja


1. Siapkan 3 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2 diisi
larutan sukrosa, tabung 3 diisi larutan amilum. Dimasukkan 15 tetes
larutan uji ke dalam tabung reaksi. Ditambahkan 3 tetes pereaksi
molisch. Dicampurkan dengan baik. Dimiringkan tabung reaksi lalu
dialirkan dengan hati-hati 1 ml H2SO4 pekat melalui dinding tabung
agar tidak bercampur (jangan dikocok). Diamati pembentukan cincin
berwarna ungu.

2. Siapkan 3 tabung reaksi. Dimasukkan 3 tetes larutan uji ke dalam


tabung reaksi. Ditambahkan 2 tetes larutan iodium. Diamati warna
biru, ungu hingga coklat yang terbentuk.
3. Siapkan 3 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2
diisi larutan sukrosa, tabung 3 diisi larutan amilum. Dimasukkan 5
tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi dan 10 tetes pereaksi Fehling
A dan fehling B, homogenkan. Dipanaskan perlahan-lahan,
dinginkan. Diperhatikan warna dan endapan merah bata yang
terbentuk.
4. Siapkan 3 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2
diisi larutan sukrosa, tabung 3 diisi larutan amilum. Dimasukkan 5
tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi dan 15 tetes pereaksi
Benedict, homogenkan. Panaskan pada lampu spiritus, dinginkan.
Diperhatikan warna dan endapan merah bata yang terbentuk.
5. Siapkan 2 tabung. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2 diisi
larutan sukrosa. Dimasukkan 10 tetes larutan uji ke dalam tabung
reaksi dan 10 tetes pereaksi Barfoed, homogenkan. Panaskan pada
tangas air. Diamati warna dan endapan merah bata.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

6. Siapkan 2 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2


diisi larutan sukrosa. Dimasukkan 5 tetes larutan uji dan 15 tetes
pereaksi Seliwanoff ke dalam tabung reaksi. Panaskan pada lampu
spiritus. Diamati warna larutan, hasil positif ditandai dengan
terbentuknya larutan berwarna merah orange.
7. Siapkan 2 tabung reaksi. Tabung 1 diisi larutan glukosa, tabung 2
diisi larutan sukrosa. Dimasukkan 2 ml larutan uji ke dalam tabung
reaksi. Ditambahkan seujung sepatel fenilhidrazin-hidroklorida dan
kristal natrium asetat. Dipanaskan dalam penangas air mendidih
selama beberapa menit. Didinginkan perlahan-lahan di bawah air
keran. Diamati kristal yang terbentuk dan diidentifikasikan di bawah
mikroskop.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAAN
4.1 Hasil

NO A. Golongan Sampel Keterangan


karbohidrat

1 Monosakarida Glukosa

2 Disakarida Sukrosa

3 Polisakarida Amilum

B. Pereaksi
spesifik Perubahan yang Golongan
dalam Terjadi Karbohidrat
karbohidrat
1 Uji Molisch Terbentuk cincin Monosakarida,
berwarna ungu disakarida, dan
polisakarida
Tabung A dan B
tidaK terjadi
perubahan
2 Uji Iodin sedangkan tabung C
kompleks berwarna Polisakarida
biru tua/ungu.
Tabung A terjadi
endapan merah bata
3 Uji Fehling sedangkan tabung B
dan C tidak terjadi Monosakarida
endapan

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

Tabung A terbentuk
endapan merah bata
sedangkan tabung B Monosakarida
4 Uji Benedict
dan C tidak terjadi
endapan dan tetap
berwarna biru
Tabung A terjadi
endapan dan tabung
5 Uji Barfoed Monosakarida
B tidak terjadi
endapan
Tabung A tidak terjadi
perubahan warna
tetap bening
6 Uji Seliwanoff Disakarida
sedangkan tabung B
terbentuk larutan
berwarna merah ceri
Tabung A terlihat
kristal berbentuk
jarum sedangkan Monosakarida
7 Uji Osazon dan disakarida
tabung B terlihat
kristal berbentuk
seperti kristal jarum

