Anda di halaman 1dari 14

PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR

KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO


DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

Disetujui oleh : Diperiksa oleh : Disiapkan oleh :


Administratur / KKPH Ketua Tim Ekolabel KPH Tuban Asper Penguji

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR

CHAIN OF CUSTODY
( CoC )

Kantor Area :
Perum Perhutani Unit II Jawa Timur
Alamat : Jl. Gajah Mada No. 12A Tuban
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

CATATAN REVISI
BAGIAN HAL RIWAYAT REVISI TANGGAL NO.REVISI PARAF
BERLAKU
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

DAFTAR ISI

Bagian Judul Halaman


Lembaran Pengesahan………………………………..
Daftar Isi …………………………………………
1.0 Tujuan …………………………………………..
2.0 Ruang Lingkup ……………………………
3.0 Pengertian ………………………………………
4.0 Rujukan ……………………………………………
5.0 Penanggung Jawab ………………………………….
6.0 Prosedur Kerja ……………………………………….
7.0 Lampiran …………………………………………………………
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

1.0 TUJUAN
Tujuan penetapan prosedur kerja lacak balak ( Chain of Custody/CoC ) adalah untuk
menjamin terpeliharanya system pengendialian aliran/peradaran kayu bundar dari hutan,
TPK/TPn sampai pengguna sesuai penatausahaan hasil hutan

2.0 RUANG LINGKUP


Prosedur kerja ini melingkupi system pengendalian aliran/peradaran kayu bundar dari
TPK/TPn sampai ke hutan

3.0 PENGERTIAN
Lacak balak ( CoC ) adalah proses pembuktian, bahwa bahan baku kayu bundar yang
digunakan oleh suatu industry/pengguna berasal dari hutan yang dikelola secara lestari,
melalui dokumen – dokumen dan ketentuan – ketentuan yang dimiliki mulai dari TPK/TPn
sampai hutan untuk proses SFM, dan dari produk akhir sampai TPK/tpn untuk prose CoC di
industry

4.0 RUJUKAN
1. Forest Stewardship Council : Prinsip 8 Kriteria 3 ( 8.3 )
2. Surat keputusan Direksi Perum Perhutani nomor : 987/KPTS/DIR/1999 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Tebang Habis Hutan Jati
3. SK Menhut nomor : 127/SKPT/Menhut/2003 tentang Penatausahaan Hasil Hutan
4. Keputusan Direksi Perum Perhutani No: 138/KTPS/Dir/2004 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Pembagian Batang Kayu Bundar Jati tahun 2004
5. Surat Keputusan Direksi PerumPerhutani nomor : 190/KPTS/DIR/2004 tentang Petunjuk
Penanganan dan Penatausahaan Hasil Hutan Kayu Sisa Pencurian, Kayu Temuan dan
Kayu Bukti di Perum Perhutani
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

6. Keputusan Direksi Perum Perhutani No: 077/KTPS/Dir/2004 tanggal 20 februari tentang


pedoman persyaratan pembagian kayu bundar jati bahan baku industri

5.0 PENANGGUNG JAWAB


5.1 Administratur
Mengendalikan kebijakan dan keputusan pada pelaksanaan lacak balak kayu di hutan
sehingga dapat dipertanggungjawabkan
5.2 Wakil Administratur/ Kepala Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan
5.2.1 Monitoring pelaksanaan lacak balak dari dokumen sampai fisik kayu
5.2.2 Memberikan pembinaan pada jajaran pelaksana di lapangan
5.3 Kepala Seksi Pengelolaan SDH
5.3.1 Mengendalikan perencanaan pelaksanaan lacak balak dari rencana
dokumen sampai dengan rencana fisik yang dihasilkan
5.3.2 Melaporkan hasil lacak balak dari dokumen sampai fisik kayu di hutan
dan TPK/TPN

5.4 Kepala TPK/TPn


5.4.1 Menerima dan mencocokkan dokumen dengan fisik kayu dari hasil
tebangan
5.4.2 Memisahkan kayu hasil pengamanan dengan kayu hasil eksploitasi
tebangan dan bukan tebangan
5.4.3 Penandaan ulang terhadap kayu yang telah diuji oleh penguji di TPK/TPn
sesuai dengan dokumen dan fisik kayu
5.4.4 Tim PPIC CoC melaporkan hasil pelaksanaan lacak balak secara periodic
kepada Administratur melalui Adm/KSKPH

