Anda di halaman 1dari 16

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

Judul Modul Konsep Dasar Ilmu Pendidikan

Judul Kegiatan Belajar (KB) 1. Konsep Dasar, Rasional,


dan Landasan Ilmu
Pendidikan
2. Karakter Peserta Didik
3. Teori Belajar dan Implikasinya
dalam Pembelajaran
4. Kurikulum Pendidikan di
Indonesia
No Butir Refleksi Respon/Jawaban

1 Daftar peta konsep KB. 1


(istilah dan definisi) di 1. Monopluralis : manusia itu mempunyai
modul ini banyak unsur kodrat (plural) yaitu jiwa dan
raga, namun merupakan satu kesatuan
(mono).
2. Monodualis : makhluk yang terdiri dari dua
sifat yaitu sebagai makhluk pribadi dan
sosial (dualis), tetapi juga merupakan
kesatuan yang utuh (mono).
3. Pendidikan : bantuan yang diberikan oleh
orang dewasa kepada orang yang belum
dewasa, agar orang tersebut mencapai
kedewasaan (Winkel;2012).
4. Pedagogik : ilmu menuntun anak.
Pedagogik juga berarti teori mendidik yang
membahas apa dan bagaimana mendidik
yang sebaik- baiknya.
5. Kegiatan mendidik : upaya membantu
seseorang untuk menguasai aneka
pengetahuan, ketrampilan, sikap, nilai yang
diwarisi dari keluarga dan masyarakat (Arif
Rohman, 2011:5).
6. Softskill : pandai berteori saja
7. Hardskill : kecakapan
8. Demagogik : bekal pengetahuan atau
keterampilan bagaimana menjadi penjahat,
pencuri dan sebagainya
9. Esensialisme : Mahzab filsafat pendidikan
yang meerapkan prinsip idealisme dan
realisme
10. Progresivisme : perubahan untuk
kemajuan manusia
11. Philos : cinta
12. Shopia : kebijaksanaan
13. Ontologi : suatu cabang filsafat atau
ilmu yang mempelajari suatu yang ada atau
berwujud berdasarkan logika sehigga dapat
diterima oleh akal manusia yang bersifat
rasional dapat difikirkan dan sudah
terbukti keabsahaanya
14. Aksiologi : teori nilai yang
menggunakan penilaian etika dan estetika
15. Psikologi : ilmu yang mempelajari gejala
kejiwaan yang ditampakkan dalam bentuk
perilaku baik manusia ataupun hewan,
yang pemanfaatannya untuk kepentingan
individu atau manusia baik disadari
ataupun tidak, yang diperoleh melalui
langkah-langkah ilmiah tertentu serta
mempelajari penerapan dasar-dasar atau
prinsip- prinsip, metode, teknik, dan
pendekatan psikologis untuk memahami
dan memecahkan masalah-masalah dalam
pendidikan (Santrock, 2017).
16. Consciousness : Kesadaran
17. Self-awarness : penyadaran diri
18. Equilibration : keseimbangan
19. Entry behavior : Kemampuan awal
20. Persistence : ketahanan
21. Rekonstruksionalisme adalah suatu
kelanjutan yang logis dari cara berpikir
progesif dalam pendidikan. Dalam
pengertian lain, rekonstruksionisme adalah
mahzab filsafat pendidikan yang
menempatkan sekolah atau lembaga
pendidikan sebagai pelopor perubahan
masyarakat
22. Epistemologi merupakan bagian dari
filsafat yang membicarakan tentang asal
muasal, sumber, metode, struktur dan
validitas atau kebenaran pengetahuan.

