Anda di halaman 1dari 9

PGRI SEBAGAI ORGANISASI PERJUANGAN

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ke-PGRI-an

Dosen Pengampu :

Drs. H Subagijo , M.M.,M,.Ak

Disusun Oleh :

Nama : Yusuf Maulana Ridho Remadani

NIM : 2011042

Prodi : Manajemen / 2

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI NGANJUK


2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul  PGRI SEBAGAI
ORGANISASI PERJUANGAN Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas dari dosen pembimbing pada bidang studi KE PGRI AN. Selain itu, makalah
ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang ILMU KE – PGRI - AN ini bagi para
pembaca .

Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak dosen Drs. H. Subagijo , M . M . , M.Ak


selaku dosen Ke-PGRI-An yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Nganjuk, 6 APRIL
2021

Yusuf Maulana Ridho R.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................i

DAFTAR ISI.................................................................................................................................ii

BAB 1. PENDAHULUAN............................................................................................................1

1.1 Latar Belakang.....................................................................................................................2

1.2 Rumusan Masalah................................................................................................................2

1.3 Tujuan..................................................................................................................................2

BAB 2. PEMBAHASAN..............................................................................................................3

2.1 Definisi PGRI...........................................................................................................................3

2.2 Mengenal Arti Jati Diri............................................................................................................3

2.3 Jatidiri PGRI Sebagai Perjuangan..............................................................................................4

Bab 3 PENUTUP………………………………………………… . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . …5
3.1 Kesimpulan . . . .…………………………………………………………………………6

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................7
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

PGRI adalah organisasi perjuangan, organisasi profesi dan organisasi


ketenagakerjaan yang berfokus pada bidang keguruan. PGRI sebagai tempat
berhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainnya. PGRI juga
merupakan organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi
ketenagakerjaan yang berdasarkan Pancasila, bersifat independen, dan non politik
praktis, secara aktif menjaga, memelihara, mempertahankan, dan m e n i n g k a t k a n
persatuan dan kesatuan bangsa yang dijiwai semangat kekeluargaan,
kesetiakawanan sosial yang kokoh serta kesejahtera lahir batin,dan kesetiakawanan organisasi
baik nasional maupun internasional.P G R I ( P e r s a t u a n G u r u R e p u b l i k I n d o n e s i a )
a d a l a h s a l a h s a t u organisasi profesi yang dimiliki oleh guru di Indonesia sebagai
wadah untuk meningkatkan profesionalis me guru, mengatas i berbagai masalah
yang dihadapi para guru serta memperjuangkan nasib guru dan pendidikan pada
umumnya (AD/ART PGRI Pasal 2).

1.2 Rumusan Masalah

a) Apakah yang dimaksud dengan PGRI?

b) Apa arti dari jati diri?

c) Apa arti dari jati diri PGRI sebagai perjuangan?

C. TUJUAN

a) Memahami definisi PGRI secara detail.

b) Mengenal lebih jauh jati diri PGRI sebagai perjuangan .

c) Mengkaitkan hubungan antara PGRI dan jati diri PGRI sebagai perjuangan.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1    Definisi PGRI

            Sebagai organisasi perjuangan, PGRI merupakan wadah bagi para guru dalam
memperoleh, mempertahankan, dan membela hak asasinya baik sebagai pribadi, anggota
masyarakat, warganegara, maupun pemangku profesi keguruan. PGRI berjuang untuk
mewujudkan hak-hak kaum guru dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perjuangan
dilakukan melalui berbagai cara dan bentuk yang konstitusional, prosedural dan konsepsional
dalam memperoleh kehidupan guru yang layak dan sejahtera. Untuk itu PGRI secara konsisten
dan konsekuen memperjuangkan kesejahteraan guru baik lahir maupun batin, baik materil
maupun non-materil agar mereka dapat memperoleh kepuasan kerja yang didukung dengan
imbalan jasa yang memadai, rasa aman dalam bekerja, lingkungan kerja yang kondusif,
pergaulan antar pribadi yang baik dan sehat, serta memperoleh kesempatan pengembangan diri
dan memperjuangkan tetap lestarinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, berperan serta dalam
pembangunan nasional, dan ikut serta mewujudkan pendidikan nasional. Perjuangan guru dalam
mewujudkan terbentuknya NKRI yang merdeka dan berdaulat, dapat dilihat dari dinamika.

