Anda di halaman 1dari 6

NAMA : Tati Sulastri

NIM : -

TUGAS AKHIR MODUL


PEDAGOGIK 1

1. Berdasarkan materi yang disajikan dalam KB 1 buatlah sebuah peta


konsep yang menggambarkan hubungan antar landasan pendidikan
serta fungsi landasan pendidikan bagi tenaga pendidik!
2. Seorang petani memiliki anak kembar bernama A dan B. Setelah tamat
SD, A dibawa pindah ke kota oleh pamannya yang bekerja sebagai supir.
Sedangkan B tetap tinggal di desa dengan bapaknya. Setelah dewasa,
pada usia 24 tahun A bekerja menjadi supir online di kota dan B
menjadi buruh tani di desa. Penampilan dan pola hidup A berbeda
dengan penampilan dan pola hidup B, padahal mereka bersaudara
bahkan kembar. Coba anda jelaskan mengapa A dan B berbeda
perkembangan pribadinya?
3. Bapak Sigit adalah seorang guru yang bertugas di sekolah “X” yang
terletak di perkotaan dengan fasilitas sarana dan prasarana yang sangat
lengkap dan dukungan dari para wali murid yang sangat baik. Namun
para siswa di sekolah tersebut kurang mandiri dan kurang disiplin.
Berdasarkan kondisi tersebut, kembangkan sebuah desain pembelajaran
berdasar pada teori belajar tertentu!
4. Coba anda lakukan indentifikasi tentang gaya belajar siswa pada kelas
anda!
5. Buatlah strategi implementasi kurikulum 2013 yang dapat menyiapkan
siswa hidup di masa depan?

JAWABAN :
1. Berdasarkan materi yang disajikan dalam KB 1 buatlah sebuah peta
konsep yang menggambarkan hubungan antar landasan pendidikan serta
fungsi landasan pendidikan bagi tenaga pendidik!

JAWAB :

PETA KONSEP HUBUNGAN ANTARA LANDASAN


PENDIDIKAN SERTA FUNGSI LANSADAN PENDIDIKAN
BAGI TENAGA PENDIDIK

LANDASAN FUNGSI LANDASAN


PENDIDIKAN PENDIDIKAN

LANDASAN FILOSOFI
LANDASAN YURIDIS
SEBAGAI ACUAN / DASAR /
LANDASAN EMPIRIS TOLAK UKUR / PAYUNG
LANDASAN RELIGI HUKUM BAGI PENDIDIK

UNTUK MENJALANKAN TUGAS


DAN KEWAJIBAN SEBAGAI GURU
PRFESIONAL YANG MEMILI
KOMPETENSI PEDAGOGIK,
KEPRIBADIAN, PROFESIONAL DAN
SOSIAL

TUGAS GURU :

MENDIDIK, MENGAJAR,
MEMBIMBING, MELATIH, MENILAI
DAN MENGEVALUASI SISWA

OLEH TATI SULASTRI


PPG DALAM JABATAN 2021
2. Seorang petani memiliki anak kembar bernama A dan B. Setelah tamat SD,
A dibawa pindah ke kota oleh pamannya yang bekerja sebagai supir.
Sedangkan B tetap tinggal di desa dengan bapaknya. Setelah dewasa, pada
usia 24 tahun A bekerja menjadi supir online di kota dan B menjadi buruh
tani di desa. Penampilan dan pola hidup A berbeda dengan penampilan dan
pola hidup B, padahal mereka bersaudara bahkan kembar. Coba anda
jelaskan mengapa A dan B berbeda perkembangan pribadinya?

JAWAB :

Penyebab perbedaan perkembangan antara anak A dan B adalah


lingkungan sangat mempengarungi pola pikir dan perilaku, cara mendidik
dan mengasuh dari Paman dan Orang Tua si kembar juga sangat
berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya si anak, Teman bekerja atau
komunitas juga sangat berpengaruh terhadak pola hidup dan penampilan
si kembar jika anak A komunitasnya dengan Sopir Online yang
kesehariannya menuntut dirinya untuk selalu menggunakan peralatan
serba digital sementara anak B kesehariannya hanya menggunakan
peralatan pertanian yang tradisional tentu hal ini akan membentuk pola
hidup dan penampilan di antara kedua anak tersebut juga akan berbeda.