KB. 2
23. Kognitif adalah konsep umum yang
mencakup semua bentuk mengenal,
menyangka, membayangkan,
memperkirakan, menduga dan menilai.
24. Kultural yaitu nilai-nilai kelompok etnis.
25. Persepsi adalah suatu proses yang
bersifat kompleks yang menyebabkan orang
dapat menerima atau meringkas informasi
yang diperolehnya dari lingkungannya.
26. Enjoyable learning berarti model
pembelajaran yang menyenangkan.
27. Tahap Sensorimotorik merupakan
tahap pertama dalam teori perkembangan
kognitif Piaget, terjadi pada usia 0-2 tahun,
pada usia ini kemampuan anak terbatas
pada gerak-gerak refleks.
28. Tahap Preoperasional merupakan tahap
kedua dalam teori perkembangan kognitif
Piaget, terjadi pada usia 2-7 tahun,
perkembangan bahasa pada usia ini sangat
pesat, peranan intuisi dalam memutuskan
sesuatu masih besar.
29. Tahap Operasional kongkret
merupakan tahap ketiga dalam teori
perkembangan kognitif Piaget, terjadi pada
usia 7-11 tahun, anak sudah dapat berpikir
logis, sistematis dan memecahkan masalah
yang bersifat konkret.
30. Tahap Operasional formal merupakan
tahap keempat dalam teori perkembangan
kognitif Piaget, terjadi pada usia 11-15
tahun, anak-anak sudah dapat berpikir
logis terhadap masalah baik yang bersifat
konkret maupun abstrak.
31. Equilibration adalah keadaan seimbang
antara struktur kognisi dan pengalamannya
di lingkungan.
32. Asimilasi adalah proses penggabungan
informasi baru ke dalam pola-pola yang
sudah ada.
33. Akomodasi adalah penyesuaian skema-
skema yang sudah ada agar cocok untuk
mengolah informasi-informasi dan
pengalaman-pengalaman baru.
34. Entry behavior yaitu keadaan
pengetahuan dan keterampilan yang harus
dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik
sebelum mempelajari pengetahuan atau
keterampilan baru.
35. Gaya belajar adalah cara yang
cenderung dipilih/digunakan oleh peserta
didik dalam menerima, mengatur, dan
memproses informasi atau pesan dari
komunikator/pemberi informasi.
36. Visual learners adalah peserta didik
yang belajarnya akan mudah dan baik jika
melalui visual/penglihatan.
37. Handout adalah bahan pembelajaran
yang sangat ringkas dan bahan ajar ini
bersumber dari beberapa literatur yang
relevan terhadap kompetensi dasar dan
materi pokok yang diajarkan kepada
peserta didik.
38. Auditory learners adalah peserta didik
yang mempelajari sesuatu akan mudah dan
sukses melalui pendengaran.
39. Kinesthetic learners peserta didik yang
melakukan aktivitas belajarnya secara fisik
dengan cara bergerak, menyentuh/meraba,
dan melakukan.
40. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang
timbul dari dalam diri individu itu sendiri.
41. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi
yang muncul karena faktor dari luar dirinya
sendiri.
42. Obedience and punishment
orientatation adalah orientasi
anak/peserta didik masih pada konsekvensi
fisik dari perbuatan benar-salahnya yaitu
hukuman dan kepatuhan atau anak
menilai baik – buruk berdasarkan akibat
perbuatan.
43. Naively egoistic orientation adalah
orientasi anak/peserta didik pada
instrumen relatif. Perbuatan benar adalah
perbuatan yang secara instrumen
memuaskan keinginannya sendiri.
44. Good boy orientation, orientasi
perbuatan yang baik adalah yang
menyenangkan, membantu, atau disepakati
oleh orang lain.
45. Authority and social order
maintenance orientation adalah orientasi
anak pada aturan dan hukum.
46. Contractual legalistic orientation,
orientasi orang pada legalitas kontrak
sosial.
47. Conscience or principle orientation,
pada tahap ini orientasi orang adalah pada
prinsip-prinsip etika yang bersifat
universal.
48. Kecerdasan spiritual adalah
kemampuan untuk menghayati nilai dan
makna, memiliki kesadaran diri, fleksibel
dan adaftif, cenderung memandang sesuatu
holistik, dan cenderung mencari jawaban-
jawaban fundamental atas situasi-situasi
hidupnya.
49. Motorik kasar adalah gerakan tubuh
yang menggunakan otot-otot besar atau
sebagian besar atau seluruh anggota tubuh
yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu
sendiri
50. Motorik halus adalah gerakan yang
menggunakan otot halus, atau sebagian
anggota tubuh tertentu yang dipengaruhi
oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih

KB. 3
51. Teori belajar behavioristik dikenal juga
dengan teori belajar perilaku, karena
analisis yang dilakukan pada perilaku yang
tampak, dapat diukur, dilukiskan dan
diramalkan.
52. Teori belajar kognitif lebih
mementingkan proses belajar dari pada
hasil belajarnya. Belajar dipandang sebagai
usaha untuk mangerti sesuatu. Usaha itu
dilakukan secara aktif oleh peserta didik.
Keaktifan itu dapat berupa mencari
pengalaman, mencari informasi,
memecahkan masalah, mencermati
lingkungan, mempratekkan sesuatu untuk
mencapai tujuan tertentu.
53. Teori belajar konstruktivistik
memahami belajar sebagai proses
pembentukan (kontruksi) pengetahuan oleh
peserta didik itu sendiri. Dengan kata lain,
karena pembentukan pengetahuan adalah
peserta didik itu sendiri, peserta didik
harus aktif selama kegiatan pembelajaran,
aktif berpikir, menyusun kosep, dan
memberi makna tentang hal-hal yang
sedang dipelajari, tetapi yang paling
menentukan terwujudnya gejala belajar
adalah niat belajar peserta didik itu sendiri
54. Teori humanistik sangat mementingkan
isi yang dipelajari dari pada proses belajar
itu sendiri. Teori belajar ini lebih banyak
berbicara tentang konsep-konsep
pendidikan untuk membentuk manusia
yang dicita-citakan, serta tentang proses
belajar dalam bentuknya yang paling ideal.
55. Enaktif, seseorang melakukan aktivitas-
aktivitas dalam upayanya untuk memahami
lingkungan sekitarnya.
56. Ikonik, seseorang memahami obyek-
obyek atau dunianya melalui gambar-
gambar dan visualisasi verbal.
57. Simbolik, seseorang telah mampu
memiliki ide-ide atau gagasangagasan
abstrak yang sangat dipengaruhi oleh
kemampuannya dalam berbahasa dan
logika.
58. Technical learning (belajar teknis) :
Peserta didik belajar berinteraksi dengan
alam alam sekelilingnya. Pengetahuan dan
keterapilan apa yang dibutuhkan dan perlu
dipelajari agar mereka dapat menguasai
dan mengelola lingkungan alam sekitarnya
dengan baik. oleh seba itu, imu-ilmu alam
atau sains amat dipentingkan dalam belajar
teknis.
59. Practical elarning (belajar praktis):
Belajar praktis adalah belajar bagaimana
seseorang dapat berinteraksi dengan
lingkungan sosialnya, yaitu dengan orang-
orang di sekelilingnya dengan baik.
kegiatan belajar ini lebih mengutamakan
terjadinya interaksi yang harmonis antar
sesama manusia.
60. Emancpatory learning (belajar
emansipatori): Belajar emansipatoris
menekankan upaya agar seseorang
mencapai suatu pemahaman dan
kesadaran yang tinggi akan terjadinya
perubahan atau transformasi budaya dalam
lingkungan sosialnya.
61. Conditioning: perilaku individu dapat
dikondisikan, dengan memberikan kondisi
tertentu dalam proses pembelajaran maka
akan dapat membuat peserta didik memiliki
sifat-sifat tertentu.
62. Trial and error: dimana proses
mencoba-coba dilakukan bila seseorang
tidak tau bagaimana harus memberikan
respon atas sesuatu karenakemungkinan
akan ditemukan respon yang tepat
berkaitan dengan masalah yang dihadapi.
63. Shaping: pembentukan perilaku dengan
penataan kondisi secara ketat,
reinforcement dan hukuman.
64. Konseptualisasi: peristiwa belajar
adalah seseorang sudah mulai berupaya
untuk membuat abstraksi,
mengembangkan suatu teori, konsep, atau
hukum dan prosedur tentang sesuatu yang
menjadi obyek perhatiannya.
65. Stimulus dan Respon (S – R):Stimulus
merupakan objek di lingkungan, termasuk
juga perubahan jaringan dalam tubuh.
Sedangkan respon adalah apapun yang
dilakukan sebagai jawaban dari stimulus,
respon mulai dari tingkat sederhana hingga
tingkat yang tinggi.

