Anda di halaman 1dari 3

Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Sendiri & Orang Lain

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi
Kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya, serta
umatnya yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
Setiap orang yang berkurban tentunya berharap ibadahnya tersebut diterima oleh
Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di samping memperhatikan jenis hewan kurban, umur dan
kondisi hewan kurban yang selamat dari cacat, kita juga harus memperhatikan tatacara
penyembelihannya. Di antaranya, memperhatikan bacaan saat menyembelih. Apa dzikir
atau doa yang diajarkan oleh syariat saat menyembelih hewan kurban?
Pada ringkasnya, bagi orang yang ingin menyembelih hewan qurban disunnahkan baginya
saat akan menyembelih untuk membaca:

‫ َه َذا َع ِّني‬،‫ك‬ َ ‫اَللَّ ُه َّم َه َذا ِم ْن‬ ‫ِبسْ ِم هَّللا اللَّ ُه َّم َوهَّللا ُ أَ ْك َب ُر‬
َ ‫ك َو َل‬
Artinya: (Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini
kurban dariku).
Jika ia menyembelihkan hewan qurban milik orang lain, ia membaca:

‫ َه َذا َعنْ فُاَل ٍن‬،‫ك‬ َ ‫ِبسْ ِم هَّللا اللَّ ُه َّم َوهَّللا ُ أَ ْك َب ُر اَللَّ ُه َّم َه َذا ِم ْن‬
َ ‫ك َو َل‬
"Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban
dariku." Di tambah:

ِ ‫اَللَّ ُه َّم َت َق َّب ْل ِمنْ فُاَل ٍن َو‬


‫آل فُاَل ٍن‬
"Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan," (dengan menyebut namanya).
Namun yang wajib dari bacaan ini adalah membaca Basmalah (Bismillah). Jika sudah
membacanya, maka sah penyembelihan hewan qurban tersebut walau tidak menambah
bacaan selainnya. Adapun kalimat-kalimat sesudahnya hanya anjuran, bukan wajib. Hal ini
didasarkan kepada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,
َ ‫َف ُكلُو ْا ِممَّا ُذ ِك َر اسْ ُم هّللا ِ َع َل ْي ِه إِن ُكن ُت ْم ِبآ َيا ِت ِه م ُْؤ ِم ِن‬
‫ين‬
"Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika
menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya." (QS. Al-An'am: 118)

‫َوالَ َتأْ ُكلُو ْا ِممَّا َل ْم ي ُْذ َك ِر اسْ ُم هّللا ِ َع َل ْي ِه َوإِ َّن ُه َل ِفسْ ٌق‬
"Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika
menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan."
(QS. Al-An'am: 121)
            Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata:

‫ش ْي ِن أَ ْم َل َح ْي ِن أَ ْق َر َن ْي ِن‬
َ ‫س َّل َم ِب َك ْب‬َ ‫ص َّلى هَّللا ُ َع َل ْي ِه َو‬
َ ‫ض َّحى ال َّن ِب ُّي‬ َ
‫ض َع ِر ْج َل ُه َع َلى صِ َفا ِح ِه َما‬ َ ‫س َّمى َو َك َّب َر َو َو‬ َ ‫َذ َب َح ُه َما ِب َي ِد ِه َو‬
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkurban dengan ekor domba jantan yang dominasi
warna putih dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangannya sendiri, membaca
basmalah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di atas samping lehernya."
Imam Muslim meriwayatkan dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam memerintahkan untuk membawakan satu ekor kibas bertanduk yang hitam
kakinya, hitam bagian perutnya, dan hitam di sekitar kedua matanya. Lalu dibawakan
kepada beliau untuk beliau sembelih sendiri. Beliau berkata kepada 'Aisyah, "Wahai
'Aisyah, ambilkan sebilah pisau." Kemudian beliau bersabda, "Asahlah pisau itu dengan
batu." 'Aisyah pun mengerjakan. Kemudian beliau mengambil pisau dan mengambil kibas
tersebut, lalu beliau membaringkannya dan menyembelihnya. Kemudian beliau berucap:

‫ِب ْس ِم هَّللا ال َّل ُه َّم َت َق َّبلْ مِنْ ُم َح َّمد َوآل ُم َح َّمد َومِنْ أ ُ َّمة ُم َح َّمد‬
"Dengan nama Allah, ya Allah terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad, serta
dari umat Muhammad." Kemudian beliau menyembelihnya.
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan tentang maksudnya, yaitu beliau
membaringkannya dan menyembelihnya sambil membaca kalimat di atas. (Lihat Syarah
Muslim li al-Nawawi dalam keterangan hadits di atas)
Dan diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu berkata:
"Aku menyaksikan Shalat Idul Adha di musholla bersama Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam. Ketika beliau selesai khutbah beliau turun dari mimbar dan dibawakan kepada
beliau seekor domba jantan lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyembelihnya
sambil mengucapkan:

َ ‫ِب ْس ِم هَّللا ِ َوهَّللا ُ أَ ْك َب ُر َه َذا َع ِّني َو َع َّمنْ َل ْم ُي‬


‫ض ِّح مِنْ أ ُ َّمتِي‬
"Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ini dariku dan dari setiap orang yang tidak
berkurban dari umatku." (Dishahihkan oleh-Al-albani rahimahullah dalam Shahih al-
Tirmidzi)
Terdapat tambahan dalam sebagian riwayat,

‫اَل َّل ُه َّم إِنَّ ه ََذا ِم ْن َك َو َل َك‬


"Ya Allah, sesungguhnya ini dari-Mu dan untuk-Mu." (Lihat: Irwa' al-Ghalil, no. 1138 dan
1152)
Maksud, Allahumma Minka (Ya Allah, sesungguhnya ini dari-Mu): hewan kurban ini adalah
rizki pemberian-Mu yang sampai kepadaku dari Engkau. Sedangkan Wa Laka (dan untuk-
Mu) adalah ikhlas untuk-Mu.(Lihat: al-Syarah al-Mumti': 7/492).
Di antara macam bacaan tambahan sesudah Basmalah saat menyembelihkan hewan
kurban orang lain;

‫ َه َذا َعنْ فُاَل ٍن‬،‫ك‬ َ ‫ِبسْ ِم هَّللا َوهَّللا ُ أَ ْك َب ُر اَللَّ ُه َّم َه َذا ِم ْن‬
َ ‫ك َو َل‬
“Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini kurban dari
si fulan (disebutkan namanya).”
Atau dengan tambahan:

ِ ‫اَللَّ ُه َّم َت َق َّب ْل ِمنْ فُاَل ٍن َو‬


‫آل فُاَل ٍن‬
"Ya Allah, terimalah kurban dari fulan dan keluarga fulan (dengan menyebut namanya).”
Boleh jadi ada yang mempertanyakan, doa-doa agar diterima kurban tersebut apa tidak
termasuk mengada-ngada (bid’ah)? Syaikh Ibnu Jibrin menjelaskan, tambahan doa di atas
atau dengan kalimat doa lainnya dibolehkan, karena hal itu termasuk doa. Sedangkan doa
(permintaan) bab (kalimat)-nya luas. Wallahu A’lam.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/doa/2014/10/05/33229/doa-menyembelih-
hewan-kurban-milik-sendiri-orang-lain;#sthash.waoB6MCI.dpuf