2.2 Mengenal arti dari jati diri

Jatidiri PGRI mengandung makna, jiwa semangat dan daya gerak dari dalam yang
telah memberikan hidup kepada organisasi PGRI serta ciri – ciri khas yang dimiliki PGRI
dan menjadi identitas organisasi PGRI yang mengikat dan dipegang teguh anggotanya.
Jatidiri PGRI adalah landasan filosofi yang menjadi norma dalam pola pikir, sikap
perbuatan dan tindakan serta bersifat mengikat dan ditaati oleh para anggotanya. Jatidiri
PGRI adalah perwujudan dari sifat – sifat khas PGRI yang tampak dalam nilai-nilai
dalam sikap perbuatan, tindakan, perjuangan dan profesi analisasi yang didasarkan pada
falsafah Negara Pancasila serta Jiwa semangat dan nilai – nilai 1945.
Dasar Jatidiri PGRI Jatidiri PGRI memiliki dasar yang dalam dan kokoh. Dengan
dasar yang kokoh itu jatidiri PGRI menjadi landasan filosofi yang kuat bagi PGRI dalam
mengemban misi sebagai organisasi perjuangan organisasi profesi, organisasi
ketenagakerjaan. Dasar – dasar Jatidiri PGRI, meliputi:
1. Dasar Historis Berdasarkan hakekat kelahirannya PGRI merupakan bagian dari
perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Melalui profesi keguruan guru Indonesia berhimpun
dalam organisasi PGRI untuk berjuang menyebarkan semangat perjuangan. Untuk
merebut, menegakkan dan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan NKRI yang
diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945
2. Dasar Idiologis – politis Secara Idiologis – politis, PGRI memiliki kewajiban untuk
mewujudkan cita – cita kemerdekaan melalui pembangunan nasional dibidang
pendidikan. PGRI memiliki tangggung jawab moral dan tanggung jawab dalam
melaksanakan dan mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam
Pembukaan UUD 1945, terutama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
3. Dasar Sosiologi dan IPTEK Dalam perjuangan dan pengabdiannya, PGRI sangat
tanggap dan aspiratif atas nasib anggotanya serta selalu bersifat responsife, adatif,
inovatif, dan permisif – selektif, terhadap keadaan masyarakat serta perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi.

2.3 Mengenal arti jati diri PGRI sebagai perjuangan

A. PGRI Sebagai Organisasi Perjuangan


PGRI sebagai organisasi perjuangan artinya menurut AD/ART adalah mengemban
amanat dan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, menjamin, menjaga dan
mempertahankan keutuhan dan kelangsungan NKRI dengan membudayakan nilai-nilai
luhur Pancasila. Maknanya, yaitu : PGRI merupakan perwujudan wadah bagi para guru
untuk selalu berjuang dan berjuang dalam memperoleh, mempertahankan, meningkatkan,
dan membela hak azasi guru baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan
pemangku profesi keguruan. Semua perjuangan dilakukan melalui berbagai cara dan
bentuk yang konstitusional, prosedural, dan konsepsional dalam memperoleh kehidupan
guru yang layak dan sejahtera dalam pergaulan bermasyarakat dan bernegara dengan
mengedepankan profesionalitas sebagai tenaga profesi bidang pendidikan.

B. Prinsip-Prinsip Perjuangan PGRI


Segenap pengurus dan anggota PGRI harus memiliki kemurnian perjuangan. Segenap
pengurus dan anggota PGRI dalam melakukan perjuangan mengutamakan kepentingan
organisasi dan kepentingan anggota sejalan dengan aspirasi, kehendak, tuntutan dan
kebutuhan anggota PGRI di atas segala-galanya. Segenap pengurus dan anggota PGRI
dalam melakukan perjuangan mengedepankan nilai-nilai solidaritas dan setia kawan serta
kekompakan dan keharmonisan. Segenap pengurus dan anggota PGRI dalam melakukan
perjuangan mengedepankan nilai-nilai profesionalitas dengan menegakkan kaidah ilmiah
yang berbasiskan ilmu pengetahuan dan bertumpu pada upaya peningkatan mutu tenaga
pendidikan pada khususnya dan umumnya mutu pendidikan.
C. Fokus Perjuangan PGRI
Garis perjuangan PGRI difokuskan pada aspek:
(1) peningkatan kinerja organisasi,
(2) peningkatan profesionalisme guru,
(3) pemberdayaan potensi PGRI,
(4) peningkatan kesejahteraan, dan
(5) peningkatan peran serta PGRI terhadap masyarakat.
Titik fokus perjuangan PGRI adalah pemberdayaan guru sehingga guru dapat
menjalankan tugas dan pengabdiannya dengan penuh tanggung jawab, penuh loyalitas
dan dedikasi sehingga dapat melakukan tugas profesionalnya itu sesuai dengan prinsip-
prinsip profesional dalam pembimbingan, pengajaran dan pelatihan terhadap peserta didik
sejalan dengan tuntutan kemajuan dan peradaban.