KB. 4
66. Kurikulum bearsal dari kata Curere
yang artinya adalah lintasan atau jarak
yang harus ditempuh seorang pelari, istilah
ini pertama kali digunakan dalam olahraga
di zaman Romawi kuno.
67. Globalisasi menurut KBBI adalah proses
masuknya ke ruang lingkup dunia.
Merupakan serapan dari kata
Globalization. Secara bahasa, global
memiliki arti mendunia, sedangkan –ization
memiliki makna merujuk kepada suatu
proses. Jadi globalisasi secara bahasa dapat
juga diartikan sebagai suatu proses yang
mendunia.
68. Bonus demografi merupakan suatu keadaan di mana
penduduk yang masuk ke dalam usia produktif jumlahnya
lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak
produktif.
69. Content Oriented istilah ini digunakan
dalam kurikulum yang menyatakn
bahwasanya kurikulum adalah sejumlah
mata pelajaran yang harus ditempuh
peserta didik.
70. Teknologi adalah keseluruhan sarana
untuk menyediakan barang-barang yang
diperlukan bagi kelangsungan dan
kenyamanan hidup manusia. Berasal dari
kata technologia (bahasa Yunani) techno
artinya ‘keahlian’ dan logia artinya
‘pengetahuan’. Istilah teknologi pertama kali
muncul dalam bahasa Inggris pada abad
ke-17. Di mana waktu itu dipakai untuk
maksud diskusi tentang seni terapan saja.
71. Rasionalisasi proses, perbuatan
menjadikan bersifat rasional
72. Peran konservatif, menekankan bahwa
kurikulum sebagai sarana meneruskan
nilai-nilai budaya masa lalu yang masih
dianggap sesuai dengan masa kini.
73. Peran kreatif, menekankan bahwa
kurikulum harus mampu mengembangkan
sesuatu hal yang baru sesuai dengan
dengan perubahan tersebut.
74. Peran kritis dan evaluatif, dalam hal
ini kurikulum berfungsi sebagai kontrol
atau filter, karena harus bersifat kritis
(tidak lekas percaya) dan evaluatif (bersifat
penilaian) dalam hal ini mampu
memberikan penilaian untuk
menyeimbangkan antara peran konservatif
dan peran kreatif.
75. Eksplorasi kemampuan kurikulum
menemukan dan mengembangkan minat
dan bakat peserta didik.
76. Anatomi kurikulum, gambaran letak
dan hubungan (kaitan) bagian-bagian
(komponen) kurikulum.
77. Hidden curriculum, ide atau gagasan
rencana dan pengaturan mengenai isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
belajar.
78. Faktor, keadaan yang ikut
mempengaruhi terjadinya sesuatu, dalam
hal ini adalah penerapan kurikulum
79. Aging people, dimana jumlah penduduk
non produktif lebih banyak dari pada yang
produktif.
80. The World Is Flat adalah buku karya Thomas L. Friedman yang
menganalisis globalisasi pada awal abad ke-21. Judulnya
merupakan cara pandang bahwa dunia merupakan lapangan
bermain setara di sektor perdagangan, tempat semua pesaing
memiliki kesempatan yang sama. Menyebutkan perubahan
persepsi yang dibutuhkan negara, perusahaan, dan individu agar
bisa terus bersaing di pasar global ketika perbedaan sejarah dan
geografi semakin tidak penting lagi.
81. Critical thinking skilss, merupakan
keterampilan berfikir secara kritis yang
memungkinkan seseorang membuat
keputusan yang logis, berdasarkan
informasi yang didapat dan diolah sesuai
kemampuan. berpikir kritis sebagai sebuah
pemikiran yang jelas, rasional, logis dan
mandiri. Hal itu tentang meningkatkan
pemikiran dengan cara menganalisis,
menilai dan merekonstruksi.
82. Creative, adalah Daya cipta atau kreativitas adalah proses
mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru,
atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah
ada.
83. Comunicative, dapat diartikan sebagai
suatu tindakan yang memperlihatkan rasa
senang berbicara, bergaul dan bekerjasama
dengan orang lain. Karakter komunikatif
dapat dikembangkan dengan menciptakan
suasana pergaulan yang nyaman, situasi
yang mendukung, dan lingkungan yang
menarik. Dalam segala situasi, sikap yang
komunikatif sangat diperlukan untuk
memperlancar komunikasi dengan orang
lain, memahami suatu hal dan lain
sebagainya.
84. Collaborative, merupakan proses
partisipasi beberapa orang, kelompok, dan
organisasi yang bekerja sama untuk
mencapai hasil yang diinginkan.