3. Bapak Sigit adalah seorang guru yang bertugas di sekolah “X” yang terletak
di perkotaan dengan fasilitas sarana dan prasarana yang sangat lengkap
dan dukungan dari para wali murid yang sangat baik. Namun para siswa di
sekolah tersebut kurang mandiri dan kurang disiplin. Berdasarkan kondisi
tersebut, kembangkan sebuah desain pembelajaran berdasar pada teori
belajar tertentu!

JAWAB :

Menggunakan strategi belajar yang berorientasi pada keaktifan siswa untuk


menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab siswa, salah satunya dengan
menggunakan teori konstruktivistik, teori ini dalam proses pengingatan
siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama
semua konsep dan lebih bersemangat dalam belajar. Teori ini dalam
kemahiran sosial siswa dapat dengan mudah berinteraksi dengan teman
dan guru dalam mebina pengetahuan baru, karena siswa terlibat secara
terus-menerus maka mereka akan paham, ingat, yakin, dan berinteraksi
maka akan timbul semangat dalam belajar dan membina pengetahuan baru.
Contoh desain pembelajaran :

NO KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA


1. Guru memaparkan tujuan Siswa memahami indikator yang
Instruksional dan indikator yang akan dicapai dalam kegiatan belajar
harus dicapai agar dapat yang akan dilalui pada pertemuan
memberi motivasi yang kuat pada tersebut. (dibantu dengan
siswa untuk belajar. Bisa menggunakan media gambar atau
menggunakan media gambar audio visual lainnya )
atau
audio visual lainnya
2. Guru membagi siswa dalam Siswa berkumpul dengan masing-
kelompok ( masing-masing masing anggota kelompok yang telah
kelompok 4 ditetapkan.
orang )
3. Guru menjelaskan pembelajaran Sisw memahami tujuan
CTL pembelajaran CTL
pada materi yang diajarkan.
4. Guru menyediakan waktu yang Siswa mengidentivikasi masalah,
cukup untuk mengidentivikasi berdiskusi, melakukan percobaan,
masalah, mencari solusi dan dan menghubungkan penerapan
mendeskripsikan, melakukan materi dengan kehidupan sehari-
metode dan mengkaji kembali hari. (dibantu dengan menggunakan
serta mengevaluasi untuk media gambar atau audio visual
memecahkan masalah tersebut lainnya )
dibantu dengan menggunakan
media gambar
atau audio visual lainnya
5. Guru memberikan kesempatan Siswa mendapatkan jawaban
kepada siswa untuk menetapkan sementara dari hasil diskusi
jawaban sementara dari hasil kelompok masing-masing.
diskusi
terhadap masalah tersebut.
6. Guru bersama siswa menguji Peserta didik bersama guru penguji
kebenaran jawaban sementara jawaban sementara tersebut.
tersebut.
7. Guru bersama siswa menarik Siswa bersama guru menarik
kesimpulan. kesimpulan.
8. Guru melakukan refleksi kepada Siswa dapat melakukan refleksi
Siswa dan mengevaluasi dan menyelesaikan evaluasi dari
guru.
4. Coba anda lakukan indentifikasi tentang gaya belajar siswa pada kelas anda!

JAWAB :

Memahami gaya belajar setiap siswa merupakan cara terbaik untuk


memaksimalkan proses belajar dikelas. Setelah siswa mengetahui gaya belajar
dan metode terbaik, untuk membatu dalam belajarnya, dapat dilihat
kemampuan siswa dalam memahami sesuatu akan perkembangan dengan
pesat dikelas, bahkan di mata pelajaran yang sebelumnya di anggap susah
dan rumit. Gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan
kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi.
Dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah ciri khas yang dimiliki oleh
setiap orang dalam memberikan respon terhadap pembelajaran yang
diterimanya. Dalam proses belajar, tidak ada cara yang dianggap benar atau
salah karena setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda dan
memberikan keuntungan dan kekurangan masing-masing. Ketika siswa
mampu memahami gaya belajarnya maka, proses belajar siswa akan lebih
efisien dan efektif.