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

1. Uji Molisch
Karbohidrat
No Sampel uji Hasil Uji Molisch (+/-)
Terbentuk cincin
1 Glukosa berwarna ungu +
Terbentuk cincin
2 Sukrosa berwarna ungu +
Terbentuk cincin
3 Amilum berwarna ungu +

2. Uji Iodium
Polisakarida
No Sampel Hasil Uji (+/-)
uji Iodium

1 Glukosa Bening -

2 Sukrosa Bening -

Biru tua/
3 Amilum Ungu tua +

3. Uji Fehling
Gula
No Sampel Hasil Uji Fehling Reduksi
uji (+/-)
Endapan merah
1 Glukosa bata +

2 Sukrosa Biru tua -

3 Amilum Biru tua -

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

4. Uji Benedict

No Sampel Hasil Uji Gula Reduksi


uji Benedict (+/-)

1 Glukosa Endapan +
Merah Bata

2 Sukrosa Biru -

3 Amilum Biru -

5. Uji Barfoed

No Sampel Monosa
uji Hasil Uji Barfoed karida
(+/-)
Endapan warna merah
1 Glukosa bata +

2 Sukrosa Biru -

6. Uji Seliwanoff

No Sampel Hasil Uji Ketosa (+/-)


uji Seliwanoff

1 Glukosa Bening -

2 Sukrosa Larutan +
merah ceri

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

7. Uji Osazon

No Sampel uji Hasil Uji Gambar


Osazon Osazon
(Mikroskopi
k)

1 Glukosa Kristal
jarum

2 Sukrosa Kristal jarum


halus

Kesimpulan :

Reagen Monosakrida Disakarida Polisakarida


√ √ √
Molisch

Iodium

Fehling

Benedict

Barfoed

Seliwanoff
√ √
Osazon
Ket: Beri tanda ceklist (√) pada kolom yang sesuai

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

4.2 Pembahasaan

Dari hasil uji molisch dengan sampel yang digunakan yaitu glukosa,
sukrosa dan amilum ketika di tambahkan pereaksi molisch lalu di
homogenkan dan di tambahkan asam sulfat pekat dengan cara dialirkan di
dinding tabung reaksi maka ketiga sampel tersebut akan bereaksi dengan
perekasi molisch dan asam sulfat pekat membentuk kompleks cincin
berwarna ungu. Serta glukosa, sukrosa, dan amilum menunjukkan semua
arbinosanya positif yang ditandai dengan adanya karbohidrat dalam
larutan tersebut. Terbentuknya kompleks cincin berwarna ungu karena
pengaruh hasil dehidrasi monosakarida dengan a-naftol dari pereaksi
moslich.

Dari hasil uji iodium dengan sampel glukosa, sukrosa dan amilum ketika
larutan iodium di tambahkan kedalam sampel glukosa hasilnya iodium
tidak bereaksi dengan sampel glukosa begitupun dengan sukrosa (
berwarna bening ) dan hasilnya menunjukkan hasil negatif dari kandungan
polisakarida. Sedangkan, ketika sampel amilum di tambahkan larutan
iodium dan bereaksi maka akan menghasilkan warna biru tua / ungu tua
menunjukkan hasil positif dari kandungan polisakarida. Oleh karena itu
Terbentuknya warna biru tua dan ungu tua ini disebabkan molekul amilosa
dan amilopektin yang membentuk suatu molekul dengan molekul dari
larutan iodium.