2 Daftar materi yang sulit KB. 1


dipahami di modul ini Landasan ilmu pendidikan dalam praktik
pendidikkan
KB. 2
Perkembangan Moral dan Spiritual
Bhavioristik menurut Burrhusm Frederic
Skinner
KB. 3
Teori belajar kognitif dimana perubahan
persepsi dan pemahaman, tidak selalu
berbentuk tingkah laku yang dapat diamati
dan dapat diukur.
KB. 4
Strategi penerapan kurikulum dan
tantangannya di masa depan

3 Daftar materi yang KB. 2


sering mengalami Perkembangan Emosi
miskonsepsi KB. 3
Penerapan Teori belajar Behavioristik, Teori
belajar Kognitif Teori belajar
Konstruktivistik Teori belajar Humanistik
dalam pembelajaran
KB. 4
Kurikulum sebagai pengalaman belajar
siswa

FORUM DISKUSI

Soal KB1:

Pak Sigit adalah seorang guru di SMA Negeri di Bandung. Peserta didik
yang dihadapi oleh beliau memiliki perbedaan latar belakang ekonomi,
kultur dan perbedaan pola asuh dari orangtua yang sangat beragam.
Bagaimanakah pak Sigit harus mengakomodasi beragam perbedaan
tersebut agar praktik pendidikan yang dilaksanakan mampu
mengembangkan potensi dan mengarahkan peserta didik menjadi lebih
baik!

Jawab:

a. Dengan mengakomodasikannya yaitu dengan memberikan


pembelajaran yang layak agar semuanya sama rata meskipun
berbeda-beda itu bukan membedakan ciri ras dan latar belakang
mereka
b. Pak Sigit tidak boleh memandang ras, budaya, maupun latar
belakang tetapi lihatlah potensi yang mereka miliki.
c. Pak Sigit harus memiliki kombinasi belajar yang sesuai disegala
kalangan.
d. Menciptakan perilaku mandiri dan bertanggung jawab pada seluruh
siswanya.
e. Menciptakan ruang kelas yang nyaman bagi seluruh siswa.
f. Menciptakan suatu program belajar yang minim biaya dan mudah
untuk dimengerti oleh seluruh siswa.
g. Menciptakan kelas atau ruang yang toleran akan perbedaan.
h. Menanamkan perilaku toleransi kepada seluruh siswa.
i. Pak Sigit harus memberi motivasi agar mereka lebih bersemangat.

FORUM DISKUSI

Soal KB2:

Bagaimana aplikasi dan implementasi ragam karakteristik peserta didik


dalam proses pendidikan di sekolah Anda? Jabarkan karakteristik peserta
didik yang ditemui kemudian bandingkan antar peserta diskusi bagaimana
implementasi dari karakteristik peserta didik dalam pembelajaran.

