Anda di halaman 1dari 15

LABORATORIUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

UNIVERSITAS MEGAREZKY MAKASSAR

LAPORAN PENENTUAN HCG SECARA KUALITATIF

KELOMPOK 1

ANGKATAN 2020

NAMA ASISTEN: CICI APRILIA

FAKULTAS FARMASI

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

UNIVERSITAS MEGAREZKY
MAKASSAR

2021
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehamilan merupakan salah satu proses fisiologis yang terjadi pada semua wanita

yang telah melakukan hubungan seksual dengan pasangannya pertemuan antara sel sperma

dan sel telur menyebabkan terjadinya proses fisiologis. Salah satu perubahan yang terjadi

adalah perubahan hormonal pada wanita tersebut. HCG (Human Chorionic Gonodotropin)

disebu sebagai hormone kehamilan ini adalah suatu glikoprotein dengan aktivitas biologis

yang sangat mirip dengan 1H (Luteinizing Hormon).(Harti 2013)

Pada saat terbentuknya salah satu hormone yaitu Human Chorionic Gonodotropin.

Hormone ini secara fisiologis berfungsi untuk mencegah infulusi korpus luteum, sehingga

korpus luteum akan mensektesikan estrogen dan progesterone. Selain berfungsi untuk

mempertahankan hormon progesterone dan estrogen Selma kehamilan hormon ini juga

memiliki fungsi lain yaitu sebagai syarat dalam menentukan test kehamilan seseorang. Jika

terbukti hormon ini ada pada saat test maka membuktikan bahwa wanita tersebut telah

mengandung hasil dan konsepsi. Oleh karena itu, maka dilakukan praktukum ini dimana

selain mengetahui tujuan yang ingin diketahui praktikum ini juga sekaligus melatuh para

mahasiswa untuk dapat melakukan test ini dengan tepat dan benar.

Dan juga latar belakang dari percobaan ini adalah para mahasiswa dapat mengetahui

keberadaan hormon ini pada ibu hamil, sehingga dikemudian hari dapat memberikan

kepastian apakah seseorang sedang hamil atau tidak.

1.2 Maksud Percobaan


1. Mengetahui keterampilan dan pengetahuan mahasiswa dalam menentukan hormon HCG

didalam urine untuk test kehamilan menggunakan teknik imunoserologi.

1.3 Tujuan Percobaan

1. Menentukan adanya hormon HCG didalam urine untuk test kehamilan dengan memakai

teknik imunoserologi.

1.4 Manfaat Percobaan

1. Agar mahasiswa dapat mengetahui penentuan hormon HCG didalam untuk test

kehamilan dengan memakai teknik imunoserologi.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Teori Umum

Plasenta adalah suatu hormon yang mempunyai fungsi penting untuk

perkembangan janin. Plasenta terletak didalam uterus dan perkembangan janin tergantung

pada plasenta yaitu sebagian paru, hati, dan ginjal. Organ ini melaksanakan fungsi-fungsi

tersebut sampai janin cukup matang sehingga dapat bertahan hidup diluar rahim sebagai

organisme yang bernafas melalaui indera. (Karlinasi, Nelli, 2015)

Plasenta manusia juga mensintesis sejumlah hormon-hormon protein dan peptide.

Sekitar 1 gram laktogen plasenta (hpl) setiap 24 jam. Sejumlah besar gonadotropin korlonik

(hcg) adrenokartikapiri korionik (ACTH), serta produk-produk iyalah dari

proopiomlanikortin, tiroeropin kurionik, parian hormon pertumbuhan paraenyroid hormon

resatet protein (prH-vp) kaisitonin dan relaksin dan nypothalamic like realasing and

inhibiting hormones termasuk thyrotropin releasing hormone (TRH) gonadotropin

releasing hormon (GHRH) plasenta manusia juga menghasilkan inhibin ,aktrin dan peptide

netretik atrium (karlinah,Nelly,2015)

Gonadotropin kononik (hcg) di sebut sebagai hormon kehamilan yang merupakan

suatu slikoprotein dengan aktivitas blologik yang sangat mirip dengan luteinizing hormone

(lh) dan keduanya sama-sama bekerja melalui reseptor lh/hcg mebran plasma .walaupun

diproduksi hampir seluruhnya plasenta ,hcg juga disentis di ginjal janin dan sejumlahnya

jaringan jenis menghasilkan subunit B atau molekul untuk hcg. Deteksi hcg dalam darah

atau urin hampir selalu menunjukkan kehamilan. (Karlina, Nelly, 2015)