5.5 Asper/KBKPH dan KRPH


5.5.1 Bertanggung jawab terhadap kebenaran data pada dokumen dan fisik kayu
5.5.2 Bertanggung jawab terhadap target, realisasi dan sisa persediaan kayu
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

5.5.3 Asper/KBKPH melaporkan pelaksanaan pekerjaan lacak balak kepada


Administratur

5.6 Mandor Tebang


5.6.1 Melaksanakan penandaan pada fisik setiap batang kayu sesuai dengan
petunjuk dan aturan yang berlaku
5.6.2 Melaksanakan pencatatan dan pelaporan pada dokumen yang telah
ditentukan sesuai poin 5.7.1
5.6.3 Melaporkan pelaksanaan pekerjaan lacak balak kepada Asper/KBKPH
melalui KRPH
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

6.0 PROSEDUR KERJA


6.1 Bagan Alir ( Flow chart )
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

6.2 Penjelasan
a. Daftar Kapling ( DK.308 ) adalah daftar persediaan di TPK/TPn yang sudah siap
jual,yang berisikan data – data tentang jumlah batang, ukuran (panjang, diameter,
volume ) mutu/ kualitas sesuai fisik kayu yang tersusun dalam bentuk kapling.
Pengaplingan disusun berdasarkan sortimen kelas panjang dan mutu dalam satu
kelas harga. Penumpukan fisik kayu dibatasi oleh sabuk kapling untuk
menghindari terjadinya pencampuran kayu yang berasal dari kapling lain atau
kayu yang belum terkapling. DK 308 merupakan daftar berharga yang
penanganannya tertutp dan rahasia. Pemegang Daftar kapling adalah Manager
Pemasaran selaku bendahara materiil.
Kayu – kayu dalam daftar kapling ini adalah :
 Hasil pengujian kayu bernomor yang tercantum dalam DK 304
 Hasil pengujian kayu tak bernomor yang tercantum dalam DK 304b
b. Data DK 304 berasal dari daftar penerimaan kayu bernomor sedangkan data DK
304b berasal dari daftar penerimaan kayu tak bernomor
c. Data DK 301 dan Data DK 302 berasal dari data realisasi kayu hasil
tebangan(DK 316)
d. DK 316 berisi data –data mengenai nomor petak, nomor pohon, keliling pohon,
taksasi dan realisasi produksi tebangan. Nomor pohon dan ukuran keliling pada
DK 316 berasal dari daftar klem. Daftar klem merupakan hasil pengukuran
sensual keliling setinggi dada ( 130 cm ) dari setiap pohon.
e. Daftar klem berisi data –data mengenai petak/anak petak, nomor blok, nomor
pohon dan keliling. Untuk nomor pohon dan keliling yang ada pada daftar klem
menjadi nomor tunggak yang ada di petak tabangan

6.3 Prosedur Lacak Balak ( CoC/Chain of Custodi )


6.3.1 Memastikan daftar kapling ( DK 308 ) dan daftar angkutan ( DK 304 &
304b ) teradministrasi dengan baik
6.3.2 Memastikan seluruh fisik kayu di TPK/TPn tertandai dan sesuai dengan
dokumen DK304
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

6.3.3 Memastikan kode BKPH, nomor petak, nomor pohon ( untuk sortimen
AI,AII, AIII ), nomor batang dari hutan ( untuk sortimen AIII ), panjang,
diameter dan volume pada fisik kayu yang ada di TPK/TPn tertandai dan
tercatat sesuai dokumen DK 304/ DK 304b
6.3.4 Memastikan data – data tentang kode BKPH, nomor petak, nomor pohon,
nomor batang, panjang, diameter dan volume kayu pada DK 304/ DK
304b sesuai dengan data – data yng ada pada DK 301/ DK 302
6.3.5 Memastikan data –data tentang nomor petak, nomor pohon , nomor
batang , panjang, diameter dan volume kayu yang tercatat DK 302/ DK
302 sesuai dengan data –data pada DK 316 ( kolom penerimaan/realisasi )
6.3.6 Memastikan data – data nomor petak, nomor pohon pada DK 316 ( kolom
penerimaan/realisasi sesuai dengan data –data pada daftar klem
6.3.7 Memastikan nomor pohon dan keliling setinggi dada ( 130 cm ) pada
daftar klem sesuai dengan pencatatan pada tunggak di petak tebangan