Gaya Belajar Visual. Gaya belajar visual mengakses citra visual, yang
diciptakan maupun diingat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan
gambar menonjol dalam modalitas ini. Seseorang yang sangat visual mungkin
dicirikan sebagai berikut:(1) Teratur, memperhatikan segala sesuatu dan
menjaga penampilan. (2) Mengingat dengan gambar dan lebih suka membaca
dari pada dibacakan. (3) Membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh dan
menangkap detail, mengingat apa yang dilihat. Siswa yang mempunyai gaya
belajar visual ini lebih kepada penglihatan, gaya belajar yang bersifat
eksternal, sehingga guru bisa menggunaka materi atau media yang bisa dilihat
atau mengeluarkan tanggapan indra penglihatan. Materi atau media yang
digunakan ialah buku, poster, majalah, peta, dan lainya. Sedangkan yang
bersifat internal ialah menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi.

Gaya Belajar Auditorial. Gaya belajar auditorial mengakses segala jenis bunyi
dan kata, diciptakan maupun diingat. Musik, nada, irama, rima, dialog
internal dan suara menonjol disini. Seseorang yang sangat auditorial dapat
dicirikan sebagai berikut:(1) Perhatiannya mudah terpecah. (2) Berbicara
dengan pola berirama. (3) Belajar dengan cara mendengarkan, menggerakkan
bibir/ bersuara saat membaca.
Gaya belajar ini cendrung menggunakan pendengaran/audio sebagai sarana
pencapaian dalam belajar. Gaya belajar auditori bersifat eksternal adalah
dengan mengeluarkan suara atau ada suara. Mereka dapat membaca keras,
mendengarkan, diskusi kelompok, dll. Siswa yang tipe auditori mengandalkan
kesuksesan belajarnya melalui pendengarannya, untuk itu maka guru harus
memperhatikan pendengaran siswanya. Anak yang mempunyai gaya belajar
auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal atau
mendengarkan apa yang di sampiakkan oleh gurunya. Informasi tertulis
kadang menjadi minim bagi anak auditori mendengarnya. Anak seperti ini
biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan
mendengarkan kaset.

Gaya Belajar Kinestetik. Gaya belajar kinestetik mengakses segala jenis


gerak dan emosi diciptakan maupun diingat. Gerakan, koordinasi, irama,
tanggapan, emosional dan kenyamanan fisik menonjol disini. Seseorang yang
sangat kinestetik sering:(1) Menyentuh orang dan berdiri berdekatan, banyak
bergerak. (2) Belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca dan
menanggapi secara fisik. (3) Mengingat sambil berjalan dan melihat.

Berdasarkan pendapat di atas maka identifikasi cara belajar siswa di kelas


cenderung lebih dapat menangkap isi materi dengan baik apabila
menggunakan gaya belajar visual, namun ada juga yang masih menggunakan
gaya belajar audiorial dan gaya belajar kinestetik.

5. Buatlah strategi implementasi kurikulum 2013 yang dapat menyiapkan


siswa hidup di masa depan?

JAWAB :
Cara pengimplementasi kurikulum 2013 dilakukan pada penyesuaian karakter
belajar dan minat siswa, sehingga proses memperhatikan lingkungan sangat
penting dilakukan oleh guru . Dilihat arahnya kemana, di tingkat SMP
pendekatan terhadap peserta didik berbeda beda ada yang cenderung ke
pisikomotor dan ada yang arah nya lebih banyak ke umum atau pengetahuan
prakteknya kemudian dan ada juga yang kedua-duanya berbeda dengan tingkat
SMA dan SMK yang lebih suda terarah. Di SMK lebih menekankan pada aspek
psikomotor karena sifatnya yang kejuruan dengan dasar praktik. Berbeda
dengan SMA atau yang umum di pengetahuan dulu, baru praktiknya atau
pendekatan kognitif yang dibutuhkan. Walaupun tidak salah satu dari
kognitif, afektif dan psikomotorik tapi dalam penerapannya ada salah satu
yang dimaksimalkan untuk di unggulkan di masa depan siswa.