Anda di halaman 1dari 6

FORUM DISKUSI

Soal KB1:

Pak Sigit adalah seorang guru di SMA Negeri di Bandung. Peserta didik
yang dihadapi oleh beliau memiliki perbedaan latar belakang ekonomi,
kultur dan perbedaan pola asuh dari orangtua yang sangat beragam.
Bagaimanakah pak Sigit harus mengakomodasi beragam perbedaan
tersebut agar praktik pendidikan yang dilaksanakan mampu
mengembangkan potensi dan mengarahkan peserta didik menjadi lebih
baik!

Jawab:

a. Dengan mengakomodasikannya yaitu dengan memberikan


pembelajaran yang layak agar semuanya sama rata meskipun
berbeda-beda itu bukan membedakan ciri ras dan latar belakang
mereka
b. Pak Sigit tidak boleh memandang ras, budaya, maupun latar
belakang tetapi lihatlah potensi yang mereka miliki.
c. Pak Sigit harus memiliki kombinasi belajar yang sesuai disegala
kalangan.
d. Menciptakan perilaku mandiri dan bertanggung jawab pada seluruh
siswanya.
e. Menciptakan ruang kelas yang nyaman bagi seluruh siswa.
f. Menciptakan suatu program belajar yang minim biaya dan mudah
untuk dimengerti oleh seluruh siswa.
g. Menciptakan kelas atau ruang yang toleran akan perbedaan.
h. Menanamkan perilaku toleransi kepada seluruh siswa.
i. Pak Sigit harus memberi motivasi agar mereka lebih bersemangat.

FORUM DISKUSI

Soal KB2:
Bagaimana aplikasi dan implementasi ragam karakteristik peserta didik
dalam proses pendidikan di sekolah Anda? Jabarkan karakteristik peserta
didik yang ditemui kemudian bandingkan antar peserta diskusi bagaimana
implementasi dari karakteristik peserta didik dalam pembelajaran.

Jawaban :
Ragam karakteristik yang ada di sekolah saya yaitu :
1. Etnik
Peserta didik di sekolah tempat saya bekerja terdiri dari beberapa
etnik, yaitu etnik Melayu, etnik Tionghoa, etnik Minang, etnik Bugis,
etnik Banjar, etnik Batak dan etnik Jawa. Etnik yang paling dominan
di sini adalah etnik Melayu, peserta didik di sini walaupun multi etnik
tetapi pada umumnya mereka menggunakan bahasa Melayu untuk
berinteraksi sehari-hari. Saya sebagai guru yang bukan orang yang
berasal dari daerah Melayu harus belajar bahasa Melayu. Meskipun
penggunaan bahasa Indonesia di kelas merupakan suatu kewajiban,
tetapi terkadang ada beberapa peserta didik dalam menyampaikan
idenya di ikuti dengan penggunaan bahasa daerah. Sering juga terjadi
saat saya menjelaskan pembelajaran menggunakan bahasa
Indonesia, peserta didik tidak mengerti apa yang saya sampaikan
sehingga saya harus memberi penjelasan dalam bahasa Melayu agar
mereka dapat mengerti.

2. Kultural

Dalam pembelajaran di sekolah tempat saya bekerja, pendidikan


multikultural terintegrasi pada mata pelajaran tertentu diantaranya
mata pelajaran PKN, Sosiologi, Bimbingan konseling dan
Kewirausahaan. karena tidak semua guru dapat menjelaskan proses
penanaman nilai multikultural di dalam kelas sesuai dengan materi
pelajaran yang diajarkan kepada siswa. Salah satu contohnya pada
mata pelajaran Kewirausahaan, guru mata pelajaran tersebut
menanamkan nilai mutikultural melalui materi makanan khas daerah
Indonesia.
3. Status Sosial
Dari aspek status sosial, karena sebagian besar orang tua peserta
didik di kelas ini bekerja sebagai nelayan dan bisa dikategorikan dari
keluarga kurang mampu, maka guru tidak memperlihatkan tindakan
diskriminasi antar peserta didik, semua diperlakukan dengan adil
dan tidak memandang status sosialnya. Selain itu, dalam
memberikan tugas kepada peserta didik, guru memberikan tugas
yang dapat diselesaikan peserta didik dengan baik walaupun dengan
ekonomi yang terbatas artinya tidak memberatkan dari segi biaya.

FORUM DISKUSI

Soal KB3:

Mengembangkan satu scenario pembelajaran berdasarkan salah satu teori


belajar yang telah kita kaji (teori belajar behavioristik, kognitif,
konstruktivistik dan humanistik) sesuai dengan mata pelajaran atau bidang
kajian Anda.