6.4 Identitas yang dilacak


Identitas yang dilacak dalam proses CoC adalah Kode BKPH, Nomor Petak,
Nomor Pohon,dan Nomor Batang
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

6.5 Monitoring
Monitoring dilaksanakan secara periodic oleh jajaran KPH, kepala TPK/TPn,
Asper/KBKPH, KRPH, mandor tebang, mandor angkutan dan mandor penerima di
TPK/TPn

No Aktifitas Penanggung jawab Lokasi Waktu Out put


1. Sampling - Asper/KBKPH Petak 1 x sebulan Data Hasil
fisik dan - KRPH Tebangan 2 x sebulan Monitoring
dokumen - Mandor Tebang 3 x sebulan CoC/Lacak
Balak ( Blangko
1, 2 dan 3 )
2. Sampling - Asmen Persediaan TPK/TPn 2 minggu Data Hasil
Identitas - Kep. TPK/TPn sekali sampling Log
Log - Mandor Penerimaan (Blangko 4)
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

7.0 LAMPIRAN
7.1 Sistem Monitoring KPH Tuban
7.2 Blangko Monitoring Lacak Balak untuk lapangan
7.3 Blangko Monitoring Lacak Balak Sortimen AI dan AII untuk Tim Pokja KPH Tuban
7.4 Blangko Monitoring Lacak Balak Sortimen AI dan AII untuk Tim Pokja KPH Tuban
7.5 Blangko Monitoring Lacak Balak untuk TPK/TPn
PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH II BOJONEGORO
DAN
KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN
SOP Halaman
CHAIN OF CUSTODY No. Tertib :
No.Dok : TBN/SOP/PROD- Tgl.Tertib :
No. Revisi :
PERHUTANI Tgl. Revisi :

SISTEM MONITORING KPH TUBAN


1. Administratur melaksanakan sidak ke lokasi tebangan minimal 1 ( satu ) kali dalam
sebulan.
2. Wakil Adm melaksanakan monitoring dan evaluasi CoC minimal 2 ( dua ) kali dalam
sebulan
3. KRPH dan mandor tebang melakukan kontrol dan melakukan sampling secara periodic
(per 2 minggu) terhadap identitas log, serta menjelaskan ke mndor tebang untuk hasilnya.
(Blangko 1) sementara untuk Asper melakukannya sekali dalam sebulan
4. Asper dan KRPH melakukan control dengan cara melakukan sampling terhadap dokumen
DK 304/arsip mandor apur (kebenaran pengisian dokumen)
5. Kepala TPK/TPn melaksanakan monitoring pada setiap pekerjaan mandor yang ada di
TPK/TPn (Blangko 4)
6. KPH melaksanakan monitoring CoC/ lacak balak dan melaporkan hasil monitoring
tersebut ke wakil Adm/Kasi PSDH secara periodic (2 minggu sekali). Wakil Adm/Kasi
PSDH melaporkan secara periodic (satu bulan sekali) hasil monitoring dan evaluasi
petugas lapangan dam Tim Pokja KPH ke Administratur (Blangko 2 dan 3)
PERUM PERHUTANI UNIT II JATIM

KBM PEMASARAN KAYU WILAYAH BOJONEGORO

DAN

KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN TUBAN

HASIL MONITORING

LACAK BALAK ( CoC )


BULAN :

ASAL :
PETAK :
BKPH TUBAN
DAN
TPK TUBAN KBM PEMASARAN KAYU
WILAYAH II BOJONEGORO

Kantor Area :
Perum Perhutani Unit II Jawa Timur
Alamat : Jl. Gajah Mada No. 12A Tuban