Jawaban :
Ragam karakteristik yang ada di sekolah saya yaitu :
1. Etnik
Peserta didik di sekolah tempat saya bekerja terdiri dari beberapa
etnik, yaitu etnik Melayu, etnik Tionghoa, etnik Minang, etnik Bugis,
etnik Banjar, etnik Batak dan etnik Jawa. Etnik yang paling dominan
di sini adalah etnik Melayu, peserta didik di sini walaupun multi etnik
tetapi pada umumnya mereka menggunakan bahasa Melayu untuk
berinteraksi sehari-hari. Saya sebagai guru yang bukan orang yang
berasal dari daerah Melayu harus belajar bahasa Melayu. Meskipun
penggunaan bahasa Indonesia di kelas merupakan suatu kewajiban,
tetapi terkadang ada beberapa peserta didik dalam menyampaikan
idenya di ikuti dengan penggunaan bahasa daerah. Sering juga terjadi
saat saya menjelaskan pembelajaran menggunakan bahasa
Indonesia, peserta didik tidak mengerti apa yang saya sampaikan
sehingga saya harus memberi penjelasan dalam bahasa Melayu agar
mereka dapat mengerti.

2. Kultural

Dalam pembelajaran di sekolah tempat saya bekerja, pendidikan


multikultural terintegrasi pada mata pelajaran tertentu diantaranya
mata pelajaran PKN, Sosiologi, Bimbingan konseling dan
Kewirausahaan. karena tidak semua guru dapat menjelaskan proses
penanaman nilai multikultural di dalam kelas sesuai dengan materi
pelajaran yang diajarkan kepada siswa. Salah satu contohnya pada
mata pelajaran Kewirausahaan, guru mata pelajaran tersebut
menanamkan nilai mutikultural melalui materi makanan khas daerah
Indonesia.

3. Status Sosial
Dari aspek status sosial, karena sebagian besar orang tua peserta
didik di kelas ini bekerja sebagai nelayan dan bisa dikategorikan dari
keluarga kurang mampu, maka guru tidak memperlihatkan tindakan
diskriminasi antar peserta didik, semua diperlakukan dengan adil
dan tidak memandang status sosialnya. Selain itu, dalam
memberikan tugas kepada peserta didik, guru memberikan tugas
yang dapat diselesaikan peserta didik dengan baik walaupun dengan
ekonomi yang terbatas artinya tidak memberatkan dari segi biaya.
FORUM DISKUSI

Soal KB3:

Mengembangkan satu scenario pembelajaran berdasarkan salah satu teori


belajar yang telah kita kaji (teori belajar behavioristik, kognitif,
konstruktivistik dan humanistik) sesuai dengan mata pelajaran atau bidang
kajian Anda.

Jawaban:

1. Teori belajar Behavioristik, Cirinya adalah mengutamakan unsur-


unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan
lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon,
menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil
belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang
diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Dengan demikian
dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-
reaksi behavioural dengan stimulusnya. Maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa tingkah laku peserta didik merupakan reaksi terhadap
lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar. Pembelajaran teori
behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti,
tetap, tidak berubah.
Contoh dalam pembelajaran mata pelajaran TIK, saya menyampaikan
materi tentang Bekerja dengan data. Di materi tersebut berhubungan
dengan rumus aritmatik yang harus dituliskan di cell yang ingin
dihitung jumlahnya, atau rata-ratanya. Maka rumus yg kita sampaikan
harus benar, karena jika salah menyampaikan rumus atau salah
meletakkan walau sedikit, maka peserta didik memganggap benar rumus
itu, karena peserta didik menganggap yang kita sampaikan pasti benar.
Jadi dalam teori ini Peserta didik akan memiliki pemahaman yang sama
terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh
pendidik atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.