Jawaban:

1. Teori belajar Behavioristik, Cirinya adalah mengutamakan unsur-


unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan
lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon,
menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil
belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang
diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Dengan demikian
dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-
reaksi behavioural dengan stimulusnya. Maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa tingkah laku peserta didik merupakan reaksi terhadap
lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar. Pembelajaran teori
behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti,
tetap, tidak berubah.
Contoh dalam pembelajaran mata pelajaran TIK, saya menyampaikan
materi tentang Bekerja dengan data. Di materi tersebut berhubungan
dengan rumus aritmatik yang harus dituliskan di cell yang ingin
dihitung jumlahnya, atau rata-ratanya. Maka rumus yg kita sampaikan
harus benar, karena jika salah menyampaikan rumus atau salah
meletakkan walau sedikit, maka peserta didik memganggap benar rumus
itu, karena peserta didik menganggap yang kita sampaikan pasti benar.
Jadi dalam teori ini Peserta didik akan memiliki pemahaman yang sama
terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh
pendidik atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.

2. Teori Belajar Kognitif, belajar dipandang sebagai usaha untuk mangerti


sesuatu. Usaha itu dilakukan secara aktif oleh peserta didik. Keaktifan
itu dapat berupa mencari pengalaman, mencari informasi, memecahkan
masalah, mencermati lingkungan, mempratekkan sesuatu untuk
mencapai tujuan tertentu.
Contoh dalam pembelajaran mata pelajaran TIK, saya ajarkan materi
perangkat keras komputer tentang perangkat keras proses. Maka peserta
didik saya ajak membongkar computer, untuk mengetahu dimana letak
motherboard, lancard, VGAcard, hardisk, processor. Dengan cara seperti
ini, pengetahuan yang dimiliki peserta didik akan menentukan
keberhasilan dalam mempelajari informasi/pengetahuan yang baru.

3. Teori Belajar Konstruktivistik, peserta didik itu sendiri yang harus


secara pribadi menemukan dan menerapkan informasi kompleks,
mengecek informasi baru dibandingkan dengan aturan lama dan
memperbaiki aturan itu apabila tidak sesuai lagi.
Contohnya dalam Pembelajaran dengan social media memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi, berkolaborasi,
berbagi informasi dan pemikiran secara bersama. Sama halnya dengan
pembelajaran melalui social media, pembelajaran melalui web juga
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melengkapi satu
atau lebih tugas melalui jaringan internet. Selain itu juga dapat
melakukan pembelajaran kelompok dengan menggunakan fasilitas
internet seperti google share.

4. Teori Belajar Humanistik, sifatnya ideal, yaitu memanusiakan


manusia, maka teori humanistik mampu memberikan arah terhadap
semua komponen pembelajaran untuk mendukung tercapainya tujuan
tersebut. Inti dari pembelajaran humanistic adalah bagaimana
memanusiakan peserta didik dan membuat proses pembelajaran yang
menyenangkan bagi peserta didik. Dalam prakteknya teori humanistik
ini cenderung mengarahkan peserta didik untuk berfikir induktif,
mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan peserta
didik secara aktif dalam proses belajar.
Contohnya dalam pembelajaran, misalkan terdapat peserta didik yang
gagal memahami materi atau tidak bisa mengerjakan tugas yang kita
kerjakan, maka serta merta kita tidak menghukum siswa tersebut
dengan cara kiat ejek di kelas sehingga peserta didik lain
menertawakannya. Atau anak tersebut kita hokum untuk berdiri dan
dilarang duduk sebelum bisa mengerjakan tugas yang kita suruh.
Alangkah baiknya, semua hukuman-hukuman tersebut kita hilangkan,
karena juka tetap kita terapkan, maka akan berpengaruh terhadap
mental peserta didik tersebut.

FORUM DISKUSI

Soal KB4:

A. Apa yang dimaksud dengan revolusi industry 4.0?

Jawab :
Revolusi industri 4.0 adalah nama tren dari sistem otomatisasi industri,
dimana terdapat pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah
ini mencakup sistim siber fisik, internet untuk segala aktifitas,
komputasi kognitif dan aktifitas lain berbasis jaringan.

B. Sebutkan 4 prinsip yang harus diterapkan dalam kurikulum masa


depan terkait dengan pendidikan abad 21!

Jawab :
1. Pembelajaran harus selalu berpusat pada peserta didik sedangkan
guru menjadi fasilitator
2. Pendidikan harus berkolaborasi dengan lembaga lain
3. Belajar harus memiliki konteks dimana dalam sebuah proses
pembelajaran harus bias dikaitkan dengan berbagai macam kasus
dalam kehidupan sehari-hari
4. Sekolah harus berintegrasi dengan lingkungan social masyarakat

C. Jelaskan pengaruh negative masa globalisasi dalam pendidikan!

Jawab :
Masa globalisasi membuat siapa saja dapat dengan mudah berbagi
informasi (lowongan pekerjaan, pengetahuan, hiburan dan lain
sebagainya), terkadang hal ini menyebabkan perubahan kearah negative
dalam kegiatan belajar, yang mana adakalanya peserta didik hanya
berorientasi menemukan jawaban tertulis tanpa memahami
permasalahan dan menemukan solusinya.