Gonadotropin kononik (hcg) adalah suatu glikoprotein (BM sekitar 36.700)

dengan kandungan karbohidrat ketinggian 30 % dibangdingkan dengan hormon manusia

lainnya. Terdapat beragam bentuk hcg diplasma dan urin ibu: seagian dari bentuk-bentuk

ini terjadi akibat penguraian enzimatik dan sebagian lain terbentuk akibat modifikasi ketika

terjadi sekuensi sintesis / pemprosesan sel molekul hcg normal berbagai bentuk hcg ini

memiliki bioktifitas dan imunoreaktifitas yang sangat beragam. (Karlina, Nelly, 2015)

Molekul hcg lengkap dapat didekteksi dalam plama wanita hamil sekitar 7,5

sampai 9,5 hari setelah lonjakan LH dipertangahan siklus yang mendahului populasi.

Dengan demikian besar kemungkinannya bahwa hcg memasuki darah ibu pada saat

implantasi slastokisca. Setela ini kadar hcg dalam darah meingkatkan pesat dengan kadar

maksimun tercapai pada usia kehamilan sekitar 8-10 minggu. (Karlina, Nelly, 2015)

Dalam diognosa kehamilan seseorang perempuan baru dapat dipastikan hamil,

jika pemeriksaan telah melihat tanpa pasti yaitu mendengar suara detak jantung janin, dapat

melihat dengan (ultrasonogerati) tropin (hcg). Didalam urin merupakan petunjuk kadar hcg

yang ditemukan 4 minggu sesudah HPHT (Hari pertama Hari terakhir) atau sekitar 2

minggu setelah pembuahan. (Mila, Ana saimatul 2019)

Hcg (Human Chorionic Gonodotropin) merupakan suatu hormone yang

diproduksi oleh jaringan plasenta pada awal kehamilan ormon ini akan dikeluarkan melalui

urin dan juga diasilkan bila terdapat proliferasi yang apnosmal pada jaringan hapitel

koroinnya hcg dalam urin untuk mendeteksi kelainnya dini. (Harti, dkk, 2013)

Peningkatan human darlonic gonadotiopin (Hcg) dan perubahan metabolism

karbohidrat dan menyebabkan mual, muntah pada trisemester 1. Peningkatan biogesteron


menyebabkan penurunan tonus otot dan memperlambat proses digestif sehingga

menyebabkan konsilipasi dan pengosongan lambung menjadi lambat. Perubahan mengecap

dan membaui sehigga menyebabkan mual. (Karjatin, 2016)

Peran utama hcg adalah memperlama aktivitas yang kemungkinan produksi

progesterone dan mempertahankan erodonetrium gestasional. Eagaimana proses implantasi

berlangsung konseptus berkelanjutan mesekresi hcg dan protein-protein kehamilan yang

memungkinkan deteksi produksi steroid. (Anwar, 2017)℃

Pengumpulan dan penyimpanan urin sebaiknya menggunakan urin dipagi hari

karena berisi konsentrasi hcg yang paling tinggi sehingga baik untuk pemeriksaan sampel

urin. Meskipun demikian urin sewaktu dapat juga digunakan. Urin spesimeri dikumpulkan

pada gelas atau penampung plastik yang berisi. Jika digunakan segera maka harus disimpan

pada suhu 2-8 ℃ dan letakkan pada suhu temperatur sebelum digunakan, tetapi

penyimpanan ini tidak boleh lebih dari 48 jam. (Vitthala, dkk, 2012)
BAB III

METODE KERJA

III.1 Alat

1. Nurce cop 6. Mikro pipet

2. Masker 7. Tip kuning

3. Jas lab 8. Batang pengaduk

4. Handscoon 9. Rotator

5. Slide

III.2 Bahan

1. Rengen anti Hcg (control pasif negatif, sampel)

III.3 Cara kerja

1. Diletakkan slide pada bidang rata.

2. Diteteskan control positif dan negatif pada slide 1 dan 2.

3. Diteteskan 20 Hi (Mikson) pada slide 3 dan 4.

4. Diteteskan reagen lateks pada masing-masing slide.

5. Dicampur menggunakan batang pengaduk.

6. Dirutator selama 2 menit.

7. Diamati hasil yang ada.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil

1. Pemeriksaan kehamilan dengan metode argumentasi

Variabel F %

Metode Aglutinasi

-Hamil 16 61,5

-Tidak Hamil 10 38,5

IV.2 Pembahasan

Kehamilan merupakan salah satu proses fisiologis yang terjadi pada semua

wanita yang telah melakukan hubungan seksual dengan pasangannya pertemuan

antara sel sperma dan sel telur menyebabkan terjadinya proses fisiologis. Salah satu

perubahan yang terjadi adalah perubahan hormonal pada wanita tersebut.