Dari hasil uji fehling dengan sampel glukosa, sukrosa dan amilum. Ketika
glukosa diberi pereaksi fehling A dan Pereaksi fehling B dan bereaksi
maka akan menghasilkan warna biru tua namun setelah dipanaskan maka
akan membentuk endapan merah disebabkan karena fehling bereduksi
dengan gula reduksinya. Sedangkan untuk sukrosa dan amilum tidak
bereaksi dengan pereaksi fehling A dan pereaksi Fehling B.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

Dari hasil uji benedict dengan sampel glukosa, sukrosa dan amilum.
Ketika glukosa di beri pereaksi benedict dan di panaskan di lampu
spiritus maka akan bereaksi dengan pereaksi benedict dan menghasilkan
endapan berwarna merah bata di mana hasil tersebut menunjukka hasil
postif hal ini disebabkan karena terjadi reduksi antara benedict dan gula.
Dimana . Terbentuknya endapan merah bata ini sebagai hasil reduksi ion
Cu2+ menjadi ion Cu+ oleh suatu gugus aldehid atau keton bebas yang
terkandung dalam gula reduksi yang berlangsung dalam suasana alkalis
(basa). Sedangkan untuk sukrosa dan amilum ketika di tambahkan
pereksi benedit lalu di panaskan akan membentuk larutan yang berwarna
biru dan menunjukkan hasil yang negatif atau tidak mengandung gula
pereduksi.

Pada uji barfoed dengan sampel glukosa dan sukrosa. Ketika glukosa di
tambahkan pereaksi barfoed dan dipanaskan maka sampel glukosa akan
membentuk endapan merah bata sebagai hasil positif dikarenakan
mengandung monosakarida. Sedangkan pada sukrosa tidak bereaksi
dengan pereaksi barfoed dan menunjukkan hasil negatif sehingga tidak
membentuk endapan merah bata yang ditandai dengan tidak adanya
kandungan monosakarida pada sampel sukrosa.

Pada uji seliwanoff dengan sampel glukosa dan sukrosa. Ketika glukosa
di tambahkan pereaksi seliwanoff tidak terjadi reaksi atau tidak berubah
warna ( bening ). Sedangkan pada sukrosa ketika di tambahkan pereaksi
seliwanoff dan di panaskan agak lama maka akan berubah warna
menjadi warna merah ceri dan menunjukkan hasil positif yang
mengidentifikasikan adanya kandungan ketosa dalam karbohidrat jenis
monosakarida itu.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

Pada uji osazon dengan sampel glukosa dan sukrosa. Ketika sampel
glukosa dan sukrosa ditambahkan larutan uji dan di panaskan pada
penangas air lalu didinginkan di atas air keran maka akan membentuk
kristal jika di amati di bawah mikroskop. Pada glukosa akan membentuk
kristal jarum sedangakan pada sukrosa membentuk kristal jarum halus.
Hal ini dapat terjadi dikarenakan semua karbohidrat yang mempunyai
gugus aldehida atau keton bebas akan membentuk oaszon bila
dipanaskan bersama fenilhidrazin berlebih.

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Karbohidrat dalam uji molisch dibuktikan dengan terbentuknya kompleks


cincin ungu pada sampel glukosa, sukrosa dan amilum. Pada uji iodium
polisakarida ditandai dengan terbentuknya warna kompleks biru tua pada
sampel amilum sebagai hasil positif dari polisakarida. Pada uji fehling dan
uji benedict hasil positif gula yang bereduksi pada karbohidrat di tandai
dengan terbentuknya endapan merah bata yang terjadi pada sampel
glukosa. Pada uji barfoed hasil postif pada sampel glukosa ditandai
dengan adanya monosakarida dimana ditandai dengan terbentuknya
endapan merah bata. Pada uji osazon pengujian ketosa dibuktikan
dengan terbentuknya senyawa kompleks berwarna merah ceri pada
sukrosa sehingga mengandung ketosa. Pada uji osazon karbohidrat yang
mempunyai gugus aldehida atau keton bebas akan membentuk oaszon
bila dipanaskan bersama fenilhidrazin berlebih yang terjadi pada sampel
glukosa dan sukrosa yang membentuk kristal jarum dan halus.

5.2 Saran

Praktikan harus berhati-hati dalam melakukan pengujian dan selalu


bertindak was-was untuk mencegah kecelakaan praktikum serta harus
teliti dalam melakukan pengujian .