3. Strategi Perjuangan PGRI

(1) Memahami tantangan yang dihadapi dan melakukan kesiapan dengan mencari jawab terhadap
tantangan yang dihadapi dengan mengantisipasi dan beradaptasi terhadap tuntutan
perubahan.
(2) Memahami kebutuhan tenaga kependidikan khususnya guru dengan mengakselerasi dan
mengembangkan hasil, proses, dan layanan yang lebih baik berupa pelayanan prima.
Memahami dan mengetahui persaingan dunia pendidikan dengan menjadi lebih cakap
belajar dari pesaing dan mitra kerja yang bergerak dalam lapangan pendidikan, bukan lagi
berhadap-hadapan, saling menyalahkan, apalagi bermusuhan.
(3) Strategi dasar dalam reformasi organisasi sebagai organisasi perjuangan adalah meningkatkan
kualitas komunikasi organisasi dan peningkatan keberdayaan sumber daya manusia
organisasi dalam berbagai jenjang.
(4)   Sebelum Kemerdekaan
Organisasi Guru Zaman Belanda
Kondisi sekolah, termasuk sekolah guru, selalu berkembang sesuai tuntutan zaman. Pada
zaman Belanda terdapat bermacam-macam sekolah yang masing-masing diperuntukkan
bagi golongan tertentu. Ada sekolah desa atau Sekolah Rakyat untuk masyarakat desa.
Sekolah Dasar Angka II untuk rakyat biasa di kota-kota, dan Sekolah Dasar berbahasa
Belanda untuk anak-anak bangsawan atau untuk anak - anak pegawai pemerintahan Hindia
Belanda yang gajinya banyak.
BAB 3

PENUTUP

A.      KESIMPULAN
             Guru memegang peranan penting dan menjadi kunci bagi keberhasilan
pendidikan suatu bangsa. Sejak zaman penjajahan Belankda guru telah turut berjuang
baik secara fisik angkat senjata maupun angkat senjata maupun melalui bidang
pendidikan.
            Pada 24-25 November 1945 diselenggarakan Kongres Guru Indonesia di
Surakarta. Pada tanggal 25 November 1945 lahirlah Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI) sebagai perwujudan aspirasi guru Indonesia dalam mewujudkan cita-
cita perjuangan bangsa.
            Peranan guru setelah kemerdekaan sudah tidak diisi lagi dengan perjuangan fisik
mengangkat senjata, tetapi diisi melalui bidang pendidikan. Guru yang dulunya belum
sepenuhnya dianggap sebagai profesi akhirnya diakui sebagai profesi dengan adanya
pencanangan guru sebagai profesi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada
tanggal 2 Desember 2004.
            Guru tidak sekedar menjalankan tugas, namun harus memberikan yang terbaik
bagi dunia pendidikan di tanah air. Tidak sekedar masuk ke kelas dan memberikan
pelajaran kepada murid-muridnya. Tidak juga sekedar melaksanakan tanggung jawab.
Namun lebih dari itu yakninya menjadi guru yang kreatif, berwawasan, professional,
bermoral,  kompeten dan pendorong perubahan.
DAFTAR PUSTAKA

 https://dwily94.wordpress.com/2013/01/13/makalah-guru-dalam-indonesia-merdeka/
 https://www.google.co.id/search?
q=Sistem+pendidikan+nasional&oq=sistem&aqs=chrome.0.69i59j69i57j69i60l2j0l2.4122j1j7
&sourceid=chrome&es_sm=93&ie=UTF-8
 https://www.coursehero.com/file/68850129/isi-makalah-PGRI-revisidocx/
 https://novianggrayni.files.wordpress.com/2014/10/pgri-sbg-org-perjuangan-ppt.pdf
 Efriansyah. Hasan, Yunani. dkk., (2020) Perkembangan PGRI Pada Masa Kemerdekaan dan
Demokrasi Liberal. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah. Vol.2, No. 1 (Januari-Juni
2020): 19-26. Surabaya: Universitas Sriwijaya.
 Darmayanthi, Eka. Wirakusuma, Made Gede. (2017) Pengaruh Ikatan Kepentingan
Keuangan, Fee Audit, Sifat Machiavellian, dan Pemahaman Etika Pada Independensi
Penampilan Auditor. E-Jurnal Akuntansi: Universitas Udayana. Vol 18.1. Januari: 30-59.