Hcg (Human Chorionic Gonodotropin) merupakan suatu hormone yang

diproduksi oleh jaringan plasenta pada awal kehamilan ormon ini akan dikeluarkan

melalui urin dan juga diasilkan bila terdapat proliferasi yang apnosmal pada jaringan

hapitel koroinnya hcg dalam urin untuk mendeteksi kelainnya dini.


Berdasarkan table diatas dapat diketahui sebagian besar sampel (61,5%) yang

dipaksa kehamilannya dengan metode agluhinasi menunjukkan hasil positif hamil

karena urin mengandung hcg dan terjadi agnelfasi.

Hal-hal yang diperhatikan dalam pemeriksaan hcg: urin yang digunakan harus

urin pertaman pagi hari, umur kehamilan tidak lebih dari 7 bulan adanya protein dapat

menyebabkan perubahan ketetapan hasil, penyakit imunologi penyimpanan reagen

dan penghomogenan reagen yang mempengaruhi seakuratan hasil. (Panca, 2012)


BAB V

PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Uji kehamilan yang lebih akurat tentunya adalah test kualitatif hormon hcg dalam

darah. Biasanya yang diukur adalah jumlah subunit beta hormon hcg (j3.hcg). ketika

terjadi kehamilan pada diri seseorang perempuan, maka tubuh bereaksi dengan

membentuk perubahan-perubahan dan segera memproduksi hormon-hormon kehamilan

guna mendukung kelangsungan kehamilan. Hormon-hormon kehamilan bertujuan juga

mendukung kehamilan yang berlangsung khususnya agar janin dapat tumbuh dan

berkembang dengan baik dan sehat. Deteksi kehamilan dengan mengukur beta hcg urin

diantaranya adalah dengan metode aglutinasi (diret atau indeeret).

V.2 Saran

Praktikum online masih kurang efektif karena koneksi jaringan juga sangat

menentukan. Dan untuk asisten dalam menjelaskan sudah bagus materi yang disampaikan

bisa dimengerti oleh praktikan.


DAFTAR PUSTAKA

Harti, A. S., & Estuningsih, E. (2013). Pemeriksaan HCG (Human Chorionic Gonadotropin)

Untuk Deteksi Kehamilan Dini Secara Immunokromatografi. Jurnal Kesehatan Kusuma

Husada.

Kalina, Nelly, dkk. 2015. Bahan Ajar Obsteri Fisiology. Yogyakarta :Grup penerbit CV Budi

Utama

Mila, Ana saimatul. 2019. Nutrisi Ibu dan Akan gizi utnuk keluarga. Tasikmalaya:Jawa barat.

Renowati, Sirih suhartina 2018. Uji Kesesuaian Pemeriksaan Kehamilan Metode STBIP Test

Dengan Metode Aglutinasi STIKES Perintis: Padang

Atin Karjatin. 2016 Keperawatan Netenis Kementrian Keseatan RI. Jakarta.

Ruswaa Anwar. 2017. Endokologi Keamilan dan Peralinan. Universitas Padjajaran Bandung.

Panca. 2012. Laporan Ilmunaserologi Online Avatable 2012/otoh Laporan Imunoserok.


SKEMA KERJA

Penentuan HCG Dengan Metode Arlitinsi

Diletakkan slide pada bidang rata

Diteteskan control posistif dan negatif pada

slide

Diteteskan 20 H1 (mikron) pada slide 3

dan 4

Ditetskan reagen latex pada masing-

masing slide

Dicampur menggunakan batang pengaduk

Diratator selama 2 menit

Diamati hail yag ada


LAMPIRAN

 Laboratorium Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Keterangan: Menunjukkan urin mengandung Hcg kerena terjadi algutasi.

 Laboratorium Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Keterangan: Mencampur menggunakan batang pengaduk.

 Laboratorium Anatomi Dan Fisiologi Manusia


Keterangan: Meneteskan control positif dan negatif pada slide 1 dan 2.

 Laboratorium Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Keterangan: Ratator selama 2 menit.