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

DAFTAR PUSTAKA

Anonim., 2020, Penuntun Kimia Organik , Universitas Muslim Indonesia,


Makassar
Ditjen POM, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III .Departemen Kesehatan
Republik Indonesia:Jakarta
Ditjen POM, 1979. Farmakope Indonesia Edisi IV .DepartemenKesehatan
Republik Indonesia:Jakarta

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

DATA PRAKTIKUM

NO B. Golongan Sampel Keterangan


karbohidrat

1 Monosakarida Glukosa

2 Disakarida Sukrosa

3 Polisakarida Amilum

B. Pereaksi
spesifik Perubahan yang Golongan
dalam Terjadi Karbohidrat
karbohidrat

1 Uji Molisch Terbentuk cincin Monosakarida,


berwarna ungu disakarida, dan
polisakarida
Tabung A dan B
tidaK terjadi
perubahan
2 Uji Iodin sedangkan tabung C
kompleks berwarna Polisakarida
biru tua/ungu.
Tabung A terjadi
endapan merah bata
3 Uji Fehling sedangkan tabung B
dan C tidak terjadi Monosakarida
endapan

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

Tabung A terbentuk
endapan merah bata
sedangkan tabung B Monosakarida
4 Uji Benedict
dan C tidak terjadi
endapan dan tetap
berwarna biru
Tabung A terjadi
endapan dan tabung
5 Uji Barfoed Monosakarida
B tidak terjadi
endapan
Tabung A tidak terjadi
perubahan warna
tetap bening
6 Uji Seliwanoff Disakarida
sedangkan tabung B
terbentuk larutan
berwarna merah ceri
Tabung A terlihat
kristal berbentuk
jarum sedangkan Monosakarida
7 Uji Osazon dan disakarida
tabung B terlihat
kristal berbentuk
seperti kristal jarum

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

1. Uji Molisch

Karbohidrat
No Sampel uji Hasil Uji Molisch (+/-)
Terbentuk cincin
1 Glukosa berwarna ungu +
Terbentuk cincin
2 Sukrosa berwarna ungu +
Terbentuk cincin
3 Amilum berwarna ungu +

2. Uji Iodium
Polisakarida
No Sampel Hasil Uji (+/-)
uji Iodium

1 Glukosa Bening -

2 Sukrosa Bening -

Biru tua/
3 Amilum Ungu tua +

3. Uji Fehling
Gula
No Sampel Hasil Uji Fehling Reduksi
uji (+/-)
Endapan merah
1 Glukosa bata +

2 Sukrosa Biru tua -

3 Amilum Biru tua -

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

4. Uji Benedict

No Sampel Hasil Uji Gula Reduksi


uji Benedict (+/-)

1 Glukosa Endapan +
Merah Bata

2 Sukrosa Biru -

3 Amilum Biru -

5. Uji Barfoed

No Sampel Monosa
uji Hasil Uji Barfoed karida
(+/-)
Endapan warna merah
1 Glukosa bata +

2 Sukrosa Biru -

6. Uji Seliwanoff

No Sampel Hasil Uji Ketosa (+/-)


uji Seliwanoff

1 Glukosa Bening -

2 Sukrosa Larutan +
merah ceri

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

7. Uji Osazon

No Sampel uji Hasil Uji Gambar


Osazon Osazon
(Mikroskopi
k)

1 Glukosa Kristal
jarum

2 Sukrosa Kristal jarum


halus

Kesimpulan :

Reagen Monosakrida Disakarida Polisakarida


√ √ √
Molisch

Iodium

Fehling

Benedict

Barfoed

Seliwanoff
√ √
Osazon
Ket: Beri tanda ceklist (√) pada kolom yang sesuai

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

HASIL

1. Uji Molisch

2. Uji iodium

3. Uji fehling

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

4. Uji benedict

5. Uji barfoed

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199
KARBOHIDRAT

6. Uji seliwanoff

7. Uji osazon

OLIVIA CANTIKA AGUSTAM AJRY SAGITA


15020200199