2. Teori Belajar Kognitif, belajar dipandang sebagai usaha untuk mangerti


sesuatu. Usaha itu dilakukan secara aktif oleh peserta didik. Keaktifan
itu dapat berupa mencari pengalaman, mencari informasi, memecahkan
masalah, mencermati lingkungan, mempratekkan sesuatu untuk
mencapai tujuan tertentu.
Contoh dalam pembelajaran mata pelajaran TIK, saya ajarkan materi
perangkat keras komputer tentang perangkat keras proses. Maka peserta
didik saya ajak membongkar computer, untuk mengetahu dimana letak
motherboard, lancard, VGAcard, hardisk, processor. Dengan cara seperti
ini, pengetahuan yang dimiliki peserta didik akan menentukan
keberhasilan dalam mempelajari informasi/pengetahuan yang baru.

3. Teori Belajar Konstruktivistik, peserta didik itu sendiri yang harus


secara pribadi menemukan dan menerapkan informasi kompleks,
mengecek informasi baru dibandingkan dengan aturan lama dan
memperbaiki aturan itu apabila tidak sesuai lagi.
Contohnya dalam Pembelajaran dengan social media memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi, berkolaborasi,
berbagi informasi dan pemikiran secara bersama. Sama halnya dengan
pembelajaran melalui social media, pembelajaran melalui web juga
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melengkapi satu
atau lebih tugas melalui jaringan internet. Selain itu juga dapat
melakukan pembelajaran kelompok dengan menggunakan fasilitas
internet seperti google share.

4. Teori Belajar Humanistik, sifatnya ideal, yaitu memanusiakan


manusia, maka teori humanistik mampu memberikan arah terhadap
semua komponen pembelajaran untuk mendukung tercapainya tujuan
tersebut. Inti dari pembelajaran humanistic adalah bagaimana
memanusiakan peserta didik dan membuat proses pembelajaran yang
menyenangkan bagi peserta didik. Dalam prakteknya teori humanistik
ini cenderung mengarahkan peserta didik untuk berfikir induktif,
mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan peserta
didik secara aktif dalam proses belajar.
Contohnya dalam pembelajaran, misalkan terdapat peserta didik yang
gagal memahami materi atau tidak bisa mengerjakan tugas yang kita
kerjakan, maka serta merta kita tidak menghukum siswa tersebut
dengan cara kiat ejek di kelas sehingga peserta didik lain
menertawakannya. Atau anak tersebut kita hokum untuk berdiri dan
dilarang duduk sebelum bisa mengerjakan tugas yang kita suruh.
Alangkah baiknya, semua hukuman-hukuman tersebut kita hilangkan,
karena juka tetap kita terapkan, maka akan berpengaruh terhadap
mental peserta didik tersebut.

FORUM DISKUSI

Soal KB4:
A. Apa yang dimaksud dengan revolusi industry 4.0?

Jawab :
Revolusi industri 4.0 adalah nama tren dari sistem otomatisasi industri,
dimana terdapat pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah
ini mencakup sistim siber fisik, internet untuk segala aktifitas,
komputasi kognitif dan aktifitas lain berbasis jaringan.

B. Sebutkan 4 prinsip yang harus diterapkan dalam kurikulum masa


depan terkait dengan pendidikan abad 21!

Jawab :
1. Pembelajaran harus selalu berpusat pada peserta didik sedangkan
guru menjadi fasilitator
2. Pendidikan harus berkolaborasi dengan lembaga lain
3. Belajar harus memiliki konteks dimana dalam sebuah proses
pembelajaran harus bias dikaitkan dengan berbagai macam kasus
dalam kehidupan sehari-hari
4. Sekolah harus berintegrasi dengan lingkungan social masyarakat

C. Jelaskan pengaruh negative masa globalisasi dalam pendidikan!

Jawab :
Masa globalisasi membuat siapa saja dapat dengan mudah berbagi
informasi (lowongan pekerjaan, pengetahuan, hiburan dan lain
sebagainya), terkadang hal ini menyebabkan perubahan kearah negative
dalam kegiatan belajar, yang mana adakalanya peserta didik hanya
berorientasi menemukan jawaban tertulis tanpa memahami
permasalahan dan menemukan solusinya.