Anda di halaman 1dari 3

Pada akhir tuton ini, silahkan Anda simak kembali materi inisiasi 8 Antilogisme

dan Dilema. Selanjutnya Anda jawab dan diskusikan pertanyaan berikut ini:

1. Jelaskan konsep tentang Antilogisme dan Dilema dalam hubungannya


dengan penarikan kesimpulan?
2. Penalaran logis merupakan dasar dari penarikan kesimpulan. Bagaimana
halnya kesimpulan yang didasarkan pada Antilogisme dan Dilema? Berikan
contohnya!

Silahkan diskusikan,
Salam Tutor,
Rahmadya TH

1). Konsep tentang antilogisme dan dilema dalm Hubungan penarikan kesimpulan?
ANTILOGISME adalah suatu pengingkaran kesimpulan bentuk silogisme akan
terwujud ketidakselarasan antara premis dan kesimpulan
DILEMA Penyimpulan bertanduk; Penyimpulan bercabang; Silogisme Kornutus;
Menggunakan dua proposisi implikatif atau kondisional sebagai premis mayor dan
sering juga menggunakan proposisi disjungtif sebagai premis minornya akan
mewujudkan suatu kesimpulan yang bercabang.
Dua Macam Dilema :
Dilema Konstruktif; penyimpulan bercabang berdasarkan bentuk logika modus
ponendo ponen, yaitu mengakui atau menetapkan anteseden maka kesimpulannya
adalah mengakui atau menetapkan konsekuen
Dilema Destruktif; penyimpulan bercabang berdasarkan bentuk logika modus
tolendo tolen, yaitu mengingkari atau menegasikan konsekuen maka kesimpulannya
adalah mengingkari atau menegasikan anteseden.
1. Dilema Konstruktif 
Suatu bentuk penyimpulan yang bercabang dengan modus ponendo ponen, yaitu
menetapkan anteseden masing-masing proposisi implikatif pada premis mayor maka
kesimpulannya adalah menetapkan konsekuen masing-masing proposisi tersebut.
2. Dilema Destruktif
Merupakan suatu bentuk penyimpulan yang bercabang dengan modus tolendo tolen,
yaitu mengingkari konsekuen masing-masing proposisi implikasi pada premis mayor.
Maka kesimpulannya adalah mengingkari masing-masing anteseden proposisi
tersebut.
3. Dilema dan Retorsi
Dilema pada hakikatnya adalah penalaran alternatif: "Jika premisnya demikian
kesimpulannya demikian, dan jika premisnya seperti itu maka kesimpulannya seperti
itu"
Retorsi ; adalah suatu penyimpulan bentuk dilema yang kesimpulannya diusahakan
untuk mengingkari kesimplan dilema semula.
 
2). Penalaran logis merupakan dasar dari penarikan kesimpulan. Bagaimana halnya
kesimpulan yang didasarkan pada Antilogisme dan Dilema? Berikan contohnya!
Penyimpulan antilogisme didasarkan pada hokum dasar antilogisme sebagai suatu
TAUTOLOGIS (silogisme yang mesti benar), yang disusun oleh silogisme
kondisional dengan cara: “ingkari konsekuen dengan menetapkan salah satu
anteseden, maka kesimpulannya cukup ingkari salah satu antesedennya”. Cara ini
mengikuti modus tolendo tolen (dalam silogisme ekuivalen).
Misalnya,
*Premis mayor      : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor       : Siti Zaenab adalah TKI di Arab Saudi
*Kesimpulan          : Siti Zaenab dihukum mati
 
*Antilogisme         : Bukan Siti Zaenab dihukum mati
*Premismayor       : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor       : Siti Zaenab bukan TKI di Arab Saudi (salah)
 
Penyimpulan antilogisme didasarkan pada hokum dasar antilogisme sebagai suatu
TAUTOLOGIS (silogisme yang mesti benar), yang disusun oleh silogisme
kondisional dengan cara: “ingkari konsekuen dengan menetapkan salah satu
anteseden, maka kesimpulannya cukup ingkari salah satu antesedennya”. Cara ini
mengikuti modus tolendo tolen (dalam silogisme ekuivalen).
Misalnya,
*Premis mayor      : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor       : Siti Zaenab adalah TKI di Arab Saudi
*Kesimpulan          : Siti Zaenab dihukum mati
 
*Antilogisme         : Bukan Siti Zaenab dihukum mati
*Premismayor       : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor       : Siti Zaenab bukan TKI di Arab Saudi (salah)
 
Penyimpulan antilogisme didasarkan pada hokum dasar antilogisme sebagai suatu
TAUTOLOGIS (silogisme yang mesti benar), yang disusun oleh silogisme
kondisional dengan cara: “ingkari konsekuen dengan menetapkan salah satu
anteseden, maka kesimpulannya cukup ingkari salah satu antesedennya”. Cara ini
mengikuti modus tolendo tolen (dalam silogisme ekuivalen).
Misalnya,
*Premis mayor      : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor       : Siti Zaenab adalah TKI di Arab Saudi
*Kesimpulan          : Siti Zaenab dihukum mati
 
*Antilogisme         : Bukan Siti Zaenab dihukum mati
*Premismayor       : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor       : Siti Zaenab bukan TKI di Arab Saudi (salah)
 
Penyimpulan antilogisme didasarkan pada hokum dasar antilogisme sebagai suatu
TAUTOLOGIS (silogisme yang mesti benar), yang disusun oleh silogisme
kondisional dengan cara: “ingkari konsekuen dengan menetapkan salah satu
anteseden, maka kesimpulannya cukup ingkari salah satu antesedennya”. Cara ini
mengikuti modus tolendo tolen (dalam silogisme ekuivalen).
Misalnya,
*Premis mayor      : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor       : Siti Zaenab adalah TKI di Arab Saudi
*Kesimpulan          : Siti Zaenab dihukum mati
 
*Antilogisme          : Bukan Siti Zaenab dihukum mati
*Premismayor        : Beberapa TKI di Arab Saudi dihukum mati
*Premis minor       : Siti Zaenab bukan TKI di Arab Saudi (salah)
 
 
 
Sumber referensi : BMP ISIP 4211-LOGIKA

Anda mungkin